Terlihat, Dan Terasa Berbeda... Terdengar Biasa Saja. - Review BOSE Ultra Open Earbuds (YouTube Video)
Bose Ultra Open Earbuds, sebuah TWS yang yang saya bingung apakah ini bisa disebut TWS atau engga ya. Secara definisi sih harusnya ini masuk kategori TWS ya, karena emang wireless, dan stereo. Yang bingung adalah dia ga bisa disebut in ear, dia juga bukan earbuds. Bentuk charging case TWS ini terlihat normal, layaknya TWS kebanyakan. Ada tombol pairing dibagian belakang, dan port usb type-c di bagian bawah. Cara menggunakan perangkat audio ini dijepit di daun telinga. Memang sih, bukan pertamakalinya saya nyobain TWS jenis beginian. Sebelumnya ada huwaei freebuds clip. Dan SHOKZ Openfit. Tapi saya punya ekspektasi yang berbeda sama hedphone ini, karena yang bikin adalah sebuah nama besar, BOSE! Buat kalian yang mungkin baru pertama kali mencoba menggunakan TWS seperti ini, hal yang paling membutuhkan waktu yang lama adalah adapatasi cara menggunakannya. Karena kerasa awkward dan aneh banget gituloh, waktu pertama pake si TWS ini. Ada 2 bagian penting di TWS ini, yaitu bagian yang berisi driver, dan bagian yang berisi baterai dan tombol. Nah 2 bagian ini yang sering bikin kebalik waktu dipasang. Tapi kendala salah pasang ini hanya terjadi di awal-awal aja, karena setelah 1 minggu lebih saya pake, saya sudah hafal cara pakenya dan udah ga jadi masalah lagi gitu. Yang agak bikin saya deg-degan adalah karet pengubung antara 2 bagian tadi ya. Maksudnya ini tuh khan karet yak, seberapa kuat dia dipake buat ditekuk-tekuk gituloh. Karena karet tuh rawan banget getas, atau letoy gituloh. Kalo dia kena air, trus kenapa panas, lama-lama pasti getas atau keropos gitu. Buat yang punya motor, coba deh kalian cari bagian motor yang bahannya karet. Pasti umurnya ga akan lama. TWS ini udah punya sertfikasi IPX4, yang di klaim tahan sama percikan air. Jadi harusnya aman buat dipake waktu hujan. Untuk kenyamanan, jujur saya suka ya. Karena pake TWS ini tuh nyaman banget, berasa kaya ga pake TWS gituloh, ringan dan ga bikin kuping kita capek layaknya pake TWS pada umumnya. Nah, TWS ini punya desain open-ear. Desain kaya gini tidak memanfaatkan isolasi telinga untuk mendapatkan kualitas suara yang baik. Artinya, walau pake TWS ini, kita masih tetap bisa mendengarkan suara ambent dari luar. Pokoknya anti budeg-budeg club lah. Jadi seolah-olah, ada sebuah speaker berukuran kecil yang ditaro di depan lubang kuping kita. Dan yang bikin kaget, ternyata suaranya ga kedengeran sama orang lain, walaupun volumenya dimentokin. Eh kedengeran sih dikit tapi, bener-bener samar-samar gituloh. Jadi kagak usah takut kalo kalian lagi nonton film uh ah gitu ya hehehe... film, film berkeringat.... Pokoknya kalau kalian mendengarkan suatu yang tidak ingin didengarkan oleh orang lain pake TWS ini, aman. Dan saya kaget waktu pertama kali denger suaranya, hehe, buset dah. Eh tapi impresi suara akan saya bahas dibagian belakang ya. Itu nanti lah, save the best for the last. Untuk bisa memaksimalkan fungsi dari TWS ini, kita perlu menginstall aplikasi bernama Bose Music. Di aplikasi ini, ada banyak informasi dan kustomisasi yang bisa kita lakukan. Mulai dari melihat berapa % kapasitas baterai dari si TWS ini, mode menggunakan yang bisa kita kustomisasi, Equalizer, pengaturan tombol shortcut, source, yang bikin kita bisa ngatur mau dengerin sumber suara dari source yang mana. Jadi artinya, dia bisa menerima source lebih dari satu ya. Misal, samsung galaxy s24 ultra saya buat dengerin musik, dan mac studio saya buat ngedit gitu. Terus terakhir ada Immersive Audio. TWS ini punya fitur yang namanya Immersive Audio. Di AirPods kita lebih familiar