Jungkat

Tes 10 Kipas Pendingin Portable MURAH, Mana Yang Terbaik? (YouTube Video)

  • 30/08/2026

lagi panas-panasan di kamar kos atau macet-macetan di jalan atau mungkin lagi di luar rumah dan gerah banget lah ya. Kipas [mendengus] angin portable sekarang udah jadi salah satu barang yang wajib banget dibawa orang ke mana-mana ya. Tapi coba deh kalian buka marketplace dan ketik kipas portable. Hasilnya bakal ribuan dari harga belasan rib sampai jutaan. Ada tuh ya. Semua ngaku yang paling kencang, paling awet baterainya, paling eh senyap suaranya. Masalahnya klaim di marketplace itu gampang banget ditulis. Tapi ya belum tentu sesuai dengan kenyataan kan. Nah, kita juga penasaran di sini ya sebenarnya dari sekian banyak kipas portable yang beredar mana yang cuman klaimnya aja yang manis. Itu sebabnya video ini kita buat dan kita mengumpulkan 10 kipas angin portable dari berbagai rentang harga. Kita uji kecepatan anginnya, tingkat kebisingan, daya tahan baterai, sampai kecepatan chargingnya. Nah, di akhir video kita bakal tahu kipas mana yang paling worthed dibeli sesuai dengan kebutuhan kalian. Dan semuanya kami pilkan yang murah-murah ya, semuanya di bawah Rp300.000. Oke, sebelum masuk ke pengujian kita unboxing dulu atu-atu 10 kipas ini ya. Sekaligus lihat desain dan spek singkatnya. Kita urutkan dari harga terendah sampai yang paling tinggi dan semuanya kita pilih yang pakai USBC. Kita mulai dari yang pertama. Kip 08. Harganya Rp49.000 aja ya. Baterai 500 mAh dan diklaim setan 3 jam. Bobotnya cuman sekitar 50-an gram doang. Dia punya tiga level kecepatan. Kita pilih ini karena harganya murah, bentuknya kecil, dan merek KIP ini udah cukup oke ya di dunia pergadgetan ya. Gas kedua Brave Home. E atau brow home manalah terserah namanya nih apa ya. BLFN 16 Pro. Kalau kita lihat di halaman produknya ini ada tiga varian reguler pro dan Max. bisa dilihat di tabel berikut ini untuk melihat bedanya ada di mana. Ada yang punya fitur aroma ada yang lampu, powerbank dan lain-lain. Ya, kalau untuk pendinginannya yang paling beda tuh yang max karena udah pakai teknologi peltier. Kalau yang pro dan reguler itu pakai kipas biasa. Setelah diskusi dengan tim kita mutuskan untuk beli yang model pro aja karena harganya Rp54.000 aja, baterai 3.600 mAh. Dan di halaman produk ini enggak ada klaim setan berapa jam ya. Bawa-botnya cuma dikisaran 131 gr dan dia punya tiga level kecepatan. Kita pilih ini karena multifungsi enggak cuma sekedar kipas dan harganya juga masih tergolong murah. Yang ketiga, good milly high speed turbo digital display panjang sama harga Rp55.000 ya. Nah, kalau baterainya ini lucu ya. Kalau kita lihat judul produknya tertulis 50.000 mAh. Buset. Kalau kita lihat deskripsinya beda lagi. Tertulis 30.000 mAh. Datanya diklaim sampai 3 ke 12 jam gitu ya. Ya udahlah terserahlah mau berapa mAh. Kita enggak ngetes itunya. Kita ngetes T tahan aja langsung entar ya. Bobotnya ada kisaran 123 gr, dia punya 5 level kecepatan. Nah, ini kita pilih karena angka yang tertulis tuh fantastis. Walaupun ya kita tahulah ini clickbait sebetulnya ya. Tapi kita penasaran aja beneran bagus atau tidak. Lanjut yang berikutnya kipas nomor 4 King Lucky SA11 namanya lucu-lucu ya. Harganya Rp66.000 aja. Baterai 15.000 mAh. Diklaim saya