SUV RWD Ini Akan Ngebuat Kalian Ngelupain Fortuner Atau Pajero Sport (YouTube Video)
Halo teman-teman, selamat datang di channel GRD Oto. Sudah sejak lama sejak terakhir kami mengulas Mazda dan di belakang saya sudah ada Mazda CX60 yang menurut e kami teman-teman ini memberikan value ekstra. Kenapa value ekstra? Karena CX6 teman-teman itu sebenarnya tercitra sebagai eh SUV yang bukan paling murah yang ada di jajaran SUV-nya Mazda. Dia termasuk e kelas premium gitu ya dengan harga yang lumayan tinggi. Tapi itu dulu karena sekarang, Teman-teman. Mazda di Agustus kemarin pada ajang JS itu memberikan varian tambahan terhadap CX60 yang mana harganya itu lumayan oke untuk ukuran mobil di kelas ini ya dengan set di R00 juta ini menjadi SUV CX60 yang paling oke di antara semua varian yang ada di Indonesia. pertanyaannya dengan harga yang lebih kompetitif yang mungkin bisa lebih menyenangkan buat e kantong calon pemiliknya. Kira-kira apa aja sih yang dikorbankan, apa yang menjadi kelebihan dan tentu saja [musik] e kekurangan apa yang menjadi kompromi bagi calon pemiliknya untuk bisa apa enggak menerima CX60 Sport. ini [musik] sebelumnya minta maaf teman-teman ini gerimisnya makin lama makin lebat mudah-mudahan enggak mengganggu kenyamanan teman-teman menonton ya e cipratan-cipratan air di muka saya. Oke, ini yang pasti secara body gitu ya si X60 sebenarnya. Dan kalau teman-teman ingat, pertama kali CX X60 itu yang kami kenal ya, itu kan 3300 cc lalu kemudian dia penggerak roda belakang dan itu berdampak sama dimensinya. Ini mobil sudah jelas panjang, cuma proporsinya teman-teman karena e mesinnya besar lalu kemudian dia berpenggerak roda belakang e sehingga mesinnya itu diposisikan secara longitudinal memanjang ke depan belakang gitu ya. Dan itu ngebuat bonetnya ini [musik] panjang teman-teman. Kalau teman-teman ingat kayak si X5 gitu misalnya atau si X9 gitu misalnya, e proporsi kup mesinnya e bagian depan gitu ya, enggak sepanjang ini. Karena kalau yang gerak depan, orientasi gerak depan itu e mesinnya bisa dibikin transversal. Sementara kalau ini longitudinal. Makanya enggak heran di antara semua panjang keseluruhan bonetnya kalau dilihat dari frontal samping itu emang kelihatan ee panjang, Teman-teman. Gitu. [musik] ini bodinya e tetap sebuah CX60 yang karismatik. Dilihatnya enak dan kelihatan kayak mobil mahal. Dan karena ini adalah varian murah atau mungkin varian termurahnya Sex gitu ya, saya bisa bilang bahwa ini adalah mobil mahal yang e murah atau lebih tepatnya e mobil mahal dengan harga termurah yang ada di Mazda. Ya, salah satu opsi mendapatkan cita rasa mobil premium tapi dengan harga yang lebih bersahabat untuk model ini adalah varian ini. Cuma kelihatan ya kalau ini ringnya kecil sementara kalau varian di atasnya kan bisa 2 inci lebih lebar ya. Jadi ee mungkin kalau udah terbiasa ngelihat kakak-kakak variannya ngelihat roda ini ban dan veleg kelihatan kayak wah basic banget nih standar. Tapi kalau yang jarang ngelihatnya mestinya enggak ada masalah. Pemilihan warnanya oke. Lalu kemudian di sini ada eh RFR e penemnya itu memberikan eh kekuatan dari citra SUV sebenarnya. Tapi secara keseluruhan mungkin enggak banyak yang bisa di e bahas mengenai eksteriornya ya. Kalau teman-teman termasuk yang suka dengan desain-desain Mazda, bisa aja yang sudah bosan gitu ya atau mungkin e yang sudah terbiasa dengan C5, C3 yang lama gitu. Mestinya di generasi CX60 [musik] ini udah lebih fresh. Sudah lebih fresh karena ya balik lagi eh dia punya varian yang all wheel