Susah Cari Lawannya di 200 Jutaan! Terjangkau & Super Lengkap: REVIEW Cherry Tiggo Cross (YouTube Video)
Ya, sepertinya ini gadget paling besar yang kami review di awal tahun 2025 ya. E bukan ini, ini nih nih ya. Cherry Tigo Cross. Ini adalah mobil crossover stylish seharga R00 jutaan yang hadir dengan fitur yang enggak make sense. Masa dia udah bisa diemote dari jarak jauh. Lalu sistem ADASnya ada 15. Jalan di tol aja dia udah bisa seperti nyetir sendiri. Udah pakai radar untuk deteksi keadaan sekitar. Mobil R jutaan e layarnya udah sedetail ini ya. Nah, lihat kamera mundurnya malam-malam gelap lah. Kok terang banget yang satu ini. Desainnya juga keren. Sinii ya. Detail eksteriornya keren dan interiornya udah terasa berkelas. Veleg udah 18 inci. Eh, bahkan sampai udah ada sunroof-nya. Ini bukannya enggak manual loh, ya. Nah, kami memang bukan review spesialis mobil ya. Tapi e di kali ini kita akan mencoba menghadirkan perspektif kami sebagai reviewer teknologi terhadap mobil yang satu ini. Oke, ini emang beda banget ya. Tapi banyak juga yang minta kami mulai membahas mobil. Jadi bolehlah ya kami coba-coba bahas mobil. Tentunya ini bukan dari perspektif reviewer otomotif pada umumnya, tapi dari reviewer pencinta teknologi juga ya. Ya, jadi ini adalah Cherry Tigo Cross. Sebuah mobil tipe crossover dengan harga kisaran R00 jutaan, bukan 299 ya, di bawah itu kok, jauh di bawah itu ya. Jadi posisinya cenderung terjangkau untuk hitungan sebuah mobil bukan berarti kalian pasti bisa beli ya. Jangan mendang-mending terus bilang mending beliin HP flexif buat satu keluarga ketimbang beli mobil ini. Ya, itu enggak kurang enggak pas lah kalau kayak gitu. Iya enggak? Jangan mending kayak begitu. Oke, nah kali ini saya juga akan dibantu sama teman lama saya Dick yang juga adalah pemerhati otomotif dan dulu juga pernah berkecimpung di dunia review otomotif supaya ada perspektif klasiknya juga. Oke, lanjut lagi ya. Ini penggunakan mesin bensin 1500 cc dengan tenaga 114 PS dan torsi 141 bukan nanometer ya tapi newm ya. Ini artinya sudah kurang lebih samalah tenaganya dengan mobil 1500 cc non turbo lainnya. Untuk bensin ya standar ya dia pakai yang 92 tentunya. Ini adalah mobil dengan penggerak roda depan. Dia menggunakan transmisi utomatik dengan CVT ini. Artinya perpindahan giginya harusnya mulus seperti mobil matic modern lainnya. Sekarang e karena saya fokus ke teknologi, mari kita fokus ke kecanggihannya dulu. Pertama kali duduk, kita akan langsung ketemu dengan dua panel layar 10,25 inci yang cakep banget. Masing-masing punya resolusi 1920 720 piksel. Tingginya sih HD, tapi resolusi lebarnya full HD, ya. Nah, di layar ini langsung terlihat bahwa TIG Cross punya fitur 360 HD kamera. Mau lihat seluruh penjuru mobil? Bisa banget. Fitur ini bisa berfungsi otomatis saat kita belok atau parkir dan bisa juga kita hidupkan secara manual untuk kebutuhan yang spesifik. Kemudian dia punya fitur wireless Android Auto dan Apple CarPlay. Enggak perlu ribet-ribet nih ya pakai kabel-kabel enggak usah. Langsung sambungkan aja Bluetooth-nya mobil ini ke HP dan smartphone kita seakan tampil ke layarnya aja langsung. Spotify bisa dengarkan dari sini, Maps tentu bisa juga. Mau ngobrol sama asisten kita dari HP bisa juga, tapi dia enggak bisa mengendalikan mobilnya, ya. Nah, untuk pengendalian mobil ada intelligent voice assistant. Kita harus pencet tombol ini untuk memanggilnya, ya. Contohnya seperti ini. Window no FM radio. Oke, FM Radio. Berikut fakta-fakta menarik seputar buku. I am listening. Increase volume. Increase air conditioning. Got it. Close sunroof. No problem. Oh ya, semua