Terlalu Murah !! Vram 4GB, Ryzen 5, Ram Dual Slot | Axioo Hype 5 Lollipop Edition (YouTube Video)
Hai Andika, Guys. Di sini kalau dulu cuma laptop Lenovo aja yang bisa meminjam memori RAM untuk jadi V RAM, wah sekarang laptop lokal yang satu ini juga bisa. Kita cukup masuk ke bias, masuk ke tab, dan pada buffer size-nya bisa kita ubah dari 512 ke 4 GB langsung. Auto bikin brand lain kelihatan kepo, melongo, dan kelihatan dong. [Musik] Jadi kenalin ini adalah Axio Hype 5 AMD X52. Lumayan panjang sih namanya ya, apalagi ada belakangnya lagi lollipop edition. Bedanya dengan yang basic itu ada warna sama postcard-nya yang ada tulisan Ella, Kristi, Joko dan maaf ya, Pak, bercanda. Jadi, laptop ini tuh datang dengan tiga pilihan rasa eh sori maksudnya warna. Dia punya warna pink Sakura Celestia Blue, dan yang kita review ini royal Purple. Ibarat cewek, dia ini cewek yang tombo ya, yang bikin penasaran dan pas diobok-obok, pas dibuka dibuka biasnya, ternyata VirAMnya itu enggak di-lock. Jadi kita bisa pinjam memori RAM untuk ke VRAM. Siapa tahu kita butuh GPU lebih. Tapi sebelum kita masuk ke situ, sebelum kita masuk ke uji performanya, kita coba lihat dulu dari segi desain ya, karena terlihat cakep. Axio kasih nama laptop ini Axio Hype 5 X52. Kalau udah ada duanya berarti ini siap-siap ya gen pertamanya akan discontinue karena dia juga masih pakai Ryzen 5000 series. Desainnya sih mirip-mirip aja sama yang Gen 1. Bahkan ya kalau kita lihat memang desainnya itu mirip-mirip sama brand lokal yang lain. Tapi memang desain-desain kayak gini desain yang simpel sih ya atau desain yang yang dari induk perusahaannya sana. Tapi untuk Exel oke juga. Dia belum bisa dibuka dengan satu tangan, masih sedikit ngangkat. Tapi buat presentasi udah bisa dibuka sampai 180 degel. Untuk spesifikasi lengkapnya kalian bisa langsung lihat aja di layar. Saya cuman mau highlight prosesornya aja. Karena biasanya di harga R jutaan kita dapat prosesor yang paling cuman buka lima tap chrome itu udah ngos-ngosan gitu. Tapi AXU ini beda. Dia udah pakai Ryzen 7430 U dengan 6 core 12 r yang TDP-nya ada di 15 wat. Ini prosesor yang biasanya ada di laptop 7 sampai R juta. Entah gimana deal-dealnya Axio sama AMD. Kenapa kalau dipakai di Axio itu bisa lebih terjangkau gitu harganya? Tapi sayang banget SSD-nya ini cuma dikasih 256. Harusnya menurut saya sih 512 GB lah ya. Nambah duit dikit okelah. Tapi emang 256 GB-nya ini bukan SATA ya. Kita dapat NVM yang speed-nya itu udah di 3.000-an untuk Rid. W-nya ada di 1800-an. Untuk RAM-nya juga bukan yang paling mentok karena di kelas harganya ya biasanya kala harga segini tuh kita dapat ya N100 atau N6.000 tapi ini udah dapat Ryzen yang seri 7000 series ya. Jadi kalau untuk komponen lain di Sunat ya masih wajar sih. RAM-nya ini 8 GB dual channel tapi beruntung Axio masih ngasih satu slot kosong lagi dan langsung aja karena ada satu slot kosong kita upgrade sekalian. di Tesin Bandch R15 kita dapat skor rata-rata itu di 1000an poin mode plugin ya atau laptopnya dicas dan ketika gak dicas performanya itu kayak sama-sama aja multior-nya di 1057 poin jadi tipis banget bedanya tapi untuk single core lumayan beda ya dari 210 ke 174 poin ketika enggak dicas di R23 ketika dicas kita dapat skor rata-rata itu di 6.300-an, 1300-an. Single core-nya di 1300-an. Dan kalau pakai tidak dicas ya penurunannya itu sekitar 20% lah dengan multior-nya itu di kisaran 5.000-an