Terlalu banyak Gimmick? - Review realme 13 (YouTube Video)
[Mouldie]: Julid amat bang! [Irwan]: Loh kan opini? Sebenarnya Realme Global tidak pernah membuat Realme 13, karena yang ada di tangan saya ini adalah Realme 12 versi 4G. Statement di awal tadi cuman opini saya aja lho ya. Bukan berarti pasti benar. Karena mungkin aja ini memang realme 13. Yang mana cuma kebetulan saya melihat spesifikasi hape ini sama persis seperti Kebetulan coy. Dan gak lama setelah saya nulis skrip ini, di GSM Arena baru nongol realme 13 versi 4G. Dan spesifikasinya plek ketiplek sama realme 12 4G. Tapi ya sudah lah, saya akan fokus membahas hape baru dari realme ini yang keluar kurang dari 6 bulan sejak realme 12 diluncurkan. Secara garis besar, saya nggak mau banyak bahas soal desain. Karena memang desain ini identik dengan versi sebelumnya ya. Punya bentuk frame membulat di bagian tengah, dimana di dalamnya terdapat 3 buah kamera, plus desain frame yang mengotak dengan material back cover dari kaca. Karena desain adalah hal yang paling subjektif yang ada pada sebuah produk, menurut saya desainnya biasa aja. Untuk layar, hape yang dibanderol dengan harga kurang dari 3 juta ini punya layar yang menurut saya cukup oke. Berpanel AMOLED dengan refresh rate 120Hz. Saya bilang cukup oke karena memang bukan yang paling bagus di harga 2 jutaan ya. Bahkan menurut saya Xiaomi bisa ngasih lebih. Misalnya Redmi Note 13 dengan harga 2 juta lebih sedikit, punya layar yang secara teknis lebih bagus dibandingkan layar di hape ini. Dia punya panel AMOLED 120Hz, tingkat brightnessnya yang sampai 1000 nits, dan sudah pakai Corning Gorilla Glass 5. Tapi saya nggak akan bilang layar di hape ini terasa jelek ya. Cuma gara-gara hape lain bisa ngasih spesifikasi layar yang lebih tinggi di harga yang lebih murah. Dibawah 3 juta, menurut saya layar seperti ini bagus. Nggak ada yang salah gitu. Apalagi Realme ngasih teknologi bernama Protective Film Touch, yang diklaim ngasih responsivitas lebih baik pada layar. Bahkan mereka berani klaim kalau layarnya nggak akan jadi bego kalau kena air. Dan saya tetap puas sama layar di hape ini. Ya no complain lah pokoknya. Secara experience, nggak ada keluhan buat layarnya. Warnanya kelihatan bagus, responsivitasnya juga oke. Realme 13 pakai SoC Snapdragon 685, SoC kelas menengah yang juga banyak dipakai di beberapa hape lain. Jujur, saya tadinya bertanya-tanya, kenapa pakai Snapdragon 685? Di saat banyak pilihan SoC yang lebih ngebut, yang banyak juga digunakan oleh brand lain. Menurut saya, SoC legendaris Helio G99 akan ngasih performa yang lebih ngebut. Saya juga setuju kalau Uni SoC Tiger T820 juga lebih ngebut dari SoC ini. Secara angka memang Snapdragon 685 ini kalah ngebut. Dan tanpa melakukan tes benchmark pun, saya yakin kalian semua tahu bagaimana performa SoC ini. Tapi saya akan tetap tampilkan hasil benchmark di beberapa aplikasi sintetis yang sekali lagi, membuktikan bahwa hape ini atau SoC ini memang performanya ada di kelas menengah. Alih-alih ngasih SoC yang ngebut, Realme justru terlihat melakukan pendekatan yang berbeda. Mereka bilang kalau experience main game itu nggak melulu soal raw power dari SoC-nya aja. Terlihat seperti pernyataan diplomatis ya dan main aman gitu. Tapi sayangnya, saya setuju sama statement tersebut. Dan yang mereka lakukan adalah optimalisasi. Gimana caranya biar SoC ini bisa jalanin game dengan lebih optimal? Diraciklah si SoC ini dengan menambahkan beberapa fitur. Salah satunya adalah GT Mode. Saya coba bandingkan performa hape ini dengan 2 skenario berbeda. Menggunakan aplikasi benchmark sintetis. Hasilnya terlihat angka yang didapat nggak berbeda secara signifikan ya. Terus buat apa GT Mode? Kalau nggak bisa ngasih performa yang lebih baik secara signifikan. Tapi nggak afdol rasanya kalau kita nggak ngetes fitur yang mereka bilang bisa nambahin experience yang lebih baik saat bermain game. Oke, saya coba bermain game Hunter of King dengan 2 skenario berbeda. Skenario pertama adalah saya mainkan tanpa menggunakan GT Mode. Dan skenario kedua, saya mainkan dengan GT Mode. Dan hasilnya, saya merasa klaim mereka benar ya. Terlihat di sini GT Mode-nya tidak aktif. Terjadi beberapa kali