Tablet 2 Jutaan, Performa Mantap, Bisa 4G! | Review TECNO Megapad 11 (YouTube Video)
Ini adalah tablet 11 inci dengan harga R jutaan. Performanya udah oke, baterai lumayan besar, desainnya keren, dan RAM serta storage-nya terbilang cukup oke nih. Untuk kelas harganya ini adalah Techno Megapat 11. SOC-nya pakai Mediatch Helio G99. Udah kencang loh. Game berat seperti Gensin Impact itu sanggup dilibas sama yang satu ini. Baterai 8000 mAh, refresh rate 90 Hz, dan yang paling menarik dia punya konektivitas 4G juga. Oke, langsung aja kita review tablet yang kalian minta-minta itu review-nya ya. Ya, Techno Megapad 11 ini adalah tablet perdananya dari Tekno di Indonesia ya. Tekno sendiri memperkenalkan tablet ini bersamaan dengan cemon 40 series mereka. Nah, smartphone ini nantinya akan kita review juga kok ya, tapi nanti ya sabar tabletnya dulu. Nah, fokus kita kali ini adalah tablet 11 inciya. Jadi kita mulai dari paket penjualan terlebih dahulu. Nah, dalam paket penjualannya e kita lihat ini unit tabletnya udah ada screen protector ya. langsung terpasang di sini dan ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya. Walaupun cuma 18 wat untuk baterai 8000 mAh, tapi paling enggak ada chargernya di sini. Lalu ada kabel USBC, ada SIM tray ejector, dan ada paket dokumen. Nah, selain itu di luar bok tablet ini tekno juga menyediakan protective case gratis yang dapat kita gunakan sebagai dudukan atau stand dari si tablet. Menariknya, case ini hadir dengan warna yang senada dengan tabletnya. Jadi, enggak belang-belang nih ya. Jangan mentang-mentang harganya murah, cas-nya hitam semua. Enggak, dia ngikut sama warna tabletnya. Nah, sayangnya ini bukan keyboard ya. Ini cuma protective case-nya aja. Nah, untuk desain tabletnya ini hadir dengan desain dual tone dan metal finish seperti ini ya. Menariknya saat tablet ini kita pegang di suhu ruangan yang dingin ya, body belakang dari tablet ini juga ikutan dingin. Jadi memang ini terasa seperti bahan yang metal di sini ya. Tekno sih menyebutkan bahwa bodinya dari polikarbonat ya, tapi mungkin ada sesuatu di polikarbonatnya yang membuat pertukaran panas jadi lebih bagus. Jadi pada saat ada di ruangan dingin terasa dingin aja punggungnya. Ya, yang jelas walaupun pakai polikarbon tablet ini tetap terasa solid saat dipegang. Nah, untuk opsi warnanya dihadir dengan dua varian warna. Ada yang starfall gray dan ada yang vitality green ya seperti yang satu ini. Nah, untuk dimensi tingginya 257,1 mm lebar 168,7 mm dan tebalnya ada di 7,58 mm. Sementara untuk bobotnya sekitar 512 gr. Jadi, ya lumayan ringan lah, tapi wajar untuk tablet 11 inci. Nah, kalau cas-nya bagaimana? Nah, kalau kami timbang case bawaan tablet ini bobotnya ada di kisaran 369 gr. Jadi, total bobot tablet kalau dibawa dengan case-nya adalah 880 gr. Masih lumayan oke walaupun memang ini tanpa keyboard. Oke, sekarang coba kita lihat di sekeliling tablet ini ya. Posisinya horizontal tentunya ya. Di kanan ada dual grill speaker dengan 3,5 mm audio combo jack di situ dan ada port USBC. Lalu di atas ada SIM tray. Ini nano SIM plus micr SD. Iya. Dia ada slot SIM card-nya ya. Satu biji. Satu biji doang ya. Tapi lumayan. itu berarti dia sudah bisa pakai kontivitas seluler. Lalu ada dua lubang mikrofon, ada tombol volume up and down serta tombol