Tablet Lenovo yang Bisa Gantiin Laptop | Lenovo Yoga Tab Review Indonesia (YouTube Video)
Ternyata Lenovo bisa bikin tablet AI sebagus ini. Tabletnya punya banyak fitur AI yang canggih, tipis, ringan, paket komplit, dapat keyboard sama styless, spek-nya kencang, dan bahkan after sales-nya itu dapat EDP1 yang kayak versi laptop ya. Ini nih Lenovo Yoga Tab. Sebelum saya nyobain Lenovo Yoga Tab ini, saya sebenarnya udah sempat nge-review saudaranya waktu itu adalah Lenovo Legion Tab. Sesuai namanya, Legion yang emang lebih ke versi gaming. Nah, Tal itu tuh kerasa banget ya. Emang punya fokus ke soal game. Nah, yang ini kan versi yoga yang juga dulu tuh identik sama laptop Menovo. Nah, kalau Legion sebelumnya lebih ke gaming yang yoga ini saya bisa bilang adalah versi yang lebih komplit, lebih allrounder untuk mereka yang pengin dapat lebih. Yang pertama harus banget di manion adalah paket penjualannya. Lenovo Yoga Tab ini komplit banget, langsung dikasih keyboard cover ya, terus ada stylus supaya kita bisa langsung gas, maksimalin tabletnya. Entah itu buat ngetik-ngetik kerjaan atau buat gambar-gambar kreatif, tablet ini udah semuanya bisa di-cover. Keyboard-nya ini dia terhubung dengan konektor pogo di bagian bawah dan enggak pakai Bluetooth. Kalau untuk soal ngetik-ngetik buat saya ini adalah keyboard yang nyaman, enak dipakai, tombol empuk, jaraknya juga pas. Emang bukan yang paling lebar, bagi sebagian orang mungkin butuh sedikit pembiasaan supaya lebih nyaman. Tapi setelahnya menurut saya ini adalah keyboard yang bisalah dipakai untuk ngetik berjam-jam. Selain itu bisa dilihat dia juga punya touchpad yang akan bikin experience maka jadi berasa lebih natural kayak kita pakai laptop. Touchpad-nya ini smooth banget untuk navigasi, responsif, dan dia juga sudah support banyak gestur berguna. Jadi contoh dia bisa swap ke atas pakai tiga jari untuk minimize aplikasi. Terus dia juga bisa swap kiri kanan pakai tiga jari untuk pindah window. Dan kalau misalnya kita tap dua kali pakai tiga jari, dia bakal ngebuka switch screen. Ini guna banget sih buat mereka yang multitasking banget pakai tabletnya. Paling stik catatan kalau dari segi preferensi saya untuk menggunakan sebuah tablet itu berharap kalau keyboard-nya ada backlight satu. Terus dari segi kick stand. Nah, backlight ini pastinya bisa ngebantu bagi mereka yang mungkin suka ngetiknya gelap-gelapan gitu. Terus kalau untuk kick stand sebenarnya udah enak nih. Kita bisa lihat dia lues banget untuk kita tekuk-tekuk gitu untuk ngatur angl-nya. Cuman mungkin pada case-case tertentu, misal kita lagi butuh untuk ngetik sambil mangku ya, mangku tabletnya ini menurut saya agak kurang nyaman ya karena dia modelnya seperti ini. Habis itu karena model yang kayak gini juga menurut saya akan lebih baik lagi kalau tablet ini keyboard-nya mendukung Bluetooth. Jadi kita bisa pisahin tabletnya ya. Tabletnya di mana, ngetiknya di sebelah mana. Tapi balik lagi ini adalah case yang sangat spesifik dan mungkin enggak akan berdampak untuk banyak orang. Nah, habis soal keyboard poin yang menarik lainnya dari tahat ini adalah dari stylusnya ya. Kita dapat yang pro bukan yang standar-standar aja. Dia terhubung pakai Bluetooth ke tabletnya dan ada sensor sentuhnya juga di bagian pinggir. Untuk koneksinya sebenarnya gampang banget, kita tinggal tempel aja karena dia magnetik di bagian atas begini nanti dia bakal otomatis langsung