Jungkat

SUV JEPANG INI SIAP BANGKIT & HAJAR MOBIL CINA, Jadi Jauh Lebih Besar dan Canggih! (YouTube Video)

  • 11/11/2025

[Musik] Ini adalah Mazda CX5 generasi ketiga dan kita lagi lihat ini langsung langsung di Jepang ya. Nah, bedanya apa aja sama yang generasi kedua? Bua detailnya semak di 10 hal yang beri Mazda CX5. [Tepuk tangan] Satu generasi ketiga kayak yang tadi kita bilang si X5 ini adalah C X5 generasi ketiga nih. Kalau kalian lupa ini yang generasi satunya dan ini yang generasi duanya. Nah, sebenarnya six5 yang baru ini udah diperkenalkan secara global di Juli 2025 kemarin. Tapi emang diperkenalkannya di Eropa ya. Dan unitnya hanya dikasih lihat langsung ke media-media Eropa aja. Sedangkan buat public premier-nya atau buat masyarakat umum baru bisa lihat C X5 baru ini di Japan Mobility Show di akhir Oktober 2025 ini ya. Meski unit yang buat show di Jepang ini pun masih pakai spek Eropa ya. Tuh setirnya masih kiri ya kan. So, si X5 ini bakal dijual di negara-negara kayak Eropa, Australia, Amerika, dan Jepang dulu di akhir 2025 dan awal 2026. Wah, Indonesia kira-kira bakal mulai dapat kapan ya? Dua pilihan warna. C X5 baru ini tentunya belum ada di Indonesia, tapi di beberapa negara udah mulai bisa pre-order dan udah nunjukin beberapa pilihan warnanya kayak putih artic, abu-abu kesilveran aero gry, abu-abu lebih gelap poly metal grey, hitam jack black, dan beberapa warna premiumnya kayak putih premium rodium white, abu-abu premium machine grey, dan merah soled crystal. Dan kalau kalian penasaran di Eropa tampilannya gimana sih antar variannya? Di yang varian paling murahnya kayak gini, di varian tengahnya kayak gini, dan di varian paling tingginya kayak gini. Yes. Jadi, unit yang kalian lihat di video ini adalah varian tertinggi dengan spek Eropa, ya. Tiga, mesin baru. Mesin CX5 ini well beda negara, beda mesin sih ya dapatnya. Eropa misalnya pakai mesin E Sky Active G atau mesin bensin 2500 cc yang ditambah teknologi malt hybrid berupa ISG atau integrated starter generator dan baterai litium ion 24 volt ya. Nah, mesin yang dipakai si X5 Eropa ini adalah mesin pengganti 2000 cc yang lama. So, dia bukan mesin pengganti 2500 cc yang ada di CX5 Indonesia sekarangnya. Dan perlu diingat, malt hybrid ini enggak kayak strong hybrid. Karena malt hybrid enggak bisa gerakin mobilnya hanya dengan motor listrik dan baterai aja. So, pada dasarnya setiap kita injak pedal gas, mesin bakarnya bakal selalu nyala dan motor ISG-nya hanya berfungsi sebagai assist buat engine-nya aja. Nah, karena pasar Eropa sangat-sangat fokus ke emisi, jadi output mesin ISK Active G ini sangat rendah ya, hanya 141 HP aja tapi torsinya cukup tinggi di 238 Nm. Dan Mazda bilang mesin baru ini lebih fokusin ke delivery torsi yang lebih kuat di putaran awal dan emisi lebih rendah yang compli dengan Euro 6 Strip Beast. Dan konsumsi BBM-nya juga dibilang lebih irit dibanding 2000 cc yang lama. Dan tetap ada silinder deactivation yang bisa matiin dua silinder pas lagi cruising dengan kecepatan konstan. Nah, tapi ini mesin di Eropa ya, Amerika dan Australia misalnya bakal pakai mesin 2.500 cc tanpa sistem malt hybrid yang nghasilin tenaga 187 HP dan torsi 252 Nm. Meski emang belum banyak info yang dibeberin soal mesin yang ini ya. Dan nantinya di tahun 2027 Mazda bakal keluarin mesin hybrid baru buat C X5 ini yang bakal disebut Sky Active Z. Nah, masih jadi misteri nih soal gimana sistem hybrid di Sky Active set ini. Yang jelas mesin bakarnya sendiri bakal kombinasiin beberapa kelebihan di mesin bensin canggihnya Mazda Sky Actctive X dan mesin dieselnya mereka yang bakal compli sama aturan emisi Euro 7 nantinya. Mesin mana yang bakal dibawa ke Indonesia kita tunggu nanti aja ya. Masih belum ada info lebih lanjut soal hal itu. Transmisinya otomatis kecepatan Tor converter kayak sebelumnya. Meski Mazda klaim sistem transmisinya dikalibrasi ulang, shift-nya diperbarui dan meng-update control hydraulic torque converternya buat perpindahan gigi yang lebih halus dan lebih cepat. Di Eropa, CX5 baru ini ditawarkan dengan penggerak roda depan atau penggerak empat roda all wheel drive. Tetap ada mode berkendara yang bisa diubah pakai tombol yang di setir sini atau bisa juga dari head unitnya sini ya. Ada normal, sport, dan khusus yang AWD ada offroad. Empat eksterior terlihat mirip. Kita ngobrol langsung sama desainer dan engineer-nya si X5 baru ini. Dan mereka jelasin kenapa dari beberapa sisi si X5 Gen 3 ini meskipun full baru tapi sekilas masih kelihatan kayak si X5 sebelumnya. Mereka