power. Di kiri ada dua grill speaker dan di bagian bawah ini kosong. Enggak ada apa-apa ya. Nah, terlihat ya tablet ini hadir dengan quad speaker atau empat speaker. Untuk suara sendiri buat kami udah tergolong oke untuk kelas harganya. Menariknya tablet ini memiliki suara yang tergolong lantang. Tapi memang kalau kita mentokin volumenya ke paling atas, paling mentok ya, agak pecah suaranya. Jadi saran kami volume-nya jangan dimentokin lah kalau pakai tablet ini. Udah kencang juga kok suaranya. Nah, kita beralih ke sisi depan ya. Ini layar 11 inci. Enggak ada keterangan terkait panel yang digunakan, tapi ini karakternya adalah karakter IPS. Resolusinya FHD plus atau 1920* 1200 pikel. Refresh rate-nya adaptif 90 Hz. Jadi kalau enggak ada aktivitas di layar, refresh rate-nya akan turun ke 60 Hz. Kalau ada aktivitas dia naik ke 90 Hz. Untuk brightness diklaim sampai 440 nit. Sementara berdasarkan hasil pengujian kami, brightness layar itu bisa mencapai 466 nit. sedikit di atas klaimnya tekno. Nah, untuk color gambut layar ini bisa menawarkan gambut coverage di kisaran 94,9% sRGB dengan gambut volume di 16,5% sRGB. Jadi udah mendekati 100% sRGB ya udah lumayan oke untuk menikmati konten ya untuk nonton juga ya atau mau ngedit-ngedit foto video bisalah di sini. Oke, untuk beel layarnya memang bukan yang super tipis, tapi untuk tablet 11 inci ini udah ok lah ya. Kan kita butuh tempat untuk megang juga ya. Kalau terlalu tipis ya langsung kena layar dong pegangan kita nanti. Dan yang penting ini sudah cukup simetris di keempat sisinya jadi tablet ini terlihat rapi. Lalu kalau tabletnya dipegang di posisi horizontal seperti ini, kita akan menemukan sebuah kamera selfie di sini yang sensornya adalah 8 megap bukanya F2.0 0 perekaman video sampai dengan 2K 30 fps. Kemudian di samping kamera self-nya juga ada sebuah LED flash. Nah, ini membantu banget nih kalau kita lagi video call atau meeting online tapi situasinya mungkin kurang cahaya. Beralih ke sisi belakang ini adalah kameranya. Kita maobil bilang kamera utama tapi ini tablet ya. Anggaplah kamera utama 13 megapel bukan F2.0. Sudah autofokus. Video recordingnya up to 2K 30 fps atau bisa juga 1080p 60 fps. Hai tekno tolong dong bisa enggak ya tukeran aja nih kameranya. Mendingan kamera yang e resolusi tingginya itu menghadap kita. Ini kan tablet ya. Jarang ada orang foto-foto e ke depan gitu pakai tablet. Jarang. Biasanya tuh ngadap ke kitanya yang dipentingin tuh ya. Oke, lanjut. Di sini juga ada LED flash tentunya. Nah, untuk spesifikasi SOC-nya mm ya udah memang adanya ini ya enggak usah protes-protes lah ya. Ya kan semua pada protes ya. Biasanya minta G99 ah G99 lag99 lagi. Udahlah ini R jutaan pakai G99 udah lumayan kencang ya. Jadi performanya udah lumayan oke karena pakai Helio G99 di sini dan RAM-nya udah 8 GB LPDD dar 4X. Oke, di sini ada fitur memfusion buat nambahin filtual RAM ke tablet. Tapi saran kami enggak usah ditambahin. Udahlah enggak usah enggak usah dipakai itu enggak usah ya. Apalagi kalau kalian belinya yang versi ini yang 8128 ya. Kalau MFUS yang ditambahin 128nya hilang tuh ya kepakai buat RAM-nya enggak usah. Lagian 83 udah oke kok. Jadi 8128 enggak usah pakai Mfusion udah mantap. Dan menariknya karena ini sudah G99 otomatis dia sudah pakai UFS ya. Enggak usah