Jungkat

Tablet 2 Jutaan yang Bisa Gantiin Laptop !! Unboxing Infinix Xpad 20 (YouTube Video)

  • 13/06/2025

King Phoenix masih belum berhenti setelah kemarin ngeluarin Infinix GT30 dan juga Xad GT yang secara spek itu swakti. Sekarang dia ngeluarin lagi Xpet 20 yang harganya cuma satu JT dan dia sudah support sama 4G. Enggak kayak tablet lain yang biasanya cuman Wii only. Dan apalagi yang menjadi selling point dari Infinix XP20? Yuk kita bahas tanpa basa-basi. Hai Andika, guys di sini. Jadi kenalin ini adalah Infinix XP 20 yang di harga R jutaan dia udah dapat keyboard juga. Beh, katanya sih mereka bakalan gebrak pasar entry level 1 jutaan yang enggak cuma dapat keyboard dan juga 4G, tapi udah ada AI-nya juga. Bisa multice ekosistem juga. Chipsetnya pakai Helio G88 dan Android-nya udah pakai Android 15. RAM 8256. Dan kalau kita ngomongin tablet R jutaan yang beredar itu biasanya tablet-tablet halu yang RAM-nya katanya 16 GB storage 1 TB. Nah, dengan adanya Infinix ini semoga aja udah enggak ada korban ketipu untuk tablet-tablet halu ini ya. Karena di kelas harga R1 jutaan yang flale harusnya di sekitar 1599 atau 1799 spesifikasinya cukup menarik. Dimensinya memang enggak segede si Infini Xad GT ya, tapi 11 inch. Terus full HD plus 90 Hz, kamera depannya itu 5 megapel dengan kamera belakang 8 megap dan baterainya 7.000 mAh tapi adapternya 10 yah berapa tuh ngecasnya 1 jam lebih lah. Okelah jadi sekarang langsung aja kita coba unboxing di dalam paket pembeliannya ini ada apa aja selain ada keyboard ya. Nanti keyboard-nya juga kita buka. Ini kita coba lihat dulu. Eh, btw, harga Rp1 juta nanti kalian juga udah include keyboard ya. Sama kayak si Xpad GT. Walaupun boknya terpisah tapi itu udah include di dalam pakaian pembelian. Nah, di sini kalau kita lihat harusnya sih ini casing ya. Yap, jadi kita dapat casing juga tuh. Udah dapat casing, dapat keyboard. Jadi kalau misalkan kalian lagi enggak pakai keyboard-nya bisa pakai casing-nya yang ini. Dan hap ini adalah tabletnya dibungkus kertas daur ulang yang cukup menarik. Woh, desain bingkai kameranya sih cakep ya, minimalis. Cuman pakai bingkai kamera dua gitu aja. Tapi kita taruh sini dulu nanti kita tes. Terus kita juga dapat apa nih? Buku panduan. Terus kita juga dapat adaptor yang 10 watt kecil dan ya kerasa kopong karena memang 10 watt dan kabel type E to type C. Sekalian aja kita buka untuk keyboard-nya yang ada di BX sendiri ya. Karena kayaknya kalau misalkan masuk ke boksnya memang enggak cukup. Nah, bayangin 1 jutaan kita dapat keyboard. Apakah ada trackpad-nya kayak di seri GT? Wah, sayangnya belum ada ya kalau di sini ya. Dan ini koneksinya enggak pakai magnetik karena enggak ada tembaga titik tiga kuningnya. Harusnya sih ini pakai Bluetooth ya. [Musik] Dan ini adalah Infinix 20-nya, Guys. Desainnya sih segar, dewasa ya. Kelihatannya simpel, enggak nek-nekot juga dan enggak kelihatan kalau tablet ini kayak tablet R1 jutaan gitu. Wah, desainnya minimalis malah cakep. Modul kameranya sekarang sederhana, enggak lebay. Terus kalau ngomongin warna dia ada beberapa pilihan sih. Jadi ada empat warna. Ada stellar gray, floor green, dreamy purple, sama rising red. Tapi kalau untuk yang warna aman. Ya, pilihnya yang ini sih. Coba kita tes untuk build quality-nya. Bagian belakang dia pakai plastik, tapi frame-nya frame-nya juga pakai plastik ya. Tapi coba kita tes untuk bending-bending sedikit seperti biasa. Uh, build quality-nya sih kalau untuk tablet aman-aman aja sih. Tuh, enggak ada suara-suara yang mencurigakan kretek-kretek gitu. Di bagian samping kanan ada volume up and down. Di bagian atas ada tombol power. ini sekalian kita nyalakan untuk instalasi dan juga hands on. Ada speaker. Speakernya