Jungkat

SUV HUAWEI INI ADA VERSI BENSINNYA: LUXEED S7! (YouTube Video)

  • 19/06/2025

Jadi kita lagi ada di bootnya Cherry yang ada di Shanghai Auto Show. Nah, waktu tahun lalu kita ke Beijing Auto Show, kita main ke eh Huawei Store dan di sana itu enggak cuma ada handphone dan kawan-kawan, tapi juga ada mobil. Nah, Huawei itu bekerja sama dengan berbagai macam brand, salah satunya Cherry dan mereka membuat namanya Lux Seat. Luxit S7 ini, ini sangat fenomenal, lari sekali. Dan kalau misalkan Xiaomi ngeluarin mobil, ini saingannya benar-benar si Xiaomi S, si Xiaomi SU7 itu benar-benar nempelin sama si Luxid, tapi Luxit duluan karena dia laris banget kan. Nah, Juni 2024 kemarin Luxit ngeluarin model baru yaitu sebuah SUV. Sebenarnya ini adalah versi SUV-nya dari si Luxit S7 namanya R7. Dan karena dia SUV kelihatan ya lebih tinggi, ground clearance-nya juga lebih tinggi. Tapi desainnya masih mirip. Lampunya mirip ya kan? Bonet depannya mirip bahkan bumpernya mirip. Tapi kalau kita lihat dari samping seperti ini baru kelihatan ini mobil yang lebih tinggi. Otomatis juga pasti dalamnya lebih luas. Dan dia itu ada banyak tipenya mulai dari yang Pro, Max, dan Max Plus. Dan dia juga tersedia dengan varian yang range extender. Jadi kalau misalkan baterainya habis, dia ada mesin bensinnya. Tapi karena variannya banyak banget dan sejak Juni 2024 kemarin sampai Desember 2024 udah laku 24.000 unit. Jadi banyak banget ya. Dan dia punya baterai yang versi EV ini ada yang 84 kW hour sampai 100 kW. Yang 100 kWh bisa sampai 855 km. Wow. Kalau kita lihat di bagian bawah sini, Huawei itu kan merek premium kalau di sini ya. Dan ketika mereka bekerja sama dengan Cherry, mereka juga bikin mobil yang premium. Dan mobil ini juga punya sister, punya saudara. Saudaranya itu di brandnya Exit. Jadi basisnya sama ya, e ukurannya juga mirip-mirip dan exit itu adalah varian premiumnya dari Cherry. Nah, kelihatan dari bannya yang dipakai itu Michelin Pilet Sport EV ya. Dan ini ukurannya 21 inci. Rem-nya kalipernya besar warna merah. Ini dari Brembo ternyata ya. Jadi emang enggak kaleng-kaleng mereka bikin si Lux Seat R7 ini. Dan kalau kita lihat di atas dia punya liar. Jadi, mobil ini sudah dipersiapkan untuk bisa jalan sendiri. Jadi, dia enggak cuma pakai e radar sonar, dia ada liarnya juga. Dan yang menarik dari mobil ini ya, kalau kita lihat sensor liarnya di bawahnya itu ada kamera dua biji ya, sama satu lagi sensor buat lampu biasanya. Nah, ini tuh ada merah-merah ini untuk pemanas. Jadi, kan Cina itu kan negara dingin ya. Jadi kalau lagi musim ee dingin terus ada kabut atau semacamnya ini bisa ngilangin e embunnya. Sama kalau lihat detailnya wipernya dia pakai BOS sama kayak wiper kita di rumah. Terus di sini ada aksen. Tapi enggak cuma sekedar aksen biasa karena ini adalah tempat buat naruh kamera. Ada kamera ke depan sama ada kamera ke belakang. Tujuannya buat autonomous driving-nya. Nah, di sini ada kamera lagi untuk kamera 360-nya. Nah, sama seperti varian sedannya ya, varian SUV-nya dia juga punya kaca yang sudah frameless. Seperti