Tablet Bagus yang Gak Banyak Diomongin | OPPO PAD 3 Matte Display Edition (YouTube Video)
[Musik] Halo, apa kabar semuanya? Balik lagi Puteza di Project Review. Seperti biasa, kita akan ngebahas soal gadget lagi. Dan kali ini saya kedatangan satu produk tablet dari Oppo yang enggak banyak diomongin. Padahal sebenarnya ini adalah satu produk yang oke loh, oke juga gitu. Ini dia namanya adalah Oppo Pad 3 Made Display Edition. Sesuai namanya, ini adalah penerus dari Oppo Pad 2 yang rilis 2023 yang lalu. Jadi emang udah lumayan lama dan sesuailah sama sebuah tablet gitu. Karena kan biasanya tablet bukan yang dirilis setiap tahun, tapi biasa 1,5 sampai 2 tahun sekali. Nah, kebetulan di sini saya ada nih seri sebelumnya. Jadi, bisalah kita sekalian compare dikit-dikit. Pertama-tama seperti biasa biar menjawab pertanyaan paling gampang soal harga. Jadi, Oppo P 3 Made Display Edition ini dijual retail resminya itu adalah di angka Rp8.999.000 alias Rp9 juta kurang 1.000. Angka ini kalau kita lihat sebenarnya lebih murah Rp1 juta dibandingkan sama Oppo P 2 waktu rilis 2023. Untuk unit yang saya sekarang review ini dapetinnya di distributor ponsel dengan harga Rp8,5 juta. Jadi sebenarnya ya lebih murah lah dari harga retail-nya. Nah, dengan harga yang lebih murah dibandingkan versi sebelumnya, ini sebenarnya udah menjadi semacam sinyalang bagus lah karena ya perangkatnya kan lebih baru, harganya lebih murah. Dan by the way itu harga tabletnya doang ya, jadi belum sama stylus, belum sama keyboard cover dan segala macamnya. Kalau kita lihat dari segi bentuknya, Oppo memang enggak ada banyak beda nih sama versi yang lalu. Khasnya tetap sama dengan kamera belakang yang dipasang di tengah. Ini lengkap sama brandingan Oppo juga. Ukurannya jadi sedikit lebih kecil, lebih tipis, dan juga lebih ringan. Letak tombol enggak ada yang beda. Dan dalam posisi landscape begini, power ada di sebelah kiri, volume ada di bagian atas. Di kiri kanan perangkat ini juga masing-masing ada speaker yang secara kualitas kalau menurut saya sudah sangat mencukupi kalau untuk kebutuhan multimedia. Paling satu kekurangan yang saya temukan dari tabletnya Oppo ini adalah mereka tidak memasangkan sensor sidik jari. Jadi untuk unlock tabletnya itu entah kita ngandelin pin, pattern, password, atau pakai face unlock. Nah, face unlocknya sendiri juga bukan levelan Face ID Apple gitu ya. Jadi, ya menurut saya sih harusnya Oppo bisa lebih baik lagi dari segi keamanan ya untuk unlock tabletnya. Paling tidak udah ada fingerprint itu udah bagus sih sebenarnya kalau dikasih. Sedikit info tambahan juga nih dari segi aksesoris. Jadi walaupun tabletnya ini punya ukuran yang sebenarnya enggak beda jauh dengan versi sebelumnya, tapi aksesoris keyboard cover dari Oppo Pad itu enggak bisa dipakai di sini. Kalau dipasang sebenarnya kayak kelihatan pas-pas aja, tapi magnetnya itu gak nempel. Satu-satunya yang bisa dipakai di sini cuman ini stylus-nya aja. Ya, Oppo emang punya pen generasi kedua, tapi yang generasi satu pun masih bisa dipakai dengan baik di Oppo pad terbaru ini ya. Bisa dipakai untuk coret-coret di notes, bisa untuk gambar, udah pressure sensitif juga jadi bisa tebal tipis dan bisa nempel pakai magnet di samping tabletnya. Lanjut lagi untuk poin pembeda sekaligus yang paling unik dari Oppo Padaru ini dibandingkan versi sebelum udah jelas adalah bagian layarnya ya sesuai nama tabletnya Made Display Edition. Layar tablet ini punya lapisan anti mantul-mantul yang menurut saya udah oke banget. Nah, biasanya tablet yang banyak punya layar begini kan Huawei ya. Nah, sekarang OPPO juga punya. Tentu aja ini adalah kabar baik sebenarnya untuk nambahin alternatif tablet yang berbasis Android dengan layar Mate display. Kalau kita bandingin sama Oppopad 2 jelas beda ya. Apalagi kalau pas kena cahaya baik itu lampu, matahari dan segala macam. Suka yang mana? Itu balik ke preferensi masing-masing karena karakteristiknya menurut saya beda. Kalau kalian suka dengan