drive, tapi eh rare wheel drive itu karena proporsi depannya itu berbeda kayaknya. Wah, ini Mazda yang beda nih. Lagian juga, Teman-teman. Dibanding banyak e mobil ee [musik] lain di Indonesia. Mazda itu populasinya enggak terlalu banyak sehingga e enggak mudah bosan untuk ngelihat ee mobil-mobil Mazda termasuk C6 itu berkeliaran e di Indonesia. Tapi kalau secara keseluruhan saya tetap merasa bahwa ini adalah mobil yang sangat elegan. Saya tunjukin bagian dalamnya, yuk. Wah, basah. Enggak apa-apa nanti kita lap. Dan teman-teman ini bagian interiornya di varian paling rendah dan di model paling rendah sekalipun Mazda itu [musik] sudah sangat representatif untuk memberikan e feel yang ini mobil kayaknya mahal nih dibanding mobil Jepang yang lain dibanding Toyota, dibanding eh Dehatsu gitu, dibanding Honda. Mereka semua tuh kayak punya kans untuk ada feel yang berbeda antara mobil mahal dengan mobil murahnya. Sementara kalau di Mazda even mobil murahnya itu tetap terasa mahal, Teman-teman. Dan itu eh terjadi sampai sekarang. Cuma kalau si X60 ini udah di level yang tinggi kan. Jadi kalau soal feel wah apakah dia e terasa premium? Absolutely. Mazda itu udah enggak ada masalah dalam kemampuan mereka membuat mobil yang bagus terasa mahal. Cuma masalahnya adalah secara e diversifikasi gitu ya, Mazda tuh enggak punya subbrand yang secara kasta atau secara image lebih tinggi. Kalau Toyota ada Lexus, eh Nissan ada Infinity gitu misalnya. Hyundai ada Genesis. Tapi kalau Mazda enggak ada, Teman-teman. Jadi ketika mereka membuat mobil mahal dari yang entry model sampai yang paling tinggi gitu, brandnya Mazda. Sementara kalau Toyota misalnya ya diuntungkan ketika mereka ee bikin ee Lexus gitu, oh cita rasanya langsung jauh berbeda gitu. Ee rasanya udah jauh berbeda antara e Lexus dengan e Toyota. Sementara kalau Mazda ya suka enggak suka baik dari yang mahal maupun murah e sama saja e kesan atau brand image-nya. Bagus. Kalau untuk yang beli mobil murahnya Mazda mungkin jadi gimana gitu ketika beli mobil mahalnya Mazda karena jadi sama aja dengan yang murah kan gitu. Dan saya juga suka soal akomodasinya karena ini mobil gede kan. Saya mau tunjukin ke belakang tapi saya nyalain dulu. Nah tuh dengar enggak? Asik ya. Starternya juga lembut, suaranya juga lembut. Coba nih mesinnya saya ref up dikit ya. Asik itu emang mesinnya Mazda tuh bukan yang powerful banget apa misalnya buat yang paling relate dengan lebih banyak eh di antara kita gitu misalnya Mazda 2 dibanding eh Honda City hatchback atau Honda Jazz Dulia atau Toyota Yaris gitu. Mazda tuh yang hatchback ya dibanding hatchback yang lain itu tenaganya enggak gede-gede banget. Tapi somehow dia mesinnya asik e kurva torsinya enak gitu terus handlingnya pas dan terasa mahal. Dan ini pun juga seperti itu. Kita ke belakang yuk. Nah, ini di bagian belakangnya. Ini busa joknya, Teman-teman. Empuk. Salah satu dari mobil dengan busa terempuk yang kami ulas di mungkin en sampai 5 mobil terakhir ya. Ini empuk banget nih rasanya. Jadi kayak ambles. Cuma memang teman-teman saya ngerasa bahwa garis bahunya lumayan tinggi. Jadi kalau duduk di sini terasa kayak ambles gitu. Tapi karena ada e sunroof panoramic rasanya ya kayak spesial gitu ya. I enggak sih teman-teman suka enggak sih sama sunroof panoramic? Menurut teman-teman ini fitur yang oke apa enggak? Kalau saya pribadi saya suka. Saya lebih suka sandu panoramik dibanding apa misalnya jok elektris tuh saya kadang ngerasa agak terganggu ya kalau pas pengin cepat-cepat rebahan istirahat