pairing. Secara sensitivitas ini bagus banget karena dia punya 8.192 pressure point. Latenya juga sangat rendah untuk coretan yang lebih presisi dan dia juga ada efeknya. Misal kita lagi ngegambar ya pakai pensil gitu misalnya nanti dia efeknya kayak kita lagi gambar pakai pensil. Kalau misalnya kita pakai stabilo pakai pulpen itu rasanya juga beda lagi. Emang harus nyobain sendiri sih. Tapi menurut saya ini adalah tambahan yang sangat menarik dari stylusnya si Lenovo Yoga Tab ini. Terus ini juga menurut saya bakal berguna banget untuk banyak orang. Bagi mereka yang emang pengin memaksimalkan stylusnya. Bisa untuk sekedar bikin catatan atau bikin notes yang menarik. Kita bisa pakai banyak aplikasi kayak Notepad atau Nibo yang udah ada di tabletnya. Terus buat yang pin gambar-gambar sini juga ada clip Pain Studio atau sekarang kita bisa maksimalin fitur AI Sketch to image. Ini aplikasi AI Lenfone yang ada di notepad-nya yang menurut saya bisa menjadi satu highlight dari AI yang dihadirkan di tabletnya. Kita tinggal gambar kasarnya aja gimana nanti bakal ditambahin dan dirapiin sama AI-nya. Jadinya dengan kombinasi ada keyboard sama stylus menurut saya ini tabletnya udah ready banget secara kelengkapan. Tapi tentu pertanyaan utamanya adalah gimana rasanya pas tabletnya dipakai sehari-hari? Nah, buat mereka yang mobile ya, aktivitasnya mobile, suka ke C kafe atau segala macam, tablet seperti Yoga Tap ini punya keunggulan dari segi desain. Tabletnya tipis, ringan, dan itu pun udah dipasang keyboard covernya. Build quality dari tabletnya juga oke banget kejaga karena dia pakai unib metal build yang solid. Tablet ini saya cek emang enggak ada sertifikasi IP rating yang macam-macam, tapi untuk tablet harusnya bukan menjadi poin yang bisa dikatakan sebagai deal breaker sama sekali. Di bagian atas tabletnya kita bisa lihat ada tombol volume. Di sebelah kirinya itu ada tombol power. Terus di sisi kanan perangkatnya ini ada port USBC yang sudah bisa menggunakan USBC 3.2 gen 2 untuk transfer data yang lebih cepat. Habis itu untuk speaker Yoga Tap ini juga udah mantap banget. Dia dilengkapi dengan empat speaker, quad speaker dengan Atmos. Suaranya kencang, detailnya juga enak banget untuk sebuah tablet. Cocok untuk dipakai buat nonton, main game, atau dengerin musik. Kalau udah ngelihat dari semua sisi tabletter tadi, mungkin udah ada yang ng ya. Ya, di sini kita tidak menemukan slot entah buat SIM card atau micr SD ya. Jadi, kita enggak bisa pasang keduanya itu. Tablet ini Wii only dan untuk storage-nya memang hanya 256 GB aja. Lanjut lagi. Sekarang kita masuk ke bagian layar. Ini salah satu yang bagus juga di tablet ini. Baselnya lebih oke kalau saya bandingin sama Legion Tab yang sebelumnya. Dia enggak tebal untuk tablet dan simetris di keempat sisi. Di bagian atas ini juga ada webcam di posisi tengah yang menurut saya ideal banget kalau misalnya mau dipakai untuk video call. Apalagi ditambah dengan kualitas kameranya yang menurut saya bagus ya untuk sebuah tablet. White angle dan gambar tajam selama dalam kondisi cahaya yang baik. Oke, sekarang ini kita coba testing buat video call pakai Zoom dengan Lenovo Yoga Tab. Hasilnya kayak gini dalam ruangan dengan kondisi satu lampu studio ini. Kalau lampu studionya dimatiin dengan sedikit cahaya dari luar dari jendela, hasilnya masih oke. Mungkin agak sedikit turunan, ada sedikit noise tapi enggak masalah. Dan untuk