Jungkat

Ternyata Ngga Perlu Mahal Masih Cakep ! Polytron Audivo PHS 5B (YouTube Video)

  • 29/05/2026

Pengen ningkatin kenyamanan biar produktivitas tinggi, makanya meja ditata rapi dan estetik kayak gini. Ditambah lunan lagu buat jaga mood [musik] sepanjang hari biar kreativitas jalan terus enggak gampang mati. Nah, ya udah enggak usah kebanyakan. Haha hihi. Selamat menonton. [musik] Hai Andika, Guys. Di sini belakangan ini saya cukup lumayan terobsesi ya dengan yang namanya desktop setup. Kalian tahulah ya desktop setup itu ya yang mejanya rapi, monitornya di tengah, lampunya estetik, terus ada tumbuhan kecil di pojok. Kelihatan produktif padahal kerjaan saya paling sekarang cuman buka YouTube doang. Tapi serius saya itu termasuk orang yang kalau misalkan meja setup saya itu kelihatan berantakan, otak saya juga berantakan ke mana-mana. Tapi kalau meja saya terlihat rapi, ya [musik] otak saya itu jadi lebih jernih. Dan satu hal yang saya butuhkan ketika saya kerja [musik] itu adalah musik. Karena kalau saya kerja di keheningan itu kayak saya mikirnya itu bukan ke kerja, ke hal yang aneh-aneh. Kayak contohnya kenapa kerupuk itu melempem, kenapa dapur MBG itu balik modalnya 8 bulan? Kenapa orang desa enggak pakai dolar? Gitulah jadinya enggak produktif. Dan masalahnya speaker lama saya itu adalah tipe speaker yang ada di bawah meja. Dan kalau misalkan volumenya saya tinggiin, dia itu ngereok. Jadi ibaratnya kayak saya punya mesin cuci. [musik] Sampai akhirnya saya nyobain speaker terbarunya dari Polytron ini. Namanya adalah Polron Audivo Desktop [musik] Speaker. Pertama kali saya lihat, first impress saya ya clean sih ya, bersih. Desainnya benar-benar seless, enggak ada sambungan yang kelihatan, enggak ada lekukan aneh-aneh. Enggak ada stiker promo juga yang ketempel di speakernya. Full hitam mid, minimalis, Elgan. Cocok dimatch sama setup warna apapun. Mau setup kalian itu monokrome hitam putih bisa, mau wood tone kayak saya yang coklat gini juga masih masuk. Karena warna hitam itu netral. Beda ya hitam sama gelap. Kalau gelap kan negara sana ya gelap. Ukurannya juga desktop friendly 14 cm. Lebarnya tingginya 24,4 cm. Muatlah ya di meja kalian. Walaupun mungkin meja kalian itu enggak segede meja saya. Dan dia ini tipe active speaker yang artinya semua sistem kayak amplifier, pengolah suara, semuanya udah ada di dalam. Jadi gak perlu beli amplifier tambahan, gak perlu beli DAC tambahan, gak perlu kuliah teknik audio dulu, semuanya udah jadi satu, tinggal colok, putar, selesai. Dari sisi setup udah menyenangkan. Plug and play aja bukan plug and pre [musik] ya, enggak ribet. Tapi gimana soal kualitas suaranya? Secara teknis, si Polytron Audivo Speaker ini punya konfigurasi two way speaker system dengan crossover yang di bagian atasnya ada 1 inch shield dome twitter buat ngurusin frekuensi tinggi, trible, dan [musik] detail-detail kecil di musik yang biasanya itu hilang. Di bawahnya ada 4 inch wover paper kun buat handle vokal dan bass, amplifier-nya pakai analog class dengan daya 100 watt RMS. 100 watt di speaker sekecil ini. Mungkin kalau kalian bilang ke kakek atau ayah kalian yang generasi lama ya, bakalan kaget, masa speaker sekecil ini 100 watt? Karena dulu speaker 100 watt itu enggak bisa sekecil ini. Dan suaranya itu wah menariknya walaupun ini harganya polytron banget, harganya terjangkau banget, tapi suaranya itu surprisingly balance gitu. Vokalnya jelas dan ke depan cocok banget buat yang suka dengerin podcast atau musik dengan lirik. Tribelnya juga bersih, enggak bikin telinga sakit. Walau kita dengerin lama, stereo imaging-nya luas. Jadi kalau kalian dengerin lagu yang ada instrumen kanan kiri itu kerasa separasinya enak banget. Berasa kayak ada Erwin Butawa gitu di tengah-tengah kalian. orkestra trak. Di bagian belakang active box ada dual tone control fisik yang satu untuk bass, satu untuk trible, plus ada tombol [musik] super bs. Kalau kalian sesekali mau dengerin musik dengan bass yang lebih menonjol, kira-kira suaranya seperti ini. Nah, satu lagi fitur yang menurut saya penting buat kalian yang suka desktop speaker. Buat kalian yang suka naruh speaker di atas meja. Namanya ini desktop mode. Kalian pernah enggak sih naruh speaker di meja kayak gini terus kerasanya itu kayak aneh. Dia ada dengungan tambahan. Itu sebenarnya bukan speakernya yang rusak