ditanya IMMC atau bukan karena katanya G99 ini tidak punya controller untuk IMMC. Jadi bisanya pakai UFS aja. Nah, buat kalian yang mungkin butuh nyimpan-nyimpan data ya di dalam tablet ini juga mau ekstra lagi lebih ya dia bisa pakai micro SD yang tadi disebutkan ya. Dia support sampai dengan 512 GB. Lumayan. Nah, untuk baterai 8000 mAh ini udah lebih besar ketimbang yang ee tetangganya punya atau saudaranya punya ya. Itu kan R.000 ya dulu ya. Nah, ini 8.000 ya tetangganya yang sebelumnya. Yang sebelumnya bukan yang 13 inci. Kalau 13 incip 10.000 itu ya. Ini Rp8.000. Dukungan chargingnya adalah 18 wat. Nanti kita lihat bagaimana hasilnya. Untuk sensor-sensor dia punya akselerometer, magnetometer, dan ada gyroskop. Ini kelihatannya hardware gyiroskopnya ya. Tapi di sini memang tidak ada light sensor, jadi tidak ada auto brightness di sini. Tapi ya enggak apa-apa jugal buat tablet yang penting lebih murah dan lebih kencang ya enggak? Nah, untuk kektivitas ya pakai ditanya lagi 4G lah udah jelas 2G, 3G, 4G ya. Jadi buat telepon selular bisa di sini ya. Nah, tapi kalau mau teleponan kita harus pakai speaker ya karena ya aneh juga sih kalau langsung diangkat seperti itu dan posisi kameranya juga tidak pas gitu ya dan enggak ada bagian earpiece-nya juga enggak ada. Jadi kalian ee pakai speaker atau pakai TWS atau pakai ya apapunlah yang pakai kabel juga boleh terserah bebas ya. Lalu untuk Wii dia Wii 5. Bluetooth-nya versi 5.2. Support AAC, SBC, LDAC, LHDC bisa semua ya. USB-nya udah bisa OTG. Nah, untuk OS dia pakai High OS 14. Jadi, Android-nya berbasis Android 14. Menariknya meskipun tablet ini harga cuma Rp jutaan aja, tapi tablet ini ternyata udah punya fitur AI ya. Itu sudah dipakai sama semuanya sepertinya sekarang ya. Mau itu Techno, mau itu juga punya, mau itu siapa ya, pakai transent lah ya. Itu sudah punya semua kayaknya mereka copy paste semuanya ya. Enggak apa-apa. Bukan hal yang buruk, bukan hal yang buruk, hal yang bagus malah ya. Bagus. Kalian bertiga bikin bareng-bareng dicopy ke semuanya lebih murah kan jadinya. Nah, di sini ada AI call noise cancellation yang diklaim bisa meredam suara bising dari sekitar kita saat melakukan panggilan. Ada Ella kalau di sini ya ini voice assistant berbasis AI yang dihadirkan tekno dalam tablet ini ya. Saat kami cek ada banyak hal yang bisa diperintahkan ke AI yang satu ini seperti mengambil foto selfie, memutar musik dan ada lagi beberapa yang lainnya. Dengan catatan untuk input suara dia belum support bahasa Indonesia. Kalau ngetik sih bisa ya, tapi kalau input suara belum. Lalu di sini ada AI text coners yang dapat mudahkan kita meringkas atau merangkum isi dari sebuah artikel. Nah, caranya tinggal tekan dan tahan tombol power selama beberapa detik sehingga muncul ElA voice assistant. Kemudian tinggal paste artikel yang kita ingin rangkum tadi. Nah, setelah itu nanti E-nya akan memberikan rangkuman dari artikel yang kita inputkan. Nah, kalau untuk aplikasi bawaan, nah di sini juga masih ada tapi minim lah ya. Itu pun aplikasi bawaan dari Techlow dan Google aja ya. Bagus nih, enggak ada aplikasi di sini. Oke, untuk jaminan update sayangnya belum ada informasi resmi dari Tekno. Tapi kalau ada kami tulis di sini ya. Kami sambil menunggu nih sebetulnya bikin video ini ya. Apakah ada atau tidak