bilang karena ini model yang sangat-sangat penting buat Mazda di dunia bahkan jadi Mazda paling laku ya sekarang. So, orang harus bisa langsung kenal begitu lihat ini. Oh iya, itu adalah CX5 gitu katanya. Kita juga dijelasin kalau desain si X5 Gen 3 ini yang dipakai juga di Mazda 6i itu bakal jadi desain akhir dari fase du kodoin sebelum nantinya masuk ke fase ketiga yang dipakai di model konsep vision cross coupe ini. Oke, dari segi dimensi si X5er ini cukup melar ya. Meski emang enggak segitunya juga sih. Panjangnya nambah 115 mm jadi mirip CRV. Tapi semua penambahan itu ada dari penambahan wheel base-nya ya yang efeknya bikin ruang kabinnya jadi jauh-jauh lebih lega. Lebarnya pun gitu. So, tambah besarnya masih cukup proporsional ya detail desainnya. Bagian depannya dibuat jadi lebih tinggi dengan lekukan kup ujungnya yang harusnya jadi lebih kelihatan dari dalam sekarang. Nah, desain grill signature wing-nya diperbaru ini. Di sekitar grillnya sekarang kayak dibuat panel hitam gloss yang langsung nyambung sama lampunya. Dan lampunya pun dibuat kayak jadi lebih pipih dan kayak bertingkat ya. Plus digabung sama panel hitam gloss di bawahnya jadi satu kesatuan dengan grillnya. So overall ngasih tampilan lebih lebar ya. Ini detail desain yang dipakai di Mazda 6i juga nih ya. Yang di pinggir grillnya sendiri kayak silver aja ya, bukan chrome. Entah karena ini model prototype aja atau emang finalnya nanti juga gitu. Nah, kalau lihat lampunya unik tuh ya. Selain ada dua projektor yang bertumpuk atas bawah, di pinggir sisi luarnya adator mungil yang adalah diarel ya, tapi ada panel merah kecil tuh ya. Nah, si panel merah ini kalau dilihat dari samping ada tulisan angka li dilihatnya agak susah sih, tapi okelah. Sentuhan yang cukup unik. Yang di bawah lampunya persis kelihatannya kotak washer wiper ya. Tapi mungkin juga hanya tersedia di spek Eropa aja. Sedangkan grill paling bawahnya kalau sebelumnya cuma di tengah aja. Yang baru ini dibuat kayak nyambung sampai ujung kiri kanannya tuh ya. Pakai panel hitam gross gitu di paling bawahnya. Tapi yang berlubang tentu yang di tengah aja, yang di kiri kanan enggak. Dan kalau lihat lebih dekat lagi kelihatannya ada active grill shutter tuh ya kayak di CX X60 juga. Nah, sayangnya kita enggak sempat buat mainin lampunya so enggak bisa kita kasih lihat detail kalau lampunya dinyalain. Ya nantilah ya pas mobilnya udah ada langsung di Indonesia aja sampingnya. Nah, profilnya nih yang paling kelihatan mirip sama si CX5 generasi sebelumnya. Dua sentuhan unik. Yang pertama kalau lihat persis di belakang vender depan yang posisinya di pintu depan ada garis diagonal kayak gini nih. Nah, garis itu sengaja dikasih karena moncong C X5 baru ini kan tambah tinggi, tapi dia enggak tambah panjang. Begitu juga tinggi mobilnya beda, sangat tipis dari sebelumnya. So, garis ini dipakai buat ngasih ilusi biar seakan moncongnya kelihatan lebih panjang dibanding yang sebenarnya. Supaya tetap kelihatan proporsional ya. Unik ya. Dan satu lagi kalau lihat lekukan di fender depan dan fender belakang ini, ini diambil dari prinsip arsitektur tradisional Jepang yang disebut Kigumi yang adalah metode proses penggabungan kayu secara presisi yang digunakan di konstruksi sebagai alternatif dari penggunaan baut atau paku gitu. Karena dikatakan struktur metode ini akan memberi kesan yang lebih kuat. Okelah ya. Sedangkan klediding bagian bawah dibuat piano black ya di varian yang paling tinggi ini. Tapi di varian bawahnya dibuat hitam dove aja. Sedangkan velegnya 19 inci yang varian terata segini dibuat hitam gloss aja ya dan dengan ban 2255 R19. Sebenarnya sih ruang vendernya jadi kelihatan kurang terisi ya kalau dibanding generasi sebelumnya tapi masih cukup okelah. Detail lainnya handle pintunya tetap pakai suarna body gini l jendela enggak ada chrom-kroman apa-apa, polos aja. Tapi pilar B-nya dikasih panel piano black gini. Begitu juga spionnya ya dihitam glosskan gini. Dan ada roof rail terintegrasi hitam gloss gini juga ya belakangnya. Nah, ini nih menurut kita ubahan paling drasi CC X5. Persis di bawah jendelanya kayak dikasih ekstensi panel body tambahan dan baru melekuk agak jauh di bawahnya lagi. Jadi ngasih kesan kayak ala-ala ducttail gitu ya. Dan dikombinasiin sama lampunya yang jadi pipih dan memanjang gini emang nghadirin aura ala CX60, CX X80 gitu ya yang overall bikin C X5 baru ini kelihatan lebih lebar dan kayak lebih nampak stabil aja di jalan dari belakang. Nah, hilang sudah logo Mazda lama di belakang sini diganti sama tulisan