sebentar sebelum masuk ke kantor gitu ya istirahat sebentar di parkiran gitu kayak lama banget untuk ngerubahin jok gitu jadi saya bukan orang yang antusias sama jok elektris bahwa fiturnya ada ada dan itu bagus tapi beberapa orang belum tentu cocok sama beberapa fitur balik lagi kalau sandro panoramik ini menurut Teman-teman oke apa enggak. Dan ini teman-teman akomodasinya ini udah diet buat ketinggian saya 168 cm. Rata-rata saja dan ini lebih dari 10 jari sudah cukup. Dan ini fix nih, enggak bisa dimaju mundurin. Dan ini headroom-nya sudah lebih dari 5 jari dan itu cukup. Jadi saya pengin bilang bahwa ini udah pasti enggak sempit, cuma enggak ada yang spesial-spesial banget gitu. Dan kalau saya punya mobil ini, saya pasti akan duduk di bangku pengemudi. Sih. Jok di bangku baris kedua ini bukan buat mereka yang beli. Ini menurut saya ini mobil terlalu enak. Nanti saya ceritain ya. Yang pasti dia terlalu enak buat dipacu. Dia menyenangkan, dia sangat fun to drive. Eh, sehingga kalau mau menyenangkan pemiliknya bukan dengan menempatkan beliau di jok belakang gitu. Tetapi apakah dia oke untuk mengakomodir penumpang belakang? Ya menurut saya udah baiklah. Dan ini enggak bisa di-adjust, Teman-teman. Oh, ada. Tapi cuma dikit ya, segitu doang. Tapi enggak bisa lebih rebah dan ini enggak bisa di sliding. Ya, pengaturannya terbatas. Ada yang sekaligus sebagai e cup holder. Akomodasinya oke. Nah, akomodasi yang paling oke membuat saya adalah justru di bagasi, Teman-teman. besar, lebar, panjang, dan kita bisa menggandakan kapasitasnya dengan melipat bangku e baris kedua ini. Dalam bayangan saya, skema yang oke buat si X60 ini adalah pergi sama keluarga, road trip gitu ya dengan medan yang lebih beragam. itu karena ini SUV dan bawa barang banyak karena kargonya besar pun bisa ditambahin lagi dengan eh cross bar ya untuk menempatkan roof box gitu ya buat road trip kayak gitu enak kalau rasa berkendara teman-teman Kita tahu bahwa Honda, mobil-mobil Honda entah apapun dari hatchback, sedan atau SUV gitu ya, itu punya bakat sebagai mobil yang fun to drive. Tapi Mazda teman-teman itu menurut saya lebih konstan untuk memberikan rasa berkendara yang juga terasa premium. Iya. Jadi, ee Mazda itu enggak memberikan atau enggak meminta banyak pengorbanan, enggak meminta banyak kompromi e ketika mereka memberikan mobil yang asik dikendarai. Jadi ini e kebanyakan mobil Mazda enak buat nikung, buat berzigzag di kecepatan tinggi atau kayak misalnya e belok cepat gitu ya, pasti bisa sesolid itu. Dan hampir semua mobil Mazda termasuk yang teman-teman coba gitu di Indonesia ya ee itu semuanya benar-benar asik untuk dipacu. Kita jangan ngomong soal Miata gitu ya MX5 ya, tapi bahkan di kayak Mazda 2 C X3 hingga sampai di SUV sebesar CX60 ini. Ya benar, ini bukan SUV Mazda yang paling besar, tapi ini adalah SUV Mazda yang driving-nya itu fun. Dan ketika saya e membawa ini di jalan-jalan di Indonesia gitu ya. Ya benar teman-teman, dia bisa memberikan rasa berkendara yang solid. Kalau teman-teman, wah nih ketemu belokan yang seru nih di jalan misalnya puncak gitu misalnya atau di ee resort atau tempat yang kira-kira kondusif dengan tikungan yang eh membelok e asik gitu ya buat bermanuver ini akan memberikan semua rasa yang teman-teman expect. Enaknya adalah enggak seperti Honda. Saya terpaksa membandingkan sama Honda karena Honda itu terkenal banget F to drive-nya dan ini juga F to drive. Enaknya adalah ini pengorbanannya enggak banyak di yang road noise-nya enggak usah seberisik Honda. Lalu