Jungkat

Tablet Android Kecil Paling Bener! Lenovo Legion Tab Gen 3 (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Halo semuanya, balik dengan Put review dan ini dia satu tablet dari Lenovo ya, Legion Tab 3. Saya udah penasaran sama tablet ini sejak lama apalagi akhirnya rilis juga di Indonesia September kemarin dan sekarang kesampaian juga untuk langsung nyobain. Habis ini bakal saya coba bahas dari pengalaman pakai kurang lebih sekitar 10 hari terakhir. So, tonton video sampai selesai. Kalau kalian lagi cari tablet Android baru yang kompact banget secara ukuran tapi powernya enggak main-main. Oke, jadi kalau dengar kata legend dari Lenovo mungkin sebagian bakal langsung ingat sama ya itu dia laptop gamingnya Lenovo. Kata kuncinya gaming. Nah, tablet terkecil yang satu ini positioning-nya juga ada di situ, yaitu sebuah produk yang ditikatkan untuk ke soal game. Mulai dari specs-nya yang kencang, layar yang responsif, dan itu semua udah ada di sini. Makanya saya cukup yakin buat mereka yang lagi cari perangkat Android untuk mobile game bakal suka sama yang satu ini. Sebelum tabletnya sedikit saya pengin infoin dari isi kotaknya dulu deh. Karena ini mantap banget. Jadi selain ada tablet sama charger dan USBC sudah pasti Lenovo juga ngasih ekstra yang enggak bercanda. Yang pertama kita dapat case dan cover magnetic yang bisa dilipat untuk jadi stand kayak gini. Bagian covernya ini juga bisa dilepas jadi enggak ganggu pas lagi dipegang atau mungkin pas lagi enggak dipakai. Habis itu untuk casing-nya juga menarik nih karena kalau kita lihat di bagian belakang dia kayak bolong-bolong gitu. Ini menurut saya sih bagus banget biar gak nahan panas dari tabletnya saat dipakai bekerja keras. Habis itu ternyata enggak cuma case sama cover, Lenovo juga ngasih tempered glass di dalam paket penjualannya. Jarang-jarang kan udah dapat casing ya, dapat temper glass juga. Nah, sekarang kita baru bahas soal si tabletnya. Nih, salah satu poin yang menurut saya sangat menarik dari Legend Tab 3 adalah dari ukurannya. Udah pasti ini tablet compact yang ringkas banget. Saya tahu banyak banget penggemar tablet kecil di luar sana dan ini menurut saya akan jadi opsi yang sangat menarik ya di luar. Mungkin yang lain-lain sama sekali enggak berasa kegedean di tangan dan nyaman dipakai berlama-lama. Menurut saya makin pas nih ya sebagai perangkat mobile gaming alternatif dari sebuah smartphone. Enggak jarang kan kalau kita ngerasa kalau layar HP tuh kekecilan, kita pengin layar yang lebih besar. Tapi kalau kita ngelihat tablet Android lain yang punya specs powerful, kebanyakan kan udah 10 inch ke atas tuh layarnya. Kegedean dan enggak nyaman kalau kita mainkan tanpa controller. Nah, tablet ini ngejawab banget soal itu. Tambah lagi tabletnya tuh enggak berat cuma 373 gr tanpa casing dan 485 gr dengan casing lengkap. Jadi kalau misalnya mau dibawa-bawa pastinya nyaman banget. Habis itu sekarang kita ngelihat dari segi desainnya. Tablet ini kan minimalis, kita bisa lihat DNA-nya tuh legend banget menurut saya powerful ya. Tapi di luarnya enggak kelihatan macam-macam. Kalau dipegang dalam posisi landscape begini, tombol power sama volume itu ada di atas sebelah-sebelahan. Dan perlu diketahui juga kalau tablet ini tidak punya sensor sidik jari, baik itu di indisplay maupun yang jadi satu dengan tombol power. Jadi kalau untuk unlock perangkat kita mesti set pin pattern atau kalau mau lebih cepat ya bisa pakai face unlock juga. Kemudian di sisi samping kita bisa lihat ada stereo speaker yang oke banget. Ini lengkap dengan Dolby Atmos. Suaranya kencang penuh gitu ya. Full suara dan cukup detail. Kalau buat main game ya, nonton film harian atau dengar musik ini pasti udah cukup banget ya. Emang mengekspektasinya jangan kayak speaker Bluetooth yang mahal-mahal tapi ya ini menurut saya udah bagus banget. Habis itu di sisi tablet kita juga bisa menemukan ada dua port USBC. Nah, yang satu ini adalah USB 3 dan satunya adalah USB 2 ya. Jadi, USB 3 sama USB 2. Ini enak sih menurut saya karena bikin lebih fleksibel pas dipakai. Misal kita lagi ngecas dan satunya bisa kita colokin ke aksesoris seperti SSD. Masih soal desain, hal lain yang juga saya notice dari tablet ini adalah posisi dari kamera depannya yang kalau dalam posisi landscape begini dia ada di samping