Jungkat

Standar Tinggi, Lebih Awet, Baby Care, & Auto Cleaning - Review Changhong AC Guardian Series (YouTube Video)

  • 01/01/1970

AC yang harganya relatif terjangkau ini janjikan durabilitas yang luar biasa. Bahkan katanya sudah teruji setara pemakaian 40 tahun. Ya, ini AC Changhong Guardian Series. Ada double golden fin untuk evaporator unit indoor dan kondensor unit outdoor serta 6 layer anti corrosion material untuk unit outdoor-nya. Selain itu ada juga anti corrosion coating for copper U band. Nah, ini terbukti lebih tahan korosi dan lebih aman dari potensi bocor. Ada juga filter kesehatan 3 in 1 dan filter silver ion, vitamin C serta antibakterial. Ini tentunya membuat udara yang dihembuskan AC jadi lebih bersih. Enggak ketinggalan ada juga fitur baby care mode yang membuat udara yang dihembuskan AC jadi lebih lembut. Akan lebih cocok kalau ada bayi dalam ruangan tempat AC ini digunakan. Menarik kan? Oke, langsung saja kita mulai pembahasan AC Guardian Series ini. Ya, kita dapat kesempatan lagi untuk mencoba si AC dari Changhong Guardian Series. Ini salah satu lini AC terbaru mereka ya. Nah, yang kita uji kali ini adalah varian Guardian Series dengan kapasitas 1 1/2 PK. Kodenya adalah CSC 12 NVS4. Ada juga varian lain dari AC ini ya, ada yang 1/2 PK, 1 PK dan bahkan ada yang 2 PK. Nah, kita mulai review AC Changhong ini dengan melihat isi paket penjualannya. Di sini kita mendapatkan unit indoor lengkap dengan back plate untuk pemasangan ke dinding. Lalu ada unit outdoor, ada remote dengan bracket untuk pemasangan di dinding. Ada juga dua baterai untuk remote yang satu ini. Lalu ada satu set baut AC, dua air filter, dua 3 in 1 healthy filter dan ada paket dokumen. Ya, seperti biasa pipa AC, kabel listrik, kepala outlet, pipa pembuangan air serta bracket outdoor itu tidak ada dalam paket penjualan. Ini wajar ya untuk paket penjualan sebuah AC. Oke, sekarang kita bahas desain AC ini. Mulai dari unit indoor-nya. Desainnya terbilang sederhana tapi tetap menghadirkan kesan yang modern dengan sudut-sudut yang dibuat membulat ya. Warna dasarnya adalah putih polos, dimensinya 80,5 * 19,7 * 27 cm. Di panel penutup depan ada logo Changhong di area tengah serta layar LCD di area kanan. Layar ini tentunya bisa untuk menampilkan informasi target suhu ya. Beralih ke bawah panel penutup depan, ada area keluarnya hembusan udara. Penutup area tersebut akan otomatis terbuka saat AC dinyalakan. Tentunya penutup ini juga berfungsi sebagai flap pengatur arah hembusan angin secara vertikal. Lalu ada juga beberapa flap kecil untuk pengatur arah hembusan secara horizontal di dalam area yang tadi. Di sisi atas ada area masuknya udara, ada filter udara yang dipasang di dalam untuk menyaring terlebih dahulu udara yang masuk ke dalam AC. Changhong menyebutkan ada 3 in 1 healthy filter, ada silver ion filter, antibacterial filter dan ada vitamin C filter. Silver ion dan antibacterial disebut bisa mengurangi virus dan bakteri di udara, sementara vitamin C filter bisa membantu menjaga kulit agar tidak kering. Nah, ini bisa kita pasang ke area khusus air filter ya, kurang lebih seperti ini jadinya. Lalu tentunya di bagian dalam unit indoor ini ada evaporator. Terlihat ya, ini memang pakai sirip keemasan yang disebut sebagai golden fin. Nah, menurut Changhong evaporator ini sudah diuji dengan semprotan garam hingga 960 jam. Ini setara dengan penggunaan selama 40 tahun. Ini salah satu alasan kenapa Changhong berani menyebut AC Guardian series ini dengan sebutan anti korosi superior. Sebutan ini yang