Tablet dgn RAM 128 GB Utk AI & Gaming Berat: Review ASUS ROG Flow Z13-KJP (2026) (YouTube Video)
Laptop gaming unik dan keren ini hanya ada 50 unit di Indonesia ya karena ini limited edition alias edisi terbatas. Uniknya laptop gaming ini dapat diubah menjadi tablet dengan melepas keyboard-nya. Nah, meskipun bisa jadi tablet ternyata performanya enggak kaleng-kaleng. Dia pakai AMD Ryzen AI Max Plus 395 yang punya 16 core prosesor dalamnya. Cocok banget buat aplikasi yang butuh core melimpah. GP-nya juga nyari sekencang RTX 4060 laptop. Tapi ini bukan GPU tambahan. Ini integrated graphics dalam prosesor. Berarti konsumsi dayanya lebih rendah dibandingkan RTX 4060 laptop. RAM-nya bukan 16 bukan 32 langsung 128 GB kuad channel ya. Gede banget. Layar IPS 100% IP3 dengan resolusi 2,5K 180 Hz. Siap untuk gaming dan bahkan editing kelas profesional. Laptop gaming eh atau sebenarnya tablet gaming ya? Ya udahlah pokoknya device ini adalah Asus ROG Flow Z13 KJP keluaran tahun 2026. Buat yang kelewatan pada CS 2026 yang lalu, Asus Aroji mengumumkan kolaborasinya dengan pihak Kojima Production, pengembang game Death Trending dan Death Stranding 2 on the Beach. Ya, salah satu produk hasil kolaborasinya adalah Asus ROG Flow Z13 KJP yang satu ini. Menariknya untuk melengkapi laptop gaming tersebut, Asus juga menghadirkan gaming headset, gaming mouse, dan mousepad dengan tema yang serupa. Jadi, kita bisa punya gaming setup yang temanya tuh seragam semua. Nah, ROG Flow versi kolaborasi dan Coajima ini pada dasarnya punya spesifikasi yang mirip dengan ROG Flow Z13 2025 yang pernah kami review sebelumnya. Hanya saja penampilannya sekarang lebih keren dengan tema Ludence dari Kojima Production. Uniknya enggak cuma laptopnya aja yang dihias dengan tema ludens dari Kojima Production, charger, kotak kemasan, dan kotak-kotak kecil dalamnya juga dihias dengan tema tersebut. Bahkan yang satu ini juga dapat bonus sebuah briefcase atau koper untuk membawa laptop gamingnya. Tentunya kopernya juga bertema ludens dari Kojima Production dan warnanya putih. Koper ini bisa digunakan untuk membuat tablet dan keyboard-nya. Tapi sayangnya chargernya enggak bisa masuk dalam koper ya. Jadi harus dibawa terpisah. Oke, langsung kita mulai pembahasannya dari spesifikasi utamanya. Untuk prosesor dia pakai AMD Ryzen AI Max Plus 395 prosesor. Code name-nya adalah Strix Hello. CPU architecture-nya adalah Zen 5. Fabrikasip-nya adalah TSMC 4 nm finfet. Default TDP-nya 55 wat. Dia punya 16 skore 32 trad. L3 cas-nya besar ya 64 MB. Integrate graphicsnya adalah AMD Radion 8060S Graphics. IGP ini dilengkapi dengan 40 compute units dengan basis arsitektur RDNA 3.5. Tentunya IGP ini mendukung fitur array tracing dan kemampuan incode serta decode video AV1. Menariknya kapasitas viram IGP ini dapat dibuat sangat besar. Biasanya kita bisa mengatur kapasitas Viram IGP AMD itu sampai 8 GB. Kalau di sini kita bisa ngatur hingga 96 GB. Iya, 96 GB. Graphics card desktop paling kencang saat ini pun kapasitas viramnya tuh gak sampai sebesar ini ya. Nah, untuk senior gaming kapasitas VRAM besar memang enggak selalu membuat frame rate next signifikan. Tapi VRAM besar diklaim bisa membuat frame rate jadi lebih stabil saat fitur frame generation di game kita aktifkan. Selain itu, kapasitas viram