Suzuki e Vitara 2026 : Sanggupkah Melawan Cina? (YouTube Video)
Mobil listrik pertama Suzuki. Jadi Suzuki Ivitara ini sebenarnya secara basis adalah kembaran dari Toyota Urban Cruiser. Memprediksi apakah kira-kira mobil ini cocok untuk pasar Indonesia. [Musik] mobil Listrik pertama Suzuki sebentar lagi bisa Anda beli meluncur di Indonesia. Bukan sekarang, tapi di awal 2026. Namun di GIAs 2025 Suzuki sudah memamerkan mobilnya. Anda bisa melihat langsung. Inilah Suzuki Iitara. Walaupun nama yang dipilih adalah Vitara, tapi sebenarnya ini berbeda basisnya dengan Suzuki Grand Vitara yang juga dipamerkan di mesin internal combustion engine. Ini benar-benar dibuat dari platform baru total yang didedikasikan untuk mobil listrik dan bukan hanya Suzuki yang memakai, tapi juga Toyota. Jadi, Suzuki Ivitara ini sebenarnya secara basis adalah kembaran dari Toyota Urban Cruiser. Baik Toyota Urban Cruiser maupun Suzuki Ivitara ini diproduksi di India di Gujarat. Tapi untuk model global. Belum banyak yang ee kami bisa ceritakan tentang mobil ini karena memang belum ada keterangan resminya. Suzuki hanya bilang, "Ini mobil kami perlihatkan 2026 sudah bisa dibeli di Indonesia. Silakan kalau mau melakukan pemesanan bisa lewat website yang sudah dibuat untuk pemesanan mobil ini. Tidak perlu ee memberikan DP, hanya perlu meninggalkan nama saja. Nah, tapi di video kali ini kami akan ceritakan ke Anda apapun data yang kami punya tentang mobil ini serta melihat sebagian dari interiornya. Kemudian juga kami akan mencoba duduk di dalam dan memprediksi apakah kira-kira mobil ini cocok untuk pasar Indonesia. Secara dimensi mobil ini mirip sekali dengan Suzuki Grand Vitara walaupun basisnya berbeda total. Eh, Suzuki Grand Vitara memiliki wheel base 2,6 m, sedangkan mobil ini 2,7 m. Tapi Suzuki Grand Vitara itu panjangnya sedikit lebih panjang dengan 4,3 eh m lebih sedikit. Sedangkan ini hampir 4,3 m. Lebarnya sama kira-kira di 1,8 m. membuat mobil ini memang seukuran dengan Grand Vitara, tapi tentu saja dengan arsitektur yang berbeda. Dari bentuk ini menurut kami bentuknya atraktif dan menarik. Dari samping juga kelihatan eh keren gitu ya. Enggak terlalu SUV, ada ke crossover-crossoverannya. Apalagi dengan penggunaan eh side body molding yang berwarna hitam yang banyak menambah kesan gagah. Sedangkan ban yang digunakan sendiri ini 18 inci dengan veleg yang juga futuristis seperti veleg yang ada di mobil-mobil konsep. bagian belakangnya menukik seperti ini. Jadi menimbulkan kesan dinamis dan di lampu itu ada pahatan-pahatan yang eh menarik. Bumper belakang ini dibiarkan tanpa cat. Jadi benar-benar hitam dove. Memang menimbulkan kesan gagah tapi ya kalau keserempet agak susah perbaikannya. Di sini tulisannya I Vitara. Ada dua jenis baterai yang digunakan oleh Suzuki Evitara ini. Ada yang normal range, standard range, dan ada yang extended range. Yang standar range itu menggunakan baterai 49 kWh dengan range kira-kira range-nya itu mungkin di 340 sampai 360 km. Sedangkan untuk yang extended range itu menggunakan baterai 61 kWh yang kira-kira bisa melajukan mobil ini di atas 400 km 420 sampai 430 km. Tenaganya untuk yang standar range itu ada di 142 HP. Sedangkan untuk yang extended range tenaganya lebih besar berada di 172 HP. Dan sebenarnya ada