SUZUKI NGAMUK PARAH, Bisa Bikin Toyota Honda Gak Laku Kalau Mobilnya Begini! (YouTube Video)
[Musik] Ini adalah Suzuki Frog SUV kecil ya, Suzuki yang akhirnya datang juga ya ke Indonesia. Nah, si Fr ini bakal ngelawan SUV-SUV kecil lainnya kayak misalnya Toyota Race, Daatsu Rocky, terus juga ada Honda WRV, ada Kia Sonet dan masih ada banyak lagi ya SUV kecil lainnya di sini. Dan yang menarik si France ini juga bakal jadi Suzuki paling canggih loh di Indonesia. Nah, Bu detailnya semakin di 10 dari Suzuki [Tepuk tangan] Frongs. Satu varian. Oke, sebelum kalian buru-buru emosi, ngetik di kolom komentar. Ah, India lagi, India lagi. Nah, Fr ini masuk ke line up globalnya Suzuki ya. Yes, awalnya emang dijualnya di India tapi kemudian menyusul di Jepang. Dan yang masuk sini pun bukan sekedar impor doang dari India ya, tapi emang diproduksi lokal di sini dan produksi lokal yang lebih proper ya, kayak R3, XL7 gitu-gitu. Enggak kayak mayoritas brand Cina yang sebenarnya semi knockdown tapi ngakunya full rakitan lokal ya, enggak? Nah, buat yang belum ada gambaran, Fron ini di posisi di bawah Grand Vitara baru ya. Dimensinya lebih kecil. Agak mirip sama Baleno baru, tapi anggap aja ini versi SUV-nya dan Frx bakal ketemu sama race, Rocky, WRV, Mcnight, Sonet, Venue, dan termasuk Citroen Basal juga yang nantinya sama-sama ngadopsi bentuk SUV ala coue di kelas SUV kecil ini ya. Dan buat yang penasaran, nama Frongs diambil dari nama Frontier dan XX-nya itu crossover ya. Nah, varian dasarnya ada tiga. GL yang paling bawah, GX tengahnya, dan SGX yang paling tinggi. Yang GL dan GX ada pilihan transmisi manual dan otomatis. Sedangkan yang SGX hanya ada transmisi otomatis aja. Dua, pilihan warna. Varian GL hanya ada tiga pilihan warna ya, putih sper snow White, abu-abu kecoklatan metallic magma grey, dan hitam prime cool black. Varian GX sama kayak GL tapi ada tambahan crem muda Seven Ivory. Varian SGX ada empat warna yang single tone warna hitam dan sisanya dual tone ya. Putih pearl Snow White 2 tone, crem Savann Ivory 2 tone, dan warna khusus di SGX aja. Biru muda keabuan ice graish blue two tone. 32 mesin. Nah, uniknya front ini ada dua pilihan mesinnya sama-sama 1500 cc tapi beda mesin. Yang varian GL dipakai mesin berkode K15B. Ini mesin yang sama kayak yang ada di Baleno baru ya. Sedangkan varian GX dan SGX pakai mesin berkode K15C, mesin malt hybrid-nya yang sama kayak yang ada di Grand Vitara baru. Kita bahas singkat yang di GL dulu ya. 1500 cc tenaganya 104,7 PS. Spesifik banget nih ya. Beda 0,1 PS dibanding di Baleno ya. Atau kalau dalam horsepower jadi 103,2 HP ya. Torsinya 138 Nm. Transmisinya yang manual 5 percepatan dan yang otomatis tor converter 4 percepatan yang sama kayak yang ada di Baleno ya. Yes. Bahkan tuas transmisinya masih ada tombol overdrive off juga ya kayak di baleno. Nah, yang di GX dan SGX lebih menarik. 15500 cc juga tenaganya 100,6 PS atau 99,2 HP. Lebih kecil sekitar 2 HP lah ya, dibanding di Grand Vitara dan torsinya 135 Nm. Nah, kayak di Grand Vitara juga mesin yang ini lebih canggih ya. Ada sistem dual jet-nya. Rasio kompresinya pun lebih tinggi ya, 12 bing 1 dibanding 10,5 yang di K15B. Dan ada sistem smart hybrid atau mild hybrid. Ya, sekali lagi kita tekankan, mild hybrid ini beda ya sama full hybrid kayak di Yaris Cross, Innova Zenix atau CRV hybrid gitu misalnya. Motor listrik di sini fungsinya enggak bisa buat langsung menggerakkan ban. Motornya disebut ISG atau integrated starter generator dan hanya menggantikan fungsi motor starter dan alternator standarnya. Nah, si motor listrik ISG ini ditenagain sama dua baterai. Yang pertama baterai aki standar ya. atau LED as baterai. Dan satu lagi ada baterai litium ion kecil berkapasitas 6 amphour yang sembunyi di bawah jok penumpang depan. Buat mengingatkan lagi cara kerjanya, motor listrik ini bakal ngasih assist atau bantuan memutar mesin saat baru injak gas di awal. Alasannya karena mesin sebenarnya bekerja paling berat di momen ini ya. So, ketika dikasih assist dari motor listrik ini, kerja