sebesar ini akan terasa manfaatnya di skenario tertentu seperti misalnya AI atau untuk desainer 3. Contohnya kita bisa lihat di aplikasi LM Studio ini ya. Dengan kapasitas VirAM IGP sebesar itu, kita jadi bisa menggunakan AI models yang membutuhkan VRAM puluhan gigabte tanpa ada masalah. Nah, salah satu AI models-nya seperti GPT OSS 120B yang bisa memakan kapsam hingga sekitar 57 GB saat digunakan. Jadi, EI models tersebut tidak dapat digunakan kalau kapasitas VirAM graphics card atau GPU laptopnya tidak mencukupi. Selain itu, kami juga menemukan waktu render yang lebih cepat di aplikasi Blender saat menggunakan kapasitas yang besar. Nanti kita lihat ya hasil rendernya di bagian pengujian. Oke, untuk NPU dia menggunakan AMD Ryzen AI dengan kemampuan hingga 50 tops. Jadi tablet ini mampu menjalankan fitur copyright plus PC seperti cc creator, recall, dan live caption secara real time. Selain bisa menjalankan fitur copyate plus PC NPU ini juga bisa kita gunakan untuk menciptakan gambar dari input tex atau prom. Salah satunya seperti di aplikasi Muse AI ini. Kita bisa lihat nih ya kalau load NPU-nya naik saat kita menciptakan gambar dengan aplikasi yang satu ini. Nah, untuk memori atau RAM seperti dibahas tadi 128 GB LPDDR 5X 8000 MHz quad channel 256 bitnya nih ya. Ini kapasitas RAM paling besar yang didukung oleh prosesor ini. Tentunya ini RAM onboard ya jadi enggak bisa di-upgrade. Tapi apa perlu upgrade kalau udah 128 begini? Nah, untuk storage dia pakai 1 TB SSD MD.2 NVMB PC gen 4x4 dengan ukuran fisik 2230. Uniknya tidak seperti tablet lain yang storage utamanya tidak bisa di-upgrade. Di sini kita bisa meng-upgrade SSD tersebut dengan membuka sebuah penutup di balik kick stand. Nah, untuk wires connectivity dia menggunakan modul MediaTek yang mendukung Wii 7 dan Bluetooth versi 5.4. Sementara untuk kapasitas baterainya lumayan besar ya 70 wat hour. Untuk OS dia pakai Windows 11 25 H2. Bodinya nih form baterya adalah detachable laptop. Jadi kita bisa ubah laptop gaming ini menjadi tablet dengan melepas keyboard-nya. Pada punggung tablet itu ada kick stand yang dapat dibuka hingga suut 170 derajat. Jadi tabletnya dapat didirikan di atas meja tanpa perlu memasang keyboard-nya. Nah, untuk materialnya body tabletnya dibuat dari balok aluminium yang dibentuk dengan CNC machine. Body tablet ini dilapis dengan anti fingerprint coating agar sidik jari tidak mudah menempel. Sementara untuk desain ini bisa dibilang tablet Windows paling keren yang pernah kami uji. Tablet ini memerlukan warna emas dan hitam serat karbon pada bagian punggungnya yang bikin penampilannya jadi elegan ya. Bagian punggungnya juga dihias dengan ornamen tulisan-tulisan yang memberitahukan bagian-bagian body tablet dan label peringatan seperti untuk tidak menutup lubang ventilasi atau menyentuh lensa kamera dengan jari. Sementara untuk logo karakter Ludens dari Kojima Production dan logo mata ROG itu bisa ditemukan di pojok bawah kick stand dan di bagian bawah keyboard. Untuk dimensinya itu panjang 30 cm, lebar 20,4 cm, dan ketebalan di sisi paling ti 1,29 cm, sisi paling tebal di 1,49 cm. Untuk bobotnya tabletnya aja itu di 1,25 kg. Tablet plus keyboard ada di 1,74 kg. Chargernya itu 438 gr. Ini adalah charger yang 200 wat ya, lumayan gede ya. Lalu untuk briefcase