Jungkat

SUZUKI FRONX | Mukanya Sudah Cocok, Apakah Enak Dipakai? (YouTube Video)

  • 10/09/2025

Ini mungkin mobil yang superior untuk sekelasnya. Bahkan bisa di atasnya aja hampir bisa kalah sama ini. Ini adalah Suzuki Frongs. [Musik] Yang bermain di segmen ini kelasannya adalah race, WRV sama Rocky. Terus ada Cherry Tigo Cross gitu ya. Dan mamang juga sudah pernah first impression apa saja kelebihannya Suzuki Frogs ini gitu ya. Tonton video yang itu. Suzuki FR dia akhirnya membersihkan diri dan menjadi yang paling karena Mamang sudah first impression mobil ini, jadi Mamang akan secara singkat aja untuk membahas desain-desainnya dan luarnya interiornya tapi akan lebih dalam di test drive-nya. Iya. Nah, kalau dari luarnya ini sesuai selera aja karena dari depannya menurut Mamang bagus menurunkan muka-muka atau moncong-monongnya dari Grand Vitara yang dikecilkan. Sebetulnya basic-nya dia adalah Suzuk Beno yang ditinggikan gitu ya. Jadi rangka-rangkanya itu baleno semua, tapi mesinnya pakai Grand Vitara gitu loh. Itu yang bingung. Mobilnya kecil pakai mesin yang gede kayak Grand Vitara. Iya. Nah, ini ada DRL di atas tiga titik. Jadi sekarang ada trademarknya. Kalau Suzuki itu ada tiga titik gini. Kalau dia jauh, oh tiga titik berarti Suzuki gitu ya. Terus di sini juga LED headlamp-nya juga dan termasuk terang gitu ya. Grill-grillnya ini hitam-hitam saja cuman ada beberapa yang memang enggak suka. Enggak beberapa, cuman satu aja. Ini chromnya kentara sekali ya. Memang ini dari desain India juga gitu ya. Jadi harap maklum kalau orang India memang suka krom yang mengkilat-mengkilat yang buricak bururinong gitu. Suka moncongnya bagus. pinggirnya ada beberapa yang suka, ada yang enggak. Mungkin salah satunya menurut Mamang ada beberapa yang enggak suka di wheel arch gini. Ini terlalu besar banget wheel arch-nya dengan ban yang terlalu kecil. Padahal ini adalah veleg 16 yang tergolong besar juga. Profil bannya 19560 ring 16. Belakangnya rem tromol, depannya cakram. Jadi, nama namanya Suzuki dari dulu Mamang udah tahu itu ya. Jadi, kalau mobil Suzuki itu enggak bisa dibuat standar. dilihat standar itu enggak bisa. Harus ada yang dirubah sedikit seperti mungkin velegnya ini diganti depan belakang jadi pakai model rally look gitu ya misalkan. Terus fitmentnya dibagusin udah pasti keren banget. Frongs dari sini aja. Sedangkan dari sini ini adalah model kata Suzuki ini adalah model coue SUV karena di sini roof-nya itu ke belakang shopping roof-nya semakin menurun gitu. Jadi kayak coue gitu kesannya. Sini juga ada roof rail. Memang suka ini. Siap adventure gitu ya. Mobilnya udah dipakaiin apa namanya? Baga roof box gitu di atas. Ini cocok banget bawah-bawahnya seperti crossover. Ini ada kleding-kadingan gitu ya. Buka pintunya model tarik seperti ini. Udah keyless entry juga. Dan di sini spionnya ada LED-nya berwarna hitam. Sebetulnya nice sih France buat untuk Suzuki ini masih cocok dengan selera Indonesia. Dimensinya juga mirip-mirip seperti baleno gitu ya, di bawah 4 m 39 something something. Ya, sama seperti kelasan-kelasannya. Cuman yang perlu Anda tahu ini radio seputarnya paling kecil di kelasnya yaitu 4,8 m. Yang lainnya udah 5 ke atas 5,1 5,2. Ini adalah yang terbaik radius seputarnya. Lampu belakangnya nih lihat sudah memanjang