Tablet 2 jutaan Redmi Pad tapi versi Poco ! (YouTube Video)
Hai Andika, Guys. Di sini kenalin ini adalah Pocopet C1. Harganya itu R jutaan. Terus dia punya layar 2K refresh rate 120 Hz, bodinya metal katanya dan baterainya 67.700 mamp. Ya, di indis ekonomy ya 2,3 jutaan itu okelah untuk sebuah tablet. Cuman masalahnya ketika saya buka bok ini kalian pasti langsung dejafu sama produk lain yang karena benar-benar plek ketiplek. Langsung aja deh kita coba unboxing ya. Ya, boksnya ya kayak puku biasanya dengan warna kuning. Dan untuk warnanya gry 4 GB, 64 GB. Nah, ini lihat spesifikasinya ya. Nah, spesifikasi ini mirip sama Redmi 9,7 yang kemarin kita bahas. Plek ketiplek cuman ganti baju aja. Bajunya kayak gimana? Coba kita lihat. Oke, jadi di dalamnya langsung disambut dengan Pocopet C1 dan juga beberapa selling point-nya. Dia pakai Snapdragon 6S Gen 2. Terus daripada pakai Uni SOC ya masih mending pakai inilah ya Snapdragon gitu walaupun bukan chipset baru juga. Plus kita juga dapat adapter. Adapternya ini cuma 15 watt. Jadi bayangin aja ngisi baterai segede itu buat tablet ya bisa 2 jam lebih lah. Terus juga dapat kabel type A to type C dan coba kita lihat apakah ada case-nya. Enggak ada. Ini ada buku panduan, terus juga ada SIM ejector. Sim ejectornya coba kita ambil dan kita lihat apakah dia support dengan micro SD. Karena storage-nya kan cuma 64 GB ya. Dan inilah si Poco C1-nya [musik] ya. Secara baju sih dia beda memang dengan Redmi Pad 9,7 inch yang kemarin juga udah kita unboxing. [musik] Cuman secara jeroan spesifikasi editor tolong ditaruh di sini aja spesifikasinya itu sama persis kayak difotokopi plek ketiplek bobotnya. Untuk Poco C1 ini 406 gr dengan ketebalannya 7,4 mm ya. Kalau dipegang dengan tangan dua masih nyaman lah ya kalau misalkan digunain untuk nonton karena enggak segede 10 inch atau 11 inch. Tapi kalau lama-kelamaan kayak kalian nonton 3 jam gini terus ya tetap aja kerap. Terus untuk desainnya sambil kita ambil ini ya stiker ini ya biar kalian bisa lihat dengan jelas warnanya. Nah, jadi warnanya itu kayak biru tapi katanya gre. Jadi biru kegre-grean gitu ya. Terus di sini ada kameranya satu doang terus ada garis pembatas di sini. Desainnya cakep sih, tapi kalau dibilang tipis enggak yang tipis banget, masih 7 sekian mili. Dan untuk port-portnya di sini ada volume up, volume down, di sini ada. Nah, ini saya penasaran nih. Kita coba lihat apakah dia ada bisa support micr SD ya. Karena storage-nya itu cuman 64 GB dan hasilnya support ya. Dia bisa micro SD cuman enggak bisa SIM card. Nah, di kelas harga [musik] segini yang bisa sim card itu kalian cari aja Techno pad itu bisa SIM card. Jadi kalau kalian cari 2 jutaan yang bisa SIM card, Tikno itu termasuk salah satu yang menarik. Cuman ya yang ini Wii only. Terus di bagian sini ada speaker type C, audio jack. Nah, kan sekarang audio jack itu lagi ngetren lagi ya. Kalian bisa pakai audio jack tapi kalau kalian ngantongin tablet ini ya surem sih ya. Terus di sini kosong. Terus di sini ada speaker dan ada tombol power. Oke, sekarang coba kita nyalain sambil kita instalasi beberapa aplikasi untuk hands on. Nah, Kak maunya lah. Oh, mau nih. Nah, bootingnya kayak gini. Untuk layarnya lumayan reflect dan dia cepat banget nempel fingerprint [musik] ya. Terus sambil kita nunggu