Jungkat

Ternyata Daya Tarik VinFast VF3 Bukan Cuma Tampilannya (YouTube Video)

  • 11/07/2025

[Musik] Halo teman-teman, selamat datang di channel Grid Auto. Teman-teman kalau diperhatiin ya biasanya mobil berukuran kompact atau bahkan mini atau entry gitu ya. Kalau di kelas eya Grid Auto N3 EV itu biasanya menggunakan bentuk body yang mengotak untuk memaksimalkan ruang yang terbatas kayak misalnya apa ya? Kayak Smart atau eh Wooling RV atau Ces E1 gitu. Mereka menerapkan desain atau bentuk luar yang mengotak supaya headro dan light room-nya itu oke. Dan itu memang terbukti efektif sehingga e penumpang di dalam itu enggak merasa terganggu dengan ruang yang terbatas dan terasanya malah lega gitu ya. Nah, tapi FinFast F3 itu memberikan cita rasa yang berbeda teman-teman. Dia benar dimensinya pun juga mini gitu ya, kecil kompact gitu. Tapi dia dengan desain yang cenderung SUV bahkan Jeep Teman-teman seperti Jeep Mini gitu ya. Dan ini membawa kami ke rasa penasaran berikutnya. Selain tampang yang menjadi atraktivitas pertama, kira-kira apa lagi sih yang menarik dari FinFast VF3? Dan langsung saja ini dia ulasan tentang Finfast VF3. Ya, Teman-teman. Seperti tadi saya sebutkan di awal bahwa memang desainnya itu kayak beda dari yang lain ya. Nih, pertama kali saya melihat dia VF3 itu kayak atraktif dari tampilannya teman-teman. Bonetnya tuh kelihatan rata. Jadi kelihatan kayak Jeep gitu ya. Lalu kemudian ini yang clearnya dengan atap berwarna putih gitu. Lalu kemudian secara looks dia lebih lebar ya. Dia seperti SUV tapi berukuran kecil. Beda dari EV entry yang lain yang lebih boksy gitu ya. Dan bagi saya memang cara terbaik menikmati Finfast SP3 adalah ya menikmati tampilannya gitu. Dan dia istimewa enggak hanya desainnya tapi juga material yang digunakan teman-teman. Nih bumpernya lebih tahan baret lah ya walaupun bukan tahan benturan. Ee ini biasanya dipakai di SUV atau setidaknya crossover. Termasuk ada overfender yang e sewarna dengan bumper dengan material e lebih tahan baret. Benar-benar seperti Jeep kecil. Dan ini teman-teman ya EV kan enggak perlu kisi-kisi ya untuk mendinginkan ee radiator gitu. Jadi gak ada panel yang bolong, tapi dari headlamp nih kiri ke kanan itu rasanya kelihatan kayak lebar. Jadi lebih proporsional. Bagi saya ini adalah e tampilan yang menarik teman-teman. Dan by the way saya sudah coba di malam hari ini sinarnya terang, Teman-teman. Terangnya lumayan banget ini. Oke. Dan kalau dilihat di bagian samping dia by the way panjangnya enggak lebih dari 3,2 m dengan wheelbase enggak lebih dari 2,1 m. Jadi, iya dia kecil bentuknya, tapi soal akomodasi nanti saya ee tunjukin di dalam kayak gimana ya. Dia menurut saya proper. Nah, ini teman-teman rodanya menggunakan diameter 16 inci dengan rasio 17575. Overall diameternya itu jadinya gede. Dan ini bukan hanya soal tampilan meskipun secara tampilannya juga oke ya, tapi juga rasa berkendara. Semakin besar overall diameternya, semakin tahan dia untuk enggak berguncang. Penumpang tuh jadi enggak terlalu berguncang ketika ngelewatin jalan jelek, berlubang, speed bom atau polisi tidur gitu ya. Karena bannya besar dan ini paling besar nih di antara entry EV yang lain. Jadi sekali lagi ini bukan hanya soal tampilan yang menurut saya itu oke, tapi juga rasa berkendara. Dan kalau tampilannya, nah bagi sebagian car entusias dan mungkin termasuk teman-teman, veleg dengan steel kayak gini lalu dengan dop itu rasanya kayak lebih culture gitu ya. Gimana menurut teman-teman? Bentuk body seperti ini roda yang digunakan baik ban maupun veleg