seperti ini ya. Jadi crossover yang modern udah LED semua. Lampu kucingnya di bawah antena hiu, topi belakang turb lamp rear defogar wiper sensor parkirnya sudah lengkap. Terus front ini memang dibuatnya eh sporty, tangguh kekar gitu ya. Makanya di bawahnya pakai bumper-bummeran yang seperti ini yang sporty gitu, bukan yang bukan kayak arah elegan. Ini sporty ini sih. Iya. Frong hybrid karena ini malah hybrid gitu. Terus ini adalah model yang SX. Nah, model-modelnya itu ada tiga sebetulnya. Ada SGX hybrid, ada GX hybrid, sama GL yang non hybrid. Ya, itu jatuh ke Anda semua pengin yang hybrid atau yang non hybrid. Sekarang lihat bagasinya. Nih, bagasinya sebetulnya luas gitu ya, tapi luasnya tuh luas ke dalam. Ini dalam banget nih. Lihat tangan mamang nih. Ya, begini ya. Nih segini dong dalamnya. Yang lain tuh udah flat floor gitu. Kalau ini masih model ke dalam. Dan di dalam sini juga masih ada tempat untuk ban. Ban sereapnya full size kaleng. Tuh lega sekali. Untuk ukurannya yang di bawah 4 m. Iya nih ada tempatnya menyimpan. Dongkraknya ditutupin ada lampunya. Terus kalau masih kurang pelipatan bangkunya 6040. Tapi sayangnya memang tidak flat floor. Menurut mamang flat floor atau enggak itu tergantung selera aja. Kalau flat flor itu lebih gampang untuk nyimpan barangnya. Tapi ini kelebihannya adalah dalamnya lebih luas sama aja. Jadi kalau mau bawa koper gede bisa masukin ke dalam sini masih bisa gitu. Kita duduk di dalam. Dan ini kursi depan yang udah diset untuk mamang. Tingginya 172 cm. punya kelegaan tujuh jari. Lumayan headroom-nya segini. Ini padahal slopping roof-nya ke bawah cuman headroom masih tetap asik ya. Ah, naikin dulu. Nah, ini duduknya enak. Memang jok belakang ini agak sedikit tegak, cuman masih enggak masalah karena sepatu mamang kaki mamang yang super besar ini 46 size-nya masih bisa selonjoran kayak gitu. Jadi paha tuh tersangka dengan baik, kursinya enak, empuk gitu ya. Ini paling empuk dari semua kelasannya. Ini paling empuk. Terus agak enggak demennya warnanya ya. Perpaduan warna hitam dan coklat brown kayak gini. Kalau kena matahari enggak sih. Cuman kalau malam bagus tapi kalau kena matahari enggak. Mending sekalian hitemin aja menurut Mamang. Nah, di sini ada tiga buah headr. Jadi untuk tiga orang. Kalau di tengah gimana, Mang? Rasanya, Mang? Nah, lebih empuk lagi. Jadi di kiri dan kanan enak. Di tengah ini walaupun agak sedikit naik, tapi bahan yang dipakai dia ngeblesek gitu loh. Tuh, lihat empuknya kayak gimana. Ditekan dikit aja udah ngeblesek. Tuh, kebayangkan empuknya jok ini. Tempat penyimpanan lumayan banyak di sini. Jadi di pintu sini ada bottle holder. Di belakangnya juga bisa nyimpan-nyimpan lagi. Terus di sini ada tempat nyimpan handphone. Ada tempat lagi di sini. Cuman sayangnya di sebelah kanan enggak ada ya. Sebelah kiri doang. Terus di belakang sini juga ada gitu. Ada nampannya nih. Terus kalau mau ngecas ini dia ngecasnya enggak usah rebutan. Di sini ada USBA, USBC juga ada tuh. Tuh lengkap. Udah update nih. Ada ventilasi AC yang enggak dipunyain sekelasnya. Ini cuman ada di tipe HRV. HRV udah ada mulai ada, tapi yang sekelasnya gitu ini yang paling superior. Ada ventilasi AC. Jadi dinginnya tuh merata sampai ke belakang. Dah kita lihat depannya. Disambut dengan HUD tulisannya