Tablet Windows Besar yang Serba Bisa! Review MSI Summit A16 AI+ (YouTube Video)
Ini adalah sebuah laptop convertibel yang super kencang dengan ukuran layar besar 16 inci. Super kencang karena prosesor pakai AMD Ryzen AI 9365 yang punya total 10 core. IGP-nya juga kencang karena pakai arsitektur baru. RDNA 3.5. NPU-nya punya performa up to 50 tops. Jadi dia langsung memenuhi standar cilot plus PC dari Microsoft. RAM-nya 32 GB LPD dari 5X dengan storage 1 TB PC GN4. Layarnya QSD Plus refresh rate 165 Hz dan sudah touch screen. Baterai juga gede banget 82 wat hour. Ini adalah MSI Summit A16 AI plus A3 HM ya. Jarang-jarang ya ada sebuah laptop dengan ukuran layar 16 inci yang konvertibel seperti ini ya. Biasanya laptop convertibel tuh ukurannya 14 atau bahkan di 13 inci. Nah, yang menarik kalau ada cari tablet berbasis Windows ini sebetulnya bisa berubah jadi tablet yang berbasis Windows ya. Karena ukuran layar sebesar ini akan membuat kita semakin nyaman mau bekerja di mode tablet juga ya. Dan karena ukuran layar besar jadi ya ini jadi tablet yang besar juga 16 inci. Gede banget kan tuh ya ruang kerja jadi luas banget. Jadi kalau misalnya mau kerja atau gambar di touch screennya itu udah nyaman banget kalau pakai yang satu ini. Nah, sekarang mari kita mulai dan kita mulai dari pembahasan spesifikasinya terlebih dahulu. Untuk prosor dia pakai AMD Ryzen AI 9365. Code name-nya adalah Strix Point. Arsitekturnya langsung Zen 5 yang baru ya. Fabrikasinya TSMC 4 nanmfet. Totalnya dia punya 10 core dan 20 thread yang terdiri dari 4 Zen 5 core dan 6 Zen 5C core. Default TDP-nya 28 wat clock-nya di 2 GHz dengan maksimum boost clock up to 5 GHz. L3 cas-nya juga lumayan besar 24 MB. Untuk integrate graphicsnya dia pakai AMD Radion Graphics 880M. ini udah pakai arsitektur RDNA 3.5. Totalnya dia punya 12 graphic skore. Untuk NPU tentunya pakai IMD Ryzen AI dengan performa up to 50 tops. Untuk RAM langsung 32 GB LPDDR 5X 7500 onboard ya. Ini langsung dual channel 128 bit. Karena onboard memang jelas ini enggak bisa di-upgrade tapi udah 32 gig udah dual channel dan kencang pula. Jadi rasanya enggak terlalu masalah ya. Untuk SARES 1 TB SSD NVME PCI GEN 4 hanya tersedia satu slot SSD M.2 ya di sini ya. Jadi kalau mau upgrade kita perlu ganti SSD bawaan ke SSD yang lebih besar. Tapi karena ini 1 TB udah lumayan lah ya. Nah untuk wireless-nya dia pakai Qualcom Fast Connect 7800 sudah support Wii 7 dan Bluetooth versi 5.4. Untuk baterai kapasitasnya ada di 80 wat hour. Cukup besar nih. Untuk OS tentunya dipakai Windows 11 Home Body form factornya adalah convertible. Nah, untuk materialnya bodinya menggunakan material logam yang diklaim sudah lolos uji ketahanan military standar 810H. Warnanya ini namanya ink black ya. Hitamlah maksudnya ya. Nah, untuk desain ini polos banget ya. Terasa profesional banget. Masih mirip seperti seri Summit dari generasi sebelumnya. Saat layar dibuka, bagian belakang akan sedikit terangkat jadi dapat meningkatkan sirkulasi udara dan kenyamanan saat kita mengetik. Nah, di sini kita bisa menemukan semacam pengganjal karet. Jadi, body laptopnya ini enggak akan lecet karena hal yang tadi itu ya. tentunya logo MS yang ada di bagian belakang ini adalah logo untuk laptop kelas bisnis dan produktivitas. Jadi makin terasa profesional di sini. Untuk dimensi panjang 