ini dia bentuknya dan belakangnya dia tuh SUV coue. Jadi belakangnya itu turun ke bawah ya, landai. Jadi kayak kalau BMW mungkin X6 atau X4 ya. Kalau Mercedes GLC Cupe atau semacamnya. Nah, seperti ini deh bentuk belakangnya kurang lebih kayak Porsche macan sebenarnya. Nah, seperti inilah bentuk desain belakangnya. Keren ya lampunya. Ini agak mirip-mirip GLC sebenarnya ya. Dan detail dari lampunya itu bagus banget. Kalau lihat langsung lebih bagus lagi ya. Ada tulisan Cina nih. Enggak tahu apaan. Yang pasti sebelah sana tuh ada R7. Bawahnya dia bentuknya seperti ini. Dan ada aksen chrom yang manis banget ya. Enggak ada knalpot sama ada sebuah kamera di belakang sini sama ada kamera di sini ya dan buat buka pintu tulisan Luxit ini kan kelihatannya kayak emblem biasa ya tapi di sini itu ada tombol jadi kalau tombolnya kita pencet dia bisa naik ke atas. Nah, ada ducttail warna hitam. Ini bagus banget deh detailnya deh. Ini kaca diturunin dikit aja dikasih merah-merah untuk lampu high mounted stop lamp-nya. Dan atasnya itu semua full kaca, clean, gak ada shvin antena atau semacamnya termasuk ya sayangnya dia gak punya wiper ya. Kita pencet di bagian sini. Wih, jadi benar-benar clean belakangnya bagus. Bagasinya kalau secara visual enggak terlalu besar ya. Dan coba mendekat sini ini ada tombol. Kalau kita pencet nanti suspensi belakangnya turun biar kita itu lebih gampang naruh barang. Terus bawahnya lagi ada tempat penyimpanan yang cukup besar ya. Jadi kita bisa naruh barang-barang macam-macam di sini ya. Semuanya ini plastik-plastiknya juga kelihatan premium. Di belakang pun kita dapat dua buah speaker lagi sama ada subwover di bagian sini nih. Ini subwovernya di sini. Nah, salah satu ciri mobil premium adalah bagian exel- XLnya itu ditutup rapi ya. Ini dikasih cover plastik. Di sini ada plastiknya lagi ya. Jadi emang benar-benar diset sebagai mobil premium. Bagus. Tutup lagi. Adem ya. Enggak ada bunyi ngek gitunya ya. Bagus ya. Halus. Cakep ya. Jadi katanya Xiaomi itu mau keluarin yang versi SUV cou-nya. Nah kalau belum keluar beli ini aja. Tapi enggak masuk Indonesia kayaknya. Nah sekarang kita masuk ke dalam. Gimana rasanya masuk ke dalam mobilnya? Aduh. Pas kita pencet dia tuh langsung keluarin pintunya gitu tapi dia belum elektrik ya. Jadi dia baru soft opening sama ada kayak kayak mentalnya sedikit gitu ya. Nah, kalau menutup enggak bisa harus tutup manual tapi pelan-pelan aja karena Nah, dia udah pakai soft closing, ada pintu vakumnya. Set masuk ke dalam. Interior kurang lebih mirip banget kayak Luxit S7. Dan kalau kalian belum lihat videonya, gua udah bikin videonya waktu kita ke Huawei ya. Kalian bisa lihat di deskripsi di bawah. Nah, ini biar terang kayaknya atas kita buka dulu deh. Yang mana Sen bukanya? Sen buka atap. Buka atap. Eh, balik lagi. Ini agak repotnya tuh gini nih. Mobil zaman sekarangnya ini enggak ada tombolnya buat buka belakang soalnya ya. Dia atapnya semua sudah full kaca ya. Terus gua masih penasaran bentar penasaran ya. I want to open the microf how gak bisa juga dia. Gimana