TECNO Bohong Tentang Bobot Laptop Ini! Review TECNO Megabook S14 (YouTube Video)
Heh, Tekno ini gimana sih? Masa bohong sama kami laptop megabook S14 ini katanya bobotnya super ringan di 899 gr. Nah, kita coba timbang bobotnya enggak segitu. Ternyata cuma 890 gr. Ini tekno bohong apa gimana ya? Nah, terlepas dari itu, ini sebenarnya adalah laptop yang keren banget. Desainnya simpel, tapi punya kesan yang sangat premium dan mewah. Layarnya 14 inci OLED dengan resolusi 2,8. Jadi tampilannya luar biasa. Prosesornya pakai Intel Core Ultra 715H jadi lumayan kencang. Su kerjanya juga aman selama pengujian kami. Tapi apa itu saja kelebihannya? Mari kita kupasitas laptop yang satu ini. [musik] Ya, Tekno. Sebagian besar dari kalian mungkin tahunya mereka cuma bikin smartphone aja. Tapi sebenarnya mereka itu punya juga loh seri laptop yang namanya Megabook. Nah, sebelumnya kita udah ng-review seperti Megabook T1, Megabook K16s. Nah, kali ini mereka kembali menghadirkan meggaabook yang baru, si S14 ini. Tapi laptop ini tuh agak beda ya dari laptop tekno yang sebelumnya. Kita review yang satu ini. Terasa lebih mewah dan lebih premium. Kira-kira sekeren apa laptop satu ini? Langsung kita bahas mulai dari spesifikasi utamanya terlebih dahulu. Prosesornya pakai Intel Core Ultra 7 155H. Dia punya 16 core 22 trad. Hmm. 6 performance core, 8 efficient core, dan 2 low power efficient core. Intel smart case-nya juga enggak kecil di 24 MB. Integrated grafisnya pakai Intel Arc Graphics dengan 8X Corse, 128 execution unit dan sudah support quick sing serta AV1 dan udah support racing juga ya. Lalu untuk NPU-nya dia pakai Intel AI Boost dengan kemampuan komputasi hingga 11 tops. Untuk RAM 16 GB LPDDR 5X 7467 dual channel onboard ya. Nah, karena onboard tentunya ini enggak bisa di-upgrade. Tapi mengingat ini super tipis dan super ringan ini masih bisa dimaafkan. Apalagi udah langsung 16 GB dua channel harusnya udah tergolong cukup untuk kegiatan yang biasa dilakukan dengan laptop yang tipis dan super ringan ini ya. Untuk Sorus 1 TB SSD NVME PCI Gen 4. Hanya ada satu slot SSD M2.2 di sini. Jadi kalau mau upgrade kita harus ganti SSD yang udah terpasang. Untuk model wireless-nya ini dari Mediatek. Ini support WiFi 6i dan Bluetooth versi 5.4. Baterainya kapasitasnya ada di 50 wat hour dan OS-nya menggunakan Windows 11 Home. Untuk body form factornya itu clam cell atau laptop classic. Materialnya pakai aluminium alloy, jadi tetap terasa kokoh dan tetap ringan di sini. Bahkan saat diangkat bagian pojoknya dengan satu tangan, dia enggak kelihatan bending atau melengkung ya. Biasanya kalau dia udah tipis-tipis kayak gini bisa melengkung. Ini enggak. Untuk warna ini space gry ya seperti yang diujinia. Untuk desain kelihatan lah ya laptop ini terinspirasi dari laptop apa. Ah, jelas dong. [tertawa] Kaki laptopnya aja kelihatan mirip dengan bantalan karet yang membulat seperti ini ya. Intinya ini adalah desain yang simpel dan polos tapi terasa mewah dan premium. Nah, di bagian cover atas itu ada logo Tekno dengan warna silver yang mengkilap di situ ya. Untuk dimensi panjang 31,3 cm, lebar 21,4 cm, ketebalannya 1,65 cm di bagian yang paling tebal dan 0,7 cm saja di bagian paling tipisnya. Untuk bobotnya laptopnya ini ada di 890 gr. Iya, itu yang kami ukur ya, bukan yang dijanjikan. Iya, beda 9 gr itu ya. Nah, untuk charger 152 gr. Ini charger gun type C 65 watt dengan kabel yang bisa dilepas dari kepala adapternya. Jadi lebih ringkas ya. Dan kalau kabelnya rusak artinya gantinya gampang ini ya. Total bobot kalau dibawa-bawa dengan chargernya