Mazda. die eja gini ya bikin dia jadi model Mazda pertama yang pakai logo bertuliskan gini di belakang bumper bawahnya dibuat hitam gloss gini dan di bawahnya lagi baru ada panel hitam dove dan kayak C X5 sebelumnya yang baru ini juga masih mempertahankan desain knalpot dua kiri kanan gini cakeplah anyway enggak ada antena C review so kita berasumsi mungkin C X5 baru ini pakai antena yang terintegrasi di jendela dan sama kayak lampu depannya kita belum sempat buat ngasih lihat konfigurasi lampu belakangnya kalau dimainin ya lima interior sangat modern. Kalau ubahan di luar bikin dia masih langsung kelihatan itu adalah C X5. Nih kita kasih lihat dashboard-nya C X5 yang lama dan ini yang baru. Jauh banget ya berubahnya. Sekarang jadi kelihatan jauh-jauh lebih modern terutama karena setir baru yang bukan lagi pakai logo Mazda, tapi pakai tulisan Mazda kayak di eksterior belakang juga ya. Terus juga karena instrumen klaser baru dan paling utama jelas karena layar raksasa itu di tengah. Dan semua ubahan ini mengacu ke prinsip MA yang menekankan interior yang minimalis enggak berantakan. Nah, banyak yang bilang nih karena Mazda kerja sama dengan brand Chang di Cina buat bikin EZ6 atau 6E dan EZ60. Jadinya interior baru ini pasti didesain sama cangan karena punya layar besar gitu. Well, kita ngobrol sama engineer Jepangnya langsung. Dan enggak ya, semua ini murni desain dan buatan Mazda. Dan kita tanya langsung ya, kenapa sih pakai layar besar dan kenapa sih knop rotarinya hilang? Nah, engineer Mazda bilang karena jenis media yang diputar sekarang udah berubah drastis dari sejak knop Commander control mereka pertama kali dipakai. Dan sebenarnya dari yang sebelum ini juga sebenarnya udah cukup sulit buat pengoperasian pakai Knop dengan cepat. So, buat ngikutin perkembangan zaman media sekarang, dibutuhin layar sentuh yang besar. Dan buat pengoperasian sambil nyetir, Mazda bilang sisi pengaturan AC driver udah dibuat sedekat mungkin sama setir. Jadi, tangan kita enggak perlu lepas setir pas mau ubah temperatur driver gitu misalnya, ya. Dan enggak kayak Mazda 6i yang kontrol lampu dan wipernya cukup aneh posisinya, di C5 ini jauh lebih normal ya, tuas biasa aja di belakang setir. Begitu juga kontrol jendela, spion dan rem parkir dan juga kontrol buat ganti mode berkendara. Tetap normal pakai switch fisikal ya. Okelah, kita pun suka ubahan ini dan kita ngerti juga demand kebanyakan orang sekarang gimana. Tapi beberapa para hardcore tombol fisik mungkin bakal kecewa sih yang ngelihat ini. Lanjut. Sekarang juga ada panoramic sunroof mirip X60 nih ya. yang ukurannya enggak terlalu besar, tapi jelas jauh lebih gede dibanding sunroof standar awalnya si X5 dulu. Ada ambient light juga yang warnanya bisa diganti beberapa pilihan ini, tapi emang di pintu aja ya yang Mazda bilang supaya enggak bikin terlalu banyak pantulan cahaya di kaca. Dan ini joknya ya bentuknya enggak aneh-aneh sih, tapi masih sesuai sama prinsip Mazda buat ngasih feel duduk yang paling sesuai sama postur orang alias bukan asal empuk doang. Nah, di unit yang kita videoin ini lapisan kulit joknya pakai warna tan gini ya. Keren sih, jadi ngasih kesan lebih mewah overall, tapi ada kombinasi warna hitam dan putih juga kalau emang lebih suka yang lebih konvensional. Dan ini jok belakangnya. Nah, di luar fiturnya ini nih ubahan yang paling penting di CX X5 baru sebenarnya ruang belakang jadi jauh lebih lega dari sisi Lightroom, Miro, dan Headroom. Sesuatu yang sebelumnya perlu di-improve banget di generasi pertama dan kedua CX X5. Nice ya. Bahkan sampai bukaan pintunya dan kelegaan buat masuk ke kabin aja dibuat lebih gede lagi di nomor. Habis ini kita kasih lihat deh rasa duduknya. Ini pintu depan nih. Bentuknya enggak aneh-aneh tapi dibuat lebih mirip si X60 sih ya sekarang. Nah, yang paling atas ini pas kita videoin bahannya masih plastik. Semoga karena masih unit prototype aja sih ya. Harusnya sih nanti soft touch ya kayak dash dashboardnya yang paling atas pas udah produksi final. Yang warna tan ini lapis kulit dan ada jahitannya. Dan yang di bawah handel-nya sampai sandaran tangannya lapis kulit juga ya. bawahnya baru plastik semua. Belakangnya pun modelnya sama ya. Paling bedanya di yang warna T-nya ini jadi gak ada jahitannya ya lapis kulitnya. Tapi masih ada pegangan handelnya dan buat sandaran tangannya juga kulit berjahitan. Bawahnya baru di plastik. Bahan dashbor paling atas soft touch yang bawahnya lapis kulit berjahitan. Meski di prototype ini pas kita pegang agak keras sih ya. Nanti