Jungkat

TERGODA SAMA HILUX RANGGA. BELI YANG BENSIN ATAU DIESEL YA? (YouTube Video)

  • 21/07/2025

Enggak pernah saya punya mobil komersial dan enggak pernah tertarik untuk beli mobil komersial apalagi pick up. Tapi mobil di sebelah saya ini Toyota Hilux Serangga sejak pertama kali diperkenalkan di pameran sampai akhirnya launching langsung menarik perhatian saya karena apa? Bentuknya keren sekali. Jadi di video ini saya akan memilih rangga mana yang saya beli. [Musik] Loh, kok langsung beli aja? Emang mau buat apa? Ya, itu sebenarnya alasan yang saya cari. Saya pengin mobil ini, cuman saya bukan pengusaha e toko bangunan, bukan pengusaha yang butuh angkut-angkut barang. Jadi, enggak menemukan alasannya apa. Sampai akhirnya saya menemukan sebuah alasan. Ferel kan drifting ya, drifting. Eh, dia itu kadang-kadang kalau ke sirkuit mau latihan itu tuh butuh mobil service buat bawa spare part, bawa gearbox, bawa macam-macam. Nah, akhirnya daripada ngerepotin tim kan garasi drift mungkin harus bawa banyak atau garden speed harus bawa truknya. Nah, saya pakai rangga ini minimal alasannya udah ada. Oke. Nah, pertanyaannya rangga yang mana? Makanya di sebelah saya ini ada dua buah rangga dengan dua trim berbeda dan dua mesin berbeda. Di sebelah kiri saya ini ada varian diesel dengan trim yang standar. Di sebelah kanan saya ada varian bensin dengan trim yang high. Dan di video kali ini saya akan pertama kalinya untuk nyetir rangga yang dalam keadaan standar. Saya udah pernah nyetir Rangga di Mandalika yang ee versi modifikasi balapnya. Keren sekali mobilnya. Tapi sekarang saya akan coba dalam kondisi standar. Mesin mana yang mesti saya pilih, trim mana yang mesti saya pilih. Dan ada satu kejutan lagi karena test driver Rangga dengan tanpa beban itu sudah biasa, saya minta ke Toyota untuk mengirimkan dua unit tes yang sudah diberi beban. Jadi semuanya ada beban dan bebannya ini enggak main-main. 1200 kg 1,2 ton sesuai dengan kemampuan maksimal yang direkomendasikan untuk mobil ini. Jadi Anda bisa lihat pernya jadi ceper di belakang sekarang dan satu bermesin bensin, satu bermesin diesel dengan beban yang sama. Dan tujuan dari video ini adalah saya menentukan kira-kira saya mau beli yang mana. Ah, pokoknya saya sudah punya alasan artinya udah tinggal pilih varian dan tri yang mana. Sekarang kita lihat mesinnya dulu. Jarang sekali mobil komersial di kelasnya atau seingat saya malah enggak ada ya yang menawarkan dua jenis mesin. Jadi ada mesin bensin, ada mesin diesel. Kita lihat dulu yang mesin bensin. Mesin bensinnya ini 2000 cc 4 silinder injection yang memberikan tenaga 139 PS dan torsinya 183 Nm. Dia menyalurkan tenaganya ke dua roda belakang lewat transmisi 5 speed manual. Sedangkan yang diesel ini besar 2.400 cc turbo diesel dan dia menghasilkan tenaga juga lebih besar 149 PS dan torsinya itu bahkan mencapai 343 Nm. menyalurkan tenaganya ke dua roda belakang lewat transmisi manual 5 speed dan transmisi otomatis 4 speed. Jadi, dia ada transmisi otomatisnya juga dan transmisi otomatisnya ini memiliki torsi yang lebih besar mesinnya. Jadi, di varian transmisi otomatis torsinya mencapai 400 Nm. Jadi, ada dua pilihan mesin. Kenapa mesti ada dua pilihan mesin? Well, kalau