SUZUKI "Trungtung" ST20 | Suara Mesinnya Nagih, Kuat Hingga 1 Ton (YouTube Video)
Ini bersama saya ada sebuah Suzuki pickup yang unik, legendaris. Kalau enggak ada mobil ini, bisa jadi enggak pernah ada Suzuki Carry Indonesia. Ini adalah Suzuki ST20. Halo YouTube, selamat datang di channel Motomobi. Ini adalah segmen Motomobi Retro. Melalui segmen ini, kami akan mengulas mobil-mobil keren yang pernah ngetop di masa lalu dan masih mengundang banyak perhatian di masa kini. Pada tahun 1970-an, ekonomi Indonesia terus menggeliat. Sektor pembangunan dan transportasi juga ikut bergerak positif. Kebutuhan akan kendaraan yang mampu menunjang perekonomian mutlak diperlukan. Bukan hanya di kota-kota saja, bahkan di sejumlah daerah lainnya yang mungkin kualitas jalannya maupun rutenya tidak sebagus di kota besar. Salah satu bintang kendaraan niaga di era tersebut adalah Suzuki ST20 alias Suzuki Trung Tung. Suzuki nama yang begitu erat dengan kendaraan yang berukuran ringkas. Karena ukuran yang sangat ringkas pas ditunjang dengan mesin yang bundle dan komponen mekanis yang mudah dirawat. Bahkan pemiliknya juga bisa merawatnya sendiri di rumah tanpa perlu sering-sering ke bengkel. Suzuki ST20 awalnya lahir dengan body pickup. Biasa digunakan untuk mengangkut barang dari kota kecil menuju ke kota besar. Tapi selanjutnya banyak juga yang dikonversi menjadi minius oleh beberapa perusahaan karoseri. Review Suzuki ST20 ini akan dilanjutkan oleh Paman di Door. Ayo silakan review-nya, Paman. Jadi, mobil ini punya julukan unik di Indonesia yaitu Suzuki Trungtung. Kenapa? Karena mesinnya dua tak dan kalau di starter kalau digas suaranya trung dung dung dung dung dungung. Nah, itu jadi Suzuki trung tung. Jadi, mobil ini meskipun ukurannya kecil tapi kemampuannya besar sedikit sejarah. Enggak sedikit sih, panjang sih ceritanya. Jadi ini merupakan produk Suzuki, mobil Suzuki pertama yang dibawa ke Indonesia. Jadi ee awalnya Suzuki itu jualannya motor tahun awal-an. Kemudian almarhum Pak Subronto Laras saat itu menjabat jadi ya bosnya lah bawa mobil Suzuki. Ah gitu. Oke, mobil apa yang kira-kira tepat? ya, mobil niaga. Karena tahun 0-an Indonesia itu masih perlu kendaraan niaga. Oke, tahun '6 dibawalah Suzuki ST10. Bentuknya mirip-mirip kayak gini, beda depan fasia, tapi kurang lebih size-nya gini. Jadi hitungannya kalau di Jepang nih ya K car. Jadi ada yang versi pickup dan versi minibus. Tapi yang masuk Indonesia yang di bawah itu versi pickup karena memang peruntukannya kendaraan niaga. Selang setahun tahun '77 bawa yang ST20 seperti ini. Tahun '77 ya. mesinnya lebih besar. Yang tadinya ST10 mesinnya 2 silinder 2 tak. Yang ini sudah mesinnya 3 silinder tetap dua tak. Kapasitas CC-nya 550 cc masih diregulasi kekar carar. Kemudian gimana supaya bisa jualan mobil ini? Pak Subronto Laras melihat daerah mana yang sekiranya lagi panen raya. Kebetulan di tahun itu tahun '77 daerah Manado, Sulawesi Utara itu lagi panen raya cengkeh. Oke, ini bisa jadi demo supaya mobilnya menunjukkan kemampuan. Jadi, dibawa sejumlah unit Suzuki ST20 ke Sulawesi Utara. Oke, di sana petani-petani lagi pada