kita lihat pas production lah ya bakal lebih empuk atau enggak. Begitu juga di yang buat sandaran paha di konsol tengahnya ini. Di unit prototype yang kita videoin ini masih kerasa keras. Det lain di dalam kabin, lampu kabinnya di depan LED ada dua gini. Di belakang juga LED, tapi adanya di samping kiri dan kanannya. Pegangan tangan plafonnya di depan. Selain ada di sisi driver, ada juga di sisi penumpang depan. Dan di belakang kiri kanan juga ada tambahan gantungan bajunya ya. Sunfisernya di kiri dan kanan sama-sama ada card holder di bagian dalamnya dan ada kaca yang bisa ditutup buka dan ada lampunya juga. Tapi gimana rasanya duduk di CX X5 baru ini? Enam. Konfigurasi jok buat masuk ke depan. Pintu depannya mengejutkannya. Cukup ringan sih, enggak seberat yang lama, tapi mungkin karena ini masih model prototype juga sih ya, makanya yang jelas bukaannya sangat lebar nih. Nice ya. Dan buat nampak ke dalamnya cukup tinggi tapi enggak sampai menyulitkan lah kayak kebanyakan SUV monocok lainnya. Nah, posisi duduk by default-nya cukup rendah nih. Kita suka sih ya buat ukuran SUV monoko gini jadi masih ngasih rasa yang ergonomis buat nyetir ya. Mazda bilang emang I point atau pandangan mata kita ke depan sedikit dibuat lebih tinggi tapi kita ngerasa posisi dashbornya sedikit lebih tinggi juga ya. ya gak sampai sih. Dan untungnya titik tertinggi layar ini sama kayak titik tertinggi DOM instrumen clusternya jadi enggak nghalangin buat ngelihat keluar tengah. Tapi emang cukup bikin feel agak tenggelam kalau joknya kita set ke paling rendah ya. Dan ngelihat ke samping pun gitu ya. Kacanya kelihatan agak kecil meski karena spionnya di pintu jadi bisa ngelihat lebih oke ke blind spot depannya. Bang aturan joknya elektrik yang driver 8 arah slide naik turunin bagian belakang dan depannya dan recline. Plus ada pengaturan lumbar dua arah dan ada dua memori ya yang driver tapi sekarang memorinya di layar dibanding sebelumnya yang pakai tombol fisikal yang penumpang depan elektrik juga nama arayaha slide bisa dinaik turunin ketinggian belakangnya dan recline. He bisa naik turun aja enggak bisa maju mundur. Tapi ini udah maju ya. Jadi kalau kita sandaran sambil nyetir, kepalanya enggak bakal ngedanga dan headroom-nya juga aman banget meski ada panoramic sunroof-nya ini, sandaran tangan di tengah dilapis kulit empuk banget ya. Dan ini meskipun enggak bisa digeser maju mundur tapi karena udah panjang banget jadi tetap bisa sandarin tangan sambil pegang setir gini yang di pintu juga dilapis kulit dan empuk. Seat belt-nya bisa diatur naik turun setirnya selain tilt bisa teleskopik juga dan sandaran kaki kiri driver ada pad plastik dan gundukan gini ya. Sekarang kita ke belakang. Pintu belakangnya juga cukup ringan sih ya buka tutupnya. Sekali lagi semoga karena masih prototype deh ya. Tapi bukaannya super lebar nih hampir 90 derajat kayaknya ya. Dan bagian yang terbuka ini sekarang lebih lebar 70 mm ya. Makanya kita keluar masuk sangat-sangat kerasa gampang dan efeknya juga kalau mau pasang jok bayi bakal gampang banget ya keluar masukinnya. Nice lah. Posisi duduk di belakang sini lebih tinggi dibanding di depan dan jarak antara dudukan dan lantainya ini proper ya. Makanya paha kita sudutnya enggak naik-naik. Jadi bakal nyaman buat jalan jarak jauh. Posisi duduknya gak bisa digeser maju mundur. Tapi ini nih ruang kaki di sini nambah drastis banget. Nambah besar 64 mm dibanding sebelumnya. Yang artinya bikin si CX5 ini dari sebelumnya mungkin yang paling sempit di kelasnya sekarang jadi salah satu yang terluas di kelasnya. Nice ya Masda bilang jadi bisa naruh koper gini di antara jok depan dan belakangnya. Mantaplah ngurangin salah satu isu terbesar X5 generasi sebelumnya. Kres ketiga sisinya bisa dinaik turunin. Jadi kita bisa sandaran lebih rileks gini. Dan jok ini sudut rebahnya bisa diatur ke dua posisi. Yang pertama yang lebih tegak meski ini juga sebenarnya udah cukup rileks sih ya. Dan yang satu lagi lebih rebah lagi. Nah, ini kita ngerasa lebih rileks nih dibanding generasi sebelumnya. Belum sampai serilx RV atau two sound gitu sih ya yang lebih fleksibel buat atur line-nya. Tapi udah termasuk sangat nyaman lah ya. Ruang kepalanya juga jadi lega banget ya karena nambah 29 mm dibanding sebelumnya. Dan karena ada panoramic sunroof ya, jadi sedikit ngasih V lebih lega pas ngelihat ke atasnya. Meski ukurannya emang enggak gede-gede banget sih ya buat sandaran tangan di pintu di lapis kulit. Jadi empuk dan tengahnya juga ada armr lipat gini ya. Nice. Oke, kalau mau