pengaturan bisa dilakukan dari layar di depannya ini ya. Yang sisi kiri ini layar sentuh ya. Nah, mari kita lihat isi pengaturan lengkapnya. Kita cek fitur-fiturnya. [Musik] He. Oke, di sini terlihat bahwa ada fungsi ADAS atau advanced driver assistant system. Ya, ini adalah fitur-fitur yang bantu kita saat nyetir ya. sistem ADAS ini kalau makin canggih mobilnya bisa nyetir sendiri satu titik ke titik yang lain. Tapi itu tentunya bukan di mobil R jutaan. Bahkan yang 1 M pun belum tentu ya. Nah, di Cherry Tig Cross ini ada 15 fitur ADAS ya yang dilengkapi dengan radar untuk pendeteksi kondisi di sekitar mobil ya. Dia sudah pakai radar ya. Adapun fungsi ADAS yang tersedia di sini adalah ada AEB atau autonomous emergency breaking. Ini rem otomatis kalau ada bayar tabrakan. Lalu ada ACC atau adaptive cruise control. ini menjaga jarak aman dengan mobil di depan kalau kita lagi di tol misalnya gitu ya. Ada TJA atau TJA ya, traffic jam assist. Mobil kita bisa berjalan otomatis lah di kemacetan. Ada ICA, intelligent cruise assist. Ini gabungan ACC dan LKA untuk semi autonomous drive ya. Lalu ada RCTB rear cross traffic braking. Ini rem otomatis saat mundur kalau ada mobil atau kendaraan yang melintas di belakang kita. Lalu ada FCW atau forward collision warning. Ini peringatan sebelum ada tabrakan depan. Ada ELK ya, emergency lane keep ini menjaga agar mobil tetap di jalurnya. Ada LKA atau lane keep assist ini mengoreksi setir kalau kita keluar dari jalur. Ada BSD bukan Bumi Misterpong Damai bukan. Ini blind spot detection. Ini direksi kendaraan di area blind spot. Lalu ada LDW atau lane departure warning. Ini peringatan kalau mobil keluar dari jalur. Ada RCTA, rear cross traffic alert. Ini peringatan saat ada mobil ya. Ada LCA lane change assist ini membantu ganti jalur dengan aman. Ada RCW rear collision warning peringatan tabrakan dari belakang. Ada IC atau intelligent high beam control. Ini otomatis naik turun nih lampu jauhnya nih ya. Lalu ada MCB atau multiollision brake. Ini rem otomatis setelah tabrakan pertama. Jadi kalau habis ketabrak itu enggak terus mental ke depan lagi nabrak yang lainnya. Dia akan mencoba untuk ng-rem secara otomatis. Ya, nanti akan kita coba sebagian fungsinya. Tapi tentunya enggak semua ya, karena ada berapa yang bahaya kalau buat dites kan. Nah, sebelum beralih dari panel ini rasanya kita bahas sistem audionya dulu ya. Bisa dilihat di bawah itu ada speaker. Di sisi kanan dan kiri kaca depan itu ada speaker ya. Bahkan di tengah juga ada speaker. Sistem audio mobil ini benar-benar enggak separuh-separuh, enggak nanggung-nanggung. Kalau di harga segini kita biasanya mendengarkan musik dengan speaker yang udah cukup baik aja udah oke ya. Tapi di sini sistem audionya itu memberikan efek staging di depan kita. Bass terdengar dalam banget, bulat banget. Mid jelas enggak kecampur-campur. Hay-nya juga rapi, enggak melengking. Sementara itu di sisi penumpang belakang itu juga dimanjakan ya, karena ada dua set speaker di setiap sisinya. Ini sulit banget rasanya memperoleh sistem audio sebaik ini di harga R00 jutaan ya. Bahkan di dua kali lipat harganya pun susah nyari kayak begini. Ini mah enggak perlu diapa-apain lagi rasanya ya. Udah enggak perlu ada modif-modif lagiah. Udah dinikmati aja. Oke, lanjut. Di sini kita bisa lihat bahwa pengaturan AC dilakukan dengan panel sentuh. Ini keren sih. Tentunya kita masih belum bisa berharap pengaturannya berbeda untuk setiap penumpang. Belum ya ingat harganya. Tapi menariknya kita punya dua pilihan pengaturan aliran udara AC. Kita bisa pakai tombol ee atau kita bisa langsung di layar sentuhnya. Ini keren