frame drop. Ini terjadi waktu saya berkomunikasi dengan NPC. Dan saat GT Mode-nya aktif, frame drop ini tidak terjadi lagi. Alias lebih stabil dibandingkan saat tidak menggunakan GT Mode. Dari sini saya berkesimpulan, mereka tidak overklaim soal ngasih experience yang lebih baik saat bermain game. Yang overklaim kan cuma gaming bintang 5. Soal gaming bintang 5, saya terus bertanya-tanya. Ini apa anda? Pertama denger, saya nggak ketawa sih. Nggak ngerasain lucunya gitu. Cuma senyum-senyum sendiri aja. Soalnya kata-katanya kayak dejavu gitu loh. Manis kayak janji-janji politik gitu. Salah satu alasan kenapa mereka melabeli hape ini dengan sebutan gaming bintang 5 adalah disematkannya fitur GT Mode yang normalnya ada di hape-hape gaming mereka. Yaitu seri GT. Nah disini saya baru mulai agak ketawa. Secanggih apa si GT Mode ini sampai bisa membuat Snapdragon 685 jadi punya gelar baru. Gaming bintang 5. Dengar kata gaming bintang 5 aja, di otak saya langsung berpikir bahwa wah dia pasti sanggup menjalankan Genshin Impact dengan resolusi atau grafis mentok rata kanan. Yang mana jujur, saya nggak tega main Genshin rata kanan di hape ini gitu. Di presentasinya mereka, satu-satunya game yang mereka mention adalah HOK atau Honor of King. Game MOBA dari China yang mana menurut saya ini game nggak berat-berat amat loh. Kalau begitu kan harusnya jargonnya bukan gaming bintang 5 ya? Mungkin lebih tepatnya kayak Honor of King bintang 5 gitu. Iya nggak sih? SoC ini terasa cukup stabil. Dia tidak mengalami throttling yang berarti artinya memang sistem pendinginan di hape ini cukup optimal. Hape ini punya RAM sebesar 16GB yang sudah pasti. Itu adalah RAM 8GB asli dan 8GB virtual. Storage di hape ini juga lumayan besar yaitu 256GB yang seharusnya mereka nggak boleh nulis kapasitas segini. Kan 8GB-nya udah dipake buat RAM. Harusnya kan yang fair itu 8GB plus 256GB. Bukan 16GB plus 256GB. Kalau mereka tulis 8 plus 8GB kan seharusnya storage-nya jadi 248GB. Pusing ya? Yaudahlah skip. Nggak penting. Fitur esensial juga tentu bisa kita temukan di hape ini. Seperti dual speaker, NFC, dan lain-lain. [Mouldie]: Bang tau nggak? GT mode itu ada lagunya loh. [Irwan]: Apa tuh? [Mouldie]: GT mode makin gaya... [Irwan]: Nggak tau gue, itu gue nggak tau. Apaan itu? [Mouldie]: GT mode makin... [Irwan]: GT Man bukan? Aduh... Bang maaf bang, saya pake Rider bang. Baterai hape ini berukuran 5000mAh yang udah disupport sama fast charging SuperVOOC 67Watt. Baterai lumayan awet, kuat dipake seharian dan baterainya juga bisa dengan sangat cepat terisi, yaitu kurang dari 1 jam untuk mengisi baterai dari 0 sampai 100%. Nah hal unik yang saya temukan di hape ini adalah disertakannya sebuah kepala charger dengan output maksimal 80Watt dalam paket penjualan. Yang mana kita semua tau, hape ini cuma bisa menerima daya maksimal 67 Watt. Dari informasi yang saya dapat, mereka bilang bahwa charger dengan daya yang lebih besar ini bisa kepake untuk hape-hape baru mereka yang kelak akan punya spesifikasi baterai yang lebih tinggi dibandingkan hape ini. Informasi ini bikin saya punya 2 kesimpulan. Pertama adalah hal ini agak useless, karena buat apa juga ngasih charger 80Watt? Toh pada akhirnya kalau beli hape baru, tentu akan dapat charger lagi. Kan jadi mubazir gitu. Dan kesimpulan kedua, mungkin ini adalah sebuah clue bahwa hape seri angka mereka ke depan tidak lagi menyertakan charger. Maaf ya, ini cuma mau analisa sotoy. Realme 13 pake Android versi 14 dengan sistem antarmuka Realme UI 5.0. Seperti yang berkali-kali saya bilang, antarmuka ini saya suka karena simple dengan performa yang smooth. Tanpa banyak gimmick yang ngebelin tentunya. Pokoknya ini adalah salah satu UI yang paling nyaman yang pernah saya coba. Oke terakhir kita bahas soal kamera. Total ada 3 buah kamera. 