layar yang bening, kinclong, glossy glossy gitu, nah pad 2 menurut saya bakal lebih asik. Cuma kalau penginnya layar yang enggak terlalu mantul ya, ada sedikit tekstur dan enggak masalah dengan visual yang tidak terlalu gonjreng, maka versi terbaru ini menurut saya bakal lebih pas. Kalau dibandingin sama Huawei, mmm saya sih enggak pegang sekarang ya untuk komparasi langsung. Tapi kalau dari yang saya lihat, efek anti galera tuh udah mirip-mirip ya, bagus dengan suara ala-ala goresan kertas juga pas kita pakai stylusnya untuk coret-coret di layar itu juga tetap ada suaranya. Habis itu untuk spek layarnya. Di sini juga udah oke ya. Pelnya dia pakai LCD resolusinya tinggi, refresh rate-nya 144 Hz. Dipakai baca, dipakai nonton, atau sekedar scrolling. Visual menurut saya udah manjain mata. Warnanya juga cukup vibrant untuk jenis layar mat begini. Kontrasnya juga baik. Terus untuk kebutuhan yang mungkin lebih serius ya, ini juga masih cukup banget sih sebenarnya karena color gamotnya sudah di IP3 97,4%. Ya, betul memang belum 100% tapi ini udah bagus sekali dari segi akurasi. Jadi bisalah dipakai untuk edit foto atau video. Nah, terus lanjut lagi ke bagian spesifikasi dari si Oppo Petry ini. Jadi di sini Oppo menggunakan chipset punyanya Mediatch yaitu Dimens City 8350. Kalau kita cek di benchmark angkanya bagus sih sebenarnya masih dapat 1,4 jutaan. Ini lebih tinggi kalau kita bandingkan sama Dimensity 9.000 R000 yang ada di Oppo Pad 2. Nah, perbedaan dari segi performance pas saya pakai emang sebenarnya enggak berasa yang signifikan banget. Tapi ya memang dia lebih kencang cuma kalau untuk pengguna umum ya kemungkinan sih enggak bakal notis. Tapi tetap ini adalah sebuah tablet yang cukup kencang dan mulus untuk pemakaian sehari-hari. Seperti misal saat multitasking, kita pakai split screen, kita pakai floating window, itu masih sangat cukup dan nyaman-nyaman aja. Ngetik juga kalau ada keyboard-nya harusnya sih enak ya. Paling enggak kalau berdasarkan pengalaman saya dengan keyboard versi sebelumnya itu enak untuk dipakai ngetik. Habis itu kalau untuk dukungan kamera di sini juga bagus banget untuk video call atau meeting online seperti sampelnya sekarang ini menurut saya kameranya oke banget ya. Apalagi dalam kondisi cahaya yang terang. Mungkin kita lagi meeting outdoor atau mungkin dekat jendela hasilnya cakep. Oke, jadi ini sampel video dari webcam-nya kalau dipakai untuk video call ya. Ini saya pakai Zoom meeting di-cord hasil seperti ini. Okelah ya sebenarnya jadi masih cukup baik ya apalagi ditambah dengan cahaya yang bagus seperti saya di sini samping jendela yang cukup terang. Jadi hasilnya seperti yang bisa kalian lihat sekarang. Audio juga bisa langsung didengar kalau menurut kalian gimana oke atau enggaknya. Silakan dikomentarin aja. Dan by the way seperti biasa di sini juga masih tersedia efek-efek kalau emang dibutuhkan. Ini belum nyala apa-apa. Tapi kalau misalnya mau pakai blur ya, blur kayak gini, blur banget atau mau diganti ini jembatan yang di ada di zoom yang rumput atau juga yang di planet ya hasilnya kayak gini ya. Jadi silakan komentar aja di bawah dan kita lanjut ke bagian berikutnya. Scanner lainnya ya buat si tablet ini seperti misal untuk bikin konten ya, edit video di CapCrat juga masih oke lancar saat editing. Begitu pula saat kita pakai render. Perihal untuk gaming, nah ini juga sebenarnya tabletnya masih sanggup kok dijalanin dengan baik. Saya cobain untuk main game sehari-hari saya. Kita main Honka Starel, saya main Zenzone Zero, di setting medium ini masih oke banget. Kalau game-nya yang lebih ringan secara grafis ya pasti juga akan lebih oke lagi. Lanjut lagi ke soal baterai. Di sini kapasitasnya oke juga sebenarnya. cukup besar. Tapi memang belum tembus Rp10.000 ya seperti kebanyakan tablet. Cuma tetap ini masih oke banget bisa dipakai sampai 2 atau 3 hari tergantung dengan intensitasnya. Jadi kalau misalnya buat apa? Dipakai kerja buat maraton nonton ya mungkin kalian