Jungkat

Super Kencang tapi Tetap Adem! Cocok Jadi Alternatif OMEN MAX? Review HP OMEN 16 (AP0999AX) (YouTube Video)

  • 28/01/2026

Menurut SP laptop gaming yang satu ini ada di kelas menengah, tapi performanya ngebut banget kayak kelas atas. Karena laptop ini pakai prosesor AMD Ryzen 9 8940 HX dengan 16 skore 32 trad. Diskit graphicsnya pakai Nvidia GeForce RTX 5060 laptop. Jadi cukup kekinian ya. Menariknya dari pengujian kami su kerjanya bisa tetap aman walaupun performanya enggak main-main. Selain itu, dia punya layaran cukup lega ya 16 inci dengan refresh rate 165 Hz. Desainnya simpel tapi keren. Mau dipakai buat gaming atau kerja profesional masih cocok. Ini adalah HP Omen 16 ya. HP Omen 16 menurut HP yang saat ini dihadirkan bagi yang ingin punya laptop gaming dengan performa tinggi tapi budgetnya belum sampai ke seri Omen Max. Tapi tahu kan laptop Omen Max waktu itu kita udah pernah bikin loh video review-nya. Kalau belum tahu, wah berarti kelewat nih. Karena mungkin kalian belum subscribe ya, jadi tahu dong harus ngapain. Oke, balik lagi ke laptop yang satu ini. Emangnya benar nih performanya cukup tinggi sesuai yang dijanjikan sama si HP. Oke, sekarang langsung aja kita bahas laptop gaming yang satu ini mulai dari spesifikasi utamanya. Untuk prosesor dia pakai AMD Ryzen 9 8940HX. Code name-nya Dragon Range. Fabrikasi TSMC 5 nanmfet. Arsitekturnya adalah Zen 4. Default TDP-nya 55 watt. Dia punya total 16 skore 32 trad. Maksimum boost clock-nya up to 5,3 GHz. Integrated graphicsnya pakai AMD Radion 610M dengan dua graphic score. RAM-nya 24 GB DDR5 5200 MHz. Ini konfigurasinya single channel ya, belum dual channel. Tapi tenang, karena dia punya dua slot SODIM jadi bisa di-upgrade ke dual channel dengan mudah. Kapasitas storage-nya adalah 1 TB SSD MD.2 NVM PCI Gen4 dan masih tersedia satu slot SSD M.2 tambahan lagi. Jadi kalau dirasa kurang kita bisa upgrade tanpa perlu ganti SSD yang sudah terpasang. Catatannya untuk slot tambahannya ini itu ditujukan untuk SSD M2 yang ukurannya 2230 alias yang pendek ya. Nah, untuk diskit graphicsnya dia pakai Nvida Geforce RTX 5060 laptop GPU. Ini pakai arsitektur blackwell yang terbaru. Performance AI-nya up to 572 tops. Total dia punya 3.328 kuda Corse. Untuk kapasitas RAM-nya ada di 8 GB GDDR7. Maksimum TGP-nya up to 115 watt. Dia dilengkapi dengan trade tracing course generasi keempat dan tensor CE generasi kelima. Tentunya yang satu ini sudah support resizable bar juga. Di software Omen Gaming Hub itu terdapat menu yang dapat digunakan untuk mengubah mode GPU yang digunakan dengan tiga opsi yaitu discret, hybrid, dan integrated graphics only. Nah, untuk konektivitas dia pakai modul wireless dari Realtech. Ini udah support WiFi 6 dan Bluetooth versi 5.4. Untuk baterainya kapasitasnya ada di 70 wat hour. Untuk OS dia pakai Windows 11 Home. Nah, bodinya ini form factornya adalah clim shell atau laptop classic. Dan materialnya untuk hampir keseluran body laptop ini menggunakan bahan ocean bound plastik atau plastik daur ulang dari lautan ya. Hanya bagian alasnya saja yang menggunakan campuran metal. Tapi meskipun dominan menggunakan material daur ulang, kualitas dan ketahanan materialnya tetap dijamin kokoh layaknya material bukan daur ulang. Untuk warnanya ini shadow black ya hitam lah itu ya. Nah, untuk desain laptop Omen 16-nya tentunya menggunakan desain khas laptop Omen keluaran baru yang simpel tanpa pernak-pernik gaming yang menonjol pada bagian cover atasnya. Jadi, masih sangat cocok kalau mau digunakan untuk meeting atau kerja kantoran. Nah, di area touchpad ini ada angka 016 layaknya laptop yang lain yang menandakan ukuran laptopnya dan terdapat tex omen di bagian cover atas laptop. Untuk dimensinya panjang 35,75 cm, lebar 26,9 cm, dan ketebalannya ada di 2,54 cm untuk sisi paling tipis. 