Standar Smartphone Gaming tak lagi Sama - Review Infinix GT 20 Pro (YouTube Video)
Saya bisa dengan mudah bilang kalau hape ini adalah smartphone gaming mid-range terbaik untuk saat ini. Ada kata gaming, karena memang kalau digunakan untuk gaming atau buat yang suka main game di smartphone, pasti akan mengapresiasi fitur-fitur yang ada di hape ini. Tapi kalau nggak suka main game dan mau smartphone 4 jutaan, saya rasa hape ini bukanlah pilihan yang tepat. So, ini dia guys, Infinix GT 20 Pro. Penerus Infinix GT 10 Pro yang cukup bikin heboh tahun lalu. Bahwa bahasa desain yang mirip, hampir plek ketiplek dengan sedikit perubahan komposisi warna yang ngasih look selebih metalik. Aura gaming makin kental karena kini ada RGB di lengkungannya. Selain berfungsi bikin hape ini nampak keren, RGB ini juga berfungsi sebagai notifikasi, telepon masuk, ngecas, dan juga musik. Kamu bisa atur lightingnya gimana di bagian settings yang namanya Mecha Loop Lighting. Kamu bisa atur mau warna apa, nyalanya gimana, ada breath kayak begini, meteor, rhythm, dan gradient. [Irwan] : Bang, GT sikatannya apa bang? [Mouldi] : Ha? Gaming terus! [Irwan]: Emang yang ada GT-GT nya nyaman ya bang ya? [Mouldi] : Yoi! [IrWan] : GT man! [Mouldie] : Yoi! [Irwan] : Hehehe... [Mouldie] : Kolor! Buat yang rhythm ini cocoknya pas dengerin musik. Jadi dia ngikutin temponya kayak begitu. Cuman kalau diliat-liat pas lagi nyalain lagi, ritemnya tuh kayak kurang pas ya. Kayak nyesuain sama tempo lagu doang. Nggak yang tiap nada tuh dia bisa ngikutin. Tapi meski begitu, saya masih kasih nilai plus sih buat yang ini. Nggak banyak smartphone yang bisa kasih lampu kelap kelip kayak begini. Dengerin lagu makin asyik karena selain ada RGB, speaker di Infinix GT20 Pro ini juga stereo. Untuk kualitasnya sih lumayan ya. Karena ternyata dituning sama JBL. Clarity-nya surprisingly lumayan. Nggak pecah juga walau udah dimentokin volumenya. Walau nggak sekenceng portable speaker sih, volumenya tuh masih pas aja buat dengerin musik di kamar sendirian. [Irwan] : Sendirian banget bang? [Mouldie] : Ya kalau banyak orang di kamar, penuh bang. Baiknya kalau di kamar, sendirian aja. Tapi kalian kan nggak akan beli hape ini demi stereo speaker dan lampu disco ini. Kalian beli hape ini demi performa. Chipset yang dipake smartphone Rp 4 jutaan ini adalah Mediatek Dimensity 8200 Ultimate. Sebuah chipset yang kagak ngadi-ngadi. Chipset 4nm yang punya benchmark nyaris sejuta di AnTuTu. Tepatnya di 920 ribu. Buat mainin game sekelas Genshin Impact, cukup nyaman di settingan medium. Dapat average fps di 29,2 fps. Terdapat beberapa jank, tapi masih termasuk nyaman buat dimainin. Karena smartphone ini adalah smartphone ofisial turnamen MDL, maka nggak afdol kalau kita nggak tes buat main Mobile Legends. Di settingan mentok kanan, berjalan lancar jaya tanpa lag sedikit pun dengan average fps di 117,6. Ini edan banget. Kalau kamu mau terjun pro di Mobile Legends, hape ini adalah pilihan yang tepat. Selama main game, suhu juga terjaga. Cuma sampai 40 derajat aja. Nggak panas sama sekali. Tapi ini malah bikin saya bingung Infinix GT 20 Pro ini dilengkapi sama aksesoris pendukung gaming kayak casing khusus dengan plat logam