Jungkat

SWIFT Dikasih Ryzen AI 9?? - Acer Swift 14 AI (2025) (YouTube Video)

  • 28/07/2025

Dengan budget R2 jutaan, kalian dengan mudah bisa beli laptop gaming dengan RTX 5060. Tapi jangan lupa ternyata di harga segini juga ada Acer Swift 14. Ayo pilih mana? [Musik] Dulu zaman-zaman masih merintis not reviews, kita udah akrab ya sama Swift 3 series yang ramah kantong tapi punya build dan fitur-fitur ala Ultra Book yang harganya berapa juta lebih mahal. Tahu-tahu sekarang ada loh Swift 14 yang harganya tembus Rp22 juta bukan dengan prosessor Core i7 atau Ryzen 7 tapi Ryzen 9. Apakah Swift 14 ini udah bisa bersaing lawan Ultrabook dan 2 inone high end harga R jutaan ataupun beberapa laptop gaming thin and light macam tough A14. Siapakah target market dari sebuah laptop Acer Swift dengan APU Ryzen 9 terbaru? Oke, pertama perlu gua tekanin bahwa wujud Swift 14 terbaru ini udah sedikit update dibandingin dengan Swift 14 Touch dan OLED yang tahun lalu kami review. Body full metal polos di semua sisi. Rasio L R 16 bing 10 ada elevated hingch dan logo Acernya pindah ke ujung kanan. Di kiri ada logo baru. Namun mungkin nih saatnya Acer Swift papan atas benar-benar dikasih branding baru biar kelihatan beda dibanding Swift Fift yang lebih murah. Kayak Asusenbook lah harusnya gitu. Biar ada separasi jelas antara laptop mainstream dan laptop premium. Di luar itu dia punya modul webcam infrared yang agak nonjol ke atas. Terus dekorasi touchpad-nya nih yang beda. Bukan pad, bukan media control, tapi sebuah motif mirip bunga yang nanti kita lihat lagi. Di luar itu more or less the same, gua expect touch screen ini punya at least resolusi HD gitu ya di harga R jutaan mengingat Swift Go 14 AI aja udah 3K OLED. Tetapi ternyata sama kayak Swift Go Touch tahun lalu, yaitu ini pakai soft panel IPS resolusi Full HD plus 16 bing 10. Menurut gue enggak apa-apa mau IPS soft panel gini enggak perlu OLED. biar bisa lebih tipis dan lebih enteng daripada panel kaca. Tapi harusnya enggak sulit ngasih resolusi yang sedikit lebih tinggi. Sebab laptop harga segini bakal banyak dipakai kaum profesional yang mungkin ngedit foto, video, presentasi 3D model ke klien, dan lain-lain. Percolokan mencakup combo audio jack dan USB A 3.2 di kanan. Lanjut ada HDMI 2.1, ada satu lagi USB A 3.2 always on. Lalu yang paling penting ada dua USB 4 full function, support charging PD serta DP. Dan udah WiFi 7. Swift 14 AI ini bisa dibilang sebuah anomali karena emang langka sebuah laptop tipis 14 inch non gaming bisa-bisanya dikasih prosesor AMD Ryzen AI9 365 10 core. Biasanya laptop beginian mentok di Core Ultra 7 atau Ryzen 7 8 core. Kelebihannya APU ini benefit dari chip grafis Radeon 880 M yang lebih kencang dari 860 M di Ryzen AI7. Tetapi apakah sebuah Chesis Acerwi bisa manfaatin APU ini tanpa yang serius? Akan segera kita kupas. Yang pasti memori LPDR 5X 32 gig-nya soldered dan satu slot SSD NVM Gen 4 yang udah keisi 1 tera. Oke, dari CinBch sudah kelihatan kalau CPU ini kencang banget untuk ukuran ultra buung 14 inch. Terlebih kalau dibandingin sama core Ultra 7 lunar Lake yang ketinggalan jauh. Namun sebenarnya potensi belum maksimal. Ini enggak beda jauh dibanding Ryzen AI7350. Cukup yakin kalau sasis dan cooling lebih oke bisa naik ke kisaran average sekitar 10 sampai 15%. Kalau kalian pakai workload workload intensive CPU ini secara teori oke. Kecuali jika kita bandingin sama kelas laptop gaming 14 inch. Namun di sisi lain rendering video 4K juga enggak bisa ngalahin Vivobook yang pakai Ryzen 7 dan Radeon 860M. Potensi GPU-nya agak di bawah ekspektasi. Radeon 880 M harusnya bisa di atas. Rata-rata Radeon 780 M bahkan mendekati performa Intel Arc 140V. Tetapi kalian bisa lihat ini performanya agak ketahan. Beda tipis sama Ryzen AI7350 yang pakai Radeon 860M. Sure kita bisa main game triple A setting mendekati rata kiri meski enggak lebih baik dari opsi Ultrabook atau handheld Ryzen AI7 dan Core Ultra 7 yang lebih terjangkau. Sebenarnya ini laptop bisa punya layout cooling yang jauh lebih optimal. Anehnya, Acer Ryzen AI9 di bawah WASD alias sisi kiri. Sedangkan kedua kipas kecil beserta hit sisi kanan dari atas. Hal ini membuat suhu di sekitaran WASD enggak terkendali sampai kisaran 45 derajat setelah dipakai main game 20 menit membuat ujung jari berasa nyeri saking hangetnya. Cukup yakin apabila layout-nya dibalik atau sistem kipasnya displit jadi dua seperti notebook lain yang normal dengan posisi APU di tengah, kenyamanan bakal improve banget. Di sisi keyboard, touchpad, dan lain-lain jujur aja enggak kelihatan berubah banyak dari Swift Go yang terakhir kami review. Sure, ada backlit putih dua tingkat, tombol khusus Acerse, tombol poweratu sama fingerprint reader, dan touchpad relatif luas. Gimik lucunya adalah ketika NPU aktif, misal buat Windows Studio Effect gitu, ini logo Xto kembang nyala-nyala. Asli, mendingan keep jadi media controls aja kalau mau bikin gimmik yang lebih kepakai. Speaker standar, daya tahan baterai lumayan juga untuk sebuah laptop Ryzen 9. Yakni kami coba dapat sekitar 12 jam playback YouTube dan browsing ringan. Adapter yang dibundt, tapi pakai 65 watt pun mestinya no problem karena toh APU-nya di limit. Jadi, kali ini masalahnya di laptop apa di APU? Jawabannya yang memang keputusan Acer membuat laptop satu ini patut dipertanyakan. Secara udah ada Acer Swift Gofort ini AI dengan Ryzen AI5 dan AI7 300 series yang lebih masuk di 18 juta. Punya layar OLED lebih tajam meski bukan touch screen. Rata-rata Ultrabook itu lebih butuh IGP kencang dan efisien tidak perlu CPU rata kanan. Ini rasanya cuma tag demo dari Acer dan AMD bahwa mereka bisa masukin SQ Ryzen 9 10 core ke dalam body Swift 14. Kalau memang butuh body 14 inch dengan performa CPU lebih proper sekaligus lebih fleksibel buat editing dan gaming, ada Asus Staff A14 di harga yang mirip. Sama-sama udah RAM 32 gig, Ryzen 7 seri HS dan enggak lupa RTX 4050. Jadi kira-kira apa nih yang bisa menjustifikasi keputusan Acer merilis SKU ini? Please like dan share. Gue Mike. See you in the next video

Lihat di YouTube