Jungkat

Suzuki Fronx 2025: Kualitas Berkendara Jempolan (YouTube Video)

  • 29/08/2025

Sebenarnya yang bikin irit tuh bukan ISG-nya, tapi mesin basic mesinnya ini irit banget. Mobil Jepang tuh tidak pernah meninggalkan tombol fisik. Memang itu yang menyenangkan dari sebuah mobil asal Jepang. Ketika berkendara dengan mobil ini, itu langsung terasa memang mobil ini benar-benar berkualitas gitu. Kondisi bahan bakarnya ini untuk sebuah mobil m hybrid sih rasanya cukup baik dan sangat baik ya. [Musik] tahun 2025 Li tampaknya menjadi tahunnya mobil Jepang? Ya, sebenarnya mobil Cina juga banyak sih masuk Indonesia, tapi berbeda dengan tahun 2024-2025 ini banyak sekali merek Jepang yang menghadirkan model barunya di Indonesia apalagi pada ajang GIAs 2025 lalu. Ada Mitsubishi Destinator, kemudian Honda dengan HRV hybrid dan juga Stepwagon ada juga Civic hybrid dan Suzuki juga tak mau ketinggalan tampaknya. Sebenarnya dia dulu sih yang meluncurkan model barunya dan model barunya ini dia Suzuki Frongs yang bermain di kelas mini SUV di bawahnya Grand Vitara. Mobil ini sudah kami tes sebenarnya sebelumnya e pada saat first drive sudah tahu bagaimana impresi berkendara pertamanya dan pada kesempatan ini kami akan mengetes mobil ini dalam jangka waktu yang panjang. Seberapa baikkah mobil ini? Bagaimana soal fitur-fiturnya? E seberapa hemat dari mild hybridnya? Dan juga apakah mobil ini layak untuk Anda miliki? Saksikan terus. Nah, pada video ini saya tidak akan membahas desainnya, detailnya seperti apa karena sudah dibahas oleh Mas Fitra pada saat first drive-nya waktu itu. Dan pada momen ini kita sudah mengetahui berapa harga dari Suzuki Frongs. Yes, ini adalah tipe tertinggi yaitu SGX 2 tone hybrid yang dijual dengan harga Rp319,9 juta. Itu untuk versi nonon. Sedangkan tuon, Anda harus menambah Rp2 juta lagi. Jadi total harga mobil ini adalah Rp321,9 juta. Ya memang kalau boleh jujur ee harga dari Frongs ini memang tidak terlalu spesial-spesial banget karena dia sebenarnya setara dengan beberapa rivalnya juga yang asal Jepang seperti Toyota Race, kemudian D Rocky malah lebih murah. Dan pada ajang GIAs 2025 kemarin, Deasu mengeluarkan salah satu produk pamungkasnya justru Rocky Hybrid yang dijual dengan harga tidak sampai Rp300 juta. Tapi ya kita akan simak mobil ini apakah dia memiliki ee keunggulan sehingga layak untuk dimiliki dan bisa bersaing dengan para rivalnya. Langsung kita lihat bagian mesinnya. Nah, mesinnya ini dia samanya dengan Suzuki Grand Vitara ya, bukan R3 atau XL7. Jadi, kodenya adalah K15C. Memiliki kapasitas mesin 1500 cc 4 silinder dengan mild hybrid dengan ISG dan tenaganya mencapai 103 PS torsi 135 Nm. Nah, kinerja hybridnya sama dengan R3, sama dengan XL7 sama dengan Grand Vitara. Jadi, IG ini dia bisa beroperasi. Jadi, misalkan mobil ini dia dilengkapi dengan fitur auto startup engine. Nah, ketika mobil berhenti kemudian digas lagi ketika berjalan itu dia tidak akan ada crankingnya. Jadi halus sekali. Itu yang pertama. Kemudian dia juga bisa membantu dorongan tenaga mesin sehingga membuat ee konsumsi bahan bakar lebih irit dan lebih bertenaga jika tidak ada ISG tersebut. Dan yang ketiga, ISG ini mampu menangkap daya dari regenerative breaking-nya dan ditampung dayanya itu di baterai kecil dengan kapasitas 10 amp hour. Kurang lebih seperti itulah kinerjanya. Tapi memang sih pengalaman kami mengetes Grand Vitara sebenarnya yang bikin irit tuh bukan ISG-nya, tapi mesin basic mesin ini irit banget. Jadi bedanya dengan K15B yang dimiliki oleh E tipe non hybrid ini dan juga di R3 ya itu adalah e dia menggunakan sistem dual jet injector. Nah, itu membuat mesin ini begitu irit. Di Grand Vitara itu kalau enggak