dibelakangnya dan cooling system. Tugas plat logam ini adalah untuk menghantarkan panas dari baterai yang kemudian didinginkan oleh cooling systemnya. Masalahnya, kalau hapenya nggak panas, buat apa cooling systemnya ini? Gaji buta sekali anda. Tapi kalau mau dipake juga nggak apa-apa sih. Bikin si hape itu tuh tetap adem, jadi nggak ngasih tekanan tambahan ke chipsetnya. Keluhan saya dari cooling systemnya ini cuma harus dicolok kalau mau dipake. Mengurangi tingkat estetik yang menurut saya padahal itu udah cukup bagus. Posisinya offset dan melengkapi desain RGB melengkung dari hape ini. [Irwan] : Jangan-jangan bisa buat menjadikan ini situasi politik di Indonesia pak. [Mouldie] : Waduh bisa bang. Kalau tiap anggota DPR ditempel disininya. Cooling system. [Irwan]: Biar otaknya adem ya bang. [Mouldie]: Iya. [Irwan]: Panas mulu, heran gua. [Mouldie]: Ini kita ngomongin negara lain ya guys. Sapuin ngapa? Iya. Nggak sama bang, sama. Kayaknya kasar bang. Bagus sih kayak yang itu ya. Experience bermain game di hape ini semakin menyenangkan karena software pendukung gamingnya. Saya nggak nyangka saya akan ngomong begini, karena software adalah hal yang selalu kami kritisi dari Infinix. Jadi ketika kamu bermain game dan ada WhatsApp datang, notifikasi WhatsApp tuh nggak akan ganggu. Bukan karena kamu bisa matiin notifnya ya, tapi isi chatnya akan berubah jadi running text. Kayak tulisan pas lagi nonton streaming, marki gitu. Menurut saya ini jenius. Kamu tuh masih bisa lihat pesan yang masuk, tapi nggak ganggu pas kamu lagi main game. Kalau mau bales tinggal tap aja pesannya dan akan nongol window kecil. Kamu bisa bales dengan ngetik di keyboard bentar dan langsung lanjut main game lagi. Infinix, good job! Fitur ini sangat saya apresiasi. Layar dari Infinix GT 20 Pro juga cukup mendukung aktivitas gaming. Layar AMOLED 144Hz dengan resolusi Full HD+, saturasinya tuh cukup tinggi, jadi buat nonton Netflix juga ya masih asoy. Peak brightnessnya ada di 1300 nits, terbilang masih cukup buat dipake di outdoor dengan nyaman. Sayangnya, performa tinggi dan layar yang responsif ini makan daya yang cukup besar Dari hasil benchmark baterainya, hanya dapet 7 jam 22 menit. Ini cukup buruk karena standarnya itu sekitar 14-15 jam. Saya gunakan sebagai hape utama untuk kegiatan sehari-hari, Infinix GT 20 Infinix GT 20 Pro ini hanya bisa ngasih 6 jam screen on time dengan sisa baterai 17%. Buat saya masih terasa kurang ya. Bisa dilihat di screenshotnya ya, jam masih menunjukkan jam setengah 5 sore. Kalau kamu kerjanya 9 to 5, ya bakalan agak repot kalau baterainya habis pas kamu lagi jalan pulang. Untungnya dia support fast charging 45W, jadi bisa di cas di tengah hari biar nggak kehabisan baterai pas pulang kantor. Karena kondisi baterainya inilah, saya tidak merekomendasikan smartphone ini buat mereka yang nggak main game. Kalau kamu nyari smartphone yang bisa nyala seharian, bukan ini pilihannya. Bagus di sektor performa, sejujurnya bikin saya nggak banyak ekspektasi soal kamera Diluar dugaan, ternyata kamera Infinix GT 20 Pro ini tuh cukup baik. Kamera utama 108MP-nya bisa ngasih hasil foto yang cukup tajem. Detail cukup terlihat dengan saturasi warna yang sebenarnya nggak natural