Jungkat

Tablet KERHOR Siap Kerja! - Itel VistaTab 30S (YouTube Video)

  • 07/08/2025

di 2025, gimana kalau gua bilang ada tablet yang harganya R,8 juta doang, tapi udah dapat tabletnya itu sendiri, keyboard, dan TWS juga. Kira-kira yang disunat apa sih? [Musik] Kalau dilihat dari desain tabletnya, bagian belakangnya sih surface-nya lumayan oke ya, mirip-mirip dengan Redmi Padsi SE atau beberapa tab lain yang harganya memang di range Rp1 juta sampai R jutaan. Kameranya dibuat berdesain ala-ala iPhone. Namun, berdesain begini bukan berarti dia punya tiga kamera. Yang satu ini adalah flash dan yang satu lagi hanya pajangan. Yang di mana kameranya nanti kita akan bahas lebih lanjut. USBC-nya ada di bagian atas yang berarti ada di bagian kiri saat dijadikan landscape. Anehnya, tablet ini punya animasi charging dari arah bawah yang berlawanan dari port charging-nya. Buat power button dan volume button itu berada di bagian kanan yang berarti ada di bagian atas saat jadi landscape. Sayangnya buat kalian yang masih suka pakai IEM, tablet ini tidak memiliki audio jack. Jadi mesti Bluetooth atau pakai converter. Beratnya sih tipikal ya tablet 11 inch pada umumnya aja lumayan enteng. Namun bilamana sudah pakai covernya jadi lumayan berat. Ngomong-ngomong di kelengkapan boknya itu selain tablet masih ada cover yang tadi kita udah kasih lihat, kartu garansi, buku panduan dan juga masih ada chargernya. Sayang aja chargernya ini masih 10 watt padahal tablet ini sudah support charging sampai 18 wat. Selain dari cover, sebenarnya tablet ini juga bonus keyboard dan juga TWS. Tapi mungkin stoknya agak terbatas dan bukan terinclude di dalam boknya. Seperti yang kita bilang tadi, tablet ini berukuran 11 inch dengan resolusi 2K90 Hz dan panel IPS yang warnanya lumayan banget buat tablet di harga segini. Android-nya udah yang versi 15 tanpa ada OS macam-macam. UI-nya juga cukup cakep buat sebuah tablet murah ya yang kita kurang demen itu paling pas ngelihat quick setting-nya aja di mana kelihatan kayak ini bukan kayak UI untuk tablet. Icon Wii-nya terlalu panjang dan icon brightness dan volume-nya itu jaraknya terlalu jauh. Sementara untuk icon-icon di bawahnya sih ya sebenarnya oke aja, tapi proporsinya seperti bukan untuk tablet, melainkan kayak HP yang diretch dan dipaksa untuk di ukuran tablet. Terlepas dari itu, kita masih belum menemukan hal negatif lain yang signifikan di UI-nya. Paling ya hanya icon-iconnya aja yang kurang atraktif, tapi balik lagi itu ke selera masing-masing. Di angka R1,8 jutaan, tablet ini hampir bisa dibilang punya spek yang paling ideal. Bayangin aja di harga segini udah dapat layar 2K90 Hz yang tadi kita udah bahas. RAM-nya ya okelah masih 4 gig karena ini di bawah Rp2 juta. Storage udah 128 gig UFS. Baterainya 7000 mAh. Speaker ada 4 bahkan di harga segini tabletnya udah 4G LTE bukan WiFi doang. Tapi sayangnya nih chipsetnya masih Helio G88 Ultimate yang di mana itu lumayan underpowered buat device-device di tahun 2025. Bukan buat main game aja ya, tapi buat ngelakuin produktivitas sehari-hari juga tergolong underpowered. Bahkan di harga yang setara aja, Galaxy Type A9 itu udah pakai Helio G99 yang lebih oke dan itu udah launching sekitar 2 tahun lalu. Perbandingannya ya cukup jauh dan ini juga berbanding lurus dengan Redmi Pad 2 yang udah pakai Helio G100 Ultra. Kalau buat main game jujur sebenarnya game-game juga selectif banget yang bisa running di tablet ini. Umum Pretty derby sih masih dapat 28 FPS-an, tapi ada sedikit startering dan kalau Honkai Staril itu cuma dapat sekitar 14 FPS aja. Jadi kita enggak menyarankan untuk main game wibu yang berat banget. Kalau kalian tahu ada game 2D yang namanya Kingdom Rush. Nah, yang kayak gitu-gitu masih lumayan lancar lah kalau kita maininnya di tablet ini. Nah, kalau kalian doyan dengan game retro, sebenarnya emulator PPSSP juga masih lancar sih. Game-game kayak Monster Hunter, Need for Speed, bahkan sampai God of War aja itu masih bisa kok di tablet