Jungkat

SUBARU FORESTER 2025 | Penuh Fitur Namun Terlihat Sederhana (YouTube Video)

  • 20/08/2025

Wah, Forester Subaru Forester merupakan crossover yang melegenda di dunia. Ya, mungkin Forester ini merupakan salah satu perintis compact crossover all wheel drive modern dari sasis monocok yang bisa hidup di dua alam. By the way, Subaru pernah bikin mobil all wheel drive dengan sasis monokok di tahun 1972 juga dengan nama Subaru Leone Estate fan. Ya, jadinya di tahun 90-an mungkin Subaru sudah jagonya bikin all wheel drive dengan sasis monok. Kemudian terbitlah ini Subaru Forester generasi pertama tahun 1997 dengan kode body S. Forester tertua ini punya body yang kompact, desain yang lumayan boksy, dan malah kelihatan seperti wagon, bukan crossover kebanyakan. dengan pilihan mesin yang juga lumayan banyak. 2000 cc naturally exprated dan turbo. Kemudian 2.500 cc DOHC dan SOHC. Pada tahun 2002, Subaru Forester ada generasi keduanya dan ini pernah dijadikan super giveaway di IMX 2022. Modelnya tidak jauh berbeda dengan generasi pertamanya dengan desain nanggung kawinan antara wagon dan crossover. Namun all wheeel drive ajaib Alasubaru tetap menjadi standar Forester. Kemudian generasi ketiga Forester lahir di tahun 2008 dengan kode body SH. Punya desain yang mulai terlihat seperti crossover sejati dengan ground clearance yang terlihat tinggi. Bentuknya juga sudah tidak mengotak lagi seperti pendahulunya. Kemudian di tahun 2012, Subaru Forester generasi keempat lahir di dunia dengan body SJ. Body yang lebih membulat lagi. Jadi hilang tradisi mengotaknya ala Subaru Forester yang lama. Pada generasi ini mulai diperkenalkan transmisi CVT dan juga iyide driver assist. Yes, ada ala Subaru. Kemudian generasi kelima Subaru Forester muncul tahun 2018 dengan body SK. Desainnya sudah mulai dipatenkan. Kalau di setiap generasinya harus mempertahankan dengan desain dynamic X solid. Ada garis tegasnya, namun mempertahankan crossover yang bisa hidup di dua alam. Kemudian ini yang terakhir, Super Forester generasi kelima yang diluncurkan di Los Angeles Aut Show tahun 2024 dengan kode body SL. Yes. Suatu forester yang akan kami bahas pada review kali ini. Bagaimana menurut kami tentang Subaru Forester yang baru ini? Ah, nonton video ini sampai habis. Halo YouTube, selamat datang di channel Motomobi. Yes, generasi keenam Subaru Forester. Subaru kehutanan enggak ya? Kehutanan tu fakultas. Sebenarnya kami enggak terlalu suka dari awal karena bentuknya tuh begitu-gitu aja. Dan untung yang ini membaik daripada generasi sebelum ya. bentuknya lebih membulat, lebih modern dan tapi di baliknya itu merupakan platform yang sama dengan generasi sebelumnya juga dan banyak Subaru juga yaitu Subaru Global Platform. Mereka masih pakai platform yang sama, enggak ada yang salah dengan platformnya karena ini nyambung sama simetrical all wheel drive-nya segala macam. Sudah dicoba offroad juga oleh JJ. Kami pernah juga nyoba offroad. E sebenarnya Mas lumayan bisa offroad, cuma ya sayangnya ini kan crossover sebenarnya. Jadi e enggak dibuat untuk offroad offroad yang kayak beginian nih ya. Tapi all wheel drive bagus buat offroad. Ini warnanya ada enam pilihan warna ya. Dan ini warna yang paling kami suka. Sebenarnya di dunia ini ada empat pilihan mesin. 