harusnya mengindikasikan ini lebih awet untuk penggunaan jangka panjang. Oh ya, Changhong kan menyebutkan ada dual golden fin. Ini berarti sirip-sirip pelepas panas di unit outdoor pun menggunakan golden fin. Selain itu, pipa tembaga di AC ini juga disebut lebih tebal dan 99,95% bebas oksigen yang mengurangi kemungkinan terjadinya korosi. Pipa tembaga ini disebut juga menawarkan kemampuan transfer panas yang lebih baik dengan umur pemakaian bisa mencapai 20 tahun. Nah, area lengkungan di pipa atau U bend juga diberi lapisan atau coating khusus anti karat. Ini membuat U-Bend jadi lebih tahan korosi dan enggak mudah bocor. U-Bend dengan coating khusus anti karat ini juga sudah diuji semprotan garam seperti evaporator tadi ya. Nah, untuk unit outdoor Changhong juga menggunakan 6 layer anti corrosion material untuk mendukung durabilitasnya. Changhong juga bekerja sama dengan SGS CSTC Standards Technical Services untuk pengujian klaim anti korosi menggunakan semprotan garam termasuk untuk U-Bend serta unit outdoor secara keseluruhan. Oh ya, untuk unit outdoor-nya ini dimensinya adalah 73 * 25 * 53 cm. Nah, untuk spesifikasi AC Changhong Guardian Series yang kami uji ini menawarkan kapasitas pendinginan hingga 12.000 BTU per hour. Kapasitas ini sangat cocok untuk pendingin ruangan yang cukup luas seperti ruang keluarga, ruang kerja, atau kamar tidur berukuran besar. Changhong mengklaim kalau AC ini membutuhkan daya input 1.070 watt eh sebesar itu. Bakal boros dong ya. Nanti kita coba lihat saja ya konsumsi daya AC ini tuh penggunaan sehari-hari seperti apa dalam pengujian tentunya. Nah, untuk rating efisiensi energi AC ini disebutkan mendapatkan 2 star dengan angka CSPF 3.41. Memang bukan angka yang paling hemat di kelasnya tapi masih tergolong baik untuk AC non inverter. Nah, untuk refrigerant-nya AC ini pakai R32 ya yang lebih ramah lingkungan karena punya dampak yang lebih kecil terhadap lapisan ozon bumi. Refrigerant ini juga lebih efisien dalam menghantarkan panas dibandingkan refrigerant lama seperti R22 atau R410A. Sementara untuk voltase pengoperasian AC ini mendukung wide voltage protection sampai 264 volt. Oke, sekarang kita bahas penggunaan AC ini. Tentunya alat pengendalian utama untuk AC ini adalah remote yang disertakan di paket penjualannya. Desain remote-nya kurang lebih seperti ini ya. Ada layar berukuran cukup besar di bagian atas. Layar ini menampilkan informasi untuk target suhu, mode yang dipilih, kecepatan kipas, dan beberapa informasi lainnya. Untuk tombol tentunya ada tombol on off dan mode yang seharusnya sudah tidak perlu dijelaskan lagi lah ya fungsinya untuk apa ya. Sementara untuk mode yang tersedia itu ada cool, fan, dan dry. Lalu ke bawah lagi ada beberapa tombol yang disusun seperti tombol pengendalian lima arah. Tapi tentunya ini bukan untuk navigasi ya. Tombol kiri dan kanan itu digunakan untuk mengatur target suhu. Untuk AC ini rentangnya berada di antara 16 derajat Celcius sampai 32 derajat Celcius. Tombol speed di tengah itu untuk mengatur fan speed atau kecepatan kipas. Lalu ada tombol V swing yang akan mengaktifkan fitur swing untuk hembusan secara vertikal. Sementara tombol turbo tentunya akan mengaktifkan mode pendinginan dengan cepat. Lanjut lagi ada tombol care. Ini digunakan untuk mengaktifkan baby care mode di mana hembusan udara akan diatur supaya terasa lembut. Ya ini akan cocok banget ya kalau ada bayi atau anak kecil di ruangan yang didinginkan. Lalu ada tombol display untuk mengatur apakah layar di sisi depan unit indoor itu