kemudian e bantingan suspensinya pun e masih bisa diterima artinya masih bisa memberikan kenyamanan gitu ya. Jadi, e buat mereka yang suka mobil seru untuk dipacu, enggak passenger oriented melainkan driver oriented gitu, bahkan di SUV sebesar CX60 [musik] akan mendapatkan itu. Iya, enak banget nih mobil nih. Terlepas bodinya yang besar ya, panjang, lebar gitu, tapi tetap rasanya seperti ya kalau teman-teman sudah mulai terbiasa dengan dimensinya gitu ya, teman-teman akan seperti membawa Mazda. E si X3 aja mungkin karena memang dia se dinamis itu gitu. Apalagi teman-teman orientasinya memang gerak belakang. C X5 itu gerak depan dan teman-teman tahu itulah ya. [musik] C X3 pun juga. Tapi ini teman-teman C X60 dari yang pertama muncul ini memang sudah berorientasi e gerak belakang meskipun ada yang varian all wheel drive dan orientasi gerak belakang itu berpengaruh banyak sama handlingnya. Benar-benar enak, Teman-teman. Secara alami to drive-nya e front wheel drive dengan rear wheel drive itu beda. Rear wheel drive itu cenderung over steer. Mana yang enak buat menikung kencang tergantung dari karakter pengemudi. Tapi kalau buat saya RWD yang cenderung oversteir itu kayak lebih berdaya gitu untuk mengikuti kemauan pengemudi asal e bisa e lebih tenang gitu mengendalikannya. Jadi kalau misalnya wah mau menikung dia bisa aja. Ayo digas aja. Y kita e enggak takut untuk wah ada belokan ee lumayan tajam nih. Gas aja. Enggak begitu takut karena toh banyak fitur keselamatan yang ada di mobil zaman sekarang termasuk di Mazda. Traction controlnya misalnya, stability control misalnya atau eh kinetic posture-nya Mazda misalnya. Jadi ya eh yang tersisa berikutnya adalah udahlah ini kita pacu aja. semuanya akan diatur sama komputer kalau misalnya sasis, suspensi, dan semua yang ada di mobil ini sudah mencapai pada limitnya. Yang pengin saya sampaikan adalah ini mobil enak banget, Teman-teman. Benar-benar bisa mengikuti apa yang Teman-teman arahkan. Kalau teman-teman termasuk yang driving enthusias yang suka agak-agak melaju dikit gitu ya, eh yang suka memacu adrenalin, ini adalah SUV besar eh SUV large yang pas kenyataannya lagi, Teman-teman. Karena ini harganya beririsan gitu ya sama Fortuner. Dan Fortuner teman-teman tahu ada yang SRZ yang bensin. Meskipun harganya lebih rendah dari yang ini nih, tetapi kalau e pilihannya adalah dibanding sama Fortuner yang bensin yang 4x2 juga dan itu bisa match secara harga meskipun ada e selisih gitu. Ini bisa memberikan sesuatu yang Fortuner enggak bisa ya. Itu dia F to drive-nya jauh lebih enak ya. Beda L monocok sama leader gitu ya. Lalu kemudian e kemantapannya untuk dia e ber apa ya? Melaju dipacu dengan e rasa kayak enggak bawa SUV, Teman-teman. Kalau Fortuner kan rasanya SUV banget gitu ya, dengan leather frame dengan posisi yang tinggi. Tapi kalau ini kayak e sedan atau hatchback yang tinggi dan besar saja gitu. Lalu teman-teman ee yang saya juga pengen sampaiin adalah ini soal kehalusan, Teman-teman. Benar bahwa ini mesin bensin udah jelas lebih halus [musik] dibanding mesin diesel. Kalau dibanding Fortuner gitu kan ada VRZ diesel ya. E bahkan dibanding sama SRZ yang bensin ini mesinnya lebih halus, lebih hening, lebih senyap, dan deru mesinnya tuh enak. Buat teman-teman yang peka sama suara mesin yang menelusup sayup-sayup gitu, ini halus banget, Teman-teman. Getarannya menyenangkan buat mereka yang detail dan mungkin termasuk teman-teman getaran di kabin semuanya ini terasa lebih solid. E soal akselerasi teman-teman ya si X6 pertama yang saya kenal itu kan yang hybrid ya yang 3000 cc lebih. e tenaganya besar. Lalu kemudian ada asistensi dari motor listrik gitu meskipun mild. Dan ketika ini dibandingkan dengan yang 66 varian atas gitu ya, Elite atau Pro ya ketahuan bahwa ini bukan mobil yang kencang-kencang banget. 