sih. Kami lebih suka yang langsung di layar sentuhnya aja nih. Nah, untuk sistem Tuas Matic ini desainnya standar ya. Menyenangkan, bukan yang dibuat seperti tombol putar gitu atau hanya tombol-tombol pencet doang ya. Ini masih berasa mobil klasik. Kalau mau ala-ala manual juga bisa di sini tentunya auto parking brake juga bisa di sini. Dan ini responnya lumayan cepat. Oke, kalau kita lihat di konsol tengah ini ada tempat untuk botol air minum ya. Mari kita lihat botol apa aja yang masuk. Ah, ternyata botol kecil ya masuk di sini ya. Stanley yang besar itu masih belum pas-pas amat masuk di sini ya. Kayaknya memang ini dirancang untuk botol-botol air minum yang 600 mili yang standar memang ya. Nah, untuk dudukan yang tengah ini, ini bukan buat wireless charger ya, bukan. Ini bukannya cuma dudukan aja. Kita taruh aja di situ ya buat barang-barang aja. Sementara kalau konsol yang ini dibuka, kita bisa lihat ada colokan lighter 12 volt yang standar ya. Lalu ada USBC dan ada USBA. Nah, ini kalau kita tes yang USBC-nya ternyata ngecasnya kencang. Ini kencang banget ini ngecasnya ya. Oke, biasanya kan kita dapatnya di 5 sampai 10 watt ini bisa lebih ya. Nah, beralih ke setirnya. Ini modelnya bukan yang full bundar gitu ya. Jadi si bawahnya itu flat. Ini membuat paha itu jadi lega ruangannya ya. Terutama kalau lagi nyetir jarak jauh lurus gitu ya. Nah, itu bawahnya jadi lega. Buat yang belum pernah pakai, mungkin akan terasa agak aneh pada saat kita lagi membelok atau kita lagi muterin setir. Pengaturan setir ini udah fourway ya, tilt naik turun bisa dan teleskopik maju mundur juga bisa. Di bagian kanan setir ini ada pengaturan untuk entertainment sementara di bagian kiri adalah pengaturan ADAS dan fungsi mobil lainnya. Untuk tuas lampu Sun dan pengaturan lampu utama serta headlight itu ada di sebelah kanan. Oh ya, untuk lampu utama itu ada fitur auto. Kami cenderung biarin di situ aja. Jadi kalau gelap dia nyala, kalau terang dia mati sendiri. Untuk wiper itu ada sebelah kiri dan ini menyenangkan juga ya, ada fitur auto juga dia bisa deteksi kalau lagi terjadi hujan. Berali ke bawah terlihat ada pedal gas dan rem dan ada sandaran food rest. Oh ya untuk rem ini feel-nya agak beda dari umumnya. Nanti akan dijelaskan oleh Dick ya. Oke sekarang mari kita beralih ke panel pintu kanan ya. Ada pengaturan kaca spion di sini. Ada central lock dan ini menarik nih pengaturan untuk power window semuanya ini untuk otomatis naik dan turunnya ya. Empat-empatnya ya. biasanya cuma untuk jendela sopir aja yang otomatis. Ternyata kalau dicek pengaturan power Windows itu otomatis di semua pintu ya. Ini hal kecil yang menyenangkan. Oke, kita beralih ke belakang. Kursi belakang ini bisa untuk maksimum tiga orang. Seperti biasanya mobil sekelas gini yang 5 seater gini tidak ada pengaturan untuk kursi belakang. Nah, untuk AC ada nih konsol di belakangnya tapi enggak ada pengaturannya. Jadi di yang belakang itu enggak bisa nyetal AC ya. Nah, ruang di belakang juga terasa lega. Sini termasuk bagian kakinya. Bagian tengah ini ada handr yang bisa dibuka dan ada dudukan botol minum. Sayangnya lagi-lagi ini bukan untuk botol minum yang besar-besar. Ini untuk yang kecil-kecil aja di sini. Oke, sekarang kalau kita buka bagasi. Di sini kita bisa lihat bagasi yang super lega. Bukanya itu pakai hidraulik ya. Cukup mudah dan standar ya. Di sini sebetulnya di bagian bawah bagasi kalau dibuka ada ban serep dan ini tipe yang lebih kecil dari roda standar ya. Jadi memang ini serep untuk jaga-jaga aja hanya untuk kecepatan rendah membuat kita bisa membawa ban atau roda yang rusak ke bengkel. Oke, sekarang