adalah 1,04 kg. Jadi udah sama chargernya aja masih enteng banget kalau mau dibawa-bawa. Nah, sejauh yang kami tahu ya untuk laptop kelas consumer di Indonesia yang resmi hadir Indonesia itu baru ada dua loh yang di bawah 900 gr. Kita lanjut ke display-nya. Panel OLED ukuran 14 inci resolusi 2,8 atau 2880 * 1800 pikel. Aspek rasionya adalah 16: 10. Refresh rate-nya up to 120 Hz. Layarnya diklaim punya tingkat kecaran maksimum di 440 nit. Tapi lagi-lagi tekno berbohong nih ya. Karena pada saat kami uji di mode SDR aja dia ada di 525 nitz. Sedangkan kalau kita pakai mode HDR dia nyampai 830 nitz. Jadi ini terang banget. Kenapa dibilang 440 ya? Nah, untuk gambut coversage-nya ada di 100% di C IP3 dan ngambut volume di 119,9% DC IP3. Jadi jelas ini layarnya warnanya gonjreng banget ya. Cocok nih buat yang suka nonton film atau konten gitu ya. Itu mantap banget memang. Apalagi layarnya sudah support teknologi HDR. Jadi buat nonton filmnya support HDR mantap yang satu nih. Tapi agak hati-hati aja ya kalau mau dipakai buat editing karena bisa jadi hasilnya terlihat beda kalau kita pasang di layar yang lain ya. Permukan layar ini glossy jadi memang mantulkan bayangan tapi layar seperti ini justru membuat warnanya yang ditampilkan itu jadi semakin cemerlang. Untuk kamera dan mikrofonnya ini kameranya punya resolusi yang kekinian 1080p 30 fps. Untuk kualitas gambarnya sih standar aja sih menurut kami ya. Bukan yang super tajam dan jernih tapi juga bukan yang level jelek juga ya. cukuplah untuk dipakai online meeting. Fitur Windows Studio Effect tentunya juga bisa jalan di sini dan ini memanfaatkan NPU di prosesornya. Nah, untuk mikrofon, laptop ini punya dua mikrofon yang terletak di samping kanan kiri kamera. Mikrofon ini sudah dilengkapi dengan fitur noise cancelling. Nah, sahabat kami mencoba ini memang bisa meredam suara bising di sekitar kita ketika kita pakai mikrofonnya. Nah, ini nih contoh kualitas kamera dan mikrofonnya. Oke, sekarang saya lagi di studio untuk menguji kemampuan kamera dari Techno Megabook S14. Untuk resolusinya ini dia maksimal sampai 1080p 30 fps. Dan di sini kita juga menggunakan lampu studio. Jadi di sini cahayanya lumayan terang dan untuk hasilnya gambarnya juga cukup terang di sini ya. Untuk detail dia juga sudah oke dengan noise yang minim. Oke, sekarang kita sedang di luar untuk menguji kualitas mikrofon dan dari laptop tekno megabook yang satu ini. Bisa dilihat di belakang saya sedang ramai, tapi suara saya bisa terdengar dengan jelas dan noise dari background bisa diredam dengan baik di laptop ini. Oke, lanjut lagi. Untuk audio, laptop yang ini menggunakan konfigurasi dua speaker yang terletak di samping kanan dan kiri sisi bawah laptop. Untuk atas suaranya ini udah bagus banget sih, walaupun bodinya tipis, suaranya lantang, tapi enggak berantakan, tetap rapi. Bassnya juga udah oke banget di sini. Nah, untuk konektor di kiri ada 2 USB 4 Gbps yang sudah support power delivery, protokol display port, dan perangkat Thunderbolt. Di kanan ada satu USB C 3.2 gen One. Kalau yang ini hanya untuk transfer data aja ya. Jadi hanya ada tiga port USBC saja di laptop ini. Untuk port besar seperti USBA dan HDMI sayangnya belum ada. Solusinya ada sih pakai USB hub terpisah aja bisa kok. Lanjut untuk keyboard. Dia pakai keyboard chicklet yang terasa mantap dan solid saat digunakan untuk mengetik. Switch-nya tergolong silent jadi enggak berisik saat dipakai buat ngetik ya. Terdapat tombol copilot key untuk mengakses fitur Microsoft Copilot dengan cepat. Tombol anak panah atas dan bawah itu