poin awal-awal. Tapi gimana untuk performa GPU-nya? Kita coba dulu syinteticknya ya di time spice stress test. Sayangnya dia enggak lolos dengan hasil yang sebenarnya enggak jelek-jelek banget ya di 94%. Untuk skor spek-nya di 800-an, sedangkan fast track-nya hampir 2.000. Pengujian di atas tadi itu masih pakai RAM yang single channel. Tapi gimana kalau kita upgrade 16 GB dual channel R15 dan R23 kita dapat kenaikan kurang lebih sekitar 10an%. Untuk pengujian GPU-nya juga kita rubah bias-nya yang 512 MB tadi kita pinjam 4 GB untuk V RAM dan hasilnya langsung tuh naik. Time spy naik 39% dari yang 824 jadi 1146. Fack juga naik sekitar 54%. Menarik enggak? Lanjut ke gamingnya. Kita buat side by side aja ya biar gampang lihat perubahannya. Ya, di kiri itu ada mode VAM auto dan RAM single channel. Di kanan kita pakai VAM 4 GB dengan dual channel RAM 16 GB. Dota 2 setting resolusi full HD graphic fastest yang menggunakan dual channel dan 4 GB. VirAMnya itu terlihat di atas 60 dan tertingginya di 85 fps. Valoran single channel dan dual channel terlihat cukup untuk grafik lu, tapi terlihat di dual channel dan 4 GB V RAM jauh lebih tinggi FPS yang didapat. Kalau kalian pengen nambah FPS lagi ya bisa setting ke medium sih. Gensin Impact dengan grafic lowest di single channel VirAM auto paling rendah ada di 34 fps. Tapi saat kita ubah settingannya kita dapat hasil yang lebih stabil di angka 60-an FPS. Turun pun cuma di 56 fps. Jadi wajib hukumnya untuk upgrade RAM dan juga pinjam V RAM kalau dibutuhkan GPU-nya. Dan di Gin Impact kita coba juga untuk baterai only tanpa dicas. Dengan RAM dual channel VAM 4 GB kita dapat average FPS yang lumayan juga. Jadi fix saran saya sih upgrade RAM ke 16 GB dual channel. Kalau udah V RAM jangan lupa diubah 4 GB. Toh juga kalau misalkan 16 GB dipinjam 4 GB kan juga masih sisa 12 GB. Sub permukaan ketika kita coba untuk main game dia ada di kisaran 38 sampai 43 derajat Celcius. Tapi bagian WID dan keyboard-nya aman. Cukup dingin karena ya prosesornya itu seri U, seri ultra low power yang terkenal dengan efisiensinya. Dan terbukti juga di baterai, karena secara kapasitas sebenarnya baterainya cuman 45 watt hour dan di simulasi modern office kita dapat 11 jam lebih. Ingat ya, baterainya cuman 45 wat hour L, tapi dapat 11 jam lebih. Kalau dipakai real time-nya YouTube streaming 10 menit dia berkurang 4% jadi kurang lebih 4 sampai 5 jam nonstop lah. Lanjut kita coba di produktivitas seperti biasa, apakah dia bisa digunain untuk editing? Dan jawabannya pasti bisa ya. Adobe Premi Pro dengan template yang memang biasanya kita pakai. Di dual channel dia dapat 6 menit 52 detik, sedangkan di default-nya 12 menit lebih. Full HD di dual channel dapatnya 4 menit 43 detik, sedangkan single channel 8 menit 48 detik. Jadi selisihnya itu hampir separuhnya loh. Kalau untuk rendering 3D emang lebih cepat, tapi enggak yang banyak banget sih. Keduanya di single channel dan dual channel dapat di 7 menitan. Beda cuma beberapa detik aja. Lanjut ke layar. Layarnya sebenarnya udah cakep di kelas harganya. Udah IPS dan bukan IPS level, bukan TN, tapi tetap bagian layar ini menurut saya adalah sesuatu yang dikompromi sama Axio biar harganya lebih terjangkau. Di bagian mananya? Di bagian color akurasinya. Karena ketika kita tes pakai device kita, sRGB-nya itu enggak sampai 60% ya, cuma di 51%, Adob RGB 44%, P3-nya cuma di 41%. Tapi mengingat harganya R