nyampai 10 jam untuk level kecepatan di 20. Bobotnya dikisaran 131 gr. Dia punya 150 level kecepatan. Nah, ini kita pilih karena kapas baterainya besar dan masih di angka yang menurut kami masuk di akal lah ini ya. Lanjut kipas nomor 5 Zoca. Hmm, aneh lagi nih ZFS36. Harga naik dikit Rp87.000 belum cepek belum. Baterai lagi-lagi kurang konsisten ya. Di judul tertulis 8000 mAh. Di deskripsi produk 6.000 mAh. Ayolah yang benar dikitlah yang mana yang benar ya. Untuk ketahanan diklaim bisa nyampai 2,5 jam. Bawa dikitar 80 gr. Dia punya 6 level kecepatan. Ini kita pilih karena bentuknya yang mungil dan desainnya menarik. Serta kalau dilihat dari review-nya katanya ini kecil-kecil cabe rawit. Oke, lanjut yang nomor 6. King Lucky Portable Mini A228. Nah, ada sedikit catatan ya di sini ya. Nah, nama produknya itu agak kurang konsisten. Di halaman produk tulisannya adalah A228. Tapi setelah sampai kami tulisannya beda lagi. Di box tertulis SA2. Aduh, pusing banget. Jadi nanti di video ini biar gampang teks namanya kita tampilin dua-duanya aja dah ya. Langsung ya biar gampang ya. Semoga admin tokonya bisa lebih konsisten soal penulisan nama produk atau mungkin yang bikinnya yang lebih konsisten sama nama produk ya. Lanjut kita harganya berapa? Rp18.000 yang ini. Baterai katanya 6.000 mAh. Diklaim setan 30 sampai 50 jam. Bobotnya 271 gr. Dia punya apa? 100 level enggak. 199 level kecepatan. Ini kita pilih karena klaim baterainya fantastis nyala lebih dari seharian. Nonstop atau gimana tuh? Makanya kita penasaran ya. Lanjut nomor 7 Duster Blower Mini Turbo Jetfanya [mendengus] [tertawa] generic banget dan enggak ada mereknya juga ya. Desainnya juga generik. Banyak yang modelnya terlihat sama dengan harga yang variatif di sini ya. Yang ini yang kita ambil harganya Rp16.000. Baterai katanya 6.000 mAh diklaim tahan 10 jam. Bobotnya 179 gr. Ada 5 level kecepatan. Ditambah ada satu mode turbo dengan menekan tombol khusus yang bikin anginnya bisa kencang banget. Ini kita pilih karena klaimnya fantastis banget. Kecepatan anginnya katanya bisa 53 m/s. Wah, dayanya 50 watt dan datan baterai nyampai 10 jam. Apa iya? [tertawa] Kita tes nanti kipas ke-elapan. Saya selalu bingung soalnya namanya satu ini ya. Gujodok. Gojodok. Padahal ini nama terkenal loh sebenarnya cuman saya kenapa enggak belajar menyebutin namanya ya? Ya itulah pokoknya ya. GFS021 harga Rp175.000 baterai 3.000 MA. Ini kayaknya benar nih. Rp175.000. Baterai Rp3.000. R000 nih ya. Diklaim tahan sampai 10,5 jam di level 1. Wah, ini kayaknya benar nih. Bobotnya ada di sana 165 gr. Ini kita pilih karena bentuknya unik dan punya fitur jepitan. Kalau dari gambar produknya kita bisa jepit di celana lalu kipasnya bisa ngadap ke badan kita. Jadi kita enggak perlu pegangin terus-terusan. Bagus nih ya. Lanjut nomor 9. Masih gue jedok lagi. Benar enggak sih namanya? Okelah. GFS009 naik ya R29.000. Kalau dipegang ini cukup terkesan gitu ya dengan kualitas cetakan materialnya dari besi yang solid gitu ya. Ini bahkan mirip dengan yang sebelumnya kami review yang harganya sekitar 4 kali lipat lebih mahal. Baterai 6000 mh diklaim setahan kisaran 2 sampai 12 jam tergantung level penggunaannya. Bawa-buatnya lumayan berat ya 315 gr. Dalam paket penjualannya dilengkapi dengan