itu oke enggak? Layak enggak untuk mendapat apresiasi? Dan by the way, Teman-teman, ini ada akses ya untuk aerodinamika. Ini tembus nih dari bumper depan ke arah samping. Overfender terus sampai ke belakang. Dan dari samping pun kelihatan e cita rasa SUV atau Jeep kecilnya gitu. Di bagian belakang, Teman-teman, saya pertunjukin bahasa desainnya mirip dengan yang di depan kiri dan kanan itu menyambung nih ada garisnya. Lalu kemudian terlihat lebih lebar, ya. Saya suka dengan desain seperti ini. Dan teman-teman pengin tahu bagasinya seperti apa. Oke, bagasinya mungil saja. Jadi ini 2 plus 2 dan yang di baris kedua itu dimaksimalkan untuk menjadi bangku penumpang. Dan kalau butuh mengakomodir barang lebih besar ya ini tinggal dilipat. Lalu kemudian dia menjadi ruang untuk penyimpanan barang yang lebih akomodatif gitu teman-teman. Ada yang perlu saya tunjukin? Jadi ini ada colokan dia bisa AC, bisa DC. Dan ini yang menarik juga nih, Teman-teman. Jadi dia e DC yang CCS2 itu bisa fast charging 10 sampai 70% bisa diisi dalam 36 menit saja. Dan itu tentu sesuatu yang menyenangkan ya bagi mobil listrik. Bisa dicharge semakin cepat itu semakin baik. Saya petunjukin di dalam seperti apa. Yuk. Di bagian dalam, Teman-teman, ini kombinasi warna yang dipakai oleh FinF untuk VF3 itu ya ada kem, ada abu-abu gelap, ada abu-abu terang. Dan secara keseluruhan ini lumayan mengejutkan bahwa untuk brand yang baru datang ke Indonesia dan kita tentu belum familiar dibanding mobil lain yang udah ada gitu ya, ini quality-nya bagus teman-teman. Materialnya, kepresisiannya itu bagus. Jadi, ya termasuk joknya ini jahitan-jahitannya, busa yang digunakan itu enak buat didudukin. Saya perlu nyalain dulu. Dan cara menyalakannya pun juga simpel. Jadi ini kuncinya, Teman-teman. Dan kuncinya itu cukup dicolok ke sini dan menyalakan motor listriknya yang kemudian menyalakan AC dan head unit gitu ya. Itu enggak perlu tombol start atau stop gitu ya. Jadi langsung aja injek rem maka dia pun sudah menyala. nyalain AC panas nih. Dan ya sudah sesederhana itu. Lalu matiinnya gimana? Matiinnya udah matiin juga ini AC-nya. Lalu kemudian colok ke P, cabut udah langsung. Jadi ya metode yang lebih simpel dan bagi saya pun itu menyenangkan ya gitu. Kalaupun enggak dicolok pun enggak apa-apa selama sudah nyala gitu ya. sehingga ini bisa dikantongin. Yang penting identifikasinya ada di konsol tengah ini. Dan ini jelas sangat mudah diakses. Oke, ini ee bentuknya simpel tapi tetap kelihatan mau gitu ya. Ya, dengan head unit yang ada di tengah itu rumus yang banyak diterapkan zaman sekarang. simply superb dan bagi saya ini oke. Dan teman-teman di area tengah sini enggak ada tuas por steling tanda kutip karena dia sudah pindah ke sini. Jadi dia transmisi otomatis PR RND gitu ya dan dia ditaruh sebagai tuas di sisi kanan setir. Dampaknya apa? Jadinya lebih simpel nih di sini. Jadi lebih leluasa. Lalu kemudian ada kompartemen terbuka di sini buat naruh barang yang lumayan besar. Lalu kemudian di atasnya kecil bisa buat naruh dompet. Di tengah sini ada cup holder dua plus satu jadi 3. Di luar kelihatan kayak Jeep. Di dalam simpel jadi ya lingkungannya menyenangkan gitu. Dan teman-teman pengin tahu kira-kira seperti apa sih bagian belakangnya? Yuk, saya tunjukin. Jadi untuk masuk ke bagian belakang, Teman-teman, karena ini adalah mobil coupe ya, dua pintu. Jok depan itu perlu dilipat dulu. Ini reclining-nya dimajuin. Lalu sliding-nya juga. Dan oke. Nah, jok depan ini udah di-et untuk pengemudi setinggi saya 168 cm dan itu saya. Lalu kemudian jok