mesinnya gak bakal seberat biasanya dan harusnya bikin konsumsi bahan bakarnya lebih baik buat lewatin keadaan stop and go terus-terusan. Tapi sekali lagi harus ingat kayak di R3, XL7 dan Grand Vitara juga malt hybrid di sini enggak bakal bikin si Fronsifnya. Karena ingat, yang gerakin bannya hanya mesin bensinnya aja. Dan gak kayak di full hybrid juga yang bisa bikin konsumsi BBM-nya super irit karena bisa gerakin mobil hanya dengan motornya aja. Improvement konsumsi BBM di Frong Spile hybrid ini gak bakal jauh sama yang bermesin bensin murnia. Tapi emang emisinya jelas bakal lebih baik dan di beberapa skenario respons-nya juga sedikit kerasa lebih oke. Baterai litium ionnya keisinya otomatis ya pas kita deselerasi atau ngrem dengan proses yang disebut regenerative breaking alias energi kinetik dari pengeremannya dikonversi jadi energi listrik via ISG-nya dan disimpan di baterainya. Nah, karena malt hybrid ini si Frs jadi juga ada fitur idling stop system. Alias pas kita dari jalan terus berhenti, mesinnya bakal mati dulu secara otomatis buat nghemat bahan bakar lebih banyak dan bakal nyala lagi pas kita mau jalan lagi. Ya, kalau dibanding sama sistem idling stop tanpa ISG, idling stop di Frong ini harusnya bisa lebih konsisten dan bisa lebih halus ya proses mati dan nyalanya. Lanjut. Transmisinya juga beda dari yang K15B ya. Yang manual sih sama lima percepatan tapi otomatisnya jadi en percepatan. Yes. KD Grand Vitara juga ya. Dan bisa dinaik turunin manual pakai tuasi transmisi ini atau bisa juga pakai paddle shift di belakang setirnya ya. Nice lah. Nah, sayangnya enggak kayak di Jepang yang ada opsi all wheel drive. Semua fronts di Indonesia ini hanya berpenggerak ke roda depannya. Tapi mengingat semua kompetitor juga sama jadi enggak masalah lah ya. Dan enggak ada mode berkendara-mode berkendaraan ya. Empat, eksterior ganteng. Yes, fitur Frang banyak di kelasnya dan yes, safety-nya pun sangat lengkap. Tapi menurut kita kelebihan utamanya justru tampilan luarnya sih ini ganteng banget ya. Mau dari depan yang ngasih vip Grand Vitara baru tapi kayak lebih masuk ya sampingnya yang atap belakangnyauk turun jadi ngasih profil ala SUV coupe dan belakangnya yang hah seksi lay ini. Anyway, panjang from sedikit di bawah 4 m. Dan yang Suzuki pengen tekanin banget di sini adalah radius putarnya hanya 4,8 m ya paling pendek di kelasnya. Sedikit di bawah Roki 12 yang 4,9 m yang padahal itu aja udah oke banget ya. Efeknya jelas bikin si Frong ini bawa di jalanan sempit dan padat jadi lebih gampangnya. Oke detail desainnya ini yang varian SGX depannya ini yang GX dan ini yang GL. Kita detailin yang SGX ya. Desainnya sih jelas ikut bahasa crafted futurism kayak di Grand Vitara dan Baleno baru. Dan kayak di Grand Vitara juga lampu paling atasnya itu di arealnya yang dibuat nyala tiga titik besarnya. Kelihatannya sih bakal jadi cirik Suzuki baru ya ke depannya. Kayak di Grand Vitara juga lampunya nyambung ke grill utamanya pakai list chrome yang cukup besar. Tapi kalau Grand Vitara itu kan di sekitar grillnya ada chrome besar lagi. Di sini enggak ada ya. Makanya malah lebih oke, lebih minimalis. Oh, grilleng SGX ada cover radar di tengahnya ya karena ada adasnya. Sedangkan Gel dan GX lebih polos kayak gini. Nah, yang kita suka juga housing lampu utamanya dibuat kayak tiga bilah. Jadi setema sama diarela tadi ya. Dan keren sih ini lekukan body di tempat housing lampunya tadi dibuat kentara banget dan emang nyambung terus sampai lekukan fender depan. Nice lah ya. Bumper bawah varian GL dan GX ada tambahan panel silver aja di bumper hitamnya. Sedangkan khusus SGX beda sendiri di panel silvernya. Ada lagi tambahan panel abu-abu kayak gini ya. Det lampu depannya semua varian sama ya. Diarealnya LED yang tiga titik di atas. Lampu besarnya LED yang du titik paling bawah. Lampu jauhnya LED yang satu titik di atasnya. Dan lampu seinnya LED gantiin dielnya. Ya, sampingnya ini varian SX. Ini varian GX dan ini varian GL. Kita detailin yang SX ya. Nah, ini keren sih yang tadi