salah route tol itu B bisa mencapai 22 km/l kalau enggak salah ya. Nah, di mobil ini harusnya bisa lebih irit. nanti kita akan ee uji. Kemudian yang menarik adalah Suzuki di mana ee merekah-merah Jepang itu selalu kini ya ee yang modern sudah menggunakan transmisi CVT semuanya. Nah, Suzuki tetap mengandalkan transmisi otomatis. Dan di SGS hybrid ini dia memiliki transmisi otomatis en percepatan. Agak unik. Jadi memang CVT itu kan kalau diklaim oleh pabrikan tuh lebih halus, lebih irit dan Kuzuki tetap mempertahankan transmisi 6 AT. Tapi kami sudah tes juga di Grand Vitara, di R3. Rasanya bahan bakarnya konsumsinya tidak terkorbankan dan tetap halus sih. Jadi rasanya tidak jadi masalah menggunakan transmisi otomatis konvensional seperti ini. Dan juga sekarang ini banyak rumor transmisi CVT itu banyak yang eh tidak terlalu durable ya. Nah, di mobil ini tidak akan jadi masalah tentunya. Dan mungkin banyak yang bertanya ya, "Ah, Suzuki Froms tuh baleno yang ditinggiin?" "Ah, Suzuki Froms tuh baleno yang dijadiin SUV." Ya, sebenarnya ada benarnya, ada enggaknya sih ya. Memang ee secara desain ya tidak terlalu berbeda dengan Baleno. Bahkan mungkin secara basic itu sama dengan Baleno hatchback. Tapi dengan ditambahkannya tinggi kemudian aksen-aksen yang membuat dia SUV itu rasanya tidak ee tidak salah gitu ya. Justru terlihat keren, terlihat maskulin, dan terlihat cukup stylish gitu si Suzuki Frongs ini. Jadi dia dibekali dengan ini overfender hitam, kemudian pelek dibekali dengan diameter 195 60 ring 16 dengan warna yang gelap seperti ini. Itu tampaknya jadi eh maskulin gitu ya. Dan juga mobil ini merupakan tipe twoon. Jadi bisa dilihat atapnya berwarna hitam dan ini warna bodinya grayish ice blue nama kode catnya. Ini juga cukup menarik di mobil ini dan Suzuki mengatakan bahwa desainnya seperti SUV coue. Jadi melanda ya ke bagian belakangnya tuh seperti ini. Dan ada roof rail di bagian atas. Kemudian untuk fitur cukup menarik karena untuk sebuah mini SUV dia dilengkapi dengan kamera 360 ya. Jadi rasanya kan dimensin enggak gede-gede banget ya. Tapi ada kamera 360 enggak apa-apa deh. Jadi fitur jadi banyak gitu ya. Dan juga dia dilengkapi dengan kills entry tuh. Tinggal tekan di bagian sini untuk membuka tinggal ngantongin kunci aja. Ya udah karena semua sudah bahas dibahas oleh Mas Fitra waktu saat first drive-nya. Langsung kita lihat bagian interiornya. Dan ini dia bagian interior dari Suzuki Frongs. Sebenarnya menarik ya desainnya segala macam, tapi di sini kami baru sadar juga ya kenapa mobil asal Tiongkok tuh belakangan ini cukup menarik gitu. Karena ya baru sadari juga bahwa banyak mobil Jepang yang menerapkan desain interior tuh template template dalam artian nih Suzuki Frong ini desain itu mirip banget dengan Suzuki Baleno untuk e desain dashboard-nya. Kemudian tidak hanya Suzuki sebenarnya di Toyota juga begitu. Toyota race e day da Cherokee itu dengan jika dibandingkan dengan Toyota Velos itu juga rasanya dashboardnya tuh enggak sama tapi mirip gitu desainya. Kemudian dulu Honda ya, Honda tuh benar-benar semua e dari Mobilio, dari Brio itu dashboardnya sama semua dengan Jazz gitu ya. Jadi, nah kalau mobil Cina tuh enggak. Mobil Cina tuh tiap model tuh punya desain dashbor sendiri, punya identitas sendiri gitu ya. Jadi terasa lebih menarik gitu untuk mobil Cina. Tapi ya tetap mobil ini tetap menarik juga sebenarnya ya. Terus ada apa aja di e interior dari Suzuki Frong ini? Yang pertama yang cukup unik adalah ini head up display nih. Headup display itu dulu kalau di mobil yang enter level tuh cuma ada di Max 2 dan sekarang ada di Suzuki Frx juga. Dan dia yang modelnya persis ya yang ditampilkan gitu ee dia nongol