Suzuki Termurah dan Teririt, S-Presso Lumayan Laris. (YouTube Video)
[Musik] Teman-teman, selamat datang di channel Great Auto. Jadi kalau di antara banyak model yang dikeluarkan mobil Suzuki di Indonesia itu mungkin ee orang lebih familiar dengan kayak misalnya XL7 atau R3 atau misalnya Suzuki Carry mobil komersial yang e sangat masif itu penjualannya. Tapi orang bisa aja gak begitu aware karena memang secara penjualan gak seperti R3 atau XL7 terhadap ini espresso. Padahal sebagai mobil, Teman-teman, sebagai transporter, espresso adalah em pilihan yang sangat amat masuk akal. Dia enggak hanya harganya yang sangat kompetitif, tapi juga efisiensinya yang sangat luar biasa. Bagi sebagian orang, apa yang dicapai espresso terhadap efisiensinya itu sangat dekat dengan mobil hybrid, padahal bukan. Nah, sekarang itu yang pengin kami ulas. Kira-kira apaagi sih daya tarik dari Suzuki Espresso? Apa kelebihan dan tentu saja apa kekurangannya? Ini dia S. Hal pertama, Teman-teman, yang sangat menarik yang menjadi kelebihan dari Suzuki Espresso adalah soal efisiensinya. Unit yang kami ulas ini varian AGS, transmisi manual yang diotomatiskan dan e di transmisi otomatis pun dia mencapai efisiensinya menurut kami itu sangat amat irit. Bukan hanya irit tapi sangat amat irit. Iya, di rute dalam kota, Teman-teman, dengan average speed 22 km/h dapat 20,5 km/l. Lalu di rute tol 90 km/h, average speed-nya dia dapat 23,4 km/l. Itu semua adalah figur yang ee luar biasa dan itu bahkan bukan bagian terbaiknya. Karena di rute kombinasi kayak perjalanan luar kota, enggak hanya tol, tapi juga masuk arteri gitu ya, dengan e lalu lintas cenderung lancar di average speed 50 km/h, dia bisa dapat 28 km/l, Teman-teman. Itu luar biasa. Itu bahkan bisa setara dengan beberapa mobil hybrid yang pernah kami ulas. Jadi di antara banyak kelebihan Suzuki Espresso yang akan nanti kami detailkan itu mesti dimulai dari efisiensinya yang super duper irit. Kelebihan kedua adalah soal surprising nih, Teman-teman. Akomodasi. Jadi ini mobil emang mungil kan. Kelihatan dari luar adalah mobil yang kompact dan itu memang benar. Jadi secara keseluruhan panjangnya 3,6 e m pun juga enggak sampai 3.565 mm. Nah, dari postur luarnya kita mestinya bisa skeptis kalau dalamnya bakal sempit. Teman saya Rizky videografer pun juga udah Mas ini mobil kecil banget ya. Dalamnya sempit apa ya? Ternyata enggak, Teman-teman. Kita bisa melihat di sini leroom-nya ini bisa lebih dari 10 jari. Ini L room. Dan saya sudah nge-set bangku e pengemudi untuk e ketinggian saya 168 cm. Rata-rata saja dan artinya bagi rata-rata orang Indonesia room ini lega. Dan itu bukannya tanpa alasan karena espresso itu ee rancang bangunnya mengacu pada pasar India. Dan kita tahu bahwa mobil-mobil yang dibuat di India itu umumnya punya akomodasi yang akomodatif. Kenapa? karena ee rata-rata tinggi orang India itu lebih tinggi dari Asia Tenggara. Asia Selatan ke India lebih tinggi dari Asia Tenggara. Dan itu ngebuat ee umumnya salah satu e kelebihan dari mobil-mobil yang berkiblat sama pasar India adalah akomodasinya lega gitu. Dan enggak hanya soal Lroom, tapi headroom pun juga leluasa, Teman-teman. Udah lebih dari 5 jari. Jadi kalau ditanya apakah dengan dimensinya yang kompact lalu ngebuat dalamnya itu sempit? Enggak. Enggak gitu. Tapi memang ini ee kelihatan ya di sini ya. Ini kayak untuk dua penumpang aja yang di tengah. Meskipun bisa didudukin tapi enggak dapat ship belt gitu. Nah, ini buat penumpang buat barang teman-teman di bagasi itu menurut saya lumayan udah ee akomodatif buat menampung e koper yang cabin size atau