beberapa nozle juga. Ini kita pilih karena mirip dengan yang pernah kita review. Tapi kok harganya jauh banget bedanya. Jadi kita penasaran aja ya nyoba yang satu ini ya. Yang nomor 10, Jamai Ultra High. Speed kipas angin portable 3 inone. Panjang ya. Okelah ya. Harga Rp270.000, baterai 6000 mAh diklen tahan 1 sampai 3 jam doang. Loh kok gitu ya? Bobotnya diisaran 241 gr dilengkapi dengan beberapa nozle. Bahkan ada nozle untuk mompa juga. Nah, ini kita pilih karena desainnya terlihat keren dan multifungsi. Nah, kurang lebih seperti itu ya sekilas dari 10 kipas ini. Kita tahu ini agak random sebetulnya ngambilnya, tapi ya udahlah ya. Ini sekalian kita mau tes kipas-kipasnya seperti apa. Ngetes kemampuan reviewernya juga yang ngetes-ngetes seperti apa juga sebetulnya ya. Kita bikin random aja sekalian ngetes kemampuan penulis script ini apakah sukses membagi antara kipas-kipas random ini. Gua mah ngelihat aja hasilnya gitu. Noh yang nulis ketawa-ketawa belakang tuh ya. Oke, kita langsung masuk ke pengujiannya. Pertama, pengujian kecepatan angin. Kita akan ukur pakai anemometer keburu dibeli. Langsung dipakai terus ya di dua jarak, yaitu 30 cm dan 10 cm dari kipas di mode kecepatan maksimal. 30 cm ini mewakili jarak dari tangan ke area wajah dan 10 cm ya mungkin jarak terdekatlah ya untuk lihat klaim-klaimannya masuk apa enggak. Selain itu, melalui kesepakan tim secara internal, kami menentukan target ideal speed yang nyaman diasarkan tubuh itu ada di kisaran 3 m/dik untuk jarak 10 cm. Nah, itu juga cari tahu ya di setting level berapa masing-masing kipas ini bisa mencapai angka 3 m/s. Itu mungkin enggak akan sama persis ya, tapi paling enggak kita coba cari yang paling mendekati. Ini penting untuk disama ratakan dulu karena untuk mencapai kecepatan angin yang sama, pengaturan level kipasnya bisa beda-beda di tiap produk ya. Ada yang level 1 sudah kencang, ada yang level 100 masih angin sepoi-sepoy aja gitu ya. Nah, dalam sebuah metode pengujian target ideal ini adalah sebuah standar supaya kita bisa melakukan perbandingan. Kalau kita membandingkan antara kipas, kita wajib ngatur kecepatan angin di level yang sama atau minimal ya rasanya yang sama ya, bukan cuma levelnya. Enggak 1% semuanya 1% 1%nya beda-beda. Oke, berikut adalah hasil pengujian kecepatan angin dari ke-10 kipas kita ini tadi ya. Kita bisa lihat ada satu anomali di mana duster blower mini turbo Jet Fan panjang amat. Level 1 aja udah 4,1 m/s ya [tertawa] udah kekencengan ya. Dan ada juga kipas good milly yang udah dietting kecepatan mentok tapi belum nyampai 3 m/s. Tapi paling enggak udah mendekatilah 3 m/s ya. Nah karena datanya banyak ya agak hati-hati ya dalam membaca ee data dari hasil tes ini. Kita coba bantu jelasin dikit ya. yang menurut kalian paling bagus adalah yang bisa mencapai target kecepatan ideal dengan setting power serendah mungkin artinya efisien. Contohnya seperti Duster blower mini ya yang tadi ya, lalu Gojok yang GSF009. Kemudian ada Zivoca ZFS36 dan ada Jamai Ultra ya. Setting level satunya aja udah mencapai target ideal kami. Tapi punya kecepatan lebih tinggi bukan berarti otomatis pasti lebih bagus secara keseluruhan. Kita masih perlu lihat pengujian lain ya. Kipas seperti Jamai Ultra dan Dustter Blower Mini itu punya mode