Jungkat

STORY TIME! KENAPA HARUS BLUR PENUMPANG? | TIPS BUAT REKAN DRIVER YANG MAU JADI KONTEN KREATOR (YouTube Video)

  • 21/04/2025

Ini ada yang komen kangen sama konten Coco Driver yang dulu ngobrol bareng penumpang kemudian enggak diblur. Terima kasih banget buat supportnya dan terima kasih juga sudah selalu setia nonton konten-konten gua ya. Tapi seiring berjalannya waktu bukan gua nyombong atau gimana ya mohon maaf ya guys sebelumnya. Seiring gua bikin konten terus-terusan orang makin banyak yang kenal cuy. Dari makin banyak dikenal orang itu gua harus lebih menjaga privasi-privasi orang. Kita dalam creating a content ini kita harus bisa membatasi diri juga ya. Kita harus bisa memilah-milah mana yang udah masuknya ranah privasi, mana yang masuknya tuh masih bisa dikontenin gitu. Makanya selalu gua bilang, gua ingatkan ke rekan-rekan driver lain, kalian itu pasang descam di mobil itu 100% hak kalian dan enggak ada yang bisa nyalahin atau enggak ada yang bisa ngelarang. Tapi kalau sampai kalian meng-upload hasil rekaman dascam itu, itu sudah ada urusannya sama orang lain. Itu masuknya udah ke ranah pribadi, cuy. Makanya kenapa sekarang setiap penumpang pasti goblur? Karena seiring berjalannya waktu orang makin banyak nonton konten gua ya yang jadi penumpang pun gua harus jaga privasinya. Enggak bisa sembarangan gua upload hasil rekaman dashcam ke sosial media gitu. Enggak semua orang suka loh selain blur, bahkan kalau topiknya sensitif, suara pun akan gua rubah, gua twick. Jadi enggak suara asli. Karena itu ranah pribadi itu selain wajah, suara pun itu udah masuk ke suatu privasi yang harus dijaga. Makanya sekarang gua sama sekali gak mau buka blur penumpang karena ya itu even penumpangnya juga oke-oke aja pasti tetap gua blur. Jadi untuk kegiatan merekam di dalam mobil kita, di dalam mobil pribadi pasang desecam terus ada rekaman kabin itu sepenuhnya hak kita sebagai driver karena mobil ini milik pribadi. Tapi untuk meng-upload, m-publish muka orang lain itu butuh izin dan ada yang namanya privasi dan ada namanya undang-undang IT. Nah, itu yang harus diperhatikan sama rekan-rekan yang lain kalau baru mau mulai ngonten ya. Lebih berhati-hati lagi. Gila ya, lampu hijau loh gua, Bos. Diterabas segitu kencang sama dia. Jadi kalau gua boleh berpesan lebih berhati-hati lagi buat rekan yang lain yang baru mau mulai ngonten, ya. Jangan sembarangan publish muka orang. Yang kedua, gua mau bahas kenapa gua gak ngajak ngobrol penumpang lagi. Jawabannya karena gua mau gua yang jadi main karakter di konten yang gua bikin, bukan penumpang. Kalau dengan gua ngajak ngobrol penumpang, otomatis kalian yang menonton itu akan nungguin si penumpangnya malah nanti. Bukan nungguin guanya. Gua lihatin ada beberapa konten tuh kayak yang nyetir terus dapat penumpang cewek, pembahasannya juga 18 plus dan lain-lain. Nah, kalau kita bikin konten seperti itu yang jadi main karakter di channel itu adalah si penumpangnya. Orang atau audience akan nyariin si penumpangnya doang. Kita sebagai content creatornya jadi enggak punya value, enggak akan ditunggu sama audience. Makanya gua enggak mau ngajakin ngobrol penumpang karena gua mau bikin konten ya seputar gua. Gua, si Coco Driver itulah yang menjadi objek dari konten. Gua tidak menjual si penumpang, tapi gua menjual diri gua sendiri. Yang akan berefek si audience akan nungguin guanya, nungguin gua sebagai content creatornya. Nah, kalau udah sampai di tahap itu kita sebagai si contre nanti mau bikin konten apapun audience pasti akan tetap setia nonton setiap kita bikin video lain lah dengan topik lain. Karena kita sebagai content creator udah nyiptain value kita sendiri. Jadi si audience tuh sukanya tuh sama kita gitu, sama persona, sama personal branding-nya si content creator. Gua dari dulu tuh hampir enggak pernah ngajak ngomong penumpang tuh duluan. Enggak pernah. Pasti penumpangnya yang ngajak ngobrol duluan baru gua lanjutin gitu. Beda ya. Kalau penumpang yang mau ngajak ngobrol duluan, berarti kita sebagai si driver, si content creator itu sudah punya value. Nah, itu yang penting. Orang sampai mau nanya ke kita, orang sampai mau penasaran sama kita tuh menurut gua itu udah cakep. Jadi kalau gua boleh kasih tips lagi buat rekan-rekan yang lain nih yang baru mau mulai ngonten juga jangan jual penumpang, jangan objektifikasi penumpang, tapi objektifikasi diri kalian sendiri. Bangun personal branding, bangun value kalian sebagai content kreator. Kesimpulannya, pokoknya kalau kita ngajakin ngobrol penumpang, audiens akan tertariknya tuh sama obrolan kita ke penumpang, gitu. Jadi yang ditunggu tuh malah si penumpangnya kayak apa aja. Terus