tas backpack gitu ya. Jadi udah aman. Lalu kalau masih kurang juga bisa dilipat untuk memberikan extra space. Ini bisa dilipat meski memang bukan 6040 ya, mungkin untuk alasan costo gitu. E tapi 100%. Jadi kalau misalnya ini mau dilipat untuk membawa barang, benar-benar udah enggak bisa bawa orang sebagai penumpang gitu. Terlepas dari kesederhanaannya, buat saya akomodasi dari espresso ini top. Kelebihan ketiga adalah soal fitur, Teman-teman. Ya, sebagai mobil penumpang Suzuki yang berada di kasta rendah gitu ya, enggak setinggi R3, XL7, Albaleno atau bahkan Grand Vitara gitu. Bisa jadi orang pesimis dengan fasilitas yang ada di espresso dengan set harganya itu wajar pesimisnya ya. Tapi kalau di kulik lebih dalam sebenarnya fiturnya itu oke teman-teman. Saya berani untuk memasukkan fitur sebagai bagian dari kelebihannya espresso. Misal ini dengan Apple CarPlay Android Auto. Koneksinya pakai USB belum wireless tapi sudah ada Apple CarPlay Android Auto. Sudah ada tombol setir yang memudahkan termasuk koneksi Bluetooth yang bisa connect ke ponsel itu sangat menyenangkan. Lalu kemudian spion itu dengan eh elektris power mirror lalu dia punya electric sori electronic stability program ESP stability control ya artinya bagus pun dengan ABS ABD airbag juga ada teman-teman dua kanan dan kiri jadi ini sesuatu yang menurut saya pantas untuk diapresiasi ini yang tipe AGS ketika menanjak kita enggak perlu buru-buru untuk segera nginjak e gas gitu ya karena dia ada heill hold control. Terus kemudian dia sudah dilengkapi dengan immobilizer. Lebih tenang mau parkir di mana-mana. Lalu juga ya dia enggak ada kamera parkir tapi ada sensor parkir. Lumayan ngebantu dan dia ada idle start stop yang e bisa e mengoptimalkan efisiensi bahan bakarnya pas di start stop gitu ya. Gitu. Jadi kita memang enggak bisa berharap banyak untuk mobil di level ini. Tapi dengan set harganya yang diberikan Suzuki bagi fasilitasnya espresso menurut saya e pantas diapresiasi. Meski memang sayang sekali power window ini yang ada di sini nih kayak gym nih di tengah itu enggak ada di belakang. Jadi belakang eh window by power gitu. Tetapi secara keseluruhan saya bisa mengatakan bahwa fitur adalah kelebihan dari Suzuki Spresso. Kelebihan berikutnya adalah soal rasa berkendara, Teman-teman. Jadi, espresso itu dianugerahi ground clearance yang menurut saya fleksibel. Jadi, enggak terlalu rendah dan juga enggak terlalu tinggi. Kenapa enggak terlalu tinggi itu juga penting? Karena kalau udah terlalu tinggi secara alami dia akan lebih mudah limbung ya eh center of gravity-nya jadi enggak baik. Nah, ini dengan ground clearance-nya teman-teman memang enggak untuk kebutuhan offroad ya jelas. Tapi dia jadi lebih tenang ketika pemiliknya misalnya ngelewatin lubang atau polisi tidur gitu ya atau e pembatas jalan yang enggak sengaja atau terpaksa kita lewatin gitu ya. Dengan ground clearance yang udah optimal itu ngebuat pengemudi jadi lebih tenang, Teman-teman. Bagi saya itu adalah sesuatu yang plus dan kalau misalnya mobil sekecil ini tetap ada dibawa ke apanya area yang cukup remote gitu ya, suburban gitu misalnya ya, ground clearance tinggi ngebuat fleksibilitasnya ngelewatin Medan jadi lebih beragam. Jadi saya berpendapat bahwa ground clearance adalah kelebihan berikutnya dari Suzuki Espresso. Suzuki Espresso, Teman-teman, itu dibekali mesin 1000 cc tepatnya 998 cc 3 silinder. Jadi ganjil. Lalu tenaganya itu 67 DK dengan torsi E 89 Nm. itu adalah figur yang menurut saya wajarlah ya ee cukup untuk ee mesin di kapasitas. Itu yang pengin saya sampaiin di luar dari soal efisiensinya