Suara Berkelas yg Tidak Bikin Kantong Bolong! Premium Tapi Terjangkau - Review EarFun Air Pro 4+ (YouTube Video)
TWS ini menawarkan pengalaman kelas atas, tapi menariknya harganya gak berasa kelas atas. Ya, ini adalah Irfan Airpro 4 Plus. Ini adalah varian yang lebih premium dari Irvan AirPro 4. Dengan cukup banyak peningkatan. Ada dual driver hybrid baru yang membuat TWS ini dijanjikan menawarkan bass yang dalam dan trael yang lebih jernih. Konektivitas juga ditingkatkan. Ada dukungan Bluetooth 6.0. Ada juga dukungan Condex LC3. Fitur baru ada juga. TWS ini sudah mendukung Aura Cash dengan AI translation juga tidak ketinggalan. Ada rating ketahanan yang juga ditingkatkan. Ada IP5 di sini. Mari langsung kita bahas TWS yang sangat worth ini. Ya, Irfan brand perangkat audio yang satu ini kelihatan serius banget ya masuk ke Indonesia ya. Mereka rajin menghakan produk baru mereka seperti speaker, headphone, dan TWS. Kami sudah beberapa kali ya membahas produk dari brand yang satu ini. Beberapa waktu lalu mereka mengupdate lini TWS RP 4 series mereka dengan menghadirkan dua TWS baru. Ada Irfan Airpro 4i yang ditunjukan untuk kelas harga yang lebih terjangkau ya. Dan ada juga TWS yang kita akan bahas kali ini Airpro 4 Plus yang hadir sebagai varian premium di lini AirPro 4 series ini ya. Tentunya seperti semua produk Irfan yang lain yang hadir resmi ke Indonesia, kedua TWS baru ini sudah mendapat sertifikat postel. Jadi ini memang produk yang sudah resmi mi masuk ke Indonesia. Oke, langsung kita mulai pembahasan IR AirPro 4 Plus ini mulai dari melihat isi paket penjualannya. Di dalamnya tentunya ada sepasang earbud IR AirPro 4 Plus lengkap dengan charging case-nya. Ada juga lima pasang eartip, enggak salah dengar, lima pasang ERTP. Tentunya ini dari ukuran kecil sampai besar ya. Secara standar yang terpasang adalah ukuran terbesar kedua. Kemungkinan ini ukuran L gitu ya atau Mkin ya. Lalu ada juga kabel USB A2C untuk charging case, cleaning stick, paket dokumen, dan tentunya ada kartu garansi yang menginformasikan garansi 24 bulan untuk TWS ini. Ya, 2 tahun garansinya. Nah, Irfan menggunakan desain earbud dengan tangkai dan eartip untuk AirPro 4 Plus ini. Kurang lebih desain earbud ini masih mirip dengan earbud AirPro 4 seperti ini ya. Di bagian luar tangkai ada logo Irfan dan ada area tempat input gesture sentuhan. Di ujung bawah tangkai ada satu lubang mikrofon. Nah, beralih ke sisi dalam tangkai. Ada dua pin untuk charging earbud saat dipasang ke charging case. Oh ya, di bagian ini juga ada penanda sisi kanan dan kiri ya, biar enggak ketukar. Lalu kita ke body earbud. Di area pertemuan antara body dengan tangkai ada satu lagi lubang mikrofon. Irfan menyebutkan total ada tiga mikrofon di masing-masing irbat TWS ini. Satu mikrofon lagi ada di area driver untuk feedback dari mikrofon. Sementara di bagian atas body terlihat ada satu lubang yang kemungkinan besar terkait dengan driver yang digunakan di dalam earbud. Di ujung irba tentunya ada nozle TWS. Nozle ini punya tinggi 6,4 mm dan lebar 5 mm. Nah, untuk drivernya Irfan menyebutkan kalau ada dual driver hybrid di dalam setiap earbud. Ada 10 mm composit dynamic driver dan ada feather balance armature. Kombinasi ini disebut bisa menghasilkan bass yang dalam serta trael yang jernih. Nanti kita coba seperti apa kualitas suara yang ditawarkan oleh TWS ini ya. Nah, untuk rating ketahanan terhadap debu dan air ada IP5. Jadi, TWS ini masih aman kalau kita pakai saat kehujanan atau saat kita berkeringat karena olahraga misalnya ya. Terkait warna, TWS ini hanya tersedia dalam warna black atau hitam saja. Tentunya warna case-nya juga senada dengan warna utama earbat-nya. Untuk charging case-nya ini pakai desain flip