ada dua. Terus di sini ada type C, ada audio jack, dan di samping sini ada sim trick. Kita coba cek ya, kita buktikan klaimnya Infinix ini apakah emang support sama Sim card. Dan yap, dia support sama SIM card dan juga masih bisa untuk micr SD-nya ya. Jadi kalau kalian ngerasa 256 kurang atau kalian beli yang varian 128, kalian bisa extend lagi. Oke, jadi Infinix XP 20-nya udah selesai saya instal beberapa aplikasi untuk hands on. Mungkin sambil kita coba di keyboard-nya ya. R jutaan dapat keyboard. Gokil. Gokil. Emang Infinah kayaknya ya. Kalau ini stand-nya kita tarik ke depan search dan ada magnetnya kayak gini. Jujur saya lebih suka yang kayak gini ya dibanding X GT kemarin karena kayak lebih pas aja gitu posisinya. Nah, kayak gini kan langsung bisa nih jadi laptop tapi tinggal koneksikan aja keyboard-nya sama Bluetooth yang ada di Infinix Xper 20. Tampak depan bezelnya kerasa lebih tebal ya dibandingkan dengan Infinix Xpad GT kemarin. Jauh ya. Ya, beda harga sih. Kemarin Rp juta, ini start form Rp1 juta. Tapi untuk OS-nya coba kita lihat. Kalau tadi saya instal sih enggak ada bloodware-bildware yang banyak ya. adanya itu kayak CC terus FM radio ya software-software bawaannya si Infinix lah. Tapi kayak iklan pinjol atau aplikasi-aplikasi terpati yang dibungkus dengan TKDN tapi isinya pinjol itu enggak ada. Kalau mau ngoneksikan Bluetooth-nya gampang banget kok. Tinggal kita tarik aja tuas ini untuk on. Terus kalau misalkan keyboard-nya habis bisa kita cas pakai type C juga. Nah, setelah kita slide bakalan muncul notifikasi kayak gini nih. Xpad 20 keyboard. Tinggal connect aja. connecting udah beres. Jadi kalau kita gunain untuk ngetik-ngetik lebih enak sih ya. Ini kalau misalkan digunain untuk ya anak-anak belajar karena harganya ini harga pelajar banget Rp1 juta pas sih ya daripada pakai Chromebook. Menurut saya Chromebook itu kayak terbatas gitu mending Android. Kalau saya pribadi ya jangan marah pengguna Chromebook. Tapi menurut saya lebih enak Android aja ketimbang Chromebook karena lebih fleksibel juga lebih banyak apps-nya. Ngomong-ngomong soal apps di Infinix ini juga selling point-nya lagi dia udah ada Infinix AI Now. Jadi ada asistennya yang namanya FUX. Jadi kita tinggal masuk ke setting terus kita cari aja Fux. Nah ini kita tinggal pencet yang midf. Nah di sini ada banyak banget Aii yang bisa kita pakai. Hai Flex. Let's take a selfie. Wih, ada animasinya gini ya. Wing. Coba dia langsung selfie enggak? Sekaligan kita tes kameranya. Oh, nih langsung selfie dan juga buka timer. Dan perintahnya ini ada banyak sih ya. Contohnya kalau misalkan mau nyalain Bluetooth. Coba ya. Turn on Bluetooth. Bluetooth-nya harusnya nyala. Bentar tuh langsung nyala. Ini jarang bisa dilakuin di smartphone atau tablet lain karena mereka biasanya numpang sama EI-nya Google Gemini yang enggak bisa terintegrasi dengan baik dengan smartphone-nya. Tapi kalau ini misalkan kalian mau open TikTok, Facebook, YouTube bisa kita tes ya. Open YouTube tuh dia langsung buka YouTube. Cuman coba deh saya penasaran kalau misalkan perintahnya dua kali ya maksudnya open YouTube tapi langsung judul gitu. Coba ya. Open trailer Avenger in YouTube. Dia langsung mau nyariin trailer Avengernya enggak? Anjir bisa loh ternyata ya. Pintar ternyata. Jadi dia langsung bukain tanpa kita harus ngetik-ngetik aman. Dia juga bisa diajak ngobrol juga. Tell me a joke. Coba sih juk-ya tabletaan kayak gimana sih? Why did the picture? Kenapa gambar itu bisa masuk penjara? Karena dia di framing ya. Jnya orang barat kayaknya nih. Kita coba apakah dia bisa bahasa Indonesia ya. Volx silakan melucu dalam bahasa Indonesia. Ah dia gak bisa sih ya. Sayangnya dia belum support sama bahasa Indonesia. Jadi buat