ini. Jadi, ya intinya buat entertainment cukup terbatas lah pilihannya. Di aplikasi sehari-hari pun juga gitu. Kalau kita kerja pakai Microsoft Excel, mau yang versi tablet sekalipun itu lumayan berat. Jadi kita saranin buat migrasi workflow-nya ke Google Docs atau Google Sheets yang lebih ringan. Jadi, Itel Vista Tab 30S ini sebenarnya adalah tablet yang decent kalau mau dipakai kerja. Pertanyaannya, buat siapa sih tablet ini dipakai sama siswa? Cocok juga sebenarnya asal pelajarannya enggak yang berat-berat banget. Buat mesin kasir lebih bisa lagi. Malah kalau kita bilang efisiensinya itu lumayan bagus untuk sebuah mesin kasir yang memang kerjaannya cuma standby aja. Tapi kalau dipakai buat mesin kasir doang, keyboard dan TWS-nya jadi mubazir gak sih? Balik lagi ke pemakaian kalian. Kalau gua sendiri cobain pakai tablet ini buat ngetik-ngetik script video, it's fine. Enggak selemot yang gua kira. Hanya aja kalau udah tiga aplikasi misalnya kayak Spotify, Onote, dan Gmail dipakai berbarengan, itu lemotnya lumayan kerasa. Dan tablet ini juga surprisingly punya PC mode loh, ala-ala Samsung Dex gitu. Cuman ya not bad lah di harga segini ada PC mode-nya. Quick setting ada di kanan bawah dan shortcut-shortcut yang biasa kita pakai di Windows itu ada emoji pun ada. Sejujurnya puas banget dengan tablet yang ready kerja di harga R1,8 juta bahkan dengan PC mode-nya. Paling ya fitur-fitur pelengkap macam Windows Snapping itu enggak ada dan ya beberapa fitur lain lah itu kekut. Tapi cukup oke sih. Nah, gua yang biasanya kerja di PC atau laptop yang harus pakai tas yang berat-berat itu takjub loh pas tahu bahwa ada setup yang bisa muat di tas kecil macam ini dan membuat ini bisa menjadi setup dadakan kalau tiba-tiba ada kerjaan. Terakhir, batery live dari tablet ini juga lumayan panjang. Bisa dipakai buat seharian produktivitas, bahkan bisa dipakai sampai 2 hari. Lalu, tablet ini juga dilengkapi dengan dua kamera. Satu ada di bagian belakang untuk foto-foto dan satu lagi ada di bagian depan. Posisinya itu ada di tengah saat landscape dan berguna untuk webcam buat video call atau conference call pas lagi PC mode. Lucunya bagian depan ini yang kamera depannya ini dia itu posisinya ee lumayan lucu karena standnya itu tidak bisa diadjust. Angl-nya itu seperti ini. Kalau misalnya lagi kita pakai standnya lucu enggak? Kalau misalnya kita mau posisi yang benar harus pakai tangan gitu, harus dipegangin. Dan kalau misalnya buat resolusi sih sama sama-sama 8 megapel ya. Buat di harga segini gua enggak minta terlalu banyak, tapi UI-nya itu terlalu simpel. Kalau misalnya kalian lihat UI-nya itu agak aneh dan kelihatan kayak third party app yang bikinnya agak ngasal-ngasalan gitu. Di harga 1,8 sampai R jutaan, sebenarnya ada beberapa pilihan tablet lain selain Itel Vista Tab 30s ini. Yang pertama kalau kalian suka Samsung, sebenarnya ada Galaxy Tab A9 yang dia itu storage-nya memang masih 64 gig, tapi dia udah pakai Helio G99 walaupun ini masih yang WiFi ya. Kalau mau yang LTE itu harganya di Rp2 juta. Atau kalau mau yang Redmi Pad 2 itu juga ada udah pakai Helio G100. Cuman ya di harga segitu dia masih pakai RAM 4 gig 128. Nah, kalau misalnya kalian memang benar-benar suka dengan sebuah tablet yang udah all ininone package ini sebenarnya masih berlaku promonya sekarang. Masih ada free keyboard sama free TWS. Cuman kalau misalnya udah enggak gratis sama keyboard TWS, kalau gua sendiri mungkin akan lebih naksir sama yang Redmi Pad 2 karena nambah sedikit doang tapi kita udah dapat prosesor yang lebih baik. Karena jujur-jujur aja 90 Hz yang ada di tablet ini itu gak terlalu kerasa karena dia masih pakai 4 gig dan dari chipsetnya juga masih underperform lah. Jadi gua lebih suka dengan chipset yang lebih baik dan juga UI yang lebih kelihatan tablet daripada yang kali ini. Nah, jadi paling itu aja sih sebenarnya pendapat kita dari ketiga tablet yang tadi kita sebutin. Kira-kira yang paling worthed menurut kalian yang mana sih?

Lihat di YouTube