untuk setup display-nya tuh seperti ini. Bukan ini pantukan ke kaca ya. Banyak juga informasi yang ditampilkan di headup display-nya. Ada takometer, kemudian speedometer, ada ini adaptif cruise control karena mobil ini ada ee fitur adasnya. Kemudian speedometer aja, ada konsumsi bahan bakar terkini dan ada oh ini eh diagram dari hybrid ya. Jadi apakah dia melakukan negative breaking, dia mengisi daya atau motor listriknya eh generatornya sedang bekerja. Nah, di sini tampilkan juga. Nah, ada lumayan banyak. Jadi bisa dia lebih ke double information gitu ya. Jadi ketika di sini misalkan di instrumen itu sedang konsumsi bahan bakar gitu ya, di sini bisa ee Anda tampilkan takometer saja atau diagram hybridnya saja seperti itu. Untuk instrumen cluster sih dia masih menggunakan biasanya analog biasa dan di tengahnya ada layar kecil itu untuk menampilkan beberapa informasi juga dan menariknya di mobil ini tidak lagi seperti di R3 ya. Kalau di R3 tuh untuk mengerubah informasi tuh harus di stok sini nih. Nah, di sini tinggal di info saja bisa nih. Info bisa merubah ada average fuel ekonomi, kemudian ada driving time, ada banyak di sini ada jam, ada motion, ada torp, kemudian ada accelerasi braking, dan juga seperti yang dipap display juga dia ada mekanisme dari hybridnya. Jadi lagi apa motor listriknya, lagi apa baterainya, ada di sini ya. Terus instrumen custer juga seperti ini. Floating. Eh, cukup banyak juga fiturnya. Dia bisa menampilkan fil ekonomi berapa tuh ada di sini ada Apple CarPlay dan Android Auto juga. Apple CarPlay bisa wireless tapi Android Auto tidak bisa wireless. Kemudian nah kamera 360 bisa di sini nih. Jadi kalau masuk mundur tuh. Nah, tuh tampilkan ya kamera 360-nya di sini. Secara fitur sih mirip-mirip G Vitara ya, cuman dia enggak punya panoramik aja. Kemudian AC masih single zone seperti ini, ada wireless charging. Kemudian dashboard eh ya material keras sih tapi enggak apa-apalah wajar di kelasnya juga enggak ada yang material empuk. Tapi sedikit ada material empuk di bagian sini nih, di bagian door trim. Tapi kalau boleh jujur memang dia eh build material tuh cukup solid gitu. Meski dia pasti keras ya, tapi detail-detailnya gitu rapi. Suzuki itu Suzuki menangnya di situ memang selalu dia lebih detail, lebih presisi dibandingkan jika dibandingkan dengan ee brand-brand Jepang lainnya lebih lebih terkesan premium gitu. Dan yang cukup menarik adalah permainan warna dari mobil ini di interiornya ya. Jadi untuk bagian dashboardnya ada berapa warna nih, ada hitam, ada warna aluminium brush, ada warna ini apa ya? Warna beach ya. Kemudian ada warna marun di sini. Jadi banyak banget warnanya. Kemudian di jok juga ada hitam marun lagi. Dan untuk tipe tertinggi ini dia menggunakan jok perpaduan ya antara jok kulit dan juga fabrik. Di bagian tengahnya fabrik nih. Tapi bagian sisinya kulit kulit sintetis sih. Tapi ya enggak masalah. Ee ada slot USB type A di bagian situ. Dua cup holder. Handbrake masih manual. Nah, nanti kita akan tes karena mobil ini diklaim untuk fitur rar adasnya dia bisa adaptis kus sampai berhenti. Nah, nanti kita akan tes karena biasanya mobil yang dilengkapi dengan handbrake manual seperti ini bukan electric parking brake, itu tidak bisa di bawah 30 km/h seperti Honda WRV dan juga Toyota Fortuner yang baru ya, yang sudah TSS tuh enggak bisa e dibuah 30 km/j. Dan fitur radar adasnya juga e lengkap. Ini ada adapt control, kemudian ada lane keeping assist, Larter warning, ada B monitoring. Eh, yang cukup lengkap lah pokoknya. Untuk di kelasnya rasanya ini paling lengkap ya, kecuali dibandingkan cari tig cross. Tig cross lebih banyak fitur rada radasnya dan juga setirnya sudah kulit seperti