atau coppernya itu bobotnya di 1,56 kg. Jadi kalau kita bawa tablet, keyboard dan chargernya itu ada di 2,18 kg. Sementara kalau kita bawa briefce cas tablet dan keyboard-nya itu ada di 3,3 kg. Oke, untuk display-nya dia menggunakan layar ROG Nebula Display dengan ukuran 13,4 inci. Resolusinya 2560 * 1600 pikel dengan aspek rasio 16 b. Refresh rate-nya 180 Hz dengan response time 3 m dan telah mendukung fitur variabel refresh rate AMD freezing premium. Panelnya ini IPS level ya. Menurut Asus tingkat ccaran maksimumnya ada di 500 nits dengan color gambut 100% di CP3. Kalau kita ukur hasilnya tingkat caran maksimumnya ada di 502 nits. Wah almost on point di sini ya. Lalu gamut covers-nya ada di 94,7% di CP3 dengan gambut volume di 101,5% di CP3. Layar ini sudah panton validated ya. Jadi cocok untuk editing atau desain kelas profesional. Buat streaming film atau main game triple A pastinya ini mantap juga warnanya. Ya tentunya layar ini punya kemampuan touch screen karena pada dasarnya ini adalah sebuah tablet ya. Sebetulnya layarnya juga sebenarnya mendukung penggunaan stylus tapi sayang sekali sekarang stylusnya tidak disertakan dalam paket penjualan. Nah untuk permukaan layarnya juga sudah dilapis dengan Corning Gorilla Glass 5 dengan DXC coating agar lebih aman dari goresan. Menariknya lagi layarnya dilapis dengan lapisan antiglare dan low reflection. Jadi lebih minim pantulan bayangan yang dapat mengganggu kenyamanan pemakaian. Layarnya juga sudah punya tingkat screen untuk body rasio 90% dengan bingkai tipis untuk sisi kanan dan kirinya. Nah, di sini menarik ya. Bingkai tebal pada sisi bawah layar itu bisa kita tutupi dengan memposikan keyboard seperti ini ya. Jadi kelihatan lebih tipis lagi gitu. Nah, oke. Sekarang untuk kamera dan mikrofonnya seperti tablet lainnya, tablet ini juga dilengkapi dengan dua buah kamera. Untuk kamera 13 megapel di punggung tablet ini mampu memotret hingga resolusi 4.208 * 3120 piksel dan merekam video hingga resolusi 2.112 * 1568 piksel 30 fps. Sementara untuk kamera infrared di sisi atas layar ini mampu memuotret hingga resolusi 5 megapel dan merekam video hingga resolusi 3,1 megapel 30 fps kalau aspek rasionya 4 b 3. Nah, kalau aspek rasya dibuat jadi 16 b 9 fotonya itu resolusinya jadi 3,7 megap dan kalau kita ngerekam video resolusi jadi 1440p 30 fps. Untuk kamera di sisi atas layar ini sudah mendukung fitur Windows Studio Effect seperti automatic framing, eye contact, dan background effect. Tentunya fitur ini akan dijalankan di NPU supaya lebih irit baterai. Tabletnya juga dilampir dengan dua buah mikrofon di sisi kanan dan kiri kamera dan sudah mendukung fitur AI noise canceling. Kontes kamera ROG flow ini bisa dibilang tidak banyak berbeda dengan versi 2025-nya ya. Kamera pada atas layar masih bisa menangkap gambar kami dengan kualitas yang cukup baik dan minim noise. Sayangnya, gejala kulit muka yang agak menguning saat menggunakan cahaian lampu studio kami itu masih tampak di sini. Tapi tenang, kalau kita memakai sumber pencayaan yang berbeda, warna muka kami ya tidak jadi kuning-kuning gitu. Lalu untuk kamera di punggung layar, kualitas dan detail gambarnya yang ditangkap itu tergolong cukup baik ya saat dipakai buat motret ya. Sementara untuk kualitas perekaman videonya sudah