Terlalu bagus buat sebuah HP 3 JUTA... (YouTube Video)
Halo guys, David di sini, dan ada HP 3 juta yang kayaknya menang banyak lagi nih. Tecno POVA 7 5G. 3 juta itu harga resmi ya. Rp 3.099.000 buat varian 8/128, Rp 3.299.000 buat varian 8/256. Pas video ini dibuat, malah lagi ada promo yang bikin harganya jadi 2.8 jutaan doang. Kayak ada bau melati ya? Kayak tanda-tanda ghoib! Soalnya buat harga 3 juta, apa yang dikasih HP ini, dari spek fitur sampe ke bonusnya, berasa kebanyakan ya. Maksudnya gimana? Let's go kita unboxing dulu. Dari lihat desain kotaknya ini, dia mirip-mirip aja sama POVA 7 series yang lain. Mereka ada collab sama PUBG, jadi ada si... siapa yang unknown itu, ini mirip kayak POVA 7 4G juga. Ada Tecno, ada PUBG Mobile, ada keterangan variannya. Internal 128, ada yang 256, dan RAMnya sama-sama 8GB semua. Yang kecil ini, bukan yang 16GB ya, sekali lagi 8GB saja. Tecno POVA 7 5G, di bawahnya ada Free! Semua suka 4 huruf ini. Wireless powerbank, ada MediaTek Dimensity 7300, layarnya 144Hz, Full HD+ display. 1.5K ini saya udah konfirmasi ke orang Tecno, katanya ini kayaknya salah cetak deh, kalau di retail kayaknya nggak ada lagi deh. Baterainya 6000 mAh, dan chargingnya 45W, plus 30W wireless charging. Wow, ini HP 3 juta, udah ada wireless charging, jadi kemarin dimulai dari Infinix Note 40, sekarang juga diikutin oleh Tecno. Itu fitur yang mewah, yang biasanya ada di HP flagship, sekarang HP 3 juta, udah mulai umum ya. Sebelah kanan ada POVA 7 5G, ada garansi 12 plus 1 bulan, terus ada Smartfren 33GB, sama sih kayak POVA yang 4G, ini ada Crafton dan lain-lain, ada yang PUBG, ini juga ada PUBG-nya, Southeast Asia Super League, dan official gaming smartphone. Oke, berarti dianggap cukup ya buat PUBG ya. Di belakangnya sini ada varian warna Geek Black, ada warna putih dan warna hijau juga, dan ini varian 128GB plus 8GB. Ada varian yang 256GB juga, selisih harganya sih 200 ribu ya, kalau misalnya ada duit lebih, lumayan buat nambah 200 ribu, bisa dapet 128GB, worth it sih. Di bagian belakang ada 3 varian warna yang saya sebutin tadi, hijau, putih, dan hitam, yang kita unboxing kali ini, warna hitam, ada lampu-lampunya ini. Sekarang kita lihat saja apa yang dibungkus oleh HP-nya. Ada kotak HP-nya lagi, yang warna putih, yang simple sekali ya, ini agak nyaru, nanti kita taruh sini dulu. Kita lihat bonusnya dulu nih, yang dapetin Magnetic Wireless Power Bank 5000 mAh. Free! 4 huruf favorit lagi. Gift! Ini juga 4 huruf favorit. Hadiah. Dari gambarnya, desainnya kelihatan futuristik minimalis yang cakep sih, ini bukan murahan sih kelihatannya, ada Tecno-nya, dan di belakang ada spek-speknya 5000 mAh, bisa ngecas 18W, 5 layer safety protection, dan udah support protokol power delivery. Disini ada spek yang lebih detail, ini udah resmi Indonesia juga, dan dalamnya ada power bank. Isinya seperti ini. Wuuh! Ini... berasa power bank premium sih. Dari finishingnya, saya suka rapi, nggak kelihatan sembarangan, sampai ada gripnya yang bisa... yang ada teksturnya, terus ada tombol power, dengan ring warna orange, ya ini tema warnanya pake kombinasi orange dan silver ya, dari power bank sampe ke kotaknya, terang dan warna orange, ada 07, ada Magnetic Wireless, disini ada transparan-transparan, buat ngeliat langsung ke ICnya seperti apa, ada... apa ini? Apa