Anda butuh yang beban berat, torsi yang besar, maka diesel ini akan memberikan ee pengendaraan yang lebih effortless, lebih kuat menarik beban, dan tentunya konsumsi bahan bakar yang lebih hemat. Tapi bensin ini dia memiliki fleksibilitas. Jadi untuk area-area tertentu di Indonesia kita sering dengar ee solar itu ee susah untuk didapat atau bahkan bahan bakar diesel itu susah untuk didapat. Ngantri sampai berjam-jam karena kebanyakan mobil komersial itu juga menggunakan diesel. Nah, kalau Anda tidak ingin usaha Anda menggunakan mobil ini membuang waktu mengantri BBM, bensin ini pilihan yang tepat. Nah, kalau buat saya, saya enggak masalah untuk eh ngantri BBM karena kita di Indonesia. Saya juga enggak enggak harus juga torsinya sampai 400 Nm. Tapi sekarang saya mau lihat yang mana yang lebih ee cocok buat saya untuk di kendarai. Sekarang kita tutup kapesinnya dulu. Tapi sebelum saya jalan, saya mau lihatin sejumlah highlight dari mobil ini. Satu faktor utama yang bikin saya pengin mobil ini jelas adalah bentuknya. Toyota mau bekerja keras membuat desain yang menarik hanya untuk sebuah mobil komersial. Padahal mobil komersial itu enggak perlu menarik. Yang penting tuh fungsi. Yang penting gimana performanya untuk cari cuan. Nah, tapi Toyota mendesain mobil ini super super keren. Lihat ini jauh sekali kelas desainnya dibandingkan mobil komersial yang lain. Eh, tapi dia ada fungsionalnya juga. Bumper ini adalah bumper three pieces. Jadi dia dibagi di tiga bagian yang terpisah. Maksudnya apa? Supaya kalau terjadi kerusakan, perbaikan atau penggantiannya tidak perlu menyeluruh. bisa perel saja. Mana yang ee rusak lampunya lihat ini segi delapan yang modern seperti robot gitu ya seperti ini. Ini pas banget tuh jadi mobil ini tuh kalau di Star Wars tuh ada tentara yang pakai tentara robot yang pakai baju putih dan paduannya hitam. ini kayaknya cocok banget mereka pakai mobil ini. Nah, kemudian mobil komersial juga biasanya kan mesin di bawah jok sehingga crumple zone-nya sangat sedikit atau bahkan hampir enggak ada crumle zone-nya. Ini ada crumle zone-nya ya, kita enggak pengen nabrak tapi misalnya sesial-sialnya hari sial enggak ada di kalender nubruk gitu. Ini masih ada bumper yang tebal, ada crample zone sehingga lebih aman buat di dalamnya. Kalau belakangnya bugnya, kalau bentuk bug sih sama aja ya. Tapi ee kita lihat nih bugnya ya. Ini bak lebarnya 1,7 m, panjangnya lebih dari 2,3 m. Makanya volumenya ini bisa menampung bahkan sampai 56 botol galon air mineral di sini. 56. Dan itu cuman satu baris ya, enggak maksudnya enggak enggak ditumpuk gitu, cuman satu e level aja. Kemudian mobil ini juga memiliki bukaan bug ada pilihan ada yang one way, ada yang eh threeway. Jadi bisa dibuka satu aja di belakang atau dibuka dari samping. Kalau buat saya sih sebenarnya saya enggak terlalu perlu yang dibuka dari samping buat spare part kita dari belakang aja cukup. Terus dia bisa sanggup 1,2 ton baik yang bensin maupun yang diesel. Kapasitas angkutnya yang mana itu sangat besar. Jadi kalau udah pakai HUX sangga enggak perlu lagi overload, over dimension karena dimensinya udah gede dan load capacity-nya juga sudah sangat besar. Dan untuk menunjang keselamatan ini