ini. Setirnya ini lebih mirip di ke R3 ya. Terus ada peda shift-nya karena mobil ini masih transmisi otomatis percepatan ya. Jadi, Anda bisa memainkan percepatan di sini nih. Nice. Tombolnya juga banyak. Tombol fisik mobil ini banyak di setir. Ada di AC masih tombol fisik. Ini menyenangkan. Mobil Jepang tuh tidak pernah meninggalkan tombol fisik. Memang itu yang menyenangkan dari sebuah mobil asal Jepang. Kemudian untuk di sini center konsolnya bisa dimajukan ya, jadi bisa berfungsi sebagai amres. Ee kapasitas tidak terlalu besar tapi ya enggak apa-apalah. Nah, karena Suzuki Frongs ini memiliki perpaduan warna yang cukup banyak gitu dalam interiornya ya, makanya Anda harus menjaga kebersihan dari interior. Kadang-kadang tuh kalau punya mobil tuh memang suka e resah gitu debu di dashboard gitu ya, kemudian ee noda di jok dan juga karpet yang mulai kusam sehingga ee mobil tuh terlihat tidak begitu indah lagi. Nah, untuk membersihkannya kami menggunakan ini dia Autogard Purgo Multipurpose Foam Cleaner. Ini adalah form pembersih seberaguna yang bisa digunakan untuk berbagai permukaan yang ada di mobil. Mulai dari fabrik, vinil, karpet, plastik, hingga bagian lain yang bisa dicuci. Dan cara pakainya mudah, jadi cukup semprot dan busa akan langsung bekerja mengangkat kotoran. Nah, Purgo ini punya dual action spray sehingga Anda bisa memilih semprotan lurus untuk area tertentu atau menyebar untuk permukaan yang lebih luas. Ditambah aroma lemon segar, mobil tidak hanya terlihat bersih, tapi juga bebas dari bau yang mengganggu. Setelah membersihkan bagian interior, bagian lower mobil tentu juga perlu perawatan setelah dicuci. Air di permukaan harus segera dikeringkan untuk menghindari waterpot. Untuk itu, kami menggunakan ini dia Autogard Bibo 3D Hydrobox Chamoist. Ini adalah lap camoist dengan tekstur 3D asli, bukan embos yang mampu menyerap air hingga 40% lebih banyak dibandingkan lap biasa. Dengan teknologi super glide, lap ini tidak menempel di permukaan sehingga proses pengeringan lebih cepat, lebih efisien, dan aman untuk cat mobil Anda. Jadi kalau Anda ingin mobil yang bersih, luar dan dalam tanpa ribet, dua produk ini bisa jadi teman terbaik Anda di rumah. Ya udah sudah puas membahas e mobil saat berhenti saatnya menjalankan mobil ini. Karena kami harus mengetahui seberapa baik kualitas berkendara dari FR ini. Kemudian berapa konsarnya, performanya seperti apa. Ya udah kita jalankan aja langsung. Let's go. Sebelum kami menyampaikan tentang impresi berkendaranya, kami lajukan terlebih dahulu mobil ini ke SPBU Shell untuk diisikan bahan bakar berkualitas yaitu Shelfie Power Nitro Plus. Shffie Power Nitro Plus adalah bahan bakar oktan 98 dengan standar Euro yang bisa menjadikan mesin lebih bertenaga dan akselerasi lebih cepat. Performa kendaraan pun tetap maksimal. Baik dalam kondisi jalan yang lancar maupun saat terjadi kemacetan. Selfie Power Nitro Plus dirancang untuk membersihkan 100% endapan di bagian vital mesin dan 100% melindungi bagian vital mesin dari penumpukan endapan di masa mendatang. Serta memberikan perlindungan tak terkalahkan dari korosi. Shelfie Power Netro Plus mesin lebih bertenaga, akselerasi lebih cepat. Semakin sering mengisi bahan bakar di Shell, Anda juga bisa mengumpulkan poin program Loyalitas Shell Go Plus yang bisa Anda gunakan untuk diskon bahan bakar pada pengisian berikutnya. Jadi, jangan lupa download aplikasi Shell Asia dan lakukan registrasi member Shell Gopes untuk bisa rasakan manfaatnya. Nah, ketika berkendara dengan mobil ini, itu langsung terasa memang mobil ini benar-benar berkualitas gitu dari sisi posisi berkendara. Kemudian di stand up juga saya sebutkan ya e material mobil