panen. Pak Subronto dengan timnya, "Yuk, nih cobain mobil ini mengangkut hasil panen cengkeh di bnya." Ternyata bobot 1 ton bisa dibawa sama mobil kecil ini. Miss banget kan? Berarti rakyat sana udah bisa ngangkut hasil panen, kemudian mobilisasi ke tempat-tempat lain jadi mudah karena ada mobil yang kecil ini medannya enggak terlalu bagus jalannya tapi mobil ini tetap bisa lincah gitu. Wah, oke berarti sukses mobil ini bisa menunjukkan kemampuannya. Dua, para petani itu kan punya duit akhirnya karena panen. Mereka bisa beli mobil ini. Kabar itu tersiar sampai ke Pulau Jawa. Penjualan di sana sukses. Di Jawa karena dengar kesuksesan jualan di Sulawesi, mobil ini juga akhirnya ee ngetop di sejumlah daerah termasuk di Pulau Jawa. Bahkan di wilayah Jawa Barat, mobil ini jadi angkutan umum. Kap bisa. Kenapa jadi angkutan umum? Ini bak belakangnya dikasih kanopi. Kayak kanopi ya. Kemudian pintu kargonya dibuka dikasih kayak tangga. Di sini dikasih bangku adep-adepan ya. Kayak angkot gitu. Akhirnya jadilah Suzuki Trungtung yang versi angkutan umum. Setelah yang pickup karena ukurannya kecil kemudian kayaknya mudah untuk diubah bodinya. Sejumlah perusahaan karoseri juga tergiur untuk memodifikasi mobil ini jadi minibus. Jadi ada ada beberapa perusahaan karoseri kayak Adiputro atau macam-macam. Udah beli mobil ini kemudian dimodif dikasih ee kabin jadinya minibus. Jadi kendaraan niaganya yang versi bug ada yang versi minibus, versi karoseri juga ada. Ada sedikit yang unik dari mobil ini karena ini udah direstorasi. Ownernya beli grill yang JDM jadi enggak silver aja ada detail hitam-hitamnya. Nih, jadi lebih catch tampilannya. Bumernya juga pakai yang versi luar jadi lebih ngotak. Ukurannya tuh lebih lebar ke saya giniin mobilnya lebih ringkas daripada kalau saya berdiri tangan dilebarin. Kemudian selain grill dan bumper ada head rest. Nanti kita lihat ya. Ada headrnya. Itu juga versi DDM. Kalau yang versi lokal enggak ada. Ini dilengkapin aja. Ini ada yang unik dari samping. Jadi handle pintunya bukanya gini. Bukanya ke atas. Jadi kalau biasa mobil kan tarik gini. Ini dia model berdiri. Ini ada aksen. Padahal ini enggak bolong. Kemudian bugnya. Bakgnya juga menurut saya enggak nyampai 2 m nih. Ini paling 1,5 lebih dikit lebarnya. Apalagi lebarnya juga ini mobil kompact banget ya. Luar biasa. Tapi pelotnya bisa sampai 1 ton tuh luar biasa loh. Apalagi CC-nya juga kecil, pelotnya besar. Mungkin karena settingan mesin dan final gear-nya bagus. Jadi torsi buat bawa-bawa beban dia oke. Buat di medan yang nanjak-nanjak dia enggak ada masalah. Velegnya ukurannya 10. Berarti ini sama kayak Vespa print lama ini. Meskipun mobilnya bagus ya, terus bannya kira-kira botak. Kita bawa ke toko ban yang bagus belum tentu ada karena ring 10. Jadi bersih jajannya di mana nih? Mesti nyari-nyari ke pinggiran atau masa pakai ban vespa? Enggak bisa ya? Nih ban gini nih udah susah nih lama-lama nih. Velegnya juga lucu. Velegnya itu split rim benar lagi-lagi kayak skuter-skuter Vespa itu. Jadi veleknya tuh cuma rantangnya gitu aja. Bolong tengahnya terus dibaut ke pinggiran tromolnya. Jadi