juga ada build in roll bar di sini. Jadi sebenarnya ini ya sedikit menambah keamanan ya karena ini bukan di di ee di las ke sasis tapi minimal dia masih ke body monokok depannya ini ke body depannya dia bukan monokok ya dia pakai sasis tapi ke body depannya ini rollbarnya dan minimal rollbar ini akan menjaga barang kalau misalnya Anda cukup tinggi barangnya itu tidak mengenai kaca dan melindungi ee kabin nah di atas ini ini juga masih ada dudukan untuk roof rack. Jadi bisa Anda pasang roof rack untuk menambah lagi kapasitas angkut sampai 75 kg. Jadi hampir 1,3 ton yang bisa diangkut oleh mobil ini. Kemudian dia ada dua trim. Jadi biasanya mobil komersial ya udah mobil komersial aja. Tapi ini ada dua trim. Trim yang standar dan yang high. Ini bisa dibedakan kalau dari luar. Ini yang bensin ini dia trimnya yang high karena menggunakan ban 16 inci. Sedangkan yang standar itu menggunakan ban 14 inci. Lampu bumper semua sama. Tapi untuk yang high dia joknya sudah ada head rest. Sudah ada head rest di sini. Sedangkan kalau yang standar belum ada head rest. Tapi sebenarnya belum ada headr juga tidak mengurangi unsur keselamatan terlalu banyak karena tetap kepala bisa ketahan ini. Cuman ya kejeduknya lebih sakit aja kan kalau ter ke belakang. Nah, ini ee bangkunya standar. Kemudian yang ee high grade juga sudah menggunakan airbag. Ada ABS juga di sana. Tapi lihat ini yang low trim sekalipun dia sudah pakai audio. Jadi sudah audio AC itu udah standar semua. Power window ya enggak ada karena memang ini mobil komersial yang penting fungsional tapi aduh bentuk sparbard-nya aja kayak robot. Keren banget deh nih mobil. Toyotanya nih kayak Toyota zaman dulu nih, bukan model baru. Jadi ada unsur retronya, ada unsur modernnya. Dah enggak ada lawan deh bentuknya kalau untuk kelas komersial. Nah, yang saya suka juga di sini, lihat di sini ada pelindung bagian bawah sini supaya tidak terlalu terekspos. Bahkan juga ee sedikit mengamankan kalau misalnya ada motor atau orang gitu ya. enggak gampang untuk masuk ke kolong mobil ini karena ketahan gitu ya. Dia ketahan sama panel ini dan membuat ee profilnya tuh jadi lebih aerodinamis. Lampu belakang standar sama aja. Sekarang kita lihat ke dalamnya yuk. Kita lihat yang high grade nih di sini. Oke, nyalain dulu karena panas sekali kita. Oh, dia harus di kopling. Kita syuting ini di distrik otomotif di PIK 2. Tempat yang sangat nyaman untuk membuat konten atau membuat usaha di sini. AC Oh, standar Toyota dingin sekali. audio dia sudah ada dua buah airbag ya untuk yang high grade ini. Bahkan untuk high grade yang diesel dia tersedia juga dalam transmisi otomatis. Tapi kalau untuk yang bensin tidak ada transmisi otomatis, hanya ada transmisi manual. Kemudian udah ada outlet ee 12 volt di sini kalau untuk nge-charge memang tidak ada USB slot, USBC, tapi ada USB slot di audionya. Nah, dia bisa ngcharge di sini atau kalau mau pasang tambahan bisa pasang tambahan di sini. Ada dua buah cup holders. Basic basic mobilnya. Tapi ya memang kita membutuhkan mobil yang basic karena ini untuk usaha. Tidak perlu kemewahan berlebih. Tapi sebenarnya kalau kita mau kita bisa kreatif ya ini mobil bisa dimodifikasi untuk banyak hal sih. Saya pernah lihat