Jungkat

Takhtanya Tergantikan ?? POCO X8 Pro Max vs Infinix GT 50 Pro (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Di tangan saya udah ada Poco X8 Pro Max dan juga si Infinix GT50 Pro. Dua brand HP yang selalu dimendang-mendingin. Jelas Poco X8 Pro Max HP yang ngerusak pasar. Karena dari sisi chipset aja Poco pakai Diamond City 9500S, Infinix pakai 8.400. Kalau kita lihat cuma dari sisi chipsetnya aja, jelas video ini berakhir di sini. Tapi ternyata si Infinix ini masih bisa melawan di tempat lain. Ada di Wah, kok bisa? Jawabannya ada di video ini. Yuk, kita bahas. Sebelum kita lanjut, kalian bisa lihat tabel harga berikut ini, ya. Selisihnya kalau dari tabel ini kalian bisa lihat lah ya, sekitar Rp500.000 R atau R1 juta masih murah lah, masih lebih mahal sepeda operasional listrik buat SPG. Dan dengan harga yang lebih murah, si Poco X8 Pro Max ini malah bawa chipset yang lebih tinggi ketimbang [musik] si Infinix. Tapi kalian jangan skip videonya di titik manapun karena ternyata ada dua sampai hal yang Infinix ini bisa ngalahin si Poco X8 Pro Max. Kita awali dulu dari sisi chipset. Si Infinix GT 50 Pro seperti yang saya bilang tadi, dia pakai Diamond City 8400 Ultimate. Kalau harga ini tahun lalu dan dia di harga 4 sampai R5 juta, menurut saya ini pilihan bintang 5 lah. Ambil aja. Tapi sekarang harganya Rp7 juta. Sementara si Poco X8 Pro Max ini bawa Diamond City 9500S yang seharusnya harganya itu di range 8 sampai Rp9 juta, tapi dia malah ngasih harga Rp6 juta. Analogi simpelnya ya si Infinix GT50 Pro ini kayak bawa motor bebek dengan 250 cc. Sedangkan si Poco X8 Pro Max itu udah kayak moge yang CC-nya itu 750. Beda kelas [mendengus] lah, beda segmen. Tapi yang bikin saya penasaran si Infinix itu kan biasanya selalu bisa nyaingin PU ya. Nah, kenapa tahun ini enggak? Ternyata Infinix naruh di tempat lain itu tadi. Mereka tahu mereka enggak bisa menang di chipset. Jadi mereka taruh budgetnya itu di sektor [musik] lain. Tapi sebelum saya bahas sektor lainnya ini apa, kita coba lihat dulu benchmark-nya ya. Anutunya berapa. Kalau kalian lihat kita udah running AnTutu itu 5 ronde dan dari chart-nya udah terlihat lah ya beda kelasnya si Damen City 95.500. 00S dengan 8.400 Ultimate. Bahkan kalau misalkan kita tambahi pakai cooling pun selisihnya sekitar di 600 sampai 700.000 poin. Enggak di AnTutu aja, di Geigbch-nya Infinix GT50 Pro juga kalah jauh. Cuman kalau kalian tanya artinya angka-angka ini apa? Ya intinya kalau dia digunain untuk main game berat kayak game Gensin atau Boering Wave di setting tertinggi, Poco bakal lebih mulus dan enggak gampang nge-drop frame. Buat editing video ringan, Poco juga bakal selesai rendernya lebih cepat. buat multitasking dan buka banyak aplikasi, Poco bisa lebih bernafas. Tapi soal stability ternyata Infinix masih gak mau kalah. Karena kalau kita lihat di wildlife stress test-nya, stability-nya Poco X8 Pro Max itu cuma dapat di 60,50% walaupun skor terendahnya di 10.000-an ya. Sementara Infin GT50 Pro stabilitasnya itu di 95,5% walaupun [musik] ya itu tadi skor terbaiknya itu enggak bisa ngalahin skor terendahnya si Poco X8 Pro Max. Tapi kalau kita ngomongin stability, kalau kalian adalah gamer yang suka main 3 sampai 4 jam, Infinix bakal lebih stabil. Poco lebih cocok untuk sesi yang lebih pendek, tapi gameennya itu lebih intens. nih lihat aja nih perbandingan game-game yang udah kita tes di 2 HP ini. Tapi catatan menariknya di Mobile Legends Infinix itu justru rata-rata