ngga natural Agak gonjreng warnanya. Tapi sebenernya ini adalah memang disengaja ya oleh Infinix, karena mostly saya tuh mengambil foto dengan opsi AI Color Enhancementya tuh menyala. Mau dimatiin juga bisa, tapi saya lebih suka sama hasil foto yang tampak lebih indah dari kondisi asli. Dynamic range-nya oke aja, nggak lebay. Masih terlihat cukup ya, seperti yang sobat lihat di foto ini pas saya lagi di LRT. Foto yang dihasilkan bisa makin detail lagi dengan mengaktifkan mode 108MP-nya. Kalian tuh bisa lihat perbedaan foto antara mode standar dengan 108MP. Kalau fotonya di zoom, detail bisa makin jelas terlihat, keren ya. Low light juga nggak mengecewakan, walau nggak sempurna. Hasil fotonya tuh cenderung dibikin terang yang hasilnya noisenya juga ikutan nampak Tapi masih cukup sharp seperti yang bisa sobat lihat di lantai batu dari foto ini. Hadirnya OIS jelas ngasih improvement yang signifikan ketimbang versi terdahulunya. Untuk perekaman videonya, Infinix GT20 Pro ini bisa merekam di resolusi 4K 60 fps. Tapi kalau di resolusi dan frame rate segitu, dia Ultra Steady-nya mati Nah, sekarang yang sobat lihat adalah 4K 30fps. Jadi, bisa dibilang bahwa hadirnya OIS di kamera belakangnya memang membantu untuk bikin video yang stabil kayak ini. Tapi kalau dilihat sih memang sangat-sangat stabil ya. Kayaknya memang kombinasi sih antara OIS-nya dan EIS, Electronic Image Electronic Image Stabilization-nya. Untuk perekaman video kamera depannya, bisa merekam di resolusi maksimal di 2K 30 fps Jadi, lebih dari Full HD, dia sudah sampai resolusi 2K. Cuma bisa sobat lihat kalau tidak ada stabilisasi di sini, makanya hasilnya agak gempah. Nah, kalau misalnya kita turunin resolusinya, nah, akan bisa menghasilkan video yang lebih stabil. Nah, yang sekarang sobat lihat adalah resolusi Full HD 30fps. Nah, hasilnya sedikit sih ngasih kestabilan ya. Fitur Ultra Steady-nya ini juga hadir di Full HD 60fps. Jadi, kalau misalnya ingin bikin story, mungkin masih bisa dapetin sedikit kestabilan ya. Tapi kalau sekarang sih, ya sobat bisa lihat ya. Kalau ngomongin kualitas gambarnya, ini kalau dynamic range-nya agak, agak kurang, tapi untuk detail sih masih cukup oke buat dipakai harian. Dynamic range itu apa sih? Ya, mungkin sebenarnya gara- gara standarnya ke iPhone sih. iPhone kan dynamic range kamera depannya sudah bagus. Jadi, ya ini sebenarnya masih terbilang cukup untuk harga segini. So, itu dia tes kamera belakang dan kamera depannya untuk perekaman video. So, haruskah kalian membeli smartphone ini? Menurut saya, iya kalau memang yang diinginkan dari sebuah smartphone adalah kemampuan gaming-nya. Sedari awal, Infinix tau kalau smartphone ini memang sangat optimis buat gaming. Desainnya gaming, performa gaming, layar juga support buat gaming. Bisa diterima kalau baterainya rada bocor selama dia bisa deliver unique selling point-nya, yaitu gaming. Nilai lebih yang nggak saya sangka justru ada di kameranya. Kameranya terbilang bagus dan mampu bersaing dengan kamera smartphone lain di harga yang sama. Kalau mau beli, silahkan aja asal siap untuk ngecas di tengah hari atau selalu bawa powerbank. Sekian aja video review ini. Subscribe kalau belum! Closed Caption by @subbox.id