menampilkan informasi atau tidak. Kemudian ada timer untuk mengatur agar AC bisa dinonaktifkan secara otomatis pakai timer ya. Ada juga eco untuk mengaktifkan mode hemat energi. Kemudian ada juga tombol function. Ini untuk mengakses beberapa fungsi ekstra dari AC ini. Ada akses ke fungsi sleep, quiet, health, dan eye feel. Oh ya, ada juga mode automatic cleaning yang bisa dijalankan lewat tombol function ini. Cangkok menyebutkan untuk automatic cleaning ini ada empat langkah yang secara otomatis dijalankan AC untuk mengurangi debu yang menempel di dalam unit indoor. Seharusnya ini akan membantu mempertahankan kemampuan pendinginan agar tetap optimal tanpa kita harus terlalu sering membersihkan unit indoor dari AC ini. AC ini juga punya fitur anti mildew ya yang membuat kipas akan tetap berputar sekitar 3 menit untuk mengeringkan komponen dalam unit indoor. Ini mencegah munculnya jamur dalam AC karena kelembaban di dalam unit indoor yang mungkin terlalu tinggi. Oke, sekarang langsung saja kita masuk dalam pengujiannya ya. Nah, pengujian AC ini kita lakukan di ruangan dengan luas kurang lebih 33 m2. Ukuran yang bisa dikatakan mendekati batas atas untuk AC 1 1/2 PK. Untuk perhitungan biaya listrik kami hitung berdasarkan tarif golongan R1 TR 1.300 sampai 2.200 VA yaitu di 1.444,7 rupiah per kWh. Pertama, kita coba AC ini dengan target suhu 25 derajat Celsius, suhu yang terbilang umum untuk digunakan. Pengujian kami lakukan dengan tiga kecepatan kipas, low, medium, dan high selama 3 jam. Untuk semua mode kipas, suhu akhir setelah 3 jam sudah ada di bawah 25 derajat Celsius. Daya maksimal di ketiga mode tersebut ternyata masih di bawah klaim 1.070 watt dari Changhong, itu masih di kisaran 900-an watt saja. Nah, biaya penggunaan selama 3 jam pengujian kami itu ada di kisaran 2.400 rupiah sampai 3.700-an rupiah dengan kWh ada di kisaran 1,723 untuk mode low sampai 2,588 untuk mode high. Berikutnya kita coba dengan target suhu 16 derajat Celsius, ini target suhu paling rendah yang bisa dipilih dari remote bawaan AC ini. Nah, untuk target suhu 16 derajat Celsius, pengujian di ketiga kecepatan kipas itu belum bisa menghasilkan suhu akhir yang mendekati target ini. Hal ini sebetulnya terbilang cukup wajar ya, karena kan kita ada di iklim tropis ya. Nah, untuk daya maksimal yang digunakan AC selama pengujian ini juga masih ada di kisaran 900-an watt saja. Pengujian dengan kipas high menunjukkan penggunaan daya yang relatif besar dibandingkan mode medium dan low, ini mencapai 2,801 kWh dalam 3 jam. Sementara untuk biaya penggunaan selama 3 jam ada di kisaran 3.800-an rupiah sampai 4.000-an rupiah. Oke, jadi seperti itu ya hasil pengujian untuk penggunaan AC ini selama 3 jam. Nah, bagaimana kalau untuk penggunaan harian yang lebih umum? Kita coba simulasikan untuk penggunaan selama 12 jam ya. Nah, untuk suhunya kita pakai yang umum digunakan di 25 derajat Celsius dan kipasnya kita pasang di medium. Daya maksimalnya tetap ada di kisaran 900-an watt, tidak sampai tembus 1.000 watt nih ya. Konsumsi daya selama 12 jam ada di 4,89 kWh dengan biaya listrik untuk pemakaian 12 jam itu ada di kisaran 7.056 rupiah. Jadi, kalau asumsinya kita pasang AC ini dengan suhu 25 derajat Celsius 12 jam sehari selama 1 bulan atau 30 hari, biaya listrik yang perlu dikeluarkan itu sekitar Sebagai catatan, pengujian ini hanya memberikan gambaran konsumsi listrik secara umum ya. Saat kita pakai sehari-hari tentunya tidak akan bisa dapat sama persis dengan hasil pengujian ini. Benar-benar tergantung penggunaannya