Jungkat

Sunken Living & Outdoor Shower - Rumah Tropis Gokil! (YouTube Video)

  • 12/11/2025

Hai guys, balik lagi di Band Bri. Kali ini kita mau house tour di rumah yang seperti villa modern. Bagus banget, banyak ruang terbukanya, tapi dia gak boleh lari dari FY. Pokoknya kalian harus nonton video ini sampai akhir. St. [musik] Oke, Teman-teman. Sekarang kita sudah bersama Pak Oscar dari Osara Studio. Apa kabar, Pak? Halo. Wah, ini keren banget tempatnya. Boleh diceritain enggak, Pak, dari keseluruhan konsep itu sebenarnya seperti apa sih? Oke, jadi sebenarnya tanahnya sendiri kan cukup unik ya. Rumah ini kan sebenarnya 24* 60. Wah, luasnya. Cuman tanah ini enggak mau dipakai dulu. Jadi, kita pakainya side-nya 12* 60. Jadi, bangunannya benar-benar akan sangat memanjang proporsinya. Oh, oke. Seperti itu. Jadi itu untuk bentuk [musik] tanahnya sendiri. Kalau bangunannya sih klien pengin benar-benar rumahnya tropis kayak villa. Tapi di bagian depan, nah ini bangunan ini nanti terbagi dari tiga section ya. Jadi tiga bangunan di ada service, terus living area, terus di belakang nanti yang vilanya dia lah istilahnya. Nah, di depan ini kalau kita lihat kenapa tampilannya semasif ini? He. Nah, ini karena area servis. Jadi memang klien enggak pengin menunjukkan tampak depannya terlalu kelihatan gitu loh. Dia pengin yang masif. Nah, untuk penyusunan ruangan di dalam nanti kalau kita lihat itu benar-benar based on fengui, harus fengui dan kaya villa persis. Dia dia suka banget villa. Ada dia ada satu suka villa namanya Kiss Villa di Bali [musik] di daerah Canggu kalau enggak salah. Nah, dia suka banget. Terus dia pengin suasananya tuh hadir di rumah ini gitu. Nah, tapi dengan peraturan-peraturan feng yang cukup ketat. Wah. Nah, jadi pembagian ruangan, zoning, peletakan-peletakan ruangan itu nanti semuanya [musik] based on feng. Contohnya kalau kita lihat di sini pintu utamanya ini. Oh, ini pintu utamanya ya. Ini pintu utamanya nih. Dia pengin kamuflase gitu klien. Pengin pengin kamuflase. Nah, di sini pintu utamanya ini menghadap timur. Harus menghadap timur. Oh, jadi ini arah timur ya. Dimiringkan. Heeh. Jadi ini kita tarik benang pakai kompas, kita benar-benar cari benar-benar harus hadap timur. jadi ini sekitar miringnya 27, sekian derajat gitu aku lupa. Jadi miringnya benar-benar harus pas. Ee klien pengin ee bangunan ini tuh enggak terlalu nempel depan. Makanya kalau kita lihat tetangga-tetangga ini kan lumayan nempel ke depan kan. GSB-nya enggak terlalu jauh kan. Nah, dia pengin rumahnya terkesan lebih lapang. Jadi, makanya dimundurkan sampai sekitar 8 m. Ini ini 8 m ke sini ya? Iya. Dari dari pagar ini. He 8 m. Lalu di sini ada carport. Lalu di sini ada garasi. [musik] Heeh. Sebenarnya garasi kenapa garasi di sini kan juga ada tadi yang saya sudah mention sebelumnya di sini kan ada fengsu-nya. Jadi di area selatannya dari bangunan itu jadi dipetakkan dalam sembilan petak satu tanahnya itu di area selatan itu harus kosong. Oh. Enggak boleh ruangan yang dihuni lah misalnya atau ada aktivitas. Makanya di dalam sini jadinya ada garasi. Aku tahu kalian bakal banyak pertanyaan. Jadi kita mau lihat lebih lagi yang banyak di dalam. Oke, kita sekarang masuk ya. Ya, ayo kita masuk. Ini pintu utamanya kita pintu utamanya coba bikin se [musik] simless mungkin nge-blend dengan dindingnya. Kalau kita buka nih. Nah, ini batu alamnya kita terusin. Terusin ke dalam ya? Ke dalam. Iya. Untuk area ini benar-benar servis. Jadi, ya. Heeh. Ini servis. Ini di sini ada kitchen. Ini