Suzuki Fronx VS Toyota Agya, Harga Setara Enakan Mana? (YouTube Video)
Ganti nih. Lu perlu tahu nih. Frong GL dapat Dit, monitor, Dit. Boy, Dit, di tol tadi 80 km/h Agia GR berapa ya desibelnya ya? Nanti gua pikir aja udah paling nget mah ini gua dapat di halo teman-teman, selamat datang di channel Grid Auto. Yes. Jadi kita tahu ya bahwa Suzuki FR adalah salah satu SUV yang banyak dibicarakan belakangan ini. Dan mungkin teman-teman tahu kalau sebelumnya kita sudah ulas Suzuki Frong yang varian SGX dan itu merupakan front versi terbaik. Dia flagship dan paling representatif di antara semua varian from yang dijual di Indonesia saat ini. Nah, tapi teman-teman Suzuki juga menyediakan varian lain yang mestinya juga punya value yang bagus. Ada GX dan ada GL. GL yang ini, Teman-teman. dan GL itu secara harga menarik banget. Kita tahu bahwa dengan harga yang apa ya e kompetitif yang lebih oke buat kantong itu bisa memberikan nilai tambahan terutama buat mereka yang koncern soal budget. Dan saya pengin ulas lebih jauh kira-kira e semenarik apa Suzuki Frong GL yang ini bertransmisi otomatis. Dan teman-teman, jadi eh ternyata rekan saya Radit itu pas banget lagi bawa Toyota Agia GR. Dan ketika kami tilik lebih jauh, ternyata Suzuki Frong GL yang AT dengan Toyota Agia yang GR itu e harganya mirip banget R271 juta. Sementara Agia nih 2005,3 juta ya. artinya secara harga bahkan enggak e lebih dari 6 juta selisihnya. Itu membuat kami penasaran dan kayaknya kalau misalnya kita bahas nih, kita kulik-kulik e from Agia, kita compare tipis-tipis akan seperti apa sih? Langsung aja yuk kita gas. [Musik] Teman-teman, ini kita melintas di jalan tol. tadi udah direset mid-nya untuk sekalian kita tes tipis-tipis seberapa irit sih e front ini yang kebetulan kita lagi jalan bareng Agia dan mungkin teman-teman juga tahu ya bahwa Agia itu adalah salah satu mobil ice teririt yang ada di Indonesia saat ini. So, sebagai tolok ukur ya mestinya itu e udah menjadi eh apa namanya mobil yang sangat proper. Kita tanyakan, Dit. Monitor, Dit. Masuk, Mas Boi. Ganti, Dit. Ee kita sekaligus ngetes kan dan tadi pun juga udah direset. Nanti infokan ya ke kita ya ee seberapa irit Agia di rute ini gitu. Cantik. Sip, Mas. Dikopi. Oke, Teman-teman. Ini dilihat dari e hasilnya angkanya oke banget nih 22,2 km/l di route tol yang mana itu sebenarnya udah sangat amat bagus. Kita lihat ya di Agia berapa. Dit monitor Dit nih. Lu perlu tahu nih from GL dapat 22,2 km/ liter. Hya berapa, Dit? Gua pikir aja udah paling ngerit, Mas. Ini gua dapat di 21,4 km/l ganti. Iya ya. Tetap aja di atas 20 km/l pun sebenarnya juga udah angka yang sangat menyenangkan gitu ya. Tapi ya ternyata Frong bisa mencapai angka sebagus ini pun dengan Agia yang kita tahu itu udah terbukti irit ya. Siapa yang enggak kepengin punya mobil seirit ini? Iya enggak? Iya. Apalagi ini kan Frontnya lu pakai kan tipe GL, mesinnya masih K15B non hybrid SS. Bayangin kalau yang tipe GX atau FGX yang udah mesin SVS ya maticnya 6 speed juga itu hasilnya pasti bakal lebih irit Mas. Iya betul sekali. Jadi, ya ini terbukti adalah dua mobil yang sangat menyenangkan buat siapapun yang e mendambah mobil-mobil irit. Ganti. Mantap banget itu mobil iritnya. Yes, Teman-teman. Dan eh soal efisiensi itu enggak hanya tentang mesin sistem penggerak gitu ya atau e transmisi, tapi juga sasis. Ini from menggunakan sasis hardteech. Itu e khasnya Suzuki ya. Dan Hardteech itu lumayan oke teman-teman. Dia bisa membuat konstruksi yang kaku tapi juga ringan. Nah, ringan ini bahkan bisa menghemat puluhan kilogram. Artinya itu sangat mendukung soal efisiensi pertama. Terus kedua enggak hanya soal bobot tapi juga kekakuan dengan high tensil ya. dia punya ketahanan tarik yang tinggi ngebuat ini sasisnya bisa memberikan e stabilitas yang oke termasuk di kecepatan tinggi seperti di rute seperti ini. Jadi ya ee itu kayak eh perpaduan dari banyak hal yang