Tes 10 Kipas Pendingin Portable MURAH, Mana Yang Terbaik? (YouTube Video)
Lagi panas-panasan di kamar kos, atau macet-macetan di jalan, atau mungkin lagi di luar rumah dan gerah banget lah ya. Kipas angin [mendengus] portable sekarang udah jadi salah satu barang yang wajib banget dibawa orang kemana-mana ya. Tapi coba deh kalian buka marketplace dan ketik kipas portable, hasilnya bakal ribuan dari harga belasan ribu sampai jutaan ada tuh ya. Semua ngaku yang paling kencang, paling awet baterainya, paling senyap suaranya. Masalahnya klaim di marketplace itu gampang banget ditulis, tapi ya belum tentu sesuai dengan kenyataan kan. Nah, kita juga penasaran di sini ya sebenarnya dari sekian banyak kipas portable yang beredar, mana yang cuman klaimnya aja yang manis. Itu sebabnya video ini kita buat dan kita mengumpulkan 10 kipas angin portable dari berbagai rentang harga. Kita uji kecepatan anginnya, tingkat kebisingan, daya tahan baterai sampai kecepatan charging-nya. Nah, di akhir video kita bakal tahu kipas mana yang paling worth it dibeli sesuai dengan kebutuhan kalian dan semuanya kami pilihkan yang murah-murah ya. Semuanya di bawah 300 ribu rupiah. Oke, sebelum masuk ke pengujian kita unboxing dulu satu-satu 10 kipas ini ya, sekaligus lihat desain dan spek singkatnya. Kita urutkan dari harga terendah sampai yang paling tinggi dan semuanya kita pilih yang pakai USB-C. Kita mulai dari yang pertama, Keep Fan 08. Harganya 49 ribu aja ya, baterai 500 mAh dan diklaim bisa tahan 3 jam. Bobotnya cuman sekitar 50-an gram doang. Dia punya tiga level kecepatan. Kita pilih ini karena harganya murah, bentuknya kecil dan merek Keep ini udah cukup oke ya di dunia pergadget-an ya. Kipas kedua, Bravhom eh atau Brauhom, manalah terserah namanya nih apa ya, BLFN 16 Pro. Kalau kita lihat di halaman produknya ini ada tiga varian, reguler, pro dan max. Bisa lihat di tabel berikut ini untuk melihat bedanya ada di mana. Ada yang punya fitur aromaterapi, ada yang lampu, power bank dan lain-lain ya. Kalau untuk pendinginannya yang paling beda tuh yang max karena sudah pakai teknologi peltier. Kalau yang pro dan reguler itu pakai kipas biasa. Setelah diskusi dengan tim, kita putuskan untuk beli yang model pro saja karena harganya 54.000 saja. Baterai 3.600 mAh dan di halaman produk ini enggak ada klaim bisa tahan berapa jam ya. Bobotnya cuma di kisaran 131 gram dan dia punya tiga level kecepatan. Kita pilih ini karena multifungsi, enggak cuma sekedar kipas dan harganya juga masih tergolong murah. Yang ketiga, Good Milli High Speed Turbo Digital Display Panjang Amat Amat. Harga 55.000 ya. Nah, kalau baterainya ini lucu ya. Kalau kita lihat judul produknya tertulis 50.000 mAh, buset. Kalau kita lihat deskripsinya beda lagi tertulis 30.000 mAh. Daya tahannya diklaim sampai 3 ke 12 jam gitu ya. Ya sudahlah terserah mau berapa mAh, kita enggak ngetes itunya. Kita ngetes daya tahan saja langsung entar ya. Bobotnya di kisaran 123 gram, dia punya lima level kecepatan. Nah, ini kita pilih karena angka yang tertulis itu fantastis. Walaupun ya kita tahulah ini clickbait sebetulnya ya. Tapi kita penasaran saja beneran bagus atau tidak. Lanjut yang berikutnya, kipas nomor 4, King Lucky SA 11. Namanya lucu-lucu ya. Harganya 66.000 saja. Baterai 15.000 mAh. Diklaim