kitchen di sini. Kitchennya. Ini kitchen untuk masak-masaknya ya. Heeh. Ini kitchen. Dan kenapa harus di sini? Ya karena ini sisi timurnya. tangga untuk ke area pembantu dan area jemur. Artem dan jemur. Wah, bahkan ART kita nge-ha di ha di sini aja ada skylight pertama ini ya. Iya. Heeh. Ini bangunan pertama. Oh, ini baru bangunan pertama. Ini bangunan pertama. Jadi isi isinya servis, isinya adalah garasi, servis, area-area servis semua. Nah, ini ini adalah sebenarnya rumah rumahnya. Oh, jadi ini baru sebenarnya main entrance rumah makanya pintunya miring lagi. Oh. Ini ada pintunya nih. Ini kan pintunya kan kalau kalau saya tutup. Kan seperti ini. Nah, kalau saya tutup kan seperti pintu. Iya. Nah, ini miring lagi kan karena ini kita anggap rumah intinya. Oh, oke. Gitu gitu. Karena ini juga ada skyletnya juga ya di sini. Skyet lagi. Heeh. Karena di sini ada area untuk sepatu kan. Heeh. Oh, ini yang tadi garasi ya? Iya. Ini garasi. Di sisi sini ada garasi. Nah, ini ada ruangan untuk transisi. Ini adalah ruangan transisinya di mana nanti dari area servis baru masuk ke area rumah utama gitu. Nah, biar lebih kayak vila. ini memang sudah disiapkan selalu seperti ini formatnya. W berarti kita ganti. Kita ganti dulu ya. Kita ganti dulu villa dulu ya. Kita Nah, nih di dalam nih ruang transisinya seperti ini. Wow. Nih di sini ada sebuah ruang transisi. Jadi selain level nih sudah mulai naik lagi kan nanti kan ke belakang naik terus. Nah nanti terus tadi kan kita sudah merasa terang di sini kita lebih redup. Lebih redup kan rasanya. Heeh. Heeh. Emang klien juga pengin sesuatu yang kayak itu tadi skalanya beda, ruangannya rasanya beda-beda gitu. Oh. Dan ini juga secara visual juga enggak langsung direct ke rumah itu ada peraturan pengsinya juga kan. Setelah pintu enggak boleh lihat langsung semua. Jadi kita blockingnya pakai roster ini. Wow. Gitu. Ini yang ini yang ee munculin rasa itu ya kayak gelapnya. I ini kan memfilter cahayanya langsung langsung memfilter cahaya. Nah, kalau ini benar kamar tamu lah. Oh, ini kamar tamu. Ini area kamar tamu dan peletakannya juga memang harus di sini. [musik] Jadi semua peletakan tuh saya enggak nego sama sekali sama. Jadi, fengsuinya misalnya harus di sini saya [musik] enggak nego misalnya. Oh, harus dining room-nya misalnya di sini pentr di saya enggak nego sama sekali. Oh, oke. Karena kalau saya nego juga percuma kan itu udah satu kayak kepercayaan ya, aturan yang baku. Jadi enggak saya [musik] nego. Jadi saya hanya proses desainnya itu benar-benar hanya menaruh ruangnya, [musik] posisinya misalnya living room di sini, dining room di sini, entry di sini, ee tempat tidurnya di sini. Kita mendesain ruang in between. Oh, di antaranya gitu. Oke, kalau kita lanjut. Nah, ini sebenarnya udah ini bangunan kedua nih. Wow. Oh, ini baru bangun kedua ya. bangunan kedua. Nah, si ee dari klien kan selalu ingin suasana seperti villa. Nah, yang kita terjemahkan adalah ruangannya itu terpisah-pisah. Jadi, dining room sendiri, [musik] terus ada pantry sendiri, living room sendiri. Nah, jadi dari [musik] sini ee memunculkan ee suasana yang indoor, outdoor, blending gitu. Wah, permeable ya berarti [musik] ya di mana-mana. Jadi akhirnya juga udara bisa masuk. Betul. cahaya, udara bisa masuk. Dan makanya kelebihan rumah ini ketika ada mendung-mendung, gerimis gitu, I [musik] kita bisa benar-benar meng menerapkan prinsip rumah tropis, yaitu tanpa AC kita bisa benar-benar mengandalkan sirkulasi udara 100%. Wah, ini pas banget langsung udaranya kerasa di