TEST JALAN CHERY TIGGO 8 CSH, SI MUSUH POM BENSIN (YouTube Video)
Halo semuanya, selamat datang di YouTube channel di Official Oto. Ya, kita langsung mencoba dikasih kesempatan untuk menjajal calon produk terbaru dari Cherry. Ini adalah Cherry TIG8 Cherry Super Hybrid ataupun Cherry 8 yang mengemas teknologi plugin hybrid electric vehicle. Jadi, kita akan mencobanya di kawasan Pate Inda Kapuk. Jadi, cukup leluasa untuk menguji kemampuan terutama dari mesin, lalu juga teknologi plugin hybrid-nya. Tapi sebelum itu kita bahas dulu sedikit soal desain dari mobil ini. Check this [Musik] out. Soal desain ini sebenarnya masih sama seperti keluarga Tigo 8 series yang sebelumnya mulai dari Tigo 8, Tigo 8 Pro, dan juga TIG8 Pro Max. di mana memang desain SUV urban ini benar-benar mencolok mulai dari bagian depan teman-teman bisa lihat dia pakai grill diamond cut seperti ini yang memang dimensinya cukup besar lalu juga sudah pakai penerangan proyektor LED yang desainnya lagi-lagi memang mirip dengan Cherry 38 dan sudah dilengkapi dengan lampu ataupun pemanis lampu time running light yang berubah sedikit adalah di bagian sini ya teman-teman sekarang juga sudah ada lampu di bagian sini jadi mempertegas kesan modern dan juga kesan kekinian dari 38 Cherry Super Hybrid di bagian Invasinya memang enggak terlalu berubah. Sekarang kita lihat bagian satunya. Bagian samping secara dimensi memang ini lebih panjang sekitar 5 mm ya. Jadi memang enggak terlalu signifikan. Tapi memang sebuah dimensi besar ini masih ditawarkan oleh Cherry 38 CSA karena memang dia mengusung konfigurasi tujuh penumpang segmen yang disukain sama konsumen-konsumen di Indonesia. Apalagi sekarang sudah ada teknologi hybrid-nya ataupun teknologi PSV-nya. ini menjadi tambahan value dari mobil ini. Sekarang kita lihat bagian desain sampingnya. Memang lagi-lagi masih sama, terutama ataupun ada berbeda di bagian velegnya. Ini sekarang velegnya sekarang dibuat ala-ala mobil listrik. Jadi memang celah-celahnya enggak terlalu banyak dan dia pakai ring veleg berukur 19 inci dengan balutan ban 235/50. Nah, untuk nunjukin sebuah kesan SUV-nya ada juga komponen over fender, lalu juga ada roof rail dan juga body yang berbedingkan Cherry 38, 38 Pro, dan juga 38 Pro Max adalah di bagian door handle-nya, Teman-teman. Ini dia pakai pop up door handle. Jadi, kesan ataupun identitas mobil listriknya ini benar-benar ditempel di bagian eksterior mobil ini. Mulai dari veleg yang seperti itu dan juga e jenis ataupun model dari door handle-nya. Nah, tempat di bagian sisi kanan samping ini jadi tempat pengecasan dari mobil ini. Karena lagi-lagi ini mobil adalah mobil plugin habit yang bisa dicharge untuk mengisi daya ke baterainya. Dia punya kapasitas sampai 40 kW dia sudah CCS2. Jadi bisa diisi di SPKU dengan e DC fast charging. Jadi untuk klaimnya pengisi dari posisi 30 sampai 80% ini bisa tuntas dalam waktu 20 menit aja. Sementara di sisi sebelah kiri sampingnya itu jadi penempatan ataupun jadi tangki BBM bensinnya. Kita lihat bagian belakangnya. Nah, ini adalah bagian belakang dari Cherry 38 CSA. Jadi berbeda dengan 38 ataupun 38 Pro. Sekarang dia tailight-nya menyambung jadi sudah LED. Jadi ketika nyala ini akan nyala lalu terintegrasi di tengah sampai ke bagian sisi sebelah kanannya. Ada logo ceri besar di sini, ada wiper, ada divoger dan juga spoiler yang sudah dilengkapi dengan rear combi lamp. Jadi ini ketika lagi nyala perpaduannya ataupun visualnya cukup manis ya antara ini nyala dan juga ini ee nyala ketika memang melakukan pengereman. Dan di sini juga ada komponen diffuser kesannya ataupun mempertegas kesan modern SUV. Jadi memang ini hanya dami, tapi ketika kita lihat kolong ini ada dua buah muffler yang mengeluarkan tenaga dari engine si Cherry 38 CSH. Nah, Teman-teman, ini