kalau kita buka kap mesin. Terlepas dari isinya, kami terkejut dengan kap depan yang ternyata pakai dua tiang hidrolik ya, di sisi kanan dan kirinya. Ini membuat kita enggak perlu nyari-nyari dudukan tiang penyangga. Ini sangat memudahkan dan lebih aman di sini. Oke, sekarang kita bicara soal fitur canggihnya ya. Cherity Go Cross ini ternyata bisa dikendalikan dari jarak jauh pakai HP kita aja. Tidak. Memang tidak bisa mengendalikan atau nyetir mobil dari jarak jauh. Bukan. Ini bukan mobil remote control bukan. Tapi kita bisa mengetahui kondisi mobil dan bahkan menghidupkan mobil serta beberapa fungsi mobil lainnya dari jarak jauh. Sebagai contoh, kita lagi dalam mall misalnya ya, di tengah siang hari yang panas dan udah saatnya pulang. Sementara mobil diparkiran di tempat yang terbuka. Waduh, panas dong mobilnya ya. Nah, kita bisa hidupkan mobil dan AC-nya dari jarak jauh. Pintu tentunya tetap terkunci aman ya. Jadi nanti sampai di mobil pada saat kita dekatin mobil udah adem tuh mobilnya. Nah, selain itu kita juga bisa memerintahkan untuk mengunci dan membuka kunci mobil, membuka atau menutup jendela, menghidupkan dan mematikan mesin, membuka bagasi, ya, lalu membunyikan klakson untuk memudahkan mencari mobil juga bisa. Nah, untuk pengendalian AC ini lebih lengkap menunya ya seperti ini ya. Kita juga bisa merencanakan perjalanan. Jadi, misalnya mau berangkat tiap jam 8.00 pagi, nah nanti jam 07.50 ya, mobil akan dihidupkan alias dia manasin mesin terlebih dahulu. Kemudian kita juga bisa lihat parameter mobil juga di sini. Berapa persen bensin dalam mobil, tekanan angin dalam tiap ban, berapa kilometer perjalanan yang sudah dilakukan, konsumsi bahan bakar, bahkan hingga voltase aki juga kelihatan dari smartphone kita. Kalau ada lebih dari satu mobil cherry, kita juga bisa mengendalikan semua dari satu aplikasi tentunya secara bergantian enggak barengan. Nah, aplikasi yang digunakan ini namanya adalah Carl Linko ya. Bisa di-download dari Apple App Store maupun Google Play Store di Android. Setelah meregistrasi mobil kita, kita langsung bisa ngendaliin kok mobil kita nih, ya. Nah, selama smartphone kita terhubung ke internet dan mobil kita juga terhubung ke jaringan seluler, pengendalian bisa dilakukan. Jadi, mobilnya enggak perlu nyambung ke Wii atau tetering gitu, enggak perlu, ya. Nah, menurut pihak Cherry kita enggak perlu pusing mikirin urusan koneksi dan paket data untuk pengendalian ini. Semua sudah termasuk dalam pembelian mobil Cherry Tig Cross. Fitur seperti ini hadir di mobil harga Rp200 jutaan sih enggak masuk di akal ya. Oh ya, kami juga mencoba kemampuan Android Auto pada mobil ini. Kita cukup koneksiin Bluetooth smartphone ke head unit dan Android Auto akan langsung terkoneksi mudah dan sederhana sekali. Ini di Android 15 kami juga melihat ada koneksi WiFi juga otomatis dihidupkan oleh si Android Auto. Nah, seperti biasa kalau Android Auto sudah hidup maka navigasi sudah bisa dilakukan dengan mudah. Nih di sini kita bisa menggunakan Google Maps misalnya. Spotify dari smartphone juga bisa digunakan. Bertelepon juga mudah itu bisa dilakukan. Nah, ini menarik nih. Saat bertelepon dengan menggunakan mobil ini, lawan bicara kami ternyata dapat mendengar suara kami dengan sangat jelas. Kami tuh enggak perlu berteriak atau ngencengin suara gitu ya. Ngobrol biasa aja. Keren nih satu ini ya. Oh ya, eh Anda pengguna Apple device tenang ya. Mobil ini juga kompatibel dengan Apple CarPlay. Wireless juga kok ya. Ya, secara keseluruhan kami merasa bahwa fitur-fitur mobil ini udah luar biasa untuk harga yang ditawarkan. Tapi kok rasanya kurang pas kalau