ini sebenarnya ini bukan velek. Ini tromol remnya. Jadi dibuka. Jangan buka ini ya. Kalau mau ganti ban ini pinggirnya ini. Jadi entar kebuka ya. Bannya bolong gitu kayak donat. Tengahnya bolong. Jadi ban velek ya bolong. Udah. Suspensi depannya simpel banget. Belakang juga standar lah. Left axel per daun. Depannya per keong biasa. Nah belakangnya juga ada aksen Suzuki. Tulisan Suzuki di bakar di pintu kargonya. Lampu rem aja enggak usah banyak-banyak. Mestinya lampunya masih asli nih. Iya. Nih tonjolan ini. Ini sebenarnya karet nih. Mestinya sih enggak usah dicat. Ini mungkin kena cat. Jadi kalau gua kayak gini, de tumpuan. Jadi enggak langsung ngegeblak ke bawah. Ini juga ini bisa dibuka sebenarnya ini karena buat akses ke tangki bensin ini di atas plat nomor nih. Mestinya ada lampu plat nomor. Tapi mungkin karena umur dia rusak terus belum ketemu lagi yang orisinilan. Ini dua ni. Ini mestinya tempat lampu plat nomor. K buka. Tuh kan. Ini kan tahanan buat bakargonya enggak terlalu tinggi. Jadi bawa barang naruh langsung bisa. Coba lihat bawa pocket bik lucu ya. Bisa banyak ya. Kalau punya kalau Anda punya motor yang ukurannya kecil-kecil ini bisa tiga nih. 3 unit nih. 1 2 3. Dua kali ya. Dua apa tiga gitu bisalah. Terus di box itu ini ada buat ngintip mesin. Ini idealnya sih pakai ini ya. pakai baut kupu-kupu. Nah, ini dia mesinnya 3 silinder du tak. Kemudian CC-nya 550. Karburatornya kecil banget kayak motor. Terus oh ini ada modifan nih pasti nih karena alternatornya udah modern. Ya ampun, panjang mesinnya lebih panjang lengan saya. Udah radiator. Jadi radiator taruh bawah di balik jok penumpang dan suir. Simpel banget mesinnya. Beneran kayak mesin motor yang dua tak tapi ada 3 silinder. Jadi yah ampun nih simpel banget ya. Businya langsung kelihatan di atas. Diaosternya di atas. Jadi kalau servis-servis gampang. Mestinya kalau dalam kondisi yang masih baru, masih asli ya, full orisinil. Ini kabelnya lebih simpel lagi. Ini kabelnya cuma ini relay starter. Ini kabel apa ya? Oh. Oh, kayaknya udah pakai CDI nih. Udah gitu doang. Kabel klakson simpel banget. Edan. Sebelah kanan sisi sebelah kanan bnya tuh polos-polos aja. Yang sebelah kiri ternyata ada trap door. N ini kalau dibuka isinya ya buat ganti aki harusnya. Nah, kan ada per gini nih ngebuka gitu. Ini ada per buat aki sama ini ada botol buat ee reservoar radiator. Segini aja nih nih. Ini per jadi enggak glek-gablek gini nih. Sip. Coba duduk di dalam ya. Ini kayaknya bakal kocak nih. Nah, ini nih. Gimana nih? Woh. Ah, ternyata tidak nabrak perut. Tapi karena ukuran saya yang kurang tepat buat mobil ini, jadi nyetirnya miring tuh. Gas udah oke tuh. Kaki kiri miring tuh. Nyetirnya jadi offset. Setirnya sebelah kiri. Mungkin orang Jepang dulu kecil-kecil ya, sama orang Indonesia dulu belum ada yang gendut-gendut kayak saya. Tapi uh kopling enteng. Rem juga. 1 2 T empat speed. Mundur ya. Oh ditekan. Wah. Ya, kalau mundur gini nih mesti gini nih. Tuh, kaki kiri mesti di geser dikit. Oke, kelihatan semua karena kabinnya juga kecil. Speedometer, ada indikator bensin, temperatur, oli, lampu jauh, sama alternator