Jungkat

Terasa Sama Tapi Beda.. Nyobain Kamera with AI-nya realme 13 Pro+!! (YouTube Video)

  • 19/09/2024

Entah kenapa tahun ini terasa berbeda karena seri-seri Realme tidak rilis berbarengan. Kita semua tahu Realme 13 lebih dulu muncul, kemudian disusul dengan Realme 13 Pro Plus yang muncul beberapa minggu kemudian. Realme 13 Pro Plus, smartphone baru dari Realme yang muncul enggak sampai setahun sejak versi sebelumnya dirilis. Pada dasarnya desainnya tidak terlalu berbeda ya dibandingkan seri sebelumnya. Tapi untuk warna, HP ini punya pilihan warna baru yaitu Emerald Green dan Monet Gold. Desainnya masih terasa mewah dan mahal dengan finishing yang enak banget buat dipegang. Unit yang saya pegang ini bernama Monet Gold. Yang nama ini terinspirasi dari keindahan alam dari karya seni Monet. Mun... itu nama pelukis itu. Kagak ngerti sih dia. Ya, karya seninya Monet yaitu Grainstack atau Sunset. Jadi back cover ini didesain untuk bisa seolah-olah memainkan cahaya dan warna. Desain ini memadukan estetika impersionis dengan teknologi canggih. Ini belum dimatiin notifikasinya. Jujur ya, saya tuh kagak ngerti- ngerti amat sama seni kontemporer. Tapi kalau harus menilai bagaimana desain dari HP ini, menurut saya cakep karena terlihat nggak biasa. Mewahnya dapet lah. Material belakangnya ini kaca dengan frame plastik. Saya bisa dengan mudah mengidentifikasi kalau bagian belakang HP ini adalah kaca karena kemampuan kedua material ini dalam menyerap suhu itu tuh berbeda. Kaca cenderung lebih cepat dan lebih banyak menyerap suhu dibandingkan plastik. Itulah kenapa saat dia terkena panas maka akan menjadi lebih panas sedangkan saat ditaruh di tempat yang dingin dia tuh akan sangat dingin. Dan itulah yang terjadi di back cover HP ini. Satu hal yang menonjol dari HP ini tentu saja modul kameranya yang membulat di framenya dan terdapat 3 buah kamera di bagian dalam. Plus sebuah LED Flash. Yang berbeda adalah di bulatannya ini. Bagian bawahnya ada tulisan Hyper Image Plus di mana teknologi inilah yang memang jadi nilai jual utama dari HP ini. Kamera utama HP ini beresolusi 50MP sudah punya OIS dan pakai sensor Sony LET701. Kamera keduanya berjenis periscope dengan resolusi 50MP dan sudah punya OIS juga. Serta menggunakan sensor Sony LET600. Dan kamera ketiganya berjenis ultrawide dengan resolusi 8MP. Untuk kamera depannya dia beresolusi 32MP dengan sensor Sony IMX615. Yang mana resolusi 32MP ini tentunya menjadi sebuah standar sendiri bagi HP Realme. Khususnya di kelas mid-range premium. Kalau ngomongin soal resolusi mungkin nggak ada yang baru dari HP ini. Tapi memang bukan resolusi yang sebenarnya dijual dari Realme 13 Pro Plus ini. Melainkan kemampuannya untuk mengolah foto sehingga menghasilkan gambar yang sangat bagus. Ya saya tahu kalimatnya ini terlalu marketing ya dan sangat rasa manisnya. Lebih manis daripada pemanis buatan. Masalahnya foto-foto yang ditangkap oleh HP ini nyatanya memang berhasil membuktikan kata-kata manis itu. Jadi di HP ini itu pakai sistem kamera baru yang mereka kasih nama Hyper Image Plus. Sistem kamera yang sudah berbasis AI ini menampilkan arsitektur 3 lapis yang terdiri dari optik kelas flagship. AI Imaging Algorithm dan kemampuan mengedit gambar AI berbasis cloud. HP ini juga punya teknologi AI Hyper RAW Algorithm. Sebuah teknologi yang mampu memanipulasi gambar dalam domain RAW yang secara signifikan ningkatin clarity gambar plus dynamic range biar nangkap cahaya dan shadow yang otentik dengan hasil yang terlihat kayak aslinya. Beberapa fitur AI juga bisa ditemuin di HP ini seperti AI Pure Bokeh, AI Natural Skin Tone, dan AI Ultra Clarity. Daripada lama jelasin istilah-istilah yang saya juga kagak terlalu ngerti, nah mending kita langsung aja lihat hasil fotonya. Dari beberapa foto yang saya tangkap, memang terlihat bagus. Parameter standar seperti detail, warna, dynamic range, serta tingkat noise itu tuh ada di level yang bisa membuat saya puas. Tapi bukan parameter-parameter standar itu yang membuat saya kagum. Melainkan, hal yang awalnya saya pikir hanyalah over claim, ternyata