bisa sampai 10 jam untuk level kecepatan di 20. Bobotnya di kisaran 131 gram. Dia punya 150 level kecepatan. Nah, ini kita pilih karena kapasitas baterainya besar dan masih di angka yang menurut kami masuk di akal lah ini ya. Lanjut, kipas nomor 5, Zivoka. ZFS 36. Harga naik dikit, 87.000. Belum cepek, belum. Baterai lagi-lagi kurang konsisten ya. Eh, di judul tertulis 8.000 mAh, di deskripsi produk 6.000 mAh. Ayolah yang benar dikitlah yang benar yang benar. Untuk ketahanan diklaim bisa sampai 2 setengah jam. Bobotnya di kisaran 80 gram. Dia punya enam level kecepatan. Ini kita pilih karena bentuknya yang mungil dan desainnya menarik serta kalau dilihat dari review-nya katanya ini kecil-kecil cabe rawit. Oke, lanjut yang nomor 6, King Lucky Portable Mini A228. Nah, ada sedikit catatan ya di sini ya. Nah, nama produknya itu agak kurang konsisten. Di halaman produk tulisannya adalah A228, tapi setelah sampai kami tulisannya beda lagi. Di boks tertulis SA22. Aduh, pusing banget. Jadi, nanti di video ini biar gampang teks namanya kita tampilin dua-duanya saja dah ya, langsung ya, biar gampang ya. Semoga admin tokonya bisa lebih konsisten soal penulisan nama produk atau mungkin yang bikinnya yang lebih konsisten sama nama produk ya. Lanjut, kita harganya berapa? 128.000 yang ini. Baterai katanya 6.000 mAh. Diklaim tahan 30 sampai 50 jam. Bobotnya 271 gram. Dia punya apa? 100 level? Enggak, 199 level kecepatan. Ini kita pilih karena klaim baterainya yang fantastis bisa nyala lebih dari seharian non stop atau gimana tuh? Makanya kita penasaran ya. Lanjut, nomor 7. Duster Blower Mini Turbo Jet Fan. [mendengus] [tertawa] Namanya generic banget dan enggak ada mereknya juga ya. Di sana juga generic, banyak yang modelnya terlihat sama dengan harga yang variatif di sini ya. Yang ini yang kita ambil harganya 166.000. Baterai katanya 6.000 mAh. Diklaim tahan 10 jam. Bobotnya 179 gram. Ada 5 level kecepatan. Ditambah ada satu mode turbo dengan menekan tombol khusus yang bikin anginnya bisa kencang banget. Ini kita pilih karena klaimnya fantastis banget kecepatan anginnya katanya bisa 53 m/s. Daya nya 50 watt dan daya tahan baterai nya sampai 10 jam. Apa iya? Kita tes nanti. Kipas ke-8. Saya selalu bingung soal namanya satu ini ya. Gujodok, Gojodok. Padahal ini nama terkenal loh sebenarnya, cuman saya kenapa enggak belajar menyebutkan namanya ya? Itulah pokoknya ya. GFS021. Harga 175.000. Baterai 3.000 mAh. Ini kayaknya benar nih. 175.000 baterai 3.000 nih ya. Diklaim tahan sampai 10 setengah jam di level 1. Wah, ini kayaknya benar nih. Bobotnya di kisaran 165 gram. Ini kita pilih karena bentuknya unik dan punya fitur jepitan. Kalau dari gambar produknya, kita bisa jepit di celana lalu kipasnya bisa menghadap ke badan kita. Jadi, kita enggak perlu pegangin terus-terusan. Bagus nih ya. Lanjut nomor 9. Masih Goojodoq lagi. Benar enggak sih namanya? Okelah. GFS009. Ini harganya naik ya 229.000. Kalau dipegang ini cukup terkesan kita ya dengan kualitas cetakan. Materialnya dari besi yang solid gitu ya. Ini bahkan mirip dengan yang sebelumnya kami review yang harganya sekitar empat kali lipat lebih mahal. Baterai 6.000 mAh diklaim bisa tahan kisaran 2 sampai 12 jam tergantung level penggunaannya. Bobotnya lumayan berat ya 315 gram. Dalam paket