pengisian. Ini cok ini lampu depan masih orisinil, enggak dibobok-bobok, enggak pakai radio. Jadi, nikmati aja suara mesin dua taknya pas lagi jalan. Nih glove box. Nah, oli samping oli dua tak. Jadi kayak anak motor dua tak ya nyimpan ginian haruslah. Kalau enggak sudah susah sekarang soalnya di pom bensin udah enggak ada bensin campur dua tak enggak ada. Jadi mesti nyampur sendiri. Ini buat naruh-naruh bisa dashbord. Jangan taruh sini. Kalau sini entar jatuh ngelosor. Ini ada selipan masuk sini. Ini aslinya buat speaker nih kalau pakai radio ini asbak. Oke, udah pakai seat belt jadi udah save. Nah, ini dia nih. Ini dia nih headr-nya nih yang versi JDM. Jadi enak kalau yang versi CKD enggak ada. Jadi langsung gitu. Kalau misalnya jalannya jelek bisa ke jedot entar puyeng. Spionnya kecil banget. Misalnya ada mika lampu. Lampunya nih. Nah, ini kan penasaran pengin coba. Kebetulan ada Fahmi. Gimana, Mi? Yah, ini mah nih. Lihat nih. Bahu mah nempel. Ah, udah udah ini mah ini mah nembel udah mengingatkan saya dengan HMAX. Lebih kecil lagi. Oh, ini lebih kecil lagi. Lebih kecil lagi. Kalau Eki yang nyetir baru pas. Oke, penasaran pengin coba jalan bareng sama yang bawa mobil ini. Oke, yuk. [Musik] Nah, saya udah sama Om Hilal. Nah, Om Hilal nih yang bawa mobil ini. Ternyata ini punya omnya ya? Itu punya om saya. Nah, jadi mobil ini tahun '83 sudah dibangun berapa lama, Om? Selama 2 tahun karena ya yang tak time cuma take time sperma-sperva segmented ya. Oh, iya ya. Kayak part-part GDM-nya nih. He, R depan, bumper depan sama painting process belum engine refreshment semuanya. Belum kita ngulik-ngulik alternator sama CDI ya. Oh, udah pakai CDI. Jadi insyaallah anti mogok. Anti mogok meskipun ya kaning order ke tiga silinder beda ya. Ya, berarti sendiri. Akhirnya tinggi sendiri akhirnya ya. Kreativitas orang Indonesia lah. Jago-jago. Ini bangunnya di bengkel apa di rumah, Om? Ee ngecat di bengkel. Di rumah tuh sebagian bengkel lagi ya. Beberapa bengkel lah ya. Berobat jalan ya lagi berobat jalan. Terus sampai sekarang masih masih terus disempurnain ya? Masih disempurna masih jalan terus kayak shock breaker belakang kan masih bocor nih. Terus ada beberapa poin yang mau disempurnain ya. Kayak e original dekalnya lagi kita lagi nyari nih. Oh iya. yang kok kita usaha yang kanji sih sebenarnya biar biar biar iya biar biar kelihatan otentik GDM-nya gitu karu GDM-nya gitu. Terus paling jauh jalan ke mana aja Om? Ah terus terang kemarin tuh dari Keranggan saya bawa ke GSUP dari Jakarta aja. Oh masih Jakarta aja. Jadi belum belum belum dibawa yang jauh-jauh amat lah. Bahkan sampai om saya nanya yang paling yang bawa paling jauh tuh kamu katanya. Aku yang bawa paling jauh ya. Biasanya ini enggak ada AC, enggak ada heading, enggak ada entertainment apa tapi fun. Ini mobilnya sangat fun sekali ini. Dan surprisingly nyaman ya, Om. Kakinya tuh enggak kedudrangan ya. I Ya, betul. Dan ini torsinya gede banget ternyata. Saya tuh dari tadi enggak pernah ngegas dalam-dal, Om. Iya. Enggak perlu. Nah, lucunya nih, Om ya, aku udah riset beberapa kali mobil ini ya. Ini lucunya kan kalau