Super Ringan, Super Irit dan Tetap Kencang! Kok Bisa? Review Acer Swift Edge 14 AI (YouTube Video)
Ini adalah laptop 14 inci premium super ringan dari Acer. Bobotnya cuma 975 gr saja. Performanya juga jelas kencang ya karena udah pakai Intel Core Ultra Processor 200V series yang punya NPU di atas 40 tops. Pastinya satu ini juga sudah memenuhi syarat copilot plus PC dan punya sertifikasi Intel Evo. RAM-nya langsung 32 GB LPD dari 5X super lega, super kencang. Dan ini yang kami suka ya. Layarnya pakai panel OLED 2,8K 120 Hz, 100% DC IP3 dengan Corning Gorilla Mate Pro. Jadi aman dari pantulan cahaya ya. Ini adalah Acer Swift Edge 14 AI. Ya, buat kalian yang ngikutin perjalanan kami saat ke Comutex 2025 yang baru lalu pasti udah enggak asing dengan laptop yang satu ini. Ya, saat itu kita sudah pernah bahas secara singkat atau preview ya, bikin preview dari laptop ultra portable yang satu ini. Nah, yang ini disebut Acer sebagai the world's first OLED laptop with Corning Gorilla Mate Pro. Karena bobotnya yang super ringan, laptop ini ditunjukkan untuk kalangan solo preneers ya, travel dan bisnis profesional dengan mobilitas tinggi yang selalu membutuhkan sebuah laptop yang super ringan tapi performanya harus kencang dan daya tahan baterainya harus mumpuni. Oke, sekarang kita lihat spesifikasi utamanya ya. Untuk prosesor dia menggunakan Intel Core Ultra 9 prosessor 288V. Uh, ini kencang banget nih ya. Mentok nih ya. Code name-nya adalah Lunar Lake. Littografinya TSMC N3B. base power-nya 30 wat. Dia punya total 8 core yang terdiri dari 4 performance core dan 4 low power efficient core. Base frekuensin-nya di 3,3 GHz dan maksimum turbo frekuensi di 5,1 GHz. Untuk kapasitas Intel smart cas-nya ada di 12 MB. Untuk NPU-nya pakai Intel AI Boost. Nah, karena ini pasar lunar Lake, NPU-nya punya performa up to 48 tops. Kencang nih ya. Kalau kita gabungkan performa CPU dan IGP-nya, total performanya untuk AI itu bisa mencapai 120 tops. Uh. Uh, luar biasa. Nah, untuk integrated graphicsnya dia pakai Intel Arc Graphic 140V. Ini pakai 8X Corse dan tentunya sudah support Codex hingga H266 untuk decode-nya. Konfigurasi RAM-nya 32 GB LPDDR 5X8533, dual channel 128 bit. Ini prosesor yang RAM-nya itu embededor. Jadi, memang enggak bisa di-upgrade. Bukan karena kita harus cabut solderan. Enggak. Bukan nempel di prosesor RAM-nya nih ya. Tapi udah 32 GB dan kencang banget. Jadi ya udah okelah ini ya. Untuk storage dia hingga 1 TB SSD M.2 NVM PCI Gen 4. Konektivitas wireless-nya pakai Intel Killer WiFi BE1750i ini udah support WiFi 7 dan Bluetooth-nya versi 5.4. Untuk baterainya ada di 65 watt hour OS pakai Microsoft Windows 11. Tentunya yang satu ini juga memenuhi syarat dari Copilot Plus PC yang menawarkan instant creativity, multiday battery life dan offline AI. Nah, untuk body form factornya adalah climell atau laptop klasik biasa. materialnya ini pakai magnesium aluminium alloy. Nah, kalau udah pakai magnesium ini biasanya tetap kokoh walaupun dia bisa tipis dan ringan. Untuk warnanya ini namanya adalah pearl white. Nah, untuk desain laptop ini memiliki desain yang simpel, premium, dan elegan khas seri Swift. Di bagian cover atas laptopnya ini ada desain mirip seperti huruf S dari Swift mungkin ya yang melambangkan speed slick dan profil yang ultra slim