booting, ya, booting-nya lumayan lama. Kita lihat tombol power-nya ini enggak ada fingerprint-nya. Jadi untuk keamanannya sih cuman pakai Face ID aja. Nah, bootingnya lumayan lama, Guys. Kita tunggu dulu, ya. Oh ya, sambil nunggu booting, kamera depannya ini ada di 5 megapel. Sementara kamera belakangnya tadi 8 megap yang nanti bakalan kita cobain. Nah, kalau kita lihat spesifikasinya tadi itu benar-benar plek kipplek dengan Redmi Pad 9,7 inch. Saya enggak tahu ya kenapa mereka melakukan hal ini, tapi ini sebenarnya bukan pertama kali kayak Vivo sama IQ juga pernah melakukan hal yang sama. Mungkin ya daripada bikin molding baru, form fact vor factor baru, ya udahlah ya ganti back cover aja terus diganti branding. Jadi kayak rebranding aja gitu. Toh mereka juga satu company kan. Oke, jadi si Pocopet C1-nya udah selesai kita instalasi. Boh, langsung kelihatan ya bezelnya ya, standarnya tablet entry level lah ya. Tebal dan simetris. [musik] Maksudnya tebalnya itu simetris. Jadi kanan kiri bawah atasnya itu tebal semua. Dan kita coba lihat ya ini udah kita instal. Kita coba lihat dulu untuk software-nya. Dia di HyperOS OS versi berapa? Jadi dia ada di HyperOS OS versi 3 dengan Android versi 16. Ini udah paling update [musik] ya. Terus untuk storage-nya kalau kalian lihat weh bentar kepencet ya. Nah, gak ada update available. Ini udah versi terbarunya. Out of the box-nya kayak gitu. Terus storage-nya cuman sisa berapa tuh? Sekitar 19 GB ya. Kalau storage kalian cuman 64 GB. Jadi kalau kalian mau instal Genin Impact pun ya pertama enggak bisa dimainkan. Mungkin bisa dibuka tapi enggak [musik] bisa dimainkan dan storage-nya bisa langsung penuh. Tapi yang menarik walaupun ini entry level tapi Xiaomi interconnectivity-nya masih bisa dipakai yang artinya kalian bisa kekin langsung dengan ya laptop Xiaomi yang lain atau HP Xiaomi yang lain. Ada Xiaomi Share juga. Terus AI-nya sayangnya enggak ada sih ya AI-nya ya. Biasanya ada pitch di sini Xiaomi AI. Cuman saya penasaran apakah ada circle to search ya. Enggak bisa. Oh ada nih ada circle to search guys. Jadi beberapa tablet entry level itu biasanya enggak ada circle to search tapi di Xiaomi ini ada ya untuk EAI basic masih dapat lah. Untuk layar dia pakai refresh rate 120 Hz ya tapi ini adaptif dan bisa kita ganti ke 60 Hz. Dan layarnya ini bukan layar yang HD Plus di kelas harga segini, tapi layarnya ini 2K. Nah, masalahnya kalau kita cek ya di website-nya Snapdragon Snapdragon 6S G2 itu maksimal itu cuma sampai full HD 120 Hz. Jadi tokenya di sini itu sebenarnya ya buat apa ya? Karena chipsetnya itu enggak support. Menurut saya sih akan lebih bagus kalau misalkan layarnya full XD aja tapi storage-nya tadi ditambah karena kayak ya chipsetnya enggak support ngapain dikasih 2K gitu. Tapi kalau kita ngomongin refresh rate-nya 120 H-nya udah nyaman sih ya. nyaman tapi patah-patah gitu karena RAM-nya 4 GB. Coba kalian paham enggak sih maksud saya? Dia kan 120 Hz harusnya mulus ya. Cuman karena RAM-nya ini cuma 4 GB jadi secara ee performanya itu nge-lag tapi layarnya mulus. Jadi gimana ya? Nge-lag tapi patah-patah gitulah. Cuman untungnya untuk layarnya ini pas kita tes ya dengan Kalman untuk brightness-nya itu dia bisa tembus hampir 500 nit ya untuk sebuah tipical brightness itu masih oke. Intinya