satu versi lagi yaitu yang all wheel drive. Menggunakan baterai yang paling besar dan penggeraknya all wheel drive. Jadi ada motor listrik lagi di belakang itu bisa menghasilkan 181 HP. Tapi menurut info yang kami dapat itu bukan untuk pasar Indonesia. Itu untuk pasar di Eropa yang mungkin memang ee membutuhkan mobil all wheel drive karena adanya musim dingin dan kadang-kadang bersalju di sana. Tapi menurut kami kalau misalnya masuk dengan 61 kWh dan tenaganya 172 HP itu sudah sangat cukup. Bahkan yang standar range saja 142 HP itu sudah cukup besar walaupun ya mungkin range di 300 km masih agak kurang. Kalau sudah di atas 400 km itu barulah cukup memadai. Charging portnya ada di sini. Dia sudah bisa AC dan DC. Dan walaupun dia mobil Jepang, dia sudah mengikuti standar internasional memakai yang CCS2 bukan yang Cademo. Cademo kayaknya sekarang udah enggak ada yang pakai. Artinya dia bisa dicharge dengan e DC walaupun kami belum tahu pasti bisa berapa kilw maksimalnya untuk mengecharge mobil ini. Tapi mestinya dengan baterai yang enggak terlalu besar eh andaikan mobil ini bisa di atas 50 kW pun itu sudah cukup untuk sebuah fast charging. Sekarang kita akan lihat dalamnya. Nah, untuk proses syuting ini kami memang bersama jurnalis yang lain juga tidak diizinkan untuk masuk ke dalam kabinnya. E, tapi hanya melihat seperti ini boleh gitu ya. Karena ini mobil memang belum dijual di manapun di dunia. Ini juga belum tentu untuk spek yang ee Indonesianya. Tapi kita bisa lihat beberapa ee petunjuk di sini. Setirnya ini flat top dan flat bottom. Kemudian sudah dilengkapi dengan sistem ADAS. Jadi, dia sudah dilengkapi dengan adaptive cruise control. Dan dia juga sudah ada land keep assist di sini ada sistem radarnya. Dan kalau kita coba stel setirnya dia bukan hanya bisa tilt, tapi juga sudah bisa teleskopik. Materialnya eh sangat bagus kulit di setirnya. Kemudian untuk joknya ini paduan antara leader dan fabrik. Untuk di interiornya ini material-material empuk. Kalau yang di atasnya ini material keras. Di sini ada material piano black, electric parking brake, kemudian juga dengan tuas transmisi yang memang tuas transmisi putar nih ya. Jadi dipencet dan diputar seperti ini. Ada drive mode-nya dan ini mungkin untuk one pedal mode. Di sini kemungkinan ada snow mode, ada eh wireless charger, ada USBC satu buah di bawah dan ada USB A, ada juga floating console. Jadi ada ee penyimpanan di bawah dan lacinnya juga sudah offing serta banyak tombol-tombol fisik. Ini tombol pengaturan AC masih fisik semua dan ini ada tombol volume. Jadi akan memudahkan untuk pengoperasian trim pintunya juga eh dipenuhi material yang memang ini material masih keras tapi ada material empuknya juga. Ini yang berwarna coklat ini dia material empuk di sini juga dan layarnya besar sekali. Jadi layar infotainment dan layar instrumen ini menyatu tapi sayang tidak nyala. Jadi kita enggak bisa lihat. Tapi kalau misalnya ada gambarnya dari internet kira-kira seperti ini untuk ee tampilan dari layarnya. Nah, tapi kami boleh duduk di belakang ini kira-kira kira-kira ya karena enggak boleh naik ya. Kira-kira ini posisi duduk saya lah. Nih sekarang kita masuk ke belakang. Wah, ini belakangnya super super lega. Utamanya karena memang wheel base-nya yang lebih ke