ya SSS gitu ya. Nah, desain ini juga terinspirasi dari susunan pita kotak kado. Nah, di area touchpad terdapat semacam AI indicator light yang menyala saat fitur AI-nya aktif. Laptop ini juga punya durabilitas yang mumpuni ya dan diklaim sudah lolos uji standar ketahanan militer military standar 810H. Untuk dimensi panjangnya 31,3 cm, lebar 22,9 cm, dan ketebalannya 0,93 sampai 1,66 cm. Untuk bobot menurut Acer bobotnya untuk yang laptop 14 inci ini ada di 990 gr. Tapi waktu kita timbang ternyata cuma sekitar 975 gr doang ya. Ini bahkan lebih ringan dibandingkan klaimnya Acer nih. Padahal kita belum cabut stiker-stikernya nih ya. Biasanya kalau mau tahu bobot asli itu cabut dulu stiker-stikernya tuh. Karena 3 EMP stikernya 1 gr tuh biasanya tuh ya. Oke untuk charger ada di 225 gr. Ini adalah charger 100 watt dengan konektor USB type C. Sayangnya chargeran satu ini punya desain dua bagian dengan kabel yang tebal. Jadi agak kurang praktis aja kalau mau dibawa-bawa. Tapi ya tenang ya, kita bisa dengan mudah mengganti charger bawaannya dengan gun charger yang lebih praktis dan ringan. Untuk total bobat dari laptop dan charger bawaannya adalah 1,23 kg. Biasanya kan bobot segini tuh baru untuk laptopnya aja dan itu udah dibilang ringan. Nah, kalau ini laptop dan charger. Jadi ini termasuk ringan sekali. Oke, untuk display ini yang kami suka banget ya. Laptop ini pakai panel OLED ukuran 14 inci. Nah, menariknya kalau biasanya laptop dengan layar OLED itu punya permukaan glossy. Yang satu ini matte permukaannya ya. Ya, permukaannya pakai Corning Gorilla Glass Mate Pro. Jadi dia tidak memantukan bayangan-bayangan atau cahaya yang bisa mengganggu. Layarnya disebut punya resolusi 3K atau tepatnya sebetulnya 2880 * 1800 piksel dengan aspek rasio di 16 b. Untuk refresh rate ini bisa mencapai 120 Hz. Menurut Acer tingkat keceraannya ada di tingkat 340 nits dengan kelar gambut di 100% di CP3. Nah, kalau kami uji tingkat cecaran maksimumnya di mode SDR itu sudah mencapai 388 nits. Sedangkan tingkat cecaran maksimum di mode HDR itu bisa mencapai 643 nitz. Tinggi banget ya. Sementara untuk gamut coverage-nya ada di 100% DC IP3 dengan gamut volume di 115% DCP3. Layarnya sudah punya sertifikasi Vesa Display HDR 500 True Black dan disertifikasi juga untuk ISF 2.0. Satu lagi yang menarik ya, layarnya sudah mendukung fitur touch screen. Jadi ini nyaman digunakan saat ingin scrolling-scrolling dokumen, zoom in, zoom out. Nah, gampang bisa pakai layar aja langsung ya. Nah, layarnya juga bisa dibuka sampai 180 derajat. Jadi, ini akan memudahkan kalau kita mau menampilkan isi layar ke lawan bicara yang ada tepat di depan kita. Excel seperti ini juga akan meminimalkan kemungkinan kerusakan yang biasanya terjadi kalau enggak sengaja layarnya kedorong gitu ya, kesenggol gitu. Oke, untuk kameranya ini resolusinya adalah 1080p 30 fps dengan fitur Acer temporal noise reduction solution. tentunya kamera satu ini sudah mendukung berbagai fitur Windows Studio Effect seperti background effect, auto framing, dan contact juga. Selain itu, kamera ini juga sudah mendukung fitur Acering. Nah, ini kalau diaktifkan ya, laptop secara otomatis akan melakukan locking saat kita menjauh. Dan kalau kita mendekat, ya dia akan otomatis melakukan login. Jadi, laptop kita tuh aman