Tablet 2 JUTAAN, Tidak Ada Iklan, RAM 6GB, Storage UFS, Dapet Keyboard, Kok Bisa? Review Advan V11 (YouTube Video)
Ini tablet 4G harga 2,000,000-an yang sudah langsung dapat keyboard dan keyboard-nya itu ada touchpad-nya. Keyboard tablet kelas 5,000,000-an ke atas saja sudah banyak yang enggak ngasih touchpad. Ya, ini adalah Advan V11. Layar 11 inci full HD plus, RAM 6 giga, storage 128 giga. Storage-nya sudah UFS ya. Baterai 7,200 mAh. Dia punya dua speaker stereo. In this economy, spek yang ditawarkan itu menarik banget. Tapi apa iya sebagus itu? Oke, langsung saja kita review Advan V11. Ya, Advan V11 adalah tablet yang diposisikan Advan untuk kebutuhan belajar dan produktivitas ringan ala pelajar mungkin ya. Dan setelah kita tes, bisa kita bilang ini adalah contoh tablet yang masih masuk akal untuk kelas harganya. Mari kita bahas mulai dari paket penjualannya. Di dalam itu ada unit tablet ya. Kemudian ada kabel yang ujungnya adalah USB A to C. Lalu ada charger-nya. Ada charger-nya. Ada charger-nya. Ini adalah charger 10 watt ya. Lalu ada dokumen dan sudah ada bundling kartu Indosat. Nah, di luar boks tablet-nya ada boks satu lagi ya. Ini isinya adalah keyboard case-nya. Nah, untuk desain ini polos saja warnanya abu-abu gelap dan warnanya cuma ini saja, enggak ada warna yang lain. Ada logo di tengah back cover, ada satu flash dan ada satu kamera belakang di bagian ujung body-nya. Material back cover-nya dari metal ya dan frame-nya dari polycarbonate. Saat dipegang rasanya belum bisa yang dibilang premium-premium amat ya, tapi masih wajar untuk kelas harga segini. Untuk si layar itu seperti ini ya, ketebalan bezel masih normal untuk tablet kelas terjangkau. Dimensinya panjangnya 25,7 cm, lebar 16,9 cm dan ketebalannya di 7,9 mm. Untuk bobot tablet-nya saja di 476 gram. Untuk tablet plus keyboard case jadi 814 gram. Masih ringan banget untuk dibawa-bawa ke mana-mana ya. Karena laptop paling ringan yang tersedia di Indonesia saja enggak sampai 814 gram. Jika dilihat dari posisi kamera selfie-nya, penggunaannya ditujukan untuk orientasi horizontal. Sekarang kita lihat di sisi kanan ini kosong, di sisi atas ini ada tombol power dan ada tombol volume. Di pojokan frame masih ada lubang untuk headphone jack ya. Di sisi kiri ada port USB C dan ada SIM tray hybrid. Jadi kita bisa pasang satu SIM plus satu micro SD atau bisa dual SIM juga. Uh, luar biasa. Di bagian bawah ini ada pin untuk koneksi ke keyboard dan ada dua speaker stereo. Untuk kualitas speakernya bukan yang luar biasa berkelas ya. Saran kami sih bisa pakai earphone atau pakai speaker eksternal untuk pengalaman audio yang lebih bagus. Untuk posisi speakernya ini hanya cocok untuk penggunaan secara horizontal. Kalau kita lepaskan dari keyboard case dan mau dipakai secara vertikal, jadi suara itu cuma keluar dari satu sisi saja jadinya ya. Nah, kita nyari-nyari posisi mikrofonnya tapi dicari-cari kita enggak nemu di mana sebetulnya ya. Saat kami cek ternyata mikrofonnya ada di salah satu lubang grill speaker bagian kiri. Wow, sembunyi di situ dia. Oke, sekarang kita balik ke sisi depan. Ini adalah layar 11 inci panel IPS resolusinya full HD plus tepatnya 1920 * 1200 pixel. Refresh rate-nya 60 Hz. Jangan protes, harganya 2 jutaan ya. Untuk brightness bisa mencapai 500 nits. Dia punya multi touch sampai 10 jari dan color gamutnya ada di kisaran 70% sRGB. Ya, untuk warnanya memang bukan yang cemerlang. Kita berharap paling enggak 100% sRGB ya. Kalau untuk tahun 2025 sih 2 jutaan masih dapat layar 100% sRGB tapi tahun 2026 ini kan harganya new normal ya. Jadi ekspektasinya harus disesuaikan lagi. Lanjut lagi kita ke atas layarnya. Ini ada kamera selfie 5 megapixel dengan rekaman video up to 1080p 30 fps. Untuk kamera belakangnya ada kamera 8 megapixel rekaman video lagi-lagi 