Jungkat

Tertutup dari Luar, Suasana Tenang & Adem (YouTube Video)

  • 27/11/2025

[musik] Hai guys, balik lagi di Behind the Breaks barengan sama saya Taufik Effendi. Kali ini kita ada di Bandung dan kita mau keliling satu [musik] rumah dengan konsep tropis minimalis karya studio E namanya adalah AD House. Rumahnya ada di belakang saya ini [musik] bisa teman-teman lihat ya dari segi fasad ini simpel aja dia dengan dominasi warna abu-abu gitu ya dan ada dua lantai bangunannya ini. Dan bisa dilihat tertutup banget ya teman-teman kalau dari luar karena pagarnya juga tinggi. Ini pagarnya dari e material plat [musik] besi. Kemudian yang menonjol juga dari fasadnya adalah kalau kita lihat di lantai 2 itu tuh ada second skin-nya yang [musik] ee merupakan besi perforasi gitu ya. Jadi ini menjadi ee yang menonjol juga kalau dilihat dari luar dari rumah ini. Sekarang [musik] kita masuk ke dalam aja kali ya buat lihat dalamnya kayak gimana sih. Kalau luarnya kan tertutup banget nih. Sekarang kita lihat dalamnya. Yuk yuk yuk yuk. Oke sekarang kita udah masuk ke area dalam rumahnya. Ini adalah area carport-nya teman-teman bisa dilihat ya. cukup lebar untuk carport-nya [musik] ini dengan material lantainya ini menggunakan batu undesat. Terus untuk e pintu garasinya juga sama kayak pagernya pakai material plat besi. [musik] Dan ini kalau saya lihat sih bisa muat dua mobil ya untuk area carboard-nya ini. Ditambah lagi area garasi juga bisa dua mobil. Jadi total bisa empat mobil di sini. Tapi nanti untuk area garasi kita lihat pas kita di dalam [musik] ya. Oke ini untuk area carport-nya. Dan selanjutnya kita akan disambut [musik] oleh satu taman kecil di depan sini ya, dengan satu pohon aja [musik] sebagai e centerpiece-nya. Dan ini e bikin suasana tuh langsung adem gitu ya. Setelah tadi kan kita lihat dari luar tuh lebih tertutup dengan material besi gitu ya, lebih terkesan dingin. Begitu masuk langsung adem. Nah, di area taman ini juga ada tempat duduk yang terbuat dari konkrit [musik] yang berbentuk memanjang gitu ya. kayak bench lah, semacam bench. Dan ini kalau saya [musik] coba experience duduk di sini, oh my god, it's really Zen. Benar-benar Zen. Kenapa saya bilang Zen? Karena ini dari bawah aja udah kerikil-kerikil gitu ya. Terus kalau memandang ke depan, Teman-teman, itu langsung disambut sama [musik] kolam ikan yang overflow. Ini benar-benar cakep banget sih menurut saya dan ini transisi yang apa ya dari jalanan yang hektik banyak kendaraan lewat masuk tuh langsung adem gitu [musik] langsung zen banget dan ini jadi experience juga buat tamu yang mungkin nunggu di sini dapat pengalaman tertentuah dapat a touch of the house [musik] gitu ya. Oke lanjut setelah disambut oleh eh kolam ikan ini. Nah [musik] yang menarik juga dari rumah ini adalah karena kontur tanahnya kan berkontur gitu ya. Nah, sama arsiteknya untuk menghindari banyak tangga akhirnya diakalinnya [musik] tuh salah satunya dengan dibikin rem kayak gini, Teman-teman. Jadi menuju ke emin entrance-nya itu bukan tangga, tapi ramp [musik] turun ke bawah gitu ya, menuju ke pintu masuk utama. Nah, sebelum masuk ke pintu masuk utama ada yang menarik juga nih. Jadi tamu sebelum masuk tuh dikasih boleh nih sneak peck dikit dalam rumahnya kayak gimana. Karena