kita belum bahas mengenai F saat riding? Nah, untuk bahas rasanya bawa mobil ini saya serahkan ke Dick ya, rekan kami yang juga pemerhati mobil dan perkembangannya. Oh ya, dia juga akan memberikan kesimpulan pribadinya setelah beberapa hari menggunakan tig cross. Silakan Diki. Ada dua poin luar biasa menurut gua begitu gua pertama kali duduk dan tutup pintu tig cross yang pertama kekedapan kabinnya. Luar biasa rasanya. benar-benar seperti duduk di mobil premium asal benua Eropa. Lalu yang kedua, material banyak sekali material premium di dalam kabin. Dari mulai tombol power window, tombol di konsol tengah, sampai rasa dari memegang setir dan tombol-tombol yang ada di situ. Lanjut posisi duduk. Gue senang duduk dengan posisi paling rendah. Biasanya kalau gua duduk paling rendah, ada aja blind spot enggak tahu di sisi kanan atau di sisi kiri. Tapi di tig cross kemarin, kebetulan blind spot-nya sangat minim. Luar biasa sih membantu dan gua juga jadi bisa tetap nyaman Enggak cuma blind spot yang minim, setirnya itu dipegang enak banget. Dia dilapis kulit soft dipegang dan kalau kebetulan tangan kita basah juga tetap masih enggak kerasa licin. Walaupun jujur aja ada satu hal yang bikin agak susah kalau kita mau ngelakson. Susah mencari titik di mana kita bisa sedikit melakukan tepukan di setir itu untuk bisa membunyikan klakson. Mesinnya 1500 cc, tenaganya 114 horsepow dengan torsi 138 Nm. Penggeraknya roda depan, transmisi CVT. Tentu enggak mau kalah dengan yang lain, ada dong mode manual. Dia punya mode manual 8 speed virtual. Responnya cukup baik. Gua sempat beberapa kali bawa dengan empat penumpang dewasa ketemu tanjakan nyalip kendaraan di depan. Tigocross sama sekali enggak kerasa ngos-ngosan. Oke, sekarang kita bicara suspensi. Tigocross punya racikan suspensi jauh lebih memuaskan. Bantingan terasa firm, pas, enggak terlalu empuk juga, enggak terlalu keras. Sempat gua ajak tiga orang teman gua, kita empat orang dewasa lewat rute tol Jur 2. Sama sekali enggak kerasa tuh rasanya ngayun bagaikan perahu. Sebagaimana kita sama-sama tahu, jalan tol ini banyak banget kontur jalan bergelombang. Enggak cuma itu, ada banyak juga sambungan jalannya. Yang umumnya kalau suspensinya terlalu empuk bikin jadi mengayun seperti perahu atau kalau terlalu keras malah bisa bikin mobil terasa seperti terpental. Nah, kalau gua nyetir sendiri emang kerasa sedikit lebih keras tapi masih dalam batas toleransi kok. Efeknya apa sih dari dia sedikit lebih keras itu? Exit Tolbintaro menuju pusat perbelanjaan yang gede di sana itu gua bisa lewat dengan kecepatan cukup tinggi tanpa kerasa adanya body roll atau limbung yang berlebihan. Jujur aja karena gue kebetulan punya kendaraan sejenis dari merek lain. Jadi gua bisa bilang sih tiga cross ini handling-nya lebih memuaskan. Tapi ada beberapa hal patut jadi perhatian. Yang pertama remnya itu butuh adaptasi. Pertama kali lu pakai mobil ini, remasa seperti kurang pakem kok. Rasanya kalau diinjak kaki gua harus bergerak lebih jauh ya ketimbang yang biasa gua lakuin di mobil lain. Nah, itu terjadi karena sensitivitas dari rem ini memang agak beda dari yang biasanya kita rasain. Tapi bukan berarti enggak pakem loh, karena cuma butuh pembiasaan aja kok. Contoh gue, setelah beberapa saat gua pakai, ya udah gak ada masalah lagi sih. Gua tetap bisa menemukan titik di mana paling pas untuk menggunakan rem si tig cross ini. Lanjut lagi sistem kemudi. Cherry kasih dua pengaturan mode steering, comfort dan sport. Lu pilih salah satu nanti akan terasa di beban torsi kemudinya. Rasanya kayak lu kalau ngebelokin tuh dia akan terasa lebih berisi, lebih