kita bilang lekukan dari housing lampu depannya gede banget sampai ke garis fender depannya dan lekukan dari housing reflektor belakang juga dibuat nyambung besar sampai garis fender belakang ngasih kesan yang berotot depan dan belakang profilnya sih ya ini jelas cling plastiknya pun dibuat lebih mengotak ya pas di sisi fendernya highlight-nya sih tapi pasti di atapnya lah bagian belakangnya cenderung menekuk turun bikin jendela belakangnya jauh lebih pipih dibanding depannya dan ngasih tampilan ala-ala SUV coupe. Meski jelas terlihat pintunya ada empat ya. Nice ya. Jarang-jarang nih profil Slick di kelas kayak gini. Veleknya semua varian 16 inci dan motifnya pun sebenarnya sama semua ya. Bedanya di GL dan GX pakai warna two tone gini. Bannya 19560 R16. Sedangkan yang di SGX pakai warna gelap gini ya, single tone. Bannya sama persis ya, 19560 R16 juga. Ada beda perintilan juga ya. GL misalnya yang di side skirts dan di roof rail-nya itu full hitam ya. Sedangkan GX ada silver-silvernya di kedua titik itu. SX juga ada silver-silvernya ya. Dan SGX jadi satu-satunya varian yang pakai cat dual tone. Artinya atapnya full hitam gloss dari pilar A sampai belakang. Plus pionnya yang bertengger di pintu ini juga dibuat hitam ya di varian SGX. Belakangnya ini yang SX, ini yang GX dan ini yang varian GL. Kita detailin yang SGX ya. Ini sisi favorit kita sih. Jelas stand out banget ya. Selain emang lebih tinggi dari tanah dibanding baleno, penempatan pintu bagasinya juga tinggi banget ya. Lebih tinggi dibanding di baleno malah. Dan karena nomor platenya di pintunya bikin kesan bokongnya lebih besar ya. Dan apalagi lampu kiri kanannya disambungin light bar yang panjang banget ini jadinya sekaligus ngasih kesan yang lebih lebar juga dari belakang. Oh isi lampunya juga setema dengan yang depan ya tiga titik juga. Reflektornya dibuat vertikal dan di bumper hitamnya varian yang GX dan GL hanya ada panel bumper silver tambahannya. Sedangkan yang di SX selain ada panel silvernya tadi, ada lagi panel abu-abunya juga yang bikin kelihatan lebih berisi lagi. Semua varian ada spoiler dan semua varian juga ada antena di review-nya ya. Nah, GL jadi satu-satunya yang sisi kanannya bersih ya, enggak ada emblem hybrid karena kedua varian lainnya ada dan knalpotnya ngupat di kanan bawah sini ya. Dia lampu belakangnya, lampu malamnya yang varian SGX LED yang full nyambung dari kiri ke kanan ya. Sedangkan yang varian GX dan GL yang nyala hanya ujung kiri kanannya aja. Lampu remnya LED yang paling ujung luar, lampu senya LED, dan lampu mundurnya juga LED. Nice ya. Lima. Interior terlihat mewah. Kalau kalian pernah masuk ke kabinnya Baleno baru, pasti enggak bakal asing sama interiornya Frong ini ya. Mayoritas bagian di dalamnya termasuk desainnya mirip ya. Tapi emang dibedain di beberapa perintilan desain, bahan, dan warna ya. Di Frong ini pakai hitam dan burgundy dibanding hitam dan biru di Balenoya. Oke, buat bedain ini dashboard varian SGX, ini yang varian GX dan ini yang varian GL. Kita detailin yang SGX ya. Tema dashbornya tetap pakai model tiga layer kayak di Baleno. Das hitam yang paling atas plastik. Yang tengah kombinasi warna coklat dan silver ala-ala metal. Dan yang bawahnya lagi merah burgundy. Ini plastik semua ya bahannya. Head unitnya dikelilingin sama frame piano black sampai ke kontrol AC-nya. Dan ventilasi AC-nya tengahnya ada silver ala metalnya juga ya. Sedangkan yang di pinggir dilingkarin piano black. Agak beda sama varian GX dan GL yang ventilasi AC tengahnya lebih polos dan tengahnya ada ala karbon-karbonnya gitu ya. Begitu juga ventilasi AC pinggirnya. Konsol tengahnya juga mirip punya Baleno yang artinya sayangnya konsol tengah yang lebih besar dan rapi kayak di Frong Jepang yang ada rem parkir elektriknya enggak dibawa ke sini ya. Di SGX pinggirnya dikasih warna silver ala metal tadi. Sedangkan kedua varian lainnya pinggirannya dikasih ala-ala karbon. Setirnya kayak di baleno yang bawahnya flat dan pinggir kiri kanannya bawahnya ada piano black-nya ya. Sgx dan GX