sini. Mumpung karena kita bikin kayak apa? Lorong-lorong gini kan jadi udara konsentrasi anginnya lebih ini ya terkonsentrasi gitu. Iya. Iya. Benar banget gitu. Nah, ini adalah ini adalah pemutus bangunan pertama dan kedua. Ini ada teras ya, teras dulu. Ada teras dulu, Bang. Aku pakai ee kisi-kisi kayu. Kisi kayu di atas. Karena sekali lagi supaya menimbulkan nuansa resort, kita tuh harus banyak bermain shadow menurut saya gitu. Oh, oke. Jadi nanti kan benar benar suasananya kan beda-beda nih. Ini kita jam berapa nih sekarang? Jam 11.00 kan cahayanya seperti ini. Nanti kalau sudah lebih sore cahayanya udah lebih lain lagi gitu. Gisi-gisinya [musik] juga kelihatan di situ ya? Iya. Nah, nanti akan pindah ke sini gitu. Nah, ini kan nih naik lagi nih. Heeh. Heeh. Benar. Jadi, rumahnya tuh akan naik naik naik terus gitu pengalamannya. Jadi sebenarnya jadi enggak enggak langsung enggak langsung. Heeh. Enggak monoton tapi kayak ada journey-nya ya. Betul. Ini ada journey ini untuk kitchennya. Oke, ini kitchennya. Kitchennya sendiri nih di ini ada peraturannya nih. Dia masak harus menghadap ke sana nih. dia masak harus menghadap timur. Harus menghadap timur. Harusap timur. Masak. Makanya secara layout sebenarnya agak-agak biasa ya, karena kan ee kompornya di tengah sini, island-nya di tengah sini kan. He. Jadi secara lewat agak enggak biasa makannya muncul taman di situ. Kenapa? Karena supaya waktu masak ada visualnya gitu secara visual. Wah, gila di benar-benar dipikirin. Berarti ini [musik] benar-benar hadap timur ya. Hadap timur ini. Ini ni ini hadap timur juga nih. Ini hadap timur tapi. Oh ya mungkin sedikit negoisasinya enggak miring. Oh enggak miring. Iya. Tadi aku cuma soal mikirnya apa? Miring ini miring juga atau gimana? Engak enggak. Tapi ini ini negoisasinya yang penting masaknya hadap timur. Oh oke. Gitu entah timur laut gitu kan yang penting hadap timur. Kalau boleh tahu secara interior nih Pak kayak material yang dipakai apa nih? Kan kalau misalnya di luar kan lebih ke resorty alam gitu ya. Kalau di dalam gimana? Kalau di dalam kita munculin nuansa, saya suka mendesain itu warna abu-abu. Jadi desain saya tuh selalu tertempel warna abu-abu. Itu personal preference Nah, untuk di lantai kita menggunakan Teraso slab expos gini. Oke. Terus untuk di [musik] kitchen area ini kita pakai teraso sama. Kalau ee kitchen ini kabinet-kabinet kita pakai HPL. Oh, oke. Pakai HPL karena ya mungkin lebih durable ya. Heeh. Kita pakai yang aman aja lah gitu. Kan masih ada banyak anak kecil juga. Jadi kalau misalnya ini terkelupas atau apa kan HPL kan warnanya ya pasti mirip-miriplah selama serinya ada. Benarbenar gitu. Ini kitchen. Oke. Ini area kitchen ya. Kitchen lah. Pantry lah. Kitchen bersih lah. Terus ini kitchen bersih. Ini area dining-nya. Oh wow. Dan view-nya kayak gini ya. Daningnya benar-benar kayak dikasih khusus kan kayak jadi buat nerima tamu dan lain-lain tuh enak banget ya. Iya. Sebenarnya pada saat digunakan ini pintu sebenarnya dibuka semua sih. Ini dibuka semua. He. Jadi kalau ada yang di kitchen lagi masak-masak atau apa di sini ada teman-teman lagi ngumpul juga bisa. Jadi interaksinya akan seperti itu. Termasuk living room-nya. Jadi kalau bangunan kedua ini isinya living area. Isi living area. Heeh. Living area hanya living area di sini ada living room ni ada tangga ini tangga untuk naik ke area di kamar jadi kamar-kamar anak itu nanti akan ada di atas sini. gitu. Jadi ini living area. Ini living room. Nah living room-nya. Wow bisa Aku sadar ee setiap