nonton dror segala macam masih bisa-bisa aja. Nah untuk ngecasa di sini Oppo pakai 67 watt Superfug. Jadi ya sebenarnya udah cukup cepat juga kok untuk sebuah tablet. Selain soal hardware, kalau kita ngomongin soal Oppo sekarang software juga menjadi poin penting lainnya. Color S 15 dengan Android 15 sudah ada di tablet ini. AI untuk edit-edit foto ya dengan berbagai macam style itu udah tersedia. Terus ada juga untuk edit-edit tulisan di notes atau bikin caption ya di sini enggak kelewatan. Kirim-kirim dokumen dari dan ke perangkat Apple lewat Ol Connect juga bisa dan semakin seamless. Terus karena tablet ini kan bagian dari ekosistem produknya Oppo, jadi konektivitas ke smartphone-nya Oppo. Kayak di sini ada Oppo Find N5 ya, pasti jalan banget. Ada multi screen connect ya. Jadi layar dari HP itu bisa kita langsung screen mirroring ke tabletnya. Ini akan sangat memudahkan. Jadi kita bisa langsung pakai dengan sangat lancar. Drag and drop dokumen foto itu mudah banget. Nah, palingan satu poin yang cukup saya sayangkan di sini adalah tidak ada fitur remote control ke MacBook seperti yang bisa saya lakukan via Oppo Fine N. Andai aja nih dengan layar tablet yang lebih besar begini terus saya bisa remote akses ke Mac saya kayak Mac Mini di rumah gitu ya. Ini bakal seru banget sih untuk produktivitas karena saya jadi bisa pakai Mac saya di mana aja ya selama ada koneksi internet. Tapi yang saya bawa hanyalah tabletnya OPPO. Andai ada itu bakal seru banget. Oh ya, kalau ada yang penasaran soal software update nih, harusnya sih Oppo P 3 ini bakal cukup panjang. Paling enggak kalau saya ngelihat bagaimana Oppo memberikan treatment software update yang bagus sekali untuk Oppo Pad 2 sebelumnya. Nah, ini tablet yang lama masih dapat upgrade color OS 15. Security patch-nya juga udah dapat di bulan Agustus yang sekarang. Jadi walaupun tablet udah 1 seteng tahun tapi update-nya masih dijaga banget. Jadi adalah satu patokan yang bagus juga untuk Oppo P 3 bahwa dia bakal tetap dapat upgrade yang panjang ke depannya. Nah, jadi kalau misalnya kita ngelihat bagaimana dari segi specs, dari segi fitur dan harga yang lebih murah dibandingkan tablet Oppo sebelumnya si Oppo Pad 2 ya. Nah, yang pad 3 Made Display Edition ini bisa menjadi alternatif pilihan yang oke sekali. Apalagi kalau kalian emang suka dengan layar mid yang menjadi nilai jual unik tersendiri dan tidak banyak diberikan oleh tablet Android di pasaran saat ini. Nah, pertanyaan berikutnya mungkin yang penasaran adalah kalau diadu nih sama tablet Huawei bagusan mana? Soalnya emang Huawei kan rajin banget nih rilis tablet dengan layar mate kayak gini. kayak udah jadi trademarknya mereka lah. Sebenarnya kalau dari segi aspek anti glare ya seperti yang tadi sudah sempat singgung bahwa mungkin masih mirip-mirip aja tapi yang lebih penting itu justru dari segi software termasuk aplikasi dan juga aksesoris perangkatnya. Kalau soal aplikasi Huawei sebenarnya itu sulit disaingi sih sekarang karena dalam konteks aplikasi bawaan mereka bagus banget. Jadi Huawei MP series ya terbaru kan mereka udah ada PC level PS Office ya untuk pengolahan data terbaik di tablet saat ini karena emang feel-nya tuh desktop banget cuma sayangnya ini adalah eksklusif di Huawei doang saya bilang terbaik ya karena emang dari segi fiturnya lengkap banget dan ini gratis preinstall di tablet mereka. Kalau di tablet Android sebenarnya kayak Oppo ini ya bisa juga kita pakai WPS, pakai Microsoft ya, Microsoft 365 atau yang Word aja. Tapi kan itu untuk dapat fungsi sepenuhnya tetap harus bayar lagi. Ada subscription di situ. Kemudian kalau untuk fitur-fitur gambar, Huawei juga punya kayak GoP ya, Pro Create ala Huawei. Lagi-lagi ini fitur yang lengkap dan gratis. Di Android juga banyak aplikasi buat gambar. Tapi balik lagi untuk dapetin fitur penuhnya tetap harus bayar lagi. Nah, secara bawaan Oppo Pad ini sebenarnya ya untuk gambarnya tetap pakai aplikasi notes. Bisa, tapi emang enggak lengkap kalau kita