ini solid gitu. Dan salah satu yang membuat saya adalah kekedapan kabinnya. Yah, kabin mobil ini benar-benar e kalau dibandingkan rival-rivalnya ya dibandingkan rivalsal Jepang seperti race, kemudian Honda WRV, rasanya ini yang insulasi kabinnya paling baik di kelasnya. Road noise juga terasa cukup minim gitu masuk ke dalam kabinnya. Tapi memang yang ya bukannya seperti mobil premium ya. Tapi ini rasanya better dan much better dibandingkan rivalnya. Rival utamanya itu Race Rocky dan juga Honda WRV Ucop Suzuki untuk soal kegapan kabin ini luar biasa. Tak hanya kekedapan kabin, bantingan suspensi Suzuki Frx pun terasa cukup dewasa. Kemudian suspensinya no issue. Untuk karakternya memang dia itu in between antara Suzuki Bionback dan juga Suzuki Grand Vitara ya. Jadi kalau dibandingkan Bionback memang sedikit lebih kaku tapi tidak sekaku Suzuki Grand Vitara yang merupakan kakak dari Suzuki Frongs ini. Dalam artian kalau di jaran rusak gitu ya kemudian melewati polis tidur itu rasanya masih nyaman. dan e peredamannya cukup baik. Memang handling sih ya kalau di kecepatan tinggi seperti ini ada sedikit gejala body roll tapi masih termaafkan, benar-benar termaafkan ya. Mengingat dia memiliki ground clearance yang lebih tinggi dibandingkan Baleno hatchback. Jadi secara overall suspensi ini eh nyaman untuk penggunau harian juga rasanya no issue dan controllable. Masih kontrol mobil ini. Frong ditenegai oleh mesin terbaru dari keluarga mesin K15, yakni K15C dengan sistem mild hybrid. Yes. Jadi tipe tertinggi dari Frongs dilengkapi dengan mesin K15C hybrid. Dia tuh eh persamaannya dengan Suzuki Grand Vitara ya, bukan dengan R3 atau XL7. Kalau R3S7 tuh dia mesinnya kodenya K15B dengan eh mal hybrid. Kalau di K15C ini semuanya malte hybrid yang ada di Indonesia. Nah, kinerjanya seperti apa? Jadi nih saat detol seperti ini tuh sebenarnya dia beroperasi sangat minim. dia ISG-nya itu dia lebih beroperasi ketika Anda menggunakannya mobil ini di e jaranan kota gitu ya, stop and go. Nah, ketika Anda melakukan akselerasi 30% sampai 50% throttle gitu ya, nah dia ISG-nya akan beroperasi agar kinerja mesin lebih afforless dan menghasilkan konsumsi bahan bakar yang lebih baik jika dibandingkan non hybrid. Nah, kalau di tol ada sih sebenarnya kayak gini nih dia beroperasi nih ketika gasnya di 30% sampai 50% ketika dipejek lagi masih bisa tapi down shift juga tapi ketika digaspol nah ketika di full throttle dia motor listriknya tidak bekerja benar-benar mesin bensinnya saja yang beroperasi kemudian ketika Anda melepas gas seperti ini saja ya dia akan melakukan regenative breaking untuk menangkap daya ke baterainya agar nantinya bisa digunakan lagi si ISG-nya itu. gitu ya. Nah, apakah ee sistem mild hybrid ini membuat kondusi bahan bakar menjadi irit? Nah, jadi keseluruhan sistem mild hybrid dari Suzuki Frogx ini yang membuat mobil ini irit. Klaim Suzuki seperti itu ya. Jadi selain ISG, dia juga dilengkapi dengan fitur auto start stop engine dan auto start stop engine di FX ini dia lebih eh dewasa gitu ya dibandingkan milik R3 dan juga SL7 hybrid. Jadi ketika Anda baru mau berhenti aja tuh sebelum berhenti dia mesinnya sudah mati ketika Anda mengaktifkan fitur tersebut. Dan ketika menyala lagi itu rasanya cukup halus gitu. Hampir tidak ada cranking sama sekali. Tapi sayangnya memang ketika fitur tersebut bekerja itu AC tidak ee beroperasi juga ya. Jadi kalau kelamaan tuh rasanya kabin menjadi ee agak panas gitu ya. Makanya ya fitur tersebut di mobil-mobil tes jarang sekali saya gunakan. Dan sudah terbukti juga memang ketika saya menggunakan fitur tersebut ya ketika tes konstrukumsi bahan bakar itu fitur autor startup engine itu hanya membuat irit