ruangan di living area itu di frame pakai pakai ini ya, Pak. Karena ya ini sedikit tips ya. Tipsnya tuh begini. Jadi kan batu alam ini kan rough. Bentuknya susah teratur. Benar. Benar. Padahal kita akan bertemu dengan kuset yang pasti lurus. Oh iya. Nah makanya waktu itu mikirnya gimana ya detailnya supaya pertemuan kusen ini rapi? Karena kalau batu yang kasar ketemu kusen kelemahannya nanti di silen kan. Silennya pasti berantakan. N saya enggak suka. Makanya biar rapi ya ini di frame. Jadi sebenarnya frame-nya ini tujuannya bukan karena melulu soal estetik, tapi juga karena buat detail pertemuan dengan Kusen. Begitu kira-kira. Nah, kalau di jadi rapi ya, jadi rapi ke ada ini ya. Memang saya tuh lumayan koncern di hal-hal kerapian seperti yang saya mention di depan. Klien itu suka perbedaan level. Nah, makanya living areanya kita turunkan. Sunken. Heeh. Sen. Wah. Ini living areanya nih dengan lantai. Di sini beda. Lantai di sini beda karena di sini menggunakan decking kayu. [musik] Oh ini kayu asli. Kayu asli. Ini kayu lin. Tapi diwarna karena ya supaya lebih bersih ya tampilannya karena kan di living room. Karena tujuannya supaya enggak dingin. Oh. I. Kalau kita duduk di teraso ini kan lebih formatnya kan santai kan. Kayak bisa duduk di lantai, bisa duduk sini di sofa, bisa rebahan di sofa gitu ya. Jadi emang ini space sering klien berkumpul bareng teman-temannya. Memang kayu itu sebenarnya bikin kita ngerasa lebih homy dan warm sih. Iya memang. Heeh. Sekarang kita ee ke building yang ketiga Karena kita ee ini benar-benar waktu mendesain jadi bangunan ini akan kelihatan proses desainnya. Jadi benar-benar proses desainnya itu fokus di lantai satu dulu kita. Oke, kita sangat memfokuskan di lantai satu baru nanti kita naik ke lantai du ya. Karena menarik banget nih aku bakal notisnya juga e silingnya juga nih kayu asli atau Iya, kayu asli. Heeh. Jadi di sini kita memang rata-rata menggunakan material asli sih. Karena misalnya nih kita saya pakai artificial kan juga enggak enggak dapat feel-nya gitu. Benar, benar, benar. Nah, ini ada hallway-nya supaya kalau apa bisa ke building ketiga. Wah. Nah, building ketiga ini adalah yang paling unik buat saya karena di building ketiga ini ee ini ekstrem sih. Seilingnya cuma du 215 du du 215 ya. 2 m,15 cm. Uh, sangat interesting banget. Maksudnya kenapa didesainnya sampai koma 15 gitu, Pak? Sebenarnya ini koma-komanya banyak kayak sebenarnya ini kan kayak opening-opening ini sebenarnya opening ini ada fway-nya semua. Oh, gila sampai sedetail itu ya. Iya. Jadi kenapa kita pakai material natural juga? Karena nanti kan kalau fengsi kan ada angka-angka tertentu kan. Heeh. He. Nah, kalau kita pakai material yang jadi pabrikan terlalu rapi nanti kalau pas enggak ketemu kan susah. Ah. Kalau material natural kan masih bisa di apa di palu lah di apa dimodif gitu. Masuk di sini memang klien itu sangat suka space yang intimate. Ini kita naik lagi. Ini adalah leveling. Jadi sebenarnya kalau dari rumah paling depan ya kita sudah naik beberapa kali ya, tapi kan enggak kerasa. Nah, makanya sebenarnya plafon di depan tuh paling tinggi. 