dari dilihatin orang pada saat kita tinggalkan dan kalau kita datang dia langsung login lagi. Praktis kan ya jadinya ya dalam penggunaan sehari-hari. Nah, selain itu layar juga dapat dibuat otomatis meredup saat kita sedang tidak menatap layar agar lebih irit baterai. Nah, fitur ini juga bisa mengingatkan kita untuk beristirahat sejenak setelah bekerja beberapa waktu atau memberitahu kalau jarak mata kita tuh terlalu dekat dengan layar. Nah, di sini juga ada kemampuan untuk memindahkan kursor atau window dari aplikasi dengan cepat ke layar tambahan. Cukup dengan memalingkan wajah ke layar tambahan kita. Oke, untuk mikrofon laptop ini menggunakan konfigurasi tiga buah mikrofon yang sudah dilengkapi dengan fitur AI noise cancelling dari Acer Purified Voice 2.0. Wah, ini biasanya mantap banget nih. Dua mikrofon terletak di samping kanan kiri kamera dan satu mikrofon terletak di sisi depan body laptop yang mengarah ke badan pengguna. Untuk atas kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini. Kali ini kita sedang untuk menguji kemampuan canceling dan mikrofon dari laptop 14i yang satu ini. Untuk kemampuan cancel yang sendiri ini bisa dibilang bagus banget ya. Jadi suara saya bisa kedengaran dengan jelas dan suara berisik yang ada di belakang saya ini bisa difilter dengan bersih ya. Ini adalah kamera dari laptop Acer Swift H1Ai. Untuk kameranya sendiri ini dia punya resolusi di 1080p. Jadi kalian bisa lihat sendiri kualitas gambarnya itu bagus, e detail gambarnya masih kelihatan dengan jelas. Dan kalau emang kalian lebih dan kalau memang kalian pengin gambarnya bagus seperti saya sekarang ini, kalian pastikan gunakan kamera ini di ruangan dengan pencahayaan yang cukup. Oke, untuk audionya laptop ini menggunakan dua buah speaker yang mengarah ke alas laptop di sisi kanan dan sisi kiri. Profil suara dan equalizer dapat kita atur melalui software DTS. Untuknya udah terasa cukup ok lah ya meskipun untuk bass itu masih agak kurang di sini. Suaranya juga tergolong lantang, apalagi kalau mengingat bahwa laptop ini punya ukuran yang cukup tipis dan bobot yang sangat ringan. Oke, untuk konektor di sebelah kiri ada 1 HDMI, 1 USB 3.2 gen 2 Thunderbolt 4. Nah, yang mendukung data transfer dengan protokol USB 4, ada power delivery juga display output dengan protokol display port dan penggunaan perangkat Thunderbolt yang lainnya. Untuk sisi kanan di sini ada satu audio combo jack yang 3,5 mm, lalu ada satu USB 3.2 gen one, ada satu Kensington Nano slot. Ini menarik ya, meskipun laptopnya tergolong tipis dan ringan, Acer masih menyediakan konektor yang cukup lengkap dan melimpah di laptop yang satu ini. Nah, untuk keyboard dia pakai keyboard dengan layout khas laptop Swift. Nah, ini spesial di sini ya karena yang satu ini punya warna putih. Acer menerapkan proses three step UV curing sehingga permukaan ini bisa lebih tahan terhadap noda akibat pemakaian. ini seperti we stain resistance di situ. Jadi harusnya untuk jangka panjang dia tetap putih, enggak tiba-tiba menguning gitu ya atau bernoda-noda gitu, enggak. Lalu untuk switch-nya ini tergolong soft dan menurut kami ini terasa sangat nyaman kalau dipakai untuk mengetik. Untuk tombol navigasi seperti page up, page down, home, dan end ini menyatu dengan tombol anak panah dan bisa diakses