Jungkat

Tes Jarak Terbang Maksimal Drone DJI Air 3S 2025 (YouTube Video)

  • 12/12/2025

Guys, di video kali ini kita akan coba membuat video tentang jarak terbang maksimal dari drone DJI R3S. Drone yang sudah dirilis sejak Oktober 2024 kemarin dengan kapasitas baterai sekitar 4.000-an mAh. Sekarang saya lagi berada di persawahan di Pandegelang dan kita akan langsung coba seberapa jauh maksimal jarak jarak maksimal terbangnya. Saya pakai remote yang ini dan dipadukan dengan handphone. Oke, mari kita coba. Take off. Home point updated. Kita coba ke arah gunung sana. Ketinggian masih di 14 m, Guys. Jaraknya 200 m. Kecepatan di 40-an km/h. Kita naik lagi. Naik lagi. Sekarang sudah sekitar jam 5 sore, Guys. Signal remote masih bagus. Signal satelit juga ada 32. Kita masih pakai kecepatan normal di sekarang masih di 53 km/h. Drone-nya sudah Oh, masih kelihatan sana. Ah, jarak tu sudah 800-an. Dan kebetulan sore ini tadi siang hujan, sore ini cerah. Angin cukup bagus, tidak berangin kencang. drone-nya. Soalnya remotnya sudah warna kuning. Jarak sudah 1300 1400 kecepatan masih di 5354 km/h. Ketinggian sudah di 80 baterai 89. Kita coba apakah bisa tembus sampai 6 kilo naik lagi. Sudah di 100 meter, Guys, dari jarak kita sekarang. yang di sana itu Gunung Karang di Pandegelang. Jadi kita lagi berada di salah satu desa di Kecamatan apa ini? Di Pandegelang. Guys, jarak sekitar 2,5 km, baterai di 86 85%, ketinggian di 140 m, kecepatan 53,7,8 hingga di 54 km/h. H. Sepertinya kita harus tetap naik ketinggian supaya antara remote dan ini tetap terhubung. Kita naik lagi. Naik lagi naik lagi. Waduh, ini posisi signal remote lagi kurang bagus nih. Padahal drone-nya naik terus. Jaraknya sudah ini jalan tol Panimbang Serang nih. Kita sudah berada di jarak yang paling tinggi. Bentar lagi 500 m. Tapi signal max altitude reach. Kecepatan masih tetap 50-an. Jarak sudah 4,4 km. Kita coba ini karena terlalu tinggi, Guys. Jadi, pergerakan drone juga kelihatannya hampir enggak kelihatan. Kelihatannya lambat padahal kecepatannya tetap di 53. Bentar lagi kita menyentuh angka 5 km, Guys. Ketinggian sudah 500. Angin di atas stabil bagus, jadi drone tidak terlalu bekerja keras. Guys, signal hilang di kecepatan 5,4. Waduh, cuma 5,4 ini. Dan sekarang Ini, Guys, jarak kembalinya. Tadi kita perginya hampir garis lurus, sekarang juga dia kembali dengan jarak yang benar-benar lurus. Kita biarkan drone-nya kembali sendiri ya, Guys. Dia sambil turun pelan-pelan. Tapi aman. drone-nya tetap bekerja seperti biasa itu. Ini guys signalnya sudah connect lagi mungkin karena saya angkat ya dari tempat ini. Kalau saya biarin di bawah coba ee transmisinya putus. Jadi harus diangkat ee seperti ini karena ketinggian round juga di 494 Ini jarak ini petanya dia. Kita posisinya di sini nih. H ini huruf H kan? H. Iya. Kita di situ drone-nya lagi kembali. Ini posisi remote-nya sudah connect satu. Kita nunggu sampai connect beberapa baru kita turun ketinggian. Nanti kita coba lagi jarak ke arah sana lagi. Posisi sekarang sudah di 3,2 km. Masih di ketinggian 494 m dengan kecepatan RTH otomatis di 4142 km/h. Sebentar lagi kita coba turun Oke, sekarang sudah 2,9. Kita coba kendalikan drone-nya biar dia bisa lebih cepat. E awas jatuh dibasa sambil turun pelan-pelan dan sambil maju. Sekarang sudah di 2,4 km. Ketinggian sudah di bawah 400. Koneksi remote sudah bagus. Baterai masih di 58%. Kita coba posisikan kamera di angka 0 derajat. Sudah sore, Guys. Kita lagi menghadap matahari, menghadap ke arah barat. Jadi karena baterainya masih ada 56% tadi kita baru 5 kilo lebih ke arah sana ternyata sudah los kontak. Ini kita coba nanti terbang lagi melewati kita di jarak berapa kilo gitu ya. Harusnya tadi kita coba jarak paling maksimal, cuma karena koneksi jaringannya kurang bagus, saya pakai remote RCN3. Tadi kita coba manuver membelakangi