penjualannya dilengkapi dengan beberapa nozzle juga. Ini kita pilih karena mirip dengan yang pernah kita review tapi kok harganya jauh banget bedanya. Jadi, kita penasaran saja ya nyobain satu ini ya. Yang nomor 10, Jamai Ultra High Speed kipas angin portable 3 in 1. Panjang ya. Okelah ya. Harga 270.000. Baterai 6.000 mAh diklaim tahan 1 sampai 3 jam doang. Loh, kok gitu ya? Bobotnya kisaran 241 gram. Dilengkapi dengan beberapa nozzle bahkan ada nozzle untuk mompa juga. Nah, ini kita pilih karena desainnya terlihat keren dan multifungsi. Nah, kurang lebih seperti itu ya sekilas dari 10 kipas ini. Kita tahu ini agak random sebetulnya ngambilnya tapi ya sudahlah ya ini sekalian kita mau tes kipas-kipasnya seperti apa, ngetes kemampuan reviewer-nya juga yang ngetes-ngetes gitu seperti apa juga sebetulnya ya. Kita bikin random saja. Sekalian ngetes kemampuan penulis skrip ini apakah sukses membagi antara kipas-kipas random ini. Gua mah ngelihat saja hasilnya gitu. Nah, yang nulis ketawa-ketawa di belakang tuh ya. Oke, kita langsung masuk ke pengujiannya. Pertama, pengujian kecepatan angin. Kita akan ukur pakai anemometer. Keburu dibeli, langsung dipakai terus ya di dua jarak yaitu 30 cm dan 10 cm dari kipas di mode kecepatan maksimal. 30 cm ini mewakili jarak dari tangan ke area wajah dan 10 cm ya mungkin jarak terdekatlah ya untuk lihat klaim-klaimannya masuk apa enggak. Selain itu, melalui kesepakatan tim secara internal kami menentukan target ideal speed yang nyaman dirasakan tubuh itu ada di kisaran 3 m/s untuk jarak 10 cm. Nah, itu juga cari tahu ya, di setting level berapa masing-masing kipas ini bisa mencapai angka 3 m/s itu. Mungkin enggak akan sama persis ya, tapi paling enggak kita coba cari yang paling mendekati. Ini penting untuk disamaratakan dulu karena untuk mencapai kecepatan angin yang sama, pengaturan level kipasnya bisa beda-beda di tiap produk ya. Ada yang level 1 sudah kencang, ada yang level 100 masih angin sepoi-sepoi saja gitu ya. Nah, dalam sebuah metode pengujian, target ideal ini adalah sebuah standar supaya kita bisa melakukan perbandingan. Kalau kita membandingkan antara kipas, kita wajib ngatur kecepatan angin di level yang sama atau minimal ya rasanya yang sama ya, bukan cuma levelnya. Enggak, 1% semua 1% 1% beda-beda. Oke, berikut adalah hasil pengujian kecepatan angin dari ke-10 kipas kita ini tadi ya. Kita bisa lihat ada satu anomali di mana Duster Blower Mini Turbo Jet Fan panjang amat. Level 1 saja sudah 4,1 m/s ya. Sudah kekencangan ya. Dan ada juga kipas Good Milli yang sudah disetting kecepatan mentok tapi belum sampai 3 m/s. Tapi paling enggak sudah mendekatilah 3 m/s ya. Nah, karena datanya banyak ya, agak hati-hati ya dalam membaca data dari hasil tes ini. Kita coba bantu jelasin dikit ya. Yang menurut kami paling bagus adalah yang bisa mencapai target kecepatan ideal dengan setting power serendah mungkin, artinya efisien. Contohnya seperti Duster Blower Mini ya, yang tadi ya. Lalu Goojodoq yang GSF009. Kemudian ada Zivoka ZFS36 dan ada Jamai Ultra ya. Setting level 1-nya saja sudah mencapai target ideal kami. Tapi punya kecepatan lebih tinggi bukan berarti otomatis pasti lebih bagus secara keseluruhan. Kita masih perlu lihat pengujian lain ya. Kipas seperti Jamai Ultra dan Duster Blower Mini