berapa mililit gitu sekitar 300 ml mungkin ya sepanjang 50 km. Jadi tidak terlalu signifikan tidak sampai 1 liter penghematan bahan bakarnya. Oke, sudah saya jelaskan Mas seperti apa di mobil ini. Lantas berapakah konsumsi bahan bakarnya? Oke, untuk rute dalam kota dengan kecepatan rata-rata 22 km/h Franks m hybrid tipe tertinggi dan transmisi utomatic seperti ini ya, dia berhasil mencatatkan angka 18,8 km/l. Sedangkan untuk rot tol dengan cepatan rata-rata 90 km/h itu angkanya di 22,8 km/l. irit banget untuk sebuah mobil m hybrid. Tapi memang dia tidak seirit mobil-mobil yang benar-benar hybrid ya, real hybrid. Mungkin ini kami belum ngetes juga ketika nanti kita mendapatkan e unit tes eh Deatsuoki Esmart hybrid yang mungkin akan lebih irit karena klaim mereka tuh bisa sampai 31 km/l. Tapi nah saya sudah mengetes mobil Grand Vitara dan juga di mobil ini sebenarnya yang membikin mobil ini irit itu ya hybridnya iya bikin irit tapi yang utamanya adalah sistem dual injectornya. Jadi mesin K15C ini basically itu irit banget. Nah, di situ letak irit dari mobil ini bukan ya m hybridnya berpengaruh, tapi mungkin sekitar 30% kali ya, tapi mesinnya ngirit banget karena kami sudah mengetes juga di R3 dan juga di XL7 di mana beberapa poin di XL7 dan di R3 itu justru lebih boros jika dibandingkan e non hybridnya gitu ya. Jadi ya rasanya basic mesin K15C ini benar-benar irit. Tapi overall sih kons bahan bakarnya ini untuk sebuah mobil mild hybrid sih rasanya cukup baik dan sangat baik ya. Dia jauh lebih irit dibandingkan eh Toyota race de Rocky yang mesin turbo dan juga Honda WRV tentunya. Good job. Begitu irit mencatatkan angka kondusi BBM. Lantas bagaimana dengan performanya? Nah, untuk performanya ee memang mobil ini bukan yang paling bertenaga di kelasnya ya. Kalau secara HP itu 99 HP mobil ini torsinya 135 Nm. Ya, setaranya dengan Toyota race turbo ya. Tapi tu tuh torssiin lebih besar karena dia turbo. Nah, kami sudah mengetes akselerasi 0 sampai 100 km/h mobil ini tuntas dalam waktu 11,9 detik. Ya, well memang bukan figur yang paling bertenaga di kelasnya ya. Tapi ya okelah untuk penggunaan dalam kota sih rasanya cukup efortless juga mobil ini untuk stop and go. Apalagi dia dibantu dengan dorongan e-nya ya. Rasanya tuh cukup positif. enggak yang kekurangan tenaga, tapi juga tidak ee berlebihan. Kemudian yang menarik adalah transmisi otomatis percepatannya ini di mana er itu mobil modern, mobil Jepang modern gitu ya, dan mobil Tiongkok juga semuanya itu sudah beralih ke CVT dan Suzuki masih bertahan dengan transmisi otomatis enam percepatan. Enggak masalah dia perpindahan giginya juga halus, tidak terasa. Kemudian ya itu kami percaya transmisi otomatis. konvensional seperti ini tuh lebih durable dibandingkan transmisi otomatis CVT yang memang menawarkan kenyamanan ya, kehalusan. Tapi ya sekali lagi transmisi otomatis dan percepatannya ini dia bisa menghasilkan konsumsi bahan bakar yang sangat baik dan tidak kalah dibandingkan transmisi ini. Frongs menjadi produk Suzuki pertama di Indonesia yang dilengkapi dengan fitur radar adas. Lantas bagaimana soal kinerjanya? Dan Frx ini dilengkapi dengan fitur radar Adas. Bahkan kakak termahalnya Vitara itu belum dilengkapi. Nah, apa saja fitur radar ADAS di mobil ini? Lengkap dari B spot monitoring kemudian landar warning dengan assist kemudian juga dia ada adaptive cruise control. lengkap semua lengkap yang enggak ada tuh cuman eh rare cost traffic alert dia enggak ada tapi enggak masalah lah di Indonesia enggak cocok pakai itu. Soalnya kadang-kadang kan ada tukang parkir gitu ya, ada jodo parkir tuh kalau pemandu kita si jodo parkir itu kadang-kadang si rear cost trafficer itu