kalau kalian buat outdoor atau kalian di cafe dengan dekat jendela itu masih aman dan untuk warnanya di mode Vivit dia bisa tembus di 93,3% sRGB sementara mode standar di 87,8% sRGB ya. Untuk kelas harganya entry level segitu sih masih menyenangkan lah ya in this economy di mana semua komponen itu naik walaupun enggak sampai 100% sRGB tapi masih [musik] mendekati cuman karena dia 4 GB ya kalau kalian sudah terbiasa pakai RAM 8 GB atau 6 GB dengan chipset yang lebih kencang ya jangan pindah ke sini ya kayaknya kayak kayak nih coba ya misal saya ketik aja 4K video tuh ya dia enggak yang nge-lag banget tapi karena saya terbiasa pakai tablet yang lebih oke ya jadi kayak ya. Hah, kok patah-patah sih? Gitu. Jadi, mindsetnya harus dirubah. Oh, ini tablet entry level kok. Biar kalian memaklumi. Sekarang kita coba lihat gimana untuk kualitas layarnya. Bentar. Ini kok enggak mau landscape. Apakah ke-lock? Oh, iya kelock, Guys. Nah, ini untuk layarnya. W. Nah, ini kira-kira seperti ini. Ini udah mode full ya. Tuh, jadi mau difulin juga percuma sebenarnya ya. Enggak ada ngefeknya, enggak ada barnya. Jadi, originalnya aja udah cukuplah. Nah, untuk layarnya kira-kira seperti ini. Masih oke sih ya. Cuman kalian tinggal kasih screen [musik] guard anti reflectif aja karena ini reflek banget. Kecuali kalau brightness-nya saya tambah enggak mungkin reflek sih. Tapi nanti di kamera bakalan [musik] terlihat gimana gitu. Nah, warna ijunya masih cakep, masih natural, terus wah warna gelapnya sih ya shadow [musik] highlight-nya ini kayak kurang ngangkat dikit gitu. Terus kalau untuk speaker, speakernya dia ada dua dan kualitasnya ya standarnya tablet R jutaan sih ya. Untungnya dia ada stereo lah. Coba kita lihat kalau misalkan dia kita upsaling bisa sampai di berapa ya. Woh, mentoknya di 1080p, Guys. Gak bisa 2K. Coba saya cari video lain, ya. Ini bisa enggak, ya? Kalau di video tadi kan cuma 1080p itu. Padahal tadi videonya katanya tuk. Nah, coba kita lihat. Wah, enggak, Guys. Mentoknya tetap 1080p 60 fps. Jadi, layar 2K-nya tadi pun enggak bisa di-upskiling di YouTube ya karena chipsetnya [musik] enggak support ya. Oke, sekarang coba kita lihat performanya si Snapdragon 6S Gento 2 ini. Kalau dibuat untuk 2026 apakah masih mumpuni? Tapi kalau kalian lihat tadi dia bench park-nya itu untutunya yang versi 3D light ya skornya itu R61.000 dengan detailnya itu seperti ini. Nah, kalian bisa lihat di sini. Oke, cukup benchmark-nya. Sekarang kita coba lihat apakah ada Geekbandch. Sebentar, Geigbandch-nya ada. Tunggu, Guys. Nah, untuk Geigband segini single core dan multiore-nya. Kalau untuk GPU-nya kira-kira segini nih. Nah, sekarang pertanyaannya dengan harga Rp2 jutaan, kita bisa main game apa aja, Bang? Langsung aja kita coba tes. Nah, kita ngetesnya cuma di dua game ini aja ya. Karena Gen Impact itu udah pertama jelas gak kuat dan kedua menemuin storage. Ini aja tadi tinggal 19 GB ya. Dan PUBG dia kebukanya di 60 fps. Cuman sayangnya enggak bisa di 60. Jadi average-nya itu maksimal di 43 tapi average-nya masih cukup label lah ya dengan 37 FPS. Terus power yang dikonsumsi itu sekitar 3,55 watt. Uh, lumayan gede juga ya. Dan temperaturnya di 36 derajat celcius. Terus di Mobile Legends, coba kita lihat dia kebuka di settingan apa. Wah, 60 fps, Guys. Dan average-nya