punya ukuran setengah dibandingkan tombol-tombol lainnya. Keyboard ini juga sudah dilengkapi dengan backlit putih yang punya empat tingkat kecerahan. Tingkat citerahannya bisa diatur dengan tombol F1. Lalu untuk touchpad, dia pakai precision touchpad dengan ukuran yang ada di 11,1 * 7,4 cm. Posisinya center to body yang sejajar dengan tombol space bar tapi sedikit melebar kanan hingga tombol alt sebelah kanan. Nah, laptop ini sudah dilapi dengan keamanan biometrik berupa fingerprint scanner yang tentunya sudah mendukung fitur Windows Hello juga. Lalu untuk sistem pendingin, dia menggunakan sistem pending aktif dengan satu buah kipas dan satu heat pipe intakenya dari bawah dan exhaust ke arah belakang laptop. Mari kita lihat aspek performanya. Laptop ini punya tiga mode performa yang bisa diatur melalui aplikasi Rno PC Manager. Ada performance, balance, dan power saver. Sekarang kita coba lihat perbedaan performanya dengan melihat skor sin R23-nya selama setengah jam. Kita lihat konsistensi performanya untuk Ceb R23 dengan stability test. Di mode performance skor tertinggi yang dicapai adalah 12.227 poin. Sementara unuk skor bisa pertahankan ada di 7.400 sampai 7.700 poin. Lalu untuk konsistensi performa tanpa charger skor yang bisa dipertahankan ada di 6.300 sampai 6.800-an poin. Berikutnya kita masuk ke moda balance. Skor tertingginya itu adalah 12.995 poin. Sementara untuk skor yang bisa dipertahankan ada di 8.700 sampai 9.003. 1300 poin. Lalu untuk konsistensi performa tanpa charger, skor yang bisa dipertahankan ada di 8.200 sampai 8.500 poin. Sekarang kita lihat su kerjanya di mode performance itu. CPU sempat sekali spike ke 90 derajat celcius di awal run, tapi setelah itu langsung turun dan stabil di kisaran 70 derajat Celcius. Setelah kita cek perbandingannya, ternyata skor di mode balance itu malah berpotensi lebih tinggi dan konsisten dibandingkan mode performance. Jadi untuk tes performa berikutnya kita pakai mode balance aja. nya. Oke. Nah, kita langsung tes pakai Adobe Premiere Pro CCI 2025. Kita pakai video yang durasinya 2 menit 7 detik seperti biasanya. Untuk 4K60 video export dengan software saja kita dapat waktu 11 menit 37 detik. Kalau pakai open 6 menit 29 detik. Kalau 1080p 60 fps videonya, software only 1 menit 55 detik dengan open scal dapat 1 menit 52 detik. Nah, ini baru mantap nih. Kencang nih ya. Nah, untuk suhu kerjanya dengan 4K 60 video export pakai open sial ya. Suhu kerja CPU ada di bawah 70 derajat celcius sepanjang pengujian. Jadi ini aman banget ya suhunya ya. Kita lanjut ke Dainci Resolve. Ini adalah software video rating kelas profesional tapi ini versi gratis yang kita pakai. Kita masih pakai video yang sama durasinya ya. Untuk 4K60 video exporting butuh waktu 11 menit 16 detik. Lalu kalau 1080p 60 fps video exporting-nya butuh waktu 3 menit 1 detik. Nah untuk suhu kerjanya pada saat melakukan 4K video exporting ini terbilang fluktuatif ya. Naik turun di kisaran 60 sampai 75 derajat Celcius. Tapi ya lagi-lagi ini masih sangat aman. Lanjut. Kalau kita pakai CapCut. Kita masih pakai video yang durasi sama ya. Untuk 4K 60 saya dalam waktu 3 menit 54 detik. Sementara untuk 1080p 60 fps butuh waktu 1 menit 46 detik. Syukurnya pada saat melakukan 4K video export itu CPU-nya aman dikisaran 60 sampai 75 derajus sepanjang pengujian ya. Enggak ada masalah di sini. Jadi kalau untuk ngedit-ngedit sampai 1080 60 fps ini masih kencang. Sementara kalau mau dipaksa dia mungkin 4K 30 fps masih bisa lah ya. Oke, saya tahu ini memang laptop yang super tipis dan ringan, tapi pasti kalian