Tablet Terbaik Motorola Tahun 2025? Review Motorola Moto Pad 60 Pro (YouTube Video)
Ini adalah Moto Pet 60 Pro, tablet kelas menengah dari Motorola yang dirancang cocok untuk berbagai kebutuhan. Layarnya besar 12,7 inci dengan refreset adaptif sampai 144 Hz. Tampilan warnanya juga udah asik nih, cocok banget untuk menikmati konten. Dukungan stylusnya juga udah ada dong dan stylus pnya langsung disertakan dalam paket penjualan. Kusan performa juga enggak bercanda nih. Dia pakai Mediatek Dimensity di 8.300 yang tentunya kencang. Baterainya besar di 10.200 mAh dengan dukungan charging di 45 watt. Fiturnya canggih, ada smart connect khas Motorola dan ada AI dari Google juga. Apakah tablet ini cocok untuk kalian? Simak review-nya kali ini. Ya, Motorolla brand yang satu ini sepertinya cukup sering menghadirkan produk terbarunya ke Indonesia di tahun 2025 ini. Sejak mereka comeback ke pasar Indonesia di Februari 2025 yang lalu, kita udah beberapa kali bikin video review smartphone dari Motorola. Ada Moto G45 5G, Moto H60 Fusion, Moto H60 Pro, dan yang belum lama ini ada Moto G86 Power. Nah, kali ini motorl ingin mencoba masuk ke pasar tablet juga lewat Moto Petad 60 Pro ini. Penasaran satu bisa apa? Langsung aja kita mulai pembahasannya dari isi paket penjualannya. Tentunya di sini ada unit Moto Pet 60 Pro dan ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya. Ini di sini ada charger 68 wat. Jadi walaupun tabletnya cuma mendukung fast charging sampai 45 watt, tapi charger yang disertakan adalah 68 watt maksimumnya. Nah, untuk kabel ada kabel USBC di sini, kemudian ada tray ejector, ada Moto Pen Pro, dan ada tip cadangannya serta paket dokumen. Sayangnya di sini belum ada screen protector dan juga keyboard case dalam paket penjualan ya. Tapi kalau stylus untungnya udah langsung ada di sini. Jadi enggak usah beli-beli lagi nih ya. Nah, untuk desain tabletnya tentunya hadir dengan desain yang serba flat. Mirip seperti tablet lain pada umumnya. Di bagian belakangnya ada logo Motorola yang membuat tablet ini enggak terlalu polos-polos amat. Bagian belakang dan frame-nya ini pakai bahan aluminium jadi terasa sangat solid saat dipegang. Untuk warnanya cuma ada satu, pantone bronze green seperti yang satu ini. Dimensinya lebar 291,8 mm, tinggi 189,1 mm, dan ketebalan hanya 6,9 mm. Sementara bobotnya 614 gr saat kami timbang. Oh ya, tablet ini juga sudah punya IP rating ya di IP 52 untuk perlindungan dari debu dan percikan air. Ingat ya, percikan air bukan untuk ditenggelamkan di dalam air bukan atau dijak berenang bukan ya. Nah, sekarang mari kita lihat apa yang ada di sekeliling body tablet ini. Kita lihat dengan posisi horizontal seperti ini ya. Di kanan ada dua grill speaker dan ada port USBC. Di atas ada tombol volume up and down ada dua mikrofon. Di kiri ada tombol power yang menyatu dengan fingerprint scanner, SD card slot, dan ada dua grill speaker di bawah. Di sini ada Pogo Pin connector. Jadi, ada empat grill speaker ya di tablet yang satu ini. Speakernya ini disebut sebagai JBL quad speaker. Jadi sepertinya ada campur tangan JBL nih di sini nih ya. Terkait kualitas suaranya ini sudah terbilang mencukupi. Bassnya kuat tapi memang belum yang bulat-bulat amat. Wajar sih untuk sebuah tablet. Nah, untuk trble terasa udah pas tidak menusuk yang satu ini. Sementara untuk vokal ini sudah cukup jelas. Clear vokalnya. Volume suara pun terbilang lantang tanpa harus