max-nya bisa 60 tapi average-nya di 57,9. Jadi masih playable dimainkan lah. Cuman dia butuh power yang lebih gede, 4,1 waternya di 36 derajat celcius. [musik] Nih ya. Kalau untuk detailnya di Mobile Legends dia power-nya itu cuman ya enggak sampai 6 watt. Terus CPU frekuensinya segini. Kalian bisa lihat enggak ya? Coba saya dekatin dulu. Nah, segini. Baterai mana baterainya? Ya, baterainya bisa enggak lihat di sini? Nah, ini untuk baterainya di power ini, ya. Kalian lihat chart yang kanan ini kan dia berapa tuh? Sekitar dari 70% ke 60%. Dan baterainya ini lumayan boros sih. PUBG 30 menit itu dia berkurang sekitar 9%. Mobile Legends 30 menit tadi berkurang sekitar berapa? 8%. Makanya buat Poco Pad ataupun yang lain kalau chipsetnya itu enggak support, enggak usah dipaksain. Malah bisa habisin baterai padahal ya performanya atau layarnya toh kita juga enggak enggak tuki-tuki banget gitu. Cuman [musik] enggak nitif di upscaling gitu. Jadi ngapain? Nah, kalau yang lain kayak 3D Mark. Nah, skornya kalian bisa lihat di sini ya. Saya tapi pengin lihat. Ah, ini stres tes ya. Dia dapatnya 96,8% yang artinya ini 20 kali loop. Jadi kalau kalian gunain tablet ini secara terus-menerus di kebutuhan yang load banget kayak Mobile Legends tadi contohnya ya, dia enggak throttle karena dia dapatnya stability itu di 96,8% yang artinya skor-skor ini 121 sampai 124 ini stabil terus. Jadi enggak pernah clating turun gitu. Slingshot segini apalagi ada stres lagi enggak? Udah enggak ada ya. Jadi itu hasil-hasilnya tadi. Kalau untuk fitur-fitur lain Gemini Gemini harusnya ada ya kalau ada circular to searcherschers. Jadi caranya kalian tinggal tekan tahan aja di sini harusnya dia manggil Gemini tuh di bawah ini. Jadi walaupun entry level tetap dapat ini karena enggak semuanya dapat circle to search, enggak semuanya dapat button untuk shortcut gemini biasanya yang harga R1 jutaan itu enggak dapat tuh. Nah, sekarang pertanyaannya di kelas harga segini kompetitornya siapa aja? Jelas saudara tiri atau saudara kandung menyebutnya ya. Ya, si Redmi pad-nya sendiri 9,7 itu harganya juga mirip-mirip R jutaan. Jadi kalian gak usah buka GSM Arena. Intinya kalau dari dua produk itu kalian dapat voucher yang lebih bagus, ada yang lebih murah antara Redmi atau Poco, ambil aja. Karena sebenarnya keduanya ini sama persis plek ketiplek. Cuman kalau kalian cari alternatif lain ada Techno Mega Padya ya. Cuman dia enggak enaknya gede sih 11 inch. Mungkin buat kalian [musik] yang enggak suka tablet berat 11 inch itu lumayan. Full HD plus refacing-nya 90 Hz. RAM-nya juga 4 GB, storage-nya 128 GB dengan baterai Technopad itu 8000 mAh plus ada fingerprint-nya. Dan yang menarik, Techno itu dia udah ada izin postalnya, udah ada IMEInya atau kalian bisa pakai SIM card. Jadi kalau kalian gunain [musik] untuk dikasir sebagai moka, pos gitu masih bisa walaupun tetap lelet ya karena 4 GB. Terus kalau kalian mau dari Samsung, ada Samsung Galaxy Tab A11. Ketika video ini dibuat dia memang lebih mahal sekitar lebih mahal Rp500.000 2,7 juta layarnya 8,7 inch 90 Hz. Resolusinya kecil, baterainya cuma 5100 mz, tapi bodinya lebih ringan dengan Helio G99 yang sebenarnya secara performa juga mirip-mirip lah ya. Anutunya itu Rp500.000-an lah. Pilihannya ke mana? Tergantung kalian sih, sesuai dengan