adalah layout dari Engine TIG 8 CSA. Jadi memang terlihat rapi. Jadi, ini sudah saya buka tadi tutupnya karena memang dia tertutup rapat. Jadi, memang enggak kelihatan rangkaian engine-nya. Jadi, memang harus ngebuka gini ya, tapi bukanya enggak terlalu susah. Nah, ini dia pakai mesin 1500 cc turbo gasoline engine. Jadi dia pakai turbo bensin 1500 cc yang mana untuk tenaga mesinnya ini dia bisa masuk tenaga sampai 239 HP dan torsi mesin di 215 Nm. Tapi kalau misalkan engine-nya ini bekerja bersama atau berbarengan dengan motor listriknya bisa pasok tenaga gabungan sampai 341 HP dan torsi 525 Nm. Baterainya dia pakai kapasitas 18,3 kWh yang ketika memang ingin berkendara secara full EV itu bisa ataupun diklaim bisa berjalan sampai 90 km. Nah, rangkaian engine ini dengan motor listriknya dan baterai dia diklaim juga bisa berkendara satu kali tangki penuh, satu kali baterai penuh itu bisa sampai 1300 km. Sekarang kita lihat interior dari 38 CSA ya. Ngomong inter sebenarnya masih serupa dengan 38 series, tapi ini dibuat lebih sporty dan juga ee nuansa mewahnya nih lebih kentara gitu ya. Terutama di bagian panel-panel sini yang sudah dilabur dengan bahan soft touch mulai dari door trim dan juga dashboard sampai ke konsol tengahnya. Yang berbeda adalah di bagian head unitnya. Dia pakai head unit yang berbeda dengan 38 di bawahnya. Kalau misalkan 38 di bawahnya kan dia pakai floating ya. Ini dia dengan dimensi yang lebih besar berukuran 15,6 inci dengan resolusi 2.5K. Jadi memang benar-benar jernih dan juga kapasitifnya ataupun sensitivitasnya ini cukup baik. Nah, di sini adalah jadi pusat kontrol dari semua fungsi fitur. Hampir semua fungsi fitur dikontrol dari head unit ini. Untuk informasi dari kendaraan bisa dilihat dari cluster meternya yang memang dimensinya enggak sebesar ini, tapi cukup informatif karena nampilin seluruh informasi penting. Nah, untuk posisi duduknya ini comanding khas sebuah SUV di mana kita dibuat tinggi duduknya lalu juga pandangan luas baik dari depan kiri kanan dan juga ke bagian belakangnya. Pengaturan setir sudah tilt dan teleskopic. Nice. Dan juga pengaturan joknya sudah elektronik juster seat 8 arah bahkan sampai ke bagian punggung sudah ada. Dan juga di bagian e penumpang sebelah kiri juga sudah ada pengaturan elektrik untuk kursinya. Oke, di konsol tengah sini ada wireless charging 50 wat. Yang ini memang besar banget jadi sudah mendukung fast charging. Di sebelah kiri juga ada penyimpanan. Tapi bukan untuk wireless charging. Hanya menyimpan saja. E konsol tengah sini ada dua cup holder. Lalu juga ada tombol drive mod-nya, ada eco normal dan sport. Di sini ada tombol shortcut dari hazard dan juga tombol untuk mengatur kinerja mesinnya. Mau bergerak secara hybrid ataupun full EV. Di sini juga ada shortcut untuk AC, divoger, ada AMRES yang cukup dalam dengan chiller. Jadi bisa naruh barang yang di dalam sini dengan aman. Ada glove box dan juga penyimpanan di bawah sini. Yang berbeda adalah yang cukup sayangkan adalah bagian headr-nya. Ini enggak ada sandaran untuk kepala ya seperti 38 bahkan 38 varian termurah pun sini sudah ada. Tapi di bagian ataupun di varian 38 CSA ini belum ada. Dan juga untuk speakernya sudah pakai 12 speaker dari Sony. AC sudah dual zone auto climate dan juga ada panoranic sunroof yang punya bentang kaca yang cukup lebar dan semua joknya sudah menggunakan bahan kulit sintetis tapi dia menarik dipaduadankan dengan bahan-bahan suat seperti ini. Jadi kesan premium dan kesan mewahnya emang dibuat berbeda dibandingkan 38 varian di bawahnya ya. Selain ada pengaturan elektrik ee kursi di bagian pinggiran ee pangemudi ataupun juga penumpang depan, ada juga pengaturan di sini. Jadi memudahkan ketika Anda lagi duduk sebagai penumpang di sebelah kiri untuk akses