2,61 cm di sisi paling tebalnya. Untuk bobot laptopnya aja di 2,35 kg dan chargernya 610 gr. Ini adalah charger 230 wat. Jadi total bobotnya kalau dibawa-bawa dengan charger adalah 2,96 kg. Nah, untuk layarnya ini panel IPS ukuran 16 inci. Resolusi layarnya di 1920 * 1200 pikel. Aspek rasionya tentunya jadi 16 bing 10 ya. Refresh rate-nya up to 165 Hz dan sudah mendukung fitur dynamic refresh rate dari 60 sampai 165 Hz. Response time-nya ada di 3 MS. Menurut HP, layar laptop ini punya tingkat cecerahan di 400 Nits dan kelar gambutnya 100% sRGB. Nah, kalau dari pengunjian kami, tingkat cecerahannya itu maksimum bisa mencapai 430 nitz. Lalu untuk gamut covers-nya ada di 99,1% sRGB dengan gambut volume di 105,9% sRGB. Jadi untuk kegiatan content creation pun ini sudah aman ya. Layar ini pakai permukaan antiglare atau matte. Jadi dia nyaman digunakan tanpa banyak pantulan bayangan atau cahaya yang mengganggu. Sayangnya meskipun desain Excel-nya ada di atas body utama laptop, layar laptop ini masih belum bisa dibuka hingga 180 derajat. Nah, untuk bingkai layar di sisi kanan dan kirinya tergolong tipis. Sementara untuk bingkai atas memang agak sedikit tebal ya, karena ada kamera dan mikrofon di area tersebut. Kamera laptop ini punya resolusi 1080p bisa 30 fps. Sementara untuk mikrofonnya itu ada di sisi kanan dan kiri kamera seperti laptop lain pada umumnya. Tentunya mikrofon yang satu ini sudah dilengkapi dengan fitur noise cancelling. Untuk atas kamera dan mikrofonnya seperti ini ya. Oke, sekarang kita lagi di studio untuk menguji kualitas kamera dari HP Omen 16 yang satu ini. Untuk resolusinya ini dia maksimal sampai 1080p 30 fps ya. Untuk penerayaan di sini kita menggunakan lampu studio jadi pencahnya lumayan terang dan untuk hasilnya di sini bisa dilihat gambarnya juga cukup terang. Detail-nya oke dan juga noise-nya minim. Oke, sekarang kita lagi di studio untuk menguji kualitas mikrofon dan noise cancelling dari HP Omen 16 yang satu ini. Di sini kita mengatur kecepatan kipas laptop ke 100% untuk mensimulasikan suara berisik dari kipas laptop. Dan bisa didengar di sini suara saya bisa terdengar dengan jelas, sedangkan noise dari kipas laptop bisa dired. Oke, untuk audionya laptop ini menggunakan konfigurasi dua buah speaker yang terletak di kanan kiri dan mengarah ke alas laptop. Kualitas suaranya bisa dibilang standar aja sih sebetulnya ya dengan bagian mid yang terasa agak dominan dan sayangnya volume suara terasa agak sedikit kurang lantang menurut kami. Oke untuk konektor di kiri ada satu USBA 3.2 Gen 1 yang 5 Gbp, ada satu USBC 3.2 gen 2 10 GBPS yang sudah mendukung display port dan power delivery. Lalu ada satu audio combo jack 3,5 mm. Di sisi kanan ada satu USBA 3.2 Gen 1, 5 GBPS dan di belakang ada 1 DC in 1 Ethernet port 1 HDMI 2.1 USBA 3.2 Gen 2 10 GBPS. Nah, untuk keyboardnya ini berbeda dengan Omen Max dan Omen Transend yang pakai keyboard dengan desain latisless. Yang satu ini masih pakai desain yang mirip dengan seri Omen 16 yang sebelumnya. Keyboardnya dirancang oleh HyperX dan sudah mendukung teknologi 26 key rollover anti ghosting. Jadi cocok banget kalau dipakai buat gaming. Keyboardnya dilengkapi dengan backlit warna putih dengan dua tingkat kecerahan yang bisa diatur lewat kombinasi tombol function plus F4. Dipakai untuk mengetik terbilang nyaman yang satu ini ya dengan switch yang tergolong soft dan silent juga. Untuk tombol anak panah atas dan bawahnya di punya ukuran setengah dibandingkan tombol lainnya. Nah untuk touchpad ini ukurannya 12,5 * 8 cm yang mirip dengan kebanyakan laptop dari seri Omen lainnya. Letaknya cenderung agak melebar ke kanan dari tombol space bar. Untungnya di sini ada fitur palm rejection ya. Jadi kursor tidak bergerak saat area touchpad itu kesenggol