dengan penutup berukuran besar seperti ini. Ada logo Ivanfan di bagian depan. Ada juga lampu indikator di area pertemuan penutup dengan body depan case. Sementara untuk port USBC dan tombol reset itu ada di bagian dasar case. Nah, case ini juga mendukung wireless charging ya. Kita bisa taruh case ini di posisi seperti ini di atas wireless charging pad ya. Iya. Ini biasanya fitur kelas atas ya. Oh ya, desain case ini beda sekali ya dengan case-nya Airp 4. Oke, untuk janji daya tahan baterai ear menjanjikan daya tahannya itu total sampai 54 jam. Kedua earbut TWS ini diklaim bisa bertahan sampai 12 jam dalam sekali isi ulang penuh. Ini menandakan kalau charging case TWS ini digunakan untuk mengisi ulang kedua earbud 3,5 kali yang kemungkinan berarti bisa tiga kali ngisi sampai baterai penuh dan satu kali ngisi sampai baterai sekitar 50%. Janji data tersebut untuk penggunaan tanpa ANC dengan volume sekitar 50% ya tentunya kalau dengan ANC datan baterainya akan ada di bawah janji tersebut. Nah untuk bobot sepasang IRB TWS ini dengan earp yang ukuran L itu bobotnya sampai sekitar 10,2 gr atau 5,1 gr per earbat. Sementara un charging case itu bobotnya 43,2 gr. Jadi total bobot TWS ini adalah 53,4 gr. Oke, sebelum TW ini bisa kita pakai menikmati musik, kita harus pairing dulu TWS ini dengan perangkat yang akan kita gunakan ya. Cara pairingnya untuk pairing pertama, lepaskan segel plastik dari area kotak di earbud. Lalu pasang kedua earbud ke case. Tutup case lalu buka lagi penutup case. TWS akan otomatis masuk ke mode pairing. Untuk pairing berikut-berikutnya kita bisa tahan tombol di dasar K selama 3 detik agar TOS masuk ke dalam mode pairing. Atau kalau butuh merreset semua koneksi, kita bisa tahan tombol tersebut selama 10 detik. Nah, setelah fairing berhasil sangat disarankan dulu untuk mencoba kelima IRTP yang disertakan. Seperti biasa, tipp yang pas dengan kita akan membantu mendapatkan kualitas suara optimal dengan kekedapan yang terbaik juga. Oke, langsung kita coba pakai TWS ini. Kita lihat dulu opsi pengendalian lewat gesternya apa aja yang tersedia. Untuk pengendalian media itu ada tab satu kali dibat kiri untuk volume down, tab kali dibad kanan untuk volume up, tab dua kali diirbat kiri atau kanan untuk play dan pause ya. Lalu tab tiga kali di irbat kiri untuk previous track. Tap tiga kali di irbat kanan untuk next track. Tap dan tahan 2 detik di irbat kiri itu untuk mode ANC-nya. Kemudian tap dan tahan 2 detik di irbat kanan untuk voice assistant. Sementara untuk pengendalian saat ada panggilan itu tap dua kali dibat kiri atau kanan untuk menerima atau menutup panggilan. Tap dan tahan 2 detik di irbat kiri atau kanan untuk menolak panggilan masuk. Tentunya fungsi gester ini masih bisa diubah lewat aplikasi Irfan kalau dibutuhkan. Kurang lebih seperti ini ya opsinya ya. Nah, kalau misalnya kita ingin gesture hanya aktif di earbud kiri saja atau kanan saja itu bisa juga ada opsinya. Nah, selain pengaturan gester fitur apa lagi di aplikasi ini? tentunya ada pengaturan untuk noise cancelling. Ada opsi normal, ambient sound, dan noise cancelling. Untuk ambient sound ada juga opsi default dan natural. Ini maksudnya untuk karakter suara dari ambient sound yang kita dengar. Sementara untuk noise canceling ada opsi yang kita bisa pilih juga untuk kekuatan noise cancelling-nya, yaitu AI ear adaptive ANC, AI environment adaptive ANC, serta manual adjustment. Lalu ada juga opsi wind noise cancelling. Kemudian ada pemantauan sisa baterai di kedua earbud dan charging case. Untuk baterai ini pemantauannya per 5% bukan yang benar-benar persentase aktual per 1% ya. Lanjut lagi ada opsi untuk mengaktifkan game mode in ear detection, pengaturan dual device connection, voice