dengan menekan tombol Fn. Tentunya keyboard-nya juga sudah dilengkapi dengan backlit berwarna putih untuk membantu pengguna saat mengetik di tempat yang gelap. Nah, untuk touchpad laptop ini menggunakan precision touchpad dengan ukuran yang cukup memuaskan ya 12,6 * 7,8 cm. Permukaannya juga dilapis dengan Corning Gorilla Glass. Jadi kalau kita pakai itu jadi bergerak dengan mulus gitu. Untuk posisinya ini cenderung center to body. Jadi memang tidak sejajar dengan tombol space bar. Untungnya terdapat fitur palm rejection. Jadi cusernya itu enggak kelihatan bergerak-gerak walaupun area touchpad itu agak kena tersentuh telapak tangan kita. Nah, untuk sistem keamanannya Acer memberikan sistem keamanan yang cukup lengkap ya di sini ya. Di sini ada infrared kamera yang udah support Windows Hello. Ada juga fingerprint reader yang terintegrasi dengan tombol power. Laptop ini juga diklaim sudah memiliki fitur keamanan Microsoft Pluton coprosessor untuk meningkatkan keamanan dan privasi penggunanya. Oke, untuk sistem pendingin laptop ini dilengkapi dengan dua buah heat pipe dan satu kipas besar untuk mendinginkan komponen internal laptopnya. Menariknya, laptop ini punya fitur dust defender yang akan memutar balik arah putaran kipas setiap kali kita menyalakan laptop dan secara berkala setiap 6 jam. Ini untuk mengurangi penumpukan debu pada kipas. Jadi bisa dibilang laptop ini lebih minim maintenance karena dia bisa membersihkan kipasnya sendiri. Untuk intake udaranya dari bawah dengan lubang pembuangan udara ke arah belakang. Arah pembuangan udara ini tergolong jauh di belakang layar ya. Jadi tergolong amanlah buat layarnya. Oke, kita masuk ke aspek performa. Laptop ini dilengkapi dengan tiga profil performa yang dapat diakses melalui software Acer Sense. Optinya adalah silent, normal, dan performance. Mode performance ini juga dapat diubah dengan cepat menggunakan shortcut function plus huruf F. Nah, kali ini untuk pengujiannya saya serahkan ke Rifki ya. Ya, thank you Mas Dedi buat penjelasan tentang laptopnya tadi. Dan sekarang kita masuk ke pembahasan mengenai performanya. Dan untuk yang pertama seperti biasa kita uji dari konsistensi performanya dulu menggunakan CineBch R23 stability test yang dijalankan selama 30 menit. Untuk skor maksimal yang dapat diraih ini di mode normal skornya mencapai 10.805 poin. Sedangkan di mode performance skornya mampu mencapai 10.827 poin. Jadi ini seperti yang bisa kalian lihat di grafik ya, skornya terlihat sangat mirip dan hampir enggak ada bedanya. Perbedaannya baru terlihat saat kita cek skor yang bisa dipertahankan. Karena di mode normal skornya itu sempat turun ke 4.000 sampai 5.000an poin di run keelima dan keen tapi berhasil naik lagi dan mampu bertahan di kisaran 8.000 sampai 8.100-an poin. Untuk mode performance skornya ada di kisaran 10.100 sampai 10.300-an poin. Jadi ini bisa dilihat kalau mode performance tuh skornya stabil banget ya. kita enggak lihat ada gejala throtling di laptop ini. Lalu untuk suhu kerjanya, saat kita jalankan CineBZ R23 stability test di mode performance, suhu CPU mampu bertahan di kisaran 77 sampai 80 derajat Celcius dengan sesekali spike di awal run yang mencapai 85 sampai 90 derajat Celcius. Ini sih adem banget ya, apalagi untuk sebuah laptop super ringan dengan