memajukan, memundurkan kursi bisa lebih mudah dengan adanya tombol pengaturan elektrik di bagian sini. Jadi, varian yang kita coba ini adalah varian yang front wheel drive. Tapi kalau misalkan lihat presentasi dari Cherry sebelumnya nanti akan ada dua penggerak yakni allwheel drive dan juga front wheel drive. Tapi varian front drive ini sudah cukup lengkap fitur-fiturnya. Bahkan ada 14 fungsi ADAS dari adapti cruise control, lalu juga ada integrate cruise assist, recoltion warning, emergency land keeping assist, blend spot detection, departure warning. ini cukup banyak dan juga ada driver atau warning yang akan sigap ngasih notifikasi ketika kita lagi lelah capek dia akan ngasih notifikasi supaya kita istirahat di cluster meter ya. Kita geser ke bagian penumpang belakang. Ini yang saya suka dari Cherry 38 termasuk di 38 CSA ini ya. Jadi memang punya wheel base sekarang dia juga wheel base-nya lebih panjang sekitar 5 mm ataupun pokoknya lebih panjanglah dibandingkan Cerry 38 Pro Max dan 38 di bawah yang tentu akan ee ngasih akomodasi ruang space yang lebih lega dan memang kerasa emang agak ataupun terasa lebih lega dibandingkan 38 varian bawahnya. Nah, tadi pengaturan jok saya sebagai driver saya punya tinggal dalam 175 cm. Teman-teman bisa lihat ruang kaki lututnya masih lega terutama di bagian headroom ini juga masih menyisakan ruang yang lega. Di sini ada komponen amres yang koko dengan dua cup holder. Dan tentunya karena ini e bisa diduduki tiga orang, ada komponen headr di masing-masing tempat duduknya. Di sini ada kasih-kas AC juga, lalu juga lampu baca. Jadi memang cukup lengkap ya untuk fitur-fiturnya. Bahkan tadi seperti saya bilang ini door sudah dibalut dengan bahan soft touch. Sekarang kita lihat nih, cukup tricky apakah duduk di bagian belakang ini masih mengakomodasi untuk tinggi badan orang dewasa ketika duduk di baris ketiganya. Duduk di baris ketiga memang rasanya atau memang enggak senyaman ketika duduk di baris kedua ya. Karena memang ini mungkin rasanya lebih cocok untuk dipakai ee anak-anak kecil tapi enggak bukan enggak bisa duduk ataupun dipakai untuk orang dewasa. Jadi ini masih cukup punya space. Jadi memang kalau misalkan ingin lebih nyaman, minta penumpang di depan agak sedikit majuin si kursi e tengah ini supaya punya space yang lebih memadai. Jadi saya punya tinggi badan tadi seperti saya bilang ya, ini masih punya e space mepet tiga jari. Lalu ada headr di sini dan juga kita bisa atur untuk reclining dari bangku baris ketiganya. Jadi memang masih cukup nyaman, tapi enggak akan senyaman ketika duduk di baris kedua dan gak ada kisi-kisi AC di sini. Rasanya nanti akan ada di varian teratasnya. Sekarang let's go kita cobain first drive dari Cherry 38. Oke, Teman-teman sudah ada di balik kemudi 38 CSH ataupun Cherry Super Hybit. Sebenarnya adalah teknologi plugin hybrid ya. eh di mana memang teknologi ini kalau bisa dibilang lebih tinggi dibandingkan teknologi dari strong hybrid ataupun dari micro hybrid. Kalau misal ngomongin posisi driving, posisi duduk ini sebenarnya masih terbilang ataupun terasa sama seperti 38 ataupun 38 Pro dan juga 38 Pro Max. Jadi duduknya emang terasa comending. Pandangan ke depan nih sangat wide. termasuk juga di bagian sisi kiri dan sisi kanan spionnya besar dan juga di bagian e spion belakang juga e kasih visibilitas yang baik. Nah, sekarang ngomongin karakter setirnya. Jadi, ini memang pengaturannya masih default ya, Teman-teman. Jadi, sepertinya sih ada pengaturan untuk pengaturan setirnya. Kayak di 38 varian tengara pun itu ada untuk bobot dari setir. Dia mulai dari yang comfi lalu juga ada yang sport. Jadi, kalau misalkan yang normal itu memang setirnya terasa agak ringan. Jadi cocok banget ketika memang lagi komputer ataupun lagi cruising di perkotaan. Sementara