1080p 30 fps. Sekarang kita lihat spek internalnya. Untuk SOC-nya ini pakai UniSOC T615. Untuk RAM 6 GB LPDDR4X dan dia ada fitur memory expansion sampai 12 GB. Untuk storage-nya 128 GB UFS 2.1. Baterainya 7200 mAh. Chargernya ini charger 10 watt ya. Kita sudah coba dengan charger lebih kencang dan ternyata dia bisa lebih kencang dikit ya, bisa nyampe 12 watt ngecasnya sebetulnya. Untuk bypass charging bagaimana? Ya tentunya belum bisa harga segini ya. Nah, lalu untuk sensor esensial di sini cuma ada akselerometer. Untuk gyroscope, light sensor, dan proximity tidak terlihat di sini. Dengan tidak adanya light sensor artinya tidak ada fitur auto brightness ya. Nah, untuk keperluan Maps aplikasinya sendiri masih bisa jalan dan bisa menunjukkan posisi kita. Tapi karena tidak ada magnetometer atau e-compass, arah kita menghadap itu jadi enggak terlalu ngepas ya. Kita harus jalan dulu nih baru dia bisa tahu, "Oh, kamu arahnya ke situ." Gitu ya. Oke, untuk fitur keamanan ini hanya standar Android saja. Ada screen lock dengan pattern, PIN, atau password. Untuk face unlock dan fingerprint scanner belum ada di sini. Untuk konektivitas dia bisa 2G, 3G, dan 4G ya. Dan support dual SIM seperti yang kita bahas tadi. Untuk Wi-Fi-nya Wi-Fi 5 dan sudah support Wi-Fi sharing juga. Bluetooth-nya Bluetooth 5. Untuk codec-nya itu ada AAC, SBC, aptX, dan ada LDAC. NFC gimana? Ya enggak ada di sini kan bukan HP ya. Untuk display out juga di sini belum bisa karena harganya ya 2 jutaan. Jangan ngarep terlalu banyak. Untuk OS dia pakai Android vanilla atau stock Android. Nah, ini bagus nih ya, bersih ya. Dia berbasis Android 16. Untuk update OS tidak ada janji dari Advan tapi karena mulainya dari Android 16 harusnya enggak ada masalah untuk kompatibilitas software beberapa tahun ke depan. Dan karena tablet ini Google Mobile Services-nya resmi, ya GMS-nya kan resmi ya, enggak pakai akal-akalan. Jadi kita bisa pakai ekosistem Google dengan aman sekali. Google Drive lancar. Quick share untuk file transfer juga ada. Google Family Link ya buat orang tua kalian butuh ini untuk anaknya ya. Ini jalan dengan lancar. Mau pakai AI-nya Gemini juga bisa dan bisa buka aplikasinya atau bisa juga dengan nahan tombol home yang ada di bar navigasi. Google banget kan tuh. Nah, untuk produktivitas, untuk kebutuhan mengetik menurut kami keyboard bawaannya sudah cukup nyaman. Touchpad-nya juga berfungsi dengan baik ya. Ya enggak mungkin berharap touchpad gede-gede amat ya memang ya. Nah, ada beberapa fungsi gesture seperti swipe tiga jari ke kiri atau kanan untuk buka recent apps di sini. Swipe ke bawah dengan tiga jari untuk balik ke home, swipe dua jari ke atas atau ke bawah untuk scrolling. Untuk select itu bisa dengan klik touchpad-nya saja. Apakah support stylus? Sayangnya dia tidak support stylus yang khusus, tapi kalau mau pakai stylus pen yang universal tentunya bisa-bisa saja. Jadi kalau untuk menggambar yang serius rasanya belum bisa, tapi bukan berarti tidak bisa dipakai gambar. Dia cuma tidak ada tebal tipis jadinya ya. Nah, untuk edit video bagaimana? Kita coba pakai CapCut Pad ya ngedit video 1080p 30 fps sama seperti video ini ya. Durasi video sekitar 2 menit. Untuk navigasi, playback, scroll timeline ternyata masih cukup lancar ya. Kita nge-export 1080p 30 fps ya. Dan hasilnya video 2 menit tadi selesai di-export dalam waktu 2 menit 20 detik ya. Masih lumayan oke lah ya untuk edit video sederhana ya. Ingat ya, 1080p 30 fps untuk video pendek. Kalau videonya sudah 10 20 30 menit itu beda lagi ceritanya pasti. Kemudian untuk kebutuhan office dia bisa pakai punya Google atau install yang ada di Play Store sesuai dengan kebutuhan kita. Google Docs, Google Sheets itu jalannya normal di sini. Kalau kalian butuh banget PC level WPS Office sebaiknya cari duit lebih lagi untuk beli laptop Windows saja sekalian ya. Karena full features sekalian saja office-nya. Oke? Kalau di sini kita bisa pakai yang gratis dan sudah mantap semuanya. Untuk benchmark kita coba dulu langsung ya AnTuTu 11 kita dapat 443 ribuan. Geekbench 6 single core 132, multi core 1368. Untuk 3DMark Sling Shot Extreme graphic score-nya ada di 1054. 