prom setting, serta mikrofon. Lalu ada juga Bluetooth audio quality. Ini menu untuk memilih kodex Bluetooth audio yang aktif. Kita bisa memilih stable connection first yang berarti kodex audio akan diatur ke SBC atau AC. Tapi kalau kita pilih sound quality first, ada opsi untuk LDAC, FX, FX adaptive, dan APX adaptive lostless mode. Hm, lengkap banget ya. Menariknya di aplikasi Irfan untuk yang Airpro 4 Plus ini ada juga opsi AI translation. Jadi, TOS ini bisa kita manfaatkan sebagai translation earbuds. Bisa untuk ngobrol face to face, bisa juga untuk real time translation. Lalu ada menu hearing health. Ini untuk pengaturan balance earbud kiri dan kanan serta membatasi value maksimum yang bisa kita gunakan. Terakhir ada menu pengaturan LED audio. Find headphones untuk mencari earbud kalau tidak sengaja terselip. Update firmware serta reset earbuds ya. Nah, untuk equalizer Irfan tuh sudah menyelkan cukup banyak preset mulai dari default, rock, pop, country, dance, vocal enhancement, bass boost, trble boost, dan masih banyak lagi. Ada juga preset influencer pick yang berisi preset equalizer dari Kaji-Kaji dan dari Fernanda Gunsan juga ada di sini ya. [tertawa] Nah, kalau butuh bikin preset sendiri tentunya tersedia opsi custom equalizer dengan pengaturan 10 band yang bisa kita manfaatkan. Kita juga bisa menyimpan lebih dari satu custom equalizer. Oh ya, di menu equalizer ini ada juga adaptive sound test. Ini fitur untuk membuat sound profile secara otomatis sesuai dengan preferensi kita. Jadi, kurang lebih seperti itu ya. Pengaturan tersedia di aplikasi pendukung TWS ini. Super super lengkap di sini ya. Oke, lanjut lagi. Kita akan coba gunakan TWS ini untuk mendengarkan musik ya. Kita akan coba lihat kualitas suara yang ditawarkan. Kita coba dengan menggunakan kodex AAC dengan equalizer diatur ke default dan ini kita menggunakan preset equalizer yang flat dari Irfan. Nah, suaranya yang dihasilkan memang terasa cenderung flat tapi bukan flat dalam artian kurang oke ya. Kami merasa bass mid dan trouble relatif berimbang di preset yang satu ini. Tidak ada yang terasa lebih menonjol. Bass terbilang dalam dan tentu terbilang bulat tapi memang belum yang menggelegar banget. Mid juga terbilang cukup bersih, rapi dengan detail yang baik. Sementara untuk trble ini juga rapi menalkan detail yang mencukupi serta tidak terasa menusuk telinga. Separasi suara memang bukannya terasa luar biasa tapi ini bisa dikatakan sudah jauh lebih dari cukup sudah memadai bahkan untuk musik yang cukup ramai. Secara umum dengan preset default ini, karakter suara yang dihasilkan cenderung netral dengan kedalaman dan kerapian suara yang baik. Saat kami coba dengan preset equalizer yang tersedia, karakter suara yang dihasilkan TWS ini memang bisa berubah sesuai dengan equalizer yang aktif. Misalnya asal coba bass boost 1. Bass memang bisa terasa lebih kencang tapi tetap bulat dan jadi terasa lebih menggelegar di sini. Tradel boost 1 juga terasa bisa meningkatkan trable, tapi tetap membuat telinga kita enggak sakit ya, enggak tersayat-sayat, masih tetap rapi. Jadi responsalizer memang terbilang baik dan efeknya memang terasa banget ya. Oke, bagaimana kalau kita pakai codex FX atau LDAC atau LDA ya? Saat kami coba bisa sedikit meningkatkan kedalaman suara tapi karakter secara umum masih tetap terjaga. Kalau menurut kami sih ee yang satu ini akan lebih terasa detailnya di suara-suara yang high itu akan terasa detailnya lebih rapi lagi di situ ya. Nah, kalau untuk volume suara kami sudah merasakan volume di sekitar 60% itu menghasilkan suara yang lantang di sini. Mau volume di atas itu suara jadi terasa kencang banget. Untungnya di volume tinggi pun suaranya dihasilkan TWS ini tidak jauh