dilapis kulit ya lingkarannya sedangkan GL enggak. Nah, joknya varian GL dan GX sama ya pakai bahan full kain tapi tuton hitam dan bergendi gini. Yang sebenarnya ini aja udah cakep sih ya, tapi yang di SGX lebih cakep lagi. Pinggir-pinggirnya dipakaiin bahan kulit sintetis dan tengahnya baru kain. Tapi tutonnya lebih banyak ya di sini. Dan somehow lekukan-lekukan joknya kelihatan lebih mewah dibanding jok mobil R00 jutaan biasanya ya. Dan ini jok belakangnya. Nice ya, lekukannya masih cukup kelihatan tebal-tebal juga. Motif garis-garis di tengahnya juga masih ada dan headr-nya juga pakai model yang adjustable di ketiga sisinya. Nice lah pintunya ini pintu depan yang SGX. Bahan atasnya plastik tapi ada kombinasi warna hitam bergundy dan coklat ya di dekat handle-nya. Nice lah. Dan di tengah lagi sampai ke armr-nya baru ada lapisan kulitnya dan khusus di Sgx bagian kontrol jendelanya dipakaiin piano black ini ya. Sedangkan GX dan GL yang bahannya kulit jadi kain dan kontrol jendelanya hitam dove aja sekitarnya. Dan ini pintu belakang yang SGX. Lebih sederhana ya, bagian plastiknya cuma satu warna hitam aja. Yang bergendi cuma yang bagian berlapis kulit aja dan di kontrol jendelanya tetap ada piano black-nya kayak di depan. Oh, satu perbedaan lagi yang di kanan dashboard varian GL paling minim tombol tapi tombol kosongnya enggak terlalu banyak ya. Di varian GX justru tempat tombol kosongnya lebih banyak tuh. dan yang di SgX jadi banyak banget tuh ya tombolnya karena ada ADAS dan ada head up display-nya. Detail lainnya pegangan tangan plafon di depan yang sisi driver enggak ada. Adanya di sisi penumpang depannya dan yang belakang kiri kanan pakai model yang lipat tapi enggak ada gantungan bajunya. Sunvisernya kiri dan kanan sama-sama enggak ada card holder dan cuma ada kaca di sebelah kiri aja ya yang enggak ada covernya. Lampu kabinnya yang depan ada halogen dua gini dan buat belakang ada satu lagi ya halogen di tengah dan spion tengahnya model day and night manual. Jadi kalau silau tinggal dicetekin aja. Tapi gimana rasanya duduk di dalam kabin? Enam. Konfigurasi jok buat masuk ke depan. Pintunya termasuk cukup ringan ya sayang ya. Mirip baleno lah. Jadi kalau dibanding WRV apalagi tigle cross gitu emang agak kerasa kurang mantap bukanya tapi masih cukup okelah. Sudut bukaannya cukup lebar standar dan buat nampak ke dalamnya masih termasuk gampang ya kayak naik ke hatchback yang sedikit lebih tinggi aja. Nah yang langsung kerasa jok ini empuk banget ya. Nice sih ini. Nah, posisi duduknya buat ukuran crossover kecil gini gak terlalu tinggi sih ya. Miriplah kayak naik baleno gitu. Paling cuma sedikit lebih tinggi aja. Tapi overall posisinya emang kayak duduk di hatchback sih. Visibilitas ke samping cukup oke karena spionnya di pintu meski emang pilaranya lantai banget ya dia. Jok driver pengaturannya manual slide recline dan bisa dinaik turunin ketinggiannya. Dan yang penumpang depan juga manual slide dan recline aja ya. Headrnya hanya bisa diatur naik turun. Posisinya belum terlalu maju emang, tapi kepala kita gak sampai ngedang a ya kalau mau nyetir sambil sandaran. Masih cukup ergonomis lah. Ruang kepalanya masih termasuk aman. Di tengah ada armfres-nya yang dilapis kulit cukup empuk ya. Dan ini bisa digeser maju mundur meski emang pas dimajuin pun masih jauh nih dari setir ya. Jadinya enggak bisa juga dipakai buat sandarin tangan sambil pegang setir gitu. Yang di pintu juga sandaran tangannya dilapis kulit jadi empuk juga ya. Seat beltnya enggak bisa diatur naik turun sayangnya. Dan setirnya khusus yang SGX bisa tilt dan telescopik. Varian lainnya tilt aja ya. Dan buat sandaran kaki kiri drivernya ada gundukan kecil dan pad plastik kecilnya ya. Sekarang kita ke belakang. Pintu belakangnya sedikit lebih ringan lagi dibanding yang depan. Tapi enaknya bukaannya termasuk sangat lebar nih ya. Meski emang karena atapnya turun banget, jadi pas kita masuk ke dalam otomatis kepalanya jadi harus nunduk gini ya. Oke, posisi duduk di belakang sini lebih tinggi dibanding