ngebuat From bisa seirit ini, Teman-teman. Bayangin dengan sasis yang udah kaku maka set suspensi enggak perlu dibikin keras kan. Jadi bisa dibikin lembut sehingga kenyamanan tetap terjaga. Mobilnya udah stabil karena sasisnya bagus strukturnya e dan suspensinya oke buat memberikan kenyamanan e sepanjang jalan. Jadi ya apa sih kombinasi yang e diinginkan sama banyak orang kan mobilnya irit, asik buat jalan jauh dan nyaman sepanjang jalan. Ya, Teman-teman. Jadi eh jelas bahwa Frong sama Agia itu adalah spesies yang completely berbeda. Frong adalah SUV sementara Agia itu hatchback dan em kita mengerti bahwa ini kelasnya berbeda. Tapi kenapa masih diulas bareng? Karena kenyataannya harga itu sangat berpengaruh, Teman-teman, dalam konsumen menentukan pilihan. Ni seperti tadi saya sampaikan di awal, kalau bedanya bahkan enggak sampai 6 juta selisihnya. Jadi, ee keduanya mungkin ee bisa menjadi pertimbangan bagi ee konsumen wah dengan harga yang mirip ee lalu akan diukur-ukur gitu kan. apa saja kelebihan kekurangannya gitu. Dan e oh iya akhirnya kami putuskan untuk jalan ee keluar kota kear Bandung dan kalau keluar kota kayak gini ya road trip gitu ee ada tiga hal penting teman-teman ee yang kita perbandingkan tipis-tipis. Pertama adalah parameter kenyamanan. Kemudian kemampuan yang menanjak. Lalu kemudian e soal efisiensi BBM. Nah, kenyamanan teman-teman kalau di Grid Auto itu ada subparameter misalnya set e suspensi dan sasis nanti ya. Lalu kemudian kekedapan kabin dan e lalu e soal fitur atau kelengkapan yang mendukung kenyamanan. Nah, kalau set suspensi nih teman-teman engineer-nya Suzuki tuh dari awal udah ngasih tahu bahwa mereka koncern banget untuk bikin e Frong punya set e suspensi dan sasis yang empuk. Jadi mereka pengin e ketika ngelewatin jalan berlubang, ngelewatin polisi tidur atau speed bum gitu misalnya, dia akan menjadi mobil yang nyaman. Dan apakah hasilnya begitu? Iya, Teman-teman. Iya banget. Jadi ee ini kita udah masuk ke Kabupaten Subang gitu ya, menuju ke Lembang itu ada beberapa jalan yang lumayan bergelombang. Kami e melewati ini dengan senyuman yang mengembang. Iya. Jadi ee kayaknya memang set suspensi inilah yang cocok bagi ee kebanyakan jalan di Indonesia ee yang masih beragam. Ee kita ngelewatin ee jalan-jalan yang lumayan kasar gitu masih tetap nyaman. Jadi ee kalau pertanyaannya apakah eh lebih nyaman from gitu dibanding Agia yang kebetulan kita sedang ulas e ya ini jelas lebih nyaman. Bagi saya ini adalah mobil yang sangat bisa memberikan kenyamanan sepanjang jalan. Enggak hanya daily commuter, berarti e di road trip pun dia akan bisa memberikan kenikmatan itu. Itu dalam soal set suspensi e dan sasis ya. Lalu kemudian di soal kekedapan kabin teman-teman tadi di tol di kecepatan 80 km/h konstan gitu ya ini dapat 62,2 dbel. Kalau Agia Dit, monitor Dit. Yes, Mas Boy. Dit, di tol tadi 80 km/j Agia GR berapa ya desibelnya ya? Ganti tadi di angka 66 desbel mas Bi. Oke, thank you Dit. Iya, Teman-teman. Jadi, bisa kebayang kalau di tol pun ini lebih kedap dengan alat tes ya, decibel meter. Itu parameter kedua. Lalu kemudian soal kelengkapan yang mendukung kenyamanan. Misalnya di jok nih, Teman-teman nih, e busanya itu empuk, lalu kemudian material pelapisnya itu lembut, enak disentuh. Terus ini ee sayap-sayap di sampingnya pun juga bisa menopang badan supaya enggak bergeser ya ketika bermanuver itu memberikan kenyamanan. Enggak hanya pengemudi berarti, tapi juga e penumpang. Lalu ee koneksi ee handphone gitu ya ke head unit pun juga oke. Apple CarPlay Android Auto, dengerin musik di Spotify gitu akan lebih menyenangkan sepanjang jalan means nyaman gitu ya. E bagi saya fitur-fitur itu ee adalah hal yang juga apa ya esensial ya bagi mobil zaman sekarang. Tambahan juga misalnya ada soket USB teman-teman type A dan type C untuk selalu mengisi daya gadget itu sangat penting bagi siapapun di zaman sekarang. Dan AC ini