e jaminan update-nya kita tulis di sini. Oke, kita lanjut ke benchmarking. Sayangnya Antut 10-nya harus pakai 3D Lite di sini. Entah kenapa ya kita dapat R27.000-an ya. Ini hanya bisa dibandingkan dengan Anutus 10 yang pakai 3D Light yang lain ya. Jangan dibandingkan sama Antotutus 10 yang biasa. Lalu untuk Geekbandch 6 single core 729 multiore dis 1986. Lalu untuk 3DMX sling shot extreme open GL 3.1 grafic skornya 2.638. Nah, untuk 3k wild life stress test kita lihat best scor-nya di 1347 dan lowest score di 1339. Stability-nya di 99,4%. Standar lah untuk G99 rata-rata kayak begini. Untuk JFX Band TX 1080p off screen 67 fps. Manhattan 3.1 1080p off screen di 28 fps. Oke, langsung kita lihat untuk gaming Real Racing 3 dulu. Kalau dimainkan game ini bisa jalan di 90 fps dengan lancar. Dengan catatan, pastikan setting refresh set layar perlu kita atur ke 90 Hz terlebih dahulu, ya. Karena kalau kita pakai mode auto, refresh rate-nya akan nyangkut di 60 Hz. Ya, di game-nya nanti akan nyangkut di 60 fps juga. Jadi, biar lebih smooth di 90 fps setting ke 90 Hz layarnya. Lanjut untuk Mobile Legends. Di sini setting frame rate super atau 90 fps udah langsung kebuka. Lalu saat kami mainkan dengan opsi grafis ultra 90 fps, game ini jalan lancar di 90 fps. Mantap. Lanjut ke PUBG Mobile. Setting yang terbuka itu sampai ultra atau 40 fps aja ya. Saat kalian mainkan dengan setting grafik di balance, frame rate-nya didapatkan dari kesaran 40 fps juga. Entah kenapa ya PUBG ini akhir-akhir ini agak dicuekin sama brand-brand HP ini. Enggak tahu kenapa nih. Udah mulai kurang seru apa pertandingannya. Anyway, kalau untuk gyro aiming ini aman ya kan dia pakai hardware base gyro lancar di sini gyro aiming-nya. Lanjut untuk Genensin Impact. Kita coba setting lowest 60 dulu ya dengan setting skenario seperti biasa traveling monster diway bolak-balik selama setengah jam dan hasil frame rate kita dapatkan stabil di atas 30 fps tepatnya di kisaran 35 sampai 55 fps. Saat battle pun frame rate-nya mirip dengan saat traveling ya kisaran 35 sampai 45 fps. Ini hasil yang cukup baik untuk SOC Helio G99. Nah, kestabilannya itu membuat kami bisa bilang rankingnya itu bukan C seperti yang bisa didapatkan sama device device yang G99. Kali ini kita bisa bilang ini C+. Nah, sekarang mari kita lihat dulu suhu permukaannya. Di bagian backover suhu terlihat mencapai 43 derajat celcius di area dekat dengan modul kameranya. Sementara area lain terlihat lebih adem suhu di bawah 35 derajat Celcius. Lalu untuk bagian layar su terlihat adem ya, hanya mencapai 35 derajat Celcius aja. Jadi aman banget ini. Oke, pasti banyak yang nanya ya, gimana kalau watering wave? Sayangnya kalau dimainkan di setting grafis ultra performance 60 fps, game ini hanya mampu jalan di kisaran 25 sampai 30-an FPS. Bahkan saat battle bisa turun ke belasan FPS. Jadi untuk saat ini masih belum bisa main watering wave. Enggak tahu kalau watering wave-nya nanti diperbaiki jadi lebih bagus, ya bisa jadi bisa dimainkan di sini. Tapi untuk sementar waktu ini belum bisa. Oke, sekarang kita lanjut ke pengujian kamera. Nah, video yang teman-teman lihat kali ini adalah hasil perekaman dari Techno Megapad 11. Ya, ini di kondisi pencarian yang proper di mana lampu studionya saya nyalakan. Lalu ini adalah hasil perekaman