bandingkan sama aplikasi gambar beneran. Kemudian untuk aksesoris ya Huawei tahu sendiri suka kasih komplit sama keyboard stylus. Tapi yang lain kan harus beli terpisah. Tapi dengan segala keunggulan yang udah dikasih Hua tadi kayak aksesoris gratis, aplikasi bawaan yang keren banget dan full version, itu tetap Oppo atau tablet Android lainnya punya poin menang yang sangat mutlak. Enggak lain dan enggak bukan Google Service, Google Play Store itu udah satu apa ya? Kayak walaupun Huawei udah makin baik ya, kita suka bilang bahwa kita bisa instal aplikasi segala macam, tetap orang kalau udah dengar ada Google Play Store sendiri, Google Service sendiri itu udah menjadi poin menang tersendiri yang juga ya sulit disaingi oleh Huawei. Jadi kalau bagusan yang mana ini sudah masuk ke preferensi kalian butuhnya tablet yang kayak gimana. Kalau menurut saya sih Oppo P 3 Made Display Edition ini udah sangat unik untuk pasar tablet Android saat ini ya. Kalau mungkin yang lebih terjangkau, mungkin kita bisa mempertimbangkan Oppo Pad 2 juga cuma memang dia masih glossy, enggak made display seperti ini. Harga lebih murah. Fiturnya juga mirip-mirip sama yang baru sehingga emang enggak ketinggalan banyak ya. Masih enggak cocok juga ya tinggal pilih yang lain sih. Karena merek lain juga punya tablet-tablet lain yang mungkin bakal sesuai dengan preferensi kalian. Jadi kalau emang kalian tertarik sama yang ini atau yang lainnya bisa cek aja. Linknya saya taruh di kolom deskripsi yang ada di bawah. Jadi itu dia sedikit video tentang Oppo Petry Made Display Edition. Makasih banyak nonton sampai habis. Semoga video ini bisa ngebantu bagi yang butuh referensi tambahan Putri Amit. Sampai ketemu lagi di video berikutnya dan seperti biasa have a nice day.
Video Lainnya
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Pasar jam tangan pintar Android kedatangan penantang serius lewat kehadiran OPPO Watch X3 yang digadang-gadang sebagai upaya terbaik sang produsen sejauh ini....
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
OPPO tampaknya sedang menguji batas kewajaran pasar lewat lini Find X9 Series terbaru mereka. Alih-alih memangkas banyak fitur esensial demi menekan harga seperti...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Rumor mengenai lonjakan harga ekstrem pada lini Reno terbaru sukses memicu perdebatan hangat di kalangan pencinta gawai. Pasalnya, seri yang biasanya menyasar kelas...
Perdebatan mengenai jam pintar terbaik tampaknya memasuki babak baru lewat kehadiran Huawei Watch Ultimate 2, sebuah perangkat yang berani mendobrak batas premium...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
OPPO Find X9s membuktikan bahwa bodi ringkas tak berarti mengorbankan performa beringas. Dibanderol separuh harga varian Ultra, perangkat 14 jutaan ini konsisten...
Kehadiran Huawei MatePad Mini sukses memberikan angin segar di tengah tren pasar yang dipenuhi tablet berukuran raksasa. Membawa dimensi super tipis dan panel...
Mencari gawai ringkas yang benar-benar bisa diandalkan untuk mobilitas ekstrem kini bukan lagi sekadar angan. Lewat gebrakan layar Flexible OLED PaperMatte yang...
Di tengah obsesi industri teknologi pada layar raksasa, kehadiran tablet seberat 260 gram ini menjadi anomali brilian bagi kaum bermobilitas tinggi. Ulasan HUAWEI...
Huawei kembali menggebrak pasar tablet lewat gebrakan yang membuat para kompetitornya, termasuk lini iPad Mini, harus waspada. Melalui dimensi super ringkas dan...
Kehadiran HUAWEI MatePad Mini membawa kejutan tak terduga di segmen tablet ringkas yang selama ini nyaman dikuasai oleh iPad Mini. Bersembunyi di balik dimensi...
Pertarungan supremasi fotografi seluler tahun 2026 akhirnya mencapai klimaks melalui benturan dua raksasa: OPPO Find X9 Ultra dan vivo X300 Ultra. Lebih dari...
Membawa gadget flagship ke kemegahan stadion Budapest ternyata membuka perspektif baru soal batas inovasi fotografi. Kombinasi OPPO Find X9 Ultra dan teleconverter...


