kalau misalkan yang sport ini dia akan otomatis ngebuat sisirnya terasa lebih berbobot sehingga ketika memang lagi kecepatan tinggi jadi bisa lebih percaya dirilah ketika memang harus manuver ataupun handling jadi enggak berasa kosong banget gitu. Nah, ngomongin suspensi ini kita lagi tes drive-nya di kawasan PIK 2 yang mana memang lebih banyak klock. Jadi dengan suspensi cukup mewah teman-teman. Dia pakai suspensi independen baik di depan juga dan juga di bagian belakang. Kalau enggak salah tadi dari presentasi Cherry dia pakai multilink 5 multilink ya. Biasanya ini suspensi ini ada di mobil-mobil kelas atas dan sekarang udah ada juga di Cherry 38 CSA. Jadi kita tinggal tunggu aja nih harga yang paling pantas, harga yang paling menarik untuk sebuah mobil plugin hybrid dari seri ini. Nah, ngomongin ri bonnya memang ini relatif agak kaku. Jadi memang mungkin sesuai dengan tema dari mobil ini, dia ngincer memang agak sport untuk bantingannya tapi masih cukup terasa nyaman. Jadi enggak yang keras banget gitu ya. Enggak bikin area punggung jadi ee sakit ataupun begal, enggak. Jadi memang cukup baik untuk bandingan suspensi baik di depan dan juga di bagian belakangnya. Drive mode-nya dia ada tiga pilihan teman-teman. Pertama dari echo, lalu juga ada normal dan sport. Ini kita lagi pakai yang cho. Jadi memang berasa lebih menahan untuk gasnya karena memang sesuai dengan fungsinya adalah untuk mengincar efisiensi BBM. Sementara kalau yang normal ini agak sedikit dibuka tuh untuk tenaga dan torsinya. Dan sementara yang sport memang benar-benar dibuka. Jadi rasa berkendaranya lebih sporty. Nah, jadi dengan teknologi CESA ataupun ceri super hybrid dan juga plugin hybrid ini sebenarnya memang ada dua opsi ee penggerak ya yang bisa teman-teman pilih. Pertama hybrid electric vehicle. Jadi memang di mana mesin dan si motor listriknya ini benar-benar bekerja bersamaan gitu ya untuk menggerakkan roda. Lalu bisa full EV klaimnya itu bisa sampai 90 km baterainya terisi dengan penuh. Jadi serasa seperti membawa mobil listrik murni. Nah, akselerasinya ee Cherry bilang kalau misalkan dari posisi diam sampai 100 km/h itu butuh waktu sekitar 8,5 detik. Nah, sekarang kita mau coba ini. Pertama dari Eco dulu. Kita lihat bagaimana karakter dari tenaga dan torsinya. Langsung kita coba yang Eco nih. E deposidium dan kita coba injak pedal gasnya ya. Jadi memang cukup membuat badan tertarik walaupun dengan mode Eco sekalipun. Jadi memang si engine bakarnya dan juga si motorisiknya ini benar-benar langsung bekerja nyalurin tenaga dan torsi gabungannya. Sekarang kita cobain yang normalnya. Wah, bahkan ban depannya itu sampai spinning dan kameranya juga agak ke atas. Nah, jadi memang benar-benar ya itu membuktikan bahwa torsi dan tenaganya ini benar-benar melimpah. Ee bahkan si roda depannya itu benar-benar sampai spinning. Entar nanti kita putar, kita cobain untuk yang mode sportnya. Langsung aman belakang. Wah. Iya. Jadi memang karena memang ada gejala spinningnya itu jadi memang agak tertahan di putaran ataupun di akselerasi awal ya. Ya, jadi memang kalau ngomongin fitur ini sudah cukup banyak ya. Fitur-fitur penunjang terutama fitur ADAS-nya memang lengkap dan juga fungsi ataupun layout dari barisnya tujuh penumpang ini rasanya akan mengakomodasi ee konsumen yang butuh mobil irit lalu juga performanya kencang dan terdapatnya fitur-fitur bantuan mengemudi dan juga fitur-fitur kekinan lainnya yang ada pada mobil ini. Jadi yang menarik adalah nanti seberapa ataupun posisi harga yang ditawarkan oleh Cherry untuk Cherry 38 CSA dan terutama varian yang front wheel drive ini. Nah, Teman-teman, inilah tadi first drive dengan Cherry 38 Csa. Nah, kalau Teman-teman ada pertanyaan silakan e sampaikan di kolom komentar dan sampai jumpa di video berikutnya.
