Suzuki Fronx, Model Keren, Suspensi Empuk, Fitur Lengkap, Apa Lagi? (YouTube Video)
Suzuki Frong, Teman-teman. Jadi, mungkin Teman-teman sudah lihat ya di banyak media sosial banyak sekali membicarakan spesies terbaru dari Suzuki ini. Dan antusiasme publik terhadap Suzuki Frong itu bukannya tanpa alasan. Karena ini memang punya banyak keistimewaan. Bahkan dibanding produk Suzuki lain di Indonesia dia punya kelebihan yang menurut saya itu e sangat signifikan. Dan sekarang kita pengin ulas kira-kira seperti apa sih Suzuki Frong itu? Apa aja kelebihan dan kekurangannya? Dan kira-kira menarik enggak dia untuk dipilih buat mereka yang antusias dengan crossover atau SUV terutama Suzuki? Ini ulasannya. [Musik] pertama dan terutama adalah soal desainnya, Teman-teman. Jadi, ini kelihatan ya bahwa ini sebenarnya sebuah SUV gitu ya. Ee depannya datar, belakangnya pun juga. Dan kelihatan banget misalnya di sini ada overfender juga, ada ruprel gitu. Semua identitas sebagaimana layaknya SUV zaman sekarang ada di dia. Tapi ketika kita masuk ke bagian samping ya, kelihatan bahwa di sini garis bahunya. garis atapnya itu melandai mengesankan sebuah coupe. Jadi, ini kayak crossover antara SUV dengan coupe. Dan itu menarik buat mereka yang e suka dengan tampilan boksy banget gitu kayak Jimny. Mungkin ini bukan seleranya, tapi buat mereka yang juga suka dengan urban atau daily-nya itu di perkotaan gitu ya, ini adalah desain yang lebih general, lebih pas buat ee selera seperti itu dan saya suka. Ini adalah menurut saya salah satu produk Suzuki dengan desain yang menarik. Ini Suzuki Frong gitu. Dan by the way, Teman-teman, ini komposisi headlamp-nya, DRL-nya itu pun juga e terlihat modern ya. Kalau buat desain globalnya Suzuki sekarang ini seperti Grand Vitara, komposisi headlamp sama dayelnya. Dan di belakang, Teman-teman, ini ada lampu belakang yang lebih slick ya. Iya. Enggak sih? Lebih enak dilihat gitu. Dan saya perlu tunjukin seperti apa di bagian [Tepuk tangan] interiornya. Nah, ini di bagian interiornya, Teman-teman. Ini sekali lagi adalah varian paling tinggi flagship dan dia punya keistimewaan joknya kulit juga. Ada warna-warna yang menurut saya berusaha untuk memberikan tampilan lebih mewah ya. ada silver, ada merah bordo nyebutnya ya gitu. Tapi kalau layout dashboard-nya saya mudah untuk ingat sama baleno karena memang mirip ya itu bahasa desain ya. Cuma secara keseluruhan kalau ditanya apakah dia terlihat mewah, iya sih ini terlihat mewah gitu. Dan teman-teman ini mobil punya ee beberapa kelebihan lain selain hanya desain dan kelebihan lain itu adalah saya mesti tutup dulu untuk nyalain mesinnya. Soal fitur teman-teman, ini fiturnya banyak banget. Eh, ada headup display, ada Apple CarPlay, Android Auto, eh airbag-nya 6 dan bahkan airbag 6 itu enggak hanya di varian tertinggi, varian terendah pun juga jadi ya bagus banget gitu ya secara keselamatan. Dan ini kamera 360-nya pun juga oke. Ada wireless charging juga, ada pedle shift juga eh maticnya ini 6 speed. Jadi dia bisa memberikan eh fitur convenience yang sangat proper bahkan untuk ukuran zaman sekarang. Dan terereng ini mobil sudah dengan Adas yang kalau dalam bahasa Suzuki disebut Suzuki safety support. Ada lane keep assist, ada adaptive cruise control. Nanti akan saya tunjukin gimana peragaannya. Eh, yang pasti adalah ini pertama nih di Indonesia Suzuki yang menggunakan ADAS. Bahkan di atasnya dia Grand Vitara. Apa yang lebih mahal? E, Jimny gitu ya. Enggak menggunakan, belum menggunakan ADAS ini. Jadi, ya ini adalah mobil yang spesial. Ini adalah mobil yang spesial. Kemudian soal mesin, Teman-teman, ya. Oke, jadi ini e varian tinggi yang menggunakan mesin K15C. Basicnya sama K15 dan itu mesin yang sukses gitu ya. E tapi ini dengan sistem hybrid. Dan kenyataannya teman-teman secara output ini sedikit lebih kecil dari varian yang e K15B dari varian yang di bawahnya. Dan sekali lagi itu bukannya tanpa alasan dengan ee tenaga kecil ee bukan berarti ada ee apa ya ee kompromi yang berlebih. Karena Suzuki memang punya intensi untuk ngebuat ee laju mobil ini ketika berakselerasi jadi lebih halus. K15C itu punya kecenderungan