performa yang kencang seperti yang satu ini. Berikutnya kita masuk ke Blender 3.4. Ini adalah software yang biasa digunakan untuk 3D modeling, 3D rendering, ya. Kita gunakan sin BMW 27 dan hasilnya untuk CPU render dia berhasil diselesaikan dalam waktu 4 menit 1 detik dan untuk GPU render dia berhasil diselesaikan dalam waktu 49 detik. Jadi kencang nih untuk show kerjanya saat kita gunakan GPU render SU CPU ada di kisaran 60 sampai 70 derajat Celcius. Jadi aman. Berikutnya kita tes juga untuk video editing menggunakan yang pertama Adobe Premiere Pro CC 2025. Kita gunakan video 2 menit 7 detik seperti yang biasanya. Hasilnya untuk 4K60 video export dengan software only dia selesai dalam waktu 7 menit 9 detik. Sedangkan saat kita gunakan GPU acceleration OpenCL dia selesai dalam waktu 4 menit 13 detik. Kalau videonya 1080p 60 fps di software only dia selesai dalam waktu 1 menit 49 detik. Dan saat kita gunakan GPU Acceleration OpenCL dia selesai dalam waktu 1 menit 8 detik. Untuk suhu kerjanya saat kita melakukan export video 4K60 tadi dengan Open CL, suhu CPU ada di kisaran 70 sampai 75 derajat celcius. Ini sih adem banget. Berikutnya kita juga tes menggunakan Davecy Resolve 19. Ini adalah software video editor kelas profesional, tapi yang kita gunakan ini versi gratisnya. Untuk videonya masih sama dengan durasi 2 menit 7 detik. Untuk video 4K60, video export kita selesai dalam waktu 6 menit 26 detik. Dan untuk video 1080 fps kita selesai dalam waktu 1 menit 45 detik. Untuk suh kerjanya saat exporting video 4K60 menggunakan Da Vinci ini biasanya tuh kalau di Daincy suhu CPU-nya sering tinggi banget ya. Tapi di laptop yang satu ini suhunya bisa aman berhasil ditahan di kisaran 60 sampai 75 derajat celcius. Adem banget. Berikutnya kita juga tes menggunakan CapCut video editor. Durasi videonya masih sama dan untuk video 4K60 dia selesai dalam waktu 1 menit 58 detik. Sedangkan untuk 1080p by 60 fps dia selesai dalam waktu 45 detik. Ini sih udah kencang banget ya. Kalau kalian emang pakai buat editing video 4K, mungkin CapCut jadi cocok banget. Soalnya durasi exportnya itu masih lebih rendah dibandingkan durasi videonya. Dan karena layarnya ini juga udah suspen di CP3, jadi udah oke bangetlah kalau mau dipakai buat editing video yang kelas profesional. Lalu kita cek juga suhu kerjanya saat exporting video 4K60 ini menggunakan CapCut. SU CPU-nya ada di kisaran 60 sampai 70 derajat celcius. Jadi juga adem di sini. Berikutnya kita juga tes kemampuan AI menggunakan software UL Pro. Untuk ini kita gunakan benchmark AI image Generation dengan stable diffusion 1.5 untuk menggambarkan kondisi saat kita gunakan NPU-nya untuk kegiatan AI image generation. Core yang dapat diraih ada di 2.805 poin dengan kecepatan 11,138 detik per gambar. Jadi ini udah kencang juga ya NPU-nya. Berikutnya meski ini bukan laptop gaming, apalagi ini bodinya tipis, bobotnya cuma 900-an gram, tapi tentunya kalian pasti ada yang nanya gamingnya gimana? Jadi kita tes aja gaming-nya sekalian. Yang pertama kita cek di Dota 2. Resolusi 1200pest. Screen render di 100% hasilnya di 55 sampai 120 fps. Game berikutnya ada God of Narok di 1200 payow dengan XCS performance. Hasilnya ada di 30 sampai 60 fps. Berikutnya ada Ghost of Sushima 1200 Pow XS Performance juga dia mencapai 30 