caranya ini bahasanya Cina ya? Kayaknya gua harus belajar bahasa Cina. Ini apa ini? Oh ini mode berkendara ya. Oke, kita pakai. Kalau yang ini pencet pasti buat ngebuka laci. Dan lacinya atas bawah loh. Ada di bawah sama di atas. Tuh, bagus. Dan ini bahannya premium semua ya kalau kita lihat. dari tadi kek. Nah, kan jadi lebih terang kan sama ini. Lihat dong bahannya blown-nya bagus semua ya. Ini mewah sekali kayak kurang lebih kalau ngebayangin ini kayak palis ya atasnya ya. Dan kulitnya kalau ini kita pegang ini juga mewah sekali ya. Ini mungkin nap ya kalau kita pegang. Cuma gua enggak tahu aslinya apaan. Sama di bagian ini kan kelihatan jok pocong ya. Tapi ternyata di bagian sini tuh ada tombol bisa kita naik turun. Jadi meskipun jok model pocong ternyata dia masih bisa diatur ketinggiannya seperti ini. Nah sama yang menarik di tengah sini ada semacam kayak kaca kristal dalamnya ada garis-garis ada tulisannya Huawei Sound. alam. Nah, jadi audio dari mobil ini gua coba bagus sekali dan dia pakai audio dari Huawei. Nah, biasanya kalau Cherry itu dia chipset semua segala macamnya pakai Qualcom Snapdragon. Tapi untuk mobil ini dia pakai Kirin dan semuanya autonomous driving-nya, eh chipset di dalamnya dan kawan-kawannya itu bekerja sama dengan Huawei. Layarnya pun juga pakai Huawei, makanya audionya pun juga pakai Huawei. Kalau kita lihat lagi di bagian tengah sini masih sama seperti yang S7 ya. Eh, wir war charging-nya ada di sebelah kiri sini ya. Ada dua kayaknya nih ya. Coba kita masukin HP. Bisa enggak nih? Ngecas enggak? Ngecas dong. Wih, 50 watt sama ada kipasnya biar adem. Coba sebelah kiri ya. Sama dong 50 watt juga. Keren. Dan kayunya ini ya, ini kayunya kayak kayu beneran. Patternya bagus. Dipegang pun rasanya kayak kayu. Dibuka ada tempat penyimpanan. Ada karetnya di bagian bawah biar enggak bunyi-bunyi sama ada cup holder dua biji. Nah, oke. Di bagian sini ada kulkas ya. Bentuknya seperti ini. Tapi biasanya kalau mobil kayak gini itu bisa jadi e dingin, bisa jadi panas juga. Spion belakang dia masih sederhana ya. Udah elektrochromatik, frameless, tapi belum pakai yang digital. Dibuka atas sini. Wah, bagus. Wah, ada apa nih? Oh, bisa tun-nya kita ganti putih tuh sampai jadi kuning ya. Jadi lebih natural. Bisa diatur juga kecerahannya. Keren sekali ya. Ada kamera di sini. Mari kita coba ya kameranya. Gimana cara buka kamera? Ah, kamera. Nah, bisa buat selfie. Cekrek. Lihat dilihat ke depan. Kita lihat. Nah, ini hasil fotonya. Oh, lumayan jernih ya. Padahal kamera white loh. Nah, kan banyak kan kameranya. Harusnya dari Huawei juga tuh lihat tuh ada banyak banget orang di depan dan itu ada mobil miring di depan tuh. Ya, dia bisa ngebaca juga ini apa nih? Oke, ya. Begitulah pokoknya. sama layarnya tengah sini. Ini kayaknya lebih gede dibandingkan yang punya S7 ya. S7 lebih tipis. Dan ini kayaknya ada ininya ya. Ada ada kayak ada mekanisme bisa masuk kayaknya bisa nutup loh kayaknya ya. Kalau dipegang sih itu kayak dibikin ada garis kayak dia bisa masuk ke dalam gitu. Head up display dia enggak