duduk bertiga napak ke tengahnya. Kinya enggak mesti ngelipat karena masih cukup lega. Tapi mesti napak agak tinggi karena ada gundukannya yang tinggi tuh ya. Dan kaki kita juga jadi harus di kiri kanannya gini. Dudukan tengah sini lebih tinggi dibanding kiri kanannya tapi mengejutkannya masih cukup empuk dan sandarannya juga lebih maju tapi enggak sekeras itu ya. Ada sandaran kepala gini jadi orang dewasa enggak bakal ngedanga. Ruang kepala di tengah sini juga masih aman dan seat belt di tengah sini tiga titik ya. Tujuh, fitur berlimpah. Fitur C X5 dari generasi sebelum ini juga sebenarnya termasuk banyak di kelasnya, tapi di yang baru ini jadi lebih lengkap lagi ya. Tapi emang di generasi ketiga ini jadi banyak fitur yang terintegrasi ke dalam layar besar barunya. Pendingin jok misalnya kalau dulu ada tombol fisikalnya sendiri, sekarang full terintegrasi di layar sini. Tetap tiga level dan karena ini unit buat pasar Eropa, jadi ada penghangat jok tiga levelnya juga dan ada penghangat setir juga. Nice ya. Dan kayak CX X60, CX80 juga ada opsi buat bikin ventilated seat-nya nyambung sama auto climate controlnya. Oh, dan di model ini jok belakang yang kiri kanan dapat penghangat jok juga ya yang ada tombol fisikalnya di belakang. Okelah, ada driver personalization system juga yang bisa atur posisi jok spion dan head up display berdasarkan tinggi badan driver kayak DC X60. Tapi DC X5 ini enggak memanfaatkan kamera buat simpan dan mengenali profil drivernya. Yang baru lagi tombol di setirnya. Yang kiri ada control audio, voice comand, teleponi, dan instrumen cluster. Dan yang kanan ada cruise control, CTS, buka kamera. Dan buat ganti mode berkendara sekarang pindah ke sini. Nah, tapi kalau lihat di head unitnya, selain tombol di setir tadi berfungsi bisa diklik fisikal kayak biasa, kelihatannya tombol di setir kiri kanan ini juga bisa dikontrol secara kapasitifnya pakai fungsi flick dan swipe. Tapi pakainya gimana? Nantilah ya. Kalau si X5-nya udah masuk Indonesia buat charge device, di depan sini ada wireless charger yang posisinya pindah ke depan laci ya, bukan di bawah AC lagi. Di dalam laci konsol tengah ada dua USB port type C, tapi kita enggak nemu power outlet sih ya di depan sini. Di belakang dapat dua USB port type C lagi dan di bagasi ada power outlet 12 volt. Lanjut lampunya otomatis, wipernya otomatis juga. Nah, sayangnya kita enggak dapat kesempatan buat pegang remote kuncinya C X5 baru ini. Tapi di handle pintunya kalau dulu kan di CX5 lama pakai tombol buat buka kuncinya. DCX5 baru ini pakai alur gini ya kayak DC X60. So, harus ya buka kuncinya tinggal grab handle-nya aja dan kunci lagi tinggal tap alurnya dan buat mati nyalain mesinnya pakai tombol start stop di kanan sini. Tetap ada head up display juga atau active driving display kayak sebelumnya tapi enggak sempat kita coba tampilannya kayak gimana ya. Kalau dulu si X5 ada sunroof kecil di yang baru ini diganti jadi panoramic sunroof ya. Yes, ukurannya enggak terlalu gede kayak di sex60 juga ya. Tapi okelah jauh lebih baik dibanding sunroof kecil sebelumnya ya. Sound sistemnya premium dari Bos sekarang jadi 12 speaker. Jendelanya keempatnya auto up down dan tetap ada tombol physical buat lipat spionnya secara elektriknya. AC-nya dual zone atau climate control alias suhu kiri dan kanan depan bisa dibeda-bedain. Dan sekarang jadi dikontrol dari layarnya langsung kecuali di froster kaca depan dan di foger kaca belakang yang masih ada tombol fisikal ini di bawah layarnya ya. Nah, buat atur temperaturnya sendiri kita enggak perlu klik dulu angkanya terus tap tap tap buat naik turunin suhunya ya. bisa langsung aja tap dan langsung slide tanpa perlu geser tangan ke slidernya. Termasuk level kipasnya juga bisa ya kita tap dan langsung slide aja. So, sebenarnya masih cukup gampang meski emang tetap lebih mendestraksi dibanding tombol physical AC sebelumnya sih ya. Suhu paling dinginnya 15 derajat Celcius dan paling panasnya 28,5 derajat. Kalau kita klik status yang kecil ini, dia bakal buka menu AC yang sedikit lebih komplit ya. Termasuk buat atur heated dan ventilated si tadi dan buat atur ventilasi AC auto gitu-gitulah ya. Dan kalau kita swipe ke kanan dari paling kiri layar nanti bakal masuk ke layar climate control yang lebih detail gini ya. Termasuk ada settings nih yang bisa atur di fober otomatis, set ventilated seat otomatis, dan atur mode auto climate controlnya mau secepat apa. Dan di belakang tetap dapat ventilasi AC kayak gini ya. Rem parkir elektriknya tetap ada tombol fisikal