yang di Mandalika dimodifikasi untuk balap. Dimodifikasi jadi mobil nyaman juga bisa. Ini banyak banget nih tombol-tombol yang bisa di apa tempat-tempat untuk tombol yang kita bisa taruh di sini. RPM belum ada, hanya speedometer ya. Enggak perlu terlalu perlu juga RPM kita nyetir pakai feeling. Posisi nyetir cukup ergonomis loh untuk ukuran mobil komersial karena dia juga pakai bonet ya. Jadi posisi nyetirnya tuh lumayan lurus. Beda dengan ee pick up-pick up di kelasnya yang setirnya tuh masih agak begini nih. Ini posisi nyetir yang sangat manusiawi. Rem parkir di sini semuanya ergonomis. Ada AP juga di sini. Hah, enak kok. Mestinya sih enak ya nyetirnya ya. Oke, sekarang saya mau coba saya mau coba yang high grade dengan mesin bensin dulu. Haha. Toyota Rangga bensin yang high grade. Jadi saya tadi sebelum berangkat itu telepon-teleponan sama ee temanteman di Toyota Astra Motor nanya itu beban tuh sebenarnya berapa sih? Karena saya diinformasikannya 1,2 ton ya. Tapi kok kelihatannya kayak banyak banget. Ternyata benar loh lebih dari 1,2 ton di belakang. di belakang itu 1,5 ton loh. Saya bilang bukannya mobilnya kemampuan maksimalnya itu 1,2 ton kok dikasih 1 5 ton. Terus mereka bilang 1,2 ton itu adalah yang direkomendasikan. Kalau mobilnya sendiri sebenarnya kemampuannya lebih dari itu. Bahkan ini sampai 1500 kg aja di belakang enggak kerasa enggak kerasa berat mobilnya. Padahal ini yang bensin loh, bukan yang diesel. Kayak normal aja semuanya. Nah, terus saya bilang lagi, kalau dari mobilnya sendiri itu sebenarnya kuatnya sampai berapa? Ternyata dari sisi teknis mobil ini bahkan sampai 2 ton lebih mungkin 2 tahun lebih dikit ya itu masih bisa. Tapi memang untuk apa? Untuk ee muatan 2 ton atau lebih tidak bisa menggunakan ee per daun yang masih standarnya. Karena perir daun yang standarnya ini akan bikin mobil itu jadi ini apa? Kayak ee mendangak gitu ya karena berat beratnya terlalu berat. Tapi saya dengar-dengar di aftermket itu sudah ada yang menyediakan paket ee suspensi yang udah dibuat dengan ini ya, dibuat dengan ee perhitungan semua untuk bobot 2 ton untuk di Toyota Hilux Rangga ini. Karena mobilnya sendiri sebenarnya capable, tapi kalau saya pribadi selalu menyarankan ke Anda ikuti ini apa batas rekomendasi. Walaupun mobilnya mampu, remnya mampu, tenaganya mampu, tapi semakin enteng muatan yang kita bawa akan semakin aman. Apalagi kalau untuk kecepatan tinggi di jalan tol ya. Tapi kalau mungkin untuk jarak dekat di pedesaan, minimal mobil ini capable sampai 2 ton secara teknis. Nah, apa yang saya rasakan pada saat nyetirangga ini? safe. Enggak pernah rasa itu saya dapatkan ketika saya bawa mobil komersial lain. Karena pesaing dari Toyota Rangga ini itu semuanya kayaknya hampir semuanya ya menggunakan mesin di bawah jok. yang itu mungkin untuk ee mengefisiensikan ruang tapi mengorbankan faktor keselamatan. Ya, kalau Anda pengusaha memang mungkin bukan Anda yang nyetir, tapi SDM Anda, driver Anda berada di risiko lebih besar ketika ee mobil komersialnya tidak ada moncongnya. Dan ya pengusaha yang baik selalu tahu bahwa SDM itu adalah salah satu sumber daya yang paling berharga dan e nyawa itu bisa lebih kecil resikonya hilang dasar tabrakan kalau