yang sudah sangat amat terbukti. Ini mesin tangguh banget, Teman-teman. Terkenal di seantero orang-orang yang suka dengan e mobil-mobil Suzuki. K10 adalah unit yang ee sangat amat tangguh, tahan banting, gampang rawatnya, dan mudah, Teman-teman. Artinya mudah untuk dirawat dengan biaya yang e murah ya. Jadi, e kelebihan dari e mesin ini ya itu tadi dia irit dan dia e gampang dirawat. H murah juga gampang dikeluarin dari dompet uangnya karena enggak mahal. Dan itu adalah kelebihan yang menurut saya e patut diacungi jempol karena ya apalagi sih yang menyenangkan selain bisa menghemat budget untuk mobil di kelas ini gitu. Tetapi di sisi lain ada ee kelebihan yang juga berdampak sama kekurangan. Jadi karena mesin ini e 3 silinder gitu ya yang memang sudah potensial irit lalu kemudian terbukti irit ternyata silinder ganjilnya itu mengundang e getaran secara alami silinder ganjil kan memang bergetar kan dan ini terjadi di espresso. Saya udah ngerasain dibanding sama mesin 1000 cc 4 silinder lain gitu ya. Ya, ini lebih terasa sih bagi teman-teman yang mungkin e sangat memperhatikan kenyamanan dari getaran ini bisa saja mengganggu kenyamanan bisa menjadi dealill breaker karena enggak suka e sama getaran yang berlebih. Tapi menurut saya ya, saya perlu mengatakan juga bahwa benar dia lebih terasa bergetar tapi yang enggak sesignifikan itu ya. Dan itu pun hanya ketika idle ya teman-teman ya. Kalau udah berjalan ketika mesin sudah berputar di putaran optimal ya dia enggak terasa getarannya. Hanya ketika idle aja sih kayak macet gitu misalnya. Tapi di luar itu ya kelebihannya balik lagi dia soal tangguh, dia soal irit. Kemudian kekurangannya masih soal mesin adalah soal getaran. Kemudian rasa berkendara, Teman-teman. Jadi, saya bisa mengatakan ya bahwa ini mobil lincah. Buat pengemudi yang sering sendiri gitu ya, ee bakal lebih dapat rasa berkendara yang menyenangkan karena ini mobil enak banget, gesat gitu ya, setasi, suspensi, bodinya juga kompact gitu. Ngebuat dia gampang banget meliuk. Muter balik pun juga gampang. masuk-masuk ke jalan pintas bahkan gang gitu ya. Itu ee hal yang sangat amat mudah dengan espresso. Lalu ee mesinnya teman-teman itu juga cekatan. Jadi enggak ada tuh istilah atau perasaan kalau dia itu under power apalagi under torque itu enggak ada. Itu e sesuatu menyenangkan. Dan karena dia adalah AGS bertransmisi otomatis means hanya pedal gas dan rem ya mestinya juga lebih memudahkan ya enggak repot kan. Tapi memang teman-teman karena ini AGS dan itu bisa menjadi problem khas dari transmisi seperti ini, automated manual e transmission ya, auto gear shift ini e perpindahan giginya atau shifting-nya itu kurang halus, Teman-teman. Jadi kalau misalnya start dari bawah gitu ya, dari ee 0 km/h lalu kemudian berakselerasi pindah dari satu ke dua, itu mobil tuh kayak sempat idle dulu. Akselerasinya tuh sempat ngambang dulu. Jadi, e tubuh kita pengemudi itu tuh kayak ter ombang-ambing ke depan dulu. Dan bagi sebagian orang itu menimbulkan perasaan enggak nyaman, jadi kurang halus ya kalau dibanding sama eh hidrolis gear biasa atau apalagi CVT gitu, ini kalah nyaman sih. Kita tahu bahwa Suzuki e tangguh juga transmisi otomatis hidraulisnya yang seperti ada di Baleno atau R3 gitu ya, XL7 dan eh ke e kenyamanan dari transmisi hidraulis gear itu enggak ada di sini menurut saya. Nah, solusinya teman-teman menghadapi transmisi AMT kayak AGS e atau dulu Pusu juga kayak gitu ya. Ya, kita memperlakukan eh seperti transmisi manual hanya tanpa pedal kopling. Jadi karena ada mode manual ya bisa naik turun gitu. Ee kita e shifting sendiri aja