khusus yang namanya mode turbo. Ini membuat anginnya bisa kencang banget ya. Kita perut tekan dan tahan tombol khususnya untuk mengaktifkan mode turbonya. Kita juga sertakan data hasil tesnya untuk pengujian yang ini aja. Untuk perbandingan lainnya kita tidak pakai mode turbo ini. Untuk mencari target speed ideal kita tidak menggunakan nozle seperti yang ada di Jamai dan Gojo tadi ya. Oke sudahudah lihat ya mana yang terlang efisien dari daftar ini. Nah sekarang kita perlu cek hasil tes berikutnya. Noise levelnya ya. Nah. Nah, kipas kencang itu enak. Tapi kalau bersih banget ya ganggulah. Apalagi kalau dipakai buat belajar, buat tidur gitu ya. Ya ganggulah. Teman sebelahnya juga ganggu. Makanya kita ukur juga tingkat kebisikannya pakai sound level meter di dua kondisi berbeda, yaitu di kecepatan maksimal speed-nya ya di 30 cm dan ideal speed yang tadi kita tetapkan di 3 m/s. Jaraknya juga 30 cm. Untuk lokasi pengukuran kita ukur di ruang studi podcast kami yang cukup kedap suara. Jadi mengurangi potensi noise atau kebisingan dari sumber lain yang biasanya tidak bisa kita kendalikan. Kenapa kita ukur di ideal speed juga bukan cuma di Speed Max saja? Karena kembali lagi kebanyakan orang enggak akan selalu pakai kipas di level maksimal. Apalagi kalau level maksimalnya udah bisa buat bersihin debu gitu ya. Enggak pantes itu. Jangan ya. Jadi kita mau tahu di kecepatan yang paling nyaman buat sehari-hari. Seberapa berisik sih kipasnya? Nah, lalu kenapa 30 cm? Karena ini mewakili jarak kipas ke telinga saat kita menggenggam kipasnya kan sekitar begini gitu ya sekitar 30 cm sekitar ya. Dan tim kita juga sepakat ya bahwa kita ngambil 30 cm lah ya. Oke langsung aja lihat hasil pengukuran kebisingannya. Kebisingan tertinggi dicapai oleh Duster blower mini turbo Jet Fanah ya. Namanya juga udah begitu ya. 72 dbel untuk max speed dan 64 dB untuk ideal speed. Kencang [tertawa] banget ya. Buat info aja ya, ruang podcast tuh 29 sampai 30 dBel itu di bawah kebisingan normal ya. Normal tuh mungkin yang kalian bilang agak tenang itu 40 sampai 50 gitu ya. Ruang podcast itu memang lebih rendah memang ya. Lalu kemudian ada Jamai Ultra yang hasilnya adalah 68 dB untuk maksimum speed dan 59 dB untuk ideal speed. Jadi mesin motornya emang cukup berisik ya untuk kedua kipas ini. Kebisingan terendah di kecepatan maksimum itu ada di King Lucky SA11 di 53 dB disusul oleh Zivoca ZFS36 dengan 58 dB. Lalu enggak jauh beda ada Good Mili dengan 59 dB. Ini kalau udah 50-an dbel ya? Kalau agak berisik dikit ruangannya ya udah enggak kedengaran suaranya sih. Lanjut. Sekarang yang paling penting daya tahan baterainya. Kita uji dari koneksi baterainya penuh sampai benar-benar habis. Dan kita lakukan di tiga mode berbeda. Maximum speed, ideal speed, dan lowest speed. Ya, kenapa kita uji juga di lowest speed? Ya, biasanya brand kipas tuh buat klaim yang fantastis mengenai baterainya itu ya. Misalnya dibilang tahan 20 jam itu potensi maksimalnya. Jadi di kecepatan terendah ya. Makanya untuk tahu apakah benar ada tuh nyampai segitu. Nah, kita juga tes di situ ya. Oh ya, kalau ada nanya apakah ngetesnya kita pantengin satu-satu begini? Tentu tidak kan kasihan yang ngetes kita dibantu sama security kamera kita ya. Jadi kita bisa lihat di jam berapa