3,2 di depan. Terus masuk masuk masuk masuk. Makin pendek makin pendek. Eh, sori sekitar 3,1 lah. Makanya hampir sudah berkurang 1 man gitu. Nah, ini kita masuk ini. Nah, ini adalah villanya [musik] klien. Wow. Wah, ini asik banget nih. Masuk masuk ruangan apa dulu nih? Ini ruang kerja nih. Jadi di sini ada ruang kerja sama hobi room lah ya. Nih kerja. Wah, dia suka koleksi seperti ini. Ini ada ruang kerja. Nah, dia itu pengin kalau dari lantai satu He. Ruang kerja ini benar-benar terlihat cuman kayak ruangan segini. Iya sih. Apa emang ruangan ini doang kan, Pak? Enggak. Sebenarnya ruangan di dalam sini nih banyak ruangan. Jadi sebenarnya kalau kita masuk dari lantai 1 ke kamar utama, ini adalah cara masuk ke kamar utama. Oh, jadi sebenarnya bangunan ini tuh udah kayak rumah sendiri. Benar-benar udah kayak rumah sendiri. Di dalam bangunan ini sudah lengkap. Jadi ada kamar mandinya, ada walk-in closet, ada kamar utama, ada office, ada home theater room. What? Ke mana, Pak? Jadi kalau kita lihat Heeh. Ini kan makannya kita bungkus dengan mebel semua nih. Supaya ini kelihatannya ruangannya segini. Nah, di dalam sini dalam sini ada come of laser. Home theater. Mini home theaternya. Wow. Jadi looknya seperti ini. Nah, ini tempat weekend di mana jadi klien saya tuh cerita, "Saya sejak punya rumah ini tuh jarang main. Jadi kita kalau weekend ngumpul udah nonton di sini nonton YouTube atau Netflix gitu kan. di ruangan ini. Jadi, nah sofanya di sini kan kalau kita lihat juga agak beda dari living room kan. Iya. Iya, iya. Karena ini formatnya bisa tidur. Wow. Jadi sebenarnya ini adalah bathroom juga sih jatuhnya gitu cuman [musik] dengan format seperti home theater gini. Ini juga batu alam bahkan ide. Iya. Ini sama sama. Jadi kita pakai rata-rata kita pakai andes karena ee saya rasa andesit batu yang cukup kuat ya. He. Terus kita model seperti ini karena juga untuk mecah suara sih penginnya gitu. Iya. Iya. Heeh. Jadi enggak bidangnya flat karena kan ini butuh untuk suara ya. Di dalam di dalam mebel yang di dinding sini [musik] kita sudah menggunakan peredam-peredam Oh. Heeh. Jadi udah sangat private gitu. Wow. Ee strategi yang dibikin naik itu jadi akhirnya bisa punya sunken-sanken ini ya. Jadi gini sebenarnya setiap kenapa sunken selalu muncul di tempat duduk ya kan tadi di living room terus ini di area home theater gini kan kenapa sunken ini muncul di tempat duduk ya sebenarnya klien pengin punya pelakon pendek dan tinggi dalam satu ruangan kan dapat langsung iya iya i gitu jadi dengan [musik] dia selalu pengin ruangannya itu rich gitu loh secara materialing dan space-nya dia tuh pengin beda-beda. Makanya kalau tadi tadi kita jalan bareng ya, kita kan ngerasakan ada terang, ada gelap, ada kecil, ada [musik] gede gitu kan. Ada indoor, ada outdoor. Nah, dia tuh pengin setiap part bagi bangunannya tuh punya beda-beda. Heeh. Yang beda-beda. Oh, ini ini tadi kan home theaternya ya kan? Nah, kalau kita dorong juga. Nah, ini. Wow. Ini adalah walk in closet. Oh, ini walking closetnya. Iya. Jadi ini adalah lemari [musik] pakaiannya semua di sini. Ini lemari pakaiannya semua di sini. Ini ada meja rias. Walking closetnya juga pakai HPL ya, Pak? Iya. Heeh. Ini kita pakai HPL ee dari brandika. Oh, oke. Ini dari brand ICA karena seratnya paling cocok yang ini gitu. Jadi kita kalau brand itu kadang-kadang ya melihat oh seratnya enggak jadi enggak kadang enggak harus terpatok sama tertentu. Yang penting seratnya cocok, warnanya cocok. Nah, baru kita nanti akan terapkan gitu. Yang penting kita selalu ngelihat warna seratnya seperti apa gitu. Heeh. Terus ini nanti tanggal kedua ya, ke lantai du ini nanti. Nah, ini adalah kamar mandi. Nah, kamar mandinya cukup ekstrem nih di sini. Wah, ini udah kayak villa sih. Jadi ini kamar mandinya ya kan. Nah, ini yang paling ekstrem di sini nih. Uh. Oh, showernya ini ya? Iya, showernya outdoor. W nih. Showernya outdoor lihat. Wow, showernya odor keren