menurun kualitasnya. Memang ada sedikit penurunan tingkat kerapihan tapi ya memang hanya sedikit saja enggak sampai yang mengganggu ya. Lagi pula kami sebenarnya kurang menyarankan penggunaan volume tinggi itu kurang baiklah buat telinga kita. Nah, secara umum kami merasa memang Irfan AirPro 4 Plus ini memang bisa menawarkan pengalaman audio kelas atas sesuai banget dengan janji dari Irfan. Oke, sekarang mari kita coba noise can selection TWS ini. ANC di TWS ini terbilang cukup kedap. Saat kami coba dengan mode AI environment adaptive ANC, suara dari se kita memang cukup teredam, tapi memang bukan yang sampai enggak terdengar ya. Sa coba atur manual ke tingkat max, peredaman yang ditawarkan masih cenderung mirip mencukupi. Tapi memang bukan sampaian tidak terdengar. Ivan menyebutkan bahwa di TOS ini menggunakan quite smart 3.0 adaptive ANC 50 dB. Jadi cukup wajar ya kalau noise dengan volume tinggi memang belum bisa direndam dengan sempurna. Tapi setidaknya a ciri tewas ini bisa membuat suara yang cukup mengganggu itu jadi tidak terasa mengganggu. Sudah terbilang sangat mencukupi di sini. Mau dicoba di pesawat pun ya itu deruman pesawat itu sudah mulai hilang di situ. Sudah mulai enggak kedengaran di situ. Jadi nyamanlah mau dipakai tidur di pesawat asal hati-hati aja jangan sampai jatuh. Nah, lalu bagaimana dengan ambient sound? Ini sudah terbilang relatif baik tapi kami merasa ada sedikit peredaman untuk beberapa suara di sekitar kita. Jadi suara di sekitar kita belum benar-benar terasa masuk semuanya gitu ya. Selain itu, saat muar musik, suara sear kita akan terasa tertutupi musik kalau volume suaranya diatur di atas 20%. Jadi ambient sound di sini memang terasa enggak segitu efektifnya memang ya. Kami masih kurang menyarankan penggunaan ambient sound di sini pada saat kita beraktivitas di luar ruangan. Terlebih kalau aktivitas di tempat yang ramai apalagi kalau buat nyebrang jalan misalnya gitu ya. Kurang pas yang satu ini. Meskipun kalau buat dipakai di kantor ya supaya dengar kalau bos manggil masih ok lah ya. Lanjut untuk mikrofonnya. Nah, sekarang kita coba ENC-nya ya atau noise cancelling di mikrofon dari TWS ini. Seperti ini ya hasil pengujian kami ya. Oke, sekarang kita lagi di studio untuk menguji kualitas mikrofon dari TWS Irfan Air Pro 4 Plus yang satu ini. Untuk skenario pertama kita akan menggunakan suara berisik dari jalan raya. Oke, suara yang kalian dengar saat ini adalah suara dari mikrofon TWS Irfan yang satu ini. Gimana? Apakah suara saya terdengar dengan jelas? Oke, selanjutnya kita akan menggunakan musik yang keras. Gimana menurut kalian? Apakah suara saya terdengar dengan jelas? Oke, selanjutnya kita pindah lagi ke musik dengan vokal. Gimana menurut kalian? Apakah suara saya terdengar dengan jelas? Apakah suara vokal dari background bisa dendam dengan baik? Jadi, suara kita masih bisa ditangkap dengan baik oleh mikrofon. Tapi memang background noise tidak benar-benar bisa dihilangkan sepenuhnya, cuma ketahan sedikit aja. Sedikit berharap setidaknya background bisa ditekan lagi oleh sistem mikrofon di TWS ini. Jadi secara keseluruhan e Irfan Rp ini terbilang TWS yang menarik dengan kelebihan di kualitas suara yang ditawarkan ini udah terasa kelas atas. Suaran terbilang menawarkan detail yang tinggi, rapi, dan mudah disesuaikan dengan preferensi kita. Ini mantap banget buat kelas harganya. Oke, sekarang kita coba lagi daya tahan baterai TW. Ini seperti biasa kita coba dengan kodex AAC. Volume sekitar 60%. Saat ANC aktif baterai habis di kisaran 6 sampai 6,5 jam. ini udah terbilang mencukupi ya dan wajar ya bukan yang terbilang luar biasa awet banget tapi enggak bisa dibilang kurang ini rata-rata air buat sebuah e TWS kalau kita pakai