di sini tuh ada semacam sobekan gitu yang bisa langsung ngintip ke area taman [musik] yang ada di dalam sebelum nanti dibukain pintu dan bisa langsung lihat ketika ada di dalam rumah gitu ya. Tapi kalau enggak dibukain sampai dalam pun bisa ngintip dikit-dikit. Oh, dalamnya kayak gitu ternyata. Yuk kita lihat dalamnya. Pasti penasaran kan? Hello. Nah, kita sekarang sudah masuk ke area dalam rumahnya. pertama datang akan langsung disambut oleh area ruang tamu [musik] ini ya. Ruang tamunya sih simpel aja dengan dua ee tempat duduk. Ada beberapa kabinet juga di sini untuk nyimpan sepatu dan barang-barang yang lain. [musik] Dan yang menarik adalah kalau teman-teman perhatiin ini tuh posisinya di bawah daripada area luar tadi. Jadi lebih rendah untuk area ruang tamunya ini. Ini bisa kelihatan dari si kolam ikannya ini. Karena [musik] kolam ikannya tuh lebih tinggi daripada ee ruang tamunya ini. Karena tadi kan pasuk kita lewat rem yang turun itu kan. [musik] Dan jadi ini e ruang tamunya posisinya memang di bawah daripada area depan. Dan yang menarik adalah karena ada kolam ikan ini jadinya bisa dinikmati dua arah gitu ya. Kolam ikannya bisa dinikmati kalau duduk-duduk di luar tadi. Tapi kalau yang di ruang tamu ini duduk-duduk juga bisa menikmati [musik] kolam ikannya ini dari jendela gitu ya. Ada bukaan juga pastinya ada cahaya masuk juga di area ruang tamunya ini. Dan langsung kita menuju ke ruangan berikutnya. Ada apa lagi ya di rumah ini? Setelah ruang tamu, begitu masuk kita akan langsung disambut ada dua ruangan di sebelah sini, Teman-teman. Yang pertama adalah powder room. Ini eh powder room yang bisa digunakan oleh [musik] tamu yang datang, gitu, ya. Dan selain ke kamar mandi, selain ke toilet, tamu yang datang dan juga penghuni rumah sih sebenarnya bisa beribadah di sini karena di sini ada musala yang sudah disiapkan juga. Jadi memang [musik] disiapkanlah untuk beribadah baik untuk penghuni maupun tamu yang datang ke sini ya. Nah, tapi kalau mau salat wudunya di mana? Wudunya bukan di powder room ini. Jadi, wudunya [musik] di sebelah sini. Saya tunjukin ya. Jadi, wudunya adalah di sebelah sini teman-teman. Jadi ada ada keran gitu ya. Ada tempat wudu lah yang disiapkan di area outdoor overlooking langsung ke area taman yang ada di dalam. Jadi, benar-benar hah adem banget dan zen banget [musik] suasananya ya. Tapi kalau mau lihat tamannya lebih maksimal lagi, kita lihatnya dari dalam kali ya. Yuk. Nah, sekarang saya mau tunjukin living and dining areanya dari rumah ini. Konsepnya open plan aja, Teman-teman, ya. Dan di sebelah sini ada area nonton TV lah, ya. Bisa dibilang gitu dengan ee 3 seater sofa, tapi yang ukurannya besar. [musik] Kemudian ee TV-nya juga berukuran besar. Dan di sini kita bisa lihat ada ee floating table dari ee konkrit gitu ya dan juga ee dengan aksen dekoratif panel yang [musik] ada di bagian belakang TV-nya. Nah, kemudian di sebelah sini ini yang kita bahas tadi ya, yang kalau orang baru datang bisa ngintip dikit lewat sobekan yang ada di depan. Kalau di dalam rumah ini bisa puas karena langsung e menghadap ke taman [musik] ini dengan bukaan yang sangat besar dengan pintu yang bisa dibuka lebar banget. Jadinya kebayang dong teman-teman ini sirkulasi udaranya [musik] sebagus