35,8 cm, lebar 25,8 cm dengan ketebalan 1,69 cm di sisi paling tipis, dan 1,73 cm di sisi paling tebal. Untuk bobot laptopnya itu ada di 2,14 kg, chargernya 300 gr. Ini adalah charger USB type C 100 wat. Total bobotnya kalau di bawah-bawah adalah 2,44 kg. Nah, untuk display ini adalah panel berukuran 16 inci. Panelnya IPS level display. Ingat ya, IPS level itu bukan TN bukan, bukan. Ya, kalau berkualitas ya berkualitas aja ya. Resolusinya ada di QHD Plus atau 2560 * 1600 pikel. Aspek rasiya juga modern di 16 bing 10. Refresh rate layar itu up to 165 Hz dan sudah mendukung fitur dynamic refresh rate. Jadi, refresh rate-nya bisa berubah ya sesuai dengan konten yang sedang diputar. Paran pengujian kami, tingkat kecerahan maksimumnya itu ada di 507 units. Ini terang banget sih layarnya ya. Sedangkan untuk gamut coverage-nya ada di 97,2% di CP3 dengan gambut volume di 102,6% DC IP3. Woh, mantap. Jelas banget layar ini sudah cocok banget buat dipakai untuk content creation seperti editing video dan editing foto misalnya. Tentunya kalau dipakai buat nonton juga mantap banget ya. Laptop ini juga dapat mengatur tingkat kecerahan layar secara otomatis berdasarkan pencahayaan di ruangan kita. Permukaan layarnya glossy nih seperti likenya layar laptop convertible yang lain. Ini memang membuat pantulan bayangan jadi agak terlihat di layar ya. Tapi permukaan seperti ini membuat warna konten yang ditampilkan di laptop ini jadi cemerlang banget tentunya karena ini adalah laptop convertibel layarnya sudah support touch screen dengan dukungan stylus pen juga. Menarikan lagi MSI sudah menyediakan MS Pen 2 yang versi 2 ya yang sudah kompatibel juga dengan protokol Microsoft MPP 2.6 terbaru. Jadi kalau mau dipakai buat gambar, sketching atau sekedar mau nulis-nulis catatan saat meeting nih ya bisa banget yang satu ini. Layarnya juga punya bingkai yang tergolong tipis di sisi kanan dan kirinya. Untuk atas agak sedikit lebih tebal karena ada kamera dan logo MSI di situ. Nah, sekarang kita bicara soal kamera dan mikrofonnya. Kamera itu punya resolusi 1080p 30 fps dan sudah mendukung fitur 3D noise reduction plus atau 3DNR plus. Kameranya juga sudah digapai dengan fitur Windows Studio Effect seperti background blur, auto framing, dan eye contact. Dari segi keamanannya, kamera ini sudah dilapi dengan shutter fisik dan infrared untuk menjaga privasi dan keamanan pengguna. Beralih ke mikrofon, laptop ini menggunakan konfigurasi tiga buah mikrofon. Dua di samping kanan kiri kamera dan satu di sebelah kiri keyboard. Mikrofonnya juga sudah dilengkapi dengan fitur AI noise cancellation Pro yang dapat digunakan untuk mengurangi noise saat kita merekam suara atau sedang meeting menggunakan mikrofon ini. Untuk hasil kualitas kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini ya. Dan sekarang kita uji kamera dari laptop MSI Summit yang satu ini. Untuk kameranya sendiri dia punya resolusi 1080p. Jadi jelas ya kualitas gambarnya ee lebih bagus dibandingkan laptop lain yang kameranya masih 720p. Dan ini kualitas gambarnya juga bisa dibilang termasuk yang bagus untuk kelas harganya. Eh, detail gambarnya bisa kalian lihat dengan jelas. Apalagi kalau kalian gunakan di ruangan dengan pencahayaan yang cukup seperti saya sekarang ini ya. Kali ini R dan untuk menguji mikrofon dan kemampuan noise canceling