Jungkat

Tambah Gimmick Atau Tambah Sempurna? - Logitech MX Master 4 (YouTube Video)

  • 07/10/2025

Kerja, kerja, kerja. Apalah arti hidup kita jika tidak bekerja? Seperti biasa, Logitech itu selalu me-refresh MX Master series-nya mereka agar tetap menjadi mouse kerja terbaik di dunia. Nah, tapi MX Master Series yang terakhir kali launching itu adalah yang 3S udah 3 tahun lalu yaitu tahun 2022. Dan di tahun segitu belum banyak alternatif yang muncul. Sekarang di 2025 ini udah banyak alternatifnya MX Master yang berkeliaran. Kira-kira apa yang membuat Logitech itu tetap bisa menjustifikasi MAX Master 4 untuk tetap menjadi mouse kerja terbaik di dunia? [Musik] Unboxing dari MX Master 4 yang sekarang itu jauh lebih simpel dari MX Master yang seri-seri sebelumnya. Sekarang kita cuma bakal nemuin mouse-nya itu sendiri ditambah dengan receiver Logtype C. Yes, di sini Logitech memutuskan untuk ngasih receivernya pakai Type C. Dan kali ini Logitech enggak menyertakan kabel charging dengan alasan klasik ingin meninggalkan jejak karbon. Sebenarnya kalau orangnya kayak gua yang di mana kabel USB type C itu banyak banget dilaci itu enggak masalah sih. Gua juga jarang banget ngecas mouse pakai kabel yang ada di boknya. Tapi ya buat orang yang mungkin baru aja pindah ke mouse charging dari baterai yang biasa mungkin dan enggak ada type sih dedicated buat periperal, beli mouse R juta enggak dapat kabel casan sih kayaknya gimana gitu ya. Dan buat dongle type C-nya itu sendiri, ini komen gua aja sih, tapi pantes gak sih kalau ngasih dongle type C doang sekarang. Walaupun memang type C di laptop atau motherboard yang modern itu udah lumayan banyak, tapi masih banyak juga yang pakai mobo tapi type C-nya itu cuma satu ataupun laptop yang type C-nya cuma dua dan suka udah keisi sama yang lain. Untungnya kita bisa pakai Logolt receiver yang USBA ke MX Master 4 ini ataupun pakai converter sekalian. Oke, masuk ke mouse-nya itu sendiri bentukannya sekarang agak berubah dibanding MX Master 3S. Gripnya lebih condong ke bawah dan lebih ergonomis ketimbang yang sebelumnya. Bagian left click dan right clicknya sekarang lebih besar ketimbang MX Master yang sebelumnya. Dan kliknya juga enggak terlalu kekecilan lagi buat beberapa orang karena bisa diklik dari beberapa sudut dan juga ini overall lebih stabil. Bagian side scroll wheel juga diubah. Notification light sekarang dipindah ke atas. Secara estetik ini lebih jelek, namun lebih nyaman ketika dipakai di tangan. Side button-nya sekarang ada tiga, di mana bagian paling depannya bisa untuk gesture button. Ya, gesture yang tadinya ada di thum button sekarang dipindah ke depan karena thum button fungsinya diganti lagi. Bahan materialnya juga lumayan berbeda. Kalau MX Master itu biasanya khas dengan lapisan rubbernya. Sekarang sebagian besar mouse-nya itu di-cover dengan bahan plastik silikon dan hanya berbahan rubber di bagian S grip dan kanannya aja. Ini cukup masuk akal mengingat bahan dari MX Master itu gampang kotor atau berjamur. Memang sih bahan karet yang enggak menyatu dengan plastik ini bikin MX Master malah kelihatan kayak mouse gaming. Tapi ya menurut kita masih ada signature MX master-nya lah. Bagian mouse fit-nya juga diperluas jadi sliding mouse-nya juga lebih enak ketimbang MX Master 3 series. Tapi sayangnya feedback kita yang tentang MX Master 3s terlalu berat di zaman sekarang ternyata enggak terlalu didengar. Karena Logitech ini lebih fokus menambah fitur secara memang ini adalah mouse yang produktivitas. Jadi MX Master 4 ini lebih berat sekitar 6 gr Master 3s. Ini karena sekarang MX Master punya teknologi baru yang namanya Heptic feedback. Jadi, Logitech menyematkan sebuah vibration engine yang biasanya ada di controller atau smartphone ke dalam mouse ini. Getarannya sih enggak terlalu gede ya, hanya saptel aja yang membuat kita notice kalau ada yang getar-getar di sini. Tentunya heptic feedback ini juga bisa diatur intensitasnya jadi bisa kerasa banget atau enggak. Feedback-nya ada pas kapan aja, Bang. Jadi, Logitech itu membuat satu overlay yang dinamain action ring yang bisa muncul setiap pencet su button-nya. Action ring ini bisa munculin sampai delan pilihan function yang default-nya udah keisi beberapa. Nah, saat navigasi action ring inilah kita bisa ngerasain heptic feedback-nya itu bekerja alias saat berpindah-pindah opsi. Btw untuk action ring yang tadi kita mention fungsinya ini lumayan banyak. Bisa open specific folder, buka Windows Explorer, Play Pouse button, dan juga lain-lain. Tentunya fungsi-fungsi ini juga bisa dicustom lagi di Logic Options Plus dan bahkan bisa dicustom per aplikasi juga. Kalau gua sih makainya salah satu adalah untuk Alt F9 kalau mau screen record pakai Nvidia. Satu lagi buka folder reviews dan satu lagi buat join voice Discord teman-teman. Di dalam Options Plus kita juga disuguhin beberapa plugin untuk aplikasi-aplikasi produktivitas. Kebanyakan