ada sayangnya enggak ada head up display-nya. Jadi cuma begini aja. Cuma interiornya bagus sih. Gua suka pakai model meja gini ya. kayak rasanya tuh jadi kayak luas gitu. Terus oke semuanya pakai dari layar. Jadi tilt dan teleskopiknya harusnya ini dari layar nih. Mm ini bisa dicustom harusnya ya. Oke pokoknya begitulah. Ini harusnya bisa di Oke. Nah ini setir tadi gua bilang. Nah tilt dan teleskopiknya sudah pakai elektrik. Oh, tapi diaturnya harus dari tombol di sana. Begitu pula dengan spionnya juga. Ini aturnya secara elektrik ya, tapi ngaturnya loh kesenggol ya. Jadi spionnya pun juga ngaturnya dari sini. Tutup dulu deh. Aduh, ini padahal baru ditutup pintu sebelah kiri, tapi langsung suaranya kedap sekali. Bagus. Dan ini ya dia meskipun frameless ini kacanya kacanya double glass tapi double glass-nya tebal banget loh jadi biasanya pakai double glass itu ya tebal gitu tapi ini untuk sebuah double glass nih double glass yang tebal sekali jangan-jangan anti peluru lag-nya ada ventilasi di sini sama dari sebelah sana tuh dan ngaturnya ya dari sini tuh diatur dari sini bawah hembusannya ke mana ya? Itu ya agak sedikit repot sih, tapi ya terasa canggih aja. Dan untuk sisi penumpang nih kita lihat dapat buat ininya empuk banget. Oh dia dikasih bantalan lagi. Jadi harusnya dia kayak gini doang nih sen. Tuh lihat deh sama kasih bantangan lagi. Empuk banget ini. Wih, mantap ya. Yuk, sekarang kita ke belakang yuk. Nah, sekarang kita masuk ke dalamnya. Aduh. Pas masuk dibandingkan dengan yang S7, jelas R7 ini lebih lega. Aduh, ini pijitan kursinya nyala lagi enak banget. ini pameran luas banget ya. Saking luasnya itu pasti kalian bakal capek. Jadi kalau kalian pengin ke yang high auto Auto Show kalau bisa dua atau 3 hari lah, jangan cuma sehari pasti capek banget. Dan di belakang ini ya untuk yang sebelah kiri itu kita dapat ini nih. Nah, dapat meja. Yang sebelah kanan enggak. Tapi yang sebelah kanan itu dapat tablet di bagian sini. Ini kayaknya tablet dari Huawei ini. Gimana cara nyalainnya? Mati ya? Ada enggak? Oh, bisa. Ini kebalik nih. Kameranya di bawah sini harusnya diputar. Bisa dilepas enggak nih? Bisa dong. Dia pakai magnetic dan ada konektornya ya. Jadi harusnya bisa nyambung sama si head unit depan. Ini Huawei bukan sih? Huawei apa nih? Harusnya Huawei ini punyanya nih. Oke, sekarang kita taruh tapi enggak kebalik. Oke, udah menempel dengan sempurna. Hah, kita duduk leg room besar, headroom apalagi. Dan ee sandarannya ini bisa dinaik turunin juga sama seperti di bagian depan ya. Dan yang menarik coba mendekat sini sayan lu duduk deh. Duduk. Karena di sini ada tombol-tombol ini sebenarnya sama kayak yang S7. Yang pertama ini tombol untuk pemanas, pendingin. Ini untuk nyalain AC ya. Jadi AC-nya ini bisa kita kontrol dari sebelah kiri dan ini individual. Jadi kanan dan kiri bisa berbeda ya. Bisa ke kepala sama ke kaki. Kepala ini sepertinya AC-nya dari bagian sini nih ya. Oh ini manual nih bisa digeser-geser ya. Tapi atas bawahnya gabung dia. Nah ini chargernya Huawei Supercharge 66 watt dong USBC-nya. Ini