itu punya mode khusus yang namanya mode turbo. Ini membuat anginnya bisa kencang banget ya. Kita perlu tekan dan tahan tombol khususnya untuk mengaktifkan mode turbonya. Kita juga sertakan data hasil tesnya untuk pengujian yang ini saja. Untuk perbandingan lainnya kita tidak pakai mode turbo ini. Untuk mencari target speed ideal kita tidak menggunakan nozzle seperti yang ada di Jamai dan Gojo Dok tadi ya. Oke, sudah lihat ya mana yang terluang efisien dari daftar ini. Nah, sekarang kita perlu cek hasil tes berikutnya, noise levelnya ya. Nah, kipas kencang itu enak tapi kalau berisik banget ya ganggulah. Apalagi kalau dipakai buat belajar, buat tidur gitu ya. Ya ganggulah. Teman sebelah juga ganggu. Makanya kita ukur juga tingkat kebisingannya pakai sound level meter di dua kondisi berbeda, yaitu di kecepatan maksimal speed-nya ya di 30 cm dan ideal speed yang tadi kita tetapkan di 3 m/s jaraknya juga 30 cm. Untuk lokasi pengukuran kita ukur di ruang studio podcast kami yang cukup kedap suara jadi mengurangi potensi noise atau kebisingan dari sumber lain yang biasanya tidak bisa kita kendalikan. Kenapa kita ukur di ideal speed juga bukan cuma di speed max saja? Karena kembali lagi kebanyakan orang enggak akan selalu pakai kipas di level maksimal. Apalagi kalau level maksimalnya sudah bisa buat bersihin debu gitu ya. Enggak enggak pantas itu. Jangan ya. Jadi kita mau tahu di kecepatan yang paling nyaman sehari-hari seberapa berisik sih kipasnya. Nah, lalu kenapa 30 cm? Karena ini mewakili jarak kipas ke telinga saat kita menggenggam kipasnya kan sekitar begini gitu ya, sekitar 30 cm, sekitar ya. Dan tim kita juga sepakat ya bahwa kita ngambil 30 cm lah ya. Oke, langsung saja lihat hasil pengukuran kebisingannya. Kebisingan tertinggi dicapai oleh duster blower mini turbo jet fan. Hah. Ya, namanya juga sudah begitu ya. 72 desibel untuk max speed dan 64 desibel untuk ideal speed. Kencang banget. Info buat info saja ya, ruang podcast itu 29 sampai 30 desibel itu di bawah kebisingan normal ya. Normal itu mungkin yang kalian bilang agak tenang itu 40 sampai 50 gitu ya. Ruang podcast itu memang lebih rendah memang ya. Lalu kemudian ada Jamai Ultra yang hasilnya adalah 68 desibel untuk maximum speed dan 59 desibel untuk ideal speed. Jadi mesin motornya memang cukup berisik ya untuk kedua kipas ini. Kebisingan terendah di kecepatan maksimum itu ada di King Lucky SA-11 di 53 desibel disusul oleh Zivoka ZFS-36 dengan 58 desibel. Lalu enggak jauh beda ada Good Milik dengan 59 desibel. Ini kalau sudah 50-an desibel ya kalau agak berisik dikit ruangannya ya sudah enggak kedengaran suaranya sih. Lanjut sekarang yang paling penting daya tahan baterainya. Kita uji dari kondisi baterainya penuh sampai benar-benar habis dan kita lakukan di tiga mode berbeda maximum speed, ideal speed dan lowest speed ya. Kenapa kita uji juga di lowest speed? Ya biasanya brand kipas itu buat klaim yang fantastis mengenai baterainya itu ya misalnya dibilang tahan 20 jam itu potensi maksimumnya jadi di kecepatan terendah ya. Makanya untuk tahu apakah benar ada tuh nyampe segitu. Nah kita juga tes ya. Oh ya kalau ada yang nanya apakah kita tes nya kita pantengin satu-satu begini? Tentu tidak kan kasihan yang ngetes. Kita dibantu sama security kamera kita ya jadi kita