terbukti. Misalnya, AI Ultra Clarity. Fitur ini tuh bisa bikin foto yang nggak tajem menjadi tajem. Perhatikan foto ini. Ini adalah foto yang diambil dari sebuah kamera analog di tahun 80-an. Ngomongin soal clarity, sudah pasti hasil foto dari kamera analog ini nggak bisa diharapkan. Tapi perhatikan saat saya memotret hasil foto kamera analog ini. Saya bandingkan dengan smartphone lain dan disini terlihat kalau AI Ultra Clarity di hape ini tuh bener-bener bekerja. Saya sengaja nggak menggunakan contoh foto dari objek yang saya langsung ambil. Karena skenario mengambil foto dari objek yang buram adalah skenario yang terbaik menurut saya. Foto yang bagus dan tajem nyatanya nggak cuma bisa dilakukan dalam kondisi banyak cahaya aja. Dalam kondisi low light ataupun gelap pun, sensor Sony LET701 ini tuh bisa bekerja dengan sangat baik dan optimal. Berkat adanya OIS yang bisa mengkompensasi gerakan pada kamera. Sehingga foto dengan long shutter speed bisa bekerja dengan lebih optimal. Hasilnya foto-foto low light yang ditangkap tuh terlihat sangat bagus, minim noise, dengan dynamic range yang saya berani bilang kalau ini tuh udah hampir sekelas flagship. Foto-foto dengan sumber cahaya yang banyak bisa diredam oleh hape ini. Sehingga bagian-bagian yang terlalu terang bisa di highlight dengan sangat baik dan menghasilkan foto yang enak untuk dilihat. Kamera telephoto periscope dengan sensor Sony LET600 ini juga bekerja dengan sangat baik. Kalau cuman sekedar mengambil foto yang jauh terlihat jadi semakin dekat, ya saya rasa itu udah umum ya dan hasilnya sama sekali tidak mengecewakan. Kemampuan 3x optical zoom di lensa ini tuh bekerja dengan sangat baik dan mampu mempertahankan detail. Tapi lain cerita kalau kita ngomongin soal foto potret. Algoritma AI di hape ini tuh cukup mengerikan. Karena bisa nangka foto potret yang jauh lebih natural dan lebih mendekati hasil kamera beneran. Apalagi ada teknologi yang namanya AI Pure Bokeh. Bikin foto bokeh yang ditangkap tuh beneran bagus sob. Karena bisa secara akurat mengidentifikasi background, bagian tengah dan foreground atau bagian depan dengan sangat baik. Jadi dalam sebuah foto bokeh tuh nggak cuman melulu soal foreground dan background ya. Objek yang ada di antara juga berhasil diproses dengan baik dengan cara memberikan efek bokeh yang lebih tipis dibandingkan bagian background. Persis banget kayak hasil foto dari kamera beneran. Lensa utama di hape ini tuh punya aperture yang cukup besar yaitu f1.8. Kelebihan dari lensa beraperture besar adalah dia tuh bisa menghasilkan efek depth of field yang lebih dramatis. Kekurangannya karena hape ini punya fixed aperture, untuk mengambil objek yang banyak dengan level jarak yang berbeda akan menjadi sebuah masalah. Karena titik fokusnya yang lebih sempit. Makanya sulit untuk mendapatkan foto dengan detail yang merata. Misalnya kalau kita lagi foto rame- rame, biasanya temen yang levelnya lebih jauh dari kamera tuh mukanya nggak begitu tajem. Realme sendiri ngasih solusi buat masalah ini dengan masuknya fitur bernama AI Groove Photo Enhance. Jadi dengan fitur ini, foto dengan objek yang lebih banyak atau orang yang lebih banyak bisa lebih bagus. Karena detail wajahnya tuh terlihat jelas semua. Bahkan untuk orang-orang yang jaraknya ada di pinggir atau lebih jauh ke belakang dari kita. Fitur AI lainnya juga cukup berguna seperti AI Smart Team Mover yang bisa dengan cerdas menghilangkan objek yang tidak kita inginkan dalam sebuah foto. Dan AI Audio Zoom yang dengan memanfaatkan algoritma beamforming dan teknologi AI Noise Reduction bikin kita bisa dapetin suara yang lebih terfokus pada sebuah video. Misalnya kita nge-zoom ya pada sebuah objek atau orang yang sedang berbicara. Maka suaranya akan otomatis fokus terhadap objek tersebut. Yang artinya noise-noise yang ada di sekitarnya otomatis dihilangkan. Buset dah ini saya ngomongin kamera padahal baru sekilas ya. Tapi udah habis itu 3 alaman. Soal kamera nanti kita akan lanjutin di video reviewnya aja deh. Sekarang kita tuh bahas bagian yang lain yang hampir saya