kita punya moncong dan rumble zone. Jadi ya itu saya rasanya safe dan ini halus untuk ukuran mobil komersial. Terutama dengan ada beban 1,5 ton di belakang. Jadi empuk bandingannya ya. Pastilah kalau enggak ada beban pasti belakangnya keras. Tapi ketika beban 1,5 ton jadi 1,5 ton itu artinya lebih berat dari Toyota J Ariaris. Toyota J Ariaris itu enggak nyampai 1300 kg. Artinya nih 200 kg lebih berat muatan di belakang ini dibanding Toyota J Ariaris. Dan enggak ada rasa struggle tuh enggak ada gitu loh di mobil ini. Enggak mentok juga suspensinya tuh. Empuk aja tapi enggak ada. Ah, kalau dibelokin yes. Namanya juga mobil komersial bukan mobil untuk bermanuver. Kalau dibelokin ya jangan ini deh. Jangan aneh-aneh. Kalau bawa mobil komersial. Bawa bobot 1 seteng tahun di belakang emang harus halus nyetirnya. Nah, kemudian itu ee kalau Anda bisa lihat nih di gambar ada side guard-nya kan pelindung samping itu yang warna hitam. Ternyata itu adalah memang aturan. Jadi kalau misalnya bak itu tingginya di atas 80 cm harus pakai pelindung. Benar saya bilang tadi untuk menghindari motor, pesepeda, atau pejalan kaki itu masuk ke dalam kolongnya. Tapi sayangnya tidak banyak yang menuruti aturan tersebut. Padahal itu untuk keselamatan bersama. Tapi Toyota mereka taat peraturan dan mereka tetap memasang pelindung samping itu yang menurut saya malah membuat mobilnya jadi terlihat lebih keren. Coba kalau itu enggak ada jadi komp jadi lebih keren, lebih aman, dan lebih aerodynamis. Ada yang gigi tiga kita gas. ya tetap nambah kecepatannya. Memang enggak enteng karena total bobot mobil ini udah udah 2, ton lebih mungkin ya. Tapi tetap ee masih terjadi akselerasi yang positif, tidak kencang tapi tetap e bisa. Nah, kalau kita dari gigi satu, dari gigi satu ya. Ah, masih positif lah akselerasinya. 60 70 80 untuk mobil komersialnya ini kuat ini mesin. Jadi kalau misalnya Anda tinggalnya ee di daerah yang mungkin tidak terlalu terjal tanjakannya, ini sih bensinnya cukup. Apalagi mesin bensin kan lebih hemat. Dan seperti tadi saya bilang, ketersediaan bensin itu lebih lebih bagus kalau kita lihat dari sejarah ke belakangnya di Indonesia dibandingkan ketersediaan bahan bakar diesel yang kadang lu bisa ngantri sampai berjam-jam di daerah-daerah tertentu. Nah, kemudian oktan berapa sih untuk bensinnya ini? Untuk bensinnya ini oktan yang direkomendasikan untuk performa optimum adalah 92. Tapi mesinnya sendiri itu aman menggunakan oktan 90. Jadi pertal pun bisa Anda gunakan untuk ee mobil ini tanpa khawatir ada efek buruk ke mesinnya karena tidak akan terjadi knocking. Sudah disiapkan memang untuk ee oktan 90 sekalipun. ini enggak ada RPM ya, tapi ya kita bisa dengar dari suara mesinnya. Tapi memang menurut saya kalau ada RPM akan lebih ya lebih keren aja gitu ya. Mungkin kalau buat dunia usaha enggak terlalu perlu ya. Tapi kalau buat saya penggemar-pengebum gitu kayaknya gemes gitu enggak ada RPM padahal tempatnya ada atau mungkin di pengembangan selanjutnya ya. konsumsi bahan bakarnya gimana? Terus terang saya enggak tahu. Saya belum pernah ee nyoba. Tapi ya saya yakin tidak akan sefisien yang e diesel. Ini saya enggak bisa nyoba karena juga enggak ada mid-nya. Dan waktu saya juga