dari laptop MSI M1 ini. Untuk kemampuan noise cancelling-nya ini bisa dibilang oke ya, udah okelah suara saya masih terdengar dengan jelas. Walaupun kadang suara bising yang ada di belakang ini masih masuk ke mikrofon, tapi yang penting suara saya masih terdengar dengan jelas. Oke, untuk audionya dia menggunakan konfigurasi dua buah speaker masing-masing 2 watt yang terletak di bagian bawah keyboard mengarah ke samping kanan kiri laptop. Untuk suaranya ini bukan speaker paling lantang sih yang pernah kami uji ya. Sedangkan untuk kualitas suaranya masih terbilang okah walaupun bassnya agak kurang terasa aja di telinga kami. Oke, untuk konektornya di sebelah kiri ada dua USB 4 type C yang mendukung display port, power delivery 3.0 dan sudah kompatibel dengan perangkat Thunderbolt 4 juga. Di sisi kanan ada satu audio combo jack 3,5 mm, micro SD card reader, dan 1 USB 3.2 gen 2 type E yang 10 GBPS. Serta ada 1 HDMI 2.1 dengan dukungan output hingga resolusi 8K 60 Hz atau 4K 120 Hz. Untuk keyboard-nya ini chicklet ya, full size dengan layout khas laptop MSI class bisnis. Di sisi kanan kita bisa temukan tombolet yang fungsinya menyatu dengan tombol navigasi seperti home, page up, page down, dan end. Tombolnya terasa solid ya dan tetap silent saat digunakan untuk mengetik. Jadi amanlah kalau mau mengetik di tempat yang hening seperti perpustakaan, ruang meeting gitu ya. Nah, untuk tombol anak panahnya itu punya ukuran lebih kecil tapi masih berbentuk persegi. Jadi masih tergolong nyaman saat digunakan. Tentunya keyboard ini sudah dilengkapi juga dengan backlit putih yang punya tiga tingkat kecerahan. Laptop ini memiliki touchpad dengan ukuran yang cukup besar di 13,1 * 8,2 cm. Letaknya cenderung center to body ya. Jadi agak melebar ke kanan hingga tombol copilot. Meski demikian, touchpad ini memiliki fitur palm rejection. Jadi, kursornya tidak akan bergerak saat touchpad-nya enggak sengaja kesenggol. Nah, untuk sistem keamanan dia menggunakan infrared kamera dan fingerprint scanner yang sudah mendukung fitur Windows Hello. Beralih ke sistem pendingin. Dia menggunakan sistem pendingin yang aktif dengan dua kipas dan dua heat pipe. Kalau intake-nya itu dari bawah dan ekha itu ke arah belakang. Sekarang kita masuk ke aspek performanya. Seperti biasa, kita bisa ubah mode performa laptop ini melalui software MSI Center dengan opsi AI engine, extreme performance, balance, dan ec silent. Untuk kecepatan kipas dapat diatur saat menggunakan mode extreme performance dan ada dua opsi di sini, yaitu auto dan cooler boost atau kecepatan maksimal. Oke, langsung aja kita lihat konsistensi performanya pakai SignBench R23 dengan stability test. Kita lihat skor tertinggi yang dapat diraih di mode extreme performance dengan kipas cooler boost itu bisa mencapai 18.89. 897 poin. Sementara di moda balance skornya mencapai 18.439 poin. Sementara skor yang dapat dipertahankan di mode ekstreme performance dengan kipas keluar bus itu bisa dipertahankan di kisaran 18.000-an poin. Sementara di moda balance skor yang bisa dipertahankan itu ada di kisaran 14.700 sampai 14.800-an poin. Oke, sekarang kita coba cabut adapternya dan kita mau lihat bagaimana performanya kalau hanya pakai baterai saja. Skor maksimumnya sekarang ada di 18.301. 