banget ya. Ini showernya karena benar-benar pengen apa? Mandinya tuh kayak di villa. Kayak di [musik] vila Bali. Ini udah udah apalagi kalau misalnya hujan ya. Jadi dramatis [musik] banget sih ini. Apagi ada kisi-kisinya juga. Iya. Iya. Ini ada kisi-kisinya ya. Sebenarnya kisi-kisi itu ada landscape juga untuk pengamanan visualnya. gitu pengamanan visualnya. Terus kalau ini, nah kamar mandi juga dia kan nih kayak kayak kita pakai kisi kisi di belakangnya ada taman. Jadi spac-nya berlayer-berlayer gitu loh. [musik] Iya iya iya. Aku notis ya memang kayak repetisi itu memang bantu kita secara visual secara tuh tropical bangetya ya. Terus di sisi sana tadi yang kita lihat jauzi. Oh, jadi ini area jacuzinya. Ja. Jadi ini dia ada satu area lagi. Areauzi. Keren banget nih. Ini ada areauzinya bisa ya. Karena tadi naik-naik leveling ini jadi akhirnya adauz juga buat sunkennya. Iya betul. Wah betul. Terus lalu di sini. Nah di sini ada private garden lah. tuh. Wah, udah jacuzzi view-nya langsung ada inner garden di belakang. Jadi, ini benar-benar dimanfaatkan klien untuk bersantai, ngecill bareng teman-teman. Jadi, I klien suka ngundang teman-teman sih. Ke sini untuk menikmati ya untuk weekend aja gitu. Iya. Iya. Dan jadi undang teman-teman jadi enggak ngelewat. Kan biasa kalau misalnya master ee master room itu kan nyatu dengan toilet gitu. He tapi ini bisa invite karena sebenarnya bisa lewat sana. Oh, di situ. Oh, iya di situ ada akses juga ya. Bisa, bisa Jadi udah kita consider ke sana gitu. Oke, kita naik ke lantai du. Lantai dua berarti baru kamarnya ya, Pak? Iya, baru kamar-kamar. Aku suka sih ada lighting-lighting di sini juga. Ini kan pendek ya nih plafonnya nih. Kita lihat nih jari kita bisa nyentuh nih nyampai. Heeh. Jadi memang squeeze gitu pendek. Nah, ini. Lalu kalau ini ke lantai dua. Heeh. ke area kamar master. Wah, bahkan dengan ee apa? Pijakan tangganya juga batu ya. Batu dan kita bikin apa? Kayak floating gitu supaya enggak terlalu blocking. Nah, ini kayak voyer lah. Hmm. Ini kayak foyer di sini nih gudang. Ini gudang. Ini gudang. Lalu kalau kita jalan nih fireer ini kamar utamanya. Oh, ini baru kamar utama. kamar utama. Jadi kamar utama dan apa? Jadi kita ee turun dulu kalau mau ke lemari pakaian Tapi sebenarnya di dalam kamar utama ada sedikit pakaian buat santai aja gitu. Iya iya iya i enggak tapi kalau pakaian pergi itu di bawah gitu. Hm. Dan ada kamar mandi kecil tentunya karena kalau enggak jauh sekali kan. Kalau misalnya bangun malam gitu kan mau ke toilet ke bawah udah nanti balik kasur sudah segar. Iya udah benar benar benar gitu. Berarti kita enggak bisa lihat. Iya nih. Heeh. Kita enggak enggak bisa lihat yang sini. Terus ini kita masuk sini kita ke hanya nih. Nah, ini jembatan yang tadi kita lihat di bawah tuh vibes-nya seperti ini. Nah, sekarang kan paham kan kenapa kolamnya di luar dan dimanfaatkan sekalian jadi talang supaya ini benar-benar simless. Simless [musik] ya. Heeh. Ini jadi sesuatu yang simpless nih. Kalau pas ada udara itu ya kita bukain aja kayak gini kan. Nah, ini kan [musik] masuk semua nih udaranya. Iya. Udara bisa masuk ya. Heeh. Langsung bisa masuk. Nah, ini sudah bisa masuk berasa. Nah, ini kamar anak. Oh, ini kamar anak itu kamar anak. Kamar anaknya seperti ini ya. Oh, jadi ada ya tempat ya bermain-main gitulah mereka. Terus di sini ada kamar mandi. Ini ada kamar mandi ya. Kamar mandian. Kamar mandian. Coba kita lihat ya. Kamar mandi buat pada umumnya lah ya. Heeh. Heeh. Tapi di situ ada material agak berbeda. Karena