ini? Ini? Oh nggak bisa diteken deh kirain, tombol apa ini? 5000 mAh. Gaya-gayaan ada tanda panahnya soalnya. Di bagian belakangnya ada lingkaran seperti MagSafe, ada lambang petir, dan tulisan Super! Yang tidak berarti apa-apa sih, mungkin nyari keyword film Superman atau apa, lagi populer Superman. Kalau kita pencet orange-orangenya ini, dia ada... Oh ini keterangan sisa powernya, ada 3 titik, dengan maksimal 5 titik. Ini ngecasnya pake USB Type-C tentu aja, ini powerbank bonus, powerbank gratisan, gift free, yang sama sekali nggak kerasa gratisan sih. Saya suka kualitasnya. Sekarang kita lihat desain daleman kotak HPnya, yang ternyata ada 1 lapisan lagi, tapi kayaknya mirip-mirip semua ya. Ini ngeliatin, nunjukin desain dari kameranya, POVA 7 5G, disini juga ada speknya yang tadi ketulis di depan, sama-sama aja. Oh dia ada Dolby Atmos juga buat speakernya. Kita langsung lihat isinya saja. Desainnya lagi-lagi ingetin saya sama desainnya Nothing Phone ya, atau kameranya ini mirip sama kayak Fairphone. Di dalamnya ada si HP dengan spek-spek yang sudah kita baca tadi, terus di dalamnya lagi ada casing bonus yang udah support, magnetik, bentuk bulat seperti iPhone, ada lingkaran dan ada tanda garis kebawah, terus ada Smartfren seperti yang dijanjikan di kotaknya, 33GB, ada charger, 45W dan ada kabel Type A to Type C. Ini lumayan sederhana tapi lengkap. Kalau misalnya kita tempelin di sini, tentu saja dia bakal lengket ya. Digoyang-goyangin pun masih lumayan... masih nempel. Nggak ada lumayan, ini nempel ya nempel. Kalau jatuh ya jatuh ya. Kalau lumayan mungkin udah wah hampir jatuh. HP-nya yang temanya sama, kayak si POVA 7 4G kemarin. Ini yang kita unbox kemarin yang warnanya silver, sekarang kita cobain varian warna hitam. Cuma agak mirip-mirip lah ya, terutama dari desain kameranya yang segitiga seperti ini, dengan 1 kamera utama 50MP, ditemenin kamera gimmick dan ini sepertinya light sensor atau nggak ada fungsinya karena dia buletan dan gelap aja ya. Plus LED Flash dan yang jadi ciri khas, di sekitar kameranya ini yang ada garis putihnya ini, ada lampu LED strip yang bisa nyala-nyala, yang fungsinya banyak, nanti kita cobain. Di sini ada hiasan-hiasan yang agak gaming-gaming, ada titik-titik, ada POVA, ada tanda panah lagi, banyak banget tanda panahnya. Ada desain by TECNO, terus ada high density battery 6000 mAh, ada 50MP AI kamera, ada NFC juga. Keterangan yang lumayan memberi tahu fitur-fiturnya, kalau dari desain ini terlihat seperti ada lempengan besi ya, padahal ini sebenarnya dari polikarbonat aja, feel meganya sih mantep-mantep aja, cuma bahannya tentu aja nggak se-premium itu, nggak dari metal, nggak dari kaca, batasan HP 3 juta atau 2 juta kayaknya belum ada yang pake metal, kecuali si Infinix ya kemarin. Di sebelah kanan ada tombol power yang merangkap sensor fingerprint, di atasnya ada tombol volume, di sisi atas ada mikrofon dan ini harusnya lubang buat speaker stereo-nya, di sisi kirinya ada SIM tray, kita keluarin dulu pake SIM Ejector yang tadi saya agak ke-skip di kotaknya, ada SIM tray, eh SIM Ejector seperti ini. SIM tray-nya sendiri dia support dual nano SIM hybrid, jadi bisa masuk 2 nano SIM atau 1 microSD, 1 nano SIM, dan di bawah ada mikrofon, port type C, dan speaker lagi. Jadi speakernya stereo, terus apa lagi ya? Dia