nanya juga ya gaming-nya gimana. Oke, ini hasil tesnya. [musik] Nah, di game yang terakhir ini GTA 5 kita mainkan selama setengah jam. Susipu terlihat aman. Ada di kisaran 65 sampai 75 derajat celcius sepanjang pengujian. Untuk su permukaan titik terpanas ada di bagian atas keyboard tepatnya di dekat exhaust ya dengan suhu di 49 derajat celcius. Untuk area kiri keyboard itu suhu ada di kisaran 38 sampai 40 derajat Celcius. Untuk area kanan itu lebih aman di bawah 35 derajat Celcius. Sementara untuk palmr aman sekali di bawah 30 derajat Celcius. Sekarang mari kita tes SSD-nya. Kecepatan bacanya adalah di 6.805 MB/s. Sementara tulisnya di54 MB/s. Uh, ini kencang banget sih ya. Terutama untuk kecepatan bacanya ya. Jarang-jarang laptop tipis dan ringan dikasih SSD yang sekencang-kencang ini ya. Oke, lanjut untuk daya tahan baterai. Kita set brightness di 150 unit, volume 25%. Refresh set kita atur di default-nya aja 120 Hz, enggak ada masalah. Hasilnya adalah untuk lokal video playback 1080p, baterai bertahan hampir 9 jam, tepatnya 8 jam 48 menit. Nah, kalau hasil ini adalah sesuai dengan ekspektasi kami. Melihat baterainya ada di 50 wat hour dan e layarnya itu pakai OLED yang 2,8K 120 Hz. Memang itu bukan layar yang irit. Tapi kami jadi penasaran nih, gimana kalau kita pakai skenario penggunaan yang lebih irit daya. Jadi kita tes juga dengan setting layar di 1200p. Jadi kita turunkan resolusinya, refresh rate kita turunkan ke 60 Hz dan hasilnya adalah kita bisa dapat hampir 10 jam di sini 9 jam 46 menit. Lebih awet ya. Jadi kalau kalian mau baterainya lebih irit, turunin aja setting layarnya. Oke, sekarang kita tes untuk chargingnya. Selama setengah jam pertama baterai terisi di 29%. Sementara dari kosong sampai penuh itu butuh waktu 2 jam 43 menit. Harapan kami sebenarnya ada di 2 jam pas ya. Jadi ini sebetulnya agak lambat ya, tidak sesuai dengan harapan kami. Lanjut untuk harganya. Nah, Tekno Megabook S14 ini dijual di kisaran harga Rp15.999.000 atau Rp16 juta kembali 1000 perak lah ya. Garansinya itu 2 tahun resmi dari Tekno Indonesia. Tentunya karena ini tekno klaim garansiya bisa dilakukan di Calcare Service Center yang tersebar di banyak lokasi di seluruh Indonesia. Untuk info lengkapnya silakan langsung cek aja link di kolom deskripsi. Kita langsung masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, buat yang nyari performa super kencang mungkin akan lebih cocok kalau nyari laptop gaming aja sekaligus ya. Karena laptop yang satu ini lebih mengutamakan desain dan kemudahannya untuk dibawa-bawa ke mana-mana. Ya, ini salah satu dari dua laptop paling ringan yang dijual di Indonesia di bawah 900 gr. Jadi, kita enggak bisa berharap dia sekencang laptop gaming ya yang di atas 2 kg. Apalagi kalau kita cek suhu kerja CPU-nya ini masih terjaga banget selama pengujian ya. Tapi meskipun demikian untuk edit video masih bisa lah ya tipis-tipis. Kemudian RAM-nya ini on board jadi gak bisa di-upgrade. Pastikan aja 16 gig udah cukup atau belum. Harusnya sih untuk pekerjaan yang dilakukan di laptop tipis dan ringan seperti ini mencukupi sih harusnya ya. Lalu konektornya terbatas. Dia hanya punya tiga port USBC semua. Untungnya port USBC di sini kencang semua dan kita belum dapat Microsoft Office juga dalam paket penjualannya. Walaupun kalau mau nginstal Microsoft Office itu bisa banget, tapi ya beli dulu ya. Nah, dari si menariknya bobotnya hanya 890 gr. Ini praktis banget dan mudah banget mau dibawa-bawa ke mana-mana ya. Materialnya juga kokoh pakai aluminium. Desainnya cantik dan terasa premium. Layarnya