di situ kalau kita lihat ada batu alam gitu. Susunan kayak kayak di vila. Sebenarnya ini ada di kamar-kamar mandi lain juga sih. Style-styles kayak gini nih. He. Karena dia pengin benar-benar itu saya tadi bilang dia suka ruangan yang berbeda-beda, vibes yang berbeda-beda Kira-kira seperti itu. Dan kalau kalau mandi itu lebih warm light ya. Lebih warm light lah ya. Ini kita pakai gran khusus di area kamar mandi kita pakai gran tile. Granny tiles. Heeh. Karena kalau batu alam mungkin untuk kamar mandi jadi ada perawatan ya. Tapi kalau granitas kan lebih enggak ada perawatan. Ah benar benar benar lebih kira-kira begitu. Tapi ini karena kan anaknya masih tidurnya dibarengin kakak adiknya di satu kamar ini. Jadi ruangan ini jadi lebih kayak playroom aja. Oh ini lebih kayak playroom. Playroom ya? Heeh. Ini lebih kayak playroom untuk Heeh. Musik room. Nah. Oh, ada balkonnya juga. Ada balkon. Nah, gitu. Saya kalau saya kalau selalu dilengkapi dengan balkon. Tujuannya satu, memudahkan maintenance kaca. Maintenance ka. Oh, iya. Kan kalau ada pijakannya di depan kan untuk ART ngelap, membersihkan kan lebih mudah. Iya, iya. Iya. Kalau enggak harus pakai tongkat-tongkat Ah, benar benar benar gitu. Jadi, jadi sebenarnya taman di tengah ini ee apa untuk visualnya kan semuanya kayak dikumpulin di sini kan. Jadi area selatan yang harusnya dibuang gitu malah kita manfaatkan jadi area core intinya. Jadi kalau kita lihat kan ini kan harusnya area kosong nih enggak boleh dipakai apa-apa. Jadi kita buat taman. Idenya adalah area itu kita buat untuk semua visualnya ke arah sini. Yang tadi di living room bisa lihat, di ke-fice bisa lihat, di master bedroom bisa lihat, di kamar anak ini bisa lihat, di dining room bisa lihat. Jadi ini malah yang semula harusnya lahan yang dikosongkan. Enggak boleh dipakai tapi kita jadi pakai untuk sesuatu yang inti malah begitu kira-kira. Jadi kayak jantung alamnya. Heeh. [musik] Jantung rumahnya juga. Pak ya. Ini di sini ada tangga. Nah, ini tangga ini untuk kembali ke ke bawah ya. Ke bawah. Tadi kan kita naik dari bangunan ketiga. Nah, kita bisa turun dari bangunan kedua. Jadi, kita bisa naik turun itu di bangunan ketiga atau kedua. Oh, w bawa langsung ya. Turun langsung ke bawah. Wah, aku suka banget nih dia. Ee Bapak taruh ada dua bukaan ini. Ya, ini karena du space paling gelap. Jadi waktu ke lapangan. Jadi awalnya sobekan ini enggak ada. Awalnya sobekan itu cuma dari atas skylet ini. Oh. Oh, jadi awalnya cuman pengin diding putih polos gitu loh. Nah, cuman waktu saya ke lapangan lihat, wah ini kayaknya kurang bagus nih. Nanti gelap. Jadi kadang-kadang makanya kita harus ke lapangan karena enggak mungkin 100% yang kita desain itu bisa benar gitu loh. I i kita harus review di lapangan kayak ngelihat oh ini harusnya gimana gitu. Nah, ini kan pas kita turun ya ini sudah merasakan vibes bangunan tadi yang terpisah-terpisah ini. Iya. Kan pas ada angin nih kan nih ada angin gini nih. Iya adem banget. Benar-benar adem lah ya istilahnya. Wow gitu. Wow itu all it ya berarti ya semuanya. Iya udah semua nih semua perjalanan kita udah wow selesai. Berarti kita langsung nanti akan bahas [musik] detail lagi mungkin dari durasi desain sama durasi konstruksinya ya. Oke yuk. Boleh. Ee durasi desain sama durasi konstruksinya itu berapa lama sih Pak? Kalau mendesainnya ini sebenarnya dibilang durasinya cukup lama sebenarnya karena kita ada back and forth kan. mendesain. Terus nanti kita ke ahli fengsinya kan dilihat back and for. Cuman untuk mengantisipasi itu