udah ada NFC, jero-nya hardware, support bypass charging, dan dia punya rating IP64, jadi tahan kena percikan air atau air hujan, tapi nggak bisa kecemplung atau kerendam air. Sip! Jadi ini adalah penampilan paling awal dari Hal yang sangat unik dari HP ini, yang beda dari HP 2-3 jutaan atau HP-HP pada umumnya ya, ada di rasio layarnya yang lumayan panjang, ini 21 banding 9. Biasanya kalau HP-HP yang umum, yang HP lain 90% dipake HP lain, dia rasionya 18 atau 19 banding 9. Jadi ini contohnya Infinix Note 50, dia kelihatan lebih lebar daripada si POVA. Walaupun kalau dilihat dari angkanya, mirip-mirip aja ya, POVA ini dia 6,78 inci, cuma rasa pas kita megang, rasanya HPnya lebih kurus, tapi lebih panjang. Karena rasionya emang lebih tinggi. Rasio kayak gini emang nggak seumum itu, tapi bukan yang pertama juga ya di POVA ini, soalnya di HP-HP kayak Sony Xperia yang flagship mereka, bodinya juga kerasa kurus dan panjang. Karena rasionya juga sekitar 21 banding 9 kalau nggak salah. Saya lumayan suka sih rasio yang panjang kayak gini, walaupun dia nggak mainstream ya, soalnya buat saya handlingnya lebih enak gitu, lebih bisa digenggem pakai satu tangan gini, lebih ke apa ya? Keikat gitu, genggamnya nggak samping lebar, nggak menuh-menuhin tangan, cuma kelemahannya emang mungkin jempol jadinya agak susah buat gapai pojokannya gini, buat masuk ke kontrolnya atau ada tombol-tombol di bagian atas, agak susah itu kurangnya. Cuma saya nggak ada masalah sih sama rasio yang unik kayak gini, ada plus ada minusnya. Bagian yang bakal jadi nilai minus dari layar POVA 7 5G ini, apalagi kalau dibandingin sesama Transsion yang 3 juta juga, kita pakai contoh Infinix Note 50 Pro 5G lagi, karena ini sesama 3 juta ya. Si POVA dia layarnya IPS, sementara si Infinix dia layarnya AMOLED. Dan kalau saya bandingin yang langsung berasa sih dari viewing angle, si POVA ini kalau hadap depan terangnya itu maksimal, tapi kalau kita hadepin gini, dia bakal lumayan gelap ya, kalau kita lihat dari sisi yang nggak lurus gitu, bakal agak berubah brightnessnya. Atau nggak usah terlalu ekstrim kayak gini nih, kita belokin dikit aja, dia warnanya pun udah agak berubah. Jadi mungkin itu kelemahan dari si POVA ini, padahal dari brightnessnya sendiri, brightness realnya sendiri, dia nggak ada masalah. Saya udah tes di outdoor, di langit yang lagi cerah-cerahnya, masih kelihatan jelas lho. Buat HP 3 juta, ini brightness yang bagus lho. Cuma dari viewing angle-nya aja yang anda harus tau, jadi nggak terkejut kalau misalnya milih HP ini. Dari refresh ratenya sendiri udah mantep, dia udah 144Hz, resolusi juga nggak masalah, udah Full HD+. Jadi nggak ada masalah, kecuali bagian viewing angle-nya aja. Atau buat anda justru itu nilai plus, karena biar nggak di ngintip orang dari sebelah, karena belok dikit aja udah agak gelap, nggak terlalu jelas. Itu ya tergantung orangnya lah. Oh iya, satu lagi, biar nggak terlalu mendewakan Infinix Note ini, walaupun emang bagus banget, saya juga rekomen banget HP ini, Infinix Note dia 4G saja, sementara si POVA dia udah 5G. Itu nilai plus gede kalau misalnya anda tinggal di daerah yang 5G-nya udah stabil. Kalau dari OS sih ya sama-sama aja lah ya. Si Tecno dia pake high OS yang kayaknya basicnya sih sama-sama aja, kayak si Infinix atau si itel, nggak banyak