Jungkat

Super Enteng Spek GACOR, Harga Anti Tekor! - Axioo Hype-R X8 OLED (YouTube Video)

  • 23/10/2025

Seri hype dari Axio cukup sering bikin hype di market entry level karena punya performa, upgradability, dan garansi yang oke di kelasnya. Tapi Hype R yang satu ini bahkan bisa bikin orang yang sebelumnya enggak betah bawa laptop jadi suka bawa laptop mana-mana. [Musik] Apa itu Hype R? Bagi yang belum lihat review Axio Hype R sebelumnya, ini adalah laptop ultra ringan berlayar oleh Jagoan Axio. Beratnya enggak nyampai 1 kilo berkat chesis magnesium alloy di semua sisi. Suatu konstruksi yang dulu cuma dimiliki ultra book belasan juta ke atas. Karena ini bahan metal yang lebih mahal dari aluminium alloy. Namun laptop ODM mainstream pun sekarang bisa punya material sepremium ini. Meski dari segi finishing tetap minimalis ya kayak Axio Hype series pada umumnya. Hype RX8 ini adalah refresh versi AMD Ryzen 7 6000 series. Jadi kita bisa expect kenaikan performa drastis dibanding Core i3 atau i5 Gen 12. Mau dipakai ngantor, kuliah, atau ngonten, ini laptop enak dan enteng banget dibawa di tas lempang atau toback. Ditambah enggak perlu bawa casan khusus laptop. Sebelum bahas performaat, tentu kita mau rekap soal fitur-fiturnya dulu. Fitur unggulan pertama adalah layar OLED full HD 16 bajam dan terang. sebuah tren yang welcome di brand-brand laptop lokal harga 7 sampai R jutaan. Warna dan kontras bagus, hitem pekat, respon time super cepat. Intinya kalau udah bosan nonton drama atau anime di layar IPS, ini bisa jadi opsi laptop OLED pertama kalian yang at the same time juga ideal dipakai ngerjain konten-konten visual. Bisa dilihat bezel kiri kanan atas termasuk tipis, ada webcam HD, tapi sayang belum ada Face ID atau fingerprint sensor buat login biometric. Untungnya koleksi port lengkap, ada satu USBC 3.2 gen one data only, combo audio jack, dan USBA 3.2 gen one di sisi kanan. Lanjut kiri ada slot gembok HDMI 1.4. Enggak cuma satu, tapi ada dua USBC 3.2 full function. Jadi, ada data, power, dan video. Total tiga port USBC yang ngejamin kalian enggak akan kekurangan port untuk sehari-hari. WiFi udah WiFi 6. Oke, saatnya kita bahas si AMD Ryzen 7 Pro 6850U. Pada dasarnya ini chip class flagship seri U laptop tipis dan ringan di zamannya punya 8 core 16 rate Zen 3 plus dengan IGP radion 680 M lebih kencang dari merek sebelah yang pakai Ryzen 5 7535 HS dan dia punya tambahan beberapa manajemen feature yang terintegrasi Microsoft Pluton karena ini chip seri Ryzen Pro yang sebenarnya dijual untuk kalangan enterprise. APU ini didukung RAM DDDR5 solder dual channel 16 gig dan SSD 512 gig 1 cc upgradable. Jadi kalau mau di-upgrade SSD yang dual sided atau dua cc, sayangnya enggak muat. Dibanding Ryzen 5 7535 HS yang keluaran lebih baru, Ryzen 7 ini masih menang secara multicore karena punya core lebih banyak. Jadi bisa dibilang lebih cespleng buat kalian yang senang multitasking di workload sehari-hari. Di sisi rendering pun kombinasi CPU dan iGPU-nya bisa lebih kencang di dalam body laptop yang more or less sama. Radeon 680 M ini jujur aja masih cespleng. Jalanin Steller Blade no problem di resolusi native. Sebuah upgrade ideal kalau sebelumnya kalian pakai Radion RX Vega 8 atau Intel Iris XE series generasi 13 ke bawah. Dibantu FSR dan settingan low harusnya bisa ngelibas hampir semua game modern layaknya handheld berisi Ryzen Z1 series. Apalagi buat iseng main Dota misalnya jelas no problem. Cooling sangat simpel. Hanya ada satu kipas satu heat sink yang buang ke exel nyambung ke dua heat pipe. Dan untungnya itu cukup kok mengingat ini APU seri U yang enggak terlalu panas tapi tetap enggak didesain buat render atau gaming terus-terusan karena setelah nyalain game setengah jam ini suhunya bisa tembus 42 derajat Celcius di bagian tengah keyboard tetapi di UCC WASD enggak sepanas itu. Dari layout keyboard belum berubah. Backlit tiga tingkat putih, enggak ada kolom khusus page up, page down home dan end. Tapi tombol power seperti biasa pisah. Sayang belum ada fungsi FN lock maupun tombol copilot di sini. Touchpad normal tapi menurut kami agak alot diklik. Speaker stereo normal dan daya tahan baterai oke kok sekitar 10 jam playback YouTube di mode battery saver. Jangan lupa charger bawan udah USBC 65 watt, jadi sekalian bisa dipakai ngecas HP bahkan bisa sharing power bank. In the end, apakah Hype RX8 ini bisa dibilang laptop paling cespleng di harga mepet Rp9 juta? Jujur, ada tiga hal yang jarang dimiliki laptop-laptop brand global di segmennya. Secara performa, APU Ryzen 7 di sini agak di atas rata-rata laptop di bawah R jutaan lainnya yang biasa masih pakai Ryzen 5 atau Core i5. Syukur-sukur laptopnya bisa punya body aluminium, sedangkan Hype R udah dari magnesium alloy yang kuat sekaligus ekstra ringan. Ketiga, layar OLED plus Ryzen 7 di harga segini itu bisa dibilang anomali di mana saingannya cuma WordPless air bahkan pakai chesis ODM yang sama. Tapi APU-nya belum sekencang laptop ini dan belum termasuk garansi ADP. Percaya deh, dengan laptop seringan dan sepi, di harga ramah kantong, makin minim alasan untuk enggak bawa laptop ke kampus, kantor, dan ke manapun. Apapun kerjaan yang kurang nyaman dikerjain di HP tinggal keluarin Hype R. Hehe. Itu dulu aja dari kami. Please mendang mending di bawah. Gue Mike. Sampai jumpa di next video

Lihat di YouTube