matahari biar kita mendapatkan view yang bagus bersawahan. Kita coba merekam, Guys. Mendapatkan view persawahan. Sekarang jaraknya sudah di 700-an, met 800-an, ketinggian sudah di 69 jarak tinggal 700 m, baterai masih ada 51%. Kita berada di area persawahan di Kubang Oleng, Pandegelang. Kubang Oleng kan? Iya. Enggak. Iya. Desa Kubang Oleng, Guys. Ketinggian sudah di 30 meteran dan kita akan coba terbang lagi ke arah Ya, bentar lagi akan kedengaran suara drone-nya. Coba Kita coba terbang. Cek lagi jarak maksimal ke sana berapa. Baterai 48%, Guys. Harusnya terbang ke arah sini tadi lebih bagus signalnya. Jadi ini kita terbang sampai ada notifikasi untuk kembali otomatis dari Biasanya itu notifikasi yang telah mengukur baterai jarak maksimal yang bisa ditempuh dari baterai itu karena dia memperhitungkan jarak baliknya dan kecepatan angin ya kalau enggak salah. Sepertinya kita masih bisa sampai 3 kilo lagi. Baterainya masih cukup bagus. Signalnya juga bagus. Ketinggian sudah di 50 m, jarak sudah di 1,2 km dengan kecepatan 53 km/h kurang lebih. Baterai 41, Guys. Ketinggian sudah di 60. 3 kilo? Kesimpulannya sih kemampuan baterainya bagus, cuma kemungkinan signalnya yang kurang bagus. Kemampuan signal baterai di 38%, Guys. Ketinggian 75, jarak di 1 kom 5 1,9 km. Jadi ini yang ditampilkan nanti untuk penonton itu sebenarnya tampilan rekaman layar. Sebentar saat baterainya sudah notif mau kembali, kita iakan dan kita biarkan dia kembali secara otomatis. Sebetulnya di drone-nya itu saya lagi pasang DJI Donggel cuma tidak diaktifkan. Saya coba dengan kemampuan signal dramat karena ini juga berada di pedesaan. Signal remote warna kuning tinggal tiga berkurang dua. Saya coba naikin lagi. Sudah 3 km. Ternyata masih lumayan tercukupi baterainya masih bisa. Belum ada notif permintaan kembali. tadi sekitar 5,4 km ya. Sekarang sudah ada kembali. Kita konfirmasi. Return to drone-nya kembali secara otomatis. ya. Taruh di sini. Jadi ini guys posisi drone-nya lagi kembali RTH otomatis jaraknya di sana jauh. Kalau tadi di sana karena baru sekitar 5 km lebih sudah hilang signal padahal sudah ketinggian 500 m. Sekarang kita kembali ke arah sana. Kalau arah sana tuh arah barat. Mataharinya sudah sekitar jam 538. Bentar lagi gelap. Posisi drone lagi otomatis. Oke, ini sebentar. Sepertinya kita harus kendalikan landingnya, kendalikan manual. Soalnya tadi take off-nya betul-betul di samping pambul air, takutnya salah posisi. Dan saya ditemani oleh seorang asisten. Asisten yang lumayan bergaji besar. Hari ini dapat berapa aska? 100 dapat. Setelah itu kita coba drone yang Mini 5 Pro, Guys. Baterainya ada 23%. Jaraknya tinggal 2 di bawah 2 km. Ketinggian di 108 m. Ini kita sengaja biarkan dia kembali otomatis secara sistem. Berarti kecepatannya main di 42,9 km/h ini nanti sudah sekitar di bawah 1 kilo baru ketinggiannya menurun. Biasanya posisi kita yang tertulis huruf H sekarang. Sebentar kita merekam ke arah sana biar dia kembali kelihatan gunung. Tinggal 1,4 km. Ketinggian belum berubah, baterai ada 20. Masih amanlah ya. Baterai itu notifikasi bunyi di 15% dan daruratnya di 10%. Jadi masih ada 5% di jarak 1,1 km. Aman, aman, aman. Angin tidak kencang. Guys, jaraknya sekarang kurang dari 1 kilo. Baterai di 18%. Ketinggian belum berubah, masih di 108 m. Biarkan bentar lagi dia turun sendiri. Setelah jaraknya betul-betul dekat, kita siap-siap merekam posisinya ada di mana, Guys. Sepertinya sudah dekat. Tinggal 400 m. Harusnya sudah dekat. Ketinggian belum berubah. Baterai 15%. Uh, sudah di atas. Mana dia? Ini guys drone-nya mau cari posisi landing. Wah, sepertinya tidak bisa ini. wuduh. Miri kali. Guys. Posisi terakhir baterainya 10% dan sudah ada notif landing. Ternyata landingnya dirumput-rumput tapi masih aman propelernya. Oke, terima kasih. Sampai jumpa lagi di video selanjutnya.

Lihat di YouTube