nyoba mobil ini terbatas, enggak terlalu lama. Mengesan kan? Ini benar-benar enggak kerasa seperti mobil komersial sih. Sekarang kita coba yang diesel. Oke, sekarang kita udah di versi dieselnya. Posisi duduknya sama aja, enggak beda. Cuman ya enggak ada headr aja. Tapi kalau itu headr kan buat menghindari leher patah. Kalau kita ketabrak di belakang. Ini sih leher enggak patah. Cuman ya kepala benjol dikit. Oke, ini karena ini yang standar varian jadi dia cuman ada manual 5 speed. Tapi enggak apa-apa, kita akan coba rasanya yang diesel. Oke, tidak ada airbag karena ini yang standar grade. Tidak ada ABS juga. Let's go. Ini langsung yang kerasa jauh lebih effortless dibandingkan yang bensin. Ya, mungkin kalau bebannya kosong mungkin mirip-mirip aja ya. Tapi begitu dikasih beban 1,5 ton di belakang, perbedaan torsi yang jauh tuh terasa di sini tuh kayak kayak enggak ada beban gitu. Nih, kita lihat ya. Kita lari 75. Kita pakai gigi 5 juga deh. Sama kayak tadi ya. Sekarang kita gas. Oh, lebih cepat naiknya ke mana-mana tuh. Udah 90 sekarang. Terus kalau misalnya kita akselerasi dari gigi dua ya. Oh, begitu turbonya masuk kencang banget. Wah. 70 80 90 100 mobil komersial bawa 1,5 ton ke 100-nya gampang ya. Ini powerful sih nih e mesin dieselnya dan mesin dieselnya ya walaupun pada saat idle pasti lebih ada suara yang terdengar dan ada sedikit getaran. Tapi ini hitungannya masih halus mesin dieselnya nih. Diesel modern soalnya. Kalau rasa pengendalian sama dengan yang ee bensin ya. Hanya beda berat di mesin aja tapi enggak enggak terlalu signifikan kalau misalnya kita udah bawa beban yang 1,5 ton seperti ini. Tapi enak loh bawa beban 1,5 ton tuh jadi empuk mobilnya. Nah, terus untuk yang diesel ini ada varian yang eh matic. Nah, ini menarik nih. Matic itu hanya ada di varian yang high grade yang tinggi. Dan yang matic itu dia spionnya sudah elektrik. Kemudian ee dia juga sudah power window. Eh, seru aja gitu yang maticnya. Cuman saya belum nyoba yang maticnya. Tapi kalau misalnya mau dimodifikasi gitu ya, digedein tenaganya mungkin lebih enak yang manual. Walaupun juga banyak sih diesel-desel digedein tenaganya itu masih matic gitu ya. Tapi matic pasti enak tuh buat dipakai sehari-hari karena Rangga ini adalah mobil komersial yang cocok dipakai oleh spirnya juga cocok dipakai sama bosnya karena bentuknya keren banget dan variannya banyak banget. Rangga tuh yang paling murah itu yang cuman sasisnya aja. Jadi enggak pakai bug. Sasisnya aja yang bensin standar itu harganya di Rp190 juta. Kemudian di atasnya tuh ada macam-macam tuh. Ada bensin yang ee standar dengan bug yang model bukaannya oneway. Ada yang bukaannya threeway, ada yang bukaannya eh ada tiga macam bukaan yang disediain. Kemudian juga untuk dieselnya juga banyak variannya. Eh, sedangkan yang paling mahal itu adalah diesel high grade yang matic dan matic-nya ternyata bukan 4 speed, tapi maticnya 6 speed. Jadi matic yang cukup modern itu harganya di 306. Jadi dari 190 ke 306 itu banyak variannya. Total ada 10 varian dari HUX serangga ini. Bahkan yang di eh tipe paling tinggi diesel yang high grade itu juga tersedia yang cuman sasi saja. Nah, itu cocok misalnya buat Anda yang pengin bikin motor home atau