sampai 60 fps. Berikutnya ada Blackmith Wukong 1200 payow XCS di 60% hasilnya ada di 40 sampai 60 fps. Yang berikutnya juga ada Shadow of the Tomb Raider 1920 * 1200 low di access performance dan dia hasilnya 55 sampai 80 fps. Kemudian ada Cyberpunk 2077 di 1200 payow juga, XCS Performance juga hasilnya di 30 sampai 50 FPS. Game yang terakhir ada Assassin's Creed Mirage 1200 Payow XCS Performance juga hasilnya di 55 sampai 60 fps. Nah, untuk suhu kerjanya saat kita mainkan game yang terakhir ini selama 30 menit, SU CPU terlihat sangat aman. Bahkan saat digunakan untuk bermain game hanya di kisaran 69 sampai 76 derajat Celcius. Lalu untuk suhu permukaannya, area permukaan keyboard terpanas ada di bagian tengah kiri yang mencapai kisaran 38 sampai 43 derajat Celcius. Sedangkan untuk area kanan suhunya ada di kisaran 30 sampai 35 derajat Celcius. Area palmres ada di bawah 30 derajat Celcius. Memang ya suhu permukaannya ini terlihat agak tinggi, tapi ini masih wajar. Apalagi mengingat laptop yang satu ini itu adalah laptop Tin and Light. Tipis banget. Bobotnya di 975 gr. Jadi ini memang bukan didesain untuk kegiatan gaming berat dalam jangka waktu yang lama seperti ini. Berikutnya kita tes pengujian baterai. Untuk pengujian baterai kita gunakan mode performa di normal atau default-nya. Lalu brightness kita set di 150 dan volume 25%. Refresh set layar juga ini kita enggak ubah ya. Jadi dia di default-nya 120 Hz. Hasilnya saat kita gunakan untuk lokal video playback 1080p baterai bisa bertahan hingga 18 jam 40 menit. Ini hasil yang sangat bagus ya. Apalagi mengingat bahwa laptop ini tuh ringan banget 975 gr gitu. Jadi ini udah performa baterai yang ya di atas harapan kami lah untuk sebuah laptop seperti ini. Dan tentunya karena yang satu ini adalah laptop Intel Evo platform, jadi kita juga tes baterainya menggunakan standar dari Evo kita set brightness-nya di 200 nit untuk mode performa, volume, dan rever set masih sama seperti yang tadi. Hasilnya untuk lokal video playback 1080p, baterai bisa bertahan hingga 17 jam 30 menit. Walaupun dinaikin brightness-nya, ini baterainya masih awet banget. Good job nih buat Acer, ya. Terus kita masuk ke charging test. Untuk 30 menit pertama, baterainya terisi di 42% dan untuk mencapai 100% membutuhkan waktu 1 jam 50 menit. Ini termasuk durasi charging yang bagus untuk sebuah laptop dengan kapasitas baterai 65 wat hour seperti yang satu ini. Nah, untuk pengujian performa udah selesai dan sekarang kita balikin ke Mas Dedy. Oke, untuk harga dan paket penjualan serta garansinya ya untuk varian yang kita review ini harganya ada di Rp27.999.000. Nah, ini untuk varian yang paling tingginya yang pakai 288V. Nah, ada satu lagi variannya yang pakai Intel Core Ultra 7 processor 258V. Nah, kalau ini harganya di Rp24.999.000 Dan semua itu sudah mencakup promosi gratis portable monitor 16 inci * 2 yang senilai Rp5 juta. Lalu dapat Microsoft Office 2024 yang aktif permanen. Lalu dia masih dapat lagi gratis langganan Microsoft 365 selama 1 tahun dan dia juga dapat 3 tahun garansi dengan 2 tahun untuk spare parts, 3 tahun untuk layanan, dan ada 1 tahun garansi AADP atau Acercidental damage protection. Nah, dia juga mendapatkan garansi 1 tahun international traveller warranty. Jadi, garansinya ini bisa diklaim di berbagai