apa gitu ya. Dan ini bisa dibilang jadi jantungnya lah daripada si sirkulasi [musik] udara di rumah ini gitu ya. Ini adem banget. Kebayang [musik] kalau lagi duduk-duduk nonton TV atau lagi makan mungkin di e dining areanya ini enggak perlu [musik] pakai AC tetap bisa adem gitu karena ya itu sirkulasi udara dari taman yang ada di samping ini. [musik] Oke, sekarang kita ke dining areanya. Ada satu meja makan [musik] dengan bisa duduk sampai 1 2 3 4 5 6 sampai 7uh orang lah bisa duduk di meja makan ini [musik] ya. Terus ada preparing area di sebelah sini dengan berbagai kitchen appliances-nya. Ada microwave, oven, dispenser, kulkas gitu ya. Ada sink juga untuk nyiapin yang instan-instan lah ini ya. Masak mie gitu misalnya mie instan [musik] yang tinggal seduh bisa di sini nih di prepare-nya ya kan. Dan yang menarik juga dari preparing areanya ini adalah kalau dari tadi dari depan kan kita lihat warnanya apa ya? Bisa dibilang abuabu putih [musik] gitu ya kemudian coklat. Nah, ini ada satu warna yang menonjol di area di e preparing areanya ini yaitu warna hijau ini yang ada di ee kabinetnya. [musik] Yang ini memang sengaja di-request sama ownernya katanya. Jadi biar ada satu warna yang pop gitu, ada satu warna yang keluar [musik] dari rumah ini ya. Oke, ini adalah preparing area dan juga dining areanya dan ngebahas soal warna gitu ya. Kalau dari tadi di depan kan kita udah lihat warna-warna kayak ya itu putih, abu-abu, coklat. Nah, ini semuanya masuk banget menurut saya dengan pilihan [musik] tae yang ada di rumah ini. Jadi kalau teman-teman lihat ke bawah ini benar-benar looknya tuh clean, minimalis, bersih gitu ya. Dan ukuran tail ini kan 60* 60. Jadi bikin ruangannya [musik] juga makin berasa lega gitu. makin berasa lebar ya sesuai tema rumah ini ya. Oke, kita jalan-jalan lagi. Selanjutnya di sebelah sini yang menarik juga adalah ada satu jendela gede banget nih teman-teman yang bisa dibuka ya. Jadi [musik] kebayang dong di sisi sebelah sana tadi ada bukaan besar banget yang langsung mengarah ke taman. Jadi sirkulasi udara masuk. [musik] Di sebelah sini pun ada jendela besar yang bisa dibuka. Ada udara masuk juga jadinya terjadi silang gitu ya. Jadi terjadi cross ventilation [musik] di ruangan ini. Makanya ya itu udah enggak perlu AC lagi karena ya memang adem aja di [musik] ruangan ini. Dan ini kan kita bisa lihat nih agak undak-undakan sedikit nih. [musik] Ada tangga sedikit terus di sini ada ee yang lantainya dari panel kayu gitu ya. Ini sengaja memang didesain dan direquest juga sama ownernya [musik] gitu ya. Karena tujuannya adalah buat kalau misalnya keluarga pada datang gitu ya, teman-teman pada ngumpul terus banyak jumlahnya. Ini bisa duduk-duduk santai di sini, ini bisa jadi tempat duduk juga. Mau duduk kayak begini bisa, mau lesehan begini juga [musik] bisa gitu ya. Jadi buat apa ya kalau bahasa Sundaynya mah ngeriung gitu ya, ngumpul-ngumpul di rumah ini. Oke, sekarang saya mau tunjukin area garasinya. Ya, tadi kan kita baru lihat dari luar tuh bagian carboard-nya. Sekarang kita lihat garasinya [musik] yuk, bagian dalamnya. Nah, sekarang kita udah masuk di area garasinya nih, Teman-teman. Seperti yang saya bilang tadi ya, ee bisa muat sampai dua mobil. Kita bisa lihat di sini muat dua mobil