padat, lebih berat. Terutama kalau pakai mode sport. Nah, gua sendiri lebih pilih pakai mode comfort karena entah kenapa handling terasa lebih natural di mode ini. Feedback-nya oke, mobilnya enggak lagging. Ke manap pun kita arahin ya Ctig Goross sigap aja tuh ngikutin putaran setir gue. Cuma ada sedikit fitur artifisial yang sepertinya memiliki fungsi untuk cepat mengembalikan setir ke arah centris titik nol. J kalau kita muterin setir ke kanan atau ke kiri, dia itu kayak punya alat bantu yang bikin dia cepat berbalik ke posisi tengahnya dia. Nah, ini bikin unik karena pertama kali gua pakai, awal-awal gua beberapa kali mengemudikan mobil ini, rasanya tuh kayak megang setir dengan force feedback. Lanjut lagi. Sekarang kita ngomong soal fitur safety yang tentunya berkaitan langsung dengan sistem ADAS yang memiliki fitur luar biasa banyak di tiga cross ini. Pertama ada road collision warning, kemudian blind spot detection, automatic emergency braking, forward collision warning, dan lane departure warning. Dua yang terakhir ini sensitivitasnya bisa diatur sesuai kebutuhan. Udah cuma segitu? belum, masih banyak karena masih ada lagi rear cross traffic breaking, kemudian emergency lane keepeping, dan intelligent avoidance. Enggak lupa active cruise control, lanjut lagi ada lane keepeping assistant. Kemudian di luar ini pastinya dong ada juga ESP traction control dan juga heill start assist control. Nah, yang patut jadi perhatian utamanya adalah automatic emergency breaking. Amit-amit sih ya sebenarnya, tapi kalau dia bekerja itu pasti bikin kejutan karena benar-benar mobil akan berhenti dengan spontan sampai nol. Artinya ada potensi kendaraan di belakang mungkin juga kaget ngelihat kita berhenti mendadak tiba-tiba dan dia jadi menyenggol mobil kita. Fungsi ini bisa dimatiin, tapi ingat aja, setiap kali dia dimatikan, mobil dimatikan dan dihidupkan kembali, dia akan secara default kembali aktif. Lanjut lagi, ada emergency lane keepeping. Ini fungsinya saat kita bergerak terus mendekat ke marka lajur tanpa menggunakan sein, terutama marka jalan yang garisnya tidak putus, sistem akan otomatis memberi peringatan dengan munculnya ada garis warna merah di tengah instrumen kita. Kemudian setir bakal digerakin otomatis menuju lagi kembali ke tengah lajur. Paling asik aktivasi active cruise control. Kemampuannya menjaga jarak dengan kendaraan lain dan memastikan kendaraan tetap pada lajurnya sangat baik. Buat teman-teman yang rute hariannya selalu ngelewatin tol, Tigross punya active cruise control. Canggih nih cruise controlnya. Karena setelah kita ngatur kecepatan maksimal yang kita perbolehkan, mobil bisa menjaga posisinya tetap di tengah jalur, mengikuti jalan, dan juga mengikuti menyesuaikan dengan kendaraan yang ada di depan. Contoh, kendaraan di depan ngerem, TIG cross akan mengurangi kecepatan dan menjaga batas minimal jarak yang juga kita bisa atur dari pengaturan di MID. Setelah mobil di depan mulai menjauh, dia juga akan kembali berakselerasi menuju ke batas kecepatan yang kita sudah atur. Enggak cuma itu loh, kalau tiba-tiba dipotong, sistemnya juga cukup cerdas buat ngedeteksi mobil yang memotong jalur kita itu dan mengurangi kecepatan dengan halus, benar-benar halus. Karena sama sekali tidak terasa dikejutkan sama sistem rem yang bekerja karena ada kendaraan lain memotong jalur kita. Tapi jangan lupa, ini enggak direkomendasi ya buat dieksploitasi dengan cara yang salah. Karena bukan berarti dengan adanya sistem ini terus kita biarin mobilnya jalan sendiri, kitanya mainan handphone. Janganlah bahaya. Kalaupun kita nekad melepaskan tangan terus-menerus, membiarkan