jika lampu studionya tadi saya matikan ya. Jadi ini hanya menggunakan lampu ruangannya saja. Dan dapat teman-teman lihat di sini noise-nya langsung mulai kelihatan ya. Tapi ini wajar karena ini di dalam ruangan yang cahayanya juga agak remang ya. Ya, jadi kami akan menyarankan untuk menggunakan kamera ini di kondisi cahaya yang proper ya. Jangan di kondisi cahaya yang remang seperti yang tadi. Oh ya, kalau misalnya kalian sedang berada di kondisi yang kurang cahaya, di sini ada loh LED flash yang dapat kita gunakan dan ini juga dapat kita atur intensitas cahayanya ya. Oh ya, buat yang butuh detail ekstra di sini ada opsi perekaman hingga 2K 30 fps di kamera selfie-nya. Dan dapat teman-teman lihat di sini view angle-nya lebih lebar ya dibanding opsi 1080p 30 fps yang tadi. Oh ya, perlu diperhatikan di sini sayangnya input mikrofonnya agak kecil ya. Jadi pastikan kalian bersuara dengan keras atau dapat dibantu juga dengan proses editing saat menggunakan kameranya ini. Lalu, ini adalah hasil perekaman kamera belakang dari tablet ini ya di resolusi 1080p 30 fps dan hasilnya ini stabil ya karena fitur ace-nya jalan di sini. Lalu buat yang butuh detail ekstra, di sini ada opsi perekaman 2K 30 FPS untuk kamera belakangnya juga. Cuma sayangnya di sini fitur Ace-nya mati ya. Oh ya, di sini ada opsi perekaman 60 fps juga di resolusi 1080p. Hasilnya kurang lebih seperti ini. Cuma memang ini masih belum stabil. Tapi ini wajar siapa juga ya yang bakal sering pakai kamera belakang tabletnya. Coba tulis di kolom komentar. Oh ya, di sini kita juga coba bagaimana kalau misalnya kita pakai untuk aplikasi meeting online. Di sini saya coba di Google Meet ya. Dan kita coba kalau misalnya gunain fitur-fitur efek yang ada di aplikasinya. Sini ada background virtual background ya. Dan ini emang sedikit patah-patah tapi wajar. Overall kemampuan kamera dari Techno Megapad 11 ini terhitung oke ya untuk harganya. Apalagi di sini sudah menyediakan opsi perekaman hingga 2K 30 fps untuk kamera selfie-nya. Dan juga di sini ada LED flash yang dapat membantu kita saat merekam video ataupun menggunakan kamera ini di kondisi pencahaan yang agak kurang ya. Oke, sekian dari saya. Kita lanjut lagi ke pembahasan selanjutnya. Oke, kita lanjut untuk pengujian baterainya untuk YouTube local video playback 1080p baterai bisa bertahan sekitar 22,5 jam. Ini lumayan oke loh untuk sebuah tablet ya. Kan layarnya gede ya di 11 inci. Biasanya dhan baterainya itu kalau untuk tablet yang kayak begini tuh di belasan jam aja. Ini bisa di atas 20 jam udah mantap benar. Lanjut untuk YouTube streaming 1080p 30 fps non HDR. Baterai berkurang sekitar 3% dalam 30 menit. Ini juga wajar. Dan untuk mainan TikTok ya, siapa tahu ada yang maain TikTok di layar 11 inci ini. Baterainya berkurang 4% dalam 30 menit. Lagi-lagi masih dalam batas yang wajar ya. Untuk Gensi Cinp kita coba di lawas 60 fps dalam baterai berkurang sekitar 9% dalam 30 menit. Asik nih, lumayan irit kalau ini ya. Oke, langsung kita coba untuk charging sampai 50% baterai terisi dalam waktu 1 jam 5 menit. Kalau untuk mengisi dari kosong sampai penuh butuh waktu 3 jam 15 menit. Iya. Kalian mau protes ini lama? Iya. Tapi ini 18 watt chargernya dan baterainya 8000 mAh ya. Jadi ya masih lumayan wajar lah ya. Jadi, berhubung tabletnya