gede banget loh. Nah, terus di sebelah kiri sini ya ada tombol lagi. Coba mendekat. Nah, pertama ini tombol buat recline. Jadi buat majuin nih. Nah, coba mundur. Dia bisa dibikin lebih tegak seperti ini. Dimundurin lagi. Coba seberapa mundurnya. Ah, ini segini paling mundurnya ya. Enak sih. Nyaman ya. Kalau dinaikin bagian atas sini udah sih ini begini aja. Belakangnya sih lega banget. Empuk joknya. Cuma ini sih yang paling bikin enak itu pijetan ya. Mantap banget ini. Ini kalau misalkan masuk ke Indonesia ya buat nyaingin Hyptech HT ya. Gue sih lebih pilih dia. Ini enak banget loh dari dalamnya itu mewahnya pol. Oh ini buat buat nyakut-nyakutin barang nih di sini. Sama untuk kursi yang sebelah sini. itu ada pengaturan dari belakang. Jadi kita bisa majuin yang depannya. Kurang lebih kayak gitu sih. Sama masih di sini pakai Huawei Sound ya. Ada Twitter di sini sama di bawah sini. Wah ini ini ee definisi mobil yang kalau udah masuk kita pasti jadi malas buat turun. Nah, sekarang kita buka bagian depannya. Jeng jeng. Sayang sekali di depan sini kita enggak dapat tempat penyimpanan. Jadi depannya itu kalau kita lihat detail ya, ini tuh ada mesin tuh. Oh sori sori. Ini yang pakai Range extender. Jadi kalau kita lihat detail tuh ada tutup olinya, ada macam-macamnya. Jadi ini varian yang Range extender nih. Dia punya e mesin bensin. Mungkin kalau yang full EV dia ada tempat buat naruh ee bagasi ya. Tapi karena ini receaganya itu 496 PS dual motor dan dia 0 100-nya bisa di angka 4 detikan. Kencang sekali ya. Wah, ini sih emang killer ya. Sebenarnya gua penasaran dengan sistem yang dipakai di mobil ini karena kan basisnya Huawei. Dia bukan ee pakai Snapdragon, dia pakai Kirin. Ya, apa sih bedanya dengan mobil-mobil Cherry pada umumnya? Ya, semoga kalau mobilnya masuk Indonesia itu dapat spek yang paling tingginya dan kalau bisa di bawah 1 M kayaknya masih mantap ya. Nah, ini varian yang bukan range extender. Jadi dia enggak ada mesin bensinnya makanya dia punya bagasi yang lebih besar di bagian depan sini ya. Washer-nya di bagian sebelah kiri yang sebelah kanan ini kayaknya. Oh, buat akinya ya. Semuanya tertutup rapi. Ada hidraoliknya kanan kiri. Jadi kalau mau buka juga gampang ya. Wies, itu aja mungkin vlog kita kali ini ya. Luar biasa loh. Kemarin kita lihat Luxit S7 aja udah wah banget gitu di Huawei Store. Nah, kali ini di pameran e Shanghai Auto Show ngelihat R7 ini, ini sesuatu yang lebih ingin untuk dimiliki gitu ya. Mungkin enggak ya Cherry bawa ini ke Indonesia? Kalau harganya masih sangat terjangkau dan punya renic stander ini mungkin harganya bisa bersaing sama ya sekelas BMW atau Mercedes Benz lah. Karena pas kita cobain kemarin waktu yang S7 itu di Huawei Store itu audionya bagus sekali ya. Terus juga interior segala macamnya itu top lah. Ya namanya juga kepenginan ya. Semoga ini masuk ya. Dan buat teman-teman yang nonton video ini, bantu kami untuk menghapus komen judi online. Saya ucapkan terima kasih seranif. Sampai jumpa di vlog berikutnya. Terima kasih menonton. Bye bye.

Lihat di YouTube