belakangnya itu sedang diduduki oleh penumpang setinggi 168 cm dan itu saya. Lightroom yang tersisa adalah segini teman-teman ya. Ada sisa dua sampai satu jari. Ee perspektifnya adalah ini mobil mini, Teman-teman. Kecil ya menurut saya. kita bisa menerima karena bentuk luarnya wheel base-nya pun memang merujuk pada mobil-mobil mini. Dan saya suka, Teman-teman, dengan seat belt 3 titik. Lalu ada tempat penyimpanan cup holder yang gede nih di e setiap sisi, gitu. Ada palka juga nih jendela untuk melihat ke luar. Dan yang saya notice ini joknya pun tetap dengan busa empuk dengan material yang rasanya sih ini bisa tahan lama ya. Dan kalau ditanya fiturnya ada apa aja, oke ini secara keselamatan menurut saya dia bagus. dia ada traction control, heal start, assist, terus kemudian seat belt pun empat-empatnya menggunakan seat belt 3 titik, airbag satu. Sehingga mestinya dia sudah bisa memberikan nilai keselamatan yang bagus. Rem juga sudah dengan ABS dan ABD. Lalu fitur convenience-nya ini head unit layer besar di tengah memang jadi pusat perhatian dan dia bisa ngasih info yang aktual kayak misalnya persentase baterai dan range-nya jarak tempuhnya pun dengan e konsumsi energi secara aktual. Dia bisa koneksi eh dengan Bluetooth dan juga dengan Wii Teman-teman. Jadi dia ada web browser-nya asim ringkes ya sesuai dengan ekspektasi zaman sekarang. Begitu juga dengan ada smart feature for companion app. Lalu bisa koneksi dengan telepon yang e ada tombol langsung di setir direct access. Lalu dia juga memiliki port USB type C. Jadi ya udah banyak e gadget sekarang yang menggunakan type C. Lebih e switch dengan zaman sekarang. Dan teman-teman, saya mau tunjukin ada yang menarik ini di panduan pemilik yang ada di head unit ini dia bahkan e bisa ngasih info mengenai spesifikasi teknis informasi kendaraan. Ini benar-benar kayak literatur yang dibutuhkan untuk artikel resmi nih. Misalnya panjang mobilnya, wheelbase-nya, lalu kemudian e curpet-nya berapa. Ini mobil bobotnya 865 kg, Teman-teman. Dengan roof load-nya bahkan ada infonya itu 50 kg gitu. Baterainya kelihatan di sini litium ion dengan kapasitasnya 18,64. Asik ya. Ini informasi-informasi yang sangat teknis dan mendetail nih. Dan kalau soal performa teman-teman, jadi ini VF3 dilengkapi dengan motor listrik yang tenaganya itu 40 DK dengan torsi 110 Nm. Itu output yang menurut saya wajar banget untuk mobil di kelas ini dengan ukurannya itu udah sesuai dengan ekspektasi. Dan ketika kita tes teman-teman untuk performa efisiensi dulu nih ya di rute dalam kota dengan kecepatan rata-rata yang 22 km/h artinya itu udah ngepadat banyak ketemu macet gitu misalnya. Ee itu dia bisa dapat 13an km/ kWh. Kenyataannya itu irit banget teman-teman. itu irit banget sehingga kita bisa mendapat ketenangan jauh dari range anxiety e yang mana biasanya itu bagi sebagian orang ketika pakai mobil listrik akan takut jarak tempuhnya gimana. Sementara kalau di VF3 itu sangat menenangkan. Lalu kemudian pas kita tes di rute kombinasi teman-teman dengan average speed 50 km/h gitu ya, masih bisa dapat nih di 11,7 km/ kWh. Artinya ya di literatur E VF3 diklaim bisa berjalan sejauh 215 km. Kalau dengan kombinasi hasil tes efisiensi energinya itu dapat di 11,7 km/KWH itu dapat 217 km range-nya di sekitar segitu ya. Sesuai dengan apa yang diklaim oleh FinFast. Dan menurut saya dalam soal efisiensi yaitu eh pas dengan peruntukannya sebagai mobil yang oke buat e perkotaan, buat daily gitu ya. Entah misalnya dari rumah ke kantor atau rumah ke kampus gitu misalnya atau jalan-jalan aja gitu. Itu sudah