kayak sebelumnya. Begitu juga auto hold ya yang bisa nahan rem otomatis pas kita udah berhenti. Jadi kaki kita enggak perlu nahan pedal remnya terus-terusan. Nah, list tombol yang di kiri dashboard ini berkurang ya karena cukup banyak kontrol yang pindah ke layar kayak misalnya buat pting nyalain ice stop gitu sekarang jadi di head unitnya. Instrumen clusternya sekarang jadi full digital 10,25 inci. Dan tampilannya pun beda ya sama yang DC X60. Cuma ya karena waktu kita singkat, jadi pas kita coba kita cuma nemu layar ini bisa diganti ketiga tampilan. Yang polos gini, yang layar tengahnya jadi layar adas dan kiri kanannya nongol takometer dan indikator bensin gede gini. Dan satu lagi yang tengahnya jadi indikator konsumsi BBM real time dan rata-rata gini. Nanti kita coba otak-atkake lebih jauh lah ya kalau udah masuk Indonesia mobilnya. Spion tengahnya auto diming alias kalau kena silau bakal meredup sendiri. Dan terakhir yang paling kontroversial head unitnya CX X5 yang varian tinggi bakal dapat head unit raksasa 15,6 inci gini. Sedangkan varian bawahnya bakal dapat 12,9 inci. Yang masih lebih gede juga ya dibanding head unit lamanya dulu. So, di tampilan utama head unit ini ada tampilan ADAS di sebelah kirinya, tampilan status mobil di sebelah kanan yang nunjukin hal kayak lampu lagi nyala atau enggak, ada pintu kebuka atau enggak, gitu-gitulah ya. Ada widget di sebelah kanan yang bisa nunjukin sampai lima info yang bisa kita custom. Terus kalau kita swipe down dari atas ada notification center. Harusnya sih ada quick control juga ya, tapi kita belum nemu. Dan kalau kita swipe ke kanan dari kiri bakal masuk ke layar climate control. Dan di paling bawah ada menu-menu cepat yang bisa kita akses dan ada info AC yang selalu standby di situ ya. So, yang kontroversial adalah kontrol knopro tari hampir seluruh model Mazda sebelumnya hilang ya. Semua kontrolnya sekarang langsung dilakukan via touch screen ini. Nah, head unit yang kita videoin ini masih dalam bahasa Jepang dan ini spek Eropa ya. So, banyak yang belum bisa kita explore ya. Tapi dari press rilis-nya salah satu hal utama yang ada di Hunit ini adalah integrasi Google. Termasuk yang paling canggih kontrol via assistant AI-nya Google Jemy Knight. Terus ada juga Google Maps yang langsung terintegrasi di sini. Dan seperti yang kalian lihat ada YouTube. Ya, siapa sangka sebuah Mazda bakal dapat aplikasi YouTube bawaan di head unitnya, ya kan? Ada Apple CarPlay dan Android Auto Wireless. Dan kita coba buka beberapa menu ya. Ini menu IA Active Sense yang bakal nunjukin fitur ADAS apa aja yang aktif dalam full screen. Bisa buka menu energy flow juga dari sini. Status mobil dan info dari tripeter mobil. Kalau klik menu vehicle control yang di bawah sini ada layar buat ganti mode berkendara. Jadi selain bisa dari setir tadi bisa juga dari sini ya. termasuk buat aktifin fitur kayak heal desain control, matiin ice stop dan traction control gitu dari sini buat mati nyalain setiap fitur adasnya juga dari sini nih dan ada buat akses memory seat driver personalization system dan gitu-gitu ya. Settings-nya sekali lagi ini masih dalam bahasa Jepang yang enggak sempat kita ubah-ubah tapi rangkumannya yang submenu pertama ini buat atur head up display-nya. Submenu kedua buat settings AC tadi. Submenu ketiga buat atur semua fitur safety-safety-an. Submenu keempat buat settings yang berhubungan sama mobil. Kayak misalnya settings pintu yang bisa atur aktifin bagasi hands free, auto lock, auto unlock dan sejenisnya. Terus ada atur perlampuan kayak aktifin adaptive LED headlights, volume home dan sejenisnya. Atur perlampuan interior, atur tombol kapasitif di setirnya, atur lampu sein, wiper otomatis, spion lipat otomatis, pengingat jok belakang, wireless charger dan lain-lain. Dan kalau lanjut lagi ada submur persuaraan dan detailnya lagi nantilah ya kalau sudah masuk ke Indonesia dan kita udah bisa otak-atik versi bahasa Inggrisnya. Tapi gimana menurut kalian? Lebih oke enggak fiturnya si X5 kayak yang baru gini? Delap. Safety lengkap kayak fiturnya. Safety-nya si X5 sebenarnya juga udah termasuk lengkap dari sebelum ini. Tapi di yang baru ini lebih disempurnakan lah ya. Meski nanti yang masuk Indonesia kayak gimana belum tentu sama kayak yang didapat di sini ya. Paling kerasa dari sistem kameranya. Tetap pakai empat kamera kayak si X5 sebelumnya, tapi sekarang kualitasnya lebih oke. Dan mode sehr view-nya jadi dilengkapi dengan mode transparan alas kalian bisa lihat bagian bawah mobilnya kayak di mobil-mobil Cina