1800 cc turbo, 2500 cc ini, eh 2000 cc mild hybrid, dan 2.500 cc strong hybrid. Tulisnya begitu. Hybrid biasa ya seperti itu. Indonesia bagian yang cukup membosankan. Harusnya dapat yang hybrid AT 1800 turbo gitu loh. Jadi ada turbonya, nyawa-nyawa subarunya itu mestinya ada. Tapi ini 2.500 cc naturally expated boxer engine 4 silinder 185 PS 247 Nm torsi maksimalnya menyalurkan tenaganya ke empat roda melalui gearbox CVT. Yes, CVT. Enggak ada yang spesial buat mesin ini. Cuma ya spesialnya adalah boxer aja. Boxer sehingga titik beratnya itu lebih ke bawah. Jadi intinya lebih stabil ya kan. Tapi tetap lebih stabil. E mobil listrik sih karena baterai itu berat dan berada di bawah. Oh, remnya dia elektrik. Servonya 4.65 mm. Panjangnya masih jauh dari 5 m. Wheel base-nya 2.670 mm. Ya, masih enak sekali untuk di dalam kota. Nyelap-nyelip nyelap nyelip masih aman. Lebarnya juga aman. Kita lihat ke belakang. Dulusan Forester ya. Dia bentuknya dari body di Theok aja gitu. Subarunya berwarna hitam warnanya ee tulisannya. Terus logo Subaru knalpot di bawah enggak ada knalpot palsu. Knalpot asli aja begini. Cuma yang ini enggak ada lubangnya. Ini ada lubangnya aja. Heeh. Ada wiper belakang komplit ya. Ini dari kemarin nyetir mengganggu sekali gini harusnya ya kan. Atau begini Batasnya ini kayaknya harusnya bisa dipaksa jadi tiga row deh. Di bawah masih ada tempat naruh-naruh lagi. Dan di bawahnya lagi ada ban serep. full size dengan dongkrak dan kawan-kawannya. Lega ini. Ini ada subwover arman Cardon. Ini ada gantungan-gantungan. Nah, ini untuk ngelipat jok dia elektrik kanan dan kiri ada. Terus ada 12 volt paruhlet juga ya. Ini dicopot jadi muat barang banyak. Mau belanja ke IKEA muat kerdus-kerdus gede. Bangga sekali dengan CBU-nya. Ini ada tulisan mid in Japan. Jadi bukan rakitan Indonesia langsung dari Jepang. Ini spesialnya dari suatu Forester belakangnya. Sebenarnya bukan rasa duduknya tapi kelegaannya. Jarak dengkul dengan jok depan di posisi nyetir kami. Tinggi kami 174 itu sejengkal. juga ya enggak lega-lega amat, tapi lumayan masalahnya ini ya joknya ini rasanya bagian ini tuh kurang tinggi. Udah udah udah menurun ke sini cuma ini kurang tinggi sehingga kalau duduknya begini enggak menyangga dengan baik. Jadi duduknya harus diselonjorin begini baru enak ya. Kemudian senderannya enggak bisa diatur sayangnya. Hah. Mesti bisa diatur gitu loh. Belakang udah lega begini. Tapi rebah sih, rebah dan enak gitu loh. Cuma ya sayang sekali hal kecil begitu. Ada dua buah cup holder di belakang sini. Duduk tengah juga enak. Dan ini ada pos tidur kecil dia all wheel drive independen suspensinya. Jadi all wheel drive ee tetap ada shaft ke belakang, ada pos tidur kecil. Cuma ini termasuk kecil ya kan. Ada dua ventilasi AC, colokan USB C dan USB A. Nah, ini yang kosong adalah pemanas jok. Sangat tidak dibutuhkan di negara ini. Jadi, bagus biarkan ini kosong saja. Tempat-tempat lagi di belakang jok ada dua lantai kantong kantong di belakang jok plastik keras pintunya ya kan. Terus ini empuk-empuk tapi inti intinya ini pasti keras. Kantong pintu bisa naruh botol. Ini juga bisa naruh-naruh sesuatu lagi. Hah? Belakangnya gini. Enak sih lebih selonjoran gitu loh tidur ngantuk c ya sayang sekali gitu terus ini ya di suatu forester dan ada subaru lain juga yang begini itu ada pintunya tuh kuat dia dipegang lagi di bawah sini. Terus ini ada ada ornamen-ornamen, ada bintangnya Subaru. Nah, ini tuh didesain juga untuk sebenarnya untuk naik ke atas roof box. Naik ke atas roof box tu. Jadi diinjak gini gitu. Iya. Eh, barang gitu. Nah, sekarang kita ke depan. Nah, ini memang di atas tuh ada roof rail-nya buat bawa roof box kokoh gitu loh. Mau bawa ski juga bisa. Nih di sini ada panoramic roof. Tapi setengah panoramic deh karena enggak nyampai belakang amat. Sunroof tapi gede gitu. Nah, ini kokpitnya sangat familiar sekali. Ini adalah kokpit yang sama dengan subaru-subaru lainnya, termasuk Subaru WRX Wagon kami. Yes, seperti ini. Persis instrumen di tengah seperti ini, klusternya seperti ini, setirnya seperti ini. Beda di tombol-tombol. Nah, tapi enggak pakai begini