dipentokin. Ini memang bukan yang luar biasa hebat banget, tapi sudah sangat mencukupi untuk berbagai kebutuhan. Beralih ke S depannya, ini adalah layar IPS 12,7 inci. Resolusinya adalah 2944 * 1840 piksel ya. Rasionya 16 bfresh set-nya up to 144 Hz adaptif. Jadi dia bisa naik sampai 144 Hz kalau ada aktivitas di layar dan bisa turun ke 30 Hz kalau tidak ada aktivitas. Catatannya refresh 144 Hz ini tentunya hanya bisa jalan di aplikasi tertentu seperti halaman settings dan home screen. Nah, untuk brightness motor mengklaim bahwa yang satu ini punya peck brightness di 400 nits. Nah, kalau kami tes brightness maksimumnya itu ada di 415 nitz baik dalam kondisi standar maupun kalau kita simulasikan untuk di outdoor. Ini belum yang super terang, tapi sudah terbilang oke untuk sebuah tablet. Untuk mode warnanya ada dua nih, ada standar dan ada vibrant. Nah, untuk hasil tes kalot-nya seperti ini ya. Ya, bisa lihat ya terlihat bahwa mode standar itu lebih diarahkan mendekati 100% sRGB. Jadi kalau mau edit foto atau video, gunakan mode yang ini aja supaya hasil editannya punya warna yang mirip kalau dilihat di layar yang lain. Tapi kalau mau saturasi warna yang lebih tinggi bisa pilih mode vibrant ya. Karena di sini gambut volume-nya lebih tinggi lagi. Sudah mendekati 100% dp3. Iya. Siapa bilang IPS enggak bisa 100% di CP3? Ini bisa mendekati 100% di CP3. Nah, untuk beza layar memang bukan yang super tipis, tapi gak bisa dibilang tebal-tebal amat juga terbilang udah pas lah, apalagi ini sudah simetris di keempat sisinya. Layarnya juga tentunya sudah mendukung input stylus. Sementara untuk dukan multitouch dia bisa nyampai 10 jari. Nah, untuk kamera depan 8 megap ini ada di bezel atas layar kalau kita pegang di posisi horizontal. Bukanya F2.0 berkamar video sampai dengan 1080p 30 fps. Beralih ke sisi belakang ini adalah kamera 13 megapel autofokus bukannya F2.2 2 per kamera video sampai dengan 4K 30 fps dan tentunya ada LED flash juga di sini. Di sisi belakang ini juga terdapat area khusus yang dilengkapi dengan magnet untuk menempelkan moto pen-nya ya. Nah, untuk spesifikasi internalnya SOC-nya menan Mediatek Dimensity 8.300, RAM 8 GB LPDR 5X dengan fitur RAM boost sampai dengan 5 GB. Untuk stornya 256 GB UFS 4.0 ya. Lalu baterainya 10.200 mAh dengan dukungan charging sampai 45 wat. Untuk sensor aserometer ada, LED sensor ada, dan gyiroskop hardware itu juga tersedia. Untuk kreativitas untuk jaringan seluar seperti 4G atau 5G memang tidak ada. Jadi tablet ini memang WiFi only. Lalu untuk Wii dia WiFi 6. Bluetooth versi 5.3. Bluetooth coddex-nya lumayan lengkap. Bisa dilihat aja di daftar yang satu ini ya. Lumayan lengkap ya. Dan tentunya dia support USB OTG. Untuk display output sayangnya ini belum bisa. Nah, untuk keamanan dia punya face recetition dan fingerprint scanner yang ada di tombol power tadi. Untuk OS dia pakai ZUI 17 berbasis Android 15. Untuk update-nya Motorol menjanjikan dua kali update versi Android dan 4 tahun untuk security patch-nya. Ini beda ya dari OS yang dipakai di smartphone Motorola ya. Setelah kami cari tahu, ZUI ini adalah custom Android OS yang biasa dipakai tablet dari Lenovo. Ya, tahu kan kalau Motor itu sekarang memang dimiliki oleh Lenovo. Jadi, ini wajar-wajar aja. Nah, untuk tampilan OS ini cukup minimalis ya dengan aplikasi third party yang minim dan tidak ada iklan. Oh ya, walaupun OS-nya beda dengan yang di smartphone, fitur