modern meski di unit sini belum bisa kita praktekin lah ya. Dan ada mode tiga dimensi buat muter-muter mobilnya juga. Okelah keep sama kamera mobil Cina kekinian ya kan. Remnya rem depan cakram ventilasi dan rem belakang cakram. Tapi yang baru sekarang pengeremannya brake by wire ya alias dikontrol secara elektronik karena friction brake-nya sekarang digabung dengan regenerative braking. Yes. Kayak di CX60 dan CX80 juga yang Masda bilang ada feel safe-nya ya. Buat selalu kembali ke full friction brak kalau misalnya ada kegagalan sistem elektriknya. ABSBD tentu lengkaplah ya. Nah, yang unik buat matiin stability control dan traction control sekarang dari head unitnya bukan pakai tombol fisika lagi. Tetap ada G Factoring Control Plus juga yang adalah pengembangan dari sistem rem stability controlnya. supaya ngembuat mobilnya berasa makin natural pas kita belok. Tetap ada juga heill launch control atau heill stis yang bakal nahan rem di tanjakan kalau kita lepas pedal remnya buat pindah ke pedal gas biar mobilnya enggak merosot. Dan yang baru ada heal desain control yang aktifin dari head unitnya. Ini buat ngatur gas dan rem otomatis di turunan curam biar kita bisa lebih fokus sama steeringnya. Airbag-nya yang kita pantau ada tujuh. Dua airbag depan, dua airbag samping di samping luar kedua jok depan, satu far side airbag atau airbag tengah yang ada di sisi dalam jok depan, dan dua airbag pilar yang memanjang. sensor parkir 4 titik terintegrasi di belakang dan 4 titik terintegrasi di depan dan ada dudukan ISOFIX buat jok bayi di baris kedua. Nah, sistem keselamatan aktif ADAS atau di Mazda disebutnya IA Active Sense itu juga dapat update yang cukup berat ya. Ini tetap manfaatin kamera di balik spion tengah sini, radar di balik emblem Mazda sini dan dua radar yang sembunyi di balik kiri kanan bumper belakangnya ya. Pertama smart city brake support dan smart brake support alias nama lain dari rem otomatis. Jadi, ini bakal ngasih peringatan kalau terdeteksi kita ada kemungkinan nabrak mobil di depan kita dan kalau enggak kita gubris nanti mobilnya bakal ngeremin otomatis. Nah, di CX X5 baru ini dapat update improvement pas follow di kecepatan rendah dan sekarang juga ada junction assist alias bisa deteksi potensi nabrak pas mau belok kiri atau kanan. Sekarang juga ada peringatan yang bisa ngasih tahu kalau mobil depan udah jalan seandainya kita lagi terdistraksi main HP gitu misalnya. Tetap ada MRCC atau Masd dari cruise control. Ini nama lainnya dari adaptif cruise control ya. Jadi, selain bisa nge-set kecepatan konstan tertentu, adaptif ini juga bisa nge-set jarak konstan sama mobil di depan. Jadi nanti kalau mobil depan memelan, CC X5 ini bakal ikut memelan dan kalau dia kencang lagi, CC X5 ini bakal mengencang lagi sampai maksimal di angka kecepatan yang sudah kita set tadi. Dan ini bisa ngikutin gas rem mobil depan sampai berhenti, ya. Nah, improvement MRCC DC X5 baru ini dia bisa otomatis nurunin kecepatan kalau mendeteksi bakal masuk belokan. Tetap ada CTS atau cruising and traffic support. Ini bakal baca dua garis di kiri kanan dan bakal bikin mobil kejaga di tengah-tengah lajurnya terus alias kita bisa lepas Cirb sementara waktu dan mobilnya bakal ikutin lajurnya ke mana. Belok-belok sendiri. Dan improvement CTS DCX5 ini jadi ada fitur buat pindah lajur otomatis dengan ngasih lampu sen-nya. Sekarang driver monitoring systemnya juga pakai sistem yang di atas setir sini yang bakal mantau tingkat Vatic driver dan bisa dikasih peringatan kalau kita terdeteksi capek. Sisa ADASnya mirip-mirip lah ya. Ada LDWS atau lane departure warning system juga. Ini bakal ngasih peringatan di mid dan setirnya geter kalau kita gerak keluar lajur tapi gak ngasih lampu sein ke arah situ ya. Ada LKAS atau lane keep assist system juga. Ini kalau tadi udah keluar lajur dan diperingatin. Kalau LKAS-nya nyala setirnya juga bakal gerakin buat balikin lagi mobilnya ke dalam lajur. Ada adaptive LED headlights alias matrix LED yang bisa nerangin lampu jauh khusus di sisi yang enggak ada mobil atau motor yang bisa kena silau di depan kita aja ya. Ada blind spot monitoring yang bakal ngasih peringatan kalau terdeteksi ada mobil di sisi kiri atau kanan belakang kita. Dan kalau kita tetap nyalain lampu sein ke arah situ, indikatornya bakal berkedip. Dan ada rear cross traffic alert. Ini kalau kita lagi mundur dan ada mobil mendatang dari belakang arah kiri atau kanan, kita bakal dikasih peringatan di spion dan di head unitnya. Sembilan bagasi dan storage. Bagasi CX5 varian yang