telapak tangan. Laptop ini menggunakan sistem pendingan aktif dengan konfigurasi dua buah kipas dan empat buah heat pipe intake dari bawah dengan lubang pembuangan udara ke belakang dan ke samping. Untuk lubang pembuangan udara yang menghadap ke belakang ini tidak mengarah ke layar laptop ya karena layar dan exel-nya berada di atas body utama laptop ini. Oke, sekarang kita masuk ke dalam aspek performa. Seperti biasa, kita menemukan pengaturan performa pada software Omen Gaming Hub dengan opsi echo, Balance, Performance, dan Unleash, ya. Nah, di mode unleash ini kita bisa mengatur beberapa pengaturan lanjutan seperti smart performance gain, maximum batery drain, maximum casis temperature dan lain-lain. Untuk kecepatan kipas juga dapat kita atur dengan tiga opsi, yaitu auto, max, custom, atau manual. Sekarang ber lihat konsistensi performansnya pakai SBZ R23 stability test kita looping selama setengah jam. Untuk skor maksimalnya di mode balance dengan kecepatan kipas di auto, skor tertinggi mencapai 25.953 poin. Sedangkan di mode unlist dengan kecepatan kipas maksimum, skor bisa didorong lebih tinggi hingga 30.988 poin. Kemudian untuk skor yang bisa dipertahankan di mode balance, skor ada di kisaran 24.700 sampai 24.900-an poin. Sementara di mode unlist skor ada di kisaran 30.100 sampai 30.000. 1300-an poin. Nah, untuk suhu kerjanya di mode balance SUC CPU itu rata-rata ada di kisaran 72 derajat celcius di awal loop dan ada di kisaran 78 derajat celcius di akhir loop. Jadi terkendali sepenuhnya di bawah 80 derajat celcius sepanjang pengujian. Nah, kalau di mode unleas, suhu CPU itu rata-rata ada di kisaran 75 derajat celcius di awal loop dan ada di kisaran 78 derajat celcius juga di akhir loop. Jadi juga bisa dikendalikan sepenuhnya di bawah 80 derajat celcius sepanjang pengujian. Nah, karena suhu antara mode balance dan unlist ini gak beda jauh, untuk pengujian berikutnya kita akan pakai mode unlist dengan fan di maksimum aja agar tampil tuh performa maksimumnya. Oke, kita mulai dari Blender 4.5.3 dengan barbershop render test yang berat ini ya. Untuk CPU render selesai dalam waktu 12 menit 44 detik. Untuk GPU render dengan kuda 3 menit 16 detik. Nah, untuk suhu kerja saat melakukan GPU renter dengan kuda, suhu CPU rata-rata dari kesaran 70 derajat Celcius sepanjang pengujian, tapi sempat spike sekali aja ke 83 derajat Celcius. Sementara untuk GPU itu sangat-sangat aman di kisaran 50 sampai 60 derajat Celcius saja. Untuk Adobe Premier Prosisi 2025, kita pakai video dengan durasi 2 menit 7 detik seperti biasa dan hasilnya untuk 4K60 video export software only itu butuh waktu 9 menit 51 detik. Kalau kita pakai kuda ya kencang dong 1 menit 46 detik. Kalau resolusinya ke 1080p 60 fps, video exportingnya dengan software Oni butuh waktu 2 menit 22 detik. Sementara dengan kuda kencang banget di 31 detik. Nah, untuk su kerjanya pesan melakukan 4K60 video export GPS pakai kuda ya. Susip itu ada di kisaran awal tuh 58 derajat celcius dan pelan-pelan naik sampai ke 70 derajat celcius hingga akhir proses eksporting. Sementara untuk suhu GPU ada di kisaran 50 derajat celcius di awal proses dan perlahan naik hingga 60 derajat celcius di akhir proses eksporting. Jadi lagi-lagi sangat terjaga dengan aman sekali. Lanjut untuk Dafin Vinci Resolve 19.1. Software video editing kelas profesional tapi ini versi gratisnya yang kita pakai ya. Kita pakai durasi yang sama videonya. Nah, untuk 4K 60 video exporting itu butuh waktu 3 menit 15 detik. Sementara untuk 1080 60 fps butuh waktu hanya 52 detik saja. Nah, suhu kerjanya pada saat melakukan 4K video export di awal itu ada di kisaran 60 derajat celcius untuk CPU-nya dan pelan-pelan naik sampai ke 80 derajat celcius di akhir proses ekspor. Sementara untuk suhu GPU itu mirip dengan pujian sebelumnya