bisa dikatakan dulu logikanya dulu kan mobil zaman dulu tuh butuh sulfur ya, bahan bakar ya. Betul. Saya kasih ini optimal kemarin dikasih yang 92 nih. Ini pakai 92. Padahal kan aslinya waktu mobil ini lahir boro-boro kan kompresinya kecil banget. Tapi setah saya coba sudah settingannya inilah ee settingannya mekaniknya. Mekaniknya enak banget pakai ini. Malah irit-irit banget. Iya. Ini enggak perlu ngegas dalam-dal Om. Iya. Jadi kesimpulannya mobil ini oktannya maksimal mungkin oktar 92. Oh. Si saya pernah ngecilleng Om ya. Bilang Om Kasih 98 aja. Jangan mabok mobil entar. Bukannya bukan bukannya bukannya bukannya enak entar malam malam malam mabok di jalan. Oh ya wis saya ikutin kayak beliau beliau juga khawatir mungkin ya mobil ada apa-apa gitu. Eh ini guys ini udah 60 loh. Iya emang udah 60 udah gigi empan tapi ya ampun mesinnya benar-benar rileks. Rileks mesinnya benar mesinnya rileks. Ya kita coba 80 masih enak kalau 80. Udah jangan a jangan. Bannya ban cacing. Oh ban cacing. Sering 10. 10 kan. Ini mesinnya 550 cc 3 silinder 2 tak horsepernya berapa Om? 26. 260. Oh nolnya grinding sat penginnya nyumpul tapi adanya 26. Ya udahlah 26 HP loh. Tapi semuanya smooth mesinnya tuh enggak nyangka karena ya ini refresh ya semuanya. Iya karena semua refresh semua baru ya. Kaki-kaki juga sama pusing-pusing dirapiin semua. Karbu asli ya masih buat mobil asli. Yang paling update cuma alternator. Karena kalau kalau mau mesin watak tuh alternator lebih gede dikit tu lebih enak biasanya. Yang hanya lebih gede lebih dikit lebih enak. ngaruhlah di apinya itu ngaruhlah kalau mesin patak ya. I keempat takak secara teori sih oke ngaruh. Cuma kalau kedua tak tuh kerasa banget lah kalau misalnya alternator alternator lebih gede tu lebih kerasa gitu. Dan kalau dua tak itu kan tendensinya ialah dia RPM-nya ringan. Iya kan? Karena enggak ada bar ya. Engak ada enggak ada enggak ada cam enggak ada klep ya kan dan tidak ngbul berarti mixingannya masih bagus ya ininya kita kalau misalnya ee apa ya goldstel oh iya tapi kalau udah jalan mah e ya enggak seginilah paling enggak kelihatan loh maksudnya tadi saya ngetes enggak yang putih gitu enggak salah satunya kalau misalnya kita kasih oktan yang vitamin yang baguslah buat ya itulah ada ada impactnya ya impnya itu asap asep buangannya enggak terlalu banyak lah Tapi benar menurut saya ya ini bahwa mobil ini ST20 Kerong ini datang ke meet up mana pun parkir sebelah super car pasti lebih e saya sudah coba kemarin lebih narik Oh udah pernah sudah pernah parker sebelah apa om vip Maserati quadroporte sama Porsche GTS sebelah mana ini ee depannya ini Trungtung belakangnya Masti and Porsion orang lihat ini ya semua orang aku jadi malah ya kasarnya ginilah kalau pakai mobil ini harusnya harus tahan malu aja, mentahan mental lah gitu. Karena itu pasti orang tuh pada nanyain ngob lah jadinya kita jadi banyak banyak apa ya banyak komunikasi sama orang gitu. Terus pas lagi dibawa ke mana-mana gitu ya, pernah enggak Om ditanya dijual enggak Om? Ee beberapa orang nanya Om saya terus terang ya karena ini kan amanah beliau ya amanah Om. Nah kalau itu