belakang lebih panjang dibandingkan Suzuki Grand Vitara. Lihat ini sangat lega. Kemudian dia sudah dilengkapin dengan sunroof yang besar ukurannya belum sampai panoramik tapi ini sunroof yang besar dan headro juga memadai. Ini bagian belakang ah dia tidak bisa reclining. Posisinya cukup tegak ya. Jadi enggak terlalu ini enggak terlalu rileks duduk di belakang. E paha juga enggak begitu tersangga dengan baik karena memang ada baterai di bawahnya tapi flat layar apa lantainya. Jadi ini enggak ada halangan sama sekali. Di belakang juga ada USB slot, ada USB C dan ada USB A. Sudah ISOFIX juga. Dan ini kalau kita lihat apakah ini bisa menjadi armr? Oh yes, ini bisa menjadi arm rest. Tapi ketika Anda menggunakan ini sebagai arm rest, akses ke bagasi ini terbuka. Jadi dia bisa jadi arm rest, bisa juga untuk Anda mengambil barang di bagasi. Ada dua buah cup holders di sini. Jadi saya yang tidak ada partisi ya di sini tidak ada yang untuk menutupinya. Tapi ini masih preoduction ya. Pada saat nanti dijual ke publik bisa saja berubah eh speknya. Ini sunroof-nya ada tutupnya seperti ini. Atasnya warna hitam. Dan dia eh bukan tempat duduk yang paling nyaman ya di belakang, tapi minimal lega leg room-nya. Oh, ini panel hitamnya juga ikut bersama bagasinya ya. Bagasinya lantainya tinggi, tidak terlalu besar kapasitasnya. Kalau kita buka di bawah dia masih ada space sebenarnya dan space-nya itu cukup besar loh nih. Cuman space itu digunakan untuk beberapa tools. Kemudian ada portable charger di sini. Tapi sebenarnya kalau ini Anda lepas, ini Anda lepas, ini enggak bisa saya lepas sekarang. Ini ada penyimpanan yang cukup cukup besar sebenarnya ini. Kalau kalau lantainya tinggi memang enggak begitu besar, tapi kalau dibuka di bawahnya cukup besar. Tapi desainnya menarik sekali ya, cok. pahatan-pahatan lampunya bukan desain yang terlalu futuristis, tapi ini lebih desain yang macau untuk kaum muda yang dinamis gitu. Bentuknya tuh dinamis, keren dilihatnya. Tinggal satu masalah. Masalahnya adalah berapa harga jualnya nanti itu akan menjadi kunci mobil ini sukses atau tidak. Karena sekarang persaingan mobil listrik di Indonesia benar-benar luar biasa. Mobil listrik dengan spek seperti ini tidak bisa lagi dijual mahal. Suzuki dan Toyota Toyota Urban Cruiser ya. harus benar-benar cermat menentukan harga jual mobil ini. Kalau tidak ada satu teknologi yang berbeda dibandingkan mobil listrik lainnya, maka perangnya harus terjadi di desain mobilnya dan tentu saja harga. Nah, tapi harga itu baru kita ketahui pada saat nanti mobil ini dijual di awal 2026. Kami berharap mobil ini bisa memiliki harga yang reasonable supaya kita memiliki juga mobil listrik dari Jepang dengan desain yang keren, spek yang bagus, tapi harganya terjangkau. Tapi itu nanti saja kita tunggu pada saat mobil ini meluncur dan mobil ini akan ada terus di GIAs 2025. Pastikan Anda datang di gedung IBSD dari tanggal 24 Juli sampai 3 Agustus, mobil ini akan ada di boot Suzuki. Jangan lupa Anda klik like bila menyukai video ini, komentar di bawah dan subscribe ke channel Auto Driver jika Anda belum. Follow Instagram kami @utodriver, serta download aplikasi kami Auto Driver di Google Play Store. Terima kasih banyak Anda sudah menyaksikan. Sampai jumpa di video selanjutnya. Bye bye.