lumayan oke untuk sebuah kamera di tablet berbasis Windows. Tentunya untuk mikrofon ini bisa menangkap suara kami dengan baik dan jelas serta mampu menghilangkan sepenuhnya suara bising di sekitar kami. Oke, sekarang kita lagi di luar untuk mengi kualitas mikrofon dan tablet produksi tertin KDP yang satu ini. Bisa dilihat ya kalau di belakang saya sedang ramai kendaraan. Meski begitu suara saya bisa terdengar dengan jelas di sini dan noise dari background bisa diredi. Oke, sekarang kita lagi di studio untuk menguji kualitas kamera dari Asus RoG Flow Z13 KJP yang satu ini. Untuk pencayaan di sini kita menggunakan lampu studio ya, jadi pencayaiannya lumayan terang. Untuk resolusi kameranya ini semaksimal sampai 5 megapel atau 1944p 30 fps. Untuk hasil gambarnya di sini terlihat cukup terang ya. Detailnya juga oke, tapi saya merasa kalau warna kulit saya jadi sedikit kekuningan. Oke, untuk audionya tablet ini dilapih dengan empat buah speaker dengan arah keluaran suara ke kanan kiri dan depan. Ya, kita bisa mengatur profil suara dan equalizer di software Dolby. Kualitas suara speakernya bisa dibilang sama saja dengan versi ROG Flow Z13 yang tahun 2025. Karakter suaranya itu cenderung flat dengan bass yang tipis-tipis saja. Suara kanan juga masih terasa agak kurang menggelegar di sini. Mungkin disebabkan form factornya yang berbentuk tablet ya. Oke, sekarang kita lihat konektor dan tombolnya. Di kiri ada dua USB 4 yang mendukung power delivery, protokol display port, dan perangkat Thunderbolt seperti eksternal GPU yang ROG XG Mobile versi 2025. Lalu ada satu HDMI 2.1, ada satu Asus Slim Power jack untuk nge-charge tabletnya, lalu ada satu micro SD card reader, kalau di kanan ada tombol power, ada tombol volume, tombol command center, ada satu USB 3.2 gen 2 type A ini yang besar ya, dan ada satu 3,5 mm audio combo jack. Oke, untuk keyboard ya, tablet ini dilengkapi dengan soft keyboard yang dapat dilepas pasang dan menempel dengan magnet ya. Berbeda dengan soft keyboard di ROG Flow Z13 2025 di sini area pamrnya sedikit diperluas dengan menambah semacam sirip pada sisi kanan kirinya. Desain dan letak tombolnya bisa dibilang masih mirip seperti ROG Flow Z13 2025. Hanya saja warna tombolnya sekarang memadukan warna putih, hitam lalu emas untuk tombol WASD-nya. tentunya soft keyboard ini dapat diposisikan sejajar dengan meja atau agak miring seperti ini ya. Menarik ya, soft keyboard ini ternyata sekarang lebih solid saat dipakai untuk mengetik dalam posisi miring ini. Ini berbeda dengan yang sebelumnya yang terasa agak membal-membal saat kami pakai mengetik dalam posisi yang miring gini. Untuk travel distance tombol ada di 1,7 mm. Ini tergolong dalam untuk sebuah soft keyboard. Ya, uniknya soft keyboard ini ternyata dilengkapi dengan lampu backlit RGB, satu zona warna yang kita bisa atur tingkat cerahnya dengan menekan tombol function plus F11. tentunya kita juga bisa mengatur warna dan efek lampu RGB di software Armory Crate. Nah, untuk touchpad, touchpad di soft keyboard ini memiliki ukuran 12,8 * 7,2 cm. Posisi touchpad-nya cenderung center to body yang memanjang dari tombol altri hingga copilot key. Saat digunakan, jari kami dapat bergerak mulus nih di atas permukaan touchpad ya. Klik kanan dan klik kirinya juga terasa solid saat tekan