ya. Catatan lain, pengujian ini kami lakukan ketika cuaca di kantor kami lebih banyak panas terik. Jadi, bisa saja ini akan lebih menggambarkan kondisi penggunaan aktual sehari-hari. Berikutnya kita coba mode eco ya. Kita akan coba lihat apakah biaya penggunaan AC jadi bisa lebih rendah. Untuk pengujian ini kita akan gunakan target suhu di 25 derajat Celsius di kipasnya medium juga. Terlihat dengan mode eco 1 dan eco 3 daya yang digunakan memang lebih rendah dari mode normal. Bahkan di eco 3 biaya yang dikeluarkan itu hampir setengah dari mode normal untuk pengujian selama 3 jam. Ini seharusnya bisa membantu untuk penggunaan harian untuk menekan biaya listrik bulanan. Oke, AC Changhong Guardian Series ini dipasarkan di harga kisaran 5,3 jutaan untuk varian 1,5 PK seperti yang kami uji ini. Untuk varian lain, 2 PK itu harganya 6,5 jutaan. 1 PK itu 3,2 jutaan dan 1/2 PK itu di 2,6 jutaan. AC ini dilindungi garansi 10 tahun untuk kompresor dan 5 tahun untuk spare part. Selain itu ada juga garansi 3 tahun ganti unit indoor baru kalau ada kebocoran karena korosi. Oke, hal yang perlu diperhatikan. Pertama, untuk target suhu 16 derajat Celsius AC ini terlihat belum bisa mencapainya dalam pengujian 3 jam. Bisa jadi AC ini memang butuh waktu lebih dari 3 jam untuk mencapai suhu yang lebih mendekati target 16 derajat Celsius. Ingat, AC ini masih belum menggunakan inverter. Jadi, jangan bandingkan hasil pengujian AC ini dengan AC yang inverter ya. Tentu beda hasilnya ya. Nah, lalu kemudian kita sedikit berharap penataan tombol di remote ini lebih baik lagi. Misalnya untuk pengatur target suhu itu pakai tombol atas dan bawah, bukan kiri dan kanan. Selain itu, pengaturan untuk mengaktifkan function tertentu di remote terasa agak membingungkan di awal. Kita perlu membiasakan diri terlebih dahulu saja. Ada fitur automatic cleaning dan anti mildew. Ini membantu menjaga unit indoor tetap bersih. Kita enggak perlu terlalu sering membersihkan AC ini secara manual. Ada beberapa hal juga yang mendukung penggunaan AC ini untuk penggunaan jangka panjang, termasuk dual golden fin, pipa yang lebih tebal dan lebih tahan karat ya. Lalu ada enam layer anti corrosion di unit outdoor serta ada U band dengan coating yang membantu mengurangi resiko kebocoran. Kemudian dia punya fitur baby care yang otomatis mengatur kekuatan hembusan udara agar lebih sesuai dengan ruangan dengan bayi di dalamnya. Lebih lembut aja gitu ya. Nah, U band dengan coating dan baby care mode ini fitur yang langka untuk AC standar seperti ini. Kemudian ada three in one healthy filter untuk udara yang lebih bersih dari virus dan bakteri. Ada mode eco juga yang bisa membantu menurunkan konsumsi daya AC ini dan cukup signifikan. Garasinya pun panjang ya, kompresor 10 tahun dan spare partnya ada di 5 tahun. Selain itu ada juga garansi 3 tahun ganti unit indoor baru kalau ada kebocoran karena korosi. Oke. Changhong AC Guardian Series ini terbilang AC non inverter yang menarik ya, di atas rata-rata kebanyakan AC saat ini. Salah satunya tentunya terkait klaim durabilitasnya. Ini tentunya menguntungkan untuk yang mencari AC awet untuk penggunaan jangka panjang. Tapi memang untuk durabilitas belum bisa kita buktikan dalam pengujian tentunya. Walaupun begitu, ini memang terlihat ya upaya dari Changhong untuk membuat AC standar jadi naik kelas, tapi harganya masih tetap dapat dipertahankan. Secara umum, apa yang ditawarkan AC Guardian Series ini membuatnya jadi AC dengan harga relatif terjangkau dan layak untuk dipertimbangkan.

Lihat di YouTube