mungkin lagi mendung nih di daerah Subang. Tapi kalau pas lagi terik di Jakarta gitu misalnya, ini kisi-kisi AC yang di belakang bisa memberikan distribusi ee yang lebih merata untuk udara dingin ya. Ya, pasti akan lebih bisa memberikan kenyamanan untuk semua penumpang. Jadi, e bagi saya eh kalau ditanya mana yang lebih nyaman dengan harga yang relatif setara nih antara Agia GR dengan front GL gitu ya. Oh iya, saya prefer frog. Kemudian soal tes menanjak, Teman-teman. Bukan untuk kebut-kebutan jelas ya, tapi untuk menggambarkan kemampuan di situasi yang sangat real. Kenapa real? Karena kalau road trip bukan enggak mungkin untuk ketemu jalan menanjak seperti kelihatan ya. Lalu ee di sini kita sedang berada di jalan menuju Lembang yangar Bandung. Dan di situasi seperti ini sangat mungkin teman-teman ketemu tanjakan. Start di tanjakan dan kalau road trip biasanya beban penuh ya. ada penumpang minimal empat orang ditambah barang gitu. Jadi, ya situasi yang sangat mungkin terjadi e dalam e road trip sehingga kita perlu mencoba kira-kira antara Frong GL dengan Agia GR itu lebih capable mana untuk menekel handicap seperti ini. Dan by the way, Teman-teman, untuk eh pengujian akselerasinya kita berusaha mungkin. Jadi bukan yang kencang-kencang, cukup dari 0 sampai 40. Dan kita pengen ee timing nanti dengan e restbx gitu ya. mana yang lebih sigap, mana yang lebih gesit menangani situasi seperti itu. MK satu nih udah di power. Kosong. Kosong. Kosong. Kosong. Yuk. Bisa dimulai. Bisa dimulai. Kosong. Yuk. 9,64. Iya. kosong kosong ini udah udah udah Eh jadi kelihatan ya teman-teman ya si Frong dengan tenaga lebih besar itu dapat 8,82 detik. Sementara Agia GR itu 9,64 detik. semuanya sama, penumpangnya sama, tanjakannya sama, dan parameter akselerasinya pun sama 0 sampai 40 km/h. Jadi, ya kegesitan e kemampuan yang menangani handicap seperti itu ya di titik ini from lebih baik. Yes, Teman-teman, sekarang kita bisa sampai pada akhir ulasan ya. Jadi, kemarin itu kita udah ngetes ya, Dit hasilnya lumayan oke buat Frong di fuel consumption. Kita tahu bahwa Agia itu mobil yang irit ya, Dit. Tapi ternyata FR pun juga bisa mengukir hasil yang sangat amat bagus. Dia enggak hanya irit, tapi juga irit banget. Itu soal efisiensi. Lalu kalau soal kenyamanan juga oke, Dit, ya. Oke banget. Karena kalau bicara soal kenyamanan, Suzuki Frog ini jauh lebih kedap dan set suspensinya empuk, Mas. Heeh. Jadi buat perjalanan jauh gitu misalnya ya, itu adalah sesuatu yang akan sangat menyenangkan bagi enggak hanya pengemudi dia, tapi juga penumpang. Betul gitu. Lalu kalau soal kemampuan menanjak nih, Radit udah ngetes dengan satu orang aja nih antara Prong sama Agia. Lalu diisi beban penuh akselerasi memang tenaga enggak bohong yaitu ya. I dia ketika melewati tanjakan, start di tanjakan gitu ya, berakselerasi dengan ee kita mensimulasikan beban penuh ya. Heeh. Ternyata angkanya memang lebih baik gitu ya. Jadi itu sesuatu yang e bagi kami kayak menyeluruh ya enggak Ditul. ee sebuah SUV yang ee tinggi lalu kemudian dia siap untuk melewati lebih beragam medan gitu ya karena ground clearance-nya pun juga optimal. Ee itu bisa memberikan kenyamanan dan efisiensi yang bagus gitu. Yang pasti teman-teman benar bahwa keduanya itu mobil yang berasal dari segmen yang berbeda. Betul. Cuma harganya itu setara Ditit ya. Iya. Karena selisih harganya tuh enggak sampai Rp6 juta dengan catatan Suzuki Fronggale ini adalah varian entry tapi sudah transmisi otomatis. I. Sedangkan Toyota Agtinggi, Mas. Jadi itu bagi kita adalah ee pilihan yang sangat bisa disetarakan. Jadi kalau mau beli dengan harga yang sama, wah dapat e comp hatchback tapi juga bisa dapat SUV di kelas from yang ternyata secara parameter pun juga okeul gitu, Teman-teman. Mudah-mudahan bisa memberi informasi yang berharga. Terima kasih teman-teman sudah menonton dan sampai ketemu di video Grid Oto berikutnya. Terima kasih.