olet. Resolusi 2,8 K 120 Hz. Jadi tampilannya mantap benar. Ini dia pakai pressor Intel Core Ultra 7 155H yang performanya udah lumayan oke nih. Serianya juga adem. Lalu dia punya dua konektor USB 4 yang kencang ya. Dan dia juga punya sistem kameraman biometrik berupa fingerprint scanner di tombol power yang tombol power juga terpisah dari keyboard-nya ya. Bagus dong. Lalu untuk speakernya ini berkualitas, chargernya juga ringkas. Jadi pertanyaannya tekno S14 cocoknya buat siapa? Yang pertama jelas buat siapa saja yang mencari laptop Windows yang tipis dan ringan. Ini mudah dibawa-bawa ke mana-mana ya. Jangan dibandingin sama yang buah-buahan. Enggak ada yang sampai seringan ini. Yang Windows aja kesulitan untuk turun di bawah 1 kilo. Ini buah akan turun di bawah 900 gr. Dia juga akan cocok buat kalian nyari laptop untuk kerja kantoran. ya tampilannya profesional, performanya juga oke. Mau dibawa-bawa ke mana-mana ya bisa juga enteng banget. Buat yang lagi kuliah juga harusnya cocok ya, asalkan software digunakan untuk kuliah masih sesuai dengan spek laptopnya. Buat yang nyari laptop untuk sarana hiburan cocok juga karena layarnya udah olet, resolusinya tinggi, speakernya juga mantap. Pada akhirnya kali ini dicari adalah sebuah laptop Windows dengan body yang tipis dan super super ringan tapi performanya masih cukup oke serta punya layar tampilannya sangat berkelas. Kami rasa tekno megabook S14 adalah laptop yang layak sekali untuk dipertimbangkan. Saya D Irfan Jaka Dib TV.
Video Lainnya
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Persaingan ponsel sejutaan semakin sengit berkat kehadiran dua saudara kembar yang menawarkan spesifikasi menggoda. Meski sekilas tampak serupa dengan layar mulus...
Pasar ponsel pintar kelas entri kembali diguncang oleh kehadiran Tecno Spark Go 3, sebuah perangkat yang tampaknya siap mendefinisikan ulang ekspektasi pengguna di...
Pasar ponsel pintar kembali diguncang oleh kehadiran gawai ramah kantong yang secara mengejutkan tampil sangat identik dengan desain perangkat flagship termewah...
Kenaikan harga smartphone di kelas entry-level sering kali membuat kita berekspektasi lebih terhadap peningkatan fitur yang dibawa. Namun, Tecno Spark Go 3 justru...
Pasar ponsel pintar kelas menengah kembali diguncang oleh kehadiran Tecno Camon 50 yang membawa kombinasi spesifikasi ekstrem, mulai dari baterai raksasa hingga...
Kondisi pasar teknologi global belakangan ini memang sedang bergejolak, memicu lonjakan harga yang cukup terasa pada berbagai perangkat elektronik modern, termasuk...
Berburu ponsel baru di rentang harga Rp3 hingga 5 jutaan menjelang momen Lebaran kini terasa jauh lebih menantang sekaligus memuaskan. Pasar mid-range tahun ini...
Pasar laptop premium super tipis kini kedatangan penantang baru yang siap mengusik dominasi nama-nama besar. TECNO Megabook S14 hadir mendobrak stigma dengan...
Pasar ponsel pintar kelas menengah kembali diguncang oleh inovasi radikal yang menantang batas desain konvensional. Melalui Tecno Pova Slim, industri disuguhkan...
Berburu ponsel baru di rentang harga Rp 1 hingga 5 jutaan kini terasa seperti menjelajahi medan perang spesifikasi yang sangat sengit. Menariknya, pergeseran tren...
Pasar ponsel pintar di penghujung tahun selalu menyajikan kompetisi sengit, di mana deretan perangkat baru saling sikut demi memikat hati konsumen yang bersiap...
TECNO yang selama ini dikenal agresif di pasar ponsel pintar kini mencoba mendobrak pasar tablet lewat kehadiran Megapad 11. Langkah berani ini langsung memicu rasa...

