tipsnya biasanya saya udah ngelis duluan di depan saya bikin list sendiri. Kompornya gimana, toiletnya gimana, kepalanya pas tidur di mana, kasurnya harus di mana. Ya, membuat backford prosesnya jadi lebih singkat ya sebenarnya, tapi tetap ada gitu. Nah, yang salah satu kendala yang paling utama waktu itu yang bikin lama nih adalah proses negoisasi di mana klien kan sebenarnya pengin kolam renang ya. Kalau kita bisa lihat tuh di sini nih harusnya di sini adalah kolam renang. Taman yang tadi itu harusnya kolam renang. Ini harusnya kolam renang. Harusnya kolam renang. Secara peletakan zonanya ini di selatan enggak apa-apa harusnya. Tapi karena dia kelinci api itu enggak boleh. Makanya proyek ini kan namanya kelinci api 87 karena spesifik kelinci api kelahiran 87. gitu. Jadi ini rumah yang spesifik untuk itu. Jadi enggak bisa dipindah sembarangan gitu. Wah. Iya. Jadi prosesnya yang bikin lama itu mungkin kalau secara prosesnya sendiri mungkin bisa memakan waktu 8 sampai 10 bulan ya kira-kira sampai interior desainnya. Jadi itu desainnya 10 bulan sekitar 8 sampai 10 bulan. Gitu. Untuk konstruksinya. Nah, konstruksinya sendiri ada cerita menarik juga nih. Jadi, konstruksinya tuh dari memilih vendor, memilih pelaksana, kontraktor gitu, kita tuh cukup membandingkan beberapa, membandingkan beberapa. Nah, akhirnya konstruksi dimulai bulan Februari 2022. Nah, Penyelesaiannya, challenge-nya sebenarnya tantangannya tuh di penyelesaiannya. Penyelesaiannya karena harus Februari 2024. Harus, harus jadi, harus, harus jadi. Jadi benar-benar selesai dalam Februari 2024 Maksudnya selesai itu gini, karena jadi dalam Hengsu itu per 20 tahun sekali ada pergantian aturan besarlah kata-katanya gitu, katanya gitu. Nah, jadi ya udah mulainya paling pas kemarin Februari 2022 dalam waktu 2 tahun kita harus kejar. kejar itu dalam arti bukan bangunan jadi, tapi klaim sudah tidur di jadi termasuk semua furniturnya, semua AC, air tuh listrik sudah harus jalan semua. Begitu. Jadi itu memang challenge-nya di sana. Nah, padahal untuk kita finishing kita tuh butuh banyak approval loh. Contoh untuk opening yang tadi saya ceritakan opening harus ada aturan tertentu, harus dicek satu-satu pakai meteran khusus itu ya. Jadi ya yang lumayan challenging itu memastikan bahwa enggak ada revisi gitu. Karena kalau klien sudah tinggal istilahnya pamali kalau ada bongkar-bongkar lagi. Iya ya. Jadi desain proses sekitar 10 bulan dan desain eh dan construction-nya sekitar hampir 2 tahun. 2 tahun lah kira-kira. Cuman desain proses ada sambil jalan sih sebenarnya untuk mempersingkat waktu itu. Jadi desain prosesnya sambil jalan. Budget pembangunan ini kira-kiranya sih sekitar mungkin R,5 juta sampai R8 juta per meter ya. Per meter ya? 7,5 sampai R8 juta per me. Itu ee tahun berapa? Mulai konstruksi tahun 2022. Jadi itu kan konstruksi 2022 itu berarti kan Februari itu strukturnya ya sipilnya. Kalau harga finishing-nya ya berarti sebenarnya tahun 2023 ya. Karena kan setelah kita membuat fisiknya terus masuk ke fase finishing kan ya itu untuk periode itu sekitar 7,5 sampai R8 juta per me. Hm. Ee berarti kalau misalnya teman-teman nih pengin lihat karyanya Bapak di yang lain kira-kira bisa di mana nih Pak? Oh ya bisa dilihat di IG saya di @osara gitu bisa dilihat @ Osara ya. Oke, langsung aja teman-teman bisa lihat dan juga kalau mau nanya-nanya lebih lagi jangan lupa untuk komen komen di bawah, like, share, dan juga subscribe supaya enggak [musik] ketinggalan episode berikutnya. Bye bye. Yeah.

Lihat di YouTube