SUZUKI FRONX 2025: Apakah Rasanya Seindah Bentuknya? (YouTube Video)
Kemudian mobil ini juga memiliki sistem ADAS Advance Driver Assistant System. Yes. Mesinnya 1500 cc 4 silinder, tapi ada dua jenis 100. Wow. Ini cukup cepat 11,1 detik. [Musik] Suzuki Frongs. Ini adalah video kedua yang kami buat. Di video yang pertama, kami sudah membocorkan ke Anda bagaimana sosoknya dari luar. Nah, sekarang kita akan melihat inner beauty dari mobil ini. Saya akan masuk ke dalam. Perlihatkan ke Anda interiornya dan apa saja fitur-fitur yang dilihat. Tapi sekarang Anda dulu yang lihat interiornya seperti ini. Anda sudah lihat ya interiornya. Jadi desain dari interiornya itu cukup senada dengan desain eksteriornya. Anda bisa lihat lekukan-lekukan e tiga dimensi seperti ini. Kemudian material-material yang dipakai juga ini berkualitas walaupun memang ada plastik keras ya, tapi di sini ada soft material. Di sandaran tangannya soft material dan plastik kerasnya juga tidak terlalu terlihat eh murahan. Dan di sini juga ada aksen seperti metal, kursi. ini synthetic leader dan fabrik untuk tipe yang tertinggi. Sedangkan untuk tipe yang di bawahnya dia e modelnya fabrik seperti ini. Anda bisa lihat. Jadi eh dia memiliki interior yang cukup menarik desainnya, tapi memang masih tergolong cukup konvensional. Tombol-tombol fisik untuk AC tetap ada, tombol-tombol fisik untuk sejumlah fitur tetap ada, tapi juga tetap ada layar infotainment yang cukup lengkap. Dia bukan hanya untuk infotainment, dia bisa untuk setting mobil, dia juga bisa untuk eh mid juga. Selain ada mid di tengah instrumennya ini, serta dia memiliki head up display. Huh, AC-nya sudah digital. Kemudian eh dia juga memiliki eh setir yang bisa diatur secara tilt dan teleskopik, tapi itu untuk di tipe yang tinggi. Kalau di tipe yang terendah belum bisa teleskopik. Nah, dengan adanya setir yang sudah bisa teleskopik seperti ini, posisi nyetirnya jadi ergonomis. Kemudian bahan setirnya ini ada bahan piano black dipadu dengan kulit yang kualitasnya juga bagus sehingga terasa seperti di mobil mahal. Kemudian juga ada pedle shift untuk tipe yang transmisi otomatisnya serta ini bangku juga bisa diturunkan dan di naikkan. Bahkan di posisi yang rendah ini rendah rendah sekali ini untuk sebuah eh crossover bikin rasa nyetirnya itu mirip dengan sedan. Nah, ada banyak fitur yang menarik di mobil ini. Ada wireless charger, kemudian dia ada auto start stop engine, kemudian dia juga ada stability control. Airbag-nya ada enam. Bukan hanya di varian yang mahal, tapi di semua varian airbag-nya ada enam. Artinya dari segi safety, Suzuki sama menghargainya buat konsumen yang membayar mahal dan membayar lebih murah. sama-sama nyawanya perlu dilindungi dengan e kualitas yang sama. Makanya sama-sama en airbag. Kemudian mobil ini juga memiliki sistem advance driver assistant system. Yes. Ini adalah Suzuki pertama di Indonesia yang memiliki fitur adas. Bahkan bukan sekedar ada tapi ini adalah ADAS yang cukup lengkap. Kenapa cukup lengkap? karena dia memiliki 12 fungsi ADAS. Ini Anda bisa lihat di sini grafiknya 12 fungsi ADAS. Banyak sekali. Dan semua yang kita perlukan itu ada adaptive cruise control, land keepeping assist, blind spot monitoring, rear cross traffic alert dan banyak lainnya. Dan yang hebatnya sistem rudar di mobil ini lebih advance dibandingkan mobil seharganya. Sekarang saya akan tunjukkan di luar. Nah, seperti Anda tahu biasanya di mobil-mobil yang harganya itu lumayan terjangkau, apalagi ini harga sampai tipe termahalnya kami prediksikan tidak sampai Rp300 juta. Itu sistem adasnya hanya mengandalkan satu kamera di sini. Bahkan untuk adaptive cruise control-nya seperti yang ada di Toyota Race yang mana dia memiliki keterbatasan untuk memprediksi jarak