kebutuhan masing-masing aja. Cuman overall si Pocop C1 ini kalau ditanya dia menarik atau enggak? Menarik asalkan kalian beli ini dengan tepat lah ya. Contohnya kalian cuma mau baca komik, PDF, kelas online, browsing, media sosial, Mobile Legends casual, terus tablet [musik] kedua itu masih okelah. Sebentar saya mau tahu dia ada mode e-book-nya enggak ya? TV remote IG detection dark modood. Oh, ini dia ada reading modood aja ya. Tapi kalau ebook modood-nya enggak ada. Jadi reading modood itu dia bisa ya mengurangi cahaya radiasinya lah. Tapi enggak ada nih ebook modood ya. Ya, sayang banget ya. Enggak ada ya. Jadi untuk ebook modood-nya sayangnya enggak ada. Cuman kekurangannya ya ini kalau misalkan kalian mau game berat ya harga R jutaan sekarang enggak mungkin kalian bisa dapat tablet yang bisa gaming berat enggak kayak dulu ya. Terus kalau kalian butuh storage internal yang lega ini enggak bisa karena cuma 64 GB. Terus dia ggak ada SIM dan kalau saya lihat di website-nya Xiaomi ya, dia ini enggak support sama stylus yang aktif. Tapi kalau apa yang satunya itu yang bukan aktif itu bisa. Nah, kalau kebutuhan kalian tadi cocok dengan apa yang saya sebutin ya. Nah, si Poco Pet C1 ini bisa jadi rekomendasi yang menarik atau kalian bisa ambil yang saudaranya [musik] juga si Redmi Pad ya karena sama satu company dan ya spesifikasinya sih sama cuman kalau kalian mau opsi lain di opsi lain kompetitornya yang saya sebutin tadi. Link pembeliannya semuanya udah saya taruh di pit kiri dan juga deskripsi. Saya di K Budi and see you on the next video. Bye byye.
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Di tengah lesunya kondisi ekonomi saat ini, DKID Media justru membawa angin segar lewat ulasan tablet terbaru yang diklaim tetap mempertahankan kemewahan layar 2K...
Membuat konten video berkualitas tinggi sering kali terbentur oleh rumitnya proses produksi dan beratnya peralatan yang harus dibawa. Lewat ulasan terbaru dari...
Menghadirkan layar raksasa 98 inci di ruang keluarga kini bukan lagi sekadar mimpi mahal kaum sultan yang menguras kantong hingga ratusan juta rupiah. Lewat...
Penasaran apakah Xiaomi 17T Pro benar-benar layak disebut sebagai perangkat flagship dengan harga belasan juta? Kreator akan mengajak penonton membongkar langsung...
Xiaomi 17T Pro hadir sebagai upaya Xiaomi untuk mempertahankan tahta "flagship killer" di tengah pasar tahun 2026 yang kian kompetitif. Kreator mengulas tuntas...
Pasar tablet murah kembali bergeliat dengan hadirnya sebuah perangkat metal yang mendefinisikan ulang standar gadget ramah kantong. Di harga dua jutaan, perangkat...
Ingin tahu apakah Xiaomi 17T masih pantas menyandang predikat "HP menang banyak" di tengah tren harga yang makin meroket sepanjang tahun 2026? Kreator mengajak kita...
DHIARCOM mengupas tuntas kehadiran Xiaomi 17T Pro yang mendobrak pasar lewat kombinasi performa kelas wahid dan baterai jumbo 7000 mAh. Penonton akan diajak melihat...
Siapakah rajanya midrange tahun ini? DKID Media mengupas tuntas Xiaomi 17T yang hadir dengan kemampuan zoom optik 5x, baterai jumbo 6.500 mAh, serta desain compact...
Pasar smartphone kelas premium midrange kembali memanas lewat kehadiran Xiaomi 17T yang membawa kejutan besar di angka Rp 7.999.000. Dengan harga seseksi itu,...

