sistem bekerja sendiri, dia akan mengingatkan kita secara visual dan audible untuk kembali pegang setirnya. Enggak cuma itu, dia juga punya sistem buat ngingetin kita untuk beristirahat yang intervalnya bisa kita atur dari si layar utama. Nah, beberapa hari gua pakai CTIG cross ini. Gua iseng hitung konsumsi bahan bakarnya, tapi gua cuma pakai onboard mid. Hasilnya gua dapat kisaran 14,7 km/l untuk kondisi mengemudi kombinasi. Ya, gua ngelewatin macet. Lantas gua ngelewatin tol dengan kecepatan cukup tinggi. Lanjut juga ada sepat beberapa kali gua membiarkan mesin tetap nyala karena gua kepengin ngadem di dalam mobil. Hal berguna lain di tiga closs ada tire pressure monitoring system. Sensornya komplit. Ada tambahan sensor yang mengukur suhu dari masing-masing ban. Tapi lucunya walaupun di keempat ban ada sensor suhu, malah sistem enggak bisa nampilin ambient temperatur di sekeliling mobil. Artinya kalau kita kepengin tahu outside temperatur berapa malah enggak bisa ditemukan di panel instrumen kita. Hal lain yang gua suka dari tig cross automatic audio volume. Sistem ini fungsinya bisa membesarkan dan mengecilkan volume menyesuaikan dengan kebisingan yang ada di sekeliling mobil. Ini sistem canggih banget. Dia bekerja halus banget. Sama sekali tidak terasa kalau tombol volume seolah diputar oleh sistem. yang terasa di kuping kita. Seberap pun bisingnya permukaan jalan yang kita lalui, tapi volumenya bisa terus berada di level yang sama seperti mobil sebelum ada di tingkat kebisingan yang sedang gua lewatin di saat itu. Kejutan lain, sistem kamera 360 derajat-nya luar biasa. malam hari hujan dengan lampu penerangan jalan yang sangat minim. Resolusinya tetap tinggi. Kemudian tingkat pencahayaannya masih sangat luar biasa. Gua masih bisa lihat setiap sudut dengan baik. Ini benar-benar sih benar-benar dia tuh punya attention terhadap detail yang sangat luar biasa. Enggak cuma itu, ada banyak pilihan sudut pandang bisa dipilih. Kemudian pada saat kita parkir, entah itu parkir maju ataupun parkir mundur, kalau sudah dekat dengan objek penghalang, sudut kameranya bakalan otomatis pindah jadi mode zoom. Jadi, lu bisa bikin mobil tuh parkir berhenti benar-benar sangat dekat dengan objek pembatas itu kalau lu butuhin. Oke, sekarang kalau gua ditanya dengan harga tig cross yang di kisaran R80 jutaan ini beli atau enggak? Kalau gua sih gampang aja, beli aja, enggak akan nyesel kok. Oke, bagaimana kita langsung ke harganya. Nah, untuk versi yang kami uji ini adalah tipe yang premium yang lengkap semua fiturnya. harganya ada di Rp279.500.000. Sementara ada juga yang versi terjangkau, versi Comfort yang harganya adalah R9.500.000. Garansinya itu 6 tahun atau Rp150.000 km plus ada gratis biaya jasa selama 4 tahun pertama. Oke, kita masuk ke dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, pedal rem yang feel-nya beda. Ini butuh pembiasaan terlebih dahulu. Lalu, ada sensasi force feedback di kemudi aneh, terutama di mode sport. Enakan pakai mode comfort deh ya. Lalu belum tersedia power tail gate dan kemudian jok belakang ini belum bisa direbahkan sedikit pun belum bisa gitu ya. Kemudian radar itu kadang-kadang tidak akurat menampilkan traffic di jalan, kadang memberikan warning yang kurang akurat. Untungnya saat benar-benar dibutuhkan fungsi adasnya sangat-sangat efektif. Kemudian untuk klakson ini butuh adaptasi untuk bisa dibunyikan dengan mudah ya. Kemudian untuk bentuk setir yang flat bottom ini butuh adaptasi juga untuk yang belum pernah pakai. Lalu untuk soal irit atau tidaknya mobil ini tentunya akan sangat bergantung dari pemakaiannya. Kami menemukan bahwa