smart connect khas Motorola tetap ada dalam tablet ini. Nah, ini bisa digunakan untuk membuat tablet ini menjalankan beberapa fitur cross devices ke smartphone motor lainnya atau dengan laptop Windows juga bisa. Misalnya nih dia mau jadi webcam bisa, copy paste device bisa. Misalnya kita mau copy text dari laptop lalu paste tablet ini. Nah, bisa tuh bisa ya. Lalu dia juga bisa mengandalkan isi tablet dari laptop itu bisa. Bisa juga ya. Dan masih banyak lagi fitur smart connect yang bisa dijalankan di tablet ini. Ini semua bisa dilakukan tanpa kabel atau dengan kabel. Nah, kalau mau tanpa kabel atau wireless syaratnya hanya butuh login ke akun smart connect yang sama dan terhubung ke jaringan Wii yang sama. Gitu aja. Simpel kan? Nah, catatannya smart connect ini akan tampil dalam floating Windows dengan ukuran yang relatif kecil seperti ini. Dan untuk sekarang kami masih belum menemukan cara untuk menampilkannya di mode full screen. Oke, untuk fitur AI tablet ini sudah dilengkapi dengan AI tools dari Google yaitu Circle to Search. Jadi kalau kita kepo sama sesuatu ya ee barang atau tempat atau objek yang muncul di layar itu tinggal dilingkarin aja nanti hasil pencariannya bakal langsung muncul. Kalau mau translate bahasa asing bisa juga hasilnya juga langsung muncul di layar. Nah, Circle Tool Search ini bisa diaktifkan dari aplikasi apapun ya. Jadi enggak perlu pindah-pindah aplikasi kalau pakai tools yang satu ini. Lalu untuk Gemini tentunya juga sudah ada. Kalau mau panggil tinggal tahan tombol power aja nanti muncul deh Gemininya. Siap tuh buat dipakai ya. Oke, lanjut lagi kita bahas aksesoris pendukung tablet ini yaitu Moto Pen Pro ya. Untuk baterainya tidak ada informasi berapa kapasitasnya tapi Motelah mengklaim bahwa stylus ini punya daya tahan baterai hingga 35 jam pemakaian. Nah, untuk charging-nya cukup mudah. Tinggal hubungkan kabel charger ke port USBC-nya aja. Stylus ini sudah mendukung 4096 level pressure detection. Satu coba ini memang bisa mengenali tekanan yang berbeda-beda pada saat kita gunakan. Nah, bagaimana kalau kita coba untuk menggambar? Nah, styus ini cukup nyaman saat dipegang ya. Dalam palm rejection-nya juga aman di sini. Kami juga tidak merasakan delay mengganggu ketika pakai stylus ini untuk coret-coret di layar. Sudah mencukupilah kalau untuk menggambar, untuk bikin mind map, flowchart, dan lain sebagainya. Oh ya, kalau kita sedang pakai stylusnya akan ada floating menu untuk quick akses ke beberapa fungsi seperti membuka notes, circle to search, magnifying tool, dan beberapa fungsi lain yang bisa memanfaatkan stylus ini. Oke, untuk keyboard case bawaan sayangnya memang masih belum ada. Solusinya pakai keyboard case universal untuk tablet dengan ukuran 12,7 inci ya tinggal dicari aja tuh di marketplace ada banyak tuh ya. Nah, atau kalau mau pakai keyboard Bluetooth bisa juga ya tinggal sambungin aja enggak ada masalah. Bahkan mau pakai mouse bisa juga kok disambungin ke sini. Ini kan Android, jadi bisa nyambung ke keyboard dan mouse ya. Lanjut untuk hasil benchmarknya. Sekarang kita lihat ya. Untute 10 tanpa kipas kita dapat Rp1.115.000-an. Kalau kita kipasin bisa naik nih ke 1,2 jutaan. Untuk Geigbench 6 tanpa kipas single core di 1384 multiore di 4.158. Kalau kita kipasin single core jadi 1408 dengan multicore di 4.419. Untuk 3x sling shot unlimited open IS3.1, graphic skornya ada di 13.520 tanpa kipas dan kalau kita kipasin