301 poin dengan skor yang bisa dipertahankan di kesaran 17.800-an poin. Ini jadinya skornya masih terlihat sangat mirip ya dibandingkan dengan pada saat dicolok ke charger. Oke, sekarang kita lihat suhu kerjanya. Pada saat stability tes selama 30 menit tadi, suhu CPU ada di kisaran 75 sampai 80 derajat celcius aja dengan spike di tiap kali awal run yang mencapai 85 derajat Celcius. Aman juga nih suhunya ya. Oke, langsung aja kita lihat kalau kita pakai Adobe Premiere Pro CC 2025. Kita pakai video yang 2 menit 7 detik yang seperti biasa untuk 4K60 video export software only sesuai dalam waktu 5 menit 54 detik. Kalau kita pakai GP acceleration enggak terlalu jauh beda di 5 menit 38 detik. Sementara kalau kita lakukan 1080p 60 fps video exporting dengan software only udah kencang di 1 menit 9 detik. Kalau kita pakai GPU acceleration malah agak sedikit turun ke 1 menit 26 detik. Nah, untuk suhu kerjanya pakai 4K 60 video export dengan GPU acceleration CPU itu ada di kisaran 60 sampai 76 derajat celcius saja enggak ada masalah adem. Lanjut ke Daveincy Resolve 19.1. Software video editing kelas profesional tapi versi gratisnya. Durasi videonya sama 2 menit 7 detik. Untuk 4K60 video exporting butuh waktu 8 menit 58 detik. Sementara kalau untuk 1080p 60 fps butuh waktu 2 menit 9 detik. Nah, untuk SU kerjanya pada saat melakukan 4K video export sama seperti saat menggunakan Premiere SU CPU di sini juga ada di kisaran 60 sampai 76 derajat Celsius. Jadi lagi-lagi masih adem juga. Oke, sekarang kita lihat kalau kita pakai CapCut Video Editor. Videonya masih sama ya, durasinya ya 2 menit 7 detik. Untuk 4K60 video exporting kita butuh waktu 3 menit 2 detik. Nah, ini udah mantap nih. Udah lumayan lah ya. Lalu untuk 1080p 60 fps video export 1 menit 30 detik. Nah, untuk suhu kerjanya pada saat melakukan 4K video exporting, CPU ada kisaran 70 sampai 84 derajat celcius. Jadi, ya udah ya amanlah ya. Langsung aja kita masuk ke gaming test. Walaupun ini memang bukan laptop gaming ya, tapi ya kalian pasti mau tahu kan performa gaming-nya kan IGP-nya lumayan kencang ya. Nah, hasilnya kurang lebih seperti ini. [Musik] Oke, di game terakhir ini ya e untuk Assassin's Creed Miras selama 30 menit kita lihat suhu kerjanya CPU ada di kisaran 65 sampai 67 derajat celcius saja. Wow, adem banget ya. Lalu untuk suhu permukaan, untuk area permukaan keyboard yang paling panas itu ada di sebelah kiri di sekitar huruf W E R D ini ada di kisaran 38 sampai 42 derajat Celcius. Untuk area tengahnya itu suya di kisaran 35 sampai 40 derajat Celcius. Untuk area paling kanan ini adem ya di kisaran 30 sampai 35 derajat Celcius. Untuk area palmres jelas ini adem banget di bawah 31 derajat celcius. Lanjut untuk storage test. Dengan crystalisma, kita dapatkan bahwa kecepatan baca dari SSD-nya ada di 7.086 MB/ sementara kecepatan tulisnya di 5.117 MB/s. Ini termasuk SSD PC Gen4 yang kencang. Kencang banget sampai 7.000 soalnya. Oke, kita sekarang lihat daya tahan baterainya. Kita setting beratnya 150 nit, volume suara 25%, resolusi tetap di 2,8, refresh setz dengan mode balance. Hasilnya saat digunakan untuk memutar video dengan resolusi 1080p secara offline, baterai baru habis setelah 10 jam 20 menit. Ini lumayan wajar mengingat layarnya punya resolusi yang tinggi di 2,8K dan ukurannya pun besar di 16 inci. Sekarang kita lanjut ke pengujian charging-nya. 30 menit pertama