3DMark Wild Life stress test base score 522, lowest score 567 jadi stability-nya mantap 99,1%. Score-nya ini masih standar SOC untuk entry level ya. Eh, sedikit mendekati Snapdragon 685 tapi masih agak jauh dibandingkan yang G99. Oke, kita tes gaming PUBG Mobile setting sampai smooth ultra game-nya jalan di 30-an fps. Sesekali masih ada frame drop, tapi ya masih bisa lah ya. Ini lebih pas untuk gaming casual saja. Jangan diajak gaming kompetitif. Gyro gaming ya tentu enggak bisa, orang enggak ada gyro-nya di sini. Lanjut untuk Mobile Legends. Setting frame rate maksimum di high dengan setting visualnya kita setel di low dan game masih bisa jalan lancar di 60 FPS. Lanjut ke Subway Surfers. Ya, ini sih lancar 60 FPS, enggak ada masalah sama sekali. Lanjut ke Genshin Impact. Ini masih bisa jalan sih, tapi belum di level yang nyaman sebetulnya. Frame rate-nya di 20-an FPS dan pengalaman navigasinya agak sedikit delay seperti saat tekan tombol serang atau geser-geser pemandangan. Kalau buat jalan-jalan doang sih masih bisa ya. Ya, buat nyari-nyari doang masih bisa, tapi kalau buat battle agak kurang disarankan. Nah, buat yang minta Wuthering Waves belum pas ya. Ini 2 jutaan jangan dipaksain. Kita lanjut ke pengujian kameranya. Oke, sekarang saya sedang berada di studio untuk menguji kemampuan kamera dari tablet Advan V11 yang satu ini. Kita mulai dari kamera depan. Nah, di kamera depan ini bisa merekam video up to 1080p 30 FPS. Dan di kondisi cahaya studio yang memadai, hasilnya kurang lebih seperti ini. Muka saya terlihat jelas dan tampak terang. Masih di kamera depan, tapi kali ini kita menggunakan pencahayaan ruangan biasa. Dan untuk hasilnya kurang lebih seperti ini. Muka saya masih bisa terlihat dengan jelas kan? Oke, sekarang kita beralih ke kamera belakang dari tablet Advan V11 yang satu ini. Nah, di kamera belakang tablet ini bisa merekam video up to 1080p 30 FPS. Dan di kondisi cahaya studio yang memadai, hasilnya kurang lebih seperti ini. Masih di kamera belakang, tapi kali ini kita menggunakan pencahayaan ruangan biasa. Nah, untuk hasilnya sendiri kurang lebih seperti ini. Menurut kalian bagaimana? Apakah muka saya masih bisa terlihat dengan cukup jelas? Oke, jadi sekarang kita juga tes kemampuan tablet Advan V11 di aplikasi Google Meeting. Jadi, ini kita simulasikan kita lagi meeting, kita bisa pakai beberapa fitur yang ada di aplikasi Google Meet ini. Contohnya yang pertama itu ada fitur background blur. Nah, hasilnya seperti ini. Terus kita lanjut kalau misal mau pakai fitur background yang lain juga bisa. Contohnya yang satu ini. Nah, seperti ini untuk background-nya. Atau kalau kita mau tambahkan filter juga bisa. Kita coba pilih salah satu. Kita tunggu loading-nya. Nah, jadi eh tablet Advan V11 ini juga udah oke ya kalau mau dipakai untuk keperluan Google Meeting ataupun meeting online yang lain ataupun video call-video call juga udah oke. Oke, lanjut lagi kita tes daya tahan baterainya. Untuk YouTube local video playback 1080p, baterai habis setelah hampir 11 jam, tepatnya 10 jam 47 menit. Ya, memang ini enggak bisa dibilang yang irit-irit banget sih ya. Nah, lalu untuk YouTube streaming 1080p, ini streaming ya pakai internet selama 1 jam baterai berkurang 8%. Sementara kalau kalian pakai ini untuk TikTok-an ya selama 1 jam swipe-swipe gitu baterai berkurang 9%. Sementara untuk main Genshin Impact 30 menit baterai berkurang cuma 9%. Tapi ya memang ya karena enggak dapat