ANC sementara kalau kita enggak pakai ANC baterai itu habis di kisaran 11 jam sudah cukup dekat dengan klaim 12 jam dari Irfan perhatikan juga bahwa klaim Irfan itu berdasarkan pengujian dengan volume 50% kalau kami pakainya di 60% ya. Oke, bagaimana dengan charging kedua I earbud? Di 10 menit pertama baterai earbud sudah terisi 60% tapi kalau butuh penuh 100% butuh waktu 42 menit. masih lumayan cepat ya sebetulnya. Sementara untuk sekali isi ulang penuh kedua earbad baterai case-nya itu berkurang di kisaran 30%. Jadi ini masih kurang lebih sesuai dengan klaim dari Irfan di mana case tersebut bisa mengisi ulang kedua earbud lebih dari tiga kali. Oke untuk harganya Irfan Airpro 4 Plus ini dipasarkan di harga kisaran Rp1.499.000. Ini harga yang menurut kami sangat-sangat pantas untuk TWS. Yang satu nih kayak merasa bahwa kualitas suara tinggi yang ditawarkan TWS ini biasanya baru ada di kelas harga R jutaan ke atas hampir Rp3 juta gitu ya. Tapi ternyata harga t ini bahkan di bawah R,5 juta ya. Nah, untuk Irfan Airpro 4 series selain ada AirPro 4 Plus ini ada juga RP 4 yang harganya lebih terjangkau sekarang ya di kisaran Rp900.000-an ini seharusnya diposisikan sebagai TWS allrounder. Banyak fitur dengan harga yang menarik. Mau yang lebih terjangkau lagi ada Irfan Airpro 4i yang harganya di R00.000-an. ribuan. Walaupun begitu, TWS ini masih tetap menawarkan fitur seperti ANC serta dukungan Kodex LDAC. Ya, kalau tertarik dengan TWS Irfan Airpro 4 series ini, langsung aja cek toko online resmi Irfan di berbagai platform e-commerce yang ada. Oke, kita balik ke Irfan Airpro 4 Plus yang satu ini yang saya pegang dari tadi ya. Masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Incise cancelling untuk mikrofon. Untuk mikrofon ya ini masih agak kurang mantap di sini ya. Lalu kami sedikit berhap daya tahan baterainya dengan ANC bisa sedikit lebih baik lagi. Mungkin 7 jam udah oke tuh. 77 7 set,5 jam udah oke sebetulnya. Kemudian untuk ambient sound-nya sudah cukup membantu tapi belum yang terbuka banget. Tapi ya kalau lihat harganya sih enggak komplain sih sebetulnya ya. Rata-rata meang begitu. Nah, sekarang dari sisi menariknya kualitas suaranya kelas atas di harga yang enggak bisa dibilang premium juga ya. Kemudian ada dukungan equalizer dan custom equalizer. Ada juga priset dari influencer. Influencer terak termasuk teman saya yang satu itu ya. Hmm hmm. Nih yang ini nih ya. Respon suara TWS ini terhadap perubahan juga mantap ya. Lalu ada support Bluetooth 6.0 dan L audio juga ada otomatis aura cash juga sudah ada di sini. Lalu ada kodex lduc dan adaptif untuk yang mau detail suara yang lebih tinggi. Ini bisa cocok dengan hampir semua jenis smartphone kalau gini caranya ya. Kemudian dia sudah mendukung dual connection. Enggak peduli brand handphone-nya apa, dia bisa dual connection. Kemudian ada AI transaction di app earfundan juga. Charging earbud-nya udah lumayan kencang. Banyak opsi pengaturan dan pengendalian lewat aplikasi ANC. Memang bukan yang superer kedap, tapi ini sudah terbilang memadai dan jauh dari kesan kurang jauh banget ya. IP rating juga ada di IP5 ya. Jadi lengkaplah ini semuanya sudah rasanya berkelas dan diajak olahraga juga aman kena keringat sama hujan. Nah pertanyaannya TWS ini cocoknya buat siapa sih? Ini akan cocok untuk yang ingin merasakan TWS dengan suara berkelas tapi masih belum rela mengeluarkan dana di atas Rp2 juta ya apalagi sampai ya memang cukup sulit mencari lawan dari TWS ini di kelas harganya. Secara umum Irfan Airpro 4 Plus ini bisa menawarkan pengalaman yang beda terasa seperti TWS yang kelasnya lebih tinggi dari harganya dan ini yang membuat dia menjadi pilihan yang sangat menarik dan sulit sekali untuk dilewatkan.