sehingga kadang-kadang agak agak jerky gitu, agak kurang halus. Nah, tapi Suzuki Frong dia memiliki sonar. Jadi ini adalah yang memancarkan gelombang ke depan dan memantau untuk mengukur jarak ke mobil depan. Artinya ini adalah sistem ADAS yang proper yang biasanya hanya dimiliki mobil-mobil yang harganya mahal atau bahkan mobil-mobil yang harganya miliaran kalau fungsinya sampai 12 fungsi ADAS. Nah, dengan adanya kamera dan sonar dia bisa membuat mobil ini diklaim oleh Suzuki halus ketika mengikuti mobil di depan dan ketika mengikuti jalur dia sudah land keepeping assist. Wow. Ini ADAS yang sangat-sangat ee lengkap dan sangat-sangat canggih. Bahkan adaptif cruise control-nya bukan terbatas oleh kecepatan. Tidak ada kecepatan minimalnya. Dia bisa sampai berhenti. Jadi kita bisa merayap di kemacetan menggunakan adas dari mobil ini. Enggak sabar rasanya nyoba seperti apa ee kinerja adasnya. Oke, kemudian di setir ini ada eh tombol-tombol. Ini tombol untuk cruise controlnya di kanan. Kemudian untuk line keep assist-nya di bawah. Kemudian untuk sambungan telepon, Bluetooth, e Apple CarPlay, Android Auto. Ini bisa di bawah kiri sini. Kemudian ada untuk audionya ini di sebelah kiri. Lampu ini sudah auto bahkan karena ee terintegrasi dengan sistem ADAS-nya. High beam-nya itu juga auto. Jadi ketika dia mendeteksi gak ada mobil di depan, dia akan pasang lampu besar. Ketika dia mendeteksi ada mobil di depan, dia langsung balik normal lagi. Benar-benar sistem ADAS yang lengkap dan proper, bukan sekedar ada gitu. Nah, ini kemudian arm rest-nya ini bisa maju mundur sehingga cukup fungsional untuk perjalanan jarak yang jauh. Lampu di sini memang belum LED, masih lampu buah lamp biasa. Kemudian di sini ada laci yang tidak e terlalu besar, ada wireless charger. Kemudian sekarang kalau kita lihat ke bagian belakang bagasinya. Ah, ini bagasinya besar. Uniknya tidak sebesar baleno. Baleno itu 318 L. Ini 308 L. Tapi masih sangat besar. Bahkan di bawahnya itu masih ada ban sereap yang full size. Sekarang kalau kita duduk di belakang, wah ini posisi duduk saya. Saya tingginya 177 cm dan Anda bisa lihat masih lega ruang kakinya serta ruang kepalanya. Walaupun dia bentuknya seperti kupe ya, melandai tapi ini juga masih sangat memadai. Serta eh headr-nya juga eh mumpuni untuk orang yang tinggi serta paha itu tersangga dengan baik. Dan ini lihat ada USB slot ada dua, ada USB A dan ada USB C serta ada dua buah ventilasi AC di belakang. Power window sudah menjadi standar serta mobil ini sangat diperhatikan NVH-nya, noise, vibration, dan harsness-nya. Jadi, engineer dari Suzuki mengklaim bahwa mobil ini dibandingkan e Suzuki-Suzuki lain yang sekelilasnya, dia memiliki peredaman yang lebih baik. Armr tidak ada di sini, tapi partisi untuk bagasi ada. Serta dia sudah memiliki wiper belakang serta elemen pemanas di kaca belakang. Sudah puas melihat interiornya, lalu bagaimana mesin dan penggerak dari Suzuki Frong ini? Uh, pada saat membuka kap mesin ini rasanya berat. Jadi, ini dari konstruksi yang eh lumayan kokoh. Mesinnya 1500 cc 4 silinder, tapi ada dua jenis. Jadi, ada dua jenis mesin yang digunakan di varian yang berbeda. Kita mulai dari varian yang paling rendah dulu. Varian yang paling rendah adalah varian GL dan dia menggunakan mesin K15B. ininya apa? Eh, kodenya K15B itu adalah sama dengan mesin yang digunakan oleh Suzuki Baleno. Kemudian mesin dari Suzuki Baleno itu di mobil ini memiliki dua pilihan transmisi, yaitu manual 5 speed atau otomatis 4 speed. Nah, itu adalah di varian yang termurahnya alias varian GL. Kemudian untuk varian yang lebih tinggi yaitu varian GX dan SX keduanya memiliki mesin yang sama yaitu mesin 1500 cc juga 4 silinder dengan kode K15C. Mesin tersebut dipasangkan dengan transmisi otomatis 