ya. Bedanya itu aja. Dan plastik-plastik keras sebelah sini, sebelah sini. Tapi yang ini empuk rubber. Ini cuma bagian ini sini. Tapi ini keras enggak full gitu loh. N ini ada bentuk-bentuk khasnya. Ada panel kayu. Tahu-tahu ini kayu apa ini sih? Kayu. Udah itu doang panel kayunya. Enggak ada temannya lagi lainnya. Her kita nyalain. Ini ada layar tengah besar Subaru Starlink. Dia bisa juga untuk jualan kopi. Nah, ini persis sama di WRX wagon kami. Fitur auto hold-nya dan matiin auto start stop engine tuh ada di sini di layar. Tadinya enggak ada. Terus di waktu di WRXwagon kami ee tahu-tahu ada software update dan itu nongol. Nah, ini dilengkapi dengan rem tangan jari. Tapi tombolnya ini harusnya auto hold tuh di sini. Tapi ini mereka memilih untuk jadi view kamera 360 yang gambarnya enggak bagus-bagus amat ya. Low light-nya kurang agak kurang baguslah gambarnya untuk mobil sekelas ini. Tapi ini ada lagi auto start stop di ini sekarang di di icon besarnya. Ada pin code juga bisa. Auto holdol-nya juga ada di tombol besar. Tahu-tahu ada shortcut di sini ya kan. Ini ada sring responsive headlight. Jadi ada lampu tambahan di pinggir-pinggir ketika kita belok ya. Subaru lain juga ada kebanyakan kayak begitu. Em kita lihat settings. Vehicle dynamic control itu adalah stability control. X mode itu kita mau overroadnya gimana? Snow, dirt atau normal atau deep snow atau mat itu bisa. Jadi ini mobil sangat cocok sekali di negara empat musim yang dinginnya tuh dingin sekali itu cocok. Nah, atau di Indonesia mungkin cocoknya di daerah yang jalanannya masih jelek kadang ketemu jalan tanah ini sangat cocok sekali. di Jakarta cocok juga karena gayanya tuh gaya crossover gitu loh. Di suatu subaru ini harus dimatikan ya tiap nyalain mesin recolution setting off karena benar-benar kadang-kadang enggak masuk akal belum waktunya ngerem dia benar-benar rem. Oke. Nah, ini ada juga menu phone navigasi dia bisa lihat buka navigasinya. Sound audio juga bisa dicek. Ini audionya karena Harman Cardon. Eh, jauh lebih enak daripada WRX Wagon kami. Cuma untuk ukuran Harman Cardon ini audionya biasa saja. AC selalu ada di bawah. Walaupun ini Apple CarPlay jalan, ini selalu ada di bawah AC. Kita bisa ngatur suhu. Suhu ada physical button juga. Eah, blowernya di sini. Jadi walaupun ee pakai layar cuma dia selalu standby. Volume ada putar-putaran fisik, ada tuning radio fisik juga. E cuma enggak tahu kenapa ini udah mulai terlihat agak kuno aja gitu loh. Tapi very useful. Masih secara fungsi itu masih maksimal. Shifter biasa PRD. M ada M-nya walaupun CVT tapi M ada M-nya karena bisa dibelah manual berapa speed banyak speed terserah dia mau 12 speed 20 speed yang ini diet berapa speed ya nanti pas jalan baru bisa rem tangan jari yang tadi dengan tombol auto holdnya tombol auto hold tapi ini tombol kamera 360 setir nah setir secara setir sama seperti em WRX kami tapi tombol-tombol yang di setir agak berbeda dan kami lebih suka buka tombol-tombol fisik seperti ini di Subaru karena kita bisa rasa apa yang kita pencet. Jempol kanan untuk urusan cruise control. Ada adaptive cruise control-nya dan ada driving mode-nya. Ini ada S intelligent drive I S intelligent drive I individual ya. Eh, intelligent enggak? S-nya tuh sport, I-nya itu intelligen. Nih kalau kita bisa lihat ada grafik nih sini grafiknya. Jadi kalau di S itu kita nginjak gas grafiknya begitu tuh ya. Jempol kiri untuk urusan audio, volume audio, dan lain-lain. Di balik setir ada pedle shift. Nah, ini se-nya tuh ada di kiri bukan di kanan. Se dan perlampuan ada di kiri. ada auto headlamp, ada fog lamp belakang dan fog lamp depan. Sebelah kanan urusan wiper, ada autonya juga wipernya yang bisa diatur