dan di carport juga tadi bisa muat dua. Jadi, total sebenarnya bisa ada sampai empat mobil di rumah ini, [musik] gitu ya. Dan ini garasinya seperti ini. Dan kalau misalnya owner datang pakai mobil masuk parkir, flow-nya adalah berarti turun dari mobil owner bisa langsung masuk menuju ke main area melalui pintu yang ada di sebelah sini [musik] itu ke living and dining area yang kita sudah lihat barusan gitu ya. Nah, tapi kalau buat ee ART atau yang mau mengakses service area itu bisa melewati akses [musik] yang ini teman-teman. Nah, ini seperti yang saya bilang juga tadi di awal ya karena tantangannya kan ee berkontur gitu ya tanahnya. [musik] Makanya sama arsiteknya enggak mau dibikin bertangga-tangga, tapi diakalin dengan ramp. Lagi-lagi ini ada ramp yang turun menuju ke service area. [musik] Ini menurut saya sih talkful banget ya. Apalagi kalau area servis tuh kan urusannya bawa galon lah, bawa belanjaan gitu ya. Jadi kalau misalnya dibikin tangga kan mungkin agak pegal tuh ngangkatnya dengan dibikin rem kayak gini kan misalnya bisa dibawanya dengan pakai troli jadinya lebih enggak capeklah gitu ya. Dan ini e langsung menuju [musik] ke area service dan kita bisa lihat juga ada skylight di sini ya. Jadi tetap ada [musik] cahaya masuk di lorong menuju ke service areanya ini. Sekarang kita udah ada di area dapurnya nih teman-teman ya. Kalau tadi kan kita sempat lihat preparing areanya ya enggak terlalu besarlah [musik] berisi beberapa kitchen appliances. Nah, this is the real magic. This is where the real magic happens maksud saya ya. Karena ini adalah dapurnya [musik] dari rumah ini. Kita bisa lihat lebar banget ya. benar-benar eh panjang banget ini untuk e area dapurnya dengan kabinetnya juga lebih banyak storage-nya di sini ada sink [musik] yang untuk cuci piring, terus ada induction stove-nya juga dan yang menarik adalah ada jendela kecilnya nih di sini tuh bisa dilihat dan nah ini bisa [musik] dibuka jadi ya mungkin ala-ala kayak di restoran gitu kalau makanan udah ready tinggal pencet bel ting nanti diambil sama waiternya enggak ada yang tapi ini di rumah ya oke. Nah, ini kita sudah lihat area dapurnya. Di sebelah sini ada tangga, Teman-teman. Ada tangga memutar gitu ya. Tangga spiral dari besi. Ini tuh menuju ke area service yang ada di lantai du. Jadi, semuanya tuh ada di atas. Mau nyuci, mau jemur. Kamar mandi ART juga ada di atas. Torrent juga ada di atas, outdoor-outdoor AC juga ada di atas. Jadi untuk keperluan servis semuanya diakses melalui tangga spiral ini. Oke, sekarang kita lihat lantai du nya rumah ini kali ya untuk lihat kamar tidurnya, kamar anaknya. Yuk, sebelum kita naik ke lantai du saya mau tunjukin dulu. Jadi di area bawah tangganya ini dimanfaatkan untuk storage, Teman-teman. Jadi di sini ada [musik] satu lemari untuk penyimpanan. Terus ada beberapa rak dekoratif juga yang di sini sama owner difungsikan untuk naruh piala-piala, terus juga mainan-mainan gitu ya sebelum menuju ke tangga ke lantai dua. Nah, ini dia tangganya. Lantainya ee dengan panel [musik] kayu. Terus di sampingnya juga ini dengan material plat besi ya kita bisa lihat. Jadi yuk kita ke atas. Nah, naik ke lantai du kita akan langsung disambut sama bukaan untuk cahaya ini. Panjang banget, Teman-teman, untuk