Adobe itu udah ada semua mulai dari Photoshop, Lightroom, Premiere, Audition, dan bahkan selain Adobe ada Figma, Discord, Voice Mode, dan masih banyak lagi juga udah ada. Ini membuktikan kalau Logitech pas launching mouse ini udah cukup matang dari segi software. Sayangnya preset yang dipakai di Adobe Premier Pro itu kebanyakan adalah buat grading. Sementara kita sendiri jarang banget grading biar cepat. Jadi beberapa itu gua ganti sesuai dengan penggunaan kita. Enak loh di sini iconnya juga bisa diganti. Tapi kalau emang kalian grading di Premiier atau Photoshop, dia bisa ngatur saturation tint dibarengin dengan force feedback yang tadi. Jadi ada feelingnya gitu dibanding kalau kita grading biasa. Gua juga sempat sih nyobain makronya buat mainin Hell Divers 2, tapi ternyata makronya itu tidak secepat itu. Lagian ya mouse-nya ini berat buat dipakai main game third person atau first person shooter. Terutama buat orang-orang yang udah biasa main di mouse di bawah 100 gr. Paling ya main game yang slow ptee itu masih enaklah di mouse ini. Nah, kalau ngomongin sensornya dia masih menggunakan dark precision laser sensor yang berarti masih bisa dipakai di surface kaca. DPI-nya juga masih di range antara 200 sampai 8.000. 1000 DPI. Ini masih termasuk normal untuk mouse kerja. Tapi polling rate-nya itu ya masih ada di sekitaran 125 sampai 135 Hz aja buat Bluetooth ataupun dongle yang berarti Logitech tidak mengimprove polling rate-nya sama sekali. Dan buat klik kiri dan klik kanan masih memakai silent switch. Bahkan yang ini lebih silent dari sebelumnya. buat baterai. Karena dari mouse ini sampai itu baru beberapa hari dan kita kejar tayang video sampai video ini selesai dibikin kita baru nyobain mouse-nya itu sekitar 4 sampai 5 hari dan baterainya itu baru berkurang sekitar 10%. Tapi ya kita kebanyakan pakai koneksi Bluetooth-nya aja, jadi bukan yang 2,4 GHz-nya. Lalu buat kalian yang punya dua device atau lebih, Logitech MX Master 4 tetap support dengan Logitech Flow. Terakhir kita juga tes claim Logitech tentang build to last-nya yang ada di promotional video. Dibanding MX Master 3S, MX Master 4 ini lebih gampang dibongkar karena sekrup-sekrupnya itu enggak ada yang di dalam mouse fit. Jadi, semuanya ada di luar. Terlebih buat baterai seperti MX Master pada umumnya, dia enggak disolder jadi gampang buat diganti-ganti. Dan setiap klik kiri dan klik kanan juga PCB-nya modular bisa diganti juga. Modul Hepticch feedback-nya juga terlihat seperti mesin getar yang ada di HP. Dan ini enggak dioldered juga alias bisa diganti kalau rusak. Bahan karet bagian kirinya pun masih bisa dicopot-copot. Jadi overall mouse-nya ini lebih modular dari yang kita kira. Jadi klaim Logitech tentang Build tast-nya sih harusnya cukup benar mengingat bahannya yang sekarang juga lebih tahan lama. Seharusnya mouse ini gampang buat diperbaiki, tergantung dari Logitech Indonesia bakal sediain parts-parts-nya apa enggak. Sejujurnya gua cukup demen dengan bagaimana Logitech bisa mengobrak-abrik desain dari MX Master series-nya mereka jadi lebih ergonomis dan juga lebih enak gripnya. Di mana kelingking kita enggak harus gampang jatuh, kliknya juga udah lebih stabil mau dari angle manapun. Surface-nya jujur gua suka yang gua lebih suka mouse plastik sih daripada yang karet karena kalau misalnya ada sesuatu yang lengket-lengket gitu itu enggak enak banget disurface karet bersihinnya juga lebih gampang yang plastik terus th button-nya juga lebih enak karena kalau dulu kita nekannya ke bawah sekarang kita cukup nekannya ke samping glide-nya juga lebih baik karena mouse fit-nya itu lebih gede sekarang dan juga untuk ngopreknya juga lebih gampang karena kita tinggal buka e skru yang tidak ada di mouse fit sama sekali. kali. Dan untuk soal heptic feedback-nya, apakah itu gimik? Mungkin iya untuk beberapa orang karena enggak semuanya mau menggunakan action ring tersebut dan juga suka dengan adanya mouse yang bergetar. Ya walaupun ini bukan mouse yang bergetar pertama di dunia, tapi eh ini adalah eksekusi yang cukup bagus sih sebenarnya dari Logitech untuk orang-orang mungkin creative worker yang memang membutuhkan mm feeling getarnya tersebut. Tapi kalau misalnya kita enggak suka pakai action ring-nya, sebenarnya thon-nya juga bisa dimodif ke yang lain. Cuman ya agak mubazir aja. Action ring itu membuat kayak kita tuh punya makro, seolah-olah punya makrop pad di dalam mouse gitu ya. Ini adalah salah satu approach yang bagus juga mengingat kalau misalnya kayak corser itu membuat satu mouse isinya ada banyak tombol. Sementara kalau Logitech dia akalinnya dengan action ring-nya tersebut. Tapi dengan harga R juta, balik lagi yang bisa ditonjolkan oleh Logitech adalah support software-nya yang seperti kita lihat tadi fiturnya itu banyak banget. Menurut kalian dengan harga R juta dan banyak alternatif-alternatif yang lain, kira-kira MX Master 4 ini worthed ith?

Lihat di YouTube