2 kamera belakang yang masing-masing beresolusi 50MP kamera utama dan sudah dilengkapi dengan OneOS Plus menggunakan sensor Sony LYT600. Sementara kamera keduanya beresolusi 2MP kamera mono. Dan kamera satu lagi adalah kamera depan beresolusi 16MP. Cara mereka menuliskan fitur dan spesifikasi kamera di website mereka tuh keliatan wow banget ya. Bahkan mereka bilang kalau image stabilization system yang ada di hape ini sudah sekelas flagship. Mantap Realme. Hanya saja saya merasa kualitas foto di hape ini biasa aja. Mirip kayak hape 2 jutaan lainnya lah. Fotonya lumayan oke dengan white balance yang terkadang nggak konsisten ya. Kadang cool, kadang warm gitu. Ya gitulah pokoknya. Mau saya bilang fotonya bagus juga ini standar kayak foto hape 2 jutaan. Tapi memang nggak masuk kategori jelek dan saya nggak tau apa sumbang sih kamera mono 2MP tadi terhadap foto-foto yang saya ambil. Kalian tau nggak apa yang paling bagus dari foto yang saya tangkap dari kamera ini? Yaitu watermarknya. Karena entah kenapa saya suka banget sama bentuk watermarknya kayak gini. Framenya berwarna putih plus informasi hape dan detail foto di bagian bawah. Suka banget saya. Foto selfie beresolusi 16MP di hape ini tidak mengecewakan. Detail masih sangat baik terlihat. Color skin tone juga saya suka. Karena nggak terlihat pucat atau terlihat gonjreng gitu loh. Overall saya puas sama kamera depan di hape ini. Kesimpulannya saya tuh nggak ngerasa ada yang salah dengan hape ini. Selama saya pake hape ini sebagai daily driver sekitar 2 minggu lah. Nyaris nggak ada keluhan loh. Saya juga bingung kenapa netizen-netizen yang budiman ini komplain dengan harga yang dikasih kemarin. Saya setuju sih kalau dibilang hape ini terlalu mahal untuk spesifikasi yang ditawarkan. Kalau kita ambil sudut pandang kaum mendang mending, Poco atau Xiaomi bisa ngasih harga yang lebih murah dengan spesifikasi yang mungkin lebih tinggi daripada hape ini. Tapi saya harus fair, menurut saya harga segini masih lumayan masuk akal untuk semua yang ditawarin di Realme 13. Dan sekali lagi semua yang saya katakan di video ini adalah opini saya pribadi. Tidak ada paksaan untuk kalian setuju sama semua pendapat saya. Jika kalian punya pendapat lain, silahkan utarakan di kolom komentar. Tapi ingat, jangan mempermalukan diri kalian sendiri dengan mempertontonkan fanatisme kalian pada sebuah brand dengan membabi buta. Kalian belas tengah mati itu brand, kalian nggak dapet apa-apa coy. Nggak lantas bikin kalian jadi anak emas mereka. Jadi yang wajar-wajar ajalah kalau suka tuh. Takutnya kalau terlalu cinta nanti jadi susah move on. Iya kan? Nggak enak lho susah move on tuh. Tersiksa. Eh, saya lagi ngomongin kamu lho. Iya, kamu yang masih suka kepoin IG mantan. Hmm... Oh iya, terakhir, kalau mau beli hape ini, kuy ke Erafone. Kalian bisa nemu nih toko dimana-mana. Karena banyak banget lho. Pilihannya juga lengkap. Emang biar yakin dan mantap harus nyobain hapenya sendiri, baru beli! Dan yang kayak gini cuma di Erafone yang bisa. Pesan sponsor. Mantap!
Video Lainnya
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Pasar smartphone midrange di pertengahan tahun 2026 ini sedang menghadapi badai kenaikan harga yang kian tidak masuk akal, memaksa konsumen untuk ekstra jeli dalam...
realme C100 membuktikan bahwa ponsel kelas menengah ke bawah tidak selalu harus berkompromi soal daya tahan. Di tengah persaingan pasar yang ketat, perangkat ini...
Menemukan True Wireless Stereo dengan fitur Active Noise Cancellation premium biasanya membutuhkan anggaran jutaan rupiah. Namun, kejutan datang dari Realme Buds...
Pasar True Wireless Stereo (TWS) ramah kantong kembali diguncang oleh kehadiran perangkat terbaru yang berani membawa spesifikasi kelas atas ke segmen harga...
Pasar ponsel pintar kelas menengah sering kali didominasi oleh nama-nama besar yang membuat kita abai terhadap permata tersembunyi dengan potensi luar biasa....
Pasar smartphone kelas terjangkau kembali diguncang oleh kehadiran realme C100 yang membawa spesifikasi di luar nalar, terutama lewat baterai raksasa berkapasitas...
Kapasitas daya yang masif sering kali menjadi daya tarik utama saat memilih ponsel pintar baru, tetapi benarkah angka besar pada spesifikasi menjamin daya tahan...
Di tengah gempuran ponsel pintar yang makin tipis dengan kapasitas baterai yang begitu-begitu saja, pasar teknologi dikejutkan oleh kehadiran sebuah perangkat yang...
Pecinta gadget kembali dikejutkan dengan kehadiran lini terbaru yang membawa spesifikasi di luar kebiasaan kelas entri. Kali ini, perhatian tertuju pada daya tahan...

