di depan. Dan support pahanya termasuk sangat baik ya. Sudut paha kita enggak naik sama sekali. Jadinya nyaman nih posisi duduknya. Joknya enggak bisa digeser maju mundur tapi ruang kakinya termasuk lega. Ya, not bad lah. Ini buat mobil 4 m sih luas ya hitungannya. Ruang gerak sepatunya juga aman banget. Tapi catatannya di sisi yang kanan sini tepat di tengah-tengahnya ada AP ya yang ditanam. Efeknya kaki kita jadi enggak bisa terlalu bebas nih geraknya. Dan lebih enggak enak lagi yang sebelah kiri nih yang varian malt hybrid ada gundukan baterainya besar banget gini. Otomatis kaki kita enggak bisa selonjor ke bawah jok depan ya. Jadinya kalau duduk di kiri headrnya adjustable di ketiga sisinya. Dan sayangnya kepala kita udah kena plafonnya nih. Tinggi kita 173 cm. Dan di baleno yang baru kita masih muat ya. Tapi sayangnya di Frong sini udah mentok. Salah satu ruginya bentuk alog ya yang kayak gini. Jadinya kita harus agak turunan sedikit nih biar enggak mentok kepalanya. Sudut sandarannya fix. Katanya sih sedikit lebih rebah dibanding di baleno. Tapi kita ngerasa mirip-mirip aja ya. Masih agak tegak ya kalau buat jalan jarak jauh. Sandaran tangan di pintu dilepis kulit jadi empuk. Tapi di tengah enggak ada armr-nya. Ya. Buat duduk bertiga nampak ke tengahnya agak sulit karena konsol tengahnya mundur banget. Jadinya kaki kita perlu ngelipat banget gini. Dan karena lantai tengahnya ada gundukannya, jadi kaki kita sebaiknya di kiri kanannya. Ya, dudukan joknya sedikit lebih tinggi dibanding kiri kanannya, tapi masih empuk banget dan sandarannya ini juga masih empuk banget ya. Not bad sih. Kepala kita juga enggak bakal ngedanga karena ada headrnya tapi ruang kepalanya lebih sempit lagi dibanding di pinggir ya sayangnya. Dan seat belt tengah sini tiga titik tujuh safety lengkap. Oke, buat pertama kalinya mobil Suzuki di Indonesia dapat fitur safety active ADAS ya atau kalau di Suzuki disebutnya Suzuki Safety Support. Frong yang ada ini khusus varian SGX aja ya. Jadi dia manfaatin kamera di balik spion tengah ini dan radar di grill sini buat mendeteksi objek di depan dan garis pembatas jalan dan juga ada sensor radar yang sembunyi di balik kiri kanan bumper belakang buat fitur kayak blind spot dan rear cross traffic ya. Oke, pertama ada rem otomatis yang di Suzuki disebutnya DSBS2 alias dual sensor brake support 2. Nah, ini bisa ngasih peringatan kalau udah kemungkinan nabrak objek di depan bisa ngerem otomatis kalau udah dikasih peringatan nabrak tapi enggak kita gubris juga. Dan kalau kita incip pedal rem tapi kurang dalam bisa dibantu dikasih gaya rem yang lebih kuat buat menghindari tabrakan. Ada tombol dedicated buat matiin fitur ini ya di kanan dashboard. Lanjut, ada lane departure warning yang bisa mendeteksi garis pembatas lajur. Dan kalau kita berpotensi keluar garis tanpa nyalain lampu sein, nanti bakal dikasih peringatan. Ini baru bisa aktif di atas 50 km/h, ya. Dan ada lane departur prevention juga buat gerakin setirnya balik ke dalam lajur. Kalau udah terdeteksi mau keluar lajur tadi ya, supaya enggak jadi keluar lajur. Nah, yang asik ada adaptif cruise control yang bisa jaga kecepatan konstan sampai jaga jarak sama mobil di depan secara otomatis. Ini tanpa perlu kita injak pedal rem dan pedal gasnya ya. Jadinya bisa memelan otomatis kalau mobil depan kita memelan dan mengencang lagi. Kalau mobil depan juga mengencang lagi ya. Dan enaknya ini bisa ngikutin sampai mobil depan berhenti ya. Meski kalau udah berhenti kita segera disuruh injak pedala enggak mobil kita bakal lanjut gelinding mengingat enggak ada auto hold-nya di sini. Dan favorit kita ada lane keep assist. Ini kalau di Hyundai Kia nama fiturnya lane following assist ya. Nah, fitur ini kalau diaktifin yang bisa dilakuin dengan klik tombol di kanan bawah setir sini. Nanti setirnya bisa muter-muter sendiri buat sementara waktu supaya mobilnya terjaga tetap di tengah lajur terus. Jadinya kita bisa lepas tangan sebentar dari setirnya selama jalannya enggak nikung terlalu tajam. Nah, bedanya