masuk ke mod manual lalu e di ambangnya ketika tahu akan bentar lagi ganti gigi gitu lalu agak kayak lepas ke sedikit e shift ke atas gitu ya. ship up. Jadi itu salah satu trik itu soal transmisi. Lalu kemudian ee setirnya itu enggak ada masalah. Cuma memang bagi saya, bagi saya kayak sedikit kurang natural, Teman-teman. Jadi ban itu kan ada SAT ya, self alignment tire gitu yang ngebuat e ban ketika belok dia akan cenderung lurus dan itu mendorong roda. Lalu kemudian setir untuk e ikutan lurus gitu ya. Nah, ini kayak kurang natural untuk setelah belok untuk e setir menjadi lurus gitu. kayak kurang cepat gitu. Jadi, eh rasanya enggak sampai mengganggu eh apa ya kenyamanan apalagi membahayakan. Enggak, sama sekali enggak. Tapi memang itu terasa kurang natural. Jadi, bagi sebagian orang yang sensitif yang ee memperhatikan halat seperti itu mungkin itu bisa menjadi kekurangan. Jadi, ya itu dia, Teman-teman. e di luar dari dia yang soal lincah, cekatan, transmisinya e memberikan ketidaknyamanan bagi mereka yang sensitif dan setirnya pun juga gitu. Bagaimana dengan harganya? Jadi ya jelas kalau dibanding sama mobil penumpang Suzuki yang lain ini kompetitif sekali. Sangat ee apa ya? Kantung friendly. Sangat ATM friendly. Iya. Jadi dia ini yang paling mahal teman-teman R12,6 juta. Yang transmisi manual dari espresso itu lebih murah lagi R jutaan, ya. Ee iya benar. Jadi dia adalah ee produk yang sangat ee menyenangkan bagi kantong calon konsumen Suzuki. Tapi teman-teman ketika kita bandingkan dengan mobil lain yang harganya itu setara misalnya kayak Aya gitu ya kan dia juga ada yang varian 1000 cc dan yang ternyata bertransmisi otomatis CVT itu harganya lebih murah dari espresso ini. sehingga ee ya dia sudah ee termasuk dengan harga yang sangat oke untuk mobil penumpangnya Suzuki. Tapi e dibanding e mobil setara ternyata ada yang lebih murah dan itu harga yang reguler ya, belum termasuk diskon yang itu ee bisa berbeda-beda tergantung dealer. Tapi kalau secara reguler ternyata ada yang lebih murah dari espresso. Ala menggunakan format body hatchback bukan e compact car atau city car. Jadi ya bagi sebagian orang eh desain hatchback itu e lebih menarik bagi sebagian orang gitu. Jadi harga adalah sesuatu yang netral ya tergantung bagaimana melihatnya. Yang pasti teman-teman kalau dirangkum kelebihan-kelebihan espresso pertama adalah soal ee efisiensinya yang luar biasa irit. Lalu kemudian fitur yang ternyata e oke juga. Lalu akomodasinya dari dimensi yang kelihatan kecil aja dari luar ternyata di dalam tuh gede banget. Itu bisa memberikan kelegaan yang maksimal. Enggak hanya buat penumpang ya, tapi juga barang. Lalu rasa berkendaranya terutama soal kecekatannya pun juga menyenangkan. Tapi dia punya keterbatasan dalam soal misalnya getaran itu menjadi kekurangannya. Lalu kehalusan transmisi atau ee bobot setir gitu yang terasa kurang natural itu pun juga bisa menjadi kekurangan. Tapi di luar dari semua itu, bagi saya eh espresso adalah mobil yang sangat worth ya. Dia eh bisa menjadi first time a buyer gitu ya atau mungkin jadi mobil kedua atau mobilnya anak gitu. Ini adalah ee sesuatu yang sangat perlu dipertimbangkan. Value-nya tinggi ya karena itu dia murah, irit dan akomodatif yang paling signifikan gitu. Gimana kalau menurut teman-teman ee espresso dengan semua kelebihannya itu menarik apa enggak? Atau ada mobil lain yang pantas e disetarakan dengan espresso lalu dia lebih menarik? Tolong tulis di kolom komentar ya, Teman-teman ya. Terima kasih teman-teman sudah menonton dan sampai ketemu di video GRD Auto berikutnya. Terima kasih. Ah.