10,3 detik, Teman-teman. Untuk e akselerasi 0100 ya bukan yang paling kencang kan untuk mobil eh seperti ini di kelas ini ya dalam bayangan saya mestinya bisalah dan 8 atau 9 detikan gitu tapi ternyata enggak. 10,3 adalah pencapaian terbaiknya. Dan buat saya ee mungkin itu bisa memper e jelas posisinya bahwa ini bukan buat mereka yang suka kencang-kencengan banget. mobil udah yang pasti enggak pelan, udah bisa dibilang kencang tapi bukan yang banget karena ada varian di atasnya. Lalu bagaimana dengan efisiensinya? Ya ee ini dapat 10 km/l. Ini sebenarnya adalah debatable karena 10 km/l itu udah di ambang ee angka psikologis ya. Udah berada sori udah berada di angka psikologis kalau itu sesuatu yang bisa diterima termasuk untuk mobil 2.500 cc. Cuma masalahnya mobil-mobil zaman sekarang even 2.500 cc itu bisa ee bukan sebuah hal yang mustahil untuk dapat 11 12 gitu ya di route dalam kota, tapi dia harus puas di 10 km/l yang kami mencapainya teman-teman itu dengan eh eco driving benar-benar tekun gitu ya. Tapi kalau yang agak ngegas, banyak macetnya lebih banyak dari hari-hari biasa gitu ya, mungkin ini lebih efektif di sekitar 7 sampai 8 km/l. So, ini bukan SUV di kelasnya yang paling irit yang pernah saya coba. Saya enggak mau bilang boros karena bagaimanapun itu pencapaian untuk sebuah mesin 2.500 cc bisa diterima tapi jelas bukan yang paling irit. Lalu kemudian di rute kombinasi, Teman-teman, itu sesuatu yang eh masuk akal ya untuk perjalanan luar kota. Dia dapat 16,4 km/l. 50 km/h tuh speed-nya. Dan di tol, Teman-teman, ini mesin melaju dengan sangat halus dan gearbox-nya kan banyak nih ya. Speednya 8 percepatan. Dia dapat 14,5 km/l. Tadinya saya berpikir, oh ini bisa dapatlah ini 16 17 gitu ya. Ternyata enggak. 14an km/ liter adalah angka yang dia bisa hasilkan. Gitu. Saya pengin bilang, Teman-teman, bahwa eh salah satu keunggulan komparatif si X60 yang varian ini adalah dia tetap mewarisi keasikan berkendaranya khas Mazda. Meskipun ukuran bodinya besar, dia tetap seperti bawa SUV yang kompact karena memang selincah itu handlingnya. Dia bisa bermanuver dengan cepat tanpa body roll yang berlebihan. Pokoknya kalau teman-teman suka nyetir mobil pasti suka nyetir CX6 ya. Teman-teman, kita bisa sampai pada akhir ulasannya. Basah. Ee yang pasti ini mobil berada di kasta yang e menengah ke atas di e pohon keluarganya Mazda. Jadi dia adalah SUV yang udah masuk atau e bisa kita bilang premium. Tapi even di kasta premium ini harganya yang kompetitif ngebuat value-nya bahkan lebih tinggi. Jadi sangat masuk akal untuk memiliki ini. Memang benar bahwa ada kompensasi, ada sesuatu yang dikompromikan, yaitu performanya enggak seakselerasi ya, enggak sebagus e KK variannya. Lalu kemudian teknologinya pun juga ya enggak lebih tinggi dibanding e KK variannya. Tapi untuk teman-teman yang ingin mencicipi atau merasakan begitu enak dan ee mewah dan premiumnya si Xist ini adalah pintunya untuk masuk ke e F itu. Ini adalah caranya gitu ya. Jadi dia mendapatkan ee kelebihan dari sifat alaminya dia eh bodinya, set suspensinya, e sasisnya gitu ya. Itu e layaknya CX6. Tapi memang tidak dengan power trend yang sebertenaga e KK variannya. Tapi karena orientasinya tetap dengan rear wheel