bisa lihat di jam berapa kipas mulai dites dan jam berapa baterainya habis. Setiap kipas kita tempelin tisu sebagai indikator hidup atau tidaknya si kipas. Berikut hasil pengujian baterai dari full sampai habis. Ya baterainya si Duster Blower terlihat paling cepat habis tapi perlu diingat ya level kecepatannya memang beda dia yang paling kencang. Level satunya sudah lebih kencang dari yang lain dan di saat yang lain lebih dari satu jam yang ini cuman bisa 50 menit saja. Sementara itu untuk baterai terawet ada di King Lucky Portable Mini ini mendominasi cukup jauh ya dengan 26 jam 10 menit di ideal speed bahkan bisa 5 jam 21 menit di maksimum speed. Luar biasa luar biasa. Sayangnya berat saja ya dia ya. Maximum speed nya bahkan bisa mengalahkan durasi lowest speed dari kipas yang lain. Itu yang 26 jam juga sadis sih ya, nunggunya kelamaan di kita. Oh ya, tadi 26 jam itu di ideal speed ya, di lowest speed itu tahannya 41 jam 49 [tertawa] menit. Ini bahkan melebihi klaim mereka yang 30 sampai 50 jam. Ya, paling enggak benarlah di dalam 30 sampai 50 jam. Kita enggak nemu deh yang sampai 50 jam sih, enggak nemu. Tapi 30-nya aja sih udah terlampaui ya. Nah, dari hasil tes ini kita jadi tidak perlu pusing lagi soal angka mAh dan info spesifikasi produk ya sebetulnya ya. Ada yang nulis 30.000 mAh, terserah. [tertawa] Ada yang mau nulis belasan ribu mAh, terserah gitu. Untuk membuktikan kapasitasnya enggak perlu bongkar-bongkar ya, enggak penting gitu ya. Mau dia taruh 100.000 mAh atau 1 mAh di sini, bodo amat ya. Awet ya awet aja udah gitu. Yang penting hasil tesnya seperti apa, ya enggak? Oke, selain daya tahan, kecepatan charge-nya juga penting ya, apalagi kalau kipasnya sering dipakai keluar rumah nih ya. Di pengujian kita kita ukur berapa watt maksimal input charging yang diterima masing-masing kipas menggunakan power meter. Sekarang kita coba logging pakai power meter ini untuk melihat durasi charging dari awal sampai penuh. Nah, berikut hasilnya. Kipas yang bisa menerima paling rendah itu ada di Keep Fan 08. Yang paling tinggi ada di King Lucky Portable Mini di kisaran 9,6 watt. Untuk durasi charging itu bervariasi dari kisaran 1 jam sampai ada yang 5 jam. Paling cepat penuh tuh ada di Duster Blower yang cuma butuh 1 jam. Tapi di satu sisi performa baterai juga yang paling cepat habis. Yang paling lambat ada di King Lucky A228, 5 jam 30 menit. Kayak enggak ngisi-ngisi ya. Tapi karena baterainya yang bisa sampai puluhan jam, ya harusnya wajar-wajar aja sih sebetulnya. Ya kan lu ngisi 5 jam itu setelah eh 24 jam lebih dipakai loh. Sedangkan yang lain itu butuh waktu mirip-mirip ya, sekitar 3 jam untuk ngisi. Jadi untuk kipas seperti ini sebaiknya charging-nya itu ditinggal tidur dengan charger yang kecil-kecil aja lah ya. Lanjut pengujiannya lagi ya ke suhu kerja. Kipas yang dipakai berlama-lama itu biasa suhu permukaan body-nya itu akan naik ya. Biasanya eh mungkin karena motornya kerja keras atau karena suhu ruangannya sendiri memang panas ya. Nah, buat ngukurnya kita coba tes semua kipas itu berbarengan di ruangan dengan suhu yang sekitar 32 derajat Celcius. Kita nyalakan setiap kipas selama 10 menit di kondisi kecepatan maksimal. Soal suhu ini memang agak tricky ya. Kita tidak bisa melihat cuma dari angka tertinggi atau terendah