jangan duluah gitu gituah. Masih soalnya masih on progress kerapiin ya. Jadi dan dia sayang banget. Oh gitu karena dia kolektor mobil lucu-lucu banyak juga sih. Oh gitu. Tapi yang salah satu yang kesayangan ini ya. Banyak beberapa orang tuh kan bilang teman saya tuh kemarin bilang saya mau sepuring di mana? Di anu di anu lu ngejariin tukang spuring katanya database enggak ada. Ini pasti enggak ada pakai pasti enggak ada. Kan spuring sekarang kan digital gitu kan pakai pakai laser kan enggak ada. Jadi kalau ini spuringnya pakai spuring benang benang kad. Dan top diot gimana? Enak ya? Enak. Eh, ini 70 tadi saya maunya 60 aja saya kaki saya enggak berubah dari tadi. Ini totalnya udah 70 enggak kerasa kan? Enggak kerasa ya. 60 HP gitu. Setir enteng, kopling enteng, semua pedal-pedal enteng. Hebat. E ya. Ini ada namanya Bapak N. Mister N. Mister N. M yang semuanya apa namanya? Semuanya rapiin dia iya Mr. N ini luar bias lah. Om Hilal dulu waktu masih muda lah ya tinggal di Bandung. Saya di Bandung. Nah dulu kan ada Om angkot yang pakai ini. Benar enggak sih angkot tuh? Dulu kalau kita di Bandung tuh disebutnya Honda. Honda Honda? Oh eh oh ini Honda TN. Honda TN. Honda Honda TN. Honda TN. Makanya dulu e K ke sekolah naik. Nah. Oh, kalau jual tengah kan Honda itu motor. Kalau dijual barat Honda itu angkot. Angkot. Oh, tapi semuanya Honda atau ada yang pakai teruntung juga? Terungtung tuh saya yang yang seingat aku ya di Bandung tuh yang aku banyak yang lihat tuh ini loh e Col Col T10. Oh, di daerah sampai sekarang daerah itu masih ada daerah Bandung Utara itu Bandung Selatan. Dari Bandung Selatan masih ada banyak. Berarti yang selatan tuh Cibide ya Cibide pengadanya masih ada tuh spesies. dapatinnya ini kan pelati plat Solo nih ad nih dapatnya dari Jawa memang dari Jawa terus dibawa sini dirapiin di sini di sini ya ini sih saran bukan saran ya masukkan tapi ya enggak tahu entar mau apa namanya kan selera masing-masing ini kan ring 10 pakai dop yang ring 10 lucu kayaknya dopnya ada Om oh ada ada sebenarnya oh cuman ya heeh saya saya saya mungkin takut hilang ya oh iya mungkin mungkin Mister N ini takut hilang di jalan mungkin iya iya iya iya i ya tapi keren K pas lagi foto-foto sendiri. Ah, pasang foto keren. Lucu tuh kan ada kan yang ada kan. Heeh. Ada yang kayak debun gitu tuh. Iya. Lucu banget. Lucu banget. Tapi kalau buat lagi jalan-jalan yang penting gini aja lah. Nyarinya itu. Aduh susah perjuangan Om itu benar. Soalnya kan enggak semua toko under deal masih nyimpan barang-barang ini. Betul. Betul. Barang-barangnya juga enggak terlalu banyak. Ini waktu nyari-nyari ke mana aja Om? Dan di Jakarta kan sudah enggak banyak toko yang ya ini di jujur aja banyaknya di Jawa Tengah. Oh ya kan benar banyakan Jawa Tengah daerah Jawa Tengah banyaknya. Iya karena Jakarta di kota-kota besar sudah susah. Iya karena itu karena perlupakan pasarannya sudah banyak carry ST20 L ngapain jetok lah orang enggak ada yang beli ya lagi ekstra datang lagi ah Futura ya Futura Mega Kakin terlupakan. Iya, makin terlupakan ST20-nya. Tapi meskipun terlupakan tapi menurut saya sih nilai