6 speed atau manual 5 speed. Dan mesin K15C ini mesin yang diambil dari Suzuki Grand Vitara. Apa sih perbedaan dari mesin K15B dan K15C itu? Oke, kita mulai dari K15B. Mesin yang digunakan oleh Suzuki Baleno 1500 cc 4 silinder injeksi elektronik dengan tenaga mencapai 104,7 PS dan torsinya 138 Nm yang disalurkan ke dua roda depan. Jadi dari sisi tenaga dia termasuk salah satu yang ee cukup tinggi di kelasnya. Tapi memang kalau dibandingkan dengan Honda WRV dia kalah. Tapi kalau dibandingkan Toyota race yang turbo eh mirip-mirip mungkin sedikit di atasnya tenaganya. Kemudian kita masuk ke mesin K15C yang ada di varian GX dan SGX. secara dimensi sama 1500 cc bahkan bor and stroke-nya juga sama tapi rasio kompresinya berbeda. Kalau K15B rasio kompresinya itu di kisaran 10 bing 1, sedangkan K15C ini 12 b 1. Kemudian K15C ini juga menganut sistem mild hybrid. Jadi dia ada eh baterai kalau enggak salah 48 volt yang bisa men-suplai listrik pada saat mesin dimatikan ketika kondisi stop and go sehingga membuat konsumsi bahan bakar jadi irit. Nah, uniknya walaupun didukung dengan baterai e 48 volt kemudian mempunyai rasio kompresi lebih tinggi, tapi ternyata dari segi tenaga dan torsi mesin K15C ini lebih kecil. Kalau K15B tadi 104,7 PS. Mesin ini 4 PS lebih kecil 100,6 PS. torsinya 3 Nm lebih kecil, hanya 135 Nm. Kami pun bertanya ke Suzuki, kenapa mesin yang lebih tinggi kompresinya bahkan ada mild hybrid-nya tenaganya lebih kecil? Menurut Suzuki bahwa mesin ini utamanya fokus adalah di efisiensi. Sedangkan kalau mesin K15B itu memang lebih menyoroti ee bukan hanya efisiensi tapi juga tenaga dan torsinya. Nah, kami sendiri belum mencoba mesin ini ketika berada di Frongs, tapi kami sudah pernah membandingkan mesin K15B dan K15C. Yang K15B waktu itu ada di Suzuki XL7. Bahkan K15B-nya itu yang sudah mild hybrid dan K15C yang ada di Suzuki Grand Vitara. Hasilnya Suzuki Grand Vitara jauh lebih hemat dibandingkan yang dimiliki oleh Suzuki XL7. Ya, mungkin ada perbedaan dimensi dan berat, tapi tidak sejauh e perbedaan konsumsi bahan bakarnya. Jadi walaupun mesinnya sama, kami yakin bahwa mesin K15C ini akan membuat mobil ini jauh lebih irit dibandingkan yang K15B dan juga dengan kapasitas tangki bensin yang sama artinya bisa menempuh perjalanan lebih jauh sekali isi bensin ini. Sekarang saya sedikit remind bahwa kalau Anda bisa lihat bentuknya, ini adalah mungkin Suzuki yang paling keren yang ada di pasaran sekarang. Bentuknya SUV yang ee dengan style coue melandai di bagian belakang. Kemudian eh pahatan-pahatan bodinya ini menimbulkan efek 3D yang keren. Belum lagi ini ada overfender tebal yang menegaskan dia adalah sebuah crossover yang gagah. Lampunya LED e DRL-nya itu bentuknya tiga buah di atas serta lampu utamanya dipisahkan. Kemudian Anda juga bisa lihat itu antenanya sudah model shark fin dan di bagian belakang juga memiliki lampu yang keren. Tiga buah mirip seperti DRL di depan dan ada satu lampu yang memanjang. Dilihat dari berbagai sisi, mobil ini keren. Mobil ini terlihat dinamis bahkan pada saat dia tidak bergerak. Ini salah satu desain Suzuki paling keren yang pernah saya lihat dan dia juga original. Dan betapa jauhnya desain ini dibandingkan dengan Suzuki Baleno yang menjadi basisnya. Di video ini kami akan sampaikan bagaimana impresi berkendara dari Suzuki Frongs. Dan kita akan mulai dari tipe terendahnya. Oke, kita akan mulai test drive kita ini dengan yang tipe paling rendah yaitu GL bertransmisi manual 5 speed. Dan ini dia bukan menggunakan mesin yang hybrid. Dia menggunakan mesin K15B dengan tenaga 104,7 HP dan torsi 138 Nm yang lebih besar dibandingkan ee mesin mat hybridnya. Nah, ini ada pilihan transmisi ee manual dan matic. Tapi kita akan menggunakan yang manual. Yang