bergantung pada cara pemakaiannya kita bisa dapat 1 lit untuk 10 km sampai sekitar 1 lit untuk 15 km. Oke, untuk hal yang kami suka pertama adanya sistem IOV mulai dari pengendalian jarak jauh, pemantauan sampai konektivitas Android Auto, Apple CarPlay ini bekerja secara wireless semuanya. Lalu untuk sistem audio, rasanya ini terbaik di kelas harganya. Bahkan kalau dibandingkan mobil yang dua kali lipat lebih tinggi harganya pun ini salah satu yang terbaik. Ini enggak perlu dmacam-macamin lagilah. Udah siap pakai lah ini ya. Lalu untuk kap mesin udah pakai hidrolik. Jadi mudah banget. Di kaca belakang itu punya defogger dan wiper juga. Lalu lampu LED di sekeliling mobil semuanya LED. Adasnya komplit dengan 15 fitur untuk pengamanan ya. Nah, ini membuat kami beberapa kali sempat diselamatkan dari kemungkinan tertabrak motor yang tiba-tiba melintas di depan mobil. Dia langsung cut ngerem gitu ya. Lalu kamera 360 dengan resolusi tinggi dan tampilan yang luar biasa jelas. Bahkan di saat hujan di malam hari juga terang ya. Lalu pengaturan volume audio yang otomatis ini bekerja dengan sangat baik sekali. Kekedapan kabinnya juga sangat baik untuk kelas harganya. I kabinnya lumayan kedap di sini ya. Kinerja suspensinya ini juga memuaskan. Material interiornya sangat premium untuk kelas harganya. Dan banyak lagi fitur-fitur canggih yang menurut kami membuat mobil ini terasa salah harga alias kemurahan. Ya, rasanya kami enggak perlu menyimpulkan terlalu banyak untuk cari tig cross ini. Ya, bagi saya sistem IOV, wireless Android Auto, dan Apple CarPL-nya itu udah mengejutkan. Apalagi kemampuan ADAS yang membuat kami lebih tercengang lagi. Belum lagi kenyamanan pakainya. Singkat kata kalau yang dicari adalah mobil bermesin bensin, Dana yang dimiliki ada di bawah Rp300 juta alias sekitar Rp200 jutaan ya. Dan yang dicari adalah mobil dengan five seaters dengan kelengkapan dan kecanggihan dan kenyamanan terbaik. Cherry TIG Cross ini rasanya adalah salah satu pilihan terbaik saat ini. Atau mungkin ini yang terbaik saat ini. Bagaimana menurut kalian? Ya, saya Irfan Jaka TV.
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Kehadiran bocoran seputar iPhone 18 Pro di tengah riuhnya pasar smartphone tahun ini memicu perdebatan sengit mengenai urgensi melakukan upgrade. Lewat pendekatan...
Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Mencari laptop tipis dan ringan di tengah lonjakan harga RAM global belakangan ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pelajar dan mahasiswa yang bersiap...
Kabar mengejutkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple karena raksasa teknologi ini dikabarkan siap merombak strategi harga mereka secara global. Kenaikan...
Kehadiran laptop berprosesor mobile sering kali dipandang sebelah mata oleh para pencinta performa, namun adu tanding terbaru antara MacBook Neo dan laptop gaming...
Kabar kurang menyenangkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple, menyusul rumor kuat mengenai lonjakan harga perangkat masa depan mereka akibat ketergantungan...
Kehadiran Huawei MatePad Mini sukses memberikan angin segar di tengah tren pasar yang dipenuhi tablet berukuran raksasa. Membawa dimensi super tipis dan panel...
Langkah berani Apple menggandeng Gemini demi mendongkrak kecerdasan Siri akhirnya menjawab skeptisisme panjang para pengguna setia. Pembaruan besar ini tidak hanya...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Kehadiran sistem operasi terbaru Apple selalu memicu rasa penasaran, namun menjajalnya lebih awal lewat versi developer BETA kerap kali menjadi buah simalakama bagi...

