juga udah lumayan irit, mungkin dia mau dicharge sambil tidur aja enggak apa-apa juga kok ya. Lama kok dia nge-charge-nya. Oke, lanjut lagi. Untuk Netflix dia udah support white fan L1 tanpa dukungan HDR. Jadi ini sudah support streaming content HD ya di sini ya. Untuk YouTube playback dia bisa muar video dengan resolusi 1440p 60 fps. Lancar juga walaupun tanpa HDR untuk G99 ini wajar. Haptic feedback-nya bagaimana? Nah, ini aneh ada soalnya heptic feedback-nya. Biasanya kalau udah tablet itu udah enggak ada heptic feedback ya. Dan untuk kualitas getarannya juga terbilangan cukup oke untuk kelas harganya. Bukan yang dibilang enggak enak gitu ya, masih bisa dipakai kok. Lalu untuk Wii sharing ternyata juga bisa. Dan untuk menggunakannya kita tinggal menyalakan tombol hotspot dari tablet ini saat terhubung ke jaringan Wii. Berarti modul Wii-nya lumayan oke nih. Lalu ini pasti banyak yang nanya, "Apalagi kalau buat tablet bisa terima input berapa jari?" Bisa 10 bersamaan. Aman. Bisa 10 bersamaan ya. Lalu apakah bisa pakai keyboard dan mouse? Tentunya bisa. Ini kan Android ya. Kalian mau pakai keyboard, mouse-nya lewat Bluetooth bisa, mau lewat USBC, mau pakai dongle bisa semuanya. Untuk harga ya, ada dua varian dari Tekno Megapad 11. Yang 8128 itu harganya di Rp2.499.000 dan ada yang 8256 yang harganya di Rp2.699.000. Ya, tapi itu kan harga resmi. Kalau kalian mau tahu harga benarnya, coba langsung aja cek toko online ya ee atau di marketplace gitu ya. Coba dilihat harganya berapa. Tulis deh di kolom komentar kalian dapat berapa atau mungkin ada yang udah beli. Nah, kasih tahu deh kalian dapat promo sampai harga berapa tuh turunnya tuh ya. Oke, harga ini juga ah termasuk garansi resmi selama 13 bulan. Ada ekstra ya nambah 1 bulan ya. Tidak hanya itu, ada juga garansi 6 bulan untuk aksesoris bawaan yang ada dalam paket penjualannya yang berarti charger dan case-nya. Oke, kita langsung masuk ke hal yang perlu diperhatikan. Pertama, dia belum punya light sensor jadi enggak punya fitur auto brightness. Lalu brightness layarnya agak terasa kurang aja ya kalau masih di kisaran 400-an nit sebetulnya ya. Kalau buat di luar ruangan terutama di bawah matahari ya pasti terasa agak gelap pasti ya. Tapi kalau dalam ruangan sih masih lumayan oke lah. Dia masih mirip dengan tingkat kecerahannya laptop sebetulnya. Lalu di sini belum ada kepastian terkait update yang disediakan oleh Teekno. Kemudian kita sebetulnya sedikit berharap melihat tetangganya ngasih keyboard. Harusnya dia juga ngasih keyboard dong ya. Ya, paling ada L keyboard-nya di situ. Jadi lebih langsung jadi kayak laptop kecil gitu. Kemudian untuk charging meskipun emang bukan yang luar biasa lama tapi ya buat yang belum terbiasa dengan baterai besar, charger kecil, itu akan merasa bahwa 3 jam itu lama ya. Nah, dari segi kelebihannya performanya ini memadai banget buat kelas harganya ya. Tampilan layarnya juga udah oke walaupun sedikit kurang terang buat di outdoor. Lalu dia tahan baterainya terbilang bagus banget untuk sebuah tablet yang 11 inci. Lalu dia supportitas seluler. Jadi akses internetnya tidak tergantung WiFi atau tetering. RAM-nya udah besar dan storage-nya masih ada dua pilihan 128 atau mau yang 256 ya. Dan kalau kurang itu masih ada micro SD slot-nya ya. Lumayanlah buat