Jungkat

TEST CHERY TIGGO 8 CSH: 1 TANGKI BENSIN PP JAKARTA-PALEMBANG (YouTube Video)

  • 19/08/2025

Halo semuanya, selamat datang di YouTube channel di Official Oto. Kita coba mobil yang cukup viral belakangan hari ini. Ini adalah Cherry 38 Cesa ataupun Cherry super hybrid yang berteknologi dengan plugin hybrid electric vehicle ataupun PSV. Kita cobain dari Jakarta ke Palembang, teman-teman bisa lihat kita lagi ada di Stadium ataupun di Gelora Suriaya, Jaka Baring Sport City. Kita cobanya dari Jakarta ke Palembang dan Jakarta. Tapi kita dalam video ini kita bikinnya dari Palembang ke Jakarta aja. Karena perjalanan kemarin kita malam, jadi enggak sempat untuk bikin video. Tapi kita akan membuktikan secara komprehensif bagaimana rasa berkendaranya, lalu juga fitur-fiturnya, dan paling terutama adalah klaim konsumsi bahan bakarnya. Karena Cherry berani mengklaim kalau mobil ini dalam keadaan tangki penuh, baterainya penuh, bisa berkendara sampai 1300 km dengan catatan konsumsi di 76 km/l. Nah, penasaran? Kita langsung cobain mobil PHUV dari Cherry ini. Let's go. Oke, Teman-teman. Untuk harganya kalau misalnya ngelihat dari website resmi Cherry harganya adalah Rp59 juta. Tapi pas lagi meluncur harganya under Rp500 juta ataupun di Rp499 juta. Cukup menarik untuk sebuah mobil PSUV dengan tawaran ban roll di bawah Rp500 juta. Nah, kita flashback sedikit soal desain ya. Jadi memang ini desain yang mirip dengan Cherry 38, baik yang 38 yang basic lalu juga yang Pro dan juga yang Pro Max. Tapi ada beberapa perubahan lah ya kalau teman-teman lihat mulai dari grill dengan diamond cut seperti ini. Lalu ini logo di sini juga menyala. Perubahan di depan enggak terlalu banyak. Di samping yang berubah adalah di bagian handl-nya. Jadi handle itu enggak konvensional. Dia mirip dengan mobil listrik pop up handle door gitu. Jadi ketika mengunci dia akan rata supaya untuk menunjang aerodinamika. Nah, sementara di bagian belakang desain yang berubah adalah di penataan lampunya yang lebih menarik, lebih futuristik juga ketika nyala dia akan terintegrasi dari bagian sebelah kanan tengah dan juga di sebelah kirinya nyala. Ini desain yang cukup menarik, pas banget sebagai mobil SUV 7 penumpang. Sekarang kita langsung pulang ke Jakarta dengan mobil ini. Tapi untuk informasinya teman-teman, dari Jakarta kemarin kita ke Palembang itu sekitar 500 km ya. Dan dengan kondisi bensin sekarang, lalu juga baterai yang sudah menipis sekitar 19%, ini masih ada di 550 km. Nah, penasaran untuk mencoba apakah dengan satu kali tangki penuh lalu juga baterai akan sampai ke Jakarta atau enggak? Sekarang kita langsung cobain Cherry 38JSA. Let's go. [Musik] Ini kita ngisi dari Jakarta masih 3/4 ya, masih nyisin 243 km dan udah jalan di 708 kilo. Harusnya sih sekitar 750-an kilo ya. Sekarang kita lanjut lagi jalan kita coba ke rest area kita coba lihat ada enggak SPKL-nya. Selama perjalanan ya memang suspensi dari Cherry ini diracik berbeda seperti Cherry 38 ataupun 38 Pro dan juga 38 Pro Max. ini dibuat lebih bisa dibilang lebih mewah dibandingkan tiga model 38 yang sudah dijual lebih dulu ya. Jadi memang kalau misalkan secara data ini dia pakai suspensi MCP Sot di depan lalu juga pakai suspensi belakang ini model pivelink independent jadi memang nyaman ya untuk meredam karakter jalan tol Trans Sumatera yang memang ini cukup menantang. Lalu juga profil bannya pas 235/55 jadi enggak terlalu tipis. Nah, efeknya tadi selain memang suspensi yang udah oke, ini juga kasih roise terutama ban lewatin jalan tol Trans Sumatera ini yang full beton seperti ini. Ini cukup memfilter suaranya jadi cukup oke untuk masuk ke dalam kabin ini juga tentu akan meningkatkan kenyamanan. Apalagi juga Cherry 38 CSA ini di bagian depan pilar A ini dia sudah double glass