kipas mulai dites dan jam berapa baterainya habis. Setiap kipas ketempelin tisu sebagai indikator hidup atau tidaknya si kipas. Berikut hasil pengujian baterai dari full sampai habis. Ya, baterainya sih duster blower terlihat paling cepat habis. Tapi perlu diingat ya, level kecepatannya emang beda. Dia yang paling kencang level satunya udah lebih kencang dari yang lain. Dan di saat yang lain lebih dari 1 jam, yang ini cuman bisa 50 menit saja. Sementara itu, untuk baterai terawet ada di King Lucky Portable Mini ini mendominasi cukup jauh ya dengan 26 jam 10 menit di ideal speed bahkan bisa 5 jam 21 menit di maksimum speed. Luar biasa. Luar biasa. Sayangnya berat aja ya dia ya. [tertawa] maksimum speednya bahkan bisa mengalahkan durasi lowest speed dari kipas yang lain. Itu yang 26 jam juga sadis sih ya. Nunggunya kelamaan di kita. Oh ya tadi 26 jam itu di ideal speed ya, di lowest speed itu tahannya 41 jam 49 [tertawa] menit. Ini bahkan melebihi klaim mereka yang 30 sampai 50 jam ya. Paling enggak benarlah di dalam 30 sampai 50 jam. Kita enggak nemu deh nyampai 50 jam sih. Enggak nemu. Tapi 30-nya aja sih udah terlampaui ya. Nah, dari hasil ini kita jadi tidak perlu pusing lagi soal angka m info spesifikasi produk ya sebetulnya ya. Ada yang nulis 30.000 mAh terserah. [tertawa] Ada yang mau nulis belasan rib mh terserah gitu. Untuk buttan kapasitasnya enggak perlu bongkar-bongkar ya. Enggak penting gitu ya. Mau dia 100.000 mAh atau 1 mAh di sini bodo amat ya. Awet ya awet aja udah gitu yang penting hasil tesnya seperti apa ya enggak. Oke. Selain daya tahan ee kecepatan charge-nya juga penting ya. Apalagi kalau kipasnya sering dipakai keluar rumah nih ya. Di pengujian kita, kita ukur berapa watt maksimal input charging yang diterima masing-masing kipas menggunakan power meter. Sekarang kita coba loging pakai power meternya untuk lihat durasi charging dari awal sampai penuh. Nah, berikut hasilnya. Kipas yang bisa menerima paling rendah itu ada di Kip F 08. Yang paling tinggi ada di King Lucky Portable Mini di kisaran 9,6 watt. Untuk durasi charging itu bervariasi dari kisaran 1 jam sampai ada yang 5 jam. Paling cepat penuh tuh ada di duster blower yang cuma butuh 1 jam, tapi di satu sisi perform baterai juga yang paling cepat habis. Yang paling lambat ada di King Lucky A228. 5 jam 30 menit kayak enggak ngisi-ngisi ya. Tapi karena baterainya yang bisa sampai puluhan jam ya harusnya wajar-wajar aja sih sebetulnya ya. Kan lu ngisi 5 jam itu setelah ee 24 jam lebih dipakai loh. Sedangkan yang lain itu butuh waktu mirip-mirip ya sekitar 3 jam untungnya sih. Jadi untuk kipas seperti ini sebaiknya chargingnya itu ditinggal tidur dengan charger yang kecil-kecil aja lah. Ya, lanjut pengujiannya lagi ya ke suhu kerja. Kipas yang dipakai berlama-lama itu biasanya suhu permukaan bodinya itu akan naik ya. Biasanya ee mungkin karena motornya kerja keras atau karena suhu ruangannya sendiri memang panas ya. Nah, buat ngukurnya kita coba tes semua kipas itu berbarengan di ruangan dengan suhu yang sekitar 32 derajat Celcius. Kita nyalakan setiap kipas selama 10 menit di kondisi kecepatan maksimal. Soal suhu ini emang agak tricky ya. Kita tidak bisa melihat cuma dari angka tertinggi atau terendah saja. Posisi titik panas juga