ya. Jadi kalau mau dipakai untuk video call menurut saya lebih enak kalau didirikan vertikal seperti ini. Jadi kita ngelihatnya lebih natural ke tengah. Tapi kalau kalian skip ya dia akan ada di samping. Oke. Jadi yang sekarang sedang kalian lihat ini adalah hasil dari kamera depan kalau sedang digunakan untuk video call ya atau meeting dan segala macam. Ini saya rekam di aplikasi Zoom ya. Saya pakai Zoom misal disimulasikan kalian lagi meeting online segala macam. Hasil seperti ini. Kalau dari segi videonya menurut saya sih bagus ya untuk sebuah tablet yang mungkin kelihatannya kayak gaming banget gitu, performance banget. Tapi ini kameranya bagus ya untuk meeting dan mempertimbangkan juga di sini ruangan saya tidak terlalu terang ya. Blind kamar saya dalam kondisi tertutup itu bohong ya. Enggak terang begitu aslinya ya. Emang enggak kayak gitu nih tertutup blind-nya. Terus lampu kamar juga kuning itu mati yang situ nyala sama di sebelah situ. Tapi ini juga enggak terang-terang banget. Wat-nya kecil. Jadi hasilnya menurut saya oke ya. Untuk videonya audio bisa langsung didengar tuh tembok coak aja kelihatan kan yang belakang detailnya bagus untuk videonya. Cuman emang karena posisinya agak nyamping aja sih. Bukan di tablet yang udah modern di tengah gitu tapi dari segi hasil video menurut saya oke ya. untuk sebuah tablet. Menurut kalian gimana? Oke atau enggak? Silakan dikomentarin aja. Lanjut lagi. Sekarang kita ngebahas spek-spek bagus lain yang dibawa sama Legion Tab Genry ini dari layar ukurannya 8,8 inch resolusi 2.5K. Panelnya dia pakai IPS LCD tapi tenang buat yang mungkin ragu sama warnanya ya. Tablet ini enggak gitu kok. Visual tetap enak di mata warnanya. Vivit kontrasnya juga cukup tinggi untuk sebuah panel IPS. Secara brightness mungkin emang bukan yang paling tinggi ya, karena dia di mode HBM aja, high brightness mode itu 900 nits aja. Yang kalau kita bandingkan sama HP zaman sekarang yang udah 1000, 2.000 bahkan ada yang di atas 5.000 mungkin kelihatannya jadi agak lebih rendah. Tapi ini efeknya cuman berasa kalau kita pakai tabletnya di tempat yang terang banget. Kayak kita buka tablet di bawah trik matahari siang-siang gitu ya. Mungkin layarnya akan kelihatan kurang terang. Cuman ya kalau panas-panasan kan enggak cuma tabletnya yang enggak kelihatan, kita juga enggak enak juga gitu ya. Jadi kalau misalnya kita pakai dalam ruangan sih aman banget kok dan enggak ada masalah sama sekali. Kemudian kalau kita ngomongin soal refresh rate di sini juga udah tinggi banget karena support sampai 165 Hz. Ini tinggi banget dan kalau soal smooth udah pasti. Nah, ngomong-ngomong soal smooth performa smooth juga ada di tablet ini. Jadi di sini Lenovo pakai Snapdragon 8 Gen 3 chipset flagship ya. flagship tahun 2024 sih emang tapi masih kencang banget dan bisa dihandelin kok. Ini adalah spek tertinggi yang ditawarkan Lenovo Indonesia buat Legion Tab Genry sekarang ya. Kalau di Antutu 11 ini skorutunya dapat angka yang bagus dan menjanjikan sekali. Standar flagship banget dipakai stres test juga aman dan tidak overheat sama sekali ya. Dan ini artinya teknologi pendingin Legion Cold front yang dibawa dari laptop mereka itu bekerja dengan sangat baik di sini. Dan langsung aja sekarang kita ke soal performa dari mobile gaming dari game-game yang saya dan tim cobain. Untuk percobaan kali ini, tabletnya bakal saya pasang di mode performance untuk tahu seberapa bagus sih performanya di setelan terbaik. Yang pertama buat yang suka MOBA kayak Mobile Legends, setting rata kanan 120 FPS W ini sih dilibas dengan sangat baik, lancar jaya. Grafik pengujiannya juga rata dan stabil. Kita naiki sedikit untuk intensitasnya. Kita coba main di Hongkai Starel dari jalan-jalan terus AFK main auto untuk farming dan segala macam. Setting high juga masih dapat average yang bagus di atas 55 fps yang mana udah oke banget. Lanjut lagi saya cobain di Zen Zone Zero setting high dan kembali average-nya sangat tidak mengecewakan. Lancar dan smooth secara experience responsif juga pas harus ganti karakter ngeluarin skill dan ulti itu enggak masalah. Dan satu lagi di sini saya cobain untuk watering waves karena saya penasaran walaupun saya gameennya ini udah gak kepegang untuk main harian lagi tapi saya instal lagi untuk nyobain dan kembali grafik pengujian