untuk lebih halus ketika berakselerasi. Even sama-sama full throttle. Dan kalau ini sekitar 100 eh PS gitu ya. Sementara yang K15B itu dapat 105. Kalau ini torsinya 135 Nm, K15B itu dapat 138 Nm gitu. Jadi kalau teman-teman mau kencang-kencangan justru pakai varian yang di bawahnya yang K15B. Tapi kalau mau halus-halusan eh secara driving impression malah lebih enak gitu ya e smooth gitu ya. Ini adalah pilihan yang lebih baik. Eh, ya, Teman-teman, sekarang saya sudah berada di kokpitnya varian tertinggi dari Suzuki Flong SGX AT. Dan ini paling representatif nih. Semua fitur eh yang paling lengkap tuh ada di sini. Dan terutama adalah ADAS-nya, Suzuki Safety Support. Dan ada beberapa hal yang bisa kita tes di sini. Dan beberapa hal yang eh ada dan bisa kita coba di sini, Teman-teman. Ada Suzuki itu misalnya adaptive cruise control, Teman-teman. Ngebayangin sebuah cruise control yang bisa nge-set kecepatan sesuai dengan intensinya pengemudi. Lalu, fungsi adaptif itu ngebuat dia bisa e menjaga jarak yang aman ee agar lebih oke secara keselamatan. Misalnya kalau kita nge-set di 60 gitu ya atau misalnya 100 gitu ya. Lalu kendaraan di depan apapun misalnya mobil atau bus atau truk gitu larinya hanya e 40 atau 50 maka dia akan ngrem dengan otomatis. Itu yang asik dari adaptif cruise control. cruise controlnya adaptif dan dia pun juga punya lane keeping assist sebagaimana layaknya sistem ADAS yang udah apa ya udah e banyak di eh dunia otomotif masa kini gitu. Land keeping assist dia bisa memastikan agar mobil selalu berada di lajurnya. Ada beberapa hal yang dibutuhkan dan terutama adalah marka jalan. Jadi ee sensor bisa ngebaca marka jalan ee untuk membuat mobil tetap berada di lajurnya. Catatan memang jalannya mesti ada ee mesti terlihat nih marka jalannya. Cat fosfornya mesti kelihatan. Soalnya kalau yang tanpa marka jalan ya enggak ada garis pandu kira-kira gitulah. Nah, asik ya teman-teman. Ini semua operasionalnya ee diaktifkan dengan sangat mudah. Semua ada di setir. Jadi ya sangat menyenangkan bagi pengemudi. Asik ya, Teman-teman. Ini selain fitur yang udah canggih ya, dia setir bisa belok sendiri berarti bisa memastikan mobil berada di lajur yang benar berarti lalu kemudian ee kecepatannya bisa dinaikkan atau diturunkan secara otomatis karena dia adapti cruise control ya. di luar dari fitur yang sangat canggih itu saya suka dengan set suspensinya, Teman-teman. ini eh basisnya dari Suzuki Baleno dan dia lebih tinggi. Tapi meskipun tinggi dan lebih fleksibel menghadapi berbagai macam ee permukaan jalan gitu mestinya ya, dia punya set suspensi yang empuk ya buat beberapa orang yang antusias dengan kenyamanan itu adalah hal yang menyenangkan berarti kan sebuah hal yang menyenangkan gitu. Oke, ini saya lagi coba ee kemampuan dia untuk mengikuti kecepatan kendaraan di depan. Bahkan ketika kendaraan di depan itu berhenti, dia juga akan berhenti. Yang saya enggak ee menyentuh pedal remnya sama sekali. Mantap. Yes, Teman-teman. Ini sekarang saya sedang berada di varian yang menggunakan transmisi manual. Ya, mungkin teman-teman tahu ya, kalau di mobil penumpangnya Suzuki kebanyakan yang unit tes yang kita coba itu emang matik. Ee jadi jarang dapat yang ber transmisi manual dan ini saya lumayan terkesan ya ee ini dengan resep yang sesuai dengan ekspektasi zaman sekarang. shifting-nya tuh empuk dan presisi. Jadi kayaknya agak sulit ya kalau mau M gear gitu ya. Ada kemungkinan Miss Gear kayaknya jarang. Tapi ini benar-benar ee bisa membuat rasa nyaman karena lumayan presisi. Koplingnya pun juga enteng ini, Teman-teman. Ya, layaknya ee mobil yang mestinya bisa memberikan kesenangan bagi pengemudi ya. Tapi ya di varian ini GLMT eh enggak ada perbedaan technical sasis atau suspensi dengan varian di atasnya GX maupun SGX. Jadinya feel berkendaranya sama ketika ngelewatin jalan enggak rata gitu misalnya atau ngelewatin e polisi tidur gitu misalnya ya dia memberikan experience yang sama gitu. Tapi yang pasti saya feel dari mobil bertransmisi manual bagi car entusias benar-benar apa ya walaupun ada e teknologi misalnya hidraulis yang lebih canggih, ada single clutch, dual