langsung terisi 40%. Sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu sekitar 2 jam. Ini adalah hasil yang sangat-sangat wajar. Oke, untuk harganya yang satu ini harganya dari Rp2.400. Rp499.000. Tapi, tapi ya saat ini lagi diskon nih. Karena kalau kita cek di beberapa toko online harganya turun ke Rp23.499.000. Dan laptop ini kalau dibeli sudah termasuk Microsoft Office Home 2021, stylus MSI Pen 2 ya. Lalu ada sleevebag dan ada garansi 2 tahun resmi dari MSI dan ada 1 tahun accidental damage protection ya. Ada ADP-nya yang satu ini. Oke, sekarang kita masuk ke hal yang perlu diperhatikan. Tentunya buat yang nyari laptop yang mungil dan ringan, yang ini bukan pilihan yang tepat, ya kan? Karena memang laptop ini punya layar besar 16 inci dan lebih cocok untuk yang butuh laptop performa tinggi dan yang nyari layar besar, ya. Nah, berikutnya untuk RAM ini onboard ya, jadi enggak bisa di-upgrade tapi kapasitasnya udah langsung besar, udah langsung kencang. Jadi, ya rasanya enggak ada masalah lah di sini. Kemudian walaupun portnya sudah mencukupi untuk sebuah laptop ya yang tipis ya, tapi kalau kita bandingkan dengan laptop 16 inci yang besar-besar memang portnya tidak selengkap laptop-laptop gaming. Oke, dari si menariknya pertama jelas ini laptop yang beda banget karena form factornya convertibel. Layarnya 16 inci. Performanya super kencang karena pakai pressure AMD Ryzen AI 9365. Mau dipakai buat edit foto, edit video, lancar ya. Mau main game juga masih lumayan di sini. SU kerjanya tuh loh tergolong aman ya di sini ya. Storage-nya juga lumayan lega 1 TB. Layarnya 16 inci IPS level dengan panel resolusi tinggi udah 100% DC P3. Punya referens-nya tinggi pula 165 Hz. Cocoklah buat kegiatan apapun di sini. Nah walaupun kternya enggak banyak-banyak banget tapi udah lumayan. Di sini masih ada USB besar, HDMI, audio jack, slot micro SD card reader, dan untuk USB-nya juga udah USB 4 ya. Ini kan tentunya sudah support perangkat Thunderbolt juga ya. Nah, punya fitur kamaran biometrik lengkap juga yang di sini ya. Jadi bisa pakai fingerprint atau infrared kamera ya. Tinggal pilih aja mau pakai yang mana. Garansinya udah 2 tahun resmi dari MSA Indonesia pakai ADP pula. Dan jangan lupa ada stylus di sini disediakan dalam paket penjualannya. Jadi pertanyaannya MSI Summit A16 AI plus yang satu ini cocoknya buat siapa? Ya buat yang kerja di bidang kreatif seperti untuk sketching, gambar, ilustrasi, dan butuh layar yang besar. Yang satu ini cocok banget. Apalagi MS udah langsung ngasih stylus pen dalam paket penjualannya. Dan kalau yang sketching tadi itu mau jadi pekerja kantoran juga ya sekalian buat pekerja kantoran yang nyari laptop layar besar ini juga cocok. Mau untuk meeting juga keren, desainnya profesional. Mau editing video atau edit foto di sini juga masih lancar sampai 4K 30 lah ya sebetulnya masih okelah edit video di sini. Lalu kalau butuh laptop untuk programming, ini juga harusnya cocok banget ya, asal memang software-nya klop dengan spesifikasi laptop yang satu ini. Kali ini MSM mengadilkan sebuah laptop yang sangat unik ya. Laptop dengan performa kencang, punya ukuran layar 16 inci tapi bisa jadi tablet. Nah, kalau memang laptop seperti ini yang sedang kalian cari, rasanya MSI Summit A16 E ini sangat layak untuk dipertimbangkan. Saya Dedi Irfan, Jaka TV.