FPS-nya lebih tinggi dibandingkan Poco karena Infinix udah support 144 FPS di Mobile Legends. Sedangkan karena Poco enggak jadi sponsornya MPL mungkin ya, jadi di locknya di 120 fps. Tapi kalau kita lihat 5% low-nya Poco masih lebih tinggi. Artinya frame dop-nya juga masih lebih jarang puku dibandingkan Infinix. Nah, soal suhu ini ternyata hasilnya AnTuTu dan juga skor real time-nya itu agak mix ya. Di AnTutu memang puku X8 Pro Max itu lebih anget dibandingkan Infinix yang cuma 36 pokoknya di bawah 40 derajat celcius lah. Di game watering wave Infinix ternyata lebih anget ketimbang Poco X8 Pro Max. Terus di 3D Mark-nya juga Infinix lebih anget dibandingkan Poco. Cuman kalau kita gunakan untuk record video 4K selama 30 menit si Poco yang lebih anget ketimbang Infinix. Jadi kalau kita ngomongin suhu, sebenarnya suhunya ini mixed feeling lah. Terus selain dari sisi performa, dari sisi baterai, coba kita head to head. Walaupun secara kapasitas baterainya si Poco ini emang gila ya. Kapasitasnya itu 8.500 maz selisih 2000 mamp dengan Infinix GT50 Pro. Dan kalau kita mauin fast charging, si Poco juga punya fast charging 100 watt, sedangkan Infinix cuma 45 watt. Dan kalau kita lihat dari daya tahan baterainya, bukan gimmik sih, si Poco X8 Pro Max ini kalau kalian lihat datanya dia memang lebih awet ketimbang Infinix GT 50 Pro. Walaupun untuk ukuran baterai yang selisih 2000 mamp selisihnya enggak jauh-jauh banget ya kayak AnTutu 5 kali tadi. Selisihnya cuman 2% si Infinix lebih boros. Yang kelihatan sih mungkin di WA ya, Wa 30 menit Poco X8 Pro Max itu berkurang 8% sedangkan Infinix GT50 Pro berkurangnya 12%. Tapi untuk sektor baterai ini Infinix, nah ini tempat lain yang saya bilang tadi. Infinix punya fitur yang enggak dimiliki sama Poco X8 Pro Max, yaitu support wireless charging dan juga bypass charging. Kalau buat gamers, fitur bypass charging ini lumayan penting biar HP enggak panas dan enggak bikin baterai cepat rusak. Tapi bypass charging itu gimik atau enggak, Bang? Kita udah pernah bikin eksperimen byp charging itu di Vivo V70. Kalian lihat aja video short yang ini. Dan memang terbukti kalau misalkan pakai fitur bypass charging ketika main game sampai 4 jam, ya memang FPS-nya enggak nambah, tapi dia jauh lebih stabil dan HP-nya pun enggak panas. Kalau kita taruh HP ini berdampingan, vibe-nya ini udah beda banget sih. Yang satu ini HP yang kelihatan gaming banget dengan liquid cooling. Ada aksen gaming-nya di mana-mana dan secara keseluruhan kayak dia bilang, "Wah, saya ini HP gaming." Bobotnya masih ok lah. Di 198 gr cukup ringan untuk segmen HP gaming. Nah, Poco dia itu lebih low profile, tampilannya kalem, lebih ke arah premium daripada gaming. Tapi bobotnya karena baterainya lebih gede 2000 mamp ya di atas 200 gr dengan 218 gr. Jadi selisihnya sekitar 20 gr. Terus kalau soal durability, Poco ini juga termasuk anomali karena dia punya triple IP rating. Sementara Infinix cuman punya IP64 dan frame-nya si Infinix ini masih pakai plastik ternyata ya. Terus si Poco X8 Pro Max udah pakai aluminium. sudah terlihat dari Wi-Fi antena yang ada di pinggir-pinggirannya ini. Terus kalau untuk back cover feel-nya sih mirip, tapi PU bilangnya dia pakai fiber glass, tapi sebenarnya fiber glass-nya kayak feel kerasa plastiknya sih masih kerasa ya. Mirip-mirip juga sama si Infinix GT50 ini. Tapi Infini punya senjata yang Poco enggak punya. Jadi si Infinix ini sama kayak si Infinix GT 30 Pro dulu. Dia punya yang namanya trigger solder