historisnya malah nambah. Iya, benar. Ini nih secara value itu bukan berarti harga ya, belum tentu harga. Tapi value-nya ini mobil makin bernilai ya. Iya, bernilai gitu. Jadi kurang lebih kalau sekarang sih era mobilic tuh udah bukan penyakit menakutkan lagi. Bukanlah bukanlah era era apa ee teknologi buat komunikasi sudah banyak internet belanja dari luar bisa, teman banyak ya kan banyak ya udah jadi ya banyak banyak yang dipermudahlah mobil memang enggak bisa jadi mobil pertama kalau harian naik ini ya udah enggak enggak rasional ya kan enggak pakai AC gitu kan. Nah, kalau buat hobi-hobi yang menyenangkan ini boleh sih. Sangat boleh sekali. Boleh sih enggak? Ee ee tantangannya cuma nyari barang doang. Kalau harga kayaknya enggak enggak terlalu mahal kan tu mahal. Ee mahal, Om. Ada yang mahal, ada yang murah. Oh, tapi karena udah rere itu mahal. Oh, oke. Ini ini kaca nih. Kaca ini lagi coba diganti ni. Saya ketawa nih. Mister N. Heh. Ini kaca kirinya sering rosot. Pesan dia udah pesan yang original berapa yang original? Rp200.000. Aduh mobile. Mobil gua Rp2 juta Rp200.000 lucu sekali saya bilang jadi pertimbangan kan? Jadi pertimbangan. Iya iya iya ada ada ini udah udah udah dapat pesan ya pesan ya. Pokoknya ini masih dalam on progress ngerapiin terus continuous improvement ya. Terus cari yang formula paling enak supaya makin-makin nyaman dipakainya. Makin tenang makin nyaman. Iya. Betul. Betul sekali. Sip. Matur nu Om Hilal. Thank you udah dipinjamin nyobain ini. Salam juga buat omnya. Ini mobil menyenangkan. Buat Anda yang tertarik mulai cari-cari mumpung siapa tahu masih bisa ketemu. Soalnya kalau nunggu-nunggu entar lagi punah entar susah. Oke. Ada beberapa sih Omnya jujur ada beberapa saya lihat amati di sosmed ya harganya irasional. Nah kan itu dia tuh makanya sudah mulai jadi aset ya sudah mulai bergerak. Makanya kalau ada kesempatan beli. Oke. Nah, thank you. Thank you semuanya. Dadah. Ah, trungtung. Dulu kami pernah ngisi VO ini. Animasi trungtung tapi malah jadi angkot. Heran. Oke. Mesin dua tak yang dipakai oleh Suzuki ST20 ini memang punya suara yang khas. Kalau dirawat dengan baik, jarang sekali ngambek. Peran ST20 sebagai andalan kendaraan niaga dari Suzuki selanjutnya dilanjutkan oleh Suzuki Carry 1000. Tentu dengan dimensi yang lebih besar dan daya angkut yang lebih banyak. Seperti biasa, masalah terbesar dari ST20 ini adalah karak yang menjelar di sekujur bodinya. Biaya untuk restorasi body secara keseluruhan juga tidak mudah, apalagi ketersediaan body parts-nya semakin menipis. Saat ini harga Suzuki ST20 sudah merangkak naik. Sebab unit yang utuh semakin sulit ditemukan. Semua ini adalah opening pribadi saya dan paman-paman itu. Kami tidak dibar oleh siapapun dan apapun yang terlihat pada video ini. Jangan lupa tekan tombol jempol ke atas dan subscribe channel Motom Mobi, Mobobi dan Mobi apabila belum berikut dengan tombol loncengnya. Share video ini ke seluruh dunia melalui sosial media anda dan jangan lupa follow sosial media kami semua termasuk Instagram. Cek motomobinews.id untuk berita-berita otomotif terbaru. Terima kasih telah menonton.