maticnya hanya 4 speed by the way untuk yang tipe GL ini. Ini koplingnya enteng enteng sekali dan kita akan segera jalan. Setirnya enteng. Enggak yang enteng-enteng sekali sampai kehilangan rasa ya. Tapi dia ee cukup menyenangkan untuk di dalam kota dan koplingnya juga karakternya halus ya. Jadi ee perpindahan gigi itu bisa tanpa hantakan. Kebisannya sangat rendah. Eh, jadi yang seperti saya bilang tadi, banyak sekali material peredam di mobil ini. Mobil ini tinggi, tapi enggak seperti mobil tinggi. Jadi, ketika kita ajak menikung ada limbung, tapi limbungnya itu masih ee dalam batas toleransi, tidak yang berlebihan. Nah, di test TRK ini ada simulasi jalan yang bergelombang. Kita akan rasakan suspensinya. Eh, ini meredamnya sangat bagus. ini mungkin juga karena travel suspensinya yang ee panjang ya, jadi dia bisa ee meredam jalan yang bergelombak itu gelombangnya cukup besar loh. Eh sangat baik ya. Itu adalah keuntungan sebuah crossover yang memiliki e travel suspensi yang lebih panjang. Anda juga bisa lihat kalau dari luar dia memiliki jarak yang jauh antara ban dan eh sparboard-nya. Rem-nya normal. tidak terlalu berat, tidak terlalu enteng. Pas e sesuai dengan feelingnya. Setir tidak ada feedback yang terlalu berarti dari setir, tapi juga tidak mati rasa sama sekali. Normal lah. Ini normal seperti mobil di kelasnya. Tapi memang ee halus. Dan kalau kita coba akselerasinya, iya dia di atas 4.500 terasa kuat. Tapi penasaran enggak sih? Kita akan coba 0 sampai 100 km/hnya. Nah, sekarang kita akan coba akselerasinya. Dan ini saya kondisinya berdua dengan instruktur AC akan saya matikan. Stability control akan saya matikan. Oke, kita akan lihat berapa akselerasi 0 sampai 100 Wow, ini cukup cepat 11,1 detik dan ini kondisinya berdua yang mana kalau sendiri artinya ini bisa di 10 koma kira-kira 0 sampai 100 km/h-nya. Cukup bagus ini eh performanya. Setelah menjajal varian GL manual, kami pun mencoba varian tertinggi dari Frong Sini, varian SGX. Mengendarai front ini normal ya maksud. Iya, memang seperti ini yang seperti dixpek, tapi satu yang cukup mengagumkan adalah adasnya. Karena berbeda dengan mobil lain sekelasnya, adasnya dilengkapi dengan sonar. Jadi lihat dia bisa berhenti dengan mulus ketika mobil depan itu ee berhenti. Ini simulasi pada saat kemacetan dan dia bisa langsung berjalan juga ketika mobil depan berjalan. Nah, pada saat kita mau berjalan lagi yang perlu kita lakukan adalah tinggal memencet rest. Jadi, dia memang tidak otomatis jalan sendiri. Ketika dia sudah berhenti, kita butuh aktifkan lagi. Tinggal klik rest, dia bisa berjalan. Tapi yang impresif adalah betapa halusnya mobil ini bisa mengikuti mobil depan. Karena di kelasnya biasanya sistem ADAS itu hanya dengan kamera visual di atas, tidak dilengkapi dengan sonar. Sedangkan di Suzuki ini dilengkapi dengan sonar sehingga bisa mendeteksi jarak lebih halus. Nah, hal berikutnya yang saya mau coba adalah land keeping assist-nya. Nah, land keep assist itu kita tahu dia akan menjaga mobil di jalurnya. Tapi setelah beberapa detik dia akan minta kita intervensi. Nah, intervensinya ada yang hanya dipegang setirnya atau ada yang harus digoyangin. Nah, sekarang saya mau lihat. Saya akan tunggu dia sampai peringatannya menyala. Oh, lama juga ini. Udah sekitar 10 detik dia belum menyala. Nah, sekarang dia menyala. Sekarang hanya saya genggam. Tidak bisa. Dia harus digoyangkan sedikit. Ah, baru dia aktif lagi. Tapi enggak apa-apa, itu wajar. Karena untuk digenggam saja itu membutuhkan ee sensor. Tapi menjaga jalurnya dia halus. Terutama kehalusan dari ada sini ya karena ada sonarnya tersebut. Dan kalau akselerasi di atas 4.500 mulai terasa hidup tenaganya. Ini adalah versi yang eh mild hybrid dengan mesin K15C. Artinya ya tenaganya lebih