button. Solder button fisic yang bisa dibaca sebagai tap ringan, tahan, dan juga slide. Jadi dia punya kayak semacam gester gitu di harga 6 sampai R jutaan di kondisi sekarang belum ada saingannya. Saingannya itu ya generasi sebelumnya dia sendiri aja di harga 3 sampai R jutaan. Si Infinix GT 50 eh sorry Infinix GT 30 Pro. Nah, ini nih tempat lain yang saya sebutin tadi. Ternyata si Poco ada kompromisinya di bagian layar walaupun sama-sama pakai panel AMOLED. Infinity juga pakai panel AMOLED dengan resolusi 1,5K. Tapi kalau kalian lihat di forum-forum si Poco ini memang banyak yang mengeluhkan soal warnanya yang agak kekuning-kuningan. Dan ternyata unit yang kita punya juga mirip [musik] kayak gitu. Karena pas kita tes color akurasinya dan kalian bisa lihat tabel ini ya, color akurasinya si Infinix itu lebih oke dengan P3-nya 100%, Adob RGB-nya 92% dan sRGB coverage-nya di 100%. Dan untuk refresh rate si Infinity GT 50 Pro ini juga 144 Hz. Karena untuk ngejar si Mobile Legends tadi yang support 144 fps. Terus untuk peck brightness, si Infinix GT50 Pro juga lebih tinggi. Cuman si Poco ini juga unggul di sisi entertainment kalau misalkan warnanya enggak enggak kekuning-kuningan sih karena dia udah punya Dolby Vision Support dan juga XDR 10 Plus juga. Lanjut ke sektor kamera. Kedua HP ini positioning-nya mereka enggak jualan kamera. Jadi kamera menurut saya keduanya sama-sama B aja. Kalian bisa lihat side to side antara si Poco X8 Pro Max dan juga Infin GT. 50 Pro mirip-mirip aja dan ya kalau dibilang standar enggak juga ya untuk kelas harganya ya kalau ini harganya 4 sampai R juta kameranya masih ok lah. Oke jadi ini adalah kualitas kamera depan dari Infinix GT 50 Pro dan juga Poco X8 Pro Max. Kira-kira seperti ini ya. Kok kalau di layar apa karena layarnya Poco emang kekuningan ya. Kalau di layarnya sini lebih bagus Infinix ya. Cuma nanti kalau dipindah di PC kalian bisa jadi jurinya kira-kira bagus yang mana. Ini di resolusi 1080p 60 fps karena si Poco enggak bisa 4K 30 fps. Infinix bisa. Tapi ya kayaknya enggak mungkin kep pakai ya 30 fps ya. Wih. Tapi untuk dynamic Range saya juga suka di Infinix ya. Kayak detail daun di belakang saya itu lebih terlihat gitu dibandingkan di Poco. Terus juga separasi antara terang gelapnya itu lebih bagus di Infinix kayak langitnya itu jadi overxpose kalau dipukul. Di Infinix enggak. Kalau kalian lihat di bagian kiri sebelah [mendengus] tembok itu, itu juga ada kayak semacam area gelap yang di Infinix. Lebih terasa detailnya. Cuman kalau soal kestabilan coba kita lihat ya. Mirip-mirip aja sih ya. Eh, kayaknya pokok lebih stabil ya. Hmm, tapi tipis sih, kayak mirip-mirip aja. Sekarang kita coba kamera belakangnya yang sama-sama bisa 4K 60 fps. Oh, ini satu lagi si Infinix bisa looseeless zoom untuk kamera depan. Poco enggak ada pilihannya. Oke, untuk kamera belakang ultrawide-nya sama-sama gak bisa di 4K 60 fps. Jadi, bisanya 1080 p 30 fps. Dan kira-kira seperti ini. Pov-nya Infini kayaknya lebih lebar ya ketimbang si Poco X8 Pro Max. Jadi, daunnya itu lebih terlihat lebar ketimbang si Poco. Tapi kalau untuk dynamic range bagian belakang kayaknya Poco lebih detail deh ya dan lebih stabil juga. Sekarang kita coba kalau di 4K 60 fps-nya seperti apa. Nah, ini 4K 60 fps-nya. Oh, coba deh kalian judge bagus puku atau infinix. Ya, kalau dari sisi warna ini kayaknya karena layarnya puk deh. Kalau di preview-nya di Infinix lebih bagus sih ijaunya itu lebih keluar. Coba kita lihat detailnya