nyimpan-nyimpan file di situ mungkin ya. Lalu untuk OS yang kami terima setidaknya ini terbilang bersih dari iklan dan minim sekali aplikasi bawaan. Untuk speaker juga udah oke banget. Volumenya bisa lantang juga. Support perekaman hingga 2K 30 fps untuk kamera selfie dan kamera utama. Dan untuk kamera utama atau kamera yang di belakangnya sana itu ada 60 fps-nya juga untuk 1080p. Lalu dia udah punya LED flash untuk kamera belakang dan kamera yang menghadap kita juga ya. Dan heptic feedback entah kenapa ada di sini tapi ada. Jadi lumayan udah oke banget. Lalu dia punya hardware base gyro masih punya audio jack 3,5 mm. Netflix-nya udah white fan L1. Paket penjualannya juga udah lumayan ya. Ada protective case-nya juga chargernya ada gitu ya. dan protective case-nya tadi itu warnanya tuh sama senada gitu ya dengan body dari tabletnya sendiri. Lalu garansi resminya ekstra panjang sedikit 13 bulan di sini. Jadi dengan harga kisaran R jutaan Tchno Megapad 11 ini menawarkan paket lengkap yang sulit untuk diabaikan. Mulai dari performa SOC-nya yang lumayan kencang, layarnya 90 Hz, ya baterai lumayan awet, speaker cukup lantang, ada kontivitas 4G juga. membuat tablet ini adalah salah satu pilihan yang menarik di kelas harganya dan terutama kalau kalian nyarinya yang 11 inci, kalau nyari yang 13 inci ee tetangganya punya ya. Mirip-mirip juga seperti ini. Saya D Irfan Jaka TV. [Musik]
Video Lainnya
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Persaingan ponsel sejutaan semakin sengit berkat kehadiran dua saudara kembar yang menawarkan spesifikasi menggoda. Meski sekilas tampak serupa dengan layar mulus...
Pasar ponsel pintar kelas entri kembali diguncang oleh kehadiran Tecno Spark Go 3, sebuah perangkat yang tampaknya siap mendefinisikan ulang ekspektasi pengguna di...
Pasar ponsel pintar kembali diguncang oleh kehadiran gawai ramah kantong yang secara mengejutkan tampil sangat identik dengan desain perangkat flagship termewah...
Kenaikan harga smartphone di kelas entry-level sering kali membuat kita berekspektasi lebih terhadap peningkatan fitur yang dibawa. Namun, Tecno Spark Go 3 justru...
Pasar ponsel pintar kelas menengah kembali diguncang oleh kehadiran Tecno Camon 50 yang membawa kombinasi spesifikasi ekstrem, mulai dari baterai raksasa hingga...
Kondisi pasar teknologi global belakangan ini memang sedang bergejolak, memicu lonjakan harga yang cukup terasa pada berbagai perangkat elektronik modern, termasuk...
Berburu ponsel baru di rentang harga Rp3 hingga 5 jutaan menjelang momen Lebaran kini terasa jauh lebih menantang sekaligus memuaskan. Pasar mid-range tahun ini...
Pasar laptop premium super tipis kini kedatangan penantang baru yang siap mengusik dominasi nama-nama besar. TECNO Megabook S14 hadir mendobrak stigma dengan...
Pasar ponsel pintar kelas menengah kembali diguncang oleh inovasi radikal yang menantang batas desain konvensional. Melalui Tecno Pova Slim, industri disuguhkan...
Berburu ponsel baru di rentang harga Rp 1 hingga 5 jutaan kini terasa seperti menjelajahi medan perang spesifikasi yang sangat sengit. Menariknya, pergeseran tren...
Pasar ponsel pintar di penghujung tahun selalu menyajikan kompetisi sengit, di mana deretan perangkat baru saling sikut demi memikat hati konsumen yang bersiap...

