sama lane departur tadi, kalau lane departure prevention kan setirnya baru belok pas kita mau keluar lajuur aja. Kalau lane keep assis ini bakal selalu muter setirnya supaya terus-terusan kita ada di tengah lajur ya. Sayangnya dia enggak kayak di kia gitu. Lane kip persisnya Frak Digo Cross ya, wajib sembari aktifin adaptive cruise control supaya link ke pesisnya bisa aktif. Tapi enaknya bisa diaktifin dari kecepatan super rendah ya, enggak kayak di WRV gitu yang baru bisa aktif di atas 70 km/h. Lanjut ada vehicle swaying warning yang bisa ngasih peringatan kalau kita nir terdeteksi ngacok ya meleng-meleng terus gitu. Ada hyb mes yang bisa mati nyalain lampu jauh secara otomatis tergantung keadaan di depan. Dua lagi ada blind spot monitor yang bisa nyalain indikator ini di spion kalau terdeteksi ada objek di titik buta 3/4 belakang kiri atau kanan dan bisa kedipin plus kasih peringatan bunyi kalau kita tetap nyalain lampu sein ke arah situ. Dan terakhir ada rear cross traffic alert yang bisa ngasih peringatan kalau pas kita lagi mundur ada objek mendatang dari belakang kiri atau belakang kanan. Lanjut ya di luar radasnya dari yang basic remnya. Rem depan cakram ventilasi dan sayangnya semua varian rem belakangnya masih tromol ya. Beda sama France Jepang yang rem belakangnya cakram tuh. Tapi ya ABS IBD gitu lengkap ya. Ada stability control tentunya dan ada heill hold control. Jadi kalau kita lagi berhenti di tanjakan pas kaki kita pindah dari pedal rem ke pedal gas, remnya bakal ditahan dulu beberapa detik supaya mobilnya enggak merosot dulu. Ya, yang keren semua varian airbag-nya ada enam ya. Dua airbag depan, dua airbag samping yang ada di samping jok depan, dan dua airbag pilar yang memanjang. Okelah ya. Sensor parkirnya di belakang ada empat titik yang terintegrasi. Di depan enggak ada ya. Dan ini ada indikatornya di head unitnya plus di mid-nya. Dan bisa dimati nyalain pakai tombol ini. Nah, khusus varian SGX kameranya ada empat ya, kamera mundur, kamera di bawah masing-masing spionnya dan kamera depan di grill sini. Dan ini bisa ngasih tampilan 360 derajat kayak gini ya. Garisnya bisa ikut belok juga kalau kita belokin setirnya. Ada beberapa angle juga buat tampilan kamera belakang dan kamera depannya. Dan ada mode yang muter-muter ini ya. Plus ada tombol buat akses kameranya langsung juga. sisanya lebih standar lah. Ada apar atau alat pemadam api ringan di bawah jok driver dan ada dudukan isofix buat jok bayi di belakang. Delapan fitur berlimpah. Fiturnya Frong ini mirip di baleno baru ya yang artinya termasuk banyak di kelasnya. Meski ada yang lebih banyak tapi ada yang kurang juga. Nih kita detailin yang varian SGX ya. Buat isi daya di depan ada wireless charger ya. Jadi tinggal taruh aja HP dengan C standar dan nanti bakal kecharge. Dan ini bisa kita mati nyalain dari head unit ya si wireless chargernya. Input lainnya di depan ada power outlet dan USB port type A. Dan di belakang ada dua USB port nih, satu type A dan satu type C. Nice lah ya. AC-nya auto climate control alias kita set suhu berapa dan nanti kipasnya bisa nyesuainin buat nyampai suhu itu ya. Suhu paling dinginnya 17,5 derajat celcius dan paling manasnya 32,5 derajat alias ada heaternya ya. Ada di froster kaca depan dan di foger kaca belakangnya dan ada buat arahin angin ke kaki dan ke atasnya. Yang cukup jarang di kelasnya, di belakang ada ventilasi AC-nya ini ya, yang ada dua flap buat atur ke kiri kanannya, tapi satu ventilasi buat atur arah vertikalnya. Tapi tentunya ini baru nyala kalau AC depan nyala juga ya. Lampunya otomatis ya. Nice. Wipernya intermittent variable. Okelah ya dibanding Bali baru yang intermittent standar aja. Ada head up display juga meski emang modelnya yang pakai layar reflektor plastik gini ya. Ini fungsinya supaya kita bisa lihat info yang krusial tanpa harus ngadap ke bawah ya. Jadi bisa lihat ke jalan. Terus buat aturnya pakai tombol di kanan dashbor sini nih. Tombol yang matahari ini buat switch settings brightness atau ketinggiannya. Dan nanti atur