FPS yang tinggi. Untuk kemampuan baterai memang ya belum yang hebat-hebat amat ya. Kita bilang belum hebat karena kita sudah pernah lihat ada yang bisa di atas 20 jam ya. Tapi ya memang kelengkapannya beda sama yang satu ini, fokusnya beda jadinya ya. Nah, untuk charging kalau kita pakai charger bawaan yang 10 watt baterai baru penuh setelah 5 jam. Tapi kalau kita pakai charger yang sedikit lebih kencang di 12 watt ya nge-charge-nya ya, baterai bisa penuh setelah 4 jam. Lumayan lah ya bisa lebih cepat sedikit. Tapi dengan kecepatan segini memang sebaiknya ditinggal tidur aja. Nah, lanjut untuk pengujian ekstra. Untuk Netflix ternyata udah L1, bisa streaming Netflix full HD di sini ya untuk YouTube streaming maksimum di 1080p 60 FPS dan tidak ada dukungan HDR. Untuk haptic feedback gimana? Ya, enggak ada dong. Dan ini kan tablet ya, jarang ada yang dikasih juga. Nah, kalau pertanyaannya apakah support mouse dan keyboard yang lain? Tentunya bisa. Bisa pakai koneksi bluetooth ya. Atau kalau mau butuh keyboard dan mouse yang pakai receiver 2,4 GHz, bisa ya. Via USB bisa. Ya, bisa pakai dongle USB-C ya. Atau mau nyolok langsung pakai keyboard langsung itu bisa juga. Aman. Android-nya kan aman di sini. Oke, untuk harganya gimana? Kalau kalian ambil paket yang cuma tabletnya aja, dia ada di 2,4 jutaan. Sementara kalau paket tablet plus keyboard ada di 2,8 jutaan. Gue sih preferensinya yang terakhir ini yang lengkap sekalian ya. Oke, kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, performa SOC-nya emang bukan yang kencang-kencang amat. Lalu baterainya bukan yang paling irit. Lalu kualitas layarnya ini enggak gitu cemerlang ya. Color gamut-nya itu cuma 70% sRGB bukan yang 100%. Lalu kemudian dia belum support stylus khusus ya, tapi tetap bisa pakai stylus universal. Kemudian di sini belum ada biometric security. Charging-nya juga lumayan lambat. Lalu sensor-sensornya jelas terbatas dan kualitas speakernya bukan yang menggelegar. Nah, dari sisi kelebihannya, ukurannya. Ini udah 11 inci dan ukuran bodinya ini masih nyaman buat dibawa-bawa. Masih cukup ringan pula ya. Dan ini penting banget, dia support Google Mobile Services secara resmi ya. Resmi banget ini. Lalu RAM juga langsung 6 GB. Jangan heran kalau ke depannya kalian menemukan 2 jutaan RAM-nya udah 4 GB. Ini masih 6 jadi masih enak. Dan storage-nya udah pakai UFS bukan eMMC yang lambat ya. Performa untuk mobilitas ringan jadinya masih memadai di sini. Kemudian ini penting banget, dia support 4G bahkan sampai dual SIM. Masih ada slot microSD juga kalau dibutuhkan. Dan bisa dipaketin dengan keyboard case-nya juga serta keyboard case-nya ini cukup nyaman plus ada touchpad-nya. Ini penting banget nih ya. Dan masih ada lubang mikrofon jack-nya. Nah, ini udah mulai hilang ya di beberapa kelas tablet terjangkau yang lain ya. Oke, pada akhirnya tablet ini cocok buat siapa sih? Nah, dia akan cocok untuk mencari tablet untuk kebutuhan entertainment yang ringan mungkin ya. Lalu untuk anak-anak juga cocok banget ini sebetulnya ya, orang tua yang mau ngasih tablet pertamanya ya atau gadget pertamanya. Karena di sini ada parental control-nya Google, bisa sangat diandalkan. Dan performanya sudah cukup lancar untuk berbagai kegiatan, tapi untuk gaming memang jadi enggak bisa gaming yang berat-berat banget. Ah, ini justru poin positif kan buat orang tua, iya enggak? Lalu untuk anak sekolah ini cocok juga ya, karena bisa ngetik-ngetik ada keyboard-nya ya. Kalau butuh office yang basic juga sudah ada, untuk video call juga sudah mantap di sini ya. Untuk yang cari tablet dengan dukungan SIM card ini juga cocok. Ya, ternyata in this economy Advan masih bisa memberikan produk tablet dengan value yang menarik dan harga yang terjangkau. Good job Advan, tinggal after sales-nya tingkatin lagi ya.