drive, termasuk handling-nya pun juga bisa seenak KK variannya. Sekali lagi untuk mendapatkan CX60 yang fun to drive dan elegan itu dengan cara murah adalah dia. Lalu di mana saja kontranya eh downside-nya gitu ya? Ya, mungkin e kalau teman-teman yang biasa membawa Mazda yang kayak si X5 gitu misalnya atau si X3 atau Mazda 2 gitu atau eh six gitu ya, mungkin ngebawa mobil ini paling signifikan adalah eh fuel consumption-nya. Enggak seirit mereka. Tapi teman-teman saya bisa bilang bahwa mungkin yang bisa membeli mobil ini udah enggak masalah lagi eh terkait budget itu bukan isu untuk membeli BBM. Isunya paling soal jarak tempuh ya, tapi itu ketolong sama tangkinya yang besar. Jadi kalau pas lagi road trip [musik] enggak perlu repot untuk selalu nyariin SPBU karena takinya besar, range-nya jauh gitu. Secara keseluruhan termasuk akomodasinya itu fine, terutama untuk barang. Lalu kemudian fiturnya pun juga sebagaimana layaknya Mazda saat ini. Lengkap, Teman-teman. Bahkan kenyataannya sebegitu lengkapnya e saya bahkan sampai harus memantikan beberapa fitur kayak misalnya smart city bake ng support gitu ya ngerem otomatis Indonesia tuh jalannya lumayan menantangkan ya ketika sistem mendeteksi wah nih jaraknya terlalu dekat nih atau misalnya ada potensi tumbukan dia bisa ngerem secara otomatis padahal definisi jarak itu berbeda, Teman-teman buat sistem yang e negara aman gitu. Wah, ini jarak 4 m adalah jarak yang aman. Kalau di Indonesia, di Jakarta jam .00 pagi jarak 4 m nambah dikit udah bisa langsung diisi sama mobil lain kan. Jadi ya ee saya sampai harus sering mematikan fitur rem otomatis itu ya karena jalannya udah se padat itu ya misalnya. Tapi intinya yang pengin saya sampean adalah fiturnya lengkap teman-teman gitu. Sebegitu lengkapnya. Lalu apakah dia worth untuk dibeli? Buat saya, Teman-teman. Kalau Teman-teman termasuk e penyuka SUV yang artinya eh skenario penggunaannya bisa lebih beragam enggak hanya dalam kota ya, tapi juga beberapa kali atau lumayan sering di weekend getaway keluar kota road trip gitu, SUV pas. dia bisa memberikan [musik] itu. Kalau teman-teman termasuk orang yang suka nyetir, yang e menyukai mobil yang agile, enak buat menikung ee termasuk ee ketika bermanuver di kecepatan tinggi dia bisa tenang, tapi di jalan yang beragam dia tetap bisa nyaman gitu ya, dia bisa memberikan itu. Kalau teman-teman termasuk penyuka mobil yang fiturnya lengkap karena lumayan melag e teknologi gitu ya, dia pun juga bisa memberikan itu. Kalau teman-teman suka Mazda, karena enggak banyak nih penyuka Mazda dibanding penyuka Toyota, Dehatsu apalagi eh Honda gitu ya secara penjualan ya. Dan kalau teman-teman termasuk yang e penyuka Mazda tentu saja dia bisa memberikan itu. Tapi kalau dibanding sama mobil lain ya kalau mengukur dari popularitas banyak yang bisa mengalahkan [musik] dia teman-teman. Fortuner misalnya ada frame bensin juga. Lalu kemudian ada mobil-mobil Cina SUV yang juga ee punya pilihan mesin bensin gitu dengan harga yang juga ee bersahabat gitu. Ee dia akan bisa kalah di situ. Tapi secara keseluruhan teman-teman balik lagi kalau Teman-teman suka Mazda, suka SUV, suka mobil canggih gitu ya, fitur lengkap, fun to drive pakai banget. Mazda 6XT yang ini nih sangat masuk akal, Teman-teman. Bahkan bisa lebih masuk akal. dibanding KK variannya yang harganya R miliar lebih. Kalau menurut teman-teman gimana? Ini oke apa enggak? Tulis di kolom komentar ya. Terima kasih teman-teman sudah menonton dan sampai ketemu di video Grid Auto berikutnya. Terima kasih.