brightness atau ketinggiannya pakai yang tombol panah atas bawahnya. Sedangkan kalau ditekan tombol yang HUD ini bisa ganti-ganti kontennya ya atau kalau ditahan bisa matiin HUD-nya sekalian. Nah, isinya ada indikator gigi, kecepatan, dan jam aja. Ada yang ketambahan data indikator konsumsi BBM real time. Ada yang buat nunjukin sistem hybrid-nya. Ada yang nunjukin takometer dan yang unik di front sini ada buat nunjukin status ADAS-nya. Oh, dan kalau kita naik turunin temperatur AC, kipas atau nyalain mode auto itu juga bakal nongol ya di head up display-nya. Okelah, lanjut. Ini kuncinya plek ketiplek sama model Suzuki baru lainnya ya. Ini ada passif kills entry-nya. Jadi kalau mobilnya dikunci, remote-nya tinggal dikantongin aja dekatin mobilnya dan klik tombol hitam di handle ini dan kuncinya kebuka. Ini bisa kita ganti settings-nya di mid, bisa kebuka kunci driver doang atau langsung kebuka kunci semua pintunya sekali klik ya. Nah, tapi spionnya enggak kebuka pas kuncinya dibuka ya. Kita harus nyalain mobilnya dulu baru spionnya kebuka lagi. Dan buat kunci pintunya lagi tinggal diklik lagi tombol hitamnya. Dan ini spionnya bakal ngelipat lagi ya kecuali varian GL nih yang enggak ada fitur ini dan masih dapat kunci konvensional gini. Dan tentunya GX dan SGX ada tombol start stop mesinnya ya. Sedangkan GL nyalain mesinnya masih putar gini. Rem parkirnya sayangnya masih mekanikal ya, enggak kayak di Jepak yang dapat rem parkir elektrik. Begitu juga spion tengahnya dapat model yang day and night biasa aja dibanding di Baleno yang dapat auto diming. Jendelanya yang auto up down hanya di sisi driver aja ya. Setirnya yang varian SGX yang di sebelah kanan ada buat adaptive cruise controlnya dan di kanan bawahnya ada buat aktifin lane keep assist. Di kiri atas ada control audio dan track. Dan di kiri bawah ada control voice command dan bluetooth telefoni. Lanjut head unitnya. Layar sentuh 9 inci gini. Ada beberapa tombol kapasitif ya di bawahnya. Yang tampilan utamanya ini widget-widget gitu ya. Dan kalau swipe down dari atas bisa akses beberapa fungsi cepat kayak gini. Nah, ini ada wireless Apple CarPlay dan wireless Android Auto ya. Jadi yang pakai iPhone atau HP Android bisa proyeksiin HP-nya dan munculin tampilan yang lebih familiar di layar head unitnya tanpa perlu pakai kabel dan nanti bisa pakai aplikasi kayak Apple Music, Spotify, Google Maps, Wain-lain. Nah, tampilan widgets ini bisa langsung nampilin banyak info di home screen ya unitnya ya. Dan ini bisa kita geser-geser juga. Lanjut. Kalau masuk ke menu dashboard nanti bisa lihat detail kecepatan rata-rata yang bisa diklik gini. Info konsumsi BM rata-rata yang bisa masuk ke tampilan gini juga bisa masuk tampilan energy flow dan buat mati nyalain wireless charger ya. Settings-nya vehicle control ada buat atur. Kalau buka kunci sekali tadi yang kebuka langsung semua pintu atau pintu driver doang. Mati nyalain bunyi bip bip atur seberapa lama AC nyala pas dring stop. Terus bisa lihat peringatan-peringatan mobilnya juga langsung di sini. dan settingsnya lebih standar lah kayak buat atur speed dependent volume control yang bikin volume medianya makin keras pas kita jalannya makin kencang dan sebaliknya. Nah, ini kecuali di varian GL ya yang head unitnya pakai yang 7 inci gini tapi dia kayak di espresso si head unit pintter yang masih bisa atur settings mobilnya juga. Terakhir instrumen clusternya analog dengan mid full color 4,2 inci gini di tengahnya yang sama hal lagu gini ya pastinya lain. Nah, dia kayak dipecah dua bagian gitu ya. Sepertiga atas lebih fokus sama indikator adas dan 2/3 bawah itu menu sisanya. Tombol yang panjang kiri ini kalau diklik bakal ganti-ganti odometer trip A trip B yang di paling bawah itu tuh. Dan tombol panjang kanan sini buat ganti menu yang sama juga ya. Bisa klik tombol yang disetir kiri sini sebenarnya. Oke, menunya ada layar sistem hybrid-nya, layar speedometer digital dibikin layar adas full, layar konsumsi BBM rata-rata, dan sisa jarak berkendara. Layar sejarah konsumsi