starting. Hello. Inilah kelebihannya Suzuki gitu ya. Dashboard-nya Vitara ada baleno. Baleno itu benar-benar kayak unisex juga, cuman lebih ke arah ke ceweknya. Kalau ini tuh unisex banget, bisa cowok, bisa cewek. Kalau Grand Vitara itu dashboard-nya bentuknya untuk cowok. Unisex ini karena dia enggak kaku, ada flowing-fowing-nya gitu. Kayak silver liningnya seperti ini, ada silvernya. Ini warnanya memang kurang demen ya sebetulnya. Ada enggak nyambung gitu loh. Coklat terus ke bronze terus ke silver. Saara siapa ya? Jadi kalau coba dihitemin aja yang sebelah sini hitemin itu lebih nice gitu. Hitam aja ya. Atas-atasnya keras-keras keras dan bahannya bahannya tuh kuat-kuat gitu. Kalau Suzuki itu ya. Nah, di depan mamang ini udah ada yang namanya HUD. HUD-nya itu bisa beberapa mode juga gitu. Ada yang mode untuk monitoring baterai, ada yang kelihatan RPI-nya, ada yang untuk ADAS-nya, ada yang untuk sederhana cuma speedometer doang. Terus ada yang keiritannya berapa. Itu bisa ada tetapi di HUD ya. Enggak, bukan hitam putih aja, ini berwarna. Tapi kalau enggak suka dengan HUD ini, itu bisa kita tilp tuh bisa tertutup lagi. Keren sekali head unitnya nih, ya. Head unitnya mungkin ini ya ada juga yang sama kali 9 inch udah ready wireless CarPlay dan Android Auto. Android Autonya memang masih dicolok ya, tapi yang penting Apple CarPlaynya udah wireless dia udah en speaker juga suaranya e soow itu memang harus di-upgrade travelnya harus dinaikin lagi. Jadi kurang kuranglah masih kurang walaupun enam speaker. Cuman yang mama suka dari head unit yang dari Suzuki ini lengkap. Enggak hanya urusan entertainment Android Auto dan Wireless CarPlay. Dia ada urusan untuk permid-an atau data-data mobil tuh tertampil di sini nih ya. Kayak misalkan aliran energinya bisa kelihatan monitoring baterainya lagi ngisi atau lagi ngasih tenaga ke mesinnya. Terus ada kecepatan rata-rata aliran energi balik lagi keematan bahan bakarnya wireless charging-nya itu kelihatan terus di sini pengaturan buka pintu gitu ya. Modus saat AC stop. Ini yang paling enggak ngerti dari Suzuki nih. Standar ekonomi nyaman padahal AC-nya mati. semuanya kalau lagi adling shop. Nah, di sini adalah notifikasi ya. Misalnya eh pintunya tuh masih terbuka ini dalam keadaan jalan ya, rem parkirnya masih keengage gitu ya. Sabuk pengamannya belum dipakai ada semua. Kalau ini ada peringatan cek engine-nya, abnormal transmisinya misalnya ada sesuatu airbag-nya, ABS ini kelihatan semua di sini. Oke. Nah, ini head unitnya memang suka dan lumayan gas lah. Urusan perasean lengkap sekali di sini sampai ada heaternya di atas 32 derajat. Coba nih. 6 27 28 29 30 31 32. High masih ada heaternya. Ini turunan dari mobil India yang lainnya. Ini masih bisa heater ya. Semburannya juga lengkap sampai ke kaki sampai ke front defoger. Rear defoger juga udah ada. Auto AC juga udah ada. Speedonya modelnya jarum-jarum Amang masih suka ada takometernya. Terus apa nih? Fel gauge. Temperatur mesin masih ada. Dan di tengah sini adalah mid yang dipindahinnya dari tombol sini nih. Bukan dari setir dan bukan dari mana pun tuh. Nah, ini kita bisa nampilin apa aja. Ini monitoring baterainya. Terus speedometer, adas-adasnya nih kelihatan average full ini keiritannya berapa gitu range-nya dengan bahan bakar yang tersedia. Terus