dan tidak menimbulkan suara yang mengganggu. Untuk mendinginkan prosesor, Asus menggunakan sistem pendingin berbasis vaper chamber dengan material tembaga. Lalu untuk membuang panas, tabletnya dilengkapi dengan dua buah kipas second gen arc flow fence dengan total 84 buah bilah. Ya, uniknya, Asus merancang agar arah aliran udara dari kipas itu ikut mendinginkan panel layar dari sisi belakang sehingga layar tidak panas dan aman untuk disentuh. Nah, bagian panel belakang layar juga dilengkapi dengan lempengan stainless steel untuk melindungi layar dari paparan panas. Asus juga menggunakan liquid metal untuk memaksimalkan transfer panas dari prosesor ke sistem pendingin. Nah, tablet ini dilengkapi dengan sistem pengamanan biometrik dengan jenis pengenalan wajah, ya. Oke, sekarang kita masuk ke aspek performanya. Tablet ini dilengkapi dengan lima profil performa yaitu Windows mode, silent mode, performance mode, turbo mode, dan manual mode. Nah, khusus di mode ini disediakan pengaturan manual untuk power limit dan kecepatan kipas. Untuk mengubah profil performa, kita bisa pakai tombol function plus F5 atau melalui software Armory Crate. Sekarang kita coba pakai Sinbandch R23 ya. Kita pakai charger dulu di sini. Di stability tes selama 30 menit, skor tertinggi yang dicapai adalah 26.134 poin di mode performance dan 30.591 poin di mode turbo. Sementara untuk skor yang dapat dipertahankan adalah 25.900 hingga 26.100 poin di mode performance dan 29.000 sampai 30.000-an ribuan poin di mode turbo. Nah, untuk suhu kerja di Snabbes R23 selama setengah jam kita lihat di mode performance suhu rata-rata prosesor itu berkisar 69 sampai 71 derajat celcius saja dengan spike cuma ke 73 derajat celcius di tiap awal run. Sementara di mode turbo memang agak sedikit lebih tinggi tapi masih bisa dikendalikan sepenuhnya di bawah 80 derajat celcius. Oke, langsung aja kita coba ya dengan aplikasi benar dengan Blender 5.0.1 ya dengan file Blender Splash Screen ini yang baru ya yang berat ya. Untuk CPU rendering saya dalam waktu 14 menit 33 detik. Sementara untuk GPU rendering dengan HIP atau HIP ya, kalau Viramnya default di 4 gig itu saya dalam waktu 7 menit 16 detik. Kalau Viramnya jadi 32 GB itu jadi 5 menit 59 detik. Tuh kan waktu rendernya jadi lebih cepat kalau kapasitas Viram-nya kita perbesar. Nah, untuk suhu kerja GP rendering dengan HIP tadi, suhu prosesor terlihat dapat dikendalikan di bawah 80 derajat Celcius. Aman, enggak ada masalah untuk 3D-an. Ya, lanjut ke Adobe Premiere Pro 2026. Kita pakai video 4K60 yang baru ya, yang 5 menit ya. Untuk GPU acceleration dengan open shell sesai dalam waktu hanya 5 menit 8 detik saja. Kencang banget. Lalu untuk video full HD 60 fps durasinya sama. Nah, ini selesai dalam waktu hanya 1 menit 45 detik. Untuk suhu kerja dengan 4K video export pakai opensial lagi-lagi supressor terlihat dapat dikendalikan di bawah 80 derajat celcius. Lagi-lagi kencang dan aman banget suhunya. Lanjut ke Davinci Resoft 20.3 3 sofware video kelas profesional ini versi gratisnya ya. Untuk video 4K60 5 menit selesai dalam waktu 7 menit 18 detik. Kalau videonya full HD 60 fps durasinya sama sesuai dalam waktu 2 menit 10 detik saja. Nah, untuk suhu kerjanya pada saat melakukan 4K video export di pengujian kami ternyata suhu prosesor