kecil dibandingin yang K15B yaitu 100,6 HP. Torsinya 135 Nm. Berapa 0-nya? Kami belum mengetes ini karena tidak sempat tapi kami sudah sempat mengetes yang manual. Kita parkir. Sekarang kita akan lihat kamera parkirnya. Dia sudah kamera 360 dan dia sudah ada guidance line ya. Jadi ketika setir diputar dia sudah bisa menunjukkan e prediksi ke mana mobil itu akan berada. Well, jadi setelah mencoba tipe yang termurah, kemudian tipe yang termahal memang ada perbedaan di mesinnya. Dari segi akselerasi, e tadi juga sempat diskusi dengan Adit, Adit mencoba yang GX bertransmisi manual yang artinya menggunakan mesin K15 C ya yang mild hybrid tapi tenaganya sedikit lebih kecil. 0100 itu 12,1. Sedangkan saya menggunakan yang basic yang GL dengan mesin K15B yang walaupun tidak hybrid tapi tenaganya lebih besar. Akselerasi yang sama itu dicapai 1 detik lebih cepat di 11,1 detik. Jadi kalau Anda ingin akselerasi maksimal, Anda justru pilih yang paling murah. Tapi kalau misalnya Anda mengejar efisiensi, sudah pasti pilihan Anda ke GX atau SGX. Tapi seberapa irit? Nah, itu harus kita buktikan dalam test drive yang lebih panjang. Ini waktu kami enggak terlalu panjang kali ini. Nah, kemudian untuk bantingan suspensinya sendiri dia cukup halus. Kemudian travel eh banyak, travel yang panjang dari suspensinya juga bikin dia lebih fleksibel melewati e jalan-jalan yang bergelombang cukup besar. Kemudian untuk tipe manualnya seperti tadi saya sudah bilang, koplingnya enteng. perpindahan giginya juga e enak dan mungkin buat Anda yang tidak tinggal di perkotaan, itu adalah pilihan yang lebih eh lebih cocok untuk Anda. Karena ya mobil sekecil ini dengan manual pasti akan menghasilkan efisiensi yang lebih bagus lagi. Nah, untuk maticnya sendiri kami tidak sempat mencoba matic yang 4 speed tapi matic yang 6 speed. Matic yang 6 speed e perpindahan giginya cukup ee halus. ya, bukan transmisi yang sporty ya, tapi minimal di Anda bisa memindahkan dengan pedle shift jika Anda mau. Kemudian satu yang impresif dari mobil ini adalah keheningannya. Jadi dia memang untuk kelasnya termasuk salah satu yang paling hening karena memang material peredaman yang ee digunakan menurut klaimnya cukup banyak. Secara overall, Suzuki France ini adalah mobil yang enak untuk dikendarai. bukan sesuatu yang revolusioner atau berada di level yang lebih tinggi dari lawan-lawannya, tapi dia berada di sisi yang cukup eh tinggi levelnya. Bantingannya halus, setirnya pas beratnya, tenaganya memadai, kemudian handling-nya juga itu dewasa. Jadi ee dia ada limbung tapi tidak mengayun. Jadi ee mobil ini akan sangat enak dipakai bukan hanya di dalam kota, tapi juga di luar kota. Apalagi di dalam kota, radius putarnya hanya 4,8 m yang membuat mobil ini akan mudah untuk bermanuver. Overall sangat positif untuk impresi pertama kami. Tapi tentu saja kami harus meminjam mobil ini dalam jangka waktu yang lebih lama supaya kami bisa memberitahukan ke Anda lebih detail lagi bagaimana impresinya dipakai berjalan yang jauh. Bagaimana rasanya dipakai di jalan yang ee kehidupan kita sehari-hari, bukan di tes TRK seperti ini. Kemudian apa saja kelebihannya? Apa saja kelemahannya? berapa akselerasinya ya ketika dilakukan di tempat yang sesuai dengan standar Auto driver, berapa konsumsi bahan bakarnya. Tapi itu nanti akan kami sampaikan setelah mobil ini bisa dipinjam dalam waktu yang lama. Tapi well, itulah Suzuki Frongs. Oh ya, dan satu lagi yang paling mengagumkan dari mobil ini adalah Adasnya. Adasnya benar-benar proper. Sebuah Adas yang biasanya hanya ada di mobil-mobil kelas atas dan itu bisa dibilang revolusioner untuk kelasnya. Well done, Suzuki Frongs. Enggak sabar nunggu pinjam dalam waktu yang lebih panjang. Sampai jumpa di video selanjutnya. Bye bye.