ini data-datanya keiritannya berapa kelihatan di situ. Ini waktu berkendara kita nih. Terus ini adling stopnya kita udah berapa lama dan bisa menghemat berapa liter gitu. Ini 2 liter nih selama 4 jam aja sudah bisa menghemat 2 lit bahan bakar ya. sedikit sih jam digital analog terus graffiti sensor ini G sensor ya kita membelok kiri kanan itu kelihatan di situ semuanya terus torque and power-nya acceleration brake-nya ini bisa kelihatan di sini tuh kalau kita nge-break seberapa dalam kita nge-break kebaca akselerasi tuh ini hebatnya Suzuki dah lengkap loh lengkap banget tu id mamang suka sekali Duduk di depannya Suzuki Frong. Kelihatannya dia mengarah ke spiroknya tuh empuk banget. Lihat ini. Mama enggak pakai tenaga. Lihat nung empuk sekali. Jadi pantat kita tuh kayak ngeblesek. Udah gitu si support-nya juga empuk gitu. Enak jadinya duduk lama-lama di sini. Cuman warnanya warnanya warnanya aja sih yang kurang ya. Pengaturannya dia masih manual. Mamang lebih suka manual. Kenapa enggak banyak maintenance? Nantinya ini ada head adjust secara manual, terus juga ada maju mundur, terus sandarannya reclining, ada sixwayi. Tapi duduknya juga udah oke banget karena ada steel steering telescopik udah dikasih gitu. Jadi enak banget setirnya model kulit seperti ini. Ada pedle shift-nya, ada tombol-tombol kesarang sebelah kanan untuk urusan ADAS dan cruise control sebelah kiri itu untuk urusan entertainment. Nah, di sini juga ada tombol telefoni dan urusan centeringnya juga. Nah, jadi mobil ini walaupun harganya terjangkau gitu ya, dia punya ADAS yang lengkap seperti adaptif cruise control dari 0 km atau all speed. Jadi kalau kita macet-macetan ini udah bisa ngikutin kendaraan yang depan tanpa ngegas atau ngerem atau kecepatan tinggi itu ada engage bisa. Terus dia udah punya semi autopilot yang dia mengikuti marka jalan atau bilangnya land keeping assis atau bilangnya juga land centering keeping gitu ya. Kalau bahasa Suzuki enggak tahu apalah itu banyak istilah yang pokoknya udah bisa ngikutin marka dan itu halus. Nanti mamang coba juga dia udah ada juga wireless charging di bawah sini yang lainnya tuh belum memakai gitu ya. Yang sini juga udah ada USBA sama power socket 12 volknya apaagi ya? Nih, Bang-nyimpan. Tempat nyimpan-nyimpan di sini banyak ada bottle holder. Di belakangnya juga masih bisa nyimpan-nyimpan lagi dua cup holder. Buat nyimpan lagi di sini. Buat nyimpan lagi di sini. Bawah sini juga masih bisa naruh-naruh lagi. Banyak atas itu penalty mirror ini. Ini ini sebel nih. Kenapa harus satu? Terus di sini manual day and night. Hai. Ini urusan kamera-kamera ada di sini nih. Kamera depan ya. Oh ya. Ini di sini juga ya. Sebelah kanan itu banyak tombol-tombol. Mamang senang banget sama tombol fisik. Ada tombol AUD. Jadi untuk ngaktifin AUD itu pengin ada atau enggak, ada tombol kamera. Kameranya tuh 360 bentuknya telur tuh kayak gitu ya. Keren banget ya. Tuh. Wow. Atau kalau mundur itu bisa dari satelit juga tuh dari atas, dari depan gitu ya atau samping tuh kelihatan banget ya. Ih, kerennya. Cuma memang kualitasnya enggak begitu bagus-bagus amat ya. Yang penting ada. Terus di sini ada traction control juga, ada swaying juga di sini. Kalau misalnya keluar marka jalan dia mengintervensi si setirnya supaya masuk lagi. Kalau microst