Infinix saran saya ini sebenarnya udah bagus ya untuk Volak AI ini masuk ke entry level udah lengkap cuman kalau misalkan bisa bahasa Indonesia menurut saya akan lebih baik lagi karena sebenarnya udah terintegrasi dengan HP-nya dengan bagus terus dia juga bisa terhubung dengan chat GPT juga yang kalau kita mauin GPT LLM wah dia yang paling the best lah. Terus kalau untuk enent center coba kita lihat ya standarnya Android 15 dengan High OS ya. Dan kalau untuk performanya AnTu karena dia pakai chipset yang standarnya R1 jutaan dengan Helo G88 skornya di R74.000. Itu pun kita pakai Android eh sori kita pakai Antutu yang 3D LED ya bukan yang 3D standar. Terus untuk tes lain tadi juga kita udah coba untuk CPU throtle selama 30 menit ya masih di angka aman lah ya. Ini tadi apa? Ini untuk GPU skornya di Geekbandch 6. Ini single core dan multiore-nya. Dan ya ini Anutunya tadi. Ini slingshot-nya. Skornya GPU-nya dapat segini. Oke, jadi game yang udah kita coba karena ini chipset yang AnTutunya Rp200.000-an jadi kita cobanya dua aja ya. PUBG Mobile dia dapat settingannya 40 FPS dan kalau kalian lihat chartnya di sini dia stabil. Kita main berapa nih? Sekitar 12 menit. Untuk FPS terendahnya di 26 FPS, average-nya di 36. Maksimumnya bisa tembus 40-an FPS lah. Dan suhunya ada di 41 derajat Celcius. Lanjut untuk Mobile Legends, dia dapat settingannya bisa 90 fps, tapi dia enggak bisa mempertahankan 90 FPS-nya dan skor terendahnya dapatnya di 58 fps. Ya, wajar sih karena ini adalah tablet harga sejutaan. Tapi kalau dibandingin dengan tablet halu yang biasanya di Shopee Rp900.000-an jauh sih. Mending ini jauh. udah dapat keyboard juga. Untuk layar dia refresh r-nya up to 90 Hz. Jadi kita bisa pilih 60 atau 90 Hz. Yang 90 Hz-nya udah lumayan oke lah ya kalau digunain untuk scroll. Tuh, wah auto fokus saya kencang banget ya. Ya, semoga kalian bisa lihat lah ya. Nah, ini dia lumayan 90 Hz-nya itu masih yang smooth. Terus kalau untuk color akurasinya tadi juga sempat kita tes dan hasilnya seperti yang kalian lihat di tes Kalman kita, SRGB-nya masih cakep. 96,5% hampir 100%. P3-nya juga lumayan lebar, 83,4%. Brightness ketika kita tes ada di 378 nitz untuk tipikalnya, ya. Dan kalau misalkan kita tembakan langsung ke lighting masih okelah ya, masih kelihatan. Nah, saya penasaran kalau misalkan kita buka YouTube biasanya kalau chipset-chipset atau tablet sejutaan gini tuh kalau di upsaling memang support upsaling-nya tapi ng-lag. Dan di Infinix dia bisa diupscale sampai 2160p ya. Cuman Wi-Fi saya kok agak-agak ngadat ya kalau resolusi segitu ya. Nah, coba kita pause dulu deh. Saya penasaran apakah dia ada lagingnya kalau misalkan kita upskill sampai mentok. Jadi kita tunggu biar buffering-nya selesai dulu. Dan hasilnya masih ada patah-patahnya ya. Kalau misal kita upskill di resolusi segitu ya. Tuh kelihatan kan patah-patah. Kalau kalian kira ini Wi-Fi bukan ya. Tuh masih ada bar abu-abu. Jadi coba kita tes kalau di upsaling itu mentoknya di berapa. Kita coba di 1080p. Coba kita tes di full HD. Full HD sih harusnya aman ya. Tuh, enggak ada patah-patah. Amanlah. Dan kalau soal warna ini kan banyak warna nih. Jadi warna pink, warna pitch, warna ungu tadi. Ini biru tua, biru muda itu sesuai dengan apa yang dipenginin sama sutradara. Kameramennya lah. Karena warnanya akurat hampir 100% sRGB. Nah, kalau kita ngomongin suara suaranya dia 100%-nya kira-kira seperti ini. Hmm. Ya, suaranya memang stereo karena ada dua speaker. Tapi kalau volume 100% dia agak cempreng ya. Jadi mungkin lebih baik di 80%-an aja. Nah, segini aja udah better lah. Dan untuk baselnya setelah saya ng-review Infini X GT memang dia jadi kelihatan kayak tablet ya entry level karena memang harganya entry level