menunjukkan performanya aman banget ya. Jadi kalau berdasarkan coba-coba dari beberapa game yang emang saya familiar secara performa dan tim juga oke, Legend Tab Genry ini udah lebih dari cukup banget ya buat bikin saya tuh enggak main game pakai HP lagi, mendingan pakai di sini aja layar lebih gede ya. performa juga tetap dapat yang bagus. Belum lagi ditambah sama fitur-fitur lain kayak di sini ada bypass charging yang buat kita yang pengin main game lama-lama itu aman banget. By the way, enggak cuman soal gaming-nya doang, tenaga besar yang ada di tablet ini itu juga bisa kita maksimalkan untuk produktivitas pastinya. Dan kita nyolokin tablet ke monitor dengan USB C yang di port USB 3 itu jadi bisa display out. Enggak cuma untuk mirroring, tapi dia bisa. Ini ibaratnya kita pakai desktop PC atau laptop dengan dua monitor. Enak nih buat kebutuhan yang memang perlu layar lebih gede. Contoh buat ngedit video misalnya dengan performa yang ada di sini ya. Dia bisa lancar dan cepat dari editing sampai rendering. Mau lebih desktop experience di sini juga ada yang namanya PC mode. Nah, di sini bisa kita pakai untuk buka banyak aplikasi dalam jendela terwisah. Ini tuh enggak cuma buat multitasking aplikasi ringan doang ya, tapi bisa juga kita pakai untuk yang berat-berat kayak buka game berbarengan. Enak nih kalau misalnya kita punya satu game yang bisa di auto AFK terus kita mainin game yang satunya juga berbarengan. Oh, yang ngomongin soal software juga nih, tampilan UI dari Legion Tab Gen 3 ini udah bersih banget ya, udah stock Android feel banget, enggak banyak bloodwear dan kalaupun ada itu bisa kita hapus dan yang terpenting enggak ada iklannya. Ada juga fitur untuk connect ke laptop Windows yang akan mempermudah saat kita perlu kirim-kirim data. Jadi kita bisa lihat gak cuma soal performa dan specs yang kencang doang, tapi dari software juga diperhatiin banget. Terakhir buat baterainya. Secara kapasitas dia udah cukup besar di 6.650 mAh. Nggecasnya juga oke, udah support sampai 68 wat. Dari segi daya tahan, sepengalaman saya pakai ini udah masuk ke kategori cukup ya. Jadi untuk pemakaian gaming total saya bisa dapat screen on time sekitar 4 jam. Kalau kita pakai ukuran screen on time smartphone mungkin 4 jam kayak kelihatan kurang lama ya. Tapi di sini kita mempertimbangkan juga gaming kan termasuk aktivitas yang cukup intensif. Terus ditambah lagi di sini kan dia harus mentenagai layar yang lebih besar. Panelnya juga pakai IPS. Jadi memang penggunaan dayanya akan lebih besar. Sehingga dengan daya tahan yang ditawarkan di sini menurut saya udah oke banget. Jadi kalau misalnya kalian sekarang lagi cari sebuah tablet Android yang powerful banget tapi dengan ukuran paling ringkas yang ada saat ini di Indonesia enggak sut sama sekali untuk merekomendasikan tablet yang satu ini. Lenovo Legion Tab Gen 3. Ya, yang penting-penting udah dapat semua dari performa kencang untuk produktivitas dan gaming, speaker bagus, software yang sangat memadai, dan semua itu dikemas dalam form factor yang begitu kompact. Belum lagi Lenovo juga ngasih jaminan garansi yang bagus banget ya, karena di sini sudah ada accidental damage protection yang selama ini menjadi nilai plus dari laptop mereka. Jadi kalau misalnya amit-amit tabletnya jatuh, layarnya pecah retak segala macam itu selama masa garansi bakal di-cover gratis sama Lenovo ya kan. Mantap banget. Jadi dengan harga itu dia antara 7 sampai Rp9 juta untuk Legion Tab Genry ini itu menurut saya enggak cuma kita bayar perangkatnya doang, tapi juga pelayanan after sales yang sangat baik dan jarang banget dikasih sama merek lain. Makanya kalau misal ada yang bilang Legend T Genry yang versi Inter tuh lebih murah. Ya benar, bisa-bisa aja kalian beli. Tapi ingat, kalian gak dapat jaminan yang menurut saya itu sayang banget dilewatin karena cuma ditawarin kalau kalian beli yang versi resmi. So, itu dia untuk sedikit e review dan sharing pengalaman saya dari Legion Tab Gentry-nya Lenovo. Menurut kalian gimana? Oke atau enggak? Komenin aja di bawah. Dan buat yang pengin lihat lebih detail beli dan segala macam ada di kolom deskripsi. Untuk sekarang kayak gitu aja dulu. Makasih banyak nonton sampai habis. Putra Z pamit. Sampai ketemu lagi di video berikutnya seperti biasa. Have a nice day.

Lihat di YouTube