ataupun dua layer. Jadi kacanya tuh bertumpuk supaya juga mereduksi suara masuk ke bagian kabin. Tapi memang yang bagian belakang ketika Anda duduk di bagian tengah ataupun belakang itu kacanya masih single glass. Tapi udah ok lah ya untuk mobil kelas R00 jutaan kecil ini punya fitur seperti itu yang mungkin agak susah didapat di mobil-mobil merek Jepang. Sekarang kita ngomongin visibilitas. Memang duduk di 38 ini mirip bangetlah. Bisa dibilang seperti itu. Kalau misalkan Anda sudah pernah bawa 38, 38 Pro, dan juga 38 Pro Max, posisi duduknya ini dibilang memang identik sekali. Jadi memang masih comending duduknya khus sebuah SUV ketika duduk sebagai driver bisa melihat bagian bonet dengan sangat baik. ke tambahan 360 V monitor ataupun around V monitor dia akan langsung aktif ya ketika Anda mengaktifkan juga lampu sein entah kiri entah kanan dia akan langsung munculin di layar berukuran 15,6 inci ini ataupun juga ketika Anda lagi mepet dengan mobil sensor-sensor yang ada di sekeliling mobil ini akan langsung ngedeteksi dan akan divisualisasikan di head unit yang besarnya ini. Dan yang saya suka adalah kualitas layar ini benar-benar jernih ya. Lalu juga untuk responnya cepat jadi enggak ada delay. Sekarang ngomongin karakter setirnya. Jadi kebiasaan mobil listrik tuh yang pernah coba ya beberapa mobil listrik tuh emang rasa berkendar itu bisa dibilang 111. Mirip-miriplah dari handling, suspensi, lalu juga karakter mesinnya. Tapi di Cherry 38CS ini sedikit berbeda. Dia punya karakter yang mungkin bisa dibilang unik dan beda dengan beberapa mobil Cina lain. Termasuk juga dengan beberapa jajaran mobil Cherry yang sudah dijual di Indonesia. Nah, untuk pengaturan setirnya dari Cherry 38CS ini ada dua pilihan, Teman-teman. Pertama ada yang convert dan juga yang sport. Sport ini ini saya banyak lebih pakai ketika di tol Trans Sumatera yang memang harus kecepatan sedikit lebih tinggi ya, 100 kadang-kadang mepet 110 sampai 120. Dengan bobot setir yang lebih berisi, lebih berat ini juga akan mendukung handling manuver jadi lebih stabil. Jadi enggak terlalu kosong gitu ketika Anda mau salib kendaraan di depan ataupun bermanuver ke kanan dan ke kiri. Tapi ketika masuk ke daerah kota Palembang yang memang cukup padat lalu lintasnya ya tinggal pilih yang comfort. Otomatis dia akan bikin setirnya ini jadi lebih ringan. Dan juga ada pengaturan untuk brake sensation mod-nya. Jadi juga sama ya ada yang sport ada yang comfort. Kalau yang sport ini ketika Anda tekan pedal remnya sedikit dia akan langsung merespon dengan cepat gitu ya. Kalau misalkan comfort ini dia agak lebih halus untuk menjepit ke kaliper bannet. Ngomongin spesifikasi teman-teman, dia pakai mesin memang mesin yang diciptakan untuk jajaran mobil PSV-nya Cherry ya. Jadi dia pakai mesin 1500 cc turbo, lalu dengan motor listrik. Jadi combine antara mesin dan motor listriknya ini dia menghasilkan tenaga gabungan tuh di 342 HP dan torsinya ini sampai 525 Nm. Jadi gabungan output dari mesin dan juga motor listriknya ya. Jadi memang output tadi benar-benar terbukti ya ketika bawa mobil ini ke Palembang eh effortless sekali. Jadi enggak perlu injak pedal gas dalam-dalam tiba-tiba sudah 90 tiba-tiba sudah 100 km/h gitu. Jadi mobilnya berasa enteng smooth untuk dapatin kecepatan di 100 km/h. Nah untuk baterainya tadi seperti sudah saya bilang ya, dia pakai 18,3 kWH. Baterai gak terlalu besar. Jadi untuk ngecas di SPL jadi cukup cepat. Baterai ini ketika terisi penuh, klaim dari cheri itu bisa berjalan full elektrik sampai 90 km. Nah, ngomongin handlingnya teman-teman. Jadi, mobil ini punya karakter ee suspensi yang bisa dibilang sedikit kaku, agak stiff juga, tapi e masih cukup nyaman untuk peredamannya. Ribonnya masih pas, jadi enggak terlalu yang cepat