dengan sebutan Spatial Audio. Jadi teknologi ini bikin experience waktu dengerin musik jadi lebih kerasa LIVE gitu! Misal gini. Kita sedang dengerin musik ya, dengan sumber suara itu ada didepan kita gitu. Saat kita nengok ke kiri, otomatis suara itu terdengar di telinga kanan kita gitu, dan saat kita nengok ke kanan, suaranya akan dominan di telinga kiri kita. Seolah-olah kita lagi nonton konser, atau sedang dengerin musik pakai speaker gitu. Saya ga nemu berapa kapasitas baterai dari TWS ini, bahkan di website mereka, gak disebut berapa kapasitasnya. Mereka cuma nge klaim TWS ini bisa bertahan sampai 7.5 jam untuk mendengarkan musik, dan akan turun hanya 4.5 jam saat fitur Immersive Audio-nya diaktifkan. Oke, terakhir kita akan bahas soal sound quality. Saya akan cerita impresi suara dari TWS ini dengan 2 buah keluhan yang krusial! BOSE Ultra Open Earbuds ini harganya ga murah sob, diatas 4 juta. Dengan harga segitu, sayangnya ga ada pilihan hires codecs. Codecs yang bisa kita pake hanya SBC dan AAC. Tapi ga lantas suara si TWS ini jelek ya, hanya karena cuma bisa pake AAC aja. Cuma khan, kita beli barang murah aja maunya banyak. Yakali beli ini ga pingin banyak juga. TWS 300 ribu bisa ngasih codecs APTX, masa TWS ini kagak bisa? Persetan lah mau suara bagus atau engga ya, setidaknya ada nilai jual lebih kalo sebuah tws sudah mendukung hires codecs gitu. Keluhan kedua adalah TWS ini ga enak untuk dipake ditempat yang berisik, misal di kereta atau di angkutan umum gitu. Suara noise yang ga keblokir sama sekali ini beneran apa ya? ngerusak experience mendengarkan musik kita gitu. Saya jadi sulit buat menikmati musik waktu pake TWS ini di LRT. Padahal volume udah saya mentokin ya, tapi tetep aja ga nyaman buat dengerin. Jadi solusinya, gunakan tws ini di tempat yang ga terlalu berisik. Ukuran driver dari tws ini adalah 12mm dan ini termasuk besar. Memang diperlukan sebuah driver yang kuat untuk sebuah open earbuds. Frekwensi low di tws ini surprisingly bagus. Walaupun secara kuantitas, ga gede-gede amat karena ga ketolong sama isolasi, tapi impactnya masih kerasa sampai kekuping gituloh. Karena kuantitas bassnya yang ga banyak, bisa dipastikan tws ini ga cocok buat kalian para basshead. Ga cocok juga buat dengerin genre musik yang bassnya melimpah, EDM atau Dangdut misalnya gitu. Tapi untuk dengerin musik pop, wah ini enak banget sob, sumpah enak banget. Suaranya itu spacious banget, soundstagenya lega, khas headphone-headphone berjenis open lah. Suara vokalnya punya clarity yang bagus, artikulasinya jelas, ga keturunan sama suara instrumen, karena separasinya juga bagus. Dan suara high-nya surprisingly tinggi, ngecring, sparkling, dan cukup piercing, saya suka. Untuk suara, keluhannya cuma satu. Kuantitas bass yang kerasa apa ya kurang aja gitu, kayak ngempos gitu. Tapi kita harus mengerti, karena headphone openear memang sulit untuk punya bass layaknya headphone in-ear. Overall saya suka sama suara dari tws ini, walaupun menurut saya bukan sound quality yang mahal dari tws ini, melainkan experiencenya yang beda banget sama headphone kebanyakan gitu. Untuk sebuah open earbuds, ini bukan produk yang sempurna, dan masih banyak kurangnya. Tapi udah jadi awal yang baik menurut saya, bahkan menurut saya bagus ya. Wajar untuk sekelas Bose, karena sumber daya mereka memungkinkan mereka membuat produk bagus diwaktu yang relatif singkat. PR-nya tinggian marketingnya aja sih, karena produk yg bagus akan percuma tanpa marketing yang bagus. Sekarang saya tanya ke kalian. Seandainya kalian punya uang 5 juta, akankah kalian membeli produk ini? Tulis di kolom komentar dibawah. Ga usah pake mendang-mending ya, NORAK!