ya. Ada di kisaran 50 derajus di awal proses dan perlahan naik hingga 60 derajat Celcius di akhir proses eksport. Oke, sekarang kita kalau kita pakai CapCut. Durasi videonya masih sama lagi. Untuk 4K 60 video exporting butuh waktu 47 detik saja. Sementara untuk 1080p 60 fps hanya butuh 22 detik saja. Untuk suhu kerjanya pasal melakukan 4K video export, CPU sempat naik di awal proses hingga 80 derajat celcius, lalu sempat turun ke 70 derajat Celcius. Kemudian di akhir proses eksport dia naik lagi tapi cuma sampai 83 derajat Celcius. Sementara untuk SUG GP-nya ini masih mirip-mirip aja dengan yang sebelumnya ya. diaran 50 derajat celcius di awal proses hingga 60 eksporting. Oke, karena ini laptop gaming tentunya kita harus adakan pengujian gaming dan hasilnya adalah seperti ini. [musik] Nah, di game terakhir ini Assassin's Creed Miras ya. Kita jalankan selama setengah jam suhu CPU dari kisaran 78 sampai 81 derajat Celcius sepanjang pengujian. Lalu untuk SU GPU terkendali di 69 sampai 71 derajat celcius sepanjang pengujian. Jadi ini masih aman terkendali ya. Nah, untuk permukaan laptopnya titik terpanas ada di bagian atas keyboard dengan suhu 45 derajat Celcius. Untuk area kanan keyboard suhu terpanas ada kisaran 34 sampai 35 derajat celcius. Lalu untuk bagian tengah keyboard suhu terpanas ada di dekat Roki ya dengan suhu sekitar 39 derajat Celcius. Sementara untuk area kiri suhu terpanas ada di kisaran 33 sampai 34 derajat Celcius saja. Sementara untuk palmres itu aman sekali. suhunya ada di bawah 30 derajat Celcius. Ingat ya, ini suhu ketika main game Triple A dengan setting yang tinggi. Kalau sekedar untuk browsing, nonton film, atau aktivitas yang lainnya, su permukaannya pasti lebih rendah dari ini ya. Secara umum untuk laptop dengan performa yang kencang seperti ini, su kerjanya relatif cukup adem ya menurut kami ya. Nah, terkait gaming, laptop ini juga punya fitur Omen AI seperti di Omen Max 16 yang pernah kita bahas sebelumnya. Menurut HP, Omen AI ini secara otomatis mampu meningkatkan frame rate saat main game dengan mengoptimalkan setting Windows dan game berdasarkan spek laptop gaming HP Omen yang kita gunakan. Nah, fitur Omen AI ini bisa diakses melalui Omen Gaming Hub. Cara pakainya enggak ribet kok. Kita cukup menginstal game yang didukung oleh si Omen AI, lalu langsung tekan sebuah switch di aplikasi Omen Gaming Hub untuk mengaktifkannya. Tentunya ini sangat mudah sekali terutama untuk pengguna awam yang ingin menikmati game yang lebih kencang tanpa perlu ada pengaturan-pengaturan yang rumit. Tapi perlu diperhatikan ya bahwa saat ini aplikasi Omen AI ini masih dalam tahap beta dan hanya mendukung judul game tertentu saja. Jadi enggak semua game bisa ditekankan frame rate-nya dengan menggunakan Omen AI. Beberapa game yang sudah didukung oleh Omen AI seperti misalnya Dota 2, Valoran, PUBG Battlegrounds, Rainbow Six Siege X, Apex Legends, Overwatch 2, dan lain-lain. Beberapa game terbarunya nanti juga akan didukung oleh si Omen AI ini seperti misalnya Battlefield 6 dan Borderlands 4 misalnya. Di sini kita akan coba pakai game Dota 2 dan juga Valoran untuk perbandingan ketika Omen Atif dan tidak aktif. Nah, di Dota 2 dengan setting graphics yang sama ketika Omen Atif itu frame rate-nya bisa naik lebih tinggi sekitar 10% dibandingkan kalau tidak diaktifkan. Sementara untuk Valoran dengan setting graf yang sama hasilnya tidak jauh beda nih ketika Omen AI itu diaktifkan maupun tidak aktif. Jadi bisa aja fiturnya efektif bisa juga tidak. Tapi ingat fitur ini masih dalam tahap beta menurut kami sih wajar-wajar aja ya kalau belum maksimal-maksimal amat. Semoga ke depannya fitur ini bisa dikembangkan agar lebih baik lagi dan makin banyak game yang didukung oleh fitur yang satu ini. Oke, kita lanjut ke storage testnya