ya, itu memang ya secara fisika kayak gitu karena suaranya mantul dari meja. Jadi ketika speaker ditaruh di permukaan datar kayak meja gelombang suara frekuensi rendah memantul balik ke atas. pantulan itu numpuk sama suara aslinya dan hasilnya bassnya itu jadi kayak dengung gitu, kayak echoing lagi. Nah, si desktop mod di sini fungsinya untuk meredam efek pantulan itu yang secara teknis mode ini mengompensasi frekuensi rendah yang berlebihan akibat penempatan di meja yang hasilnya suara bassnya jadi lebih bersih, lebih tight juga lebih natural, suaranya enggak hilang tapi lebih terkontrol. Dan yang keren lagi, fitur ini bisa diatur lewat aplikasi aja. Jadi kita gak perlu bangun jalan ke desktop speakernya untuk atur-atur ribet. Dan juga desktop mode ini bisa diakses via remote. Enggak cuman soal kualitas audio dan juga tampilan audio aja yang cakep, Polytron juga punya konektivitas yang bisa dibilang futur proof atau kekinian. Jadi dia pakai Bluetooth versi 5.0 buat pairing ke HP atau laptop buat yang mau setup-nya rapi. Kalau mau lebih minim delay dan kualitas audio yang lebih bersih, tinggal colok pakai optical input atau langsung aja colokin ke device kalian yang pakai USB inputnya. dan pilihan standar kayak Aug input tetap dikasih. Politron ini juga gak plit port sama sekali. Di bagian belakang ada subwoover out juga yang pakai terminal RCA. Jadi yang mau upgrade setup audio biar makin menggelegar tinggal tambahin subwoover eksternal aja. Di sini bisa banget kalau mau tambahin aksesoris buat jangka panjang dan kalau kalian ngerasa suara woovernya itu kurang. Tapi menurut saya ini udah cukup banget sih. Apalagi kalau misalkan posisi kalian di tengah kayak gini. Sekarang kan zamannya digital ya, kayaknya kurang afdol kalau misalkan sebuah Audio itu enggak punya ekosistem. Makanya Polytron juga punya software. Namanya itu Polytron Audio Connect buat akses ekosistemnya. Apps-nya bisa langsung download lewat Play Store. Cara connectingnya juga gampang. Tinggal nyalain Bluetooth, dia bakalan otomatis scanning. Dan kalau udah muncul langsung klik aja. Di dalam aplikasinya bisa milih musik, atur volume, dan nyalain fitur desktop put tadi langsung dari HP. Dan tenang aja walaupun udah ada aplikasinya di HP, kalau misalkan HP kalian baterainya habis, dia juga udah include remote fisik. yang sayangnya remote fisiknya menurut saya agak jadul ya. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja review dari Polytron Audivo desktop speaker ini. Dan kesimpulannya menurut saya Polron bikin speaker ini dengan pemikiran yang tepat sih ya. Bukan cuma soal watt, bukan cuma soal port, tapi gimana orang itu bisa benar-benar dapat experience yang imersif ketika mereka naruh desktop speaker di meja mereka [musik] dengan fitur desktop mood tadi. Kalau ditanya speaker ini cocok buat siapa? Banyak sih kayak contohnya contonent kreator dan pekerja dari rumah yang butuh [musik] audio bagus tapi enggak mau set up ribet. Speaker ini plug and play ya tinggal colok terus play aja. Terus buat desktop setup entusias kayak saya yang belakang-belakang ini cukup terosesi dengan desktop setup karena ya simpel, hitem, minimalis. Buat pendengar casual yang udah bosen speaker Bluetooth kecil yang tipis suaranya dan mau upgrade ke stereo yang beneran kerasa ini sih mantap sih. Kalau kita ngomongin kekurangannya mungkin ya woovernya 4 inch yang jadi punya batas juga ya karena ukurannya. Jadi jangan berharap bass level konser dari speaker sekecil ini kalau enggak ada woover tambahan. Tapi untuk kebutuhan daily listening aja menurut saya sih udah lebih dari cukup ya. Apalagi kalau misalkan kalian adalah tipe orang yang kerja yang selalu di tengah posisinya kayak gini cukup sih. Dan dengan fitur yang menurut saya menarik tadi, coba kalian tebak harganya berapa. Harganya itu pas promo ya, pas launch nanti itu di Rp1.99.000 di tanggal [musik] 2 sampai 9 Juni. Bisa kalian cek aja eksklusif di TikTok Shop dan juga Tokopedia mereka. Link pembeliannya seperti biasa di pojok kiri atau di bawah di deskripsi nanti saya cantumin ya. Mungkin segitu dulu soal review dari Polytron Audivo desktop speaker kali ini. Kalau misalkan kalian punya pertanyaan mengenai speaker ini, drop aja pertanyaan kalian di kolom komentar dan jangan lupa subscribe, nyalain loncengnya. Saya and see you on the next video.

Lihat di YouTube