bekerja terus jadi ngerem dadak gitu ya jadi kurang nyaman. Nah, di mobil ini pas sebenarnya fitur ee adasnya. Kemudian kinerjanya pun cukup sigap. Tapi memang kalau Anda mengaktifkan fitur adaptive cruise control-nya itu menjaga jarak dengan mobil depan itu agak terlalu jauh gitu jika dibandingkan dengan mobil-mobil lain ya. Jika dibandingkan dengan Honda, Honda tuh paling dewasa gitu sistem Honda Sensingnya di WRV gitu ya. Tapi tidak sejauh milik race, dia masih ada fitur sadar sonar di bagian depannya. Jadi antara WRV dan juga race gitu kalau Anda pernah mencoba kedua mobil tersebut ya. tapi masih cukup positif. Kemudian yang unik adalah fitur adaptive cruise controller ini dia dilengkapi dengan low speed followow. Tapi low speed follow-nya itu eh ketika Anda berhenti, nah Anda harus segera menekan pedal rem. Nah, ketika Anda menekan pedal rem itu secara otomatis fitur adaptif tidak bekerja lagi dan Anda harus menekan gas ketika mobil depan maju. Nah, ketika mobil depan maju, nah anda harus mengaktifkan fitur adaptif S control lagi. Kenapa seperti itu? Karena front ini dia tidak dilengkapi dengan ini eh electric parking brak. Jadi fitur adaptive cruise control yang dilengkapi dengan low speed follow itu harus eh berbekal fitur electric parking brake karena itu berkesinambungan ya kinerjanya. Nah, tapi dia lebih baik dibandingkan Honda WRV. Honda WRV dia tidak ada low speed follow. Jadi benar-benar dibuat 30 km/h dia nonaktif untuk fitur eh adaptif ke contrrol dengan low speed follow-nya. Akan tetapi tentu mobil ini tidak luput dari beberapa kekurangan. Yang pertama adalah terasa beberapa fitur tuh kurang up to date gitu ya. Jadi sebenarnya fitur mobil ini lengkap jika dibandingkan mobil Jepang lainnya ya di kelasnya tuh paling lengkap mobil ini. Tapi ada beberapa detail yang e kurang up to date gitu karena mengingat mobil ini baru saja meluncur di Indonesia seperti misalkan USB untuk koneksi e Android Autonya itu Anda harus mencolokkan kabel USB type A bukan type C. Type C-nya malah ada di belakang. Jadi belakang ini ada dua buah USB slot. Ada type A dan juga type C gitu ya. terasa kurang up to date aja gitu. Kemudian yang kedua adalah handbrak dia masih manual ya, masih bukan yang electri packing brake ya. Sebenarnya enggak masalah di kelasnya pun seperti WRV dan juga race tuh ee belum juga dilengkapi dengan EPB tapi ya rasanya ya jadi kurang up to date aja gitu ya. Tapi ya udahlah enggak apa-apa. Dan yang ketiga adalah mobil ini kegerapan kabinnya luar biasa di kelasnya menurut kami ya. Dan yang membuat kekedapan kabinnya begitu standing adalah penggunaan karet pintunya. Karet pintu itu tebal. Nah, jadi imbasnya adalah Anda butuh effort lebih untuk menutup pintunya. Jadi kalau Anda ingat tuh pertama kali kayak gini tuh di mobil Mitsubishi Xpander. Jadi menutup pintu itu agak keras karena dia penggunaan material karetnya tebal guna ee menghasilkan insulasi kabin yang baik. Dan yang terakhir adalah ini saya enggak ngerti kenapa terjadi di setiap mobil Suzuki yaitu tidak dilengkapi dengan auto door lock. Jadi ketika Anda menggunakan mobil ini atau Anda sudah terbiasa dengan mobil lain ya Anda perlu ingat harus kunci benar-benar harus kunci secara ee sendiri gitu. Biasanya kan mobil tuh mengikuti speed sensor gitu ya di 20 km/h dia akan ee mengunci sendiri. Di mobil ini enggak ada sama sekali. Begitu pula dengan bukanya ketika Anda mau masuk P, mau matiin mobil itu juga tidak e membuka sendiri gitu ya. Entah kenapa terjadi di setiap mobil Suzuki bahkan hingga ke Suzuki G. Di samping itu, Frongs juga menyimpan beberapa detail menarik, ya. Yang pertama adalah sistem entertainmentnya. Ini ini sebenarnya enggak yang tampilannya