clutch, ada CVT gitu misalnya. E tapi tetap bagi beberapa orang transmisi manual itu menyenangkan ya kalau enggak ketemu macet gitu ya. Tapi kalau sering e ngelewatin jalan yang apalagi ee banyak kelokan gitu, transmisi manual bisa menjadi kesenangan tersendiri. Dan teman-teman, sekarang saya sedang berada di bangku penumpang tepatnya bangku penumpang belakang. Jadi em ini mobil basisnya dari Baleno kan ya, artinya wheel base-nya termasuk panjang bodinya pun juga mirip-mirip panjangnya ini bahkan enggak lebih dari 4 m. Artinya cukup kompact ya. Tapi teman-teman kelihatan bahwa di sini light room-nya itu sangat proper nih. Ee di depan ada Pak Indra dari Suzuki. Tingginya itu 170-an. E tadi pun juga saya set untuk posisi duduk saya. Saya yang 168 cm. E di jok ini pun juga nyaman dan tersisa, Teman-teman, dari sandaran jok belakang sampai dengkul saya itu lebih dari 10 jari. Artinya la-nya ini sangat amat menyenangkan. Kalau teman-teman berharap bahwa mobil ini akan terasa lega meskipun dimensi luarnya itu under 4 m gitu ya, menurut saya ini sangat layak untuk disebut lega. Iya. Dan karena ini crossover SUV gitu ya dengan basisnya Baleno, jadi kita bisa berharap bahwa eh ground clearance yang tinggi itu apa ya bisa memberikan fleksibilitas ketika jalan yang lebih beragam. Ya mungkin enggak harus offroad ya, tapi kalau jalan jelek, polisi tidur atau lubang di jalan, bahkan di kota besar juga banyak gitu ya, ya ini mestinya lebih menenangkan. Nah, yang saya suka tadi saya juga sudah sebutkan sebenarnya yang saya suka adalah set suspensinya, Teman-teman. ini lumayan empuk nih. Tadi sebagai pengemudi saya merasakan dan di kursi penumpang pun juga saya bisa memberikan keempukan itu. Jadi em kayaknya udah kebayang ya ee intensinya Suzuki bahwa ee mobil memang enaknya mengendarai mobil itu banyak apa ya banyak ee arahnya ya. ada yang enak untuk menikung sangat kencang gitu misalnya, tapi mengorbankan set suspensi jadi terlalu keras gitu misalnya. Tapi ini mungkin ya yang saya rasakan sekarang eh dia lebih enak untuk banyak e skenario daily misalnya. Jadi enggak perlu selalu kecepatan tinggi. Tapi kalau misalnya ketemu jalan yang sering ditemukan di sehari-hari gitu dia lebih banyak ketemu nyamannya sasis dan suspensinya. Buat saya ini empuk. gitu. Saya suka dengan light room-nya ya. H oh iya. Tapi memang ini soal headroom-nya teman-teman kalau dibanding sama Grand Vitara gitu ya misalnya desain body yang coupe ee itu melandai dari garis atap ke belakang ya mulai dari pilar B. Jadi headro-nya lebih terbatas. Tapi kalau tingginya rata-rata saja gitu, e kayak saya 168 cm. Rata-rata buat orang Indonesia ya ini masih lebih dari 5 jari. Masih aman tapi enggak selega yang kayak di Grand Vitara misalnya gitu. Yes, Teman-teman, sekarang kita bisa sampai pada akhir ulasannya. Jadi ee di kesan pertama saya yang bisa saya simpulkan adalah ini mobil menarik di beberapa hal. Pertama adalah desainnya enggak hanya SUV termasuk ground clearance tingginya, tapi juga dengan desain coue. Pertama, terus kedua fiturnya itu enggak hanya bagus teman-teman, tapi bagus banget. Bahkan di antara beberapa mobil Suzuki yang ada di Indonesia saat ini, ini lebih lengkap nih dia ADAS. Kenyataannya di varian termurah juga sudah dengan perlindungan en buah airbag. Jadi ee bagus banget gitu ya. Lalu kalau ditanya ini mobil sekelas dengan siapa sih? Bisa membayangkan teman-teman bahwa ini e kelasnya di bawahnya Grand Vitara. Dan kalau misalnya ya Grand Vitara itu mungkin bisa setara dengan HRV, ini setara dengan Honda WRV. Jadi ya ini bisa beradu dengan mobil-mobil yang lebih kompact. Ada e WRV di situ Honda WV ada Kiaet, ada Toyota Race, ada Daihasuroki gitu ya. Jadi ee sesuatu yang menurut saya hal baru bagi Suzuki dan itu menyenangkan. Yang pasti secara produk dia lebih oke dan saya enggak sabar untuk segera menguji secara lengkap termasuk seberapa irit dan seberapa kencang dia. Karena sekali lagi ini mobil e potensinya bagus dan nanti kita buktikan dalam pengetesan lengkap. Mungkin itu dulu teman-teman dari saya. Terima kasih sudah menonton dan sampai ketemu di video GRD Auto berikutnya. Terima kasih.