fitur-fitur dari videonya tetap bisa kita pakai. Contoh untuk virtual background. Nah, virtual background-nya masih dapat kayak gini. Kalau mau diblur dikasih begini bisa semua mau pakai filter jalan semua. Menurut kalian gimana untuk hasil videonya? Silakan komentarin aja di bawah. Kemudian gimana kalau buat bagian specs-nya? Nah, di sini sebenarnya juga enggak main-main ya. Layar 11 inch resolusinya 3,2 dengan refresh rate up to 144 Hz pure side pro display. Jenis panelnya dia pakai LTPS, satu turunan dari IPS juga, tapi lebih tipis, seringan, lebih hemat daya. Secara kualitas visual menurut saya ini udah sangat memanjakkan mata dengan saturasi warna yang cukup tinggi, kontrasnya juga oke, dan warna hitam yang cukup pekat mengingat ini bukan panel OLED atau AMOLED. Udah oke banget dan menurut saya sama sekali enggak jadi masalah. Terus Lenovo juga di sini ada fitur AI super untuk bisa nge-upscale konten resolusi rendah supaya tetap bisa kelihatan tajam saat ditampilin di layar. Lanjut ke speks. Berikutnya kita ngomongin soal chipset ya. Jadi di tablet ini Lenovo ngebawain Snapdragon 8 Gen 3 ya. Ini sebenarnya adalah chipset yang powerful ditemani dengan RAM 12 gig dan storage 256 GB. Kombinasi menurut saya cukup ya sebenarnya walaupun dia bukan chipset terbaru tapi masih kencang banget. Kalau misal ada yang nanya ini kan udah 2026 kenapa enggak Gen 5 sekalian? Kalau menurut saya sebenarnya lebih ke untuk ngejagain harga produk yang udah lengkap banget kayak gini. Kalau misalnya dipakaiin Ital Gen 5 ya pasti harganya udah bakal jadi berapa? 14 R15 juta yang mana bakal kelihatan lebih mahal lagi. Nah dengan SPCs yang ada sekarang jika untuk orang yang butuh tablet dengan performa cukup tinggi ya buat aktivitas sehari-hari untuk kerjaan multitasking yang lancar dan smooth sebenarnya sudah mencukupi sekali. Tablet ini juga punya satu fitur yang menarik nih untuk nulis-nulis yaitu namanya adalah AI smart input. Jadi di aplikasi yang nulis kayak Notepad, Docs dan lain-lain kita bisa pencet tombol bintang yang ada di keyboard. Dia nanti bakal otomatis kayak munculin simbol seperti ini. Dan kita bisa langsung nulis prom aja misalnya minta tulis apa request atau bikinin surat resign gitu. Nanti kita pencet lagi tambah bintangnya dan biarin dia mikir. Nah nanti ya itu bakal langsung nulisin template supaya kita enggak pusing lagi. Sisanya tinggal kita edit aja sesuai dengan kebutuhan. Bonusnya lagi ini juga udah support bahasa Indonesia jadi lebih gampang untuk pakainya. Nah, balik lagi sedikit ke soal performance. Sekarang kita naikin intensitasnya untuk yang lebih berat. Misalnya untuk edit foto dan video kayak buat di CapC ini masih oke banget kok untuk dipakai ngrender video 1080 sampai 4K masih tetap bisa diberesin dengan waktu yang bagus. Di bagian gaming menurut saya juga enggak masalah sama sekali karena di beberapa game yang saya cobain lancar-lancar aja. Emang settingannya enggak yang rata kanan mentok ya, tapi tetap playable kok selama kita kondisikan. Apalagi Yoga Type ini juga punya fitur yang menarik yaitu keyapping untuk mempermudah kita main game dengan controller. Kali aja game yang kita mau itu belum support pakai controller secara natif. Jadi itu dia. Ini bukan tablet gaming, tapi fitur gaming-nya tetap dipikirin. Kemudian untuk bagian baterainya di sini ada kapasitas 8.860 mAh. Cukup gede nih untuk sebuah tablet yang tipis kayak gini. Daya