ini sangat ngebantu. Terus juga ada forward collision juga udah ada. Terus airline stopnya bisa diaktifkan atau dinonaktifkan sama sensor parkir. Ada manual leveling adjustment. Untuk head lamp-nya juga ada di sini. Ini memang India sih. Lengkap lengkap kap. Oke, sekarang kita bahas si mesin. Ini pakai mesinnya Grand Vitara. Keren loh. Jadi ini pakai mesin K15C. persis banget. Cuman udah dicuning ulang sama Suzuki makanya dia tenaganya lebih rendah biar efisiensinya makin tinggi. Speknya itu 100 HP dengan torsi 135 Nm yang terbagi ke roda depan dengan transmisi 6 speed automatic konvensional. Ini yang memang suka mesinnya udah dual jet injeksi. Iya. Seberapa irit ini memang harus harus melakukan uji boros sih ya sama Amang lagi ya. Udah lama ya gak ngetik uji boros? Wah, seberapa hari ini sih mama gak tahu. Tapi Grand Vitara aja kemarin Omobi sama bersama teman-temannya ke dari Jakarta ke Lampung balik lagi itu menghasilkan 119 dengan rote kombinasi ada macet-macetan juga ada jalan tolnya juga 119. Untuk yang mild hybrid itu hebat. Ini kan lebih enteng lagi ya mobilnya. Ini harusnya lebih irit. Sekarang kita test drive. Yes. Gimana rasanya Suzuki Frong? Semangat ini Mamang bakal ceritain dari posisi duduknya dulu. Enak gitu ya. Saya supportnya empuk-empuk, joknya empuk, posisi duduknya enak, ada tilsting teleskopik, udah gitu ada HUD-nya lagi. Lengkap. Visibilitas ke depannya juga bagus. Pilihan A-nya tergolong kecil. Enggak ngahalangin sama sekali. Spionnya cukup. Enggak terlalu gede, enggak terlalu kecil. Biasanya kadang-kadang Suzuki kayak di Grand Vitara spionnya tuh kayak kegedean. Kalau ini tuh udah pas. Pandangan dari kiri ke kanan juga oke. Handling-nya gimana, Mang, untuk sebuah crossover? Karena ini adalah basic-nya Baleno masih oke juga. Cuman terbilang bagus banget. Enggak. Enggak setajam Honda HRV juga enggak. Cuman ini udah sangat cukup. Shock breakernya empuk atau keras, Mang? Ini yang Mamang suka dari Suzuki Frong. Suspensinya empuk. Udah gitu dia ada teknologi apa namanya? Noise, vibration, harness itu rendah, dibuat serendah mungkin. Jadi getarannya tuh enggak ada. Traffic noise-nya juga bagus, kekedapannya juga bagus, suara ban yang ke dalam juga enggak berisik. Ini untuk kekedapan kabinnya ya. Memang nilai 8 dari 10. Bagus loh untuk Suzuki Frongs. Ini biasanya kalau mobil empuk ya itu ada yang dikorbankan jadi kayak lebih limbung. Tapi tidak terjadi di Suzuki Frons. Ya, ini kan mobil kecil ya, enggak seharusnya dia sampai 170 km/h gitu mulai upload. Enggak, dia bukan seperti itu. Dia kan tipenya adventure. Nah, ini wajar-wajar aja. Misalnya di 100-an kita meliuk-liuk itu masih enak, stabil, enggak ada gejala limbung. Fel setirnya terasa mahal, handlingnya juga cukup oke, pedal gasnya natural. Memang ini karakternya Suzuki kalau rem itu agak terasa kayak keras gitu, tapi dibilang pakem ya pakem. Terus sudah gitu teknologinya udah banyak, ada ABS, EBD dan segala macam udah oke walaupun dia belakangnya tromol. Tromol sesuai fungsinya aja kali ya. Orang truk aja masih pakai tromol pakem-pakem aja. Ini juga pakem. Jadi bukan berarti rem cakram itu lebih baik pengeremannya daripada yang masih tromol. Enggak mama enggak enggak ngebelain Suzuki ya. Kita di tidak dibayar oleh siapapun dan apapun yang terlihat pada