Acer. Oke, sekarang kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, ini tentunya RAM-nya tidak bisa di-upgrade, tapi ini wajar untuk tipe prosesornya. Lagian udah gede juga 32 GB dan kencang banget ini, ya. Kemudian kalian merasa bahwa harusnya laptop ini bisa katakan ee charger yang lebih ringkas seperti charger smartphone aja biar pas aja sama profil laptopnya sendiri. Nah, dari sisi menariknya yang pertama jelas yang paling menarik adalah bobotnya yang ringan cuma 975 gr saja. Lalu materialnya aluminium magnesium alloy dengan desain yang unik dan cantik juga nih ya. Kemudian dia sudah menulis sertifikasi Intel Evo Edition ya. Jelas ini fitur-fiturnya udah segudang nih ya. Kemudian dia sudah pakai Intel Core Ultra Processor 200 V series. Buat editing video 4K60 bisa kencang. Mau buat desain rendering 3D masih bisa asal objek 3D-nya yang sederhana ya. Mau buat main game lancar. Bahkan untuk game Triple A seperti Black Mith Wukong yang super berat itu masih enggak ada masalah. Lalu dia juga siap jalin aplikasi yang butuh NPU dan NPU-nya juga kencang di sini. Suhunya juga terkendali aman di sini. Layar sudah bisa untuk editing kelas profesional dengan refresh rate yang juga tinggi ya di 120 Hz. Jadi ini membuat rasanya tuh efeknya tuh smooth gitu kalau dipakai. Lalu dia punya lapisan antiglare dari Corning Gorilla Glass Mate Pro. Ini juga membuat laptop ini jadi makin nyaman digunakan bahkan saat ada di luar ruangan. Lalu dia punya konektor USB dan HDMI yang besar juga. Dia masih punya dua Thunderbolt 4 di sini. Ada Wii 7, ada pengamanan biometrik, bahkan ada dua pengamanan biometrik di sini. Kemampuan Nel-nya juga sangat baik. Ini khas Acer. Lalu garansinya ini lengkap banget dan berlapis-lapis ya. Dia punya garansi hingga 3 tahun lengkap dengan AADP dan ada 1 tahun international warranty juga. Nah, pertanyaannya jadi Acer Swift Edge 14 AI ini cocoknya buat siapa? Buat saya ya. Saya suka sih kalau renteng-renteng kayak begini ya. Tapi kalau kita serius sedikit ya tentunya dia cocok untuk pekerja atau pebisnis dengan mobilitas tinggi yang butuh laptop ultra portable atau super ringan dengan performa yang tinggi. Ini cocok banget nih ya. Lalu untuk pengguna yang butuh laptopnya tampilnya keren gitu ya, fashionable lah laptopnya situ ya. Misalnya ini cantik banget sih laptopnya emang ya. Lalu untuk content creator yang sering editing foto atau editing video bisa banget. Yang satu ini video 4K60 bisa, video AV1 juga bisa. Pengin punya laptop OLED tapi enggak suka sama kebanyakan laptop OLED yang layar tuh mantul-mantul gitu, ah cocok banget nih yang satu ini ya. Buat desain atau rendering 3D tipis-tipis juga masih bisa ya. Masih oke asalkan objek 3D-nya yang sederhana. Buat yang kerjaannya butuh laptop yang bisa harusnya juga cocok ya asal aplikasinya memang mendukung NPU yang digunakan di sini. Lalu untuk programming atau para developer juga harusnya enggak ada masalah asal aplikasinya memang cocok dengan hardware laptop ini. Lagian kan jadi enak ya bisa dibawa-bawa dengan enteng gitu ke mana-mana. Jadi kalau yang dicari adalah sebuah laptop super ringan dengan performa super kencang, desainnya super cantik dan fiturnya super lengkap, rasanya Acer Swift Edge 14EA ini sangat layak untuk dilirik. Saya Did Irfan Jaga TV. H