enggak yang wah-wah banget, enggak yang futuristik banget, tapi intuitif sekali gitu. Informasinya pun juga banyak. Jadi informasi selain informasi di mid ya di sini juga ditampilkan gitu lengkap sekali tuh mulai dari energy flow, kemudian average speed, current time driving, dan ada fuel economy. Jadi eh ketika ada penumpang di kiri ya pengin tahu eh berapa sih konsumsinya. Nah tinggal pencet-pencet di sistem entertainment-nya. Ini keren dan enggak enggak memusingkan gitu loh. Enggak seperti mobil Tiongkok. Kemudian yang kedua adalah tombol fisik di mobil ini yang masih banyak. Jadi benar-benar nih seperti land warning ketika Anda tidak ingin menonaktifkan gitu ya. Ini tinggal pencet aja. Kemudian ada emergency braking warning juga. Parking sensor atau startop engine, headup display. Itu semuanya tombol fisik. AC pun masih tombol fisik. Di setir juga banyak tombol fisik. Hah, itu yang saya suka dari mobil Jepang. Masih keep tombol fisik dengan baik gitu. Jadi benar-benar masih dipertahankan gitu ya. Dan yang ketiga adalah ini sebenarnya fitur eh nice to have bukan must to have yaitu rear defoger. Nah, jadi mobil ini ada wiper belakang, ada rear fogernya. Jadi ketika Anda menggunakan mobil ini berlibur gitu ya ke daerah yang dingin ya rasanya tidak tidak hanya mengandalkan wiper karena masih ada revoger. Jadi visibilitas bagian belakang tuh terjaga gitu ya. Ya bukan fitur yang penting tapi rasanya jadi terkesan premium gitu mobilnya. karena fitur tersebut masih dipertahankan. Nice. Dan juga front divogger ada untuk kaca depan. Wah, luar biasa Suzuki ini. Dan inilah kesimpulan kami terhadap produk terbaru dari Suzuki ini. Well, secara kesimpulan mobil ini datang untuk menantang beberapa rivalnya yang sudah existing terlebih dahulu ya. Ada Toyota Race, Day Sorokei, Honda WRV, Kia Sonet, kemudian ada juga Nissan Magnet. Tapi Nissan Magnet kayaknya udah kurang bersinar ya. Tapi secara overall kalau Anda pengguna Suzuki atau ya pernah mencoba mobil Suzuki ya, y ya kualitas berkendara mobil ini terbaik di kelasnya menurut kami. Kemudian material-material juga e oke gitu ya, paling solid di kelasnya dibanding mobil Jepang lainnya. Eh, kondisi bahan bakarnya irit, fiturnya lengkap, fiturnya berlimpah. Tapi memang salah satu yang menurut kami apa ya waktu launchingnya itu menjadi bahan pertimbangan gitu ya, adalah harga jualnya. Memang tidak mahal, dia setara dengan WRV dan juga Toyota Race gitu ya. Tapi nah itu dia. Suzuki itu kan biasanya mengeluarkan produk tuh harganya tuh bisa lebih murah dibandingkan rival-rivalnya. Seperti misalkan Suzuki R3 itu pasti lebih murah dibandingkan Toyota eh Velos gitu ya. Kemudian juga eh Suzuki SL7 dia lebih murah dibandingkan Toyota Rush, Honda BRV, Stargazer X gitu ya. Nah, sayangnya tidak terjadi di Suzuki FR ini memang lebih murah sedikit jug dibandingkan dengan Honda WRV tipe tertingginya ya. Tapi ya itu sih ya tapi enggak apa-apa. Sekali lagi, ketika Anda membeli mobil ini dengan harga tersebut rasanya eh wor dan juga masih ada varian-varian lainnya yang lebih terjangkau seperti varian yang non hybrid ya, itu harganya dibah Rp300 jutaan, masih di 280 hingga R90 jutaan ya. Jadi sesuaikan ee kebutuhan Anda ketika Anda ingin membeli mobil ini karena variannya banyak. Jadi begitulah hasil review lengkap kami terhadap Suzuki Frongs. Klik jika Anda menyukai video ini, subscribe bila Anda belum, dan jangan lupa juga untuk isi kolom komentar di bawah. Main-main juga ke website kami di ww.otriver.com dan jangan lupa juga untuk download aplikasi kami di Google Play Store. Terima kasih sudah menyaksikan video ini dan sampai jumpa di video-video kami selanjutnya. Bye bye.

Lihat di YouTube