perbedaan, AI-nya bagus-bagus, di kedua HP si Tecno AI ini pake Ella Suara. Ella Suara lucu juga ya, karena kalau Inggris kan Ella Voice. Ini Ella Sentuhan Pintar, anjir, Sentuhan Pintar Ella. Dan asisten dokumen, ada catatan AI, ada galeri AI, dan lain-lain. Ini udah sering kita demo jadi skip saja. Bagian lain yang lumayan diandalkan si Tecno POVA 7 5G, jadi ada di sini nih. Cetek, kelihatan? Wih, kalau nggak kelihatan malu lah, udah senyum tapi nggak ada apa-apa. Terang? Wih, terang, oke. Jadi yang sedang kita lihat sekarang ini adalah lampu status. Kalau dalam bahasa Indonesia-nya ya, jadi kalau kita lihat di sini ya namanya lampu status, widgetnya kalau kita lihat di bagian setting juga namanya lampu status. Jadi brandingnya gitu lah, intinya keren apapun sebutannya, dan fungsinya juga banyak. Kalau misalnya kita matiin, ya dia nggak bakal nyala-nyala, kalau misalnya anda sebel, ini alay banget, silahkan dimatiin, gampang, efek cahaya buat widget, dan di bawahnya ada beberapa fungsi, misalnya status buat timer, status buat game, makanya namanya lampu status. Coba ya, kalau kita nyalakan timer, 1 menit, tik, tik, tik, dia bakal berjalan mundur. Wih, keren sih! Ini ada progresnya, dan nggak patah-patah ya, jadi jumlah lampu LED di dalamnya itu banyak. Kalau cuma 10 kan dia pasti bakal kasar, agak loncat-loncat gitu. Ini saya bahkan harus perhatiin, ini beneran turun nggak nih? Ternyata bener, kayak ngelihat loading di komputer kita, kita taruh sini, terus bakal gelap. Nah, jalan ya! Seperti itu ya, pakai kursor. Semua orang kayak gitu. Ini downloadnya jalan nggak sih? Nah, ini caranya juga bisa diterapkan di sini, dan cakep sih, hebat sih, nggak 60 step lho, kita cuma 60 detik, tapi rasanya per berapa detik dia turun terus, update terus. Kita bahkan tahu ini sisanya paling... Berapa ya? 4. Udah! Nggak langsung habis. Oke, hentikan. Keren, kenapa ada itu? Sekarang kita coba pas ngecas, kita pakai power bank ini wireless, dia bisa nerima wireless charger, tapi harus diingat kalau HP-nya nggak punya magnet ya, jadi kalau kita tempelin gini, dia bakal jatuh. Makanya harus pakai si casing, biar bisa nempel, dan magnetnya, chargernya tembus udah pasti. Oh, geter nih. Wih deh. Tuh, waduh, kelihatan kalau baterainya ada sekitar 50% lebih ya, karena dia udah lewat dari sini. Coba kita buktikan. 49! Ya, ya, ya, ya, ya, ya. Nggak jauh lah, minimal bukan 40 atau 60. Plot twist macam apa ini? Wireless charger, oke. Nah, nih, coba. Agak lewat lho. Spillnya ya, ya, ya, ya, ya, spill-spillnya, oke lah, di tengah gitu ya. Sama satu lagi, fungsinya lebih banyak dari ini, tapi kita tunjukin 3 aja yang paling gampang, kalau kita menyesuaikan volume, tek, tek, tek, nah turun nih. Tek, tek, waduh. Nih, coba ya. 50% nggak nih? Ini nggak ya? Eh, ini 50 ya? 50 nggak? Nggak ada, nggak ada tulisannya sih. Hehehehe. Malu 2 kali dalam 1 video. Oh ya, salah satu kelemahan dari POVA 7 5G ini, mesin geternya lemah ya, geli-geli doang, nggak mantep, tek, tek, tek gitu. Itu sebelum lupa sebutin. Kenceng sih, kenceng sih. Cuma bassnya nggak terlalu berasa. Kalau maksimal dia lumayan oke, stagingnya lumayan bagus, dia... Bawah sedikit lebih kenceng, mungkin 60-40 guys. Ya, nilainya 7 lah. Caching sih harusnya nggak ngaruh, selama ini kita tes tanpa caching. Yup, sama aja nih. Oke lah. Sekarang kita lihat performa mesinnya. Oh, ini kalau hadap atas juga brightnessnya agak turun, kalau ginian, wihdeh, terang langsung. 