mempengaruhi pengalaman pakainya. Kalau kalian nemu suhu 50 derajat celcius, tapi di mesinnya dan bukan di pegangannya. Sebenarnya di pegangannya itu digagangnya cuman 30-an derajat celcius. Ya, aman-aman aja sebetulnya tangan kita ya. Tapi kalau suya 43 derajat celcius cuma di genggaman tangan kita ya pasti tangan kita kepanasan. Jadi kita akan serakan kedua hasil pengujian di tabel ini. Ada suhu titik terpanas dan ada juga suhu di titik genggaman seperti apa. Nah, di sini ada anomali yang kita ukur di menit ke-en karena baterainya cuma tahan 6 menit ya. Yang duster blower kuning satu ini ya. SHnya cukup tinggi di kisaran 42 derajat celcius. Untuk titik terpanasnya ya sayangnya ya. Bagiannya juga merupakan area genggaman. Untuk suhu paling rendah kita dapatkan di kipas good Mili yang suhunya cuma 37 derajat Celcius. Suhu tertinggi yang lainnya ada di ZFO yang titik terparasi mencampai 65 derajat Celcius tepatnya di bawah tombol power. Sayangnya suhunya kurang menyebar dan ini kurang sehat aja untuk mesinnya sendiri bukan buat kitanya sebetulnya ya. Yang paling impresif menurut kami adalah GoDocok yang GFS009. Suhu tertingginya hanya 39 derajat celcius. Ditambah penyebaran suhunya adalah yang terbaik dari semua kipas yang ada di sini. Ini faktor bodnya juga ya, bahannya metal ya. Perlu diperhatikan kalau kita pakai kipasnya outdoor siang hari terik mungkin bisa lebih panas lagi. Kalau dirasa suhu bodinya udah bikin kulit perih, jangan dipaksa nyala terus-terusan. Oke, lanjut lagi. Selain performa dasar seperti kita uji tadi beberapa dari kipas ini juga dibekali fitur-fitur tambahan yang jadi nilai plus tersendiri. Contohnya Gojodok yang GFS009 dilengkapi dengan dua pieces nozle. Yang pipih ini ditujukan untuk bersihin debu dan yang berbentuk corong ditujukan untuk mompa pelampung. ya. Tapi saat kami coba untuk mampa pelampung kurang efektif seperti tergantung dari lubang pelampungnya juga mungkin ya. Lalu Jamai Ultra dia juga punya nozle ada tiga tipe. Ada untuk mempa pelampung satu untuk bersihin debu. Tapi uniknya kedua nozel ini sama-sama berhasil memap pelampung kami. Lalu dia punya nozel satu lagi yang lubangnya lebih besar. Ini lebih untuk blower. Selain itu, kipas ini juga bisa dijadikan sebagai power bank dengan output sekitar 10 watt. Kalau bukan untuk emergency banget sih kami agak kurang menyarankan pakai dia untuk power bank sebetulnya ya. Selain itu, Jam ini juga punya lampu LED yang bisa berganti-ganti warna. Enggak bisa disebut center sih ya, lebih ke ambient light mungkin ya. Lanjut untuk kipas brave home atau brow home ya, yang juga bisa jadi power bank dengan output sekitar 5 watt. Tapi ini juga kita kurang bisa sarankan ya. Baterai cuma 3.600 mAh dan harganya cuma Rp60.000. Sayang HP-nya ya. [tertawa] Lalu duster blower yang kuning ini juga punya fitur senter di sini. Fitur-fitur ini memang tidak selalu jadi penentu utama, tapi bisa jadi pertimbangan tambahan tergantung kebutuhan kalian masing-masing. Oke, itu tadi ya hasil pengujian random kita terhadap 10 kipas random ya [tertawa] yang portable. Dari semua data yang kita kumpulkan, sekarang kita coba kasih kesimpulannya. Kita bakal kasih penghargaan lah ya di tiga kategori berikut. Kategori pertama value for money. Ya, ini bukan yang