tuh. Eh, ini ada mumpung ada laler nih. Nah, kira-kira seperti ini. Kalau misalkan kita zoom detail coba sekarang si Infinix tuh bokya juga bagus. Sekarang kita coba lihat autofokusnya mana yang lebih cepat. Set. Hmm, mirip-mirip aja ya. Terus kalau untuk jalan kira-kira keduanya seperti ini. Terus lanjut untuk fitur-fitur gimmik lain. Si Infinix ini punya chip yang diklaim dia sinyalnya lebih stabil dengan chip namanya itu N1. Cip buatannya Infinix sendiri yang diklaim bikin sinyal lebih kuat 60% di area susah sinyal. Sementara Poco hadir dengan Wii 7 dan juga Bluetooth versi 6 dan juga storage yang lebih bagus juga ya dengan UFS 4.1 yang harusnya dia kalau secara speed untuk internet juga lebih tinggi. Tapi gimana hasilnya? Kalian bisa lihat footage ini aja karena saya kepikirannya pas ini ya. Kita coba untuk speed test di kedua HP ini mana yang lebih kencang dengan Wi-Fi dan juga jarak router yang sama. Okelah. Jadi itu tadi adalah side to side atau perang antara si Poco X8 Pro Max dan juga Infinix GT50 Pro. Sebenarnya ini subjektif ya, cuman kalau kalian tanya pendapat saya di harga Rp6 jutaan kalau saya pribadi bakalan pilih si Poco X8 Pro Max. Bukannya saya dibayar Poco atau saya dibayar Infin ya. Tapi memang kalau untuk value for money-nya si Poco ini kalau kalian dapat harga 6 sampai R juta, beli aja. Kecuali kalian dapat harga tengkulak yang udah enggak masuk akal 8 sampai Rp9 juta gitu, skip sih. Tapi yang saya salut dengan Infinix walaupun dia kayak ini semacam gambling ya, karena kan dia juga ngasih semacam banyak fitur gaming yang enggak dimiliki sama Poco, tapi chipsetnya memang ya dikompromi biar harganya tetap terjangkau. Cuman gambling-nya ini apakah berhasil atau enggak? Ya, kita lihat nanti angka penjualannya, fitur menarik apa yang ditaruh di Infinity GT50 Pro seperti yang saya bilang tadi kayak contohnya [musik] GT Trigger. Terus layarnya ternyata lebih bagus ketimbang pukul. Bypass charging-nya juga cakep. Chip sinyal N1-nya walaupun gimmik tapi ternyata memang dia it works ya kalau misalkan kalian butuh koneksi internet yang lebih stabil. Tapi kalau untuk saya pribadi kalau budgetnya di kisaran itu dan enggak ada kebutuhan spesifik soal GT trigger atau performa yang butuh stabil kayak main 4 jam, Poco X8 Pro Max ini juaranya sih chipset [musik] diamond City 9500S di harga Rp jutaan. Itu sesuatu yang untuk kondisi sekarang masih sulit dilawan. Sekarang saya balikin pertanyaannya ke kalian. Kalau kalian udah lihat data-data itu tadi, kalau kalian punya budget, kalian bakalan pilih Poco X8 Pro Max atau Infinix GT50 Pro. Coba kalian tulis di kolom komentar ya. Saya dikasta and see you on the next video.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Poco X8 Pro

POCO X8 Pro hadir sebagai smartphone dengan fokus pada performa tinggi, layar berkualitas, dan sistem kamera yang lengkap dalam satu perangkat. Perangkat ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang aktif dalam berbagai aktivitas digital. Konsep "Kualitas Flagship dengan nuansa premium" tercermin dari kombinasi spesifikasi yang digunakan. Setiap komponen dirancang untuk...

Poco X8 Pro Max

POCO X8 Pro Max hadir sebagai smartphone kelas tinggi yang mengusung fokus utama pada performa dan pengalaman penggunaan premium. Perangkat ini membawa chipset MediaTek Dimensity 9500s dengan proses fabrikasi 3 nm. Konfigurasi CPU terdiri dari satu inti Cortex-X925 hingga 3,73 GHz, tiga inti Cortex-X4 hingga 3,3 GHz, dan empat inti...