banget, tapi enggak terlalu yang mainnya tuh lama banget gitu. Jadi masih oke ketika Anda bermanuver kiri dan kanan apalagi ngelewatin tikungan yang agak dengan cepat agak tinggi buntut di belakang itu enggak terlalu liar. Terus ke bukan kekurangan lah ya, mungkin bisa dibilang poin minusnya aja sedikit gitu. Kalau kekurangan kayaknya terlalu lebay. Ee minusnya ini teman-teman karena memang ya jadi sebenarnya ada plus minus. Kalau plusnya dengan panoramic roof yang besar ini lebih kelihatan mewah, lebih kelihatan lega gitu ya di bagian kabinnya. Tapi ketika kita ke Palembang dengan cuaca yang sangat panas, walaupun tirai sudah tertutup itu benar-benar panas sekali di dalam kabinnya gitu ya. Di kabin as nyala dengan blower sampai 4 sampai 5 lalu juga suhunya di low itu enggak bisa nimpalin suhu dari panas. Suhu panas itu masuk ke bagian kabinnya. Tapi ketika berkendara sore malam ya udah oke-oke aja gitu. Balik ngomongin fitur-fitur yang kepakai banget ketika perjalanan Jakarta Palembang dan mau kita ke Jakarta lagi. Head up display di bagian kaca sini. Jadi hanya bisa dilihat ketika Anda menjadi driver supaya kita juga tetap fokus ke jalan. Enggak perlu ngathat bawah ada informasi di setup display-nya. Lalu fitur-fitur yang ngebantu ya ini teman-teman, dia punya kualitas audio speaker yang oke gitu. Dia pakai Sony 12 speaker. Jadi juga kita bisa atur nih untuk equalizernya. Lalu juga bahkan sampai posisi suara dari mobil ini. Jadi dia ada advance sound effect atau bisa di live surround sound. Jadi ketika live suround sound ya benar-benar muter tuh suaranya dari bagian depan ke belakang nghasilin kualitas suara yang lebih baik. Ya, ngomongin fitur ADAS dia ada sekitar 17 fungsi ADAS, Teman-teman. Jadi fitur-fitur keselamatan semi otonom yang akan ngebantu perjalanan ketika Anda berkenaan dengan mobil ini. Fungsi kerjanya cukup smooth ya. Jadi dia ngedeteksi ngebaca pergerakan mobil di depan marka yang kita lewatin dengan cukup baik, cukup smooth. Jadi ketika memang setirnya kita coba nih kayak misalkan kita mau ke kiri enggak pakai SE, dia akan langsung koreksi. Nah, langsung ketengahin tapi dengan smooth. Jadi enggak yang langsung grut gitu ya. Jadi kayak set langsung ke tengah gitu. Jadi enggak yang bikin kaget pengendaranya. Tapi teman-teman perlu diingat sekali lagi saya sih enggak pernah bosan ya bilangin ya kalau misalkan fungsi ADAS ini bukan ngegantiin peran dari driver. Jadi tetap kontrol kendali dari mobil hanya dipegang oleh si drivernya. Jadi jangan sampai mentang-mentang ada fitur ADAS kayak di jalan tol Trans Sumatera ini ee kita enggak pegang setir sama sama sekali gitu ya. Benar-benar ee sistemnya aja yang kerja itu enggak bisa karena bisa berbahaya terutama untuk orang di sekitar. Nah, Teman-teman di mobil ini ada berapa drive. Pertama kita bisa pilih yang ada normal, ada yang sport, dan juga ada yang coo. Lalu juga ada mode dari penggerak si mobilnya. kita mau pilih yang hybrid mesin dan juga si motornya bekerja ataupun kita bisa pilih yang full EV dengan cara menekan tombol di bagian sini. Dia akan langsung bekerja secara motor listrik aja. Nah, di sini juga ada power mode. Kita mau pilih ada yang lalu EV dan juga EV plus. Nah, sekarang kita coba deh untuk yang EV. Terus kita pilih yang sport. Kita cobain sedikit untuk karakter berkendaranya. Oke, ini ada yang sport. 