saja. Posisi titik panas juga mempengaruhi pengalaman pakainya. Kalau kalian nemu suhu 50 derajat Celcius tapi di mesinnya dan bukan di pegangannya, sementara di pegangannya itu di gagangnya cuma 30-an derajat Celcius, ya aman-aman saja sebetulnya tangan kita ya. Tapi kalau suhunya 43 derajat Celcius cuma di genggaman tangan kita, ya pasti tangan kita kepanasan. Jadi kita akan sertakan kedua hasil pengujian di tabel ini. Ada suhu titik terpanas dan ada juga suhu di titik genggaman seperti apa. Nah, di sini ada anomali yang kita ukur di menit ke-6 karena baterainya cuma tahan 6 menit ya yang Duster Blower kuning satu ini ya. Suhunya cukup tinggi di kisaran 42 derajat Celcius untuk titik terpanasnya ya sayangnya ya. Bagian ini juga merupakan area area genggaman. Untuk suhu paling rendah kita dapatkan di kipas Good Milly yang suhunya cuma 37 derajat Celcius. Suhu tertinggi yang lainnya ada di Zivoka yang titik terpanasnya bisa sampai 65 derajat Celcius tepatnya di bawah tombol power. Sayangnya suhunya kurang menyebar dan ini kurang sehat saja untuk mesinnya sendiri, bukan buat kitanya sebetulnya ya. Yang paling impresif menurut kami adalah Go Jodok yang GFS009. Suhu tertingginya hanya 39 derajat Celcius ditambah penyebaran suhunya adalah yang terbaik dari semua kipas yang ada di sini. Nih faktor body-nya juga ya, bahannya metal ya. Perlu diperhatikan kalau kita pakai kipasnya outdoor siang hari terik mungkin bisa lebih panas lagi. Kalau dirasa suhu body-nya sudah bikin kulit perih, jangan dipaksa nyala terus-terusan. Oke, lanjut lagi. Selain performa dasar seperti yang kita uji tadi, beberapa dari kipas ini juga dibekali fitur-fitur tambahan yang menjadi nilai plus tersendiri. Contohnya Go Jodok yang GFS009 dilengkapi dengan dua pieces nozzle yang pipih ini ditujukan untuk bersihin debu dan yang berbentuk corong ditujukan untuk mompa pelampung ya, tapi saat kami coba untuk mompa pelampung kurang efektif sepertinya tergantung dari lubang pelampungnya juga mungkin ya. Lalu Jame Ultra, dia juga punya nozzle ada tiga tipe, ada yang untuk mompa pelampung, satu untuk bersihin debu, tapi uniknya kedua nozzle ini sama-sama berhasil memompa pelampung kami. Lalu dia punya nozzle satu lagi yang lubangnya lebih besar, ini lebih untuk blower. Selain itu kipas ini juga bisa dijadikan sebagai powerbank dengan output sekitar 10 watt. Kalau bukan untuk emergency banget sih kami agak kurang menyarankan pakai dia untuk powerbank sebetulnya ya. Selain itu Jame ini juga punya lampu LED yang bisa berganti-ganti warna. Enggak bisa disebut senter sih ya, lebih ke ambient light mungkin ya. Lanjut untuk kipas Braf Home atau Brau Home ya yang juga bisa jadi powerbank dengan output sekitar 5 watt, tapi ini juga kita kurang bisa sarankan ya. Baterai cuma 3.600 mAh dan harga cuma 60.000. Sayang HP-nya ya. Lalu Duster Blower yang kuning, ini juga punya fitur senter di sini. Fitur-fitur ini memang tidak selalu jadi penentu utama, tapi bisa jadi pertimbangan tambahan tergantung kebutuhan kalian masing-masing. Oke, itu tadi ya hasil pengujian random kita terhadap 10 kipas random ya yang portable. Dari semua kipas yang kita kumpulkan sekarang kita coba kasih kesimpulannya. Kita bakal kasih penghargaanlah ya di tiga kategori berikut. Kategori pertama value for