ya. Dengan Kristal Desma kita dapatkan bahwa kecepatan baca SSD-nya ada di 7.211 MB/ dan tulisnya 5.702 MB/s. Untuk SSD PC Gen 4 ini sih udah kencang banget ya, terutama untuk kecepatan bacanya yang bisa melampaui 7.000 Mbps. Oke, sekarang kita lanjut dengan pengujian baterai. Seperti biasa berarti sekitar set ke 150 nit dengan setting refresh default aja ya 165 Hz dan volume di 25%. Untuk mode GPU tetap di hybrid dan mode performa di balance dan kecepatan kipas otomatis aja. Hasilnya saat digunakan untuk lokal video playback 1080p, baterai habis setelah 5 jam 31 menit. Lanjut untuk charging testnya. 30 menit pertama baterai terisi sudah di 51%. Sementara untuk mencapai 100% kita butuh waktu 2 jam 12 menit. ini masih sesuai dengan standar yang kita harapkan dalam pengujian kami. Nah, untuk harganya laptop yang satu ini dijual di harga Rp25.499.000. Tentunya dia sudah dapat Microsoft Office Home and Student 2024. Lalu ada garansi 2 tahun lengkap dengan garansi accidental damage protection selama 2 tahun juga. Accidental damage protection ini meng-cover segala kerusakan yang disebabkan oleh ketidaksengajaan pengguna, termasuk jatuh enggak sengaja, ketumpahan air, corleting listrik. Sementara untuk kerusakan yang tidak dicover itu adalah korosi, kena cairan berbahaya, bencana alam, kecelakaan, dicuri atau hilang. Nah, ini enggak bisa ya. Nah, klaim ADP itu bisa dilakukan dengan membawa unit laptop beserta KTP dan invoice pembelian ke service center terdekat. Untuk info lebih lengkapnya, langsung cek aja di kolom deskripsi. Kita langsung masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, RAM bawaannya ini masih single channel. Untungnya ada satu slot Sodim yang tersedia untuk upgrade RAM. Dan oh ya perlu diperhatikan pengujian tadi semua di single channel loh. Kalau dua channel wah bisa lebih monster lagi performanya ya. Kemudian ada dua slot M.2 untuk SSD tapi yang terbuka itu SSD-nya M.2 yang 2230. Jadi ini bukan bentuk M2 yang paling umum yang kita bisa jumpai. Kemudian untuk speaker ini rasanya agak kurang lantang aja. Nah dari s menariknya prosesornya kencang nih AMD Ryzen 98940HX yang punya 16 skore 32 trad. mau dipakai untuk editing, gaming atau yang lain-lain udah bisa bangetlah motivitasinya bisa diandalkan banget. Skerja juga aman walaupun performanya kencang. Disk GPU udah pakai RTX 50 series jadi udah kekinian banget. Pengaturan performanya ini lengkap di Omen Gaming Hub. Layarnya juga lega ya 16 inci dan refresht dynamic sampai 165 Hz. RAM dan SSD jelas ini masih upgradable. Desainnya juga simpel tapi keren. Bisa diajak jadi laptop profesional tapi diajak gaming juga bisa. Konektor juga cukup lengkap. Garansinya itu udah 2 tahun lengkap dengan accidental damage protection. Jadi pertanyaannya, laptop gaming 1 ini cocoknya buat siapa? Ya, HP Omen 16 ini jelas cocok buat kalian yang mencari laptop gaming dengan performa tinggi yang siap buat berbagai kebutuhan. Buat gamer yang pengin main game trip E terbaru dengan setting tinggi ini udah siap banget ya. Lalu buat kebutuhan content creation ini juga cocok. Buat editing video 4K, buat render 3D ya ini bisa jalan lancar dengan suhu yang tetap terkendali. Desainnya juga simpel, enggak terlalu gaming banget. Jadi, masih cocok mau dipakai untuk kerja profesional. Enggak malu-maluin lah kalau ketemu klien. Nah, lalu apakah laptop ini beneran cocok buat jadi alternatif si Omen Max? Menurut kami sih cocok-cocok aja, tapi ada beapa cetaan kecil seperti RAM bawaan my single channel dan kuota speaker yang levelnya memang beda dibandingkan Omen Max. Terlepas dari itu semua, kalau yang dicari adalah laptop gaming dengan performa kencang, suhu kerja aman, desain keren, dan punya garansi ADP 2 tahun, rasanya laptop ini sangat layak untuk dipertimbangkan.

Lihat di YouTube