tahannya cakep, awet untuk sehari-hari. Apalagi kalau untuk pemakaian yang tidak intens kayak buat browsing doang ngetik awet lah gak bakal cepat habis kayak di sini tuh kayak minggu lalu kan sempat ada Long Weekend. Baterainya tuh cuman turun dikit pas lagi enggak saya pakai tapi pas Minggu Senin saya pakai lagi dia baru berkurang lagi. Jadi misalnya tabletnya lagi dianggurin gitu lagi enggak dipakai ya tenang aja baterainya enggak bakal nge-drain banyak sama sekali. Nah, poin lain lagi yang perlu diapresiasi nih menurut saya dari tabletnya Lenovo ini adalah di bagian software-nya. user interface-nya ya kelihatan dipikirin dengan sangat baik. Lenovo itu pakainya adalah Z UI UI yang kelihatan clean dan udah hampir stock Android secara experience dan tampilan. Fitur highlight-nya itu ada PC mode yang bikin tampilan si tablet ini jadi ala-ala desktop laptop gitu. Bisa diaktifin manual atau otomatis saat kita masang keyboard-nya. Nah, di PC mode ini tiap aplikasi bakal jalan per window yang bisa kita gede kecilin. Cocok buat yang emang pengin multitasking banget dan dapetin feel yang berasa lebih laptop, lebih desktop lah ibaratnya dari sebuah tablet. Nah, satu lagi ini sedikit buat bagian kamera. Biasa saya enggak ngebahas bagian kamera di tablet, tapi yang ini pas saya cobain ternyata hasilnya enggak jelek sama sekali. Sesungguhnya nih ya saya gak expect sama sekali kalau Lenovo ternyata bisa banget bikin tablet sebaik dan sematang ini. Kayak secara experience dia dipakainya bagus banget, lancar, mulus, fiturnya juga banyak dan lengkap dari fitur produktivitas, AI sampai gaming-nya ada. Habis itu dari layar juga udah cakep banget, resolusinya tinggi 144 Hz. Ya, spek saya juga kencang untuk metas pemakaian. Dan kalau masih ada yang masalahin bukan atal Gen 5 ya jawabannya kayak yang tadi udah sempat saya bahas di tengah video. Lagian nih ya kalau kita beli gadget itu kan enggak cuma soal chipset kencang doang gitu. Banyak aspek lain yang juga penting. Coba dihitung nih dari si Len Nevo Yoga. Tapi nih kita bisa lihat dari paketan keyboard sama stylus ya udah dapat langsung di kotak enggak usah beli terpisah lagi. Terus ada gratis Adobe Lightroom sama Adobe Express 3 bulan buat setiap pembeliannya dan enggak bisa dilupain ada EDP1. Tablet ini dapat ADP1. Jaminan perlindungan top tir yang ada di dunia gadget saat ini di Indonesia. Dari yang sebelumnya cuma buat laptop ya, sekarang ada di tabletnya juga. Yang asiknya lagi ini juga kita bisa akses langsung lewat menu Lenovo Vantage yang ada di tabletnya. Kita bisa lihat masa garansi sampai masukin etiket, laporin keluhan itu semua langsung di tablet. Ini menurut saya adalah fitur-fitur poin-poin kecil yang sering dilupain orang yang ngelihat sebuah gadget itu cuma dari kenceng-kencengan chipset doang. Padahal banyak aspek lain yang penting untuk menunjang experience supaya lebih nyaman dipakai sehari-hari. Tapi ini menurut kalian dirasa cocok? Menurut saya sikat aja ya, karena ini adalah satu tablet Android yang jelas recommended banget untuk tahun 2026 ini. Kalau menurut kalian gimana? Oke atau enggak? Langsung tulis aja di kolom komentar di bawah. Dan buat yang pengin lihat promo detail produk segala macamnya, linknya ada di deskripsi di bawah. Untuk sekarang kayak segitu aja dulu buat review-nya. Makasih banyak nonton sampai habis. Sampai ketemu lagi di video berikutnya. Dan seperti biasa, have a nice day.