bukaannya. Bisa dibilang sepanjang lorong ini, gitu, ya. Dan kebayang kalau misalnya enggak ada bukaan untuk cahaya ini, bakal gelap banget area ini. Tapi karena benar-benar [musik] dibikin bukaan untuk cahaya jadinya terang. Dan kita bisa lihat juga tuh di sebelah sana ternyata tadi kan saya bilang pas di lorong service itu ada [musik] Skylight. Ternyata bukan Skylight doang, Teman-teman. Tapi ternyata ada bukaannya juga. Jadi enggak cuma cahaya yang bisa masuk ke area ee service [musik] yang ada di bawah di lorong tadi itu, tapi juga udara bisa masuk juga ke situ ya. Jadi rumahnya tetap e bright [musik] lah di semua sisi, terang gitu. Oke, sekarang kita sudah di lantai du dan saya mau tunjukin [musik] e kamar pertama yang ada di lantai dua ini. Yuk, masuk. Permisi. Nah, ini adalah kamar pertama yang kita lihat di lantai du ini. Ini sebenarnya difungsikan sebagai kamar anak, tapi karena anaknya [musik] masih kecil, masih tidur sama orang tua gitu ya, makanya untuk sementara ini difungsikannya tuh [musik] sebagai ruangan bermain anak lah. Dan yang menarik dari ruangan ini adalah ada balkonnya. ini adalah balkonnya dari ruangan ini. Jadi, eh bisa dapat sirkulasi udara masuk juga dan bisa nyantai-nyantai di sini juga pastinya untuk pemilik rumah gitu ya. Bisa menikmati udara, bisa menikmati suasana di sini. Oke, selanjutnya kita ke ruangan berikutnya. Ini ada dua [musik] kamar anak lagi, Teman-teman. Yang pertama yang ini, terus yang satu lagi yang ini. Tapi kita enggak bisa [musik] masuk ya karena anaknya lagi tidur. Jadi enggak boleh berisik. Oke, yuk kita lihat lagi. Nah, di sini ada [musik] apa ya? Bisa dibilang area kerja lah ya, area nyantai yang ada di lantai du karena dilengkapi TV juga. Di sini ada meja kerja ya. Jadi untuk [musik] e pemilik kerja atau nyantai-nyantai nonton TV Sang tidur bisa di sini. Dan ada jendela juga yang bisa dibuka jadi tetap ada sirkulasi [musik] udara masuk. Dari sisi situ ada jendela yang bisa dibuka. Dari sisi sini ada bukaan cahaya juga. Jadi tetap terang ya dari berbagai sisi. Jadi untuk lorong ini benar-benar [musik] enggak gelap sama sekali karena benar-benar ee bertabur cahaya gitu ya. Nah, di sebelah sini ada [musik] kamar mandi. Ini adalah kamar mandi yang akan dipakai oleh tiga kamar anak ini. Ini nuansanya lebih mix ya, Teman-teman. Karena perpaduan antara mozaik tiles [musik] kita bisa lihat dan juga batu alam. Ini untuk e lantainya dia pakai batu andesit sama kayak di carport [musik] tadi. Dan enggak cuman di e bagian lantai aja tapi di sisi-sisi dinding ini juga menggunakan batu [musik] andesit dan pemilihan batu andesit untuk armadi juga menurut saya bagus ya karena kan e kasar gitu permukaannya jadi enggak licin. Apalagi yang akan pakai kaadi ini adalah anak-anak gitu ya. Jadi menghindarilah [musik] kepeset atau apa karena lantai terlalu licin. Oke. Dan walaupun tidak ada [musik] bukaan cahaya alami tapi tetap ada bukaan untuk udara masuk teman-teman. Tuh ada ventilasi [musik] yang dibuat di dinding dengan bentuk yang unik ya. Karena ini kan kamar mandi anak. Jadi biar tetap karakter anaknya [musik] dapatlah dari sini. Oke, selanjutnya kita ke master bedroom. Ini adalah kamar utama yang ada di rumah ini ya. Kita bisa lihat [musik] bertabur cahaya juga. Banyak