money. Ya, ini bukan yang artinya yang paling murah, tapi dengan apa yang kita bayar kita dapat banyak kemampuan yang berguna. Untuk yang satu ini kita bisa pilih Go Jodo GFS009. Hal yang perlu diperhatikan cuman ukurannya aja agak besar, jadi belum tentu muat kalau tas kalian memang super kecil kayak tas-tas clutch-nya cewek-cewek ini ya. Tapi dari segi yang kita dapat kita bisa lihat body-nya solid dan premium, pilihan warna yang keren-keren, di level satu aja kipas sudah kencang, baterai juga memang bukan yang paling awet, tapi dari 10 kipas Go Jodo ini ranking tiga ya dengan daya tahan 4 jam di ideal speed. Ini penggunaan non stop loh ya. Lalu dia juga sudah dilengkapi dengan nozzle multifungsi, sudah dapat lanyard dan pouch juga. Penyebaran panas dari mesinnya itu sangat baik karena body metalnya. Lanjut, kategori kedua, baterai paling awet. Ya, kan ada yang nyari yang paling awet aja yang penting ya. Untuk daya tahan baterai paling awet terutama di ideal speed yang paling relevan untuk penggunaan sehari-hari, kategori jatuh ke King Lucky Portable Mini dengan daya tahan baterai sampai 26 jam untuk ideal speed bahkan bisa sampai 42 jam di lowest speed, luar biasa. Kategori ketiga, favorit tim Jagat. Nah, ini subjektif ya, ini preferensi kami nih setelah pakai ke-10 kipasnya selama masa pengujian. Pilihan kami jatuh ke Zifocal ZFS36, baterainya tidak tergolong buruk ya, masuk rata-rata di 3 jam lah. Yang paling kami suka itu adalah harganya yang enggak mahal. Masih di bawah 100 ribu, bodinya sangat kecil jadi gampang dibawa-bawa, kecepatan angin di level satunya aja udah cukup powerful dan tidak terlalu berisik juga. Ini kipas yang dengan keseimbangan yang bagus banget menurut kami. Jadi itu dia hasil lengkap pengujian 10 kipas portable kali ini. Semoga video ini bisa membantu kalian nentuin kipas mana yang cocok dengan [mendengus][berdehem] kebutuhan kalian. Jangan jadi jangan cuma ikut-ikutan klaim di marketplace aja ya. Kita sangat tahu banget bahwa pengujian kali ini belum bisa menjangkau semua kipas yang ada di pasaran. Jadi kalau ada ada award-awardan kecil-kecilan itu untuk semua yang kita beli kemarin. Bukan semua kipas dari pasaran dari tapi dari semua yang kita uji. Dan sebetulnya itu pun masih bisa ditambah-tambah lagi. Mau yang paling unik yang bisa ngipasin dalam bodi juga ini juga bisa gitu ya si Gojo ini juga lucu gitu ya. Atau mungkin eh mau kipas yang kalau dibeliin ke pasangannya enggak enggak bikin pasangannya bingung itu merek apa? Udah tahu dong kalau mereknya Keep kecil gitu ya, bisa juga. Jadi tergantung kebutuhan kalian, tergantung preferensi kalian tapi yang jelas di sini kita kasih datanya semua gitu ya. Jadi semoga eh video ini bisa dijadikan referensi tapi jangan jadi acuan yang absolut. Apa yang menurut kami bagus ya itu berdasarkan dari pengujian yang sekarang aja ya. Kita enggak tahu kalau batch berikutnya berubah atau gimana ya bisa beda-beda. Oke, kalau gitu tulis kolom komentar bagaimana menurut kalian tentang pengujian model kayak begini perlu diterusin atau enggak usah diterusin aja kita balik lagi nge-review laptop dan handphone dan yang lain-lain aja. Sejujur soalnya ini random banget. Anyway, terima kasih semua yang sudah nonton. Tulis di kolom komentar ya, seperti apa pendapat kalian.