nungguin yang cewek-cewek. Kalian tahulah kalau cowok kita kan suka nonton yang berbau-bau vulgar ya. Nunggu-nungguin cewek cantik terus yang agak sedikit terbuka pakaiannya. Padahal menurut gua itu enggak ada value-nya. Nanti kalian sebagai content creator diri kalian tuh enggak ada value-nya. Value ini berguna ya. Nanti kalau kalian sudah memang fokus di content creating, agency, kemudian brand, mau collab sama kalian tuh mau kolaborasi ya karena value kalian, karena persona kalian sendiri bukan persona orang lain. Penting banget loh kalau kalian mau serius jadi content creator ya. Tapi itu semua kembali lagi ke pribadi masing-masing ya, preference masing-masing. Kalau gua sih jalannya seperti ini. Makanya kesimpulannya kalau untuk komen yang tadi kangen sama konten Coco driver yang dulu enggak blur penumpang sama ngajak ngobrol penumpang. Sebelumnya gua benar-benar mengucapkan terima kasih banyak buat support-nya. Terima kasih banyak sudah nonton konten gua juga. Tapi kalau soal blur ya gua enggak akan bisa buka blur lagi. Dan ngajak ngobrol penumpang pun dari dulu sebenarnya gua enggak pernah ngajak ngobrol duluan. Bisa gua bilang one out of 10 aja. Sisanya gua dapat konten tuh ya karena si penumpangnya yang memulai interaksi duluan. Sekali lagi buat rekan-rekan driver yang baru mau mulai ngonten, juallah diri kalian sendiri. Bangun value, bangun personal branding yang positif. Efek ke depannya itu cukup besar. Kalau kalian berharap bisa kerja sama, kolaborasi sama brand-brand besar, kemudian berharap bisa dapat endorse, ya bangun yang positif ya. Tapi kalau kalian hanya mengincar views yang gede, kemudian fokusnya hanya di AdSense YouTube, itu mungkin bisa dengan cara yang lain ya. Kalian bisa ulik sendirilah. Soalnya ada beberapa orang yang DM gua di Instagram itu bilang, "Kok gua mau mulai ngonten kayak lu? Kok gua mulai ngonten nih terinspirasi dari lu?" Harapannya yang mulai ngonten itu nonton video ini ya, Guys. Jadi bisa nangkap tips dan insight dari gua. Sekian, Guys, celotehan dari Coco Driver. Ya, sekarang pas banget nih udah masuk ke Gading Serpong, cuy. Saatnya kita onlinein lagi aplikasi. Ini udah jam 10.50 ya. Kayaknya gua mau onbit sampai jam 12. Ya elah, udah nyampai Gading Serpong, Bos. Dikasih orderannya balik lagi ke BST ke ION. Ya udah kita jemput aja aku jaga masukin kita ke TikTok. Oh enggak aman sekarang pasti di blur juga kok penumpangnya. pernah diiniin masukin maka orang dulu orangnya sudah ngizin tapi begitu di-upload mungkin views-nya meledak gitu ya terus orangnya mungkin minder jadi ya minta di-take down habis itu. Kayak sejak saat itu enggak pernah saya buka blurnya. Pasti saya blur semua buat privasi penumpang juga kan. Pernah nonton konten saya juga atau lewat di FYP? Ya sering juga di FYP. Emang untuk sambilan aja atau sering? Sering sambilan sih. Memang dulu awalnya fokus di nge-grab juga. Berarti lebih ke konten ya? Heeh. Belakangan ini udah fokusnya di konten-konten aja. Pernah dapat penumpang yang aneh enggak sih? Pernah diajakin ke klub aja sih. Ke klub bareng. Oh paling aneh itu doang. Grip atau kayak gini balik mau lu. Kalau secara bensin sih enggak lah pasti. Tapi kalau misalkan sudah diblur, apakah kalau saya upload berkenan atau jangan sama sekali? Pengin tahu aja nih. Kalau biasanya aja sih. Tapi kalau yang ini biasanya. Oh iya ya. Ya terserah sih. Aman. Aman. Suaranya diubah Mas. Itu yang topiknya sensitif biasa saya rubah juga sih. Oh heeh. Saya pas lagi edukasi juga karena banyak rekan yang lain udah mulai bikin konten kayak gini juga saya edukasi kalau penumpang enggak semuanya suka masuk ke konten. Nah, ini pas ada contohnya soalnya jangan sembarangan ngupload konten gitu maksud saya. Makanya semua konten saya pasti saya blur. Banyak yang sering salah gunaangin. Iya betul. Makanya saya mau mulai edukasi supaya driver online yang lain enggak sembarangan gitu kalau mau konten. Oke, sip. Sama-sama. Noh guys, pas banget tuh gua terima orderan yang barusan ya. Langsung dapat contohnya kan bahwa enggak semua orang tuh mau masuk sosial media. Ya, itu memang udah hak setiap orang. Kita enggak bisa maksain, enggak bisa kita ngomong alah kayak siapa aja lu. Sok ngartis lah, sok pentinglah. Enggak bisa ngomong gitu juga. Karena kita sudah masuk ke ranah pribadi, ke privasi orang. Enggak semua orang tuh mau gitu, mukanya terpublish di sosial media. Benar-benar langsung dikasih contoh gua. Makanya langsung gua share ke kalian juga. Dan yang penumpang barusan gua udah minta izin untuk di-upload untuk edukasi juga kepentingan edukasi ya. Dan sudah gua not juga kalau di bagian penumpang akan gua blur.

Lihat di YouTube