sensitivity-nya. Kemudian masih ada tombol trip reset. Ini bagus sekali. Sangat bermanfaat ng-riset trip meter tuh cepat. Ya, intinya untuk ada kehematan di dalam sini dan kawan-kawannya. Tapi ee Subaru ini untuk urusan kehematannya dia tetap liter per100 km bukan km/l. Heran enggak bisa diubah. Kembo Cina ada menyalaikan portail gate. Ini buka tutup portil gate-nya. Dan ini untuk menerang gelapkan lampu instrumen. Penerangan instrumen nih praktis sekali ya dengan fisik begini. Putar-putteran fisik semuanya auto jendelanya enggak ada yang depannya doang auto jendelanya. Nah, ini juga nih bagus sekali nih. Sekarang mulai melangk spion fisik. Ini bagus. Bagus. Ini ada tombol untuk memory seat. Dia ada dua memory seat. Sebelum kita ke urusan seat, kita ke praktisan dulu. Ini bisa naruh botol, naruh-naruh. Ini bisa naruh-naruh lagi. Dua buah cup holder. Di sini ada wireless charging yang enggak pernah berfungsi normal kalau nge-charge iPhone. iPhone kami ya, iPhone 14. Kemudian ada colokan USB C, USB A dan ada auxilary in auxily. Tuh konsol tengah dalam. Ini bisa berfungsi jadi amres yang empuk juga. Enak. Lacinya soft opening dan besar sekali. Spion tengah auto day night. Ini ada tempat kacamata praktis. Kemudian ini untuk buka sunroof. Tapi sayangnya gini, ini tuh ini tuh kan bisa jadi moonroof dia kaca aja dibuka begini ya. Cuma untuk ngebuka sampai belakang itu harus orang belakang. Kalau enggak susah ini bisa ketarik lampu kabin LED ya kan. Terus ini ada indikator seat belt yang selalu bawel. Kalau ada orang duduk belakang harus pakai seat belt ya. Kita duduk manap pun harus pakai seat belt. Ini kuning masih warna lampunya sengaja kali ya. Kacanya juga kecil. Nah, ini nih. Ini blend-nya itu kalau kalau kita buka buat samping gini. Aduh, ini mataharinya di sini ya. Sila bisa dipanjangin. Posisi nyetir ada dua memorit tadi. Yang posisi nyetirnya itu kita yang paling pendek joknya tuh segini. Enggak bisa lebih pendek lagi. Kita lebih comanding memang dan sportnya sangat ke bawah sekali. Cup mesin tuh kelihatan. Walaupun enggak kelihatan juga tapi bendulan cup mesinnya itu kelihatan. Seter itu tilt dan telescopic. Jok way ini bawah juga bisa di bagian depannya aja bisa naik turunin. Coba kalau yang depan yang yang kiri bisa naik turun enggak? Samaway juga ya. Eway juga. Jadi posisi nyetirnya tuh lumayan enak walaupun kayak dikit lagi lebih enak lagi lebih dekat lagi setirnya. Tapi enggak apa-apa, ini udah oke. Ee mirip-mirip WRX Wagon. Cuma WRXwagon kami posisi duduknya lebih rendah karena yang ini adalah SUV crossover sih. Yuk, jalan. Kami senang kalau naik mobil baru itu orang-orang pada ngelihatin. Namun, mobil ini enggak terlalu dilihatin orang. Enggak tahu ya orang mungkin enggak ter enggak ngerti atau mungkin bentuknya enggak terlalu spesial amat. Tapi enggak apa-apa. Kami senang naik mobil baru. Tapi rasanya sebenarnya enggak terlalu baru-baru amat. Rasanya tuh sangat familiar. Mungkin masih pakai platform yang sama gitu. Jadi rasanya familiar aja. Mungkin karena dashboard-nya ini persis sama WRX Wagon kami. Jadi ya kurang spesial aja begitu. Cuma ya forester yang lama dibanding ini sih kami ngerasa lebih empuk yang ini. Dan setirnya enggak seperti di wagon. Di wagon tuh mencong banyak. Kalau ini mencongnya dikit. Mencong begini loh. Kayak tangan kanan kita. Harusnya lebih panjang dikit. H. Dan ee panel pintu ini ada bubuknya. Kalau di jalan beton itu nyaman. Tapi tetap lebih nyamanan WRX wagon kami. Oke, dari kekedapan dulu. Kekedapan juga lumayan ya, not bad tapi cenderung ke arah ya biasa aja lah harganya segini ya. Kan road noise-nya dari roda bagus. Kalau wagon malah masih ada ngayun-ngayunnya sedikit. Kalau ini pas wagon bantingan