bukaan di berbagai sisi. Hampir di semua sisi bahkan ya. Di sisi sini ada, sisi sebelah situ ada, sisi sebelah [musik] sini situ juga ada. Dan untuk ee tempat tidurnya sendiri oleh arsitek diletakkan di [musik] posisi tengah agar untuk flow-nya biar enak gitu untuk mengelilingi ruangan ini gitu ya. dengan TV di sebelah sini. Dan kalau kita lihat juga di sini, saya buka [musik] dikit ya jendelanya biar kelihatan. Nah, ini tuh adalah second skin besi perforasi yang tadi kita lihat di depan di awal [musik] banget tadi itu ya yang jadi e karakter dari fasate rumah ini. Dan ini fungsinya juga kalau untuk master bedroom ini ya pastinya biar lebih ada privacy lah ya, biar enggak terlalu kelihatan ke jalan dan yang pasti [musik] buat mengurangi cahaya matahari yang masuk biar enggak terlalu kencang gitu ya. Jadi reduksinya ya dengan si besi perporasi ini [musik] gitu. Ini bisa dibuka juga jendelanya. Terus di sebelah sini juga [musik] ada bukaan cahaya. Bisa dibuka juga ya. Di sini ada bersih perforasi juga. Jadi kalau mau dibuka bisa. Ini dibuka bisa di situ juga kayaknya bisa. [musik] Dan di situ ada balkon. Saya lupa bilang tadi, balkonnya di sebelah sini nih. Nah, jadi balkonnya di sisi samping dari master bedroom ini. Jadi kalau butuh udara segar, pemilik tinggal keluar aja nyampai deh di balkon ini. Langsung bisa [musik] menikmati segarnya udara Bandung di pagi hari gitu ya. Balkonnya juga cukup lebar. [musik] Dan sekarang kita lihat area walking closet dan juga kamar mandinya. Tapi sebelumnya ini juga menarik nih karena posisi tempat tidurnya kan di tengah ya, Teman-teman. [musik] Jadi di sini tuh ada ee kayak meja panjang gitu ya. Bagian kepalanya tuh bisa difungsikan juga jadi meja panjang. Jadi kalau owner mau kerja di sini sebelum tidur juga bisa gitu. Ini bisa difungsikan jadi meja kerja juga. Jadi full sekali. Lanjut area wardrob. Ini dia walking closetnya dari rumah ini. Saya nyalain [musik] lampu kali ya agak terang. Nah, udah cukup terang belum? Udah. Ya, nih bisa kita lihat di sini e area e walking closetnya. Ada area R meja riasnya juga di sini. Lemari-lemari untuk menyimpan baju dan segala macam. Ada kaca besar juga. Dan kalau teman-teman perhatiin juga di area wardrop-nya ini tuh pakai HPL teman-teman ya. Dan mungkin tadi kalau ingat kita keliling ini tuh mirip dengan misalnya kayak storage yang di bawah tangga itu, terus juga area ruang tamu yang pertama kita datang tadi. E [musik] mejanya itu juga menggunakan HPL. Dan di sebelah sini adalah kamar mandi yang ada di master bedroom. Sama nih dengan kamar mandi anak tadi ya. e perpaduannya tetap e mozaic tiles dengan batu alam menggunakan batu andesit juga gitu ya pastinya untuk biar enggak licin. Tapi di sini bedanya dia ada partisinya lah gitu ya untuk biar enggak [musik] terlalu nyiprat-nyiprat keluar ketika mandi. Jadi area yang closet ini dan juga wasffel bisa lebih kering [musik] bisa tetap kering dan ada bukaan juga di situ. Ada bukaan sedikit untuk cahaya dan juga udara masuk jadi tetap sehatlah kamar mandinya gitu ya. Oke, Guys. Kayaknya udah semua ruangan kita kelilingin di rumah ini. Tapi saya pengin ngobrol lebih lanjut lagi nih [musik] sama arsiteknya. Habis ini kita akan ngobrol-ngobrol sama Mas Eko dari Studio E. Jadi, tonton