arti yang paling murah, tapi dengan apa yang kita bayar kita dapat banyak kemampuan yang berguna. Untuk yang satu ini kita bisa pilih Gojodok GFS009. Hal yang berartikan cuman ukurannya aja yang agak besar. Jadi belum tentu muat kalau tas kalian memang super kecil kayak tas-tas clutch-nya cewek-cewek ini ya. Tapi dari segi yang kita dapat, kita bisa lihat body solid premium, pilihan warnanya keren-keren. Di level 1 aja kipas sudah kencang. Baterai juga memang bukan yang paling awet. Tapi dari 10 kipas Gojok ini ranking 3 ya dengan daya tahan 4 jam di ideal speed. Ini penggunaan nonstop loh ya. Lalu dia juga udah dilengkapi dengan nozle multifungsi. Udah dapat lanyard dan pouch juga. Penyebaran panas dari mesinnya tuh sangat baik karena body metalnya. Lanjut. Kategori kedua, baterai paling awet. Iya kan ada nyari yang paling awet aja yang penting ya untuk dataran baterai paling awet. Terutama di ideal speed yang paling relevan untuk penggunaan sehari-hari. Kategori jatuh ke King Lucky Portable Mini dengan daya tahan baterai sampai 26 jam untuk ideal speed bahkan bisa nyampai 42 jam di lowest speed. Luar biasa. Kategori ketiga favorit tim jagat. Nah, ini subjektif ya. Ini preferensi kami nih setelah pakai ke-10 kipasnya selama masa pengujian. Pilihan kami jatuh ke ZFO ZFS36. baterainya tidak tergolong buruk ya. Masuk rata-rata di 3 jam lah. Yang paling kami suka itu adalah harganya yang enggak mahal. Masih dibawa Rp100.000 bodinya sangat kecil jadi gampang dibawa-bawa. Kecepatan angin di level satunya aja udah cukup powerful dan tidak terlalu berisik juga. Ini kipas yang dengan keseimbangan yang bagus banget menurut kami. Jadi itu dia hasil lengkap pengujian 10 kipas portable kali ini. Semoga video ini bisa membantu kalian nontin kipas mana yang cocok [mendengus][berdehem] dengan kebutuhan kalian. Jangan jadi jangan cuma ikut-ikutan klaim di marketplace aja ya. Kita sangat tahu banget bahwa pengujian kali ini belum bisa menjangkau semua kipas yang ada di pasaran. Jadi kalau ada award-awardan kecil-kecilan itu untuk semua yang kita beli kemarin. Bukan semua kipas dari pasaran dari tapi dari semua yang kita uji. Dan sebetulnya itu pun masih bisa ditambah-tambah lagi. Mau yang paling unik yang bisa ngipasin dalam body juga ini juga bisa gitu ya. Si Gojerog ini juga lucu gitu ya. atau mungkin ee mau e kipas yang kalau dibeliin ke pasangannya enggak e enggak bikin pasangannya bingung itu merek apa. Udah tahu dong kalau mereknya KIP kecil gitu ya. Bisa juga jadi tergantung kebutuhan kalian, tergantung preferensi kalian, tapi yang jelas di sini kita kasih datanya semua di situ ya. Jadi semoga ee video ini bisa dijadikan referensi tapi jangan jadi acuan yang absolut. [tertawa] Apa yang menurut kami bagus? Yait berdasarkan dari pengujian yang sekarang aja ya. Kita enggak tahu kalau batch berikutnya berubah atau gimana. ya bisa beda-beda. Oke, kalau gitu tulis kolom komentar bagaimana menurut kalian tentang pengujian model kayak begini. Perlu diterusin atau enggak usah diterusin aja? Kita balik lagi ng-review laptop dan handphone dan yang lain-lain aja [tertawa] soalnya ini random banget. Anyway, terima kasih semua yang sudah nonton. Tulis di kolom komentar ya seperti apa pendapat kalian. [musik]

Lihat di YouTube