jutaan, sebenarnya kita enggak dapat TN atau IPS level aja. Itu udah bagus. Satu hal yang saya kurang suka itu di pemilihan warna font sih. Karena untuk yang versi royal purple ini ya, warnanya itu udah lumayan terang. Tapi pemilihan fontnya juga putihnya itu putih yang terang. Jadi agak kurang terlihat gitu baru kebantu saat kondisi gelap dan backl-nya kita aktifin. Yup, di harga R jutaannya dia juga udah ada backl. Jadi tenang aja. Sisanya ya saya cukup familiar dengan tipikal keyboard kayak gini sih. Enggak cuma Axio aja yang pakai. Dan ini salah satu keyboard yang punya feel cukup enak di rentang harganya. Dan layout-nya juga bagus, tombol-tombolnya juga gede buat jari saya. Penempatannya juga pas. Touchpad saya nu komain ada palm rejection-nya juga. Jadi kalau misalkan enggak sengaja pm kita itu nyentuh touchpad-nya enggak bakal kegeser kursornya. Ini enak sih. Portnya lengkap kok. Tenang. Port yang penting-penting kayak type C full function yang support power delivery dan juga display port. Ada USB type A banyak, terus ada satu tambahan type E 2.0 sampai micr SD reader pun juga ada. Lanjut untuk kameranya. Ini resolusinya lumayan unik sih ya. Biasanya kan 1080p 30 fps, tapi ini 1200p 30 fps yang kualitasnya sih padahal ini sebenarnya lumayan oke ya lighting-nya ya, tapi masih ada beberapa nois ya. Saya cuma bisa bilang wajarlah untuk harga R5 jutaan tuh. Coba kalian lihat. Tapi mikrofonnya juga seperti ini kira-kira kualitasnya. Coba deh menurut kalian di harga R jutaan dia pantes enggak kamera sama mikrofonnya seperti ini? Kesimpulannya dari pembahasan kita tadi walaupun dia laptop yang induk perusahaannya juga mirip-mirip sama brand lain, tapi Aksio bagus tuningannya ya. Karena sekarang V RAM-nya kita bisa atur di bias-nya dan terbukti tes performa kita tadi kalau kita upgrade RAM dual channel dan kita pinjam V RAM 4 GB aja performanya udah dua kali lipat lebih kencang. Tapi kalau kita punya software AMD yang baru, adrenalin juga bisa diatur sih. Tapi itu untuk seri-seri khusus yang punya harga tinggi kayak Lenovo Yoga Asersif AMD yang punya harga belasan juta. Nah, ini enggak perlu harga puluhan juta tapi tetap bisa diubah V RAM-nya. Opsi upgrade RAM-nya juga jadi nilai plus di laptop ini yang secara performa cukup menjanjikan untuk tentang harganya. Plus ada gimmik-gimmik stiker kayak postcard, foto cardnya sih lucu ya. Tapi pertanyaannya kalau misalkan kalian punya uang R5 juta, kalian bakalan beli laptop ini karena laptopnya atau karena JKT40X-nya deh. Saya penasaran deh buat bota-bota apakah rela untuk beli stikernya aja untuk dapat laptop ini? Coba tulis di kolom komentar. Tapi terlepas dari gimmik tadi, overall laptop ini punya price to performance yang oke banget di kelas harganya dan sangat patut dipertimbangkan. Dan jangan lupa ya walaupun harganya R juta tapi dia tetap tercover sama ADP loh ya. Apa itu DP? Itu Dewi Persik bukan ya? accidental damage protection yang artinya kalau misalkan rusak, jatuh, kebakar, kongslate atau hilang pun karena kejahatan bakalan diganti sama aksio. Gokil sih. Dan intinya buat saya ya untuk kelas harga R jutaan ya sejauh ini yang paling oke secara price to performance dan desain walaupun desainnya mirip-mirip tapi AO berani keluar dari miripnya itu dengan ngasih warna yang beda. Apalagi kalau misalkan AXio mau ngasih pur white warna putih gitu cakep sih ya. Saya dikasta and see you on the next video.