lupa. Untuk layar tentu saja dia tuh punya layar curve berukuran 6,7 inch berpanel AMOLED dan tentu saja sudah punya refresh rate 120Hz. Nggak ada yang salah sama layarnya ya. Saya melihat layarnya tuh bagus dan jernih, warnanya juga oke. Brightnessnya lumayan tinggi karena tembus sampai 2000 nits. Alhasil pake hape ini di kondisi yang terik masih cukup nyaman dan terlihat dengan jelas. Layarnya sudah menggunakan armor shield glass CGG 7i yang mana itu ini udah cukup kokoh. Di dalam hape ini juga sudah tertanam in-screen fingerprint dengan performa yang menurut saya sudah cukup cepat. Untuk performa dia tuh masih menggunakan SoC yang sama dengan seri sebelumnya yaitu Snapdragon 7s Gen 2 yang menurut saya ya cukup ngebut dengan angka-angka yang dihasilkan dari aplikasi benchmark sintetis juga masih tergolong memuaskan. SoC ini bisa ngejalanin hampir semua skenario yang biasanya dilakukan di smartphone. Jangan kan cuma penggunaan casual. Untuk bermain game pun, SoC ini tuh masih sangat nyaman. Realme 13 Pro Plus ini juga pake setup dual speaker yang diklaim Realme tuh sudah high res atau high resolution ya. Suaranya tuh jernih dan nyaring. Buat main game atau nonton video kerasa cukup nyaman. Salah satu bagian kecil pada sebuah hape yang bisa bikin si hape tersebut terasa mahal adalah haptic feedback. Sebagus-bagusnya, sekeren-kerennya, sengebut-gebutnya sebuah hape, kalau vibrasi atau getarannya tuh barbark atau kaleng gitu ya, menurut saya hape tersebut akan terasa murahan. Untungnya, getaran di hape ini tuh halus dan mirip flagship lho. Alhasil, ngetik panjang lebar pake keyboard ini tuh nggak bikin jari tuh kesemutan. Bukan Realme namanya kalau nggak ngasih kemampuan fast charging di hape-hape mereka. Hape ini tuh punya baterai sebesar 5200 mAh dengan dukungan fast charging 80W SuperVOOC yang bisa ngisi baterai dari 0-100% dalam waktu kurang dari 1 jam. Selain pengecasan, hape ini juga sudah punya IP65 yang mana ya cukup lah untuk nahan percikan air atau ya kalau kagak sengaja kesiram. Dan juga punya NFC 360. Di waktu yang bersamaan, Realme juga memperkenalkan jam pintar mereka yang bernama Realme Watch S2. Wah, udah master nih. Udah S2. Maaf. Yang mana kali ini jam pintar mereka tuh juga punya embel-embel AI. Desain smartwatch ini tuh cantik menurut saya dengan material metal pada frame dan ada 2 buah tombol di bagian kanan dimana tombol atasnya tuh terlihat seperti putaran knob yang bisa diputar. Tapi ini putarannya tidak memiliki fungsi apa-apa ya sob. Layar jam ini berukuran 1.43 inch dengan panel AMOLED. Itulah kenapa kalau kita lihat layarnya tuh jernih banget dan tajem banget. Secara fitur jam ini juga sudah sangat lengkap ya. Mulai dari punya sertifikasi IP68 yang bisa dipastikan dia tuh akan tahan air dan bisa diajak berenang. Terus juga daya tahan baterai yang juga awet. Bisa diklaim bisa hidup sampai 20 hari. Eh dan ini punya sport dan health monitor, ada sleep tracker, block oxygen monitoring dan tentu saja sport tracker. Untuk watch face-nya sendiri cukup banyak ya dengan pilihan yang lucu-lucu. Smartwatch ini tuh punya speaker dan microphone. Jadi dia tuh bisa dipake buat nelpon kayak gitu. Untuk lebih detailnya mungkin ya akan dibahas di video terpisah ya yang khusus untuk membahas smartwatch ini. Tungguin aja ya. Oke kayaknya itu aja dulu sementara impresi saya sama realme 13 Pro Plus. Dimana menurut saya ini tuh adalah salah satu hape yang bagus yang keluar di tahun ini yang bisa dipastikan akan bikin kita tuh bingung untuk memilih. Hape ini nggak sulit untuk saya rekomendasikan bila ada kerabat yang nanya hape apa yang bagus dan cocok untuk dipake dalam semua skenario penggunaan. Good job realme. Ini si Tutu lagi bobo. Si Tutu bobo. Eh nggak bobo deng. Nah ini namanya Tutu. Dadah!

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Realme

Realme adalah brand teknologi dengan lini smartphone, tablet, wearable, dan AIoT berperforma tinggi. Realme menghadirkan perangkat stylish dengan harga terjangkau, baterai besar, dan fitur modern untuk gaming, hiburan, serta produktivitas harian.