ya. Terus selain Volx AI tadi dia juga ada multide device connection ya. Nah, ini yang saya suka dari Infinix nih. Mereka enggak cuma kayak dari sisi hardware-nya aja yang diperbaiki dan di-upgrade terus-menerus, tapi dari sisi software-nya juga. Jadi, ini kayak semacam instan transfer antar device-nya Infinix lah. Enggak Infinix aja sih sebenarnya karena kalau misalkan kita lihat listnya ini. Nah, ada Techno Spark Infinix-nya itu ada Zero0, Note 40, Infinix Xpad. Terus kalau Technonya, Technonya banyak ya. Itel nih yang enggak ada nih. Kenapa Itel enggak ada? karena itel mungkin kelas entry level-nya transing ya. Di harga segini dia juga ada parent control ya, karena biasanya di entry level itu enggak ada. Jadi dia bisa ya untuk limit screen terus ya intinya kalau misalkan kalian punya anak dan enggak pengin anak kalian nonton sesuatu yang belum saatnya bisa dilimit pakai parental control ini. Sekarang kita coba bahas kameranya. Nah, saya pengen langsung pakai volak aja tinggal tekan tombol power aja volnya langsung muncul. Dan saya mau coba kameranya yang 5 megapel ini ya. kualitasnya standar sih ya. Kita coba videonya ya. Jadi kayak gini kira-kira kalau misalkan kalian gunain untuk meeting online yang menurut saya sih masih oke sih ya walaupun terlalu dekat ya POV-nya ya. Harusnya segini sih. Tapi kalau segini untuk nge-reach keyboard-nya agak jauh ya. Jadi kalau misalkan kalian meeting sambil ngetik sih posisi angl-nya bakalan kira-kira seperti ini. Kalau untuk kualitasnya okelah untuk harga Rp1 juta ya. Memang ada beberapa noise, tapi saya lebih banyak ngelihat itu tablet R jutaan yang kualitas webcam-nya webcam lagi. Tuh, kan saya jadi bilang webcam ya, harusnya kamera depannya kayak webcam gitu. Sekarang kita cobain untuk kamera belakangnya. Dan kira-kira seperti ini untuk kualitas kamera belakangnya. Karena saya enggak bisa lihat, saya dibantu adik saya tuh kalau kalian di kamera kan ya. Jadi kalian coba tulis di kolom komentar gimana kualitas kamera belakangnya untuk harga R1 jutaan. Oke enggak? Terus untuk fitur-fitur lainnya dia juga ada translatornya sendiri, ada high translate dan udah sih ya ada radionya juga tapi kesimpulannya di kelas harga R1 jutaan9 kalau misalkan harga non promo. Promonya sih katanya bakal under 1799 tapi nanti link pembeliannya akan saya taruh di kolom deskripsi ya ketika dia udah launching. Dan kesimpulannya versi untuk Infinix Xad ini ya bisa dibilang untuk budget-budget entry level yang pengin ya mungkin anaknya disuruh bawa laptop tapi terlalu berat laptop dan saya enggak nemuin ada laptop harga Rp1 jutaan ya. Ya, ini bisa jadi pilihan yang lebih masuk akal lah karena dimensinya juga enggak gede 11 inch. Kalau dimensinya enggak gede dibawa sama anak-anak juga enak. Terus dia ada parental controlnya yang bisa kita atur atau kita bisa monitoring anak-anak kita itu lagi lihatin apa biar enggak lihat apa bisa. Terus dia juga ada EAI-nya yang jarang banget loh ya. Biasanya brand-brand yang premium itu enggak mau nurunin AI-nya di kelas yang entry tapi Infinix tetap ngasih. Plus yang paling saya suka sih dia ada SIM card atau support SIM card dengan 4G. Jadi kita enggak perlu tetering atau minjam hotspot. Jadi langsung di sini. Kalau ngomongin kekurangannya galerinya enggak ada ya. Tuh, kalau kalian lihat cuman foto aja, enggak ada galeri. Terus frame-nya juga lumayan tebal. Koneksi keyboard-nya dia masih pakai Bluetooth, bukan pakai yang magnetik kayak di kakaknya yang Infinic GT. Tapi wajar di kelas harganya. Dan ya itu aja sih. Tapi intinya untuk harga R juta apalagi kalau misalkan dapat pen gitu ya. Uh, gila. Buat belajar sih bakal lebih nyaman lagi. Saya body and see you on the next video.

Lihat di YouTube