dapat dikendalikan sepenuhnya di bawah 70 derajat celcius. Padahal biasanya sih pengujian ini kita sudah merasa oke kalau dia mencapai 90 derajat celcius. Bahkan 100 juga kadang-kadang masih ya sudahlah ya. Tapi di sini adem banget. Lanjut. Kalau kita pakai CapCut, videonya 4K60 5 menit ya. Ini sesai dalam waktu wah kencang banget sih. Cuma 2 menit 21 detik saja. Kalau video full HD 60 fps selesai dalam waktu 1 menit 6 detik saja. Su kerja saat exporting di aplikasi gratisan ini suhu tertinggi prosesor hanya mencapai 80 derajat celcius saja. Lanjut untuk GPU test dengan trim spy graphic score dari X12. Kita lihat bahwa Radion 8060S ini bisa mendapatkan 10.35 355 poin. Skor ini hampir mendekati RTX 4060 laptop yang biasanya skornya sekitar 10.514 poin. Oke, sekarang kita lanjut ke pengujian gaming. Nah, di sini kita atur kapasitas Vir RAM-nya ke 32 GB dan hasilnya kurang lebih seperti ini. He. [musik] Oke, mantap kan? Main game-nya juga pakai resolusi 1600p. Sekarang kita lihat ya. Suku kerjanya setengah jam main Cyberpunk. Supressor terlihat dapat derajat celcius. Aman banget. Nah, untuk SU permukaan body setengah jam main Cyberpunk 2077 terlihat bahwa SU tertinggi pada layar itu ada di kisaran 46 sampai 47 derajat Celcius di area tengah agak ke atas ya. Tapi tenang, kan kita tidak menyentuh layar saat main game seperti ini. Ingat ya, ini PC ya sebetulnya ya. Kita baru menyentuh body tablet ini saat aktivitasnya non gaming biasanya seperti lagi streaming video atau mau menggambar gitu ya. Nah, bisa dilihat nih suhu layar saat kita streaming video 4K60 di YouTube. Ternyata beneran ini cuma di bawah 35 derajat Celcius aja. Aman. Buat yang nanya super permokan keyboard-nya bagaimana? Ya aman kan prosesornya enggak ada di bagian ini. Ya, dingin banget ini malah. Lanjut untuk storage testnya. Dengan Kristalisme kita dapatkan bahwa kecepatan bacanya ada di 6.36 MB/s dan tulisnya di 5.730 MB/. Untuk SSD yang ukuran fisiknya 2230 yang pendek ini, ini sih kencang banget. Oke, sekarang kita tes daya tahan baterainya. Kita atur brightness 150 nit, volume suara 25%, setting layar di 2,5K 180 Hz dengan mode silent. Untuk 1080p local video playback di mode laptop kita dapat 11 jam 55 menit. Kalau di mode tablet 11 jam 26 menit. Buat ukuran tablet dengan spek sekencang ini sudah tergolong irit yang satu ini. Nah, untuk charging 30 menit pertama terisi di 58%. Sementara dari kosong sampai penuh itu hanya butuh waktu 1 jam 45 menit saja. ini lebih cepat dibandingkan harapan kami yang 2 jam pas. Oke, untuk harganya menurut Asus Indonesia harga resminya adalah di Rp0.999.000. Ya, untuk bonus pembeliannya ada Microsoft Office Home 2024 yang aktif selamanya, ada langganan Microsoft 365 selama 1 tahun, ada briefcase atau copernya, ada stickernya juga, ada fllytech, ada game that's training 2 on the beach ya. Dan untuk garansinya dapat 2 tahun international warranty dan 2 tahun Asus VIP perfect warranty. Nah, untuk VIP perfect warranty ini Asus Indonesia akan menanggung 100% total biaya perbaikan. Bahkan jika kerusakannya itu diakibatkan kelalaian pengguna. Asus VIP perfect warantin ini dapat digunakan satu kali setiap tahunnya. Jadi klaim maksimalnya untuk yang satu ini adalah dua kali. Oke, kita langsung masuk ke dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, harganya