659 ribu, mantap buat HP 3 juta, dia pakai Dimensity 7300, kalau pakai Helio G99 atau G100 kan... sekitar 400-450 ribu, ini udah 650 ribu. Cool. Buat Mobile Legends, dia bisa main di frame rate super, dan resolusi HD, oke, buat 3 juta, 90 fps, kalau bisa mulus, mantap. Ayo, maju, sudah ada healer. Aha, pokoknya ini jangan pernah maju ya. Nah, di belakang aja, heal aja. Buat performanya sendiri, setelah dimainin beberapa saat, dia tetap stabil, bisa ngejaga frame rate 90 fps-nya di settingan grafis HD, jadi udah aman banget sih, si Dimensity 7300 buat main Mobile Legends. Buat PUBG, game yang bekerja sama dengan POVA 7 5G ini, belakangnya sama-sama G ya, untungnya grafik yang disupport sudah bisa smooth extreme, jadi bisa 60 fps, tentu aja bisa sangat lancar, stabil. Kalau buat Dimensity 7300, biasanya ngebatasin itu cuma settingannya aja. Ini mungkin kedengeran sepele ya, kayak ya pastilah bang, PUBG doang masa kurang gitu. Tapi si POVA 7 4G kemarin, dia belum bisa smooth extreme ya, masih 40 fps aja, jadi harus di cek, dipastiin. Dan untungnya si 5G ini aman, dan JRO-nya juga aman-aman aja. Sudah hardware, udah enak, responsif, buat PUBG udah oke. Sekarang waktunya Genshin yang berat-berat! Oke, langsung hajar pake... bukan akun saya pastinya. Aha, karena karakternya sangat menarik ya di sini ya. Ini entah kenapa bisa dapet yang baru-baru terus, hajar terus, kayaknya ini naga segede ini, berasa jadi cukup gitu, kayak cepat banget. Kemarin sih kayak bisa lebih cepat lagi kalau pake si motor itu ya. Kalau ini, nah tapi ini juga yaudah gitu. Hehehehe, damn! Akun apa ini? Akun sultan, akun yang sering gaca. Buat performanya sendiri sebenarnya nggak se-WOW itu ya, di Man City 7300 di POVA 7 5G, di setting lowest pun dia cuma bisa dapetin rata-rata di 30an fps. Cuma 30an fpsnya itu nggak naik turun yang drastis, jadi kayak game PS lah, yang nggak 60 fps punya. Sekarang mari kita lihat kualitas kameranya, yang punya resolusi 50MP. Ini TECNO POVA 7 Curve, bukan 7 sih, TECNO POVA Curve 5G doang, nggak ada 7nya. Yang ini 7 4G, terus ada si kecil ini tentu saja. Buat harga 3 juta ini bagus loh, fotonya berasa rapi ya, detailnya tetap tajam, warnanya juga enak, ini kalau misalnya fotonya ada feeling agak kuning-kuning gitu, gedungnya atau suasananya, itu karena matahari pas lagi motret itu, lagi ada bias-biasnya, langit yang mendung sama langit yang cerah bisa ditangkep dengan bayi, jadi dynamic range-nya bagus, kalau foto indoor detailnya tetap enak, dan pas malam, rapinya itu masih kejaga banget loh, warnanya tetap keluar semua, nggak ada yang ngespil-ngespil cahayanya, kalimat pujian ini kayak udah lumayan sering saya keluarin ya, buat HP 3 jutaan, ini kabar bagus sih, kualitas kamera standarnya jadi makin tinggi lagi. Kalau dulu mah, kamera 3 juta itu biasanya cuma bagus pas terang doang, cuma oke pas terang doang, tapi kalau udah malem biasanya bubar, sekarang malem pun udah bikin wow. Gila! Kirain salah lihat settingan dari perekaman video kamera depan dari Tecno Popa 7 5G, karena dia bisa di 4K 4K 30 fps buat HP 3 juta memang bikin salah ngomong sih karena biasanya 1080p, 2K, ini 4K 30 fps dan mungkin ini agak gempas