segini cuma enggak apa-apa. Kami suka empuk-empuknya wagon kami itu. Invisibility. Ini enak juga ini karena roof-nya tinggi, kacanya tuh kayak gede-gede banget. Jadi ngelihat keluar tuh enak, enggak ada rasa CLobi. Nah, tenaganya itu ya sebenarnya kalau kita nyetir biasa-biasa aja enggak buat kebut-kebutan itu rasanya ngisi-ngisi aja powernya. Lumayan lah. Tapi kayak kalau begitu sengaja kita mau ngegaskan ngebut. ya melaju cuma enggak seresponsif yang kita bayangkan. Kalau diwagen kan ya dia turbo sebeda ya kan-nya itu loh. Cuma ini mesin boxernya itu ya kami sukai halus kan simetrikal. Terus konsumsi BBM-nya karena ini all wheel drive pasti ada pengaruh lah. Pasti adalah yang dikorbankan. Stabil ya. Cukup stabil lah untuk ukuran crossover. Setirnya beratnya pas,nya pas di setirnya. Ya enggak seenak BMW tapi pas aja ini belakangnya. Tapi tetap legaan ini outback. Outback tuh sebenarnya paling enak. Cuma agak buruk rupa aja ya. Bentuk luarnya sudah cukup modern walaupun dalamnya masih terlihat agak kuno. Cuma semuanya berfungsi sesuai maunya kita kecuali eh itu iyide-nya anti nabraknya itu loh menyebalkan. Tapi ini mata kita ya. Kalau kelamaan kita ngelihat instrumen cluster aja ini sensornya dari sini dia akan bilang ice on the road. Sini ada tulisannya ice on the road. Jangan meleng. jalanan sekali diwagon kami juga gitu sih kadang-kadang lagi macet gitu maju-maju dikit sambil mata kelihatan dikit dikit marah tapi enggak apa-apa itu buat safety ya kan tuh marcel oke satu dua t lari lari lari lari ya normal normal normal normal normal 9,34 detik 0 ke 100 km/h dengan nahan gas dan rem dan mematikan AC ya Subaru-sebaru Ini mesti ada yang Forester XV eh bukan XV namanya Crossrack eh outback gitu cuma bosan kalau yang itu-itu doang. Ini Subaru tuh mestinya fokus tuh ke yang eksotik-eksotik kayak STI dihidupkan lagi karena nyawanya Subaru tuh di situ. Eh soulnya tuh di situ. Rally kencang, stabil, all wheel drive guh. Masih ada STI tuh WRX Wagon STI. Uh, kan keren kan. Terus misalnya Forester STI gitu misalnya ini yang turbo kencang dengan veleg yang gede. Tadi velegnya berapa ya? Lupa diomongin ya. Ini gambar veleknya dengan ukurannya. Tapi ini pai harian enak. Oke, overall nyetirnya kami suka-suka aja ya. Walaupun 100-nya hanya di bawah 10 detik begitu saja. Cuma eh nyetir harian pakai ini enak. Luar kota enak, cuma enggak ada faktor spesialnya itu loh, kurang ada faktor spesialnya. Di WRX Wagon suspensinya spesial, empuk, nyaman, bentuknya spesial sekali ya. Itu faktor spesialnya agak kurang. Itu saja. Voice over. Overall mengenai Subaru Forester terbaru. Cocok untuk Anda yang tidak mau pusing tentang crossover yang modern pada saat ini. Di kala yang lain-lain berlomba-lomba untuk menjadi yang paling canggih dan yang paling cantik dari segi desain. Namun Subaru Forester malah mementingkan fungsi dan kesederhanaannya. Sederhana ini agar mudah untuk dikenali oleh yang punyanya. Namun tidak bisa dibilang ketinggalan zaman. Ya, ibarat makanan penyajiannya sederhana, namun makanannya masih enak seperti yang lainnya. Tapi ya tetap untuk kami agak kurang spesial. Bagaimana menurut Anda tentang Subaru Forest terbaru ini? Silakan komentar di bawah. Semua ini adalah opening pribadi saya. Kami timobi tidak dibayar oleh siapapun dan apapun yang terlihat pada video ini. Jangan lupa tekan tombol jempol ke atas dan subscribe channel Motomobi, Omobi, dan Mobi apabila belum berikut dengan tombol loncengnya. Share video ini ke seluruh dunia melalui sosial media Anda dan jangan lupa follow sosial media kami semua termasuk Instagram. Cek motomobinews.id untuk berita-berita otomotif terbaru. Terima kasih telah menonton. Yeah.

Lihat di YouTube