memang agak tinggi untuk spek yang ditawarkan. Kemungkinan besar banget ini diakibatkan efek penggunaan RAM 128 GB di saat komponen RAM tuh lagi tinggi-tingginya harganya. Tapi ya ini kan produk yang limited edition banget ya. Jadi cukup wajar kalau harganya sedikit lebih tinggi dibandingkan harga versi standarnya. Lalu form factornya juga membuat dia sulit digunakan di atas pangkuan. Kemudian buat kelas harganya, kualitas suara speakernya terasa agak kurang aja. Kemudian untuk kameranya ini ya ee kalau sumber pencahayaannya itu e pakai lampu tertentu itu kadang-kadang jadi kuning gitu mukanya ya. Lalu untuk bentuk tabletnya ini menyulitkan perawatan dalam hal pembersihan debu sebetulnya. Dari sini menariknya penampilannya unik dan keren dengan tema ludens dari Kojima Production. Lalu dia multifungsi bisa jadi laptop gaming, bisa jadi tablet, mau dipakai buat ngedit video dan 3D juga bisa. Multifungsi banget. Dia sudah menggunakan pressor 16 core AMD Zen 5. Enten untuk multitasking kelas berat. Entank buat jalanin aplikasi berat yang butuh core yang melimpah. Punya NPU jadi irit daya kalau jalanin aplikasi AI yang ringan. Dia punya IGP Radion 8060S. Ini hampir sekencang RTX 4060 laptop. Main game triple A beh lancar. Main game kompetitif terbang terbang FPS-nya. Mau ngedit video enteng banget. Mau desain cat, desain 3D, mau rendering enggak ada masalah di sini. Bahkan bisa juga untuk jalanin aplikasi AI yang butuh kapasitas VAM puluhan GB. Su kerjanya juga relatif aman di sini ya. Kapasitas RAM-nya juga udah masif. SSD-nya bisa di-upgrade. Layarnya siap untuk gaming atau bahkan editing yang serius. Baterainya juga sebetulnya tergolong irit untuk speknya yang monster. Chargingnya kencang. Dia punya dua USB 4. Ada konektor USB dan HDM yang besar juga. Soft keyboardnya udah punya backl RGB dan lebih nyaman dipakai. Dia punya dua kamera, punya Wii 7 dan ada garansi kelalaian pengguna. Jadi Asus ROG Z13 KJP ini atau Z13 KJP ini cocoknya untuk siapa? Buat editing video pastinya lancar jaya. Apalagi kalau materi video cuman 4K60. Enteng. Mau ngedit video AV1 juga enggak ada masalah karena IGP-nya support and quote video AV1. Buat editing foto atau bikin sketsa gambar gampanglah tinggal nambah sty aja biar enak coret-coretnya. Buat desainer atau animator 3D itu juga bisa pakai ini. Mengingat aplikasi 3D biasanya suka dengan prosesor yang jumlah core-nya melimpah apalagi virannya bisa dietting besar sekali. Nah, dipakai untuk mesin AI juga bisa karena kapasitas viramnya lagi nih bisa dibuat sangat besar. Jadi bisa jalanin AI model yang butuh kapasitas Viram puluhan GB. Mau dipakai untuk programming harusnya juga cocok. Asalkan aplikasi codingnya cocok dengan spek laptopnya. Buat yang butuh mesin gaming yang powerful dalam bentuk tablet, sulit sih cari yang seperti ini ya. Dan pastinya dia cocok untuk fans atau penggemar Hid Kojima yang ingin mengoleksi barang-barang bertema Ludens dan Kojima Production. Pada akhirnya kalau butuhnya sistem high performance serba bisa dalam bentuk tablet yang kecil dan mudah dibawa-bawa kapasitas RAM-nya langsung 128 GB dan penampilnya unik dengan tema Ludens dari Kojima Production bisa dibilang Asus ROG Flow Z13 KJP ini adalah pilihan yang sangat layak untuk dipertimbangkan.