sangat menyenangkan. Dan asyiknya lagi teman-teman ini pengisiannya itu ada fast charging sehingga untuk dia mengisi 10 sampai 70% bisa dilakukan dengan hanya 36 menit. Jadi ya asik banget kalau misalnya kita e mampir ke mall gitu ya lalu kemudian ada pengisian yang fast charging gitu. Enggak nyampai 1 jam, udah sangat proper untuk baterainya. Lanjut lagi jalan-jalan. Yait sebuah pola yang akhirnya akan menyenangkan bagi si pemilik kan atau penggunanya gitu misalnya gitu. Lalu saya pengin cerita juga teman-teman soal rasa berkendaranya. Ini mobil kan gerak belakang ya sehingga depan itu bisa lebih bebas ee gerak rodanya, belok-beloknya gitu. Makanya pas saya e coba misalnya bermanuver di jalan sempit atau mutar balik gitu, ini lincah banget dan radis putarnya sangat amat kecil. Jadi itu sangat menyenangkan kalau misalnya kita terpaksa lewat jalan yang kecil atau bermanuver di parkiran yang sempit gitu ya. Ini benar-benar sesuai dengan harapan saya sebagaimana layaknya mobil yang kompact. Jadi dia sangat lincah. Lalu apakah dia enak buat menikung? buat bermanuver, buat membelok gitu menurut saya. Iya, Teman-teman. Settingan suspensi sasisnya itu ya oke. Termasuk kalau misalnya pengin zigzag gitu tiba-tiba gitu ya misalnya atau pindah lajur e secara cepat gitu masih bisa memberikan ee kemampuan yang bisa memberi ketenangan bagi pengemudi. Iya. Jadi ee dia bisa lumayan e dinamis settingannya sehingga dia gesit untuk bermanuver ya. Yes, Teman-teman kita bisa sampai pada akhir ulasannya. Jadi yang menarik buat saya dari VF3 adalah soal tampilannya dulu. Desainnya itu beda dari yang lain dan beda means dia memilih menerapkan tampang seperti crossover, seperti SUV, seperti Jeep. Jadi ya bagi saya ini e beda yang terlihat lebih istimewa gitu. Dan ini warnanya rose pink dengan warna premium artinya atapnya warna putih dan itu enggak memberikan efek apa-apa selain hanya menambah perhatian. Buat teman-teman yang pemalu mungkin akan tersipu ya, karena banyak banget yang ngelihatin. Sepanjang saya ngetes VF3 e apalagi kacanya bening dilihatin orang mulu ya. Sesuatu yang positif berarti ya karena atraktivitas itu kan juga terpicu dari bagaimana dia terlihat. Terus kedua, penggunaan roda yang besar itu membuat dia lebih fleksibel ngelewatin beragam medan. jalan jelek, polisi tidur atau speed bum itu lebih enggak berguncang di dalam. Jadi, itu bagus menurut saya itu poin positif berikutnya. Lalu, charging, Teman-teman. Charging network-nya itu luas dia CCS2 kan untuk e DC-nya bisa ngecas di mana-mana termasuk di mall. Melipir aja ke mall. Banyak mall di Indonesia yang sudah ee memberikan e SPKLU dengan e charging port-nya itu CCS2 ya. Bisa isi juga. Jadi, e dia enggak hanya charging network yang di mana-mana dan itu banyak banget gitu ya, tapi juga dengan kecepatannya. Karena ya tadi saya sebutkan e sampai 70% dari 10 itu bisa dengan 36 menit saja. Jadi cepat ya gitu. Secara keseluruhan di oke. Ee ini kayak nilainya tuh besar ya, Titan tapi dengan body yang mini, Tiny. Jadi The Tiny Titan iya enggak gitu teman-teman. Finfas V3. Saya kalau sedang mencari mobil listrik berukuran kecil seperti ini yang tiny-tiny seperti ini, ini pasti jadi salah satu yang saya pertimbangkan dengan sangat amat bentuknya sih. Dan ini kayak modifable banget ya. Ganti apa misalnya roda terus tambah eh roof rack gitu misalnya jadi kayak semakin macu gitu. I enggak sih? Gitu teman-teman. Mungkin itu dulu dari kami. Terima kasih sudah menonton teman-teman dan sampai ketemu di video Greit to berikutnya. Terima kasih.

Lihat di YouTube