BBM layar sudah berkendara berapa lama, layar total udah idle stop berapa lama, dan berapa mililit bensin yang udah dihemat. Ada layar jam, layar gmeter, layar torsi dan daya, dan terakhir layar injak pedal gas dan injak pedal rem. Nah, kalau di layar yang ADAS doang ini kita tahan lama tombol yang sebelah kanannya nanti bakal masuk ke menu settings-nya ya. Menu DSBS ini buat atur settings rem otomatisnya. Menu ldp buat atur settings lane departure prevention. Menu ACC buat atur-atur settings adaptive cruise control yang termasuk sangat jarang ya di kelasnya bisa sampai ada settings gini. Menu BSM RCTA buat atur blind spot dan rear cross traffic. Menu headup display buat atur konten yang bakal ditampilin di headup display-nya. Menu buat atur perkuncian yang sama kayak di head unit tadi. Menu guide me light buat atur follow me home dan welcome light. Menu auto start stop AC buat atur seberapa lama AC standby di idol stop tadi. Dan sisanya buat lebih kayak ganti satuan unit, ganti bahasa, dan yang mau ditampilin di instrumen clusternya sini ya. Oh, dan yang khusus varian GL pakai mid yang masih monochrome gini. Ilan bagasi dan storage. Bagasinya Frons tentu manual ya. Kalau mobilnya kekunci, remote-nya tinggal dikantongin. Nah, kita gak bisa langsung tekan tombol yang panjang ini ya. Harus tekan tombol yang kecil ini dulu sekali buat buka kunci mobilnya. Dan baru deh tekan yang panjang ini buat buka pintu bagasinya. Nah, ini bagasinya Frons. Kalau dari kapasitas emang enggak besar ya, 308 L aja bahkan lebih kecil dibanding Baleno yang 318 L. Nah, bibirnya sebenarnya rata dari atas sampai bawah tapi efek ala kupenya kelihatan jelas nih ya. Jadi sangat miring tuh bibirnya. Jadinya kalau naruh barang di sisi luar sini jelas gak bisa barang sebesar di yang sisi dalam ya. Nah, bibirnya ini juga luar biasa tinggi dari tanah nih. Mirip Baleno. Jadi kalau mau masukin barang yang berat kayak galon gitu emang bakal sulit banget angkatnya dan jarak dari bibir ke lantainya juga tinggi banget ya. Jadinya kalau mau keluarin barang dari perlu diangkat banget ya. Oke, detail bagasinya di sebelah kiri sini ada lampu halogen yang bisa dimati nyalain. Ada kandungan belanjaan juga dan sisanya ada lubang yang lebih dalam aja ya. Yang sebelah kanan ada storage buat dongkrak nih. Nice ya. Jadi lebih rapi penempatannya. Dan di bawah lantainya ada banser full size tapi yang model kaleng gini ya. Ada parcel shelf juga. Jadi kalau kita mau naruh barang di dalam enggak bisa diintip dari luar ya. Bisa dilepas juga dari atasnya seandainya kita mau naruh barang di atasnya kayak tisu atau apalah ya. Dan bisa dilepas total juga kalau mau masukin barang yang lebih tinggi ya. Oke. Kalau mauelasin kapasitas kabin bisa lipat jok belakangnya dengan konfigurasi 60 bing 40 ya. Pakai tuas di ujung sini nih. Kalau yang kanan kita lipat kita bisa masukin barang lebih banyak sambil tetap duduk berdua di belakang. Dan kalian yang kiri dilipat juga kapasitasnya jadi lebih besar lagi. Tapi emang sayangnya gedukan dari bagasi ke depannya ini tinggi banget ya. Jadinya kalau mau geser barang ke depan perlu diangkat dulu. Nah, buat unt bagasinya disediain handle di sebelah kanan sini dan buat kunci lagi bisa langsung klik tombol yang kecil ini ya. Dan ini sisa storage di dalam kabin. 10 detail-detail lain. Kayak yang kita bilang di awal tadi, Frong ini dirakit lokal ya di pabrik Suzuki di Cikarang. Nice bensin ya. Ya, kalau buka kupnya emang enggak ada keterangan buat pakai oktan berapa. Tapi kalau nyontek buku manual yang mesinnya sejenis, mau itu yang pakai K15C kayak di Grand Vitara atau K15B kayak di Baleno, tetap tulisan di bukunya minimal pakai oktan RON 91 ya. Artinya kalau di sini bisa pakai RON 92 kayak Pertamax, Shell Super, BB92 dan sejenisnya. Sedangkan buat garansi dan biaya servis waktu kita upload video ini belum ada infonya ya. Nanti kita tambahin detailnya di kolom komentar lah ya kalau udah ada. Suzuki ini, silakan sampaikan komentar di bawah. Klik like dan juga video ini. See you next time.