sedikit tapi kita bisa aktifin stabilisasinya ya ini kalau stabilisasinya aktif dan perekaman tetap di 4K tetap tajam, agak ke zoom sedikit, itu efek elektronik stabilisator cuma hasilnya jadi mendingan, jauh-jauh lebih mendingan dan kualitas gambar juga tetap bagus warnanya agak sedikit sih loh nggak seperang biasanya, tapi ini tetap sangat bagus buat HP yang harganya 3 juta 3 juta kesimpulan dan nambah lagi nih, HP 3 juta bagus yang rekomen lewat POVA 7 5G saya seneng banget HP yang mesinnya bagus, kamera mantep, baterai gede, layar cakep desainnya unik, fiturnya banyak, ada wireless charging udah mulai umum ya di kelas harga segini ya 2-3 tahun lalu masih nggak kebayang kalau arah pasar HP bakal semanja ini waktu itu HP 5G 3 juta itu masih jarang yang 5G ya kalau ada pun pasti ada kelemahan gede yang harus dimaklumin tapi sejak Transsion masuk dengan standar mereka sendiri HP 2-3 juta pun udah nggak perlu minder lagi sih sama HP-HP mahal yang harganya 2, 3, 4, 5 kali lipat sekarang HP 2-3 jutaan pun udah bikin bangga ya bahkan kita bisa pamer, bisa cerita kalau duit yang kita keluarin itu sangat sesuai bahkan mungkin kemurahan buat HP yang didapet orang pinter gitu demikian unboxing GadgetIn buat TECNO POVA 7 5G like kalau anda suka dengan video ini, dislike kalau nggak suka kita ketemu lagi di video selanjutnya Yow! Closed Caption by @Subbox.id Transsion, transsion... Ultra, Ultra 5 juta
Video Lainnya
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Persaingan ponsel sejutaan semakin sengit berkat kehadiran dua saudara kembar yang menawarkan spesifikasi menggoda. Meski sekilas tampak serupa dengan layar mulus...
Pasar ponsel pintar kelas entri kembali diguncang oleh kehadiran Tecno Spark Go 3, sebuah perangkat yang tampaknya siap mendefinisikan ulang ekspektasi pengguna di...
Pasar ponsel pintar kembali diguncang oleh kehadiran gawai ramah kantong yang secara mengejutkan tampil sangat identik dengan desain perangkat flagship termewah...
Kenaikan harga smartphone di kelas entry-level sering kali membuat kita berekspektasi lebih terhadap peningkatan fitur yang dibawa. Namun, Tecno Spark Go 3 justru...
Pasar ponsel pintar kelas menengah kembali diguncang oleh kehadiran Tecno Camon 50 yang membawa kombinasi spesifikasi ekstrem, mulai dari baterai raksasa hingga...
Kondisi pasar teknologi global belakangan ini memang sedang bergejolak, memicu lonjakan harga yang cukup terasa pada berbagai perangkat elektronik modern, termasuk...
Berburu ponsel baru di rentang harga Rp3 hingga 5 jutaan menjelang momen Lebaran kini terasa jauh lebih menantang sekaligus memuaskan. Pasar mid-range tahun ini...
Pasar laptop premium super tipis kini kedatangan penantang baru yang siap mengusik dominasi nama-nama besar. TECNO Megabook S14 hadir mendobrak stigma dengan...
Pasar ponsel pintar kelas menengah kembali diguncang oleh inovasi radikal yang menantang batas desain konvensional. Melalui Tecno Pova Slim, industri disuguhkan...
Berburu ponsel baru di rentang harga Rp 1 hingga 5 jutaan kini terasa seperti menjelajahi medan perang spesifikasi yang sangat sengit. Menariknya, pergeseran tren...
Pasar ponsel pintar di penghujung tahun selalu menyajikan kompetisi sengit, di mana deretan perangkat baru saling sikut demi memikat hati konsumen yang bersiap...

