1 2 3 Oh. Wah, jadi memang cukup lumayan ya kalau misalkan Evis dia akan lebih ngentak banget untuk tenaganya. Tadi bahkan rodanya sampai spinning membuktikan bahwa tenaga dan torsi dari mobil ini memang cukup besar. Oke, sekarang kita mau lanjut perjalanan. Jadi sekitar 150 sampai 160 km lagi untuk nyeberang ke tol dari ke Marak. Jadi, kita mau ke resare lagi. Jadi, kita mau ngecas. Semoga ada SPK-nya ya. Dan ada yang DC. charging. Udah, itu dulu deh kita lanjut nanti lagi. Oke, guys. Ini udah ada di rest area 116B. Kita mau ke yaj. Nah, sekarang kita mau masuk rest area istirahat sebentar. Dan tadi ada SPKL ya. Jadi kita nge-charge mobil PSUV ini sekaligus kita istirahat dan ya supaya baterainya lebih banyak juga jarak tempuhnya juga bisa lebih jauh. Jadi sekarang sudah jalan berapa nih? Ee 804,4 km menyisakan sisa jarak tempuh di 107 km. Kita putusin nanti apa kita mau isi bensin atau kita lanjut di rest area selanjutnya untuk isi bensin lagi. Semoga ee amanlah ya. Kita coba nanti deh kita putusin sama teman-teman gimana masuk rest area. Oke, sekarang kita mau langsung ngecharge ini di area 116B Tol Bakehoni Palembang. Jadi, semoga bisa ya. Jadi kita isinya sekitar 15 kWh. Jadi karena tadi sisa 25% 18,3 kepakai 75% ya kita butuh 15 kWa. Start charging masuknya bahkan lebih besar dari kilow-nya cerry ya. Kan kalau kilow cerry itu 40 kW. Ini masuk 43 ke 80% tuh butuh waktu 20 menit. Nah, ini cepat nih. Tadi 25 sekarang udah 27. Nah, udah sekarang kita tinggal aja lanjut ngopi-ngopi sama Pak kameraman ini. Nah, jadi setelah ngisi baterai hingga penuh di rest area 116B Tol BahI Palembang, kita mencoba mode full EV-nya bisa sejauh mana. Dengan kecepatan konstan 100 km/h, jarak yang bisa ditempuh dengan motor listriknya adalah 80 hingga 85 km hasil pengujian kami. Hampir sesuai dengan klaim Cherry sendiri di 90 km. Oh ya, mode EV-nya akan otomatis mati dan pindah ke mode hybrid ketika indikator baterai beri 20 sampai 25%. Jadi, baterai dari 38 CSA ini tidak akan pernah menyentuh 0%. EV mode-nya juga akan kembali aktif bila minimal baterai sudah didapat. Kita bisa manfaatkan negative breaking dari mobil atau yang mengisi lagi dari baterainya secara konvensional. Jadi kita mau ngejar kapal itu jam 0.00. Jadi dari sini sih enggak jauh ya. Sekitar ee 10 menitan lah untuk sampai ke pelabuhannya. Dan ini hasil konsumsi bahan bakar berdasarkan pengujian kami. Perjalanan dari Jakarta menuju Palembang dan kembali lagi ke Jakarta. Yap. Pertama sebelum perjalanan kita ngisi bensin penuh hingga bibir tangki pakai Ron 92 di rest area KM 13,5 Jakarta Tangerang dan mutusin ngisi bensin lagi hingga penuh setelah menempuh jarak sejauh 899,8 km arah pulang di rest area terakhir KM20B Bakahoni Palembang. yang mana pada panel meter menyisakan jarak tempuh 88 km dengan sisa BBM dan baterai yang ada. Dengan metode full to berkendara sejauh km membutuhkan bensin sebanyak 55,26 L. Jadi cara hitungnya begini. Jarak tempur 899,8 dibagi volume bensin yang dibutuhkan 55,26 L. Maka rata-rata konsumsi BBM 38 CSA berdasarkan penggunaan kami Jakarta Palembang, PP adalah 16,1 km/l. Tapi kalau dihitung-hitung dengan sisa jarak tempuh di panameter di 88 km lagi, sejatinya satu tangki penuh BBM bisa PP Jakarta Palembang. Oh ya, saat perjalanan sama sekali enggak nerapin eco driving, mobil diisi empat orang dewasa, dan bagasi belakang membawa barang dan kebutuhan tim selama perjalanan kali ini. Ya, sudah ada di Pelabuhan Bok ini pas banget ya. Kita tadi pesan tiketnya yang jam 0.00 ya. Jadi ya udah semoga ombaknya aman terus juga bisa selamat sampai di Jakarta. [Tepuk tangan] Huh. Oke, kita udah sampai di Merak dari Palembang. So far aman walaupun hujan tapi okelah sekarang kita mau makan. Jadi kita sudahi video ini dan kesimpulannya mengendarai Cherry 38 CSA cukup menyenangkan ya. Lalu terbukti irit juga kondisi bahan bakarnya, teknologi PSV-nya terpakai banget dan juga fitur-fiturnya yang memang e cukup menarik untuk digunakan perjalanan kali ini. Dari Jakarta ke Palembang, lalu Palembang ke Jakarta lagi. Jadi, Teman-teman, bagaimana pendapat kamu sama mobil ini? Sampai di kolom komentar dan sampai jumpa di video berikutnya. Bye bye.

Lihat di YouTube