video ini. Yang Mamang suka lagi adalah adasnya. Adasnya lengkap, smooth, pintar menjaga di tengah. Ya memang kalau untuk ngeremnya agak sedikit gagu sedikit ya. Kalau orang yang enggak sensitif sih enggak benar-benar enggak kerasa cuman smooth ya. Kita coba ya. Ini lagi penuh mobil di mana-mana. Nyalain aja. Enak. Enggak usah nyetir. Udah disetirin sama mobil yang harganya oke banget gitu ya. Nah, biasanya kalau ADAS seperti ini gitu ya, kita pengen matiin aja ah lens ringnya dan segala macam. Tapi di sini tuh gampang sekali tombolnya tombol fisik semua. Kita pengen matiin lens ringnya aja tapi adaptive cruise-nya masih bekerja bisa nih. Itu masih ngejaga enggak usah ngerem ngegas gitu. Terus kalau masih pengen disetirin ya oke nyalain aja gampang sekali. Terus ada swaying. Swaying itu kalau kata Suzuki kalau misalnya kita keluar marka jalan, setirnya diintervensi supaya masuk lagi ke dalam. Kalau ada yang mikrostip ini sangat terbantu ya. Tuh ngeremnya halus, ngegasnya juga oke. Enggak terlalu kita ke bawa gitu enggak oke banget ini adasnya. untuk harganya ya. Transmisinya, transmisinya dia pakai six speed yang perpindahan giginya halus gitu. Mamang suka. Keunggulannya lagi dengan transmisi 6 speed seperti ini, dia napasnya panjang banget. Kita di 80 km/h, dia masih nahan di gigi 5. Coba gigi enamnya kapan kepakai? Jadi kalau kecepatan 100 km/h gitu ya, kalau RPM-nya masih rendah. Coba di 100 kita buktikan RPM-nya berapa. 2000 RPM dong. Inilah yang membuat mobil ini menjadi irit. E tapi memang harus diuji sih. Tapi menurut mid ya menurut mid. Jadi untuk pemakaian kombinasi tadi dipakai syuting ya diam. Pakai syuting diam mobilnya nyala itu masih bertengger di 13 km/l. Ngit enggak? Ayo. Mobilnya diam loh. Dia nyalain mesin mungkin ada 1 jam dia nyala diam parkir gitu karena kita lagi syuting masih 113. Jadi fungsinya malth hybrid itu buat apa, Mang? Sebetulnya mth hybrid itu tuh sebagai ngiritin juga nambah tenaga juga ya. Jadi gini, mat hybrid yang di Suzuki itu berfungsi untuk ketika kita melakukan akselerasi tenaga bensinnya, tenaga motor bensinnya gitu ya. itu enggak terlalu berat untuk ngail tenaganya dibantu sama motor elektriknya gitu loh. Cuma gitu aja fungsinya membuat konsumsi bahan bakar bensinnya menjadi lebih irit karena terbantu oleh motor listriknya. Yang kedua fungsinya adalah untuk men-starter mobil ketika idling stop. Ya, itu aja Mas Habri. Sekarang Mamangunin dulu videografer dan segala macam mau ngetes 0 100-nya. Sekencang apa nih mobil? Kita enggak pakai mode apa-apa, langsung mode normal aja. 0 100 ya. 1 2 Uh. Not bad, not bad at all. HRV aja di sekitar 12 atau 13. Ini lebih kencang sedikit. Ini bukan lebih kencang sedikit lebih banyak. Om Mobi pernah melakukan 0 ke1-nya HRV yang mesin non hybrid ya ni hasilnya segitu semua. Ini adalah opini pribadi saya dan mau mamang itu kami tim otota mobil tidak dibayar oleh siapapun dan apapun yang terlihat pada video ini. Jangan lupa tekan tombol jempol ke atas dan subscribe channel Motomobi, Om Mobi, dan Mesmobi apabila belum berikut dengan tombol loncengnya. Share video ini ke seluruh dunia melalui sosial media anda dan jangan lupa follow sosial media kami semua termasuk Instagram. Cek website kami motomobinews.id. Terima kasih telah menonton. Yeah.

Lihat di YouTube