terus. Bangunan ini tuh luas tanahnya di 283 m² dan luas bangunannya juga mirip di 280-an [musik] dengan dua lantai. Eh, jadi saya sama owner ini mm ini bukan projek pertama kami ee bekerja sama gitu. Eh, sebelumnya owner sudah pernah menghubungi saya untuk mengerjakan projek eh komersialnya. Dan berlanjut karena kecocokan mungkinnya dari komunikasi dan [musik] mungkin gaya desain eh owner menghubungi lagi untuk ee mendesainkan rumah tinggalnya. Eh, jadi owner waktu itu ngubungin ngabarin kalau dia dapat sepetak tanah di sini ee dengan ukuran yang tadi 283 [musik] m². Terus dikabarin kalau kondisinya tuh ternyata kontur dan lumayan e gap-nya [musik] dari muka jalan ke jadi turun ke belakang itu 2 man. Di sini lumayan eh tricky ya untuk lahan berkontur itu gimana [musik] supaya ruangan dalamnya tetap ee nyambung satu sama lain, flowy tanpa ada gap level yang kaget gitu ya. dan juga proporsi bangunannya dari depan tuh tampaknya gimana supaya enggak eh terlalu besar, terlalu masif di depan, tapi belakangnya juga tetap [musik] enak proporsi di ruang dalamnya gitu. Owner juga udah sebenarnya udah bawa eh draft denah sendiri. Dia udah tahu nih kebutuhan ruangannya seperti apa, penginnya ee organisasi ruangnya juga seperti apa. Terus dia ngasih ke saya, "Mit, tolong di utak-atik dong." Ee terus saya bilang, "Ya sebenarnya sih kalau ini kebutuhannya memang sudah seperti ini ya ee enggak apa-apa karena itu kan kebutuhan personalnya [musik] dia ya ee keluarganya mereka gitu. Jadi ya saya cuman ee ngebantuin ee gimana ruangan-ruangan di dalamnya tuh tetap e flow-nya enak terus dapat pencahayaan sama pengawaan alami. Yang saya lakukan adalah memisahkan bangunan ini dari dinding tetangga gitu. Jadi bangunan ini punya gap di kiri dan kanan supaya udara dan e cahaya bisa masuk ke dalam bangunan. Terus keuntungan kita juga berada di daerah tropis yang punya bisa mengakses outdoor 24/7 gitu. Jadi bukaan di lantai satunya saya buka eh saya buat besar-besar. yang lantai duanya juga semua ruangan, hampir semua ruangan dapat cahaya dan pengawahan alami. Gitu [musik] sih cerita menarik sedikit waktu saat konstruksi bangunan ini berjalan. Waktu itu sudah naik dinding di lantai du [musik] tiba-tiba dapat kabar kalau eh owner hamil anak ketiganya. Jadi awalnya desainnya hanya dua kamar anak dan satu master bedroom. Tapi di tengah jalan ada kabar gembira bahwa owner hamil lagi harus nambah satu kamar. Di situ e proses konstruksi di stop dulu dan terjadilah revisi desain untuk nambah satu kamar lagi. Jadi sekarang kondisi terbangunnya ada tiga kamar anak dan satu master bedroom. Secara struktural juga ada permainan cantroom-nya. Emm karena [musik] luasan yang ya sebenarnya tidak terbatas tapi ya itu tadi nambah jumlah kamar [musik] kita harus majuin e kamarnya ke depan tambahkan lever eh karena itu area tidur jadi di fasad utama ditutup second skin pakai perforated metal untuk ee menjaga privasi owner juga menghalau eh sinar matahari yang terlalu terik masuk ke dalam bangunan gitu. Durasi desainnya sendiri itu kira-kira 6 bulan. Konstruksinya mungkin hampir setahun ya, sempat ada pospon sebentar tapi [musik] ya habis itu lanjut lagi. Ee untuk portofolio dan kontak bisa cek di Instagramnya @studioe e banyak.

Lihat di YouTube