kita videoin ini elektriknya. Nah, tapi kita enggak sempat cobain apakah bisa dibuka dari gestur kaki atau enggak ya. Yang jelas kalau mau buka biasa tinggal langsung klik tombol di pintunya ini aja atau kalau dari dalam tinggal tahan tombol ini. Nah, ini bagasinya. Yes. Kapasitasnya nambah cukup drastis ya. Kalau dulunya 522 L, sekarang jadi 583 L. Dan ini dari cukup banyak dimensi ya, panjang bagasinya nambahnya 45 mm. Lantainya pun sekarang jadi lebih rendah 18 mm. Jauh lebih kepakai lah ya sekarang ukurannya. Bibirnya cukup mengotak dan lebar. Harusnya enggak masalah buat masukin barang besar. Nah, tapi emang meskipun lantainya turun 18 mm, tapi hitungannya masih tinggi sih ya khasnya SUV. Jadi, masih cukup sulit buat angkat barang yang berat banget kayak galon gitu misalnya. Tapi lantai ini rata sama bibirnya ya. Jadi kalau mau keluarin barang tinggal ditarik aja. Detailnya di sebelah kiri sini paling cuma ada handle kecil ini buat lipat jok belakang dan ada lubang ini di pinggirnya. Sebelah kanannya ada lampu LED gini handle juga buat lipat joknya. Dan di sini ada power outlet 12 volt nih. Nice ya. Dan ada lubang gini juga di bawah joknya. Nah, ini bedanya sama si X5 lama. Kalau dulu lantainya kan bisa diturunin ke level bawahnya. Di yang baru ini bibir ratanya itu langsung dibuat lebih rendah ya, jadinya enggak bisa turun-turunin lantai lagi. Tapi masih ada beberapa kompartemen kecil di bawah sini. Ada subwoover tapi enggak ada ban serps ya di unit yang kita videoin ini. Dan ada parcel shelfie. Yes, parcel shelfie ini bisa kita pakai buat tutup barang yang ada di bagasi supaya enggak diintip dari luar ya. Dan kalau enggak kepakai enaknya bisa ditaruh rapi di bawah bagasi sini. Oke, kalau maueluasin kapasitas bagasi, jok belakang bisa dilipat pakai konfigurasi 40 bing 20 bing 40. Yang tengahnya lipatnya tinggal tarik atasnya gini aja, terus dorong joknya. Dan kita jadi bisa masukin barang yang panjang tapi kecil ya, sambil tetap duduk berdua dengan nyaman di belakang. Kalau masukin barang yang mau lebih besar bisa tarik aja nih handle yang sebelah kanan gini. Nah, jok sebelah kanannya bakal kelipat kayak gini dan ruangnya lebih besar lagi ya sambil tetap bisa duduk berdua di kiri dan tengah. Dan kalau yang kiri mau dilipat juga enak ya. Tinggal tarik juga handle yang kiri. Dan joknya full kelipat semua gini. Dan ini kapasitas bagasi jadi jauh lebih besar ya. Nambahnya 381 L. Jadi kalau si X5 sebelumnya 1600-an liter, sekarang jadi 2.000-an liter. Nice ya. Dan lantainya full rata nih. Lipetan joknya pun rata banget. Jadi kita bisa masukin barang yang besar dan panjang kayak kasur gitu atau Mazda. Bahkan siapin skenario ngebalik headr belakangnya gini supaya kita bisa langsung tidur sandaran. di belakang sini ada-ada aja ya. Nah, buat tutupnya ada handle buat tutup manual dan ada dua tombol ini ya. Yang satu buat tutup elektrik biasa dan yang satu lagi buat tutup sekaligus kunci semua pintu lainnya. Dan ini sisa storage di dalam kabin. 10 detail-detail lain Ini selain yang kelihatan, si X5 ini juga punya beberapa ubahan yang enggak kelihatan. Torsional rigiditasnya misalnya naik ya, so mobilnya bakal lebih rigid dan ninggalin ruang buat bikin suspensinya jadi lebih nyaman. Dan emang suspensinya juga direvisi ya, perirnya dibuat lebih lembut, ukuran stabilizernya diadjust ulang, shock breakernya juga ditunang, damping rebound-nya ditingkatkan dan efeknya bakal bikin di kecepatan rendah lebih stabil dan kerasa halus. Dan di kecepatan tinggi, getaran dari jalan yang enggak rata bakal lebih enggak kerasa lagi ya. Fel setir juga dibuat lebih refined. Respon throttle dipercepat dan ada pengenalan brake by wire system yang memberi koordinasi kontrol rem antara rem biasa dan regen braking dengan lebih baik. Tapi apakah itu bakal bikin C X5 generasi ketiga ini tetap si generasi keduanya sambil bisa ngasih kenyamanan yang lebih baik? Kalau gitu tunggu kita bisa cobain aja lah ya. Detail lainnya X5 baru ini baru hanya dirakit lokal di Jepang. bensinnya buka KP tinggal tekan aja dan ada tulisan tuh spek bensinnya minimal pakai bensinron 95 artinya di Indonesia bisa pakai pertamax turbo, Shelfie Power dan BB95 ya. Tapi yang unik ada tulisan juga dia compatible ETAol 10% ya not bad lah. Sedangkan buat program servis dan garansi karena ini belum masuk Indonesia jadi enggak usah kita bahas dulu aja lah ya. Sean soal Mazda Six ini silakan sampaikan komentar kalian di bawah. Klik like dan jangan lupa subscribe video kali ini. See you next time.

Lihat di YouTube