bikin macam-macam lah. Karena kan ini prinsipnya ini kita bisa bangun apa aja di belakang. Bahkan auto driver. Auto Driver juga udah punya satu rangga yang lagi dibangun jadi mobile podcast. Jadi kita bisa melakukan podcast di atas Toyota Rangga. Jadi ada 10 varian dari Rp190-an juta sampai R6 juta. Nah, balik lagi ke mesin dieselnya. Saya rasa sih kalau misalnya di tempat Anda tidak masalah ee dengan diesel, dengan bahan bakar solar atau bahan bakar diesel itu rasanya ini lebih kuat, lebih perkasa. Walaupun memang yang bensin ketersediaan bahan bakarnya lebih banyak dan ia pastinya lebih halus. Walaupun yang dieselnya halus, yang bensinnya pasti lebih halus lagi, tapi dua-duanya sama memberikan rasa yang aman ketika kita nyetir. Posisi menyetir yang enak, bantingan yang enak kalau ada 1,5 ton di belakang. Tipe diesel yang kita coba ini varian standar. Nah, tadi saya pikir AC ini adalah standarnya di varian standar, tapi ternyata tidak. di varian standar itu tidak ada AC, tapi AC itu bisa di ee tambahkan sendiri karena sekarang eh third party after market itu sudah banyak yang menyediakan AC buat rangga, terutama Deno ya kalau enggak salah Denso itu menyediakan paket AC buat Rangga dan ini sudah dipasangkan AC untuk keperluan tes ini. Tapi kalau aslinya standar itu dia ee belum pakai ini, belum pakai AC tapi audio sudah ada. Audio itu single DIN untuk standar dan high grade. Kecuali yang matic yang eh diesel yang matic itu double din audionya. Kemudian rasa aman itu yang enggak saya dapatkan di mobil komersial lain. Oke, setelah mencoba dua varian diesel ini memang lebih kuat serta dia ada varian maticnya. Sedangkan yang bensin dia ketersediaan bahan bakarnya lebih banyak dan kalau mau ditingkatkan tenaganya saya enggak tahu deh banyak gampangan diesel apa bensin ya. Saya selalu berpendapat gampangan bensin karena bensin RPM-nya bisa tinggi. Mungkin kalau kita gila kita bisa ganti cam segala macam. Tapi diesel juga sekarang sudah banyak yang bisa ngencengin. Tapi kalaupun nanti saya misalnya jadinya beli yang diesel mau ngencengin no cumi-cumi darat. kencang boleh, tapi tidak mengganggu yang lain. Tidak ada asap tebal. Ee berlebihan. Jadi yang mana ya? Yang bensin atau yang diesel? Yang standar atau yang high? itu nanti saya pikirin. Tapi yang jelas ini adalah mobil komersial terbaik, ternyaman, dan paling memberi rasa aman yang pernah saya coba. Bulat deh kayaknya kita beli deh. Udah ada alasannya soalnya. Enggak pernah secited ini saya nyetir mobil komersial, tapi Toyota Highl Rangga nih emang beda. Ini kayak apa ya? Mobil buat cari duit yang bisa juga dibeli buat hobi gitu loh. Karena bentuknya yang menarik. Dan saya sudah menentukan tipe mana yang mau saya beli. Yang mana ikuti konten saya selanjutnya. Yang jelas ini sekarang akan saya balikin ke Toyota. Terima kasih Toyota sudah ngasih dua unit tes. Sudah repot-repot ngasih beban ke belakang juga. Sekarang saatnya saya berpikir-pikir sebentar sebelum melakukan SPK. Jangan lupa Anda klik like bila menyukai video ini, komentar di bawah dan subscribe ke channel Fitra jika Anda belum. Terima kasih banyak Anda sudah menyaksikan. Sampai jumpa di video selanjutnya. Bye bye. Let's go toyota.

Lihat di YouTube