berubah jadi 15.124. Untuk wildl stress test tanpa kipas best scor-nya di 7.54 dan low score di 4.215. Ini stability-nya 55,9%. Sementara kalau kita kipasin base score ada di 8.125 dan low score di 6.784. Jadi stability-nya naik ke 83,5%. Lanjut untuk JFX B 3.180p off screen. Kita dapat 113 FPS tanpa kipas dan kalau dengan kipas kita dapat 136 fps. Untuk GFX Bench Car C 1080p offsreen kita dapat 75 fps tanpa kipas dan kalau dengan kipas kita dapat 82 fps. Terlihat ya kalau kita pakaiin kipas atau kita kipasin gitu ya skor benchmark-nya akan jadi lumayan terasa lebih tinggi di sini. Oke sekarang kita lihat kalau buat gaming gimana. Kita mulai dari subway server dulu. game ini bisa berjalan di 120 FPS. Jadi kita bisa main game ini dengan mulus, lancar di frame rate yang tinggi. Lanjut untuk Mobile Legends. Setting frame terbuka sini hanya sampai super atau 90 fps aja. Kalau kita mainkan dengan kualitas mentok kanan dan tanpa kipas, frame rate-nya ada dari kisaran 80 sampai 90 fps kalau lagi sepi. Sementara kalau lagi ada batal, dia bisa turun sampai 60 fps. Ini bukannya super mulus di 90 fps memang ya, tapi kalau menurut kami ini sangat playable. Kita coba lagi kalau kita kipasin. Nah, hasilnya ternyata bisa rata 90 fps tanpa masalah. Nah, jadi kelihatan nih ya kalau dikipasin performanya jadi lebih stabil dan sangar banget. Lanjut untuk PUBG Mobile frame rate-nya terbuka sampai smooth extreme plus atau 90 fps. Kalau dimainkan frame rate-nya bisa sampai 90 fps kalau lagi sedang sepi ya. Tapi kalau lagi ramai bisa turun ke 70-an FPS. Bukan yang super-super stabil tapi masih nyaman buat dimainkan. Tapi lagi-lagi kalau kita kipasin gameennya bisa jalan jadi lebih lancar lagi. Kalau sepi dia lancar di 90 fps. Sementara kalau lagi ramai-ramai banget pun 80 sampai 85 fps. Nah untuk gying ini mulus dan akurat ya. Kan ini pakai hardware base gyro jadi lancar. Lanjut untuk watering waves. Kita coba di preset graphics yang disarankan, yaitu balance tapi frame rate-nya kita atur ke 60 fps. Kalau tanpa kipas, frame rate-nya naik turun di kisaran 30 sampai 45 fps lagi sepi. Sebentar kalau ada battle bisa turun sampai di bawah 30 fps. Lalu kalau pakai kipas frame rate-nya ada di kisaran 40 sampai 50 fps pas lagi sepi. Kalau lagi battle itu masih di atas 30 fps. 30 sampai 35 fps. Lanjut untuk Gensin Impact. Kita coba jalankan harusnya langsung di highest 60 fps ya. By default visual effect-nya diatur ke mid. Jadi kita pakai setting seperti ini aja. Kita coba mainkan selama setengah jam dengan skan yang seperti biasa dan tanpa kipas pendingin terlebih dahulu. Hasilnya frame rate-nya fluktuatif naik turun antara 35 sampai 45 fps. Sesekali bisa turun ke 30-an FPS tapi enggak terlalu sering kok. Average FPS didapatkan setelah setengah jam adalah 41 fps. Untuk suhu permukaannya titik terpanas di bagian layar ada di 46 sampai 47 derajat Celcius. Sementara suhu permukaan untuk bagian belakang suhu tertinggi ada di 46 derajat Celcius, tepatnya di dekat modul kamera. Menurut kami ini titiknya sudah agak tinggi suhunya ya sebetulnya. Untungnya ini bukan di area yang sering kita pegang kalau kita lagi main game. Oke, sekarang kita coba. Kalau kita pakai kipas pendingin dengan skandar yang sama, frame rate-nya sekarang bisa dari kisaran 40 sampai 50 fps sepanjang pengujian. Sesekali sempat turun ke kisaran 35 fps, tapi jarang. Untuk average FPS-nya ini naik ke 47,8 FPS. Lagi-lagi lumayan ngaruh ya kalau kita kipasin ya. Nah, untuk ranking kita bisa kasih ranking A minus kalau tanpa kipas dan A kalau dia pakai kipas. Oke, sekarang kita masuk ke pengujian kameranya. Oke, kali ini pembahasan kamera dari MotoPad 60 Pro itu bareng sama saya dan suara yang teman-teman dengar ini direkam langsung menggunakan mikrofon dari tabletnya. Jadi kalau mau dipakai untuk video call gitu suaranya tuh kayak gini. Ini kamera selfie-nya hasilnya kayak gini. Lumayan oke sih. Ini di tempat yang pencahayaannya ee lumayan oke ya. Ini lampu studio lagi saya nyalain. Dan resolusinya sendiri ini ada di 1080p 30 fps. Itu resolusi maksimalnya. Nah, kalau yang ini masih sama ya. Di kamera selfie juga resolusi juga masih sama 1080p 30 fps. Tapi ini dalam kondisi lampu studio kita matikan. Jadi ini ee keadaan cahayanya itu lebih redup dibanding yang sebelumnya. Untuk kualitasnya sendiri memang udah agak menurun, tapi enggak langsung yang parah-parah banget kok. ini masih lumayan rapi kok. Jadi kualitas kamera selfie-nya ini kalau buat ee video call harusnya udah oke banget. Oke, kalau yang ini adalah kamera utamanya dan di sini kita pakai ee lampu studio dulu ya, kita nyalain. Kita mau lihat hasilnya kalau di pencahayaan yang bagus itu kayak gimana. Hasilnya kayak gini. Lumayan rapi ya. Eh, by the way ini eh resolusi maksimalnya itu bisa 4K 30 fps. Jadi resolusinya lumayan tinggi di sini. Nah, ini kalau pakai kamera utamanya di 4K 30 fps juga, tapi lampu studionya kita matikan. Jadi, pencahayaannya agak gelap. Kualitasnya kayak gini tentunya udah agak menurun ya dibanding pakai lampu studio tadi. Nah, sekarang kita coba untuk ee video call ya. Ini kita pakai Google Meet. Di sini kita bisa pakai bermacam-macam e efek yang disediakan ya. Ini kalau misalnya kita mau ngeblur background tuh bisa kelihatan ya. Jadi keblur lampu di belakang tuh. Ini kalau mau blur-nya lebih kuat lagi atau kita mau pakai virtual background kayak gini. Nah, itu bisa juga bisa tinggal dipilih aja mau macam-macam. Dan kalau mau pakai filterfilter lucu-lucuan gitu bisa juga tuh. Intinya e Google Meet sih di sini udah bisa berjalan dengan baik ya, udah enggak ada masalah lagi. Jadi untuk yang mau pakai buat kelas online atau buat meeting kerjaan online ini harusnya udah aman banget. Oke, sekian dulu pengujian kamera dari tablet MotoPopad 60 Pro ini. Ee kita lanjut lagi ke pengujian berikutnya, ya. Kita lanjut lagi dengan menguji daya tahan baterainya. Dengan YouTube local video playback 1080p. Dia bisa bertahan sampai hampir 19 jam, tepatnya 18 jam 44 menit. Ini hasil yang terbilang standar aja lah untuk sebuah tablet 12,7 inci. Harapan kami sebetulnya nyampai di 20 jam, tapi ya udah lumayan dekatlah sebetulnya. Lanjut untuk YouTube streaming selama setengah jam, baterai berkurang 7%. Sementara mainan TikTok selama 30 menit, baterai berkurang 10%. Sementara main Gens Cin Impact HS 60 FPS selama setengah jam, baterai berkurang 14%. Oke, sekarang kita lihat untuk charging-nya. Kita coba pakai charger bawaan. Untuk mencapai 50% butuh waktu 46 menit. Sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 1 jam 41 menit. Untuk baterai yang besar di 10.200 mAh charging-nya sudah terbilang cukup cepat. Oke, lanjut lagi untuk Netflix. Dia udah WF L1 jadi support streaming konten HD tanpa dukungan HDR memang ya. Untuk YouTube dia bisa streaming sampai 4K 60 FPS dengan HDR. Streaming pun mulus ya, gak ada masalah di sini. Untuk haptic feedback tidak tersedia tapi wajar. Ini kan sebuah tablet ya. Sementara untuk Wii sharing juga tidak tersedia tapi lagi-lagi wajar untuk sebuah tablet seperti ini. Nah, pertanyaannya apakah dia bisa pakai keyboard dan mouse? Seperti kita bahas tentunya sudah bisa ya. Tinggal pasang aja lewat USB atau koneksikan pakai Bluetooth ya. Pakai keyboard dan mouse Bluetooth bisa ya atau mau pakai keyboard dan mouse yang kabel bisa juga cuma mungkin butuh USB hub di situ. Oke untuk harganya Moto Pet 60 Pro ini hanya hadir dalam satu opsi RAM dan storage yaitu di 8256 dan harganya ada di Rp6.99.000. Untuk detail lengkapnya silakan cek langsung di kolom deskripsi. Kita langsung masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama tablet ini Wii only. Jadi untuk kekisi internetnya akan bergantung dengan Wii atau tetering ke smartphone kita. Tapi kita semua bawa smartphone kan ya. Jadi harusnya enggak ada masalah. Lalu tidak ada keyboard case di paket penjualannya. Jadi kalau mau pakai keyboard itu harus cari yang third party. Kemudian untuk performanya ini baru terasa maksimal kalau kita pakai kipas pendingin. Tapi pastikan kipas pendinginnya cocok untuk tablet yang punya ukuran sebesar ini. Lalu untuk daya tahan baterainya masih sedikit berada di bawah harapan kami. Lalu mungkin ada yang protes, "Kok layarnya masih IPS belum OLED?" gitu ya. Menurut kami enggak ada masalah karena tampilannya sudah cukup oke ya. Bahkan bisa mencapai DCI IP3 juga ya untuk color gamutnya. Lagi pula layar IPS kan lebih aman dari burn inin ketimbang layar OLED. Dari segi kelebihannya ya ini pakai layar besar dengan refres set up to 144 Hz. Jadi kualitas tampilannya udah asik nih. Lalu pakai dimensi 8.300. Jadi performanya udah lumayan oke. Kemudian dia sudah mendukung penggunaan stylus dan sudah disertakan juga dalam paket penjualan. Enggak perlu beli stylus lagi. OS-nya ini minim aplikasi pihak ketiga dan bebas dari iklan yang jelas ya. Lalu dia udah punya fitur smart connect untuk penggunaan cross devices. Udah kuat speaker pula di sini ada slot micro SD. Jadi kita bisa menambahkan apor di dalam tablet ini. Oke, jadi pertanyaan tablet ini cocoknya buat siapa? Buat yang kerjanya mau coret-coret desain atau gambar-gambar cocok nih ya karena stalus dan langsung dapat stalus dari paket penjualannya. Buat pelajar atau mahasiswa yang cari gadget untuk bantu belajar ini juga cocok. Layarnya besar jadi enak buat dipakai baca-baca materi pelajaran. Lalu ada stylusnya kalau mau buat catatan seperti di buku gitu ya bisa juga di sini ya. Lalu untuk yang cari tablet untuk menikmati konten hiburan cocok banget bakal puas dat konten di layar besarnya. Kemudian buat yang mau punya tablet gaming bisa juga performanya udah cukup kencang dengan catatan ya harus dijagain ya suhunya ya. Sementara itu untuk yang mau memperlakukan ini sebagai penggantinya laptop sebetulnya bisa-bisa aja tinggal cari keyboard dan mungkin nambahin mouse aja. Untuk aplikasi yang bisa membaca dan membuat file-file e dokumen atau eh spreadsheet gitu ya seperti Office gitu